Ibu Rumah Tangga, Sudahkah Menghargai Diri Sendiri?

Ibu Rumah Tangga, Sudahkah Menghargai Diri Sendiri?
Ibu Rumah Tangga, Sudahkah Menghargai Diri Sendiri?

Gimana perasaan teman-teman kalau hasil usaha kita diapresiasi orang lain? Entah itu dapat penghargaan dari kantor, menang lomba, atau sekadar ucapan, “Terima kasih, Mama, sayur asemnya enak banget. Aku mau tambah lagi.”

Kalau saya sih jangankan dapat penghargaan, dengar ucapan terima kasih aja udah bikin hati berbunga. Mungkin karena love language saya words of affirmation, ya. Jadi diberi pujian atas sesuatu yang sudah saya kerjakan dengan sepenuh hati dan sebaik mungkin bisa memotivasi saya untuk melakukan hal yang sama dengan lebih baik lagi.

Zaman masih kerja dulu, selalu berusaha kerja dengan baik karena hasil penilaian performance kerja mempengaruhi persentase kenaikan gaji. Dan nama-nama karyawan terbaik akan diumumkan di Meeting Hall tiap tahunnya. Kan kebayang, ya, betapa bangganya saat nama kita disebut sebagai yang terbaik di depan ratusan karyawan lain.

JNE Raih Dua Kategori Penghargaan Indonesia Markplus Festival 2022

Berhasil dalam persaingan sesama rekan kantor aja sudah membanggakan, apalagi kalau level kompetisinya antar perusahaan se-Indonesia? Saya yang melihat foto pak Marsudi, Head Regional Jateng-DIY JNE tersenyum lebar saat menerima penghargaan Industry Marketing Champion Semarang Solo 2022 dari pak Hermawan Kartajaya selaku Founder dan Chairman MarkPlus aja ikut senang.

JNE Regional Jateng-DIY memang patut berbangga hati karena tahun ini berhasil menyabet dua kategori penghargaan di ajang Indonesia Markplus Festival 2022. Event ini merupakan penghargaan untuk berbagai industri tingkat daerah mulai dari BUMN, perusahaan swasta, dan media yang berhasil melakukan terobosan atau milestone pemasaran selama satu tahun ke belakang.

Kategori penghargaaan pertama yang diraih oleh JNE adalah Industry Marketing Champion Semarang Solo 2022. Selaku perwakilan JNE, Pak Marsudi mengucapkan rasa terima kasihnya kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada JNE dalam mengemban tugas pengiriman.

Kepercayaan masyarakat tentunya juga hasil dari kerja keras JNE sebagai salah satu perusahaan ekspedisi yang amanah. Sebagai pelanggan toko online, JNE Indonesia masih jadi salah satu kurir yang saya pilih untuk pengiriman paket. Pelayanannya yang cepat dan alhamdulillah tepat serta ongkos kirim yang reasonable jadi pertimbangan saya.

Saya yakin bukan hanya saya yang memiliki kepuasan atas pelayanan yang diberikan oleh JNE. Buktinya, JNE mendapatkan penghargaan pada kategori Service Person Of The Year di ajang yang sama. Award ini diserahkan oleh Hendrar Prihadi, Walikota Semarang kepada Roky Daniar Amiruliyanto selaku Head Of Sales Corporate JNE Semarang. Selamat, yaaa, JNE. You deserve this!

32 tahun beroperasi di Indonesia, JNE terus berusaha mengikuti perubahan khususnya di era disrupsi digital. Berkolaborasi dengan komunitas pun dilakukan oleh JNE dengan tujuan mendorong kemajuan UMKM. Salah satunya melalui event JNE Goll…Aborasi Bisnis Online. Ini selaras dengan harapan pak Hermawan Kartajaya dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar para pebisnis terus produktif melahirkan solusi bisnis yang inovatif dan melakukan kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas.

Self Appreciation untuk Ibu Rumah Tangga

Nah, kalau pegawai kantor, pebisnis atau perusahaan seperti JNE dan anak sekolah bisa memperoleh penghargaan dari kompetisi-kompetisi lokal dan nasional. Bagaimana dengan para ibu rumah tangga?

