Mudik Selamat, Aman dan Nyaman Menggunakan Transportasi Udara Bersama Anak

sobat aviasi, djpu, tips selamat aman dan nyaman naik pesawat bersama anak, traveling with kids,

Nggak terasa kita sudah melalui setengah bulan Ramadan ya. Kurang dari 2 minggu lagi, umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Fitri nih. Udah ada yang siap-siap mudik?

Saya dong sudah di kampung halaman hahaha *sombong*

Kebetulan tahun ini sekolah anak-anak selesai Mid Year Exam lebih awal dari sekolah-sekolah lain di Belait District sehingga saat jadwal ujian dan liburan dibagikan pada bulan April yang lalu, saya bisa langsung beli tiket pesawat untuk mudik lebaran. Memang sengaja sih booking tiket jauh-jauh hari dan memilih tanggal yang tidak terlalu dekat dengan hari Raya supaya dapat harga tiket yang lebih murah, meski itu berarti anak-anak harus bolos sekolah beberapa hari hehehe.

Tahun ini adalah tahun ke-5 kami sekeluarga mudik Lebaran ke Surabaya dengan menggunakan moda transportasi udara. Sebelumnya, waktu kami masih tinggal di Jakarta, lebih suka lewat jalur darat dengan menggunakan mobil pribadi. Ada kesenangan tersendiri menyusuri jalur Pantura dengan mobil meski seringkali terjebak macet panjang di titik-titik tertentu dan memakan waktu yang cukup panjang.

Namun, sejak pindah ke Brunei pilihan satu-satunya untuk pergi ke Surabaya adalah dengan naik pesawat. Nggak mungkin kan naik mobil, bisa-bisa jatah liburan dan cuti habis di jalan. Lagipula kalau membawa anak kecil (dan orang lanjut usia) naik pesawat tentu lebih cepat dan praktis ya, terutama untuk jarak bepergian yang jauh.

Tapi bepergian dengan anak-anak naik pesawat itu gampang-gampang susah, apalagi kalau si anak masih balita. Nggak jarang terasa ribet. Untungnya baru-baru ini saya mengikuti akun media sosial Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan dan bergabung dengan #SobatAviasi, komunitas yang dibentuk oleh DJPU. Banyak sekali informasi yang sangat berguna bagi saya dalam mempersiapkan diri bepergian dengan pesawat supaya selamat, aman dan nyaman. Apa saja? Ini adalah beberapa di antaranya:

sobat aviasi, djpu, tips selamat aman dan nyaman naik pesawat bersama anak, traveling with kids,

Tips Mudik Selamat, Aman dan Nyaman Menggunakan Transportasi Udara Bersama Anak-anak

1. Beli Tiket Jauh-Jauh Hari 

Ini sebenarnya untuk mengantisipasi supaya kita masih kebagian seat karena penerbangan kan terbatas ya. Nggak seperti kereta api yang punya banyak gerbong atau bis yang armadanya banyak. Hanya saja kadang budget untuk beli tiket baru ada setelah kita menerima THR jadi mau nggak mau ya beli tiketnya mepet mau lebaran deh.

 

Tapi tahun ini untuk arus mudik dengan transportasi udara kita nggak perlu lagi takut kehabisan tiket sebab Direktorat Jendral Perhubungan Udara sudah menyiapkan 532 maskapai penerbangan dengan kapasitas kursi untuk penumpang dalam negeri sebanyak 5.780.374 dan penumpang luar negeri sebanyak 930.379.

2. Pilih Penerbangan di Pagi Hari

Sejujurnya saya kurang suka menggunakan penerbangan pertama. Bayangkan ya kalau pesawat berangkat jam 6.00 berarti pukul 4 pagi kita sudah harus sampai di Bandara. Sebelum adzan Subuh berkumandang kita sudah harus mandi, memandikan anak-anak dan memastikan koper-koper siap untuk dibawa. Harus bangun jam berapa coba?

Tapi sejak pindah ke Brunei, saya terbiasa dengan penerbangan di pagi hari ini karena satu-satunya jadwal dari Surabaya ke Brunei dengan Garuda (co-op with Royal Brunei Airlines) adalah pukul 6.30 pagi. Dengan memilih penerbangan pagi, kecil sekali kemungkinan pesawat terlambat berangkat dan biasanya karena penumpang nggak terlalu banyak, antrian check in dan pemeriksaan imigrasi (untuk penerbangan internasional) lebih bersahabat. Anak-anak pun di pesawat juga cenderung untuk melanjutkan tidur yang terputus sehingga saya nggak repot menyiapkan aneka permainan untuk menghibur mereka selama perjalanan.

Untuk mengurangi kehebohan di pagi hari, pastikan koper sudah siap diangkut pada malam harinya. Letakkan di dekat pintu keluar rumah. Sisakan satu koper yang terbuka untuk menyimpan barang-barang yang baru bisa kita simpan saat mau berangkat seperti kosmetik dan charger perlengkapan elektronik. Seorang teman juga menyarankan saya untuk menyiapkan anak-anak di malam hari. Jadi sebelum mereka tidur sudah dimandikan lalu dipakaikan baju yang nyaman untuk bepergian. Sehingga di pagi hari nggak perlu lagi membangunkan dan memandikan mereka. Kecuali bagi bayi dan batita yang masih pakai popok ya. Tentu harus diganti lagi popoknya sebelum berangkat. Lalu tinggal angkut untuk berangkat ke bandara.

