Yuk, Berpikir Positif Agar Tidak Mudah Sakit

Berpikir positif dapat meningkatkan daya tahan tubuh.  Sepertinya sering ya dengar ungkapan itu? Tapi benar nggak sih? Ya, menurut penelitian yang diadakan oleh University of Queensland, sikap positif dapat meningkatkan kekebalan tubuh kita dan membantu kita untuk hidup lebih lama. Banyak juga penelitian lain yang membuktikan bahwa ada hubungan yang kuat antara perilaku positif dengan tingkat kesehatan.

Tapi memang nggak bisa dipungkiri, di situasi seperti yang kita alami saat ini agak sulit untuk berpikir positif. Akhir-akhir ini pemberitaan tentang penyebaran virus Sars-Cov-2 yang bisa mengakibatkan penyakit Covid-19 dan belum ada penangkal dan obatnya, masif sekali. Jujur aja, saya sampai merasa stres dengan semua broadcast message dari berbagai WA grup. Nyaris semua WAG membahas ini, mulai dari keluarga sampai grup sekolah anak-anak. Sayangnya sebagian besar pesan yang saya terima menebarkan rasa takut dan panik atas kondisi yang rasanya semakin hari semakin parah ini.

Stres Di Saat Corona Time

Belum lagi dengan adanya anjuran untuk tinggal di rumah dan kebijakan belajar di rumah untuk anak-anak. Sebagai introvert mom keberadaan semua orang di rumah selama 24 jam ini lumayan berat untuk kondisi mental saya. Bukan… Bukan saya tidak bersyukur bahwa orang-orang yang saya sayangi ada di rumah dalam kondisi sehat dan aman. Hanya saja, orang dengan kepribadian introvert itu mudah sekali terkuras energinya ketika berada di tengah keramaian. Untuk recharge biasanya kami memerlukan waktu untuk sendirian dan melakukan hal yang menenangkan seperti baca buku, dengar musik atau apa saja yang bisa bikin kami senang.

Baca Juga: Cara Merawat Diri Untuk Kesehatan Ibu

Tapi, selama anak-anak di rumah tentu waktu-waktu tenang itu jarang sekali saya peroleh. Kesibukan mengurus rumah, mengejar-ngejar anak-anak untuk mengerjakan tugas-tugas dari sekolah yang seabrek-abrek itu, kehebohan mereka bermain dan demandingnya mereka untuk bersama dengan ibunya ini benar-benar menguras energi. Sayangnya saya nggak bisa ke mana-mana karena kita harus #dirumahaja kan? Ditambah dengan kepanikan karena pemberitaan negatif Corona yang bertubi-tubi, akhirnya ya mulai stres lah mamak ini hiks.

Efek Stres di Saat Wabah Corona Menyerang

Efek stres ini saya rasakan secara fisik mulai dari sering sakit kepala, merasa demam padahal suhu tubuh normal, kadang sesak nafas dan tenggorokan gatal. InsyaAllah sih bukan gejala sakit Corona ya, tapi bisa jadi merupakan salah satu tanda psikosomatis dari serangan panik.

“Serangan panik dapat dengan mudah disalahartikan sebagai permulaan virus corona, khususnya dalam kasus di mana sudah ada masalah pernapasan yang mendasarinya. Saat rasa panik dan takut muncul karena virus corona, tubuh menciptakan reaksi sugesti dengan menimbulkan gejala yang mirip dengan corona. Sangat mungkin seseorang memiliki gejala yang sama dengan virus corona karena kecemasan.”

Martina Paglia, psikolog dari The International Psychology Clinic, dikutip dari Metro.co.uk

Selain itu secara psikis saya jadi susah tidur, susah berkonsentrasi dan selalu merasa cemas. Sehingga akhirnya jadi sering marah-marah, terutama kepada anak-anak. Padahal, sudah banyak yang mengingatkan untuk mengurangi stres karena stres dapat mengurangi imunitas tubuh. Sementara penyakit Covid-19 ini bisa dilawan atau kecil efeknya kalau daya tahan tubuh kita bagus. Selain tentu saja dengan rajin mencuci tangan, diam di rumah dan menghindari keramaian dan makan makanan bergizi.

Berpikir Positif Untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Untuk cara meningkatkan daya tahan tubuh secara umum dan bagaimana mencegah penularan penyakit Corona ini, saya rasa sudah banyak situs resmi dan tulisan teman-teman blogger yang membahasnya. Bahkan komunitas yang saya ikuti, Ibu-Ibu Doyan Nulis  bulan ini juga menyelenggarakan Tantangan Blogging dengan tema Meningkatkan Daya Tahan TubuhSudah pada ikutan?

Saya yakin juga ibu-ibu dan teman-teman pembaca PojokMungil sudah menerapkan anjuran-anjuran kesehatan tersebut ini kan?

Mungkin yang sulit dilakukan adalah menghindari stres. Ibu-ibu, khususnya saya, memang rawan stres di masa-masa seperti ini kan. Banyak yang dipikirkan, banyak yang harus dilakukan, banyak yang dicemaskan dan banyak lagi. Otak kita rasanya penuh dengan berbagai hal yang membuat kita sulit berpikir positif. Tapi, bukan berarti kita harus menerima saja semua perasaan negatif ini. Karena ternyata banyak yang bisa kita lakukan untuk bisa fokus pada pikiran-pikiran positif saja.

cara berpikir positif

Cara Berpikir Positif.

1. Fokus Pada Hal-Hal yang Baik

Oke, mungkin virus Corona ini banyak memberikan efek buruk pada kehidupan kita saat ini. Tapi dengan mengubah cara pandang, kita bisa melihat bahwa dengan adanya virus ini kita jadi punya waktu lebih banyak dengan keluarga. Karena anak-anak belajar di rumah, kita jadi bisa berempati terhadap para guru di sekolah.

Meski uang belanja jadi lebih boros karena selama di rumah anak-anak makan terus, setidaknya kita tahu mereka makan makanan sehat yang dibuat dengan cinta. Atau kita membantu para pengusaha makanan lokal dan abang Go/GrabFood dengan membeli makanan dari mereka.

Kita juga jadi punya lebih banyak waktu untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Seperti titah Sultan Brunei kemarin, setelah semua ikhtiar dijalani, hal pamungkas yang bisa kita lakukan adalah

“Sama-sama kita datang kepada Allah dengan merendahkan diri, mengaku berdosa dan memohonkan belas kasihanNya, ‘Ya Allah… Peliharakan dan selamatkan kami dari wabak yang dahsyat ini. Hanya Engkau jua sebaik-baik pemelihara itu.'”

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

A post shared by MIB – Midia Islam Brunei (@midiaislambrunei) on

2. Bersyukur dan Membuat Jurnal Syukur

Bersyukur telah terbukti bisa mengurangi stres, meningkatkan harga diri, dan menumbuhkan ketahanan bahkan di masa-masa yang sangat sulit. Penelitian juga sudah menemukan bahwa menuliskan hal-hal yang kita syukuri dapat meningkatkan optimisme dan rasa kesejahteraan kita.

jurnal syukur

Kita bisa memulainya dengan memikirkan orang-orang yang memberi kita kenyamanan atau kebahagiaan dan cobalah untuk mengucapkan terima kasih setidaknya sekali sehari. Kita juga dapat menuliskan saat-saat, atau hal-hal yang membuat kita bahagia dalam sebuah jurnal sehari sekali atau kapan saja kita merasa down. Mengingat kembali momen-momen positif itu bisa membantu kita untuk berpikir positif bahwa seburuk apapun hari kita, badai ini akan berlalu.

3. Bergaul dengan Orang-Orang yang Positif

Aura negatif dan aura positif itu bisa menular. Oleh karena itu kalau bisa kita hindari lingkungan yang terus-menerus menebarkan aura negatif. Kalau kebetulan kita berada di tengah perdebatan yang tidak sehat, cobalah untuk pergi. Begitu juga saat terus menerus mendengar keluhan tentang suatu hal yang tidak ada solusinya. Jika kondisi mental kita sedang tidak sehat jangan memaksakan diri untuk meladeninya. Saya sendiri sedang belajar untuk memilah berita atau suara atau obrolan yang ingin saya dengar.

Supaya nggak terkesan egois atau tidak peduli, saya biasanya meminta pengertian mereka dengan berkata,
“Maaf ya, Nak. Saat ini mama lagi nggak bisa mendengar suara yang terlalu keras. Bisa tolong dikecilkan sedikit suaranya? Ngobrol pelan-pelan aja, yuk. Atau mau mama bacakan cerita aja?”
“Maaf, saya saat ini sedang kurang sehat untuk mendengar berita-berita (keluhan-keluhan) seperti ini. Boleh yuk kita ngobrol tentang hal lain yang lebih menyenangkan.”
“Maaf, kali ini saya lagi nggak bisa mendengarkan curhatmu. Kondisi saya juga sedang tidak baik. Tolong beri saya waktu dulu untuk menenangkan diri ya. I’ll be back when I’m ready.”

happy people

Sering-seringlah membaca atau ngobrol dengan orang-orang yang menebarkan aura positif. Berada di sekitar orang-orang positif telah terbukti bisa meningkatkan self-esteem kita. Jadi sebaiknya kelilingi diri kita dengan orang-orang yang bisa mengangkat semangat kita dan membantu kita melihat sisi baik dari semua hal.

4. Saring Informasi yang Kita Terima dan Tebarkan Informasi Positif

Seandainya bisa, rasanya saya ingin menghapus sebagian besar grup WA dan menghapus aplikasi sosial media saya. Karena lelah sekali membaca sebaran berita buruk tentang Corona ini. Padahal ya belum tentu benar lho tapi kalau diingatkan malah ngegas. Hiks.

Tapi akhirnya saya memilih untuk memilah informasi-informasi apa saja yang mau saya baca dan dengar. Grup-grup yang sering berbagi berita baik (dan info job tentunya) rajin saya buka dan baca. Sementara grup-grup yang suka menebar kepanikan saya clear chat aja. Begitu juga dengan linimasa media sosial, saya hanya membaca post teman-teman yang berbagi ide #berkaryadirumah, ajakan donasi, dan hal-hal lain yang baik-baik. Alhamdulillah dengan cara ini sedikit bisa meringankan rasa stres saya dan membantu saya untuk berpikir positif.

situs belajar rekomendasi kemdikbud

Dengan begitu saya juga bisa ikut menebarkan informasi positif. Mulai dari hal sepele seperti diskonan Gramedia yang bisa dimanfaatkan untuk beli buku online. Situs-situs yang menyediakan resources untuk belajar online secara gratis. Sampai informasi tentang pasien-pasien yang sembuh, selebgram yang berhasil menggalang ratusan juta rupiah donasi untuk tenaga kesehatan.

5. Mulai Hari dengan Pikiran Positif dan Lakukan Aktivitas yang Bermanfaat

Bangun sebelum Subuh dan menikmati masa-masa tenang sendirian itu menenangkan sekali lho. Udara yang masih segar dan sejuk bisa membuat suasana hati kita tenang. Sehingga kita bisa berpikir positif dan memulai hari dengan suasana hati yang lebih baik.

Setelah itu kita bisa menyibukkan diri dengan kegiatan yang bermanfaat. Menulis, membaca buku kesukaan kita, mengaji, olahraga atau apa saja yang membuat kita fokus pada kebahagiaan kita sendiri untuk sesaat. Asal bukan menghabiskan waktu dengan grup WA dan scrolling IG ya.

Dengan cara-cara ini InsyaAllah kita bisa melalui hari dengan pikiran yang positif dan less stress. Sehingga daya tahan tubuh kita tetap baik dan bisa meningkat jika diimbangi dengan olahraga, tidur yang cukup serta makan-makanan yang sehat.

Teman-teman punya tips untuk menghindari stres dalam masa-masa yang berat? Atau mungkin tips berpikir positif yang bisa kita lakukan? Yuk, sharing di kolom komentar.

alfakurnia
Posts created 345

32 tanggapan pada “Yuk, Berpikir Positif Agar Tidak Mudah Sakit

  1. Yes, berpikir positif berdampak banget buat kesehatan, apalagi di kondisi kayak sekarang ini, harus sering-sering berpikir positif. Jangan sumpek terus bawaannya😂.

    1. Meningkatkan daya tahan tubuh memang penting banget disaat seperti ini ya mba. Kudu pintar mengelola pikiran positif agar nggak kebawa stress. Buat jurnalnitu salah satu hal untuk menyalurkan energi kita. Semangat.

  2. Masya Allah tulisannya bagus banget mbak, sangat bermanfaat. Aku butuh nih lebih banyak tulisan kayak gini, soalnya semenjak corona melanda Indonesia, jadi kayak sereeem banget kalo keluar meski ke minimarket deket rumah.

  3. Bener banget mba.. aku juga clear chat grup2 yg nyebar berita2 negatif yg bikin panik. Awalnya sih aku panik tapi alhamdulillah sekarang udah engga walau korban covid 19 malah makin banyak. Semoga badai ini cepat berlalu 😥

  4. Jujur aja nih, sebenernya udah matgay bangeettt kudu karantina mandiri seperti sekarang.
    Duh, lihat akun IG mall, hasrat window shoppingku meronta-ronta! ehehehehe
    Tapiii demi kebaikan bersama, ya sudahlah ditahaaaaannnn dulu aja 🙂

    1. Hahaha mau ke mall juga sekarang udah banyak gerai yang tutup kalau di Sidoarjo. Kapan hari terpaksa ke Ciwo juga suasananya sepiiiiiiii sekali.

  5. Kalau ga pintar-pintar baca berita di medsos, wag, dan lain-lain bisa-bisa stress sendiri ya mba, karena informasinya kadang bikin ngeri banget, semoga wabah segera berlalu

  6. Bener, ya, positif thinking aja dulu. Jangan mikir yang negatif. Meski pemberitaan tentang Corona ini menyita banyak perhatian saya. Memang benar kok redamlah stress karena bisa menurunkan sistem Imun tubuh. Yuk, biasakan berpikir positif

    1. Betul, Mbak. Meski sulit tapi harus dibiasakan. Nggak cuma untuk masa Corona tapi juga di setiap saat supaya kita gampang beradaptasi di setiap keadaan.

  7. Setujuuuu banged. Mari menebar aura positif mulai dari diri sendiri dulu. Jangan sampai pikiran terkontaminasi sama “sampah sampah” yang berserakan. Sehat selalu untuk kita semuaaaa

  8. Di saat seperti ini memang penting untuk terus berpikir positif. Memilah-milah informasi dari berbagai grup harus dilakukan karena gencar banget nih segala macam perbincangan tentang Corona. Kebanyakan sih hoax, bikin makin pening dan stres ya. Saat ini aku mulai membatasi penggunaan medsos dan komunikasi di grup WA yang ‘meneror’ dengan segala macam pembahasan tentang Corona.

  9. Saring informasi, itu yang sedang saya lakukan, Mbak. Lelah dengan informasi corona yang bertubi-tubi datang. Belum lagi ternyata informasi tersebut hoax. Akhirnya, saya lebih memilih untuk membatasi konsumsi berita tentang corona, daripada saya jadi stres kan….

  10. iya mba bener nih, kita harus selalu berpikir positif dan mengurangi ngeluh, banyak bersyukur dan menguatkan, kaya tulisan ini saling menguatkan ya mba, bismillah kita bisa melaluinyaa. Aamiin

  11. Setuju banget dengan saran agar berkumpul dengan orang orang yang beraura positif. Karena dengan kondisi gak bisa keluar rumah, hanya medsos yang jadi perantara utama untuk “bertemu” dengan teman. Dan dari track medsos mereka kita bisa tau loh apakah aura positif yang terpancar atau malah negatif.

  12. Akupun ngerasain banget stressnya karena corona ini Mba, tsunami informasi dari IG, FB dan WA rasanya bikin cemas dan waswas. Betul sih pada akhirnya memang kita harus belajar mengontrol pikiran kita ya dengan hal-hal positif, supaya tidak berpengaruh buruk ke kesehatan jiwa raga.

  13. Untuk menghindari atau atasi stress saya biasanya curhat sama Allah, ngaji juga. Terdengar standar tapi it works. Berpikir positif juga. Karena kalau ibu bad mood, serumah jadi ikutan. Hawa rumah ga enak. Wah, mending set mood baik aja biar serumah ga ikut bete

  14. Sepakat, Mbak. Berpikir positif bikin kita tidak mudah sakit. Maka, mesti pintar-pintar menciptakan energi postif dari diri dan sekitar. Seperti tips di atas. Itulah kenapa, saya mengurangi screen time saat ini. Karena begitu banyak informasi yang bikin galau di sana.

  15. Nah, di masa pandemi yang belum berakhir ini kita memang harus bisa mengontrol pikiran ya Mbak. Karena kalau pikiran negatif mulu kita gampang stres dan efeknya bisa bikin imun turun lalu kita akan mudah terserang penyakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas