Pindah Rumah Bebas Stres, Mungkinkah?

Pindah rumah bebas stres, mungkinkah? Nggak mungkin! Setidaknya berdasarkan pengalaman saya 6 kali pindah rumah, rasanya nggak pernah nggak stres. Begitu juga ketika saya mengamati teman-teman saya yang harus pindah dari Brunei ke Indonesia maupun negara lain tujuan mereka selanjutnya. Beuh, yang namanya stres pasti ada.

pindah rumah

Begitu juga saat kami pindah rumah awal bulan Maret ini. Meskipun jarak rumah lama dan rumah baru cuma 2km tapi tetap aja stres. Apalagi barang yang harus dikemas kali ini jauh lebih banyak dari pindahan sebelumnya. Kalau dipikir-pikir ya, saya dan Cinta datang ke Brunei ini hanya dengan 2 koper ukuran besar. Lha setelah 7 tahun tinggal di sini jadi beranak pinak menjadi 4 koper besar, 4 koper kecil, beberapa traveling bag, dan berkotak-kotak kardus yang bisa memenuhi bak truk sepanjang 6 meter *tepok jidat*.

Kenapa Harus Pindah Rumah?

Sebenarnya niat pindah ini sudah ada sejak 3 tahun yang lalu. Meskipun rumah yang kami sewa itu cukup nyaman, tapi ada beberapa hal yang menyebabkan kami, khususnya saya, ingin pindah.  Sayangnya, karena berbagai hal niat tersebut belum juga terealisasikan. Padahal hampir setiap tahun kami berburu rumah atau apartemen baru.

Nah, tahun ini niat itu akhirnya terealisasikan. Peristiwa pencurian sampai 4 kali yang kami alami di rumah lama dalam jangka waktu 1 bulan, membuat kami mantap untuk pindah rumah. Alhamdulillah, kami pun mendapatkan rumah baru yang lebih nyaman di lokasi yang lebih baik. Meskipun jarak ke sekolah anak-anak jadi lebih jauh.

Rumah yang baru kami tempati ini biasa disebut apartemen meski secara bentuk lebih tepat disebut sharing house. Apartemen kami ini berupa satu rumah besar bertingkat 2. Masing-masing lantai memiliki 3 kamar tidur, ruang tamu, ruang makan, 2 kamar mandi, 1 toilet dan dapur sendiri. Jadi ya seperti apartemen pada umumnya, meski dalam 1 bangunan tetap terpisah.

Model apartemen atau rumah sharing seperti ini umum dijumpai di Kuala Belait, walaupun apartemen beneran yang berupa gedung bertingkat juga ada. Hunian berupa apartemen ini banyak jadi pilihan para pekerja asing karena biasanya sudah dilengkapi perabotan dan ada fasilitas maintenance. Sehingga penghuni nggak perlu repot-repot cari tukang lagi untuk benerin AC misalnya atau ledeng bocor. Tinggal bilang aja ke pemilik apartemen atau pengurus gedung untuk benerin yang rusak. Saya juga nggak perlu bayar listrik, air dan gas serta iuran sampah karena sudah termasuk dalam biaya sewa rumah. Praktis kan. Lumayan mengurangi beban pikiran emak rempong ini.

Pindah Rumah Minim Stres, Bisa!

Sempat sedih juga sih waktu mau pindah dari rumah lama. Maklum, kami tinggal di situ tepat 5 tahun. Pemilik rumah lama juga baik sekali, sepasang pensiunan yang sudah menganggap kami sebagai anaknya sendiri. Namun, kesedihan itu baru terasa waktu benar-benar mau pamitan dengan pemilik rumah sewa. Sejak kami menandatangani kontrak dengan pemilik rumah baru yang ada adalah perasaan bingung dan stres. Karena pindahan kali ini kami nggak cuma bawa badan dan baju. Justru banyak sekali yang harus dilakukan. Mulai dari jual perabotan rumah karena rumah baru sudah fully furnished, relokasi sambungan internet dari rumah lama ke rumah baru, relokasi tv berlangganan, packing, cari truk untuk angkut barang dan lain-lain.

pindah rumah

Kesannya sih gampang ya, tapi percayalah dalam waktu sebulan itu waktu, pikiran dan energi saya benar-benar habis untuk urusan pindah rumah ini. Apalagi saya benar-benar mengurus pindahan ini sendirian, karena anak-anak ya masih kecil dan suami kerja sehingga nggak bisa bantu saya packing, sementara si mbak asisten part time ya tugas utamanya bantu-bantu bebersih rumah aja.

Tapi alhamdulillah, berdasarkan pengalaman beberapa kali pindahan dari Sidoarjo ke Jakarta, Jakarta ke Sidoarjo lagi, Sidoarjo ke Parung, Parung ke Sidoarjo lagi, Sidoarjo ke Brunei dan Sg. Liang ke Seria saya mempelajari beberapa hal yang bisa membantu saya untuk pindahan dengan lebih smooth. Meski nggak membuat saya bebas stres tapi dengan melakukan beberapa cara ini setidaknya proses pindahan jadi lebih bearable.