3. Gunakan Pakaian Yang Nyaman 

Untuk anak, lebih baik memakai pakaian dari bahan kaos. Baik itu t-shirt dan celana maupun shirtdress dan legging dengan tambahan sweater. Hindari baju dan kaos kaki yang berenda dan dapat membuat anak gerah atau gatal. Hal ini berlaku juga untuk kita. Terutama para busui. Pilih baju menyusui yang nyaman dan tertutup sehingga memudahkan kita untuk menyusui di bandara dan di dalam pesawat.

4. Pack Wisely

Iya, saya tahu kok kalau bawa anak itu nggak bisa cuma bawa sedikit barang. Kalau bisa sih 1 lemari dibawa semua ya. Ya nggak apa-apa, asal masih sesuai dengan jatah bagasi. Barang-barang seperti sabun mandi bayi, popok sekali pakai nggak perlu bawa terlalu banyak. Popok kita bisa beli aja di tempat tujuan, sementara toiletries bayi cukup bawa botol-botol kecil.

View this post on Instagram

– #SobatAviasi merasa ribet saat berkemas? Jangan mengeluh, sebab hal itu kerap terjadi pada banyak orang. Meski tampak remeh, packing membutuhkan siasat. Perlu cara-cara jitu agar barang-barang yang akan kita bawa bepergian bisa termuat rapi ke dalam tas atau koper. Tak ada salahnya jika kamu menyimak kiat-kiat packing berikut ini: . 1. Pilih pakaian yang multifungsi untuk meringankan bawaanmu. Contohnya celana olahraga yang bisa juga dipakai tidur atau scarf yang bisa dipakai sebagai aksesori maupun penghangat. 2. Gulung lebih dulu pakaian tahan kusut, seperti kaos, jeans dan celana kain. 3. Selipkan barang berukuran kecil seperti kaus kaki atau pakaian dalam di bagian kosong koper. 4. Setelah semua tersusun, tutup tumpukan baju dengan plastik untuk mencegah pakaian terkena noda atau basah. 5. Ikat pakaian yang sudah diletakkan di dalam koper 6. Hindari menyimpan perhiasan dan barang berharga di dalam koper. . Tetap budayakan penerbangan yang #SelamatAmanNyaman #Selamanya. #SiapUntukMudik

A post shared by Perhubungan Udara (@djpu151) on

Pastikan juga berat bawaan kita sesuai dengan ketentuan bagasi karena tiap airlines memiliki kebijakan yang berbeda. Jika kita pergi dengan keluarga, ada maskapai yang memperbolehkan batas maksimal bagasi sejumlah total jatah bagasi sekeluarga dan ada pula yang hanya mengijinkan jatah bagasi sesuai dengan tiket. Jadi misalnya kita pergi berempat dengan masing-masing jatah bagasi 20kg, untuk Royal Brunei Airlines boleh tuh saya bawa 4 koper dengan berat 30kg, 25kg, 15kg dan 10kg selama tidak melebihi total 80kg jatah bagasi kami berempat. Namun, ada maskapai lain yang hanya mengizinkan masing-masing koper sesuai dengan jatah bagasi yang tertera di tiket. Jadi sebaiknya cari tahu dulu ya sebelum packing daripada nanti disuruh bongkar koper di counter check in.

Oya, jangan lupa intip akun media social DJPU untuk melihat benda-benda apa saja yang boleh dibawa ke kabin pesawat dan mana saja yang harus diletakkan dalam bagasi. Terakhir saya berangkat mudik kemarin, powerbank dan baterai alat elektronik nggak boleh diletakkan dalam koper bagasi. Sedangkan cairan lebih dari 100ml seperti biasa nggak boleh dibawa ke kabin pesawat (kecuali kalau kita beli di dalam ruang tunggu pesawat). Bahkan jenis smartphone tertentu tidak diperkenankan dibawa baik diletakkan dalam carry-on luggage atau bagasi tercatat.

5. Manfaatkan Layanan Check In Online 

Dengan check in online, waktu yang diperlukan oleh ground crew untuk memproses boarding pass akan lebih singkat sehingga nggak perlu lama-lama antri. Secara kalau bawa anak-anak pasti agak stres jika mereka rewel karena bosan antri, apalagi yang anaknya aktif seperti anak saya. Akan lebih menyenangkan lagi bila disediakan antrian khusus untuk penumpang yang sudah check in online seperti yang sudah diberlakukan di Bandara Internasional Brunei Darussalam. Wah, layanan check in online jadi sangat bermanfaat. Sementara setahu saya di Bandara Juanda dan Soekarno Hatta antrian khusus ini belum ada. Semoga menjadi pertimbangan bagi Direktorat Perhubungan Udara ya.

6. Makan Secukupnya 

royal brunei, traveling with kids, mudik selamat aman dan nyaman bersama anak,mudik dengan transportasi udara
Menu Child Meal di Pesawat Royal Brunei Airlines

Nggak semua maskapai menyediakan makanan dalam penerbangannya sehingga sebaiknya kita dan anak-anak makan secukupnya sebelum berangkat agar nyaman selama di perjalanan dan terhindar dari mabuk udara. Anak-anak yang perutnya cukup terisi juga cenderung lebih tenang dan bahagia sehingga nggak rewel serta mengganggu kenyamanan penumpang lain.

