talkshow mengenal potret kusta di indonesia
Kesehatan

Bebas Penyakit Kusta di Indonesia. Yuk Bisa, Yuk!

“Jangan dekat-dekat sama orang itu ya. Dia punya penyakit kusta. Nanti kamu ketularan.”
“Emang apa sih kusta?”
“Ih, itu lo, penyakit yang bikin kulit ada putih-putihnya.”
“Hah? Emang kenapa kok bisa sakit itu?”
“Nggak tahu, dikutuk kali. Udah, ah. Pokoknya jangan dekat-dekat. Bahaya!”

Yayaya, ini tahun 2021 tapi mitos bahwa kusta disebabkan oleh kutukan atau santet masih ditemui di beberapa daerah. Akibatnya nggak sedikit penderita penyakit kusta di Indonesia yang diasingkan dari keluarga atau ditempatkan dalam bilik tersendiri yang tidak sehat.

Padahal penyakit kusta ini sebenarnya bisa disembuhkan, lo, bila ditangani dengan baik. Dan memang diperlukan sekali dukungan keluarga dan lingkungan supaya penderita kusta bisa sembuh total.

Tapi apa sih penyakit kusta? Minggu lalu saya mengikuti Workshop daring via Zoom dengan tema Media yang Mengedukasi & Memberantas Stigma Kusta dan Disabilitas. Dilanjutkan dengan Talkshow: Melihat Potret Kusta di Indonesia. Dari situ saya dapat banyak pencerahan tentang penyakit yang juga sering disebut lepra ini.

talkshow mengenal potret kusta di indonesia

Mau tahu lebih lanjut? Yuk baca sampai selesai.

Tentang Kusta

Kusta adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium leprae. Penyakit ini biasa menyerang kulit dan syaraf tepi. Walaupun dikenal sebagai penyakit menular sebenarnya penyakit kusta hanya bisa ditularkan oleh penderita kusta yang belum berobat kepada orang lain dengan kontak yang lama melalui pernafasan.

Sebenarnya nggak semua orang bisa dengan mudah tertular kusta. Dari survei Kemenkes RI, dari 100 orang terpapar kusta, 95 orang tidak terjangkit, 3 orang sembuh dengan sendirinya. Sedangkan 2 orang sisanya tertular dan perlu pengobatan. Sumber penularannya hanya pada penderita kusta tipe basah yang belum diobati.

Penyakit kusta sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Kusta kering atau PB (pausi basiler) yang ditandai dengan jumlah bercak kusta 1 hingga 5 dan kerusakan kurang dari 1 saraf tepi dan tidak ditemukan Basil Tahan Asam (BTA negatif) pada pemeriksaan kerusakan kulit.
  2. Kusta basah atau MB (multi basilier) yang ditandai dengan jumlah bercak kusta lebih dari 5 atau kerusakan lebih dari 1 saraf tepi, atau ditemukan Basil Tahan Asam (BTA positif).

Tanda dan Gejala Penyakit Kusta

Tanda Pada Kulit

  • Bercak atau kelainan kulit yang kemerah-merahan atau keputih-putihan di bagian tubuh.
  • Bintik yang tidak gatal.
  • Belang yang tidak berasa (tidak sakit).
  • Bercak yang tidak berkeringat atau tidak berambut.

Tanda Pada Syaraf

  • Rasa kesemutan dan nyeri pada anggota badan dan muka.
  • Tidak ada rasa pada telapak tangan dan kaki.
  • Kelemahan otot pada tangan dan kaki.
  • Luka pada telapak kaki yang sulit sembuh.
  • Kelopak mata tidak bisa menutup sempurna.