Mau tahu apa saja yang bisa kita lakukan untuk mempermudah pindah rumah? Ini dia caranya:

1. Mulai Lebih Awal

Saat tahu kami akan pindah rumah, seorang sahabat sudah mengingatkan saya untuk mulai mengemas barang sedini mungkin dan memindahkan barang-barang ke rumah baru secara bertahap. Oleh karena itu, sejak kami menandatangani kontrak sewa rumah baru, saya mulai berbenah. Hampir setiap ada waktu luang saya memilah-milah barang yang bisa disimpan lebih dulu di dalam kardus dan barang-barang yang harus dibuang. Sehingga dalam 2 minggu pertama, rumah kami sudah penuh kardus dan nampak berantakan sekali hahaha.

pindah rumah

Karena rumah lama dan rumah baru jaraknya dekat, setelah pemilik rumah baru memberi kunci rumah, saya pun memindahkan dan menata barang-barang sedikit demi sedikit. Mulai dari yang ringan dan paling jarang dipakai dulu, seperti mainan anak-anak dan barang dapur yang hanya dipakai sesekali. Cara ini juga bikin saya hemat kardus, karena kotak-kotak plastik dan kardus-kardus dari barang yang sudah dipindahkan ke rumah baru bisa saya gunakan lagi untuk menyimpan barang-barang lain di rumah lama.

2. Siapkan Perlengkapan Untuk Pindah Rumah

Kardus, selotip, plastik sampah, gunting, tali dan kertas pembungkus barang pecah belah harus sudah siap saat kita mau packing barang. Alhamdulillah, sahabat-sahabat yang sudah pindah dari Brunei suka ngasih kardus khusus pindahan yang besar dan bahannya tebal saat mereka packing, sehingga saya nggak perlu beli lagi, karena kalau beli harganya lumayan mahal. Sehingga saat saya mulai berkemas, kardus dan teman-temannya sudah siap untuk digunakan. Irit waktu dan mengurangi beban pikiran. Jazakunnallahu khairan, My dear sisters.

3. Pilah Barang Sesuai Peruntukannya dan Beri Label

Sebenarnya urusan memilah barang ini tergantung selera ya. Ada yang mengumpulkan barang berdasarkan jenisnya atau kebutuhannya. Kalau saya selain memilah barang berdasarkan jenisnya juga berdasarkan kepemilikannya. Misalnya, buku milik saya dan suami yang akan diletakkan di ruang kerja saya pisahkan dengan buku anak-anak yang akan diletakkan di kamar mereka masing-masing. Begitu juga dengan mainan Keenan saya simpan dalam kardus terpisah dari mainan kakak. Pakaian pun saya simpan dalam koper yang berbeda. Lantas masing-masing kardus diberi label misalnya: Mainan – Kamar Keenan, Buku – Ruang Depan, Alat Masak – Dapur, Peralatan Papa – Ruang Depan, dll.

pindah rumah

Jadi, waktu diangkut ke rumah baru, bisa langsung diletakkan di ruangan yang berbeda. Sehingga nggak semua kotak dan koper numpuk di satu ruangan di rumah baru. Cara ini juga memudahkan saya saat unpacking. Karena semua sudah tinggal menyusun di tempat yang tepat. Dengan metode ini alhamdulillah dalam waktu kurang dari 3 minggu, 90% barang kami sudah tersusun rapi di tempatnya.

4. Decluttering

Menilik pengalaman teman-teman yang sudah lebih dulu pindahan dan merasa repot dengan banyaknya barang yang tersimpan di rumah mereka meski sebenarnya sudah nggak terpakai, momen pindahan ini juga kami gunakan untuk meminimalkan barang-barang yang kami miliki. Secara kalau waktunya kembali ke Indonesia nanti kami nggak dapat container dari perusahaan, mau nggak mau nggak banyak barang yang bisa kami bawa balik. Daripada repot nanti mendingan dicicil dari sekarang kan.

Walaupun sebenarnya setiap 6 bulan saya sudah berusaha untuk decluttering barang-barang yang ada di gudang, mainan anak-anak, buku dan baju. Ternyata masih aja tetap banyak banget barang kami. Hadeeeuh.

Jadi saat memilah barang, harus benar-benar selektif. Selain karena di rumah baru nggak ada gudang, saya berusaha agar barang yang kami bawa benar-benar barang yang kami butuhkan dan atau spark joy. Perabotan rumah sebagian besar kami jual. Meski agak pedih hati ya karena harga jualnya jatuh banget. Tapi lumayan lah hasil penjualannya bisa untuk operasional pindahan seperti bayar sewa truk, beli perlengkapan bersih-bersih dan rak-rak baru serta bayar ongkos lembur mbak asisten paruh waktu.

decluttering, pindah rumah, gilmore girls, sparks joy
sepertinya Marie Kondo terinspirasi dari Emily Gilmore nih

Sedangkan barang-barang yang nggak kami butuhkan lagi namun masih bagus saya titipkan ke mbak asisten paruh waktu untuk dikasih ke siapa aja yang membutuhkan. Sementara barang yang sudah nggak layak guna tapi disimpan karena sayang meski sebenarnya sudah nggak spark joy terpaksa dibuang. Dan ternyata ya selama ini kami menyimpan banyak sekali ‘sampah’. Dengan begini saat pindah ke rumah baru, nggak ada lagi sampah yang kami bawa.

5. Minta Bantuan Orang Lain

Tinggal jauh dari keluarga bikin kami harus mandiri kan. Tapi bukan berarti nggak bisa minta bantuan dari siapa-siapa. Anak-anak saya kerahkan untuk memilah mainan dan buku-buku yang mau mereka simpan, sedangkan mbak asisten paruh waktu saya tambah jam kerjanya untuk membersihkan rumah baru sebelum kami tempati.

pindah rumah
Cinta dan Keenan mengemas barang-barangnya sendiri

Bantuan lain seperti rekomendasi truk untuk pindahan, menyebarkan info bahwa kami menjual perabotan rumah juga kami pinta dari rekan kerja suami dan teman-teman saya. Bahkan bantuan spiritual seperti doa dari orang tua dan keluarga kami juga sangat bermanfaat dalam memperlancar proses pindahan ini.