7. Siapkan Permen atau Penutup Telinga dan Susui Bayi Saat Pesawat Lepas Landas dan Mendarat.
 
Tekanan dalam pesawat saat lepas landas dan mendarat dapat membuat telinga kita nggak nyaman sehingga anak-anak cenderung rewel. Jadi lebih baik kita ijinkan anak-anak makan permen yang dapat membantu mengurangi tekanan dalam telinganya. Kalau si batita belum boleh makan permen berikan mereka penutup telinga yang memiliki fungsi sama.Bagi ibu yang membawa bayi disarankan untuk menyusui bayi saat lepas landas dan mendarat dengan alasan yang sama. Namun, kalau bayi tidur nyenyak nggak perlu dibangunkan ya, Ma. Cukup pasang penutup telinga.

8. Bawa Permainan Favorit Mereka atau Kantong Kejutan

mudik dengan transportasi udara, traveling with kids, djpu, sobat aviasi, mudik selamat, aman dan nyaman menggunakan pesawat bersama anak
Cinta dan Keenan asyik dengan buku bacaan dan activity pages dari kantong kejutannya

Kantong Kejutan ini dapat berisi mainan baru (tidak harus mahal asal belum pernah mereka mainkan), buku cerita baru, coloring pages dan crayon serta camilan kesukaan mereka. Kantong kejutan ini dapat membuat anak sibuk dengan permainan dan aktivitas baru mereka selama beberapa waktu, sementara kita beristirahat sejenak. Bawa juga boneka kesayangan mereka yang bisa membantu mereka merasa nyaman saat mengantuk.

Kalau kita punya gadget policy yang cukup ringan, mengijinkan anak-anak untuk menggunakan gadget mereka selama penerbangan dengan moda penerbangan diaktifkan dan dinonaktifkan selama lepas landas dan mendarat adalah ide yang baik. Isi gadget dengan games dan film yang belum mereka tonton untuk menghibur mereka selama penerbangan.

Supaya bawaan kita nggak terlalu berat, minta anak-anak untuk membawa ransel mereka sendiri untuk menyimpan benda-benda tersebut. Pastikan tas mereka tidak terlalu penuh agar anak-anak nggak keberatan membawanya.

9. Minta Awak Pesawat Untuk Menyiapkan Stroller Di Depan Pintu Pesawat Setelah Pesawat Mendarat
 
Jangan masukkan stroller ke dalam bagasi tercatat. Bawa stroller sampai ke depan pintu pesawat atau ruang tunggu supaya ketika pesawat mendarat kita dapat langsung mengambilnya di depan pintu saat keluar dari pesawat. Stroller atau gendongan sangat bermanfaat jika kita membawa batita. Perjalanan yang cukup jauh dari pesawat ke tempat pengambilan bagasi seringkali melelahkan bagi kaki kecil mereka. Dengan stroller atau gendongan kita juga dapat memastikan anak-anak selalu ada di dekat kita, terutama ketika kita mengambil bagasi.

Nah, itu dia 9 tips mudik aman, selamat dan nyaman menggunakan transportasi udara dengan anak-anak versi mamanya Cinta dan Keenan. Untuk tips yang lebih lengkap dan umum, bisa langsung baca-baca di akun media sosial Direktorat Jendral Perhubungan Udara yaitu Facebook Page dan Instagram atau ke situs http://selamanya.id/ dan jadilah bagian dari #SobatAviasi.

Selamat mudik. Semoga selamat sampai tempat tujuan dan berkumpul dengan orang-orang tersayang. Mohon maaf lahir dan batin yaa.

 

Menyusuri  Sumatera Barat Bersama Yurmawitadotcom

yurmawita, yurmawitadotcom, lifestyle blogger, travel blogger, blogger sumatera, blogger perempuan

Sebagai blogger yang tidak tinggal di Indonesia, saya sering merasa iri dengan teman-teman blogger yang berdomisili di Jakarta atau kota metropolitan lain di Indonesia seperti Surabaya dan Bandung. Gimana enggak, banyak sekali kegiatan untuk blogger yang dilakukan di kota-kota tersebut. Mulai dari launching produk sampai jalan-jalan ke tempat wisata. Hampir semua niche blog punya eventnya masing-masing. Mulai dari yang berbayar sampai dibayar. Jadi nggak bakal deh kekurangan ide untuk blogpost.

Tapi, ternyata menjadi blogger yang tinggal di daerah punya kelebihan sendiri lho. Kita bisa mengangkat keistimewaan daerah tempat tinggal kita, baik tempat wisatanya maupun tradisi atau kebiasaan-kebiasan unik penduduknya. Seperti yang dilakukan oleh Yurmawita, pemilik sekaligus penulis blog yurmawita.com.  

yurmawita, yurmawitadotcom, lifestyle blogger, travel blogger, blogger sumatera, blogger perempuan
pic source: http://www.yurmawita.com

Pada blog yang bergenre lifestyle, Yurma, panggilan akrabnya, menuliskan berbagai macam kisah kesehariannya. Mulai dari traveling, parenting, edukasi  sampai resep-resep masakannya. Yang istimewa adalah Yurma memberikan berbagai macam informasi tentang Bengkulu tempat tinggalnya dan beberapa tempat wisata di Sumatera Barat.

Kesibukannya sebagai seorang ibu sekaligus tenaga pengajar Matematika dan mahasiswa pascasarjana di Universitas Bengkulu seringkali membuatnya merasa kesulitan membagi waktu untuk menulis di blog. Tapi ternyata Yurma jauh lebih rajin dari saya dalam mengisi blognya. Di tahun 2017 yang baru memasuki bulan keempat saja, Yurma sudah menulis dua puluh dua artikel yang terdiri dari artikel wisata, profil blogger, parenting, lifehack, job review, dan kegiatannya sebagai seorang guru. Bandingkan dengan saya yang, ah sudahlah…

Kalau artikel tentang parenting, lifehack dan job review banyak dijumpai di blog lain, termasuk blog saya ini, tidak demikian dengan artikel travelingnya. Sebagai keturunan Minang, yang bercita-cita mengunjungi tanah leluhur suatu hari nanti, artikel Yurma tentang Sumatera Baratlah yang paling menarik perhatian saya. Apalagi yang diulas Yurma adalah hal-hal baru bagi saya, seperti saat beliau mengikuti Wisata Heritage Green Industri bersama komunitas Wegi; bertualang di tempat persembunyian tentara Jepang di jaman perang dulu; berwisata budaya di Batusangkar dan masih banyak lagi.