Meski di rumah aja tentu ada rasa ingin diapresiasi oleh orang lain, ya. Punya motivasi untuk mendapatkan pengakuan atau penghargaan dari orang lain itu wajar, kok. Bahkan menurut Teori Motivasi dari Abraham Maslow, kebutuhan untuk mendapatkan apresiasi ini termasuk dalam 5 tingkat kebutuhan manusia.

Tapi kadang kita nggak mendapatkan dari orang-orang terdekat, karena mungkin suami dan anak-anak bahasa cintanya bukan words of affirmation. Atau ya karena apa yang kita lakukan sehari-hari dianggap bukan hal istimewa yang layak dihargai. Hiks.

Yah, boleh kok sedih. Hanya jangan berlarut-larut, ya. Kalau orang lain nggak bisa menghargai usaha kita, berarti kita yang harus melakukan self appreciation. Gimana caranya?

1. Berhenti Memberi Label Negatif pada Diri Sendiri

Dalam perjalanan sebagai istri dan ibu, mungkin banyak kesalahan atau hal-hal yang kita sesali. Mungkin kita nggak bisa memenuhi “standar” ibu ideal yang diterapkan oleh masyarakat. Bisa jadi kita termasuk yang mengizinkan anak main gawai lebih lama dari waktu yang dianjurkan para ahli parenting. Atau memberikan mereka nugget kemasan alih-alih membuatnya sendiri.

Tapi bukan berarti kita ibu yang buruk. Dan kita juga bukan beban suami meski nggak bisa menghasilkan uang sendiri. Jadi berhenti memberi label negatif semacam itu kepada diri sendiri.

2. Maafkan Diri Sendiri

Terima dan akui apapun kesalahan, kegagalan, negative self-talk, kekurangan dan kebiasaan buruk kita sebagai ibu atau istri di masa lalu. Toh nggak bisa diulang lagi. Yang bisa kita lakukan adalah memaafkan diri sendiri dan memperbaikinya agar nggak terulang lagi. Begitulah pesan psikolog anak saya ketika saya curhat panjang lebar tentang kesalahan pengasuhan yang saya lakukan kepada anak-anak.

3. Berterima Kasih dan Bersyukur atas Progress Apapun yang Kita Capai

Sebagai ibu rumah tangga, “prestasi” kita kadang tidak kasatmata, sehingga kita merasa nggak punya sesuatu yang bisa dibanggakan. Padahal, kalau kita lihat lebih dekat ke diri sendiri banyak pencapaian yang kita peroleh, lho.

Misalnya hari ini berhasil bangun lebih pagi sehingga bisa menyiapkan bekal makanan yang lengkap untuk suami. Atau frekuensi ngomel ke anak berkurang dan anak lebih menikmati waktu bersama dengan kita lebih lama. Atau hari ini berhasil menempuh kilometer lebih panjang saat jogging.

Jadi ibu-ibu, karena kita hanya perlu berkompetisi dengan diri sendiri, progress semacam itu layak dihargai. Itu prestasi yang bisa kita banggakan.

self appreciation

4. Merawat Diri Sendiri

Merawat diri adalah salah satu bentuk menghargai diri sendiri. Tubuh dan batin kita juga harus sehat dan bahagia, kan. Caranya dengan makan makanan yang lebih sehat, luangkan waktu berolahraga, tidur cukup, hindari stres dan cari bantuan profesional jika perlu. Mudah? Tentu tidak. Tapi saya yakin teman-teman pasti bisa.

5. Self-Reward sebagai Bentuk Self Appreciation

Rayakan pencapaian-pencapaian kita dengan memberikan hadiah kepada diri sendiri. Nggak harus yang mahal. Bisa dengan me-time yang lebih lama atau secangkir kopi dari kedai kopi favorit. Untuk prestasi yang lebih besar boleh kok beli tas atau sepatu yang sudah lama jadi incaran.

Namun, kita juga harus sadar bahwa self appreciation adalah kesadaran untuk mengenali hal-hal positif dalam diri kita atau hal-hal baik yang kita lakukan. Bukan untuk membandingkan diri dan merasa diri kita lebih baik dari orang lain. Menghargai diri sendiri tidak dilakukan dengan merendahkan orang lain.

Selamat mencoba!

Suka dengan artikel ini? Yuk bagikan :)

alfakurnia

Lifestyle blogger yang suka berbagi tentang review produk, kisah sehari-hari, pengalaman parenting dan banyak lagi. Juga suka menulis resensi buku dan produk skincare di blog alfakurnia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top