Mencari truk untuk pindahan ini punya kesan tersendiri untuk saya. Saat mulai cari info rental truk, banyak yang menyarankan agar kami mencari sesama orang Indonesia aja. Tapi ini nggak gampang ternyata. Bahkan sampai H-1 pindahan saya belum juga mendapatkan truk. Alhamdulillah, malam itu suami mendapat rekomendasi dari teman kerjanya. Setelah saya hubungi, harga yang dia minta lebih mahal dari jasa sewa truk yang lain. Selisihnya sampai $20.

Walaupun sempat ragu, akhirnya kami memutuskan untuk menyewa jasanya. Dan alhamdulillah nggak menyesal meski bayar lebih mahal karena memang kerja mereka bagus sekali. Bahasa juga nggak jadi masalah karena sama-sama orang Indonesia, malah kami berasal dari satu provinsi. Saya dari Sidoarjo, masnya itu dari Blitar. MasyaAllah, pokoknya saya dan suami seneng banget dengan cara kerja mereka.

6. Membersihkan Rumah Baru Sebelum Ditempati

2 kali pindah rumah selama di Brunei ini, selain mencicil memindahkan barang, hal yang penting bagi saya adalah membersihkan rumah baru sebelum ditempati. Rumah yang lama kosong tentu kotor ya dan membersihkan rumah kosong tentu lebih mudah daripada yang sudah penuh dengan kardus dan koper. Walaupun menurut si Mbak sih lebih melelahkan membersihkan rumah kosong.

Dengan 6 hal yang tersebut, alhamdulillah pindah rumah kami berjalan lebih lancar. Kendala dan stres tentu tetap ada, tapi masih bisa diatasilah. Meski begitu saya berharap semoga setidaknya kami bisa tinggal di rumah ini minimal sampai 1 tahun lagi. Karena kalau harus packing dan pindah lagi dalam waktu dekat rasanya saya nggak sanggup hahaha.

Alhamdulillah anak-anak yang tadinya nggak mau pindah dari rumah lama sekarang justru suka banget dengan rumah barunya. Terutama si Kakak yang mendapatkan kamar terbagus di rumah ini. Saya masih beradaptasi dengan jarak tempuh rumah dan sekolah. Juga masih bingung menyimpan perlengkapan bebersih dan beberapa kotak yang berisi peralatan milik suami karena nggak punya gudang lagi. Serta masih harus membiasakan anak-anak untuk nggak lari-larian dan bersuara keras di malam hari karena akan mengganggu tetangga di bawah kami.

But so far we’re happy. InsyaAllah rumah baru ini lebih aman dan nyaman. Dekat juga dengan masjid besar di daerah Pandan 7, sehingga suara adzan kadang masih terdengar. Karena kami tinggal di lantai atas, kalau pagi masih suka terdengar suara burung berkicau. Alhamdulillah.

 

 

 

 

4 Langkah Perawatan Kulit Berminyak Untuk Remaja

perawatan kulit berminyak, perawatan kulit untuk remaja

“Skin care apa aja sih yang harus dipakai anak gadis?” tanya sahabat saya yang anaknya seumuran dengan Cinta. “Ini, kulitnya mulai keliatan berminyak, keluar bruntusan dan berkomedo. Daripada kebablasan muncul jerawat mending diajarin merawat kulit dari sekarang deh,” tambahnya. ”Tapi bingung juga ya memilih produk perawatan kulit berminyak untuk remaja. Takut kalau nggak cocok malah ngerusak kulit,” ujarnya galau.

Saya yang tadinya belum terpikir ke arah sana jadi ikut galau. Selama ini sih Cinta cuma pakai sabun cuci muka aja. Itu pun sabun bayi karena saya merasa kulitnya nggak bermasalah dan sayang kalau pakai produk perawatan kulit yang kandungannya berat. Yang penting bersih aja.

Tapi, belakangan ini si sulung yang berusia 11 tahun mulai mengeluhkan bruntusan di hidungnya. Malah kadang diam-diam memakai plester hidung yang berfungsi mengangkat komedo serta masker punya saya. Rupanya dia sudah mulai peduli dengan kulitnya.

Maklum sih, seperti anak lainnya yang berusia 10 – 19 tahun, Cinta sudah memasuki masa remaja. Di mana perubahan hormon, tingkat stres serta polusi udara bisa memicu kelenjar minyak untuk memproduksi minyak secara berlebihan. Yang kalau nggak dikontrol dengan produk perawatan kulit berminyak bisa menimbulkan masalah kulit seperti komedo dan jerawat. Masalah ini tentu punya efek negatif pada penampilan dan mempengaruhi percaya diri anak. Iya kan?

Produk Perawatan Kulit Yang Wajib Dimiliki Oleh Remaja

perawatan kulit berminyak, produk perawatan kulit untuk remaja

Nah, dari obrolan dengan geng mamak-mamak pecinta skin care, kami sepakat untuk membiasakan anak-anak gadis (dan bujang) kami merawat kulitnya sejak dini. Tujuannya ya untuk mencegah munculnya jerawat dan masalah kulit remaja lainnya. Tentu dengan produk yang sesuai dengan kulit mereka. Dan berikut adalah beberapa produk perawatan kulit yang bisa digunakan oleh remaja.

