Naik Bus Laluan Belait, Pengalaman Baru Untuk C&K

bus laluan belait, brunei darussalam

Naik bus selama tinggal di Brunei bukanlah hal yang baru bagi saya dan anak-anak. Kami pernah naik bus ke Bandar dalam rangka field trip saat kakak Cinta lulus TK. Pernah juga naik bus ke daerah Jerudong untuk mengikuti pesantren kilat saat liburan sekolah. Dan terakhir naik bus untuk field trip ke pabrik air mineral Sehat di daerah Lumut. Tapi, saat itu bus yang kami naiki adalah bus sewaan yang full AC, bersih dan tempat duduknya cukup bagus. Teman seperjalanan kami pun orang-orang yang kami kenal baik dari sekolah maupun dari komunitas Ibu-ibu Indonesia di KB Seria. Sementara itu, kami belum pernah mencoba naik kendaraan umum selama tinggal di Brunei ini.

Karena itulah, saat hari Minggu kemarin kakak Cinta tiba-tiba bilang ingin naik kendaraan umum ke Kuala Belait dari Seria, saya agak ragu. Tapi keraguan saya ditepis oleh dua bocah yang semangat banget pengen mencoba naik bus laluan Belait. Akhirnya saya turuti kemauan mereka dengan catatan nggak boleh rewel dan nggak boleh mengeluh selama dalam perjalanan.

bus laluan belait, pojokmungil, brunei darussalam
Duduk manis menunggu bus laluan Belait di depan loket tiket

Awalnya, kami nggak ada rencana untuk naik bus laluan Belait ini. Tujuan kami ke Seria di hari Minggu pagi kemarin adalah untuk sarapan roti telur di kedai CAM lalu main di Playground Seria. Sayangnya karena hujan deras di hari Sabtu malam, saat kami tiba di playground, sebagian besar alat permainannya masih basah sehingga mereka nggak bisa main. Kami pun berjalan kaki menuju ke terminal bus untuk ngasih makan burung. Eh, kok burungnya lagi pada nggak ada. Yah, penonton pun mulai kecewa.

Baca: Jumat Pagi di Sudut Seria Bersama Keenan

Naik Bus Ke Kuala Belait

Waktu mau kembali ke mobil itulah, kakak Cinta tiba-tiba mengutarakan keinginannya untuk naik bus laluan Belait. Ide ini didukung penuh oleh Keenan yang belum pengen pulang ke rumah :)) Melihat kegigihan mereka saya pun ngalah. Saya menuju loket untuk mencari informasi bus mana yang harus kami tumpangi. Dan setelah ibu penjaga loket menunjuk ke sebuah bus kecil berwarna ungu, kami pun duduk di terminal bus untuk menunggu bus laluan Belait yang sedang menanti waktu keberangkatannya.

Nggak lama, supir bus membunyikan klaksonnya sebagai penanda bus laluan Belait akan segera berangkat. Saya pun mengajak anak-anak untuk memasuki bus. Karena penumpangnya nggak banyak , kami memilih tempat nomor 2 dari belakang supir. Anak-anak duduk berdua dan saya duduk di kursi single di seberangnya. Untuk perjalanan berangkat ini saya bayar B$2 untuk 2 orang dewasa.

bus laluan belait, pojokmungil, brunei darussalam

Kalau biasanya bus yang kami naiki memiliki seat belt dengan jendela dan pintu yang tertutup, maka bus laluan Belait ini berbeda. Seperti Kopaja atau Metromini yang sering saya naiki di tahun 2007, bus laluan Belait ini tidak berAC sehingga pintu dan jendelanya terbuka. Tentu ini pengalaman baru untuk anak-anak yang senang sekali bisa merasakan angin dari luar menerpa wajah dan rambut mereka.

Rute:

Perjalanan dari terminal bus Seria di Jalan Bunga Pinang ke terminal bus Kuala Belait di Jalan MacKeron, memakan waktu sekitar 30 menit. Lebih lama 10 menit dari naik mobil pribadi tanpa ngebut. Rute yang dilalui dari Seria adalah: Jalan Bunga Pinang – Panaga G area (Jalan Tengah) – Jalan Tengah – Panaga F area (Jalan Utara) – Jalan Tengah – Jalan Singa Menteri – Pandan 8 – Jalan Maualan – Jalan Setia Pahlawan – Pandan 1 – Roundabout Tapak Perindustrian – Jalan Tengah – Jalan Sungai – Jalan MacKeron.

bus laluan belait, pojokmungil, brunei darussalam
Di dalam bus laluan Belait

Selama perjalanan hanya ada beberapa penumpang selain kami yang turun di jalan Maulana. Supir dan penumpang cukup tertib karena naik dan turun di halte bus yang sudah ditentukan. Anak-anak pun duduk tenang di kursi dengan aktivitasnya masing-masing.

Kembali Ke Seria

Rencananya, begitu sampai Kuala Belait kami akan langsung naik bus laluan Belait lagi untuk kembali ke Seria. Tapi anak-anak rupanya punya rencana lain. Karena sadar bahwa terminal bus cukup dekat dengan Jalan Pretty, pusat pertokoan di Kuala Belait, mereka meminta untuk jalan-jalan sebentar.

Setelah menghabiskan beberapa saat di toko mainan, kami pun kembali ke terminal bus dan mendapati supir dan bus yang sama akan membawa kami kembali ke Seria. Untuk perjalanan pulang, saya meminta Cinta yang membeli tiket di supir. Dan kali ini saya cukup membayar B$1 untuk tiket dewasa dan 50 sen untuk tiket anak. Keenan sepertinya digratiskan, padahal dia duduk sendiri. Entahlah.

bus laluan belait, pojokmungil, brunei darussalam
Terminal Bus Kuala Belait

Penumpang bus laluan Belait ke arah Seria cukup ramai di hari Minggu siang itu. Waktu kami naik sudah tinggal 4 baris kursi dari belakang yang kosong. Saya dan Keenan pun duduk berdua, sedangkan kakak duduk sendiri di depan kami.

Nggak seperti perjalanan berangkat yang cukup santai, perjalanan pulang ini supirnya agak ngebut. Sampai Keenan merasa pusing. Penumpang pun naik dan turun di pinggir jalan sesuka mereka. Udah sama seperti angkutan umum di Indonesia yak.

Alhamdulillah sampai di terminal bus Seria dengan selamat. Anak-anak hepi, bahkan berencana untuk naik bus ke Bandar, yang langsung saya jawab, “Nanti sama papa ya.” Hahaha. Soalnya saya malas kalau harus naik bus ke Bandar. Lama banget. Kata kakak ipar yang sudah pernah nyoba waktu berkunjung ke sini, perjalanan Seria – Bandar bisa memakan waktu 2 jam-an dengan bus tanpa AC. Beeuuh…

bus laluan belait, pojokmungil, brunei darussalam

Tapi, ini aja saya rasa sudah cukup menyenangkan untuk anak-anak. Perjalanan jarak pendek dengan waktu yang nggak terlalu lama dan rute yang sudah saya kenal bikin saya santai bawa anak-anak ke KB dan kembali ke Seria dengan bus laluan Belait. Karena saya santai, anak-anak pun jadi ikut tenang. Lumayan untuk pengalaman pertama naik bus umum di negeri orang.

Teman-teman ada yang pernah bawa anak-anak naik bus atau angkutan umum jarak jauh? Boleh dong share pengalamannya di sini. Siapa tahu bisa membantu saya saat akhirnya harus bawa mereka naik bus dengan rute yang lebih jauh.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.