Pengen jalan-jalan ke Sumatera, main deh ke blog yurmawita.com. Dijamin membantu sekali untuk membuat rencana perjalanan ke Sumatera khususnya Sumatera Barat. Ditulis dengan alur yang runut dan bahasa yang enak dibaca dan dilengkapi oleh foto-foto yang menarik membuat saya seakan ikut berjalan-jalan ke tempat-tempat yang beliau kunjungi. Nggak cuma tentang Sumatera Barat lho, di blog yurmawita.com, kita juga bisa menjumpai berbagai artikel tentang Bengkulu. Ya, maklumlah, Yurma memang asli Bengkulu. Obyek wisata di daerah Sumatera Selatan pun tak luput dari jelajahnya. Mungkin ke depannya kita akan bisa membaca kisah traveling Yurma dan keluarganya ke daerah lain di Indonesia seperti cita-citanya.

Serunya Berwisata Sejarah di Kotagede Jogja

Jogja, Kotagede, Traveloka, wisata Kotagede, liburan ke Jogja

Sebenarnya sudah lama sekali saya nggak main ke Jogja. Terakhir ke sana bareng keluarga kira-kira 6 atau 7 tahun yang lalu waktu Cinta masih berusia 3-4 tahun. Padahal sebelum saya menikah, cukup sering ke Jogja baik bersama keluarga atau teman-teman kuliah. Maklum, sejak kami pindah ke Brunei, setiap kali mudik selalu kami gunakan untuk berkumpul bersama keluarga di Sidoarjo atau Tuban. Kalaupun pergi berwisata ya nggak jauh-jauh dari kota-kota tersebut.

Baca Juga: Pantai Camplong Madura

Lebaran tahun lalu, Mama saya tiba-tiba mengutarakan keinginannya untuk berlibur bareng keluarga besar ke Jogja. “Naik mobil aja,” kata beliau sambil mengenang masa-masa kami sering melakukan perjalanan darat dari Sidoarjo ke Jogja. Kenapa Jogja? Selain karena ada saudara mama yang tinggal di sana, Jogja seakan tidak pernah berhenti menyuguhkan pesonanya. Mulai dari wisata alam, sejarah, budaya, kuliner, sampai wisata-wisata dengan wahana atraktif dan modern, semua bisa kita nikmati di Jogja.

Tapi biasanya kalau berlibur ke Jogja, saya dan keluarga lebih sering mengunjungi lokasi-lokasi wisata populer di pusat kota. Padahal, nggak jauh dari lokasi tersebut, ada salah satu destinasi wisata sejarah yang cukup menarik untuk dikunjungi, yaitu Kotagede.

Kotagede merupakan salah satu kecamatan yang terletak sekitar 5 km di sebelah timur Keraton Yogyakarta. Kawasan ini memiliki sejumlah peninggalan kerajaan Mataram yang sebenarnya sayang jika kita lewatkan saat berlibur di Kota Jogja.

Nah, berhubung ada rencana untuk berlibur ke Jogja, saya coba mencari info tempat-tempat wisata menarik untuk dikunjungi di Kotagede dan ini adalah beberapa di antaranya:

1. Masjid Gedhe, Mataram

Masjid Kota Gede
Masjid Gedhe – Wikipedia.org

Masjid dengan desain arsitektur unik yang berdiri di Kotagede ini merupakan masjid tertua di Jogja. Masjid ini didirikan sejak zaman Kerajaan Mataram oleh Sultan Agung pada tahun 1640.

Pada saat itu, mayoritas penduduknya menganut agama Hindu dan Buddha. Itulah mengapa, saat berada di dalam masjid tersebut, kita bisa menemukan beberapa ornamen berciri khas Hindu dan Buddha, seperti yang terdapat pada tiang kayu dan gapura masjid.

Meskipun sudah berusia ratusan tahun, Masjid Agung ini masih tetap berdiri kokoh dan digunakan sebagai tempat beribadah oleh masyarakat sekitar.

2. Pemukiman Tradisional

Pemukiman tradisional
blog.gogonesia.com

Di kota tempat saya tinggal sekarang, pusat kotanya masih memiliki bangunan kuno yang terawat dan dijadikan sebagai pusat perekonomian. Senang banget ngeliat tiap pagi para kakek duduk menikmati udara pagi di bangku-bangku di pinggir jalan atau sarapan di kopitiam yang sudah dikelola selama beberapa generasi.

Baca juga: Seria, Kota Minyak dalam Hitam dan Putih

Nah, katanya kalau ingin merasakan suasana Jogja tempo dulu, pemukiman tradisional di Kotagede adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi. Di sana, kita bisa menemukan berbagai rumah kuno yang berdiri sejak zaman Kerajaan Mataram dan zaman kolonial.

Tidak mengherankan, beragam jenis bangunan rumah di sana memiliki ciri khas yang bervariasi. Ada yang bergaya Eropa, namun tidak sedikit pula yang berdesain arsitektur asli Jawa dengan bentuk bangunan menyerupai pendopo.