1. Pembersih Muka

Berupa lotion, gel, cream atau oil yang berfungsi membersihkan kotoran atau make up yang menempel setelah seharian beraktivitas. Untuk remaja, pilih pembersih yang formulanya lembut dan sesuai dengan jenis kulit mereka, serta mengandung anti oksidan untuk merawat dan mencerahkan wajah. Produk ini bisa digunakan bagi remaja yang sudah mulai menggunakan make up atau krim wajah seperti pelembab dan tabir surya.

2. Sabun Muka

Setelah menggunakan pembersih muka untuk membersihkan kotoran dan make up, gunakan sabun muka demi memastikan kulit wajah benar-benar bersih dari sisa-sisa kotoran, make up dan cleanser. Cuci muka 2 kali sehari dengan sabun yang tidak mengandung sodium lauryl sulfat agar wajah tidak kering dan kelembapan alaminya terjaga dengan baik.

perawatan kulit berminyak, produk perawatan kulit untuk remaja

Jangan terlalu sering mencuci muka dengan sabun karena bisa bikin kulit kering. Kalau merasa risih dengan kulit lengket atau kotor setelah berolahraga atau beraktivitas di luar ruangan, usap saja dengan tisu khusus pembersih muka atau micellar water dan kapas. Sebelum tidur, baru deh lakukan dua tahap pembersihan muka ini.

3. Moisturizer

Produk ini berfungsi sebagai asupan gizi bagi kulit dan membantu menjaga kelembapan alami kulit wajah. Pelembap yang ringan dapat melindungi kulit remaja dari beragam polusi udara, debu dan keringat yang bisa mengganggu kesehatan kulit.

4. Sunscreen

Berguna melindungi kulit wajah dari efek buruk sinar UV seperti munculnya flek di wajah dan kerutan sebagai tanda penuaan dini. Banyak yang mengabaikan penggunaan sunscreen ini karena nggak suka dengan teksturnya yang lengket. Padahal ini penting banget. Kalau remaja kita malas dengan banyak tahap perawatan kulit, boleh pakai pembersih muka dan sunscreen aja. Seperti saya terapkan ke Cinta saat ini.

perawatan kulit berminyak

Oya, pastikan produk yang dipakai ini memang khusus sunscreen. Bukan BB Cream dengan SPF atau moisturizer ber SPF atau bedak dengan UV protection. No no no. Karena produk 2 in 1 seperti ini nggak efektif melindungi kulit wajah dari efek buruk sinar UV. Secara fungsi utama mereka bukan sebagai tabir surya, kan. Jadi, ya harus yang jenisnya tabir surya atau sunscreen atau sunblock untuk mendapatkan perlindungan terbaik. Setelah pakai sunscreen mau dilanjut dengan BB cream atau bedak boleh banget.

Di luar keempat produk ini, untuk remaja yang berusia di atas 15 tahun kita bisa melengkapinya dengan:

  • Facial toner yang bisa berfungsi sebagai pengangkat sel kulit mati atau melembapkan kulit. Pilih yang sesuai dengan kebutuhan kulit.
  • Face scrub yang berguna untuk mengangkat sel kulit mati, membersihkan sisa make up yang nggak bisa diangkat oleh sabun.
  • Masker untuk member nutrisi tambahan pada kulit muka.

Contoh langkah penggunaan skincare untuk remaja bisa dilihat di video ini. Sunscreen dipakai terakhir setelah pelembab di pagi hari. Kalau malam nggak perlu. Cukup berhenti di pelembab.

Mengenal Jenis Kulit dan Perawatannya

Nah, sebelum mulai memilih produk perawatan kulit untuk remaja, sebaiknya kita kenali dulu jenis kulit yang dimiliki remaja kita dan cara merawatnya supaya dapat membeli produk yang tepat.

Kulit Normal

Kulit normal memiliki warna kulit yang halus dan merata; tekstur lembut; dan tidak terlihat bintik-bintik merah, atau bercak-bercak. Pori-pori hampir tidak terlihat, dan permukaan kulit tidak berminyak atau kering. Kulit normal adalah jenis kulit yang ideal karena jumlah air dan minyak yang seimbang dan sirkulasi darah yang baik.

Pemilik kulit normal sebaiknya merawat wajahnya dengan cara:

  1. Mencuci muka dua sampai tiga kali sehari dengan pembersih wajah yang lembut atau sabun muka dengan air untuk membersihkan kotoran dan keringat di wajah.
  2. Menggunakan pelembab yang ringan terutama kalau sering berada di ruangan berAC untuk menjaga kulit supaya nggak kering.
  3. Aplikasikan tabir surya yang minimal ber-SPF 30.

Kulit Kering

Kulit kering biasanya terlihat kusam, kasar, bersisik dan cenderung mudah gatal dengan pori-pori yang hampir nggak terlihat.

Untuk merawat kulit kering lakukan cara berikut ini:

  1. Cuci wajah dengan pembersih wajah berbentuk susu, oil atau lotion yang bebas sodium lauryl sulfat (SLS) agar kulit nggak makin kering.
  2. Kemudian lanjutkan dengan penggunaan moisturizer yang tidak mengandung alkohol.
  3. Dan akhiri dengan penggunaan tabir surya.