Penyakit Kusta di Indonesia

Kusta dikenal sebagai Neglected Tropical Disease alias penyakit tropis terabaikan. Penyakit kusta di Indonesia sudah dikenal lama tapi tidak juga bisa disembuhkan secara total. Dan sedihnya Indonesia menduduki peringkat ketiga pasien kusta terbanyak di dunia. Hiks.

penyakit kusta di indonesia

Data terbaru dari NLR menyebutkan bahwa pada tahun 2021 ini saja kasus baru kusta pada anak ada 9,14%. Di mana kalau sampai anak tertular penyakit kusta, berarti ada orang-orang terdekatnya yang juga menderita kusta dan belum diobati secara tuntas. Sampai data ini diturunkan, masih ada 8 provinsi di Indonesia yang belum bebas kusta dengan jumlah total orang dengan kusta sebanyak 20ribu orang.

Baca Juga: STOP Pneumonia pada Anak Dimulai dari Keluarga

Untuk itu pemerintah Indonesia bekerja sama dengan NLR mencanangkan program SUKA (Suara Untuk Indonesia Bebas Kusta). Melalui program ini NLR berusaha mengedukasi masyarakat dan tenaga medis untuk lebih aware tentang penyakit kusta di Indonesia.

NLR adalah sebuah organisasi non-pemerintah yang didirikan di Belanda pada tahun 1967 untuk menanggulangi kusta dan konsekuensinya di seluruh dunia dengan tiga pendekatan yaitu zero transmission (nihil penularan), zero disability (nihil disabilitas) dan zero exclusion (nihil eksklusi). Di Indonesia, NLR mulai bekerja tahun 1975 bersama pemerintah Republik Indonesia dengan tagline “Hingga kita bebas kusta”.

program suka nlr

Dengan program SUKA yang juga bekerja sama dengan media dan bloger, diharapkan informasi tentang kusta bisa mudah diperoleh oleh masyarakat. Serta bisa membantu membangun perspektif positif tentang kusta. Dan berkontribusi dalam pemberantasan mitos, stigma dan diskriminasi terhadap kusta.

Karena sebenarnya kusta dapat disembuhkan jika ditangani dengan cepat. Tapi bila dibiarkan dapat mengakibatkan cacat tubuh yang terjadi karena kuman kusta yang menyerang saraf.

Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Kusta

Sebenarnya kita bisa bisa mencegah penyakit kusta dengan beberapa cara berikut:

  1. Imunisasi BCG pada bayi membantu mengurangi kemungkinan terkena kusta karena kuman kusta masih 1 keluarga dengan kuman TBC.
  2. Segera berobat ke Puskesmas bila mengalami kelainan kulit berupa bercak mati rasa.
  3. Cacat kusta dapat dicegah dengan minum obat dan periksa ke Puskesmas secara teratur.

Sedangkan untuk pengobatan penyakit kusta memang agak chalenging ya, dengan meminum obat-obatan secara rutin selama 6-12 bulan sampai benar-benar sembuh. Tujuan pengobatan ini sendiri selain menyembuhkan penderita juga untuk memutus mata rantai penularan dan mencegah kecacatan baru atau menjadi lebih berat.

Tentu bukan hal yang mudah, ya. Tapi dengan bantuan media, influencer, bloger dan perusahaan-perusahaan besar yang menerapkan inklusivitas seperti United Tractors, diharapkan stigma negatif tentang kusta, penderita kusta dan Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) bisa hilang. Sehingga Indonesia bisa bebas kusta. Yuk, bisa, yuk!

Sumber:
1. Workshop Media yang Mengedukasi dan Memberantas Stigma Kusta dan Disabilitas.
2. Ruang Publik Berita KBR: Melihat Potret Kusta di Indonesia
3. Leaflet Pengenalan Kusta – NLR

Author

alfa.kurnia@ymail.com
Lifestyle blogger yang suka berbagi tentang review produk, kisah sehari-hari, pengalaman parenting dan banyak lagi. Juga suka menulis resensi buku dan produk skincare di blog alfakurnia.com

Comments

Yuni BS
Apr 25, 2021 at 11:07 AM

Nggak sedikit orang memang menganggap penyakit kusta itu menjijikkan. Hingga siapa pun yang kena bisa jadi dikucilkan oleh lingkungannya. Kasihan sih.

Permasalahannya adalah banyak yang percaya dengan semua mitos yang ada. Memang perlu adanya edukasi mengenai hal ini.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.