3. Reruntuhan Benteng

ahmadsamantho.wordpress.com

Pada zaman dahulu, reruntuhan benteng ini merupakan benteng pertahanan Keraton Mataram yang bernama Benteng Baluwerti. Benteng ini sebenarnya mempunyai luas mencapai 400×400 m. Namun seiring waktu berlalu, benteng yang telah runtuh tersebut, kini hanya tersisa sebagian kecilnya saja. Saat ini, sisa benteng tersebut masih tampak kokoh, dengan panjang sekitar 50 m dan ketebalan dinding 1,2 m.

4. Kompleks Pemakaman Raja

Jogja, Kotagede, Traveloka, wisata Kotagede, liburan ke Jogja

Lokasi wisata bersejarah yang bisa kita kunjungi di Kotagede berikutnya adalah kompleks pemakaman Raja-raja Mataram. Ketika memasuki kawasan kompleks pemakaman ini, kita akan disambut 3 rangkap gapura yang memiliki arsitektur khas Hindu.

Sementara di area pemakaman, ada beberapa bangunan pendopo kecil, yang masing-masing memiliki nama yang berbeda, seperti: Bangsal Duda, Bangsal Witana, Bangsal Pengapit Ler, dan Bangsal Pengapit Kidul. Selain itu, ada juga Sendang Seliran, yang pada zaman dahulu merupakan tempat pemandian Panembahan Senopati atau pendiri Kerajaan Mataram.

5. Pasar Legi

Pasar Legi Yogyakarta
Pasar Legi – Wisatayogyakarta.com

Pasar tradisional yang berlokasi di Jalan Mondorakan Kotagede ini sekilas memang tampak seperti pasar pada umumnya. Namun ternyata, pasar ini memiliki sejarah panjang, dan bahkan sudah ada sebelum Kerajaan Mataram berdiri. Beberapa bangunan peninggalan masa lalu juga masih terlihat di sekitar pasar, misalnya tugu penanda jalan dan rumah-rumah kuno di sekitar pasar.

6. Wisata Kerajinan Perak

Kerajinan perak
Kerajinan Perak – Tourandtravelwisataindonesia.com

Sekalinya ke Kotagede, tujuan utama saya dan keluarga selalu ke tempat kerajinan perak. Aduh, nggak bisa dipungkiri, aneka kerajinan perak yang ada di Kotagede ini menggugah hati dan merongrong dompet. Bagus-bagus banget dan banyak pilihan.

Kerajinan perak di Kotagede konon sudah ada sejak abad ke-9. Namun kerajinan ini baru mulai dikenal ketika Kerajaan Mataram mulai berkuasa, yakni di sekitar abad ke-16. Sejak saat itu, perdagangan perak di Kotagede terus mengalami kemajuan.

Kini, di Kotagede sudah ada lebih dari 100 toko yang menyediakan kerajian perak. Masih dengan cara yang sama, perak-perak tersebut dibuat dengan tangan, sebagaimana pembuatan perak di masa Kerajaan Mataram.

TIPS BERWISATA DI KOTAGEDE

Kotagede
Kotagede – Pusakatours.com

Wisata sejarah di Kota Gede tidak hanya berguna untuk menambah koleksi foto-foto cantik kita di media sosial. Lebih dari itu, liburan semacam ini juga bisa memperkaya pengetahuan, serta menjadikan kita semakin memahami budaya asli dalam negeri.

Baca juga: Mempersiapkan Anak Untuk Liburan di Pantai

Lalu, apa saja yang perlu dipersiapkan saat akan berwisata ke Kotagede? Berikut beberapa tips untuk kita.

1. Persiapkan Akomodasi Jauh-jauh Hari

Meskipun tidak berada tepat di pusat kota, namun Kotagede cukup ramai dikunjungi wisatawan, terutama di saat musim liburan. Apabila ingin mendapatkan suasana yang tenang, sebaiknya kita mempersiapkan akomodasi perjalanan dan penginapan jauh-jauh hari.

Supaya lebih praktis, kita bisa memesan tiket kereta api secara online di: https://www.traveloka.com/kereta-api. Tidak hanya itu, melalui Traveloka.com, kita juga bisa mendapatkan penginapan di Jogja dengan pilihan harga yang kompetitif. Dengan demikian, kita tidak akan kesulitan menemukan akomodasi yang tepat dan nyaman.

2. Catat Jalur Bus TransJogja

Akses ke Kotagede dari pusat Kota Jogja tergolong cukup mudah. Dari stasiun kereta api, kita hanya perlu mencari halte bus TransJogja terdekat, kemudian melanjutkan perjalanan dan turun di halte Tegal Gendu, Kotagede.

Lokasi-lokasi wisata di Kotagede berada tidak jauh dari halte, sehingga bisa kita capai hanya dengan berjalan kaki.

3. Kenakan Pakaian Sopan

Sebagai wilayah bekas Kerajaan Mataram, kawasan wisata Kotagede sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan, terutama dalam hal berpakaian. Untuk itu, sebelum berwisata ke Kotagede, pastikan kita sudah mengenakan pakaian yang sopan.

Apabila sudah mempersiapkan semua rencana dengan matang, kini saatnya kita bersiap-siap membawa pulang cerita sejarah dari Kerajaan Mataram.

Ada yang mau ikut liburan bareng saya ke Jogja?