Kulit Berminyak

Kulit berminyak biasanya memiliki pori-pori yang terbuka, kelihatan berkilau dan lengket karena produksi minyak yang berlebihan serta rentan timbul komedo dan jerawat.

perawatan kulit berminyak

Untuk merawatnya, lakukan 4 langkah perawatan kulit berminyak berikut ini:

  1. Cuci muka 3 kali sehari dengan pembersih yang mengandung salicylic acid.
  2. Gunakan pelembab yang kandungannya tidak menyumbat pori-pori. Biasanya sih di produknya tertulis ‘noncomedogenic’.
  3. Aplikasikan tabir surya atau sunscreen berSPF minimal 30 yang berbahan dasar air.
  4. Gunakan produk eksfoliasi seperti scrub wajah, toner atau masker satu atau dua kali seminggu untuk mengangkat sel kulit mati yang bisa menyumbat pori-pori.

Kulit Kombinasi

Remaja yang memiliki jenis kulit kombinasi biasanya bagian ‘T-Zone’nya (dahi, hidung dan dagu) berminyak sedangkan bagian lainnya kering. Pori-pori di kulitnya cenderung besar dan cenderung berkomedo.

Untuk merawat kulit kombinasinya, biasakan remaja kita untuk:

  1. Membersihkan wajah dua atau tiga kali sehari dengan sabun yang lembut dan air.
  2. Gunakan pelembab di bagian wajah yang kering.
  3. Aplikasikan sunscreen berbahan dasar air setiap hari setelah menggunakan pelembab.

Jadi sejak kapan anak mulai dibiasakan merawat kulitnya?

Sebaiknya sejak batita anak mulai diajarkan tentang kebersihan dan kesehatan kulit. Dimulai dengan mencuci tangan dengan baik, mandi yang benar, membersihkan alat kelamin dan dubur dengan bersih selepas buang air kecil dan besar serta menggosok gigi dengan baik.

Menjelang akil baligh atau memasuki usia belasan, baru deh dikenalkan dengan produk perawatan kulit wajah dan dibiasakan menggunakannya secara rutin.

Merawat kulit dengan baik sejak dini bisa membantu kulit tetap sehat dan mencegah munculnya jerawat, flek hitam dan tanda-tanda penuaan dini saat anak beranjak dewasa. Tapi, kalau sudah terlanjur timbul masalah pada kulit si remaja, sebaiknya langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit agar tidak semakin parah ya.

Kembali Semangat Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga

Kerjaan ibu-ibu itu memang nggak ada habisnya ya. Apalagi yang berkaitan dengan urusan rumah. Mulai dari beberes rumah, masak, nyuci dan setrika, cuci piring, dan sebagainya. Saking banyaknya, nggak jarang terselip perasaan, “Duh, kok nggak selesai-selesai sih ini kerjaan.” Sementara kita udah pengen banget leyeh-leyeh nonton drama seri favorit di TV. Atau untuk para ibu yang bekerja di rumah, pekerjaan lain sudah menuntut untuk dikerjakan. Hal ini bisa bikin kita patah semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Trus jadi males mau ngerjain pekerjaan rumah. Pengennya piknik aja. Atau tidur. Atau apalah yang penting bukan nyapu, ngepel, beresin mainan anak-anak atau setrika.

Itu yang saya rasakan beberapa hari yang lalu.

Ceritanya si mbak part time yang kerja di rumah lagi cuti panjang karena habis operasi mengeluarkan kehamilan di luar rahim. Karena malas cari part time baru untuk sementara, saya mencoba mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendirian. Bisalah, pikir saya. Toh anak-anak sudah sekolah semua. Jadi saya punya banyak waktu di pagi hari untuk kerja di rumah.

semangat mengerjakan pekerjaan rumah

Minggu pertama dan kedua semua berjalan lancar. Apalagi saya sudah menyusun timetable untuk semua aktivitas saya, temasuk ikut kelas online serta bikin konten blog dan instagram. Bahkan timetable harian itu dengan bangganya saya submit sebagai salah satu tugas mingguan untuk kelas Matrikulasi Ibu Profesional.

Saya juga membuat jadwal khusus blogging, lho. Karena saya hanya punya waktu blogging (maksimal) 1 jam per hari dengan target update blog 1 kali seminggu. Dengan adanya jadwal tersebut, saya punya panduan apa-apa saja yang harus saya kerjakan dalam waktu satu jam tersebut.

Kehilangan Semangat Mengerjakan Pekerjaan Rumah

Tapi oh tapi, di minggu keempat saya sudah mulai kelelahan. Rasanya tuh kaya yang dialami tokoh Phil Connors yang diperankan oleh Bill Murray di film Groundhog Day. Di mana hari itu berulang terus dan harus melakukan hal yang sama persis setiap harinya.

semangat mengerjakan pekerjaan rumah, groundhog day

Itulah yang saya rasakan, saking rutinnya aktivitas saya sehari-hari.

Hal ini tentu bikin saya jenuh. Saking jenuhnya sampai nggak lagi semangat mengerjakan pekerjaan rumah. Tapi nggak mungkin nggak dikerjakan karena kalau dibiarkan jadi makin numpuk. Liat rumah nggak rapi juga bikin makin stres. Cuma hati nggak mau diajak kompromi untuk bekerja. Teman-teman Pojok Mungil pernah merasa gitu juga nggak sih?

Akhirnya saya curhatlah di instastory. Sekalian nanya kira-kira apa sih yang biasanya dilakukan teman-teman saya untuk mengembalikan semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Dan inilah saran dari teman-teman saya lewat instastory:

Tips Mengembalikan Semangat Mengerjakan Pekerjaan Rumah Tangga

Tidur

Ada beberapa teman yang menyarankan untuk tidur dulu aja kalau lagi nggak semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Kalau nggak bisa tidur, minimal gegoleran lah sebentar. Biasanya nggak mood itu karena badan juga capek. Jadi dengan tidur, kita ngasih badan kita haknya untuk beristirahat.

I know it seems impossible for us, moms. Apalagi yang punya anak balita. Tapi coba deh, atur waktu supaya bisa tidur. Nggak perlu berjam-jam jugalah tidurnya. Sejam atau bahkan power nap 15 menit juga cukup. Tergantung waktu dan kebutuhan badan aja. Biasanya setelah bangun tidur, kita bisa lebih segar dan semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga lagi.

Ngopi (Atau Ngeteh Atau Minum Minuman Hangat Favorit Kita)

semangat mengerjakan pekerjaan rumah

Saya sering banget baca nasihat dari salah satu blogger luar negeri yang saya ikuti. Dia selalu bangun lebih pagi dan minum segelas teh hangat sebelum mulai mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Menikmati suasana rumah yang sunyi karena anak-anak dan suami masih tidur; menghirup udara pagi menjelang Subuh yang masih segar serta menikmati minuman hangat yang enak bisa bikin kita lebih semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga lho. Lagipula dengan bangun lebih pagi, kita juga punya lebih banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan kita sebelum suami berangkat kerja dan anak-anak berangkat sekolah. Jadi nggak kedubragan dan panik gitu. Sehingga mood kita juga bisa terjaga baik seharian.

Baca: Ritual Pagi Untuk Mood Yang Lebih Baik

Makan Enak

Apalagi kalau makanannya itu dibawain suami sambil dia bilang, “Malam ini nggak usah masak, Sayang. Makasih ya, sudah capek-capek ngurusin rumah, aku dan anak-anak.” Duh, apa nggak langsung berkobar tuh semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Etapi, buat yang suaminya bukan tipe perhatian begitu, jangan sedih ya. Kita senasib kok. Adegan di atas itu juga hanya sebatas mimpi untuk saya hahaha. Lha kok jadi curhat.

Namun, makan enak tetap bisa kok mengembalikan semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Beli atau bikin aja sarapan yang kita suka. Favorit saya tuh rebusan sayur hijau, tumis ikan asin dan sambal. Udah deh, nasi satu rice cooker juga bisa abis dimakan sendiri. Abis itu ngantuk, tidur deh. Bangun tidur semangat lagi nyapu ngepel.

Shopping

semangat mengerjakan pekerjaan rumah

Aktivitas ini banyak penggemarnya. Mood booster paling ampuh buat ibu-ibu ini kayanya. Mulai dari belanja kosmetik sampai baju. Kadang jalan-jalan ke supermarket beli kebutuhan rumah plus snack favorit juga sudah bisa bikin semangat mengerjakan pekerjaan rumah kembali lagi.

Dengar Musik Atau Nonton TV Sambil Bekerja

Ini juga banyak bilang ampuh mengembalikan semangat mengerjakan rumah. Dan berlaku juga untuk saya, setidaknya akhir-akhir ini. Jadi, saya tuh paling males setrika. Tapi trus diajarin temen saya untuk nonton tv sambil setrika. Lha, bener. Ternyata setrika sambil nonton serial favorit itu menyenangkan ya.

Karena saya jarang banget nonton tv yang dikuasai anak-anak dan suami, setrika bikin saya bisa ngikutin drama favorit saya, Good Witch di Netflix. Lumayan, sekali setrika bisa 2-3 episode. Akhirnya sekarang saya jadi suka setrika hahaha.

Olahraga

Jalan pagi, yoga atau aerobic di rumah ngikutin video di YouTube bisa bikin badan kita lebih segar. Kalau badan segar otomatis kita juga jadi semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Ini juga terbukti di saya. Biasanya waktu ada mbak part time, saya jalan selama 30 menit setiap pagi di jogging track dekat sekolah anak-anak. Selama nggak ada mbak, ya nggak sempatlah saya jalan pagi.

Nah, pas lagi suntuk-suntuknya kemarin tuh, saya paksakan untuk jalan. Dari OGDC ke Billionth Barrel Monument lumayan dapat 2 km. Alhamdulillah, habis itu kepenatan saya agak berkurang. Tapi ganti capek. Trus tidur sebentar. Abis itu semangat lagi deh mengerjakan pekerjaan rumah.

Nyalon Atau Pijat

Creambath, manicure pedicure, spa bisa banget membantu kita untuk melemaskan otot-otot yang kaku karena kecapekan mengerjaan pekerjaan rumah. Atau kalau nggak suka ke salon bisa panggil tukang pijat ke rumah. Malah enak kan, abis dipijat bisa langsung tidur. Trus semangat mengerjakan pekerjaan rumah lagi deh.

Piknik

Kalau memungkinkan, pergilah jalan-jalan. Boleh sendiri, sama teman-teman atau sama keluarga. Kadang kejenuhan itu bukan hanya karena aktivitas yang monoton, juga bisa karena merasa terkungkung di satu tempat yang sama setiap hari. Jadi carilah tempat yang baru, yang bisa bikin kita fresh lagi. Nggak perlu jauh-jauh sampai booking tiket pesawat ke Paris. Cukup cari tempat main di sekitar rumah yang belum pernah kita singgahi. Suasana baru dan aktivitas baru bisa bikin kita semangat lagi mengerjakan pekerjaan rumah tangga sesampainya di rumah.

Nah, itu dia beberapa tips dari teman-teman saya. Yang mau cek instastorynya bisa langsung klik aja link di atas ya. Intinya sih, kalau lagi benar-benar hilang semangat mengerjakan pekerjaan rumah, lakukan sesuatu yang bisa bikin kita rileks dan happy. Take care of yourselfPamper yourself. Membahagiakan diri sendiri itu nggak dilarang kok untuk ibu-ibu. Karena ibu yang bahagia akan membawa aura yang bahagia juga untuk keluarganya.

Setuju?

Happy Birthday, Dear Daughter

When I held you for the first time,
my life began to shine.
I knew then this life wasn’t just mine.

I would do what it takes,
To help you correct your mistakes.
To get by the challenges you may face.

For our freedom many have fought,
Somedays will be good, others will not.
Always thank God for the life you got.

The world isn’t perfect as you will see,
Having you here made it better for me.
When you’re in need, by your side I’ll be.

For you are my daughter for eternity.

Source: https://www.familyfriendpoems.com/poem/for-you-are-my-daughter-for-eternity

 

Memilih Kerudung Pashmina Yang Nyaman Untuk Ibu Berhijab

Sebagai macan ternak alias mama cantik antar anak yang salah satu tugas utamanya adalah mengantar jemput anak-anak sekolah, after school program, main di taman, playdate ke rumah teman dan aktivitas lainnya, seringkali saya bingung memilih pakaian yang tepat, apalagi sejak saya berhijab.

Kalau dulu sih gampang aja ya, pakai kaos sama celana sudah cukup untuk semua aktivitas seharian. Tapi sekarang, rasanya sudah nggak nyaman lagi pakai kaos dan celana yang cukup ketat. Sementara kemeja dan rok kadang terasa terlalu formal, belum lagi model hijab yang harus dikenakan juga harus disesuaikan dengan pakaian yang dikenakan dan aktivitas sehari-hari.

Memakai bergo atau jilbab instan tentu lebih praktis ya. Modelnya pun sekarang sudah bervariasi. Tapi, kadang saya juga ingin tampil beda terutama kalau ada kegiatan lain setelah antar anak sekolah seperti arisan, pengajian, rapat POMG atau sekadar sarapan bareng sahabat tercinta.

Boleh dong, sesekali mama tampil lebih cantik dari biasanya dengan kerudung pashmina atau kerudung segiempat. Masalahnya, nggak seperti kerudung segiempat yang lebih simpel dibentuk, kerudung pashmina kadang perlu usaha ekstra dan banyak jarum untuk membentuknya.

Karena itu, saya mengutamakan kenyamanan saat memilih kerudung pashmina sebagai paduan busana sehari-hari, di saat harus menghadiri acara setelah mengantar anak sekolah. Padahal tadinya saya suka asal aja memilih kerudung yang pada akhirnya numpuk di lemari karena ternyata nggak nyaman dipakai.

Supaya nggak mengulangi kesalahan yang sama, saya membuat panduan untuk diri saya sendiri dalam memilih kerudung pashmina untuk paduan busana sehari-hari saya, seperti ini:

1. Bahan

Karena biasanya kerudung akan saya gunakan dari pagi sampai anak-anak pulang sekolah sekitar pukul 1 siang, saya memilih bahan yang adem, nggak tipis tapi nggak terlalu tebal dan mudah dibentuk seperti katun, diamond crepe atau rayon. Bahan tersebut cocok untuk cuaca di hutan tropis yang bisa mencapai 35 derajat Celcius di siang hari.

kerudung pashmina, matahari mall

Apalagi di tempat saya tinggal nggak ada tempat makan atau kumpul-kumpul yang mewah, sehingga bahan seperti chiffon, sutera atau maxmara agak berlebihan untuk aktivitas sehari-hari. Tapi saya tetap punya kok kerudung pashmina dengan bahan istimewa tersebut untuk dikenakan pada acara-acara spesial.

2. Warna

Warna hitam, merah, krem, dan warna pastel jadi pilihan saya dalam menentukan kerudung yang akan saya pakai agar mudah dipadu padankan dengan koleksi pakaian saya. Warna-warna tersebut juga cocok dengan warna kulit saya agak agak gelap sehingga nggak keliatan kusam.

kerudung pashmina, matarahi mall

Untuk kulit putih, menurut para ahli busana, sebaiknya menggunakan kerudung berwarna gelap dan terang. Pemilik kulit putih juga disarankan menghindari warna nude dan pastel. Sedangkan pemilik warna kulit kuning langsat dianjurkan menggunakan kerudung berwarna pink, kuning atau biru muda. Warna-warna tersebut dapat membuat wajah nampak lebih cerah. Tapi hindari warna coklat gelap, krem atau hijau daun, ya.

Dan sahabat PojokMungil yang berkulit sawo matang lebih cocok menggunakan warna pastel dan gelap seperti hitam, biru tua atau merah tua supaya tampak lebih cantik serta hindari warna coklat yang mirip dengan warna kulit.

3. Style

Sebagai ibu-ibu yang rempong, banyaks sekali yang harus saya lakukan ngurusin di pagi hari. Mulai dari menyiapkan sarapan dan bekal, mandikan si bungsu, serta memastikan rumah sedikit rapi sebelum ditinggal pergi. Karena itu saya nggak punya banyak waktu untuk menggunakan kerudung dengan model yang aneh-aneh. Mending sisa waktu yang ada saya gunakan untuk mengaplikasikan produk perawatan wajah yang sekian langkah itu sampai meresap sempurna.

Jadi, saya lebih suka memilih model yang ringkas dan hanya membutuhkan nggak lebih dari tiga jarum atau peniti, seperti yang ada dalam video dari Sunsilk Indonesia ini:



Dengan tiga pertimbangan tersebut di atas, saya pun menyortir koleksi kerudung saya dan hanya menyimpan yang sesuai kriteria tersebut. Sedangkan sisanya saya hibahkan ke mbak yang kerja part time di rumah. Setelah disortir saya jadi lebih mudah lo, memilih kerudung yang akan saya kenakan. Nggak perlu lagi menghabiskan waktu berlama-lama di cermin untuk memadukan jilbab dengan pakaian, lumayan menghemat waktu banget.

Kalau sahabat PojokMungil biasanya punya pertimbangan apa dalam memilih kerudung untuk sehari-hari? Yuk share di kolom komen.

Keenan’s Field Trip To BSP Fire Station

Pemadam Kebakaran, Field Trip, BSP Fire Station, Panaga Brunei

Tanggal 22 November 2017 yang lalu, Keenan dan teman-temannya dari KG 2 CCMS diajak jalan-jalan atau istilah bulenya Field Trip ke Brunei Shell Petroleum Co Sdn Bhd (BSP) Fire Brigade. Murid-murid dari 4 kelas KG dibagi 2 sesi, jam 8 dan jam 10. Kebetulan Keenan dapat yang sesi siang. Acara ini dilakukan setelah ujian akhir tahun 2017, sebagai reward atas kerja keras anak-anak belajar dalam satu tahun tersebut.

Pada hari H, saya, Keenan dan kakak Cinta mendatangi BSP Fire Station yang terletak di Jalan Tengah, Panaga. Sempat bingung di mana bisa parkir mobil, karena lokasinya yang persis terletak di jalan besar dan nggak nampak ada mobil parkir di pelataran depannya. Setelah mengikuti mobil lain, baru tahu kalau ada gedung-gedung kecil dan tempat parkir di belakang bomba (sebutan fire station dalam bahasa Melayu). Keenan pun antusias sekali kepingin segera masuk ke dalam area bomba dan bergabung dengan teman-temannya yang sudah lebih dahulu datang.

pemadam kebakaran, bsp fire station, panaga brunei, field trip
Duduk manis mendengarkan safety briefing dari officer BSP Fire and Emergency Response

Sesampainya di dalam, anak-anak masih harus menunggu beberapa saat sebelum sesi siang dimulai. Kakak Cinta yang sudah pernah mengikuti acara serupa di stasiun pemadam kebakaran Seria pun mulai merasa bosan karena nggak ada temannya. Untuk mengusir kebosanannya, kakak pun ikut duduk di samping Keenan dan teman-temannya serta mengikuti berbagai aktivitas yang diberikan oleh para petugas dan officer BSP Fire Station.

Aktivitas dimulai dengan membagi murid-murid sesi siang ini ke dalam dua kelompok. Kelompoknya Keenan diajak untuk melihat aneka peralatan yang dipakai oleh para pemadam kebakaran, mulai dari baju sampai aneka selang. Anak-anak juga diberi kesempatan untuk mengenakan seragam pemadam kebakaran. Lucu deh, ada yang semangat seperti Keenan, ada yang mau coba lebih dari sekali, ada juga yang nggak mau.

pemadam kebakaran, bsp fire station, field trip
Aneka perlengkapan yang digunakan oleh pemadam kebakaran

Setelah itu, anak-anak diajak melihat truk pemadam kebakaran dan ambulance. Ternyata banyak sekali panel dan perlengkapan di fire truck ya. Saking banyaknya sampai saya nggak bisa mengikuti satu persatu penjelasan petugas tentang fungsi panel-panel tersebut. Fix lah jadi pemadam kebakaran itu selain perlu fisik yang kuat juga perlu keahlian khusus.

fire truck, bsp fire station, panaga brunei, field trip, pemadam kebakaran
Bagian dari BSP Fire Truck

Anak-anak juga diajak duduk di dalam ambulance sambil melihat isi di dalamnya. Jadi ingat pengalaman naik ambulance waktu lagi hamil besar Keenan bareng kakak Cinta hihihi. Setelah itu, kedua kelompok anak, guru dan orangtua dikumpulkan di pelataran belakang untuk melihat demonstrasi truk pemadam kebakaran mengeluarkan air dari selangnya.

BSP Fire Truck, mobil pemadam kebakaran, pemadam kebakaran, fire station, Panaga Brunei, field trip
Demo truk pemadam kebakaran

Acara berakhir pada pukul 11 dengan pembagian snack dan minum sambil mendengarkan sedikit cerita dari officer BSP Fire Station. Terima kasih CCMS dan BSP Fire Station. We had fun. Dan terima kasih untuk Borneo Bulletin yang sudah meliput acara kunjungan ke BSP Fire Station, kami jadi punya kenang-kenangan nih. Yaiy.

field trip, ide studi wisata, studi wisata anak TK, Panaga Fire Station, Seria, brunei
Studi wisata ke Panaga Fire Station diliput oleh Borneo Bulletin

Keseruan Field Trip ke Panaga Fire Station dalam video: