Daftar Obat yang Harus Ada di Rumah

Daftar Obat yang Harus Ada di Rumah

Kemarin saya habis beberes kotak obat di rumah dan menemukan banyak sekali obat-obatan yang sudah kedaluwarsa. Setelah diingat-ingat kenapa obat-obatan ini nggak diminum sampai habis, ternyata karena sejak pandemi dan di rumah aja alhamdulillah saya dan anak-anak jarang sakit yang sampai harus minum obat.

Sambil beberes dan membuang obat-obat yang sudah kedaluwarsa, saya bikin daftar obat yang wajib ada di rumah. Meskipun jarang sakit tapi tetap aja hati ini lebih tenang kalau tahu ada stok obat yang bisa dipakai sewaktu dibutuhkan. Setelah browsing dari situs-situs kesehatan, saya menemukan rekomendasi sebagai berikut:

obat yang harus ada di rumah

Daftar Obat yang Harus Ada di Rumah

1. Obat Penurun Demam

“Bu Joko… Bu Joko, ada termos es?”

Ada yang ingat adegan di salah satu iklan obat penurun demam? Jadul banget ya hahaha. Tapi gara-gara iklan itu, saya yang tersugesti untuk selalu sedia obat penurun demam. Apalagi setelah punya bayi. Pastilah ada momen kita mendadak membutuhkannya.

Yang disarankan dokter biasanya obat yang mengandung paracetamol. Untuk dewasa bisa sedia paracetamol 500mg. Sedangkan untuk anak-anak sebaiknya pakai paracetamol sirup. Boleh yang generik atau yang paten. Tapi khusus untuk anak-anak pelajari juga dosis dan tata laksana pemberiannya, ya.

Oya, obat penurun demam ini juga biasanya bermanfaat untuk meredakan nyeri, sakit kepala dan sakit saat menstruasi. Jadi di rumah saya ini harus selalu ada.

Baca Juga: Merawat Anak Demam Saat Traveling

2. Obat Anti Alergi

Buat yang anggota keluarganya punya alergi harus banget ya sedia antihistamin yang biasa digunakan untuk mengobati reaksi alergi. Seperti rinitis alergi, reaksi alergi karena sengatan serangga, reaksi alergi makanan, biduran, dll. Kadang juga bisa dipakai untuk mengatasi gejala mual atau muntah akibat mabuk kendaraan.

Untuk jenisnya bisa langsung konsultasi ke dokter ya, mana yang cocok untuk reaksi alergi yang dialami. Terutama pada anak-anak, kan nggak bisa sembarangan pilih obat.

Baca Juga: Menenangkan Bayi Rewel Karena Kolik dengan Alat Pembersih Debu

3. Obat Diare

Kalau saya pribadi sebenarnya jarang sedia obat anti diare yang berfungsi memampatkan diare seperti norit dan sebangsanya.

Karena menurut ilmu yang saya pelajari dari dokter-dokter anak-anak saya, sebenarnya diare bukan penyakit. Dan ini disetujui oleh dokter dari `Milis Sehat` yang bilang kalau diare bukanlah suatu jenis penyakit, melainkan sebuah tanda. “Diare dan muntah merupakan upaya tubuh untuk mengeluarkan racun dan mengeluarkan virus atau kuman,” kata dr. Fransisca Handy, SPA, IBCLC ditulis Health Liputan6.com.

Jadi, kalau ada anggota keluarga yang diare, saya lebih concern untuk menjaga supaya mereka nggak dehidrasi. Karena dehidrasi ini yang bisa berakibat fatal. Untuk itu biasanya saya cukup sedia oralit atau cairan rehidrasi oral (CRO) lain. Juga vitamin yang mengandung probiotik untuk mempercepat pemulihan setelah diare.

4. Obat Maag

Sebagai mantan penderita GERD, obat sakit maag selalu ada dalam kotak obat. Kalau dulu saya selalu pakai obat-obatan dari dokter, sekarang saya cukup pakai obat sakit maag yang mengandung antasida aja. Ini cukup mudah dibeli di apotik atau minimarket.

5. Krim Luka Bakar

Selain obat-obatan yang diminum, ada juga obat topikal yang wajib tersedia di kotak P3K. Obat topikal adalah obat yang pemberiannya langsung pada kulit atau selaput lendir. Biasanya berbentuk salep, krim, gel, losion dan lainnya.

Salah satunya adalah krim luka bakar. Luka bakar ini salah satu akibat kecelakaan yang lumayan sering terjadi di rumah. Mulai dari yang ringan seperti kena cipratan minyak panas sampai yang agak berat seperti tersiram air panas, terkena knalpot kendaraan bermotor.

Untuk pertolongan pertama yang tepat adalah mendinginkan bagian kulit yang mengalami luka bakar dengan air mengalir selama beberapa menit. Ini berfungsi menghentikan kerusakan jaringan kulit supaya luka nggak semakin luas dan dalam. Setelah itu baru oleskan krim luka bakar yang sesuai dengan derajat keparahannya.

Baca Juga: Ada Kutil Pada Anak? Mungkin itu Molluscum Contagiosum. 

6. Salep untuk Atasi Gigitan Serangga

Buat saya, salep untuk atasi gigitan serangga ini harus ada di kotak obat. Walaupun di rumah sudah dijaga sedemikian rupa supaya nggak ada nyamuk dan serangga tapi begitu kena gigit itu bekasnya susah hilang.

Apalagi waktu anak-anak masih balita gitu kan mereka susah ya nahan rasa gatal jadi pasti digaruk. Kadang juga kalau serangganya agak galak tuh bekas gigitannya meninggalkan rasa nyeri yang bikin nggak nyaman.

Nah, yang sering jadi rekomendasi dari ibu-ibu itu salep Zambuk. Ini termasuk obat tradisional siap sedia di rumah sepertinya saking seringnya saya dengar, “Olesin Zambuk aja” kalau ngeluh soal bekas gigitan serangga.

Sebenarnya saya tuh baru tahu kalau Zambuk juga bisa untuk mengatasi gigitan serangga. Karena selama ini tahunya buat meredakan memar. Sering banget tuh zaman Keenan masih kecil kan dia sering jatuh atau terbentur sampai memar, nah itu biasanya saya oleskan zambuk.

Salep Zambuk untuk Atasi Gigitan Serangga

Ternyata, salep Zambuk ini bisa juga mengatasi gatal akibat gigitan nyamuk dan serangga jadi nggak meninggalkan noda hitam di kulit. Tapi ini nggak mencegah gigitan nyamuk ya.

zambuk

Zambuk produksi PT. Bayer Indonesia ini teksturnya salep gitu berwarna hijau. Bahan aktif di salep Zambuk ini adalah minyak eukaliptus (eucalyptus oil), minyak kapur barus (camphor), minyak Thyme (Thyme Oil) dan Colophony. Kandungan ini bermanfaat untuk meredakan gatal karena digigit nyamuk, memar dan nyeri yang berkaitan dengan luka ringan. Jadi memang layak masuk daftar obat yang harus ada di rumah, nih.

Nah, ini aja sih daftar obat yang harus ada di rumah saya. Tentunya di luar perban, antiseptik, obat luka, plester luka. Kalau teman-teman obat apa aja yang pasti tersedia di rumah? Pakai Zambuk juga nggak?

Suka dengan artikel ini? Yuk bagikan :)

alfakurnia

Lifestyle blogger yang suka berbagi tentang review produk, kisah sehari-hari, pengalaman parenting dan banyak lagi. Juga suka menulis resensi buku dan produk skincare di blog alfakurnia.com

3 thoughts on “Daftar Obat yang Harus Ada di Rumah

  1. Betul Mba, obat-obatan yang disebutkan di atas wajib banget ada di rumah. Aku pernah mengalami anak bengkak-bengkak gatal sebadan karena kena ulat (sepertinya). Ya ampuun panik banget dan aku langsung hubungi layanan dokter online dan dikirimkan obat minum serta salep anti alergi. Coba sudah stok di rumah jadi lebih prepare, khususnya jika punya anak kecil.

  2. Jadi inget tahun 90 an ketika ada iklan “Bu Joko… Bu Joko, ada termos es?” dan sama seperti saya juga selalu stok penurun panas untuk anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top