Mooncake Festival di CCMS

mooncake festival, chinese culture, live in brunei, chinese school, midautumn festival

Karena Cinta bersekolah di sekolah Cina, otomatis kita belajar mengenali budaya-budayanya. Minimal tradisi dan perayaan hari-hari istimewa yang dirayakan di sekolah. Salah satunya adalah mooncake festival yang diadakan di hari ke-15 bulan ke-8 menurut kalender Cina, yang tahun ini jatuh pada tanggal 15 September 2016. Oya, penanggalan Cina ini mengikuti sistem peredaran bulan lho, sama seperti kalender Hijriyah.

Kenapa perayaan yang juga dikenal dengan sebutan Mid Autumn Festival jatuh pada hari ke-15 bulan ke-8? Menurut beberapa sumber bulan ke-8 kalender Cina adalah bulan kedua musim gugur dan karena 1 musim terdiri dari 3 bulan, maka tanggal 15 bulan 8 tepat berada di pertengahan musim gugur. Pada tanggal ini juga biasanya bulan sudah penuh dan terang. Bahkan dipercaya sebagai bulan purnama yang paling terang dalam 1 tahun. Sehingga kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk kumpul keluarga, makan bersama dan menikmati keindahan bulan serta kelezatan mooncake, kue tradisional masyarakat Cina. Pada saat yang sama, biasanya para petani juga mulai memasuki masa panen, sehingga festival ini juga bermaksud sebagai perayaan panen sekaligus mempersembahkan rasa syukur kepada Tuhan.

Selain mooncake, perayaan mid autumn identik pula dengan lampion. Pada jaman dulu, lampion digunakan oleh para perantau untuk menerangi jalan mereka yang mereka lalui saat mudik ke kampung halaman di pertengahan musim gugur ini. Konon lampion dipercaya untuk mengusir roh halus dan mencegah datangnya hal-hal buruk pada malam festival berlangsung. Sekarang, meski jalanan di mana-mana sudah terang dan orang-orang nggak perlu lagi jalan kaki untuk pulang ke kampung, tradisi lampion tetap dilestarikan. Bahkan semakin seru dengan aneka model lampion yang cantik. Waktu Cinta masih ikindergarten dulu malah ada lomba bikin lampion lho, terus diterbangkan ramai-ramai di malam perayaan festival bulan ini.

mooncake festival, chinese culture, live in brunei, chinese school, midautumn festival

Tapi, tahun ini sekolahnya Cinta memutuskan untuk mengadakan perayaan yang lebih sederhana dan diadakan di pagi hari sekolah. Tepatnya hari Sabtu, 24 September yang lalu. Iya, di Brunei anak sekolah (kecuali sekolah internasional) dan pegawai kerajaan (civil servant) masuk di hari Sabtu dan libur di hari Jumat serta Minggu. Kebetulan juga, waktu itu mertua dan kakak ipar sedang berkunjung ke sini, jadi deh kami ajak untuk menikmati mooncake celebration festival sekaligus lihat-lihat sekolahnya Cinta.

Meskipun sederhana dan hanya berlangsung selama 1 jam, acara perayaan musim gugur yang diadakan di sekolahnya Cinta cukup seru dan menyenangkan. Tepat jam 7.30, murid-murid dan guru-guru sudah duduk manis di lapangan sekolah, sementara orangtua yang datang berdiri di selasar depan kelas. Acara dibuka dengan sambutan dan cerita tentang mooncake festival yang (sayangnya) disampaikan dalam bahasa Cina (sehingga saya nggak ngerti sama sekali, hiks). Dilanjutkan dengan pertunjukan Chinese Drama yang juga berbahasa Cina (yaeyalaah, masa berbahasa Korea). Pada sesi ini, penampilan salah satu siswa lower primary mencuri perhatian penonton karena totalitas dan semangatnya memerankan seorang murid dari sebuah perguruan jaman dulu.

Sembari menunggu pertunjukan selanjutnya, beberapa guru memberikan teka-teki tentang lampion yang memang menjadi salah satu simbol mid autumn festival. Yang kemudian diteruskan oleh pembacaan puisi oleh murid-murid. Tak lama, Wushu, yang menjadi atraksi favorit saya di pagi itu tampil. Melihat kelincahan anak-anak dari berbagai kelas memperagakan bela diri khas Cina, bikin saya ingin si kakak ikut Wushu untuk kegiatan ekstrakurikulernya tahun depan. Tapi waktu anaknya ditanya dia jawab mau ikut cooking club dan scout aja. Padahal kan penting ya anak perempuan bisa bela diri hihihi. Tetep deh emaknya usaha. 

Istirahat sejenak, beberapa guru kembali mengadakan kuis untuk para siswa dan kali ini Cinta serta teman-temannya dari kelas bahasa Cina C & D ikut maju. Di sekolah Cinta, kelas bahasa Cina dibagi dalam beberapa bagian berdasarkan kefasihan murid berbahasa Cina. Sayang sih, belum beruntung dapat hadiah, wong anaknya juga bingung sendiri nggak ngerti pertanyaannya hehehe.

Setelah itu pertunjukan diabolo atau yoyo tradisional Cina menghibur kami semua. Kagum deh melihat ketrampilan anak-anak ini main yoyo karena menurut saya itu nggak gampang ya. Saya yakin mereka pasti latihan dengan giat sampai bisa menampilkan pertunjukan keren seperti yang ada dalam video di atas.

Acara hari itu ditutup dengan vocal group dan kemudian anak-anak kembali ke kelas masing-masing untuk belajar dan orangtua pulang ke rumah. Begitu saja, sederhana, ringkas tapi mengesankan. Hanya saja mungkin tahun depan saya harus berdiri dekat dengan teman saya yang bisa berbahasa Cina supaya paham apa saja yang ditampilkan.

Oya, pernah makan mooncake, teman? Rasa apa favoritmu?

Mempersiapkan Anak Untuk Liburan di Pantai

traveloka, tips liburan bersama anak, ke pantai bersama anak, tips liburan

Beberapa waktu yang lalu seorang teman curhat tentang liburannya yang gagal karena putranya yang berusia 2 tahun merasa nggak nyaman ketika diajak bermain di pantai. Saya bisa memahami kekecewaannya karena pernah mengalami hal serupa dengan kakak Cinta 8 tahun yang lalu. Saat itu, untuk pertama kalinya kami sekeluarga membawa kakak Cinta yang belum genap berusia 1 tahun berlibur ke Bali. Namanya juga liburan ke Bali ya nggak afdol dong ya kalau nggak main ke pantai apalagi hotel tempat kami menginap punya akses langsung ke pantai.

Tapi bayangan untuk bersantai di pantai sambil bikin istana pasir dan main air bersama si kecil langsung sirna ketika Cinta menolak untuk turun ke air, bahkan menangis ketika kakinya menyentuh pasir pantai. Akhirnya kami pun hanya duduk-duduk di atas kain yang dibeli dari pedagang di sekitar pantai sambil memandangi orang-orang yang seseruan mandi di pantai. Hiks.

Walaupun demikian, kami nggak kapok mengajak kakak Cinta ke pantai. Pengalaman berikutnya kami mengajaknya ke Lombok dan pantai Camplong, Madura. Perlahan-lahan Cinta mulai menikmati bermain di pantai, mulai dari hanya mau main pasir trus berenang sampai sekarang susah diajak pulang kalau sudah ke pantai. Hal ini berbeda dengan Keenan yang sejak umur 12 hari sudah dibawa ke pantai dekat apartemen kami di Brunei. Nggak perlu waktu lama untuk bocah kecil itu jadi anak pantai sampai sekarang.

traveloka, tips liburan bersama anak, ke pantai bersama anak, tips liburan

Apakah sahabat pojokmungil pernah mengalami hal yang sama? Atau sedang deg-degan karena akan membawa si kecil ke pantai untuk pertama kalinya dan khawatir ia akan nggak menikmatinya? No worries, berdasarkan pengalaman, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan supaya liburan ke pantai pertama kali bersama si kecil sukses. Apa aja? Ini dia:

Perkenalkan Dengan Suasana Pantai

Ajak anak membaca buku cerita atau menonton acara televisi yang bertemakan pantai. Ceritakan kepada mereka tentang apa saja yang akan mereka temui di pantai, bagaimana suasananya dan apa saja yang bisa dilakukan bersama-sama di sana. 

Sensory Play

Beberapa masalah yang sering terjadi adalah balita takut dengan pantai yang besar dan risih dengan pasir pantai yang menempel di kaki dan tangannya. Untuk itu ajaklah anak-anak untuk bermain sensori dengan materi yang mirip dengan pasir pantai, seperti kinetic sand. Biarkan mereka bebas merasakan tekstur pasir di tangan dan kakinya sambil kita ceritakan betapa serunya membuat istana pasir di pantai nanti. 

Pilih Pantai yang Nyaman

 

Pilihlah pantai yang bersih dan tidak terlalu ramai di kunjungan pertama ke pantai bersama anak. Lebih baik lagi jika di sekitarnya ada tempat bermain untuk anak-anak atau tempat makan outdoor sehingga kita (dan anak) punya pilihan untuk beraktivitas di pantai selain main pasir dan air ketika anak masih merasa kurang nyaman.

Kalau khusus berlibur di daerah yang terkenal dengan keindahan pantainya seperti Bali, akan lebih baik jika bisa menginap di hotel yang memiliki akses khusus ke pantai sehingga sebelum benar-benar ke sana, kita bisa memperlihatkan situasi pantai kepada anak saat berenang di kolam renang, sarapan atau makan malam di pinggir pantai. Hotel seperti ini memang biasanya lebih mahal atau sulit mendapatkan kamar tapi kita bisa menggunakan layanan di situs Traveloka untuk memesan hotel dan tiket pesawat dengan harga yang lebih murah.

Do It Slowly

traveloka, tips berlibur, tips berlibur ke pantai, berlibur ke pantai bersama anak

Jangan memaksa anak ketika dia menolak untuk langsung bermain di pantai apalagi memarahinya gara-gara dia minta digendong karena nggak mau kakinya terkena pasir. Pahami ketakutannya, pangku anak sambil kita duduk di atas pasir sementara pasangan membuat aneka bentuk dari pasir. Gendong anak ke pinggir pantai dan biarkan dia melihat ayah atau ibunya bermain air. Percaya deh lama kelamaan anak akan tertarik untuk mengikuti ayah dan ibunya. 

Bawa Alas dan Perlengkapan Pantai 

Bawa cetakan pasir, tikar, tenda, mainan favorit anak, minuman dan camilan supaya anak betah berlama-lama duduk di pantai. Membawa peralatan bermain juga bisa menarik anak-anak di sekitar kita untuk ikut beraktivitas bersama-sama. Biasanya anak akan lebih cepat beradaptasi di lingkungan baru jika melihat teman sebayanya bermain dengan gembira. 

Pilih Waktu Yang Tepat Untuk Anak

Biasanya setelah anak sarapan atau makan sore dan matahari belum terlalu panas adalah waktu yang tepat untuk bermain di pantai bersama anak. Pastikan anak tidak mengantuk atau lapar karena dua kondisi itu bisa membuat moodnya jelek dan menolak untuk bermain. Oya, sebelum ke pantai pakaikan sunblock ke anak ya, minimal 30 menit sebelum keluar dari rumah atau hotel untuk melindungi kulitnya dari sengatan sinar matahari.

Nah, gimana? Sudah siap membawa anak bermain di pantai liburan yang akan datang? Selamat berlibur, jangan lupa bagi-bagi cerita dan pengalaman serunya ya dengan pojokmungil. 

Perayaan Chap Goh Mei di Sekolah Cinta

lion dance, chap goh mei, chinese new year 2016

Sebagai sekolah Cina, sudah menjadi tradisi mereka merayakan hal-hal yang berkaitan dengan kebudayaan Cina. Ada Mid Autumn Festival, Chinese New Year, Chap Goh Mei, dll. Setiap perayaan punya ciri khasnya sendiri dan perayaan Chap Goh Mei pasti dimeriahkan dengan pertunjukan Lion Dance.

Chap Goh Mei 2016, Lion Dance, Chinese New Year 2016, Imlek 2016, Brunei, Chinese school, Seria
Persiapan sekaligus mengiringi barongsai yang memberkati ruang kelas

Kalau biasanya pertunjukan ini hanya dapat dilihat oleh anak-anak karena diadakan di sela-sela aktivitas belajar mengajar, tahun ini sekolah memberi kesempatan kepada orangtua untuk menyaksikannya. Dan saya pun nggak menyia-nyiakan kesempatan itu. Hari Senin, 22 Februari kemarin, atas permintaan kakak Cinta, saya sudah siap di dalam gedung sekolah sebelum pukul 10 pagi.

Ada untungnya juga datang lebih awal dari waktu pertunjukan yang dijadwalkan jam 10 pagi itu. Selain bisa melihat para Lion Dancer bersiap-siap, saya juga bisa menyaksikan kehebohan anak-anak ketika barongsai memasuki ruang kelas dan ‘memberkati’ kelas mereka. Seru juga, apalagi di kelas lower primary. Anak-anak kecil itu berebut pengen megang si barongsai.

lion dance, chap goh mei 2016, chinese new year 2016, brunei, seria
Lion Dance masuk dan memberkati ruang kelas dengan mengupas jeruk-jeruk persembahan. Sumber foto: CCMS FP

Padahal para penari barongsai itu ya kakak-kakak kelas mereka juga. Anak-anak middle school dari sekolah yang sama. Meski masih SMA, kemampuan mereka bagus lho. Malah klub-klub lion dance dari sekolah-sekolah ini sering diundang perform dalam perayaan Chinese New Year di kantor atau rumah.

Kalau dulu, mereka juga sering tampil di tempat umum. Waktu masih tinggal di apartemen yang jadi satu dengan supermarket, tiap tahun baru Cina pasti bisa nonton lion dance ini dari dekat, karena pemilik apartemen & supermarket selalu mengadakan pertunjukan lion dance untuk memberkati toko dan apartemennya serta menghibur keluarga dan pengunjungnya. Tapi sejak 3 tahun terakhir, berdasarkan peraturan baru, pertunjukan tersebut hanya boleh dilakukan di rumah, sekolah atau komunitas khusus. Meski demikian, konon, honor untuk tampil menari barogsai ini cukup besar. Hebat ya, klub sekolah pun bisa jadi profesional.

Lion Dance, Chap Goh Mei 2016, Chinese New Year 2016, Imlek 2016, Brunei, Chinese School, Seria
Lion Dance

Setelah berkeliling masuk ke beberapa ruang kelas, rombongan barongsai ini kembali ke lapangan, berkumpul bersama ratusan anak yang sudah duduk manis menunggu kehadiran mereka. Saya pun menemukan Cinta di tengah teman-temannya. Dan begitu melihat saya, dia memilih untuk menonton dari pinggir ruang kelas bersama saya daripada teman-temannya. Saya jadi merasa tersanjung hihihi. Untungnya lokasi kami nonton cukup strategis sehingga bisa leluasa menyaksikan atraksi lion dance itu.

Meski cukup sederhana dan nggak pakai panjat-panjat tiang seperti biasanya. Pertunjukannya cukup menghibur. Anak-anak antusias nontonnya, terutama ketika salah satu barongsai lempar-lempar jeruk dan permen. Pada berebut deh.

Lion Dance, Chap Goh Mei 2016, Chinese New Year 2016, Imlek 2016, Chinese School, Brunei, Seria
Berebut jeruk dan permen. Sumber foto: CCMS FP

Jeruk memang selalu jadi bagian dalam perayaan Chap Goh Mei, seperti kue keranjang yang tak terpisahkan dengan perayaam Mid Autumn Festival. Tiap tahun baru Cina, pasti supermarket banjir dengan jeruk-jeruk Mandarin yang manis-manis dan dibungkus plastik itu.

Chap Goh Mei sendiri adalah perayaan yang dilakukan pada malam ke-15 setelah tahun baru Cina sebagai penutup dari rangkaian perayaan Chinese New Year. Ketika Chap Goh Mei, biasanya keluarga berkumpul untuk makan besar dan menyalakan kembang api. Macam lebaran gitu kali ya. Rumah-rumah pun dihias indah dengan lampion merah. Pokoknya tiap tahun baru Cina, rumah-rumah, toko-toko dan sekolah Cina pasti lebih meriah dari biasanya dengan aneka hiasan berwarna merah. Cantik banget.

Selamat memasuki tahun Monyet bagi teman-teman yang merayakan. May good luck and good fortune always be with you.