Browsing Tag:

daily life

  • Beauty & Fashion, Life Hacks

    Memilih Kerudung Pashmina Yang Nyaman Untuk Ibu Berhijab

    Sebagai macan ternak alias mama cantik antar anak yang salah satu tugas utamanya adalah mengantar jemput anak-anak sekolah, after school program, main di taman, playdate ke rumah teman dan aktivitas lainnya, seringkali saya bingung memilih pakaian yang tepat, apalagi sejak saya berhijab. Kalau dulu sih gampang aja ya, pakai kaos sama celana sudah cukup untuk semua aktivitas seharian. Tapi sekarang, rasanya sudah nggak nyaman lagi pakai kaos dan celana yang cukup ketat. Sementara kemeja dan rok kadang terasa terlalu formal, belum lagi model hijab yang harus dikenakan juga harus disesuaikan dengan pakaian yang dikenakan dan aktivitas sehari-hari.

    Memakai bergo atau jilbab instan tentu lebih praktis ya. Modelnya pun sekarang sudah bervariasi. Tapi, kadang saya juga ingin tampil beda terutama kalau ada kegiatan lain setelah antar anak sekolah seperti arisan, pengajian, rapat POMG atau sekadar sarapan bareng sahabat tercinta. Boleh dong, sesekali mama tampil lebih cantik dari biasanya dengan kerudung pashmina atau kerudung segiempat. Masalahnya, nggak seperti kerudung segiempat yang lebih simpel dibentuk, kerudung pashmina kadang perlu usaha ekstra dan banyak jarum untuk membentuknya.

    Karena itu, saya mengutamakan kenyamanan saat memilih kerudung pashmina sebagai paduan busana sehari-hari, di saat harus menghadiri acara setelah mengantar anak sekolah. Padahal tadinya saya suka asal aja memilih kerudung yang pada akhirnya numpuk di lemari karena ternyata nggak nyaman dipakai. Supaya nggak mengulangi kesalahan yang sama, saya membuat panduan untuk diri saya sendiri dalam memilih kerudung pashmina untuk paduan busana sehari-hari saya, seperti ini:

    1. Bahan

    Karena biasanya kerudung akan saya gunakan dari pagi sampai anak-anak pulang sekolah sekitar pukul 1 siang, saya memilih bahan yang adem, nggak tipis tapi nggak terlalu tebal dan mudah dibentuk seperti katun, diamond crepe atau rayon. Bahan tersebut cocok untuk cuaca di hutan tropis yang bisa mencapai 35 derajat Celcius di siang hari.

    kerudung pashmina, matahari mall

    Apalagi di tempat saya tinggal nggak ada tempat makan atau kumpul-kumpul yang mewah, sehingga bahan seperti chiffon, sutera atau maxmara agak berlebihan untuk aktivitas sehari-hari. Tapi saya tetap punya kok kerudung pashmina dengan bahan istimewa tersebut untuk dikenakan pada acara-acara spesial.

    2. Warna

    Warna hitam, merah, krem, dan warna pastel jadi pilihan saya dalam menentukan kerudung yang akan saya pakai agar mudah dipadu padankan dengan koleksi pakaian saya. Warna-warna tersebut juga cocok dengan warna kulit saya agak agak gelap sehingga nggak keliatan kusam.

    kerudung pashmina, matarahi mall

    Untuk kulit putih, menurut para ahli busana, sebaiknya menggunakan kerudung berwarna gelap dan terang dan menghindari warna nude dan pastel. Sedangkan pemilik warna kulit kuning langsat disarankan menggunakan kerudung berwarna pink, kuning atau biru muda yang dapat membuat wajah nampak lebih cerah dan menghindari warna coklat gelap, krem atau hijau daun. Dan sahabat PojokMungil yang berkulit sawo matang lebih cocok menggunakan warna pastel dan gelap seperti hitam, biru tua atau merah tua supaya tampak lebih cantik serta hindari warna coklat yang mirip dengan warna kulit.

    3. Style

    Sebagai ibu-ibu yang rempong di pagi hari ngurusin sarapan, bekal, mandikan si bungsu, dan memastikan rumah sedikit rapi sebelum ditinggal pergi, saya nggak punya banyak waktu untuk menggunakan kerudung dengan model yang aneh-aneh. Mending sisa waktu yang ada saya gunakan untuk mengaplikasikan produk perawatan wajah yang sekian langkah itu sampai meresap sempurna. Jadi, saya lebih suka memilih model yang ringkas dan hanya membutuhkan nggak lebih dari tiga jarum atau peniti, seperti yang ada dalam video dari Sunsilk Indonesia ini:



    Dengan tiga pertimbangan tersebut di atas, saya pun menyortir koleksi kerudung saya dan hanya menyimpan yang sesuai kriteria tersebut. Sedangkan sisanya saya hibahkan ke mbak yang kerja part time di rumah. Setelah disortir saya jadi lebih mudah lo, memilih kerudung yang akan saya kenakan. Nggak perlu lagi menghabiskan waktu berlama-lama di cermin untuk memadukan jilbab dengan pakaian, lumayan menghemat waktu banget.

    Kalau sahabat PojokMungil biasanya punya pertimbangan apa dalam memilih kerudung untuk sehari-hari? Yuk share di kolom komen.

  • Pemadam Kebakaran, Field Trip, BSP Fire Station, Panaga Brunei
    Daily Stories, Kids Activities, Life in Brunei

    Keenan’s Field Trip To BSP Fire Station

    Tanggal 22 November 2017 yang lalu, Keenan dan teman-temannya dari KG 2 CCMS diajak jalan-jalan atau istilah bulenya Field Trip ke Brunei Shell Petroleum Co Sdn Bhd (BSP) Fire Brigade. Murid-murid dari 4 kelas KG dibagi 2 sesi, jam 8 dan jam 10. Kebetulan Keenan dapat yang sesi siang. Acara ini dilakukan setelah ujian akhir tahun 2017, sebagai reward atas kerja keras anak-anak belajar dalam satu tahun tersebut.

    Pada hari H, saya, Keenan dan kakak Cinta mendatangi BSP Fire Station yang terletak di Jalan Tengah, Panaga. Sempat bingung di mana bisa parkir mobil, karena lokasinya yang persis terletak di jalan besar dan nggak nampak ada mobil parkir di pelataran depannya. Setelah mengikuti mobil lain, baru tahu kalau ada gedung-gedung kecil dan tempat parkir di belakang bomba (sebutan fire station dalam bahasa Melayu). Keenan pun antusias sekali kepingin segera masuk ke dalam area bomba dan bergabung dengan teman-temannya yang sudah lebih dahulu datang.

    pemadam kebakaran, bsp fire station, panaga brunei, field trip

    Duduk manis mendengarkan safety briefing dari officer BSP Fire and Emergency Response

    Sesampainya di dalam, anak-anak masih harus menunggu beberapa saat sebelum sesi siang dimulai. Kakak Cinta yang sudah pernah mengikuti acara serupa di stasiun pemadam kebakaran Seria pun mulai merasa bosan karena nggak ada temannya. Untuk mengusir kebosanannya, kakak pun ikut duduk di samping Keenan dan teman-temannya serta mengikuti berbagai aktivitas yang diberikan oleh para petugas dan officer BSP Fire Station.

    Aktivitas dimulai dengan membagi murid-murid sesi siang ini ke dalam dua kelompok. Kelompoknya Keenan diajak untuk melihat aneka peralatan yang dipakai oleh para pemadam kebakaran, mulai dari baju sampai aneka selang. Anak-anak juga diberi kesempatan untuk mengenakan seragam pemadam kebakaran. Lucu deh, ada yang semangat seperti Keenan, ada yang mau coba lebih dari sekali, ada juga yang nggak mau.

    pemadam kebakaran, bsp fire station, field trip

    Aneka perlengkapan yang digunakan oleh pemadam kebakaran

    Setelah itu, anak-anak diajak melihat truk pemadam kebakaran dan ambulance. Ternyata banyak sekali panel dan perlengkapan di fire truck ya. Saking banyaknya sampai saya nggak bisa mengikuti satu persatu penjelasan petugas tentang fungsi panel-panel tersebut. Fix lah jadi pemadam kebakaran itu selain perlu fisik yang kuat juga perlu keahlian khusus.

    fire truck, bsp fire station, panaga brunei, field trip, pemadam kebakaran

    Bagian dari BSP Fire Truck

    Anak-anak juga diajak duduk di dalam ambulance sambil melihat isi di dalamnya. Jadi ingat pengalaman naik ambulance waktu lagi hamil besar Keenan bareng kakak Cinta hihihi. Setelah itu, kedua kelompok anak, guru dan orangtua dikumpulkan di pelataran belakang untuk melihat demonstrasi truk pemadam kebakaran mengeluarkan air dari selangnya.

    BSP Fire Truck, mobil pemadam kebakaran, pemadam kebakaran, fire station, Panaga Brunei, field trip

    Demo truk pemadam kebakaran

    Acara berakhir pada pukul 11 dengan pembagian snack dan minum sambil mendengarkan sedikit cerita dari officer BSP Fire Station. Terima kasih CCMS dan BSP Fire Station. We had fun. Dan terima kasih untuk Borneo Bulletin yang sudah meliput acara kunjungan ke BSP Fire Station, kami jadi punya kenang-kenangan nih. Yaiy.

    field trip, ide studi wisata, studi wisata anak TK, Panaga Fire Station, Seria, brunei

    Studi wisata ke Panaga Fire Station diliput oleh Borneo Bulletin

    Keseruan Field Trip ke Panaga Fire Station dalam video:

  • balbalan futsal, futsal sidoarjo, futsal anak sidoarjo, manfaat bermain futsal untuk anak
    Kids Activities

    Serunya Belajar Futsal Bareng Balbalan Futsal

    Kira-kira 2 minggu menjelang keberangkatan saya dan anak-anak mudik ke Sidoarjo, saya membaca sebuah post di Instagram tentang trial futsal anak di Sidoarjo yang diselenggarakan oleh balbalan futsal. Trial ini dalam rangka pembukaan kelas futsal anak balbalan futsal di Sidoarjo, setelah sudah cukup terkenal di Surabaya. Nama klubnya sendiri cukup earcatching ya. Tahu kan kalau balbalan dalam bahasa Jawa artinya main bola. 

    Kebetulan, tanggal trialnya pas banget saat kami sudah di sana dan kelas yang dibuka waktu itu untuk usia 3-6 tahun. Saya pikir ini kesempatan bagus untuk Keenan mengenal salah satu olahraga favorit cowok. Jadi saya mendaftarkan Keenan untuk mengikuti free trial di tanggal 26 November itu.

    Di hari H, Keenan semangat sekali pergi ke Althea Futsal Sidoarjo, meski saat kami sampai di sana peserta yang datang cuma 4 orang. Alhamdulillah ada 2 anak pemilik klub balbalan futsal yang ikut bergabung dengan latihan pagi itu jadi agak rame mainnya.

    balbalan futsal, futsal sidoarjo, futsal anak sidoarjo, manfaat bermain futsal untuk anak

    Meski pesertanya cuma sedikit, para pelatih dari Balbalan Futsal tetap semangat lho. Dengan kesabaran luar biasa, mereka mengajak anak-anak kecil itu berlatih main futsal. Mulai dari pemanasan, belajar melompati halangan, menendang dan mengoper bola jadi materi futsal pagi itu. Tentu semua dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Para pelatih nggak pelit dalam memberi semangat dan ketika anak berhasil menyelesaikan satu challenge, mereka selalu diajak high five. Kan anak-anak jadi makin semangat ya.

    Saking senangnya, 1 jam latihan jadi nggak terasa. Meski kulitnya jadi merah dan penuh keringat, Keenan keluar dari lapangan dengan wajah riang. Akhirnya, saya pun memutuskan untuk mendaftarkan Keenan sebagai member balbalan futsal biar dapat baju bola ada kegiatan selama mudik di Sidoarjo. Lumayan lah, ada 4 kali latihan yang bisa diikuti Keenan sebelum kami kembali ke Brunei kemarin.

    Pada latihan kedua, Keenan sudah dapat seragam bolanya. Pas sepupunya juga ikut trial. Jadi dia semakin semangat latihan, meski mulai susah diajak berangkat dari rumah :))

    Yang menarik menurut saya adalah melihat Keenan belajar mengikuti instruksi berbahasa Indonesia dan ternyata dia bisa, meski pelatihnya harus mengulang beberapa kali. Keenan juga belajar menunggu giliran, bekerja sama dengan teman dan punya kesempatan untuk berlari tanpa dilarang di lapangan futsal.

    Di minggu keempat, Keenan mungkin satu-satunya yang rajin datang latihan tiap minggu. Kali ini yang latihan cuma 2 orang :)) Mungkin karena sudah mulai libur sekolah ya, jadi sudah pada bepergian. Tapi kata omnya yang nganter Keenan latihan, dia tetap semangat. Minggu ini adalah kali terakhir Keenan ikut latihan futsal bareng balbalan futsal Sidoarjo, karena tanggal 19 Desember kemarin kami sudah kembali lagi ke Brunei.

    Sebenarnya saya berharap Keenan bisa melanjutkan latihan futsalnya karena mama berambisi jadi soccermom. Sayang, di tempat saya tinggal sekarang belum nemu klub futsal anak-anak yang nggak harus jadi member Sports Club dulu. Padahal, banyak sekali lho manfaat yang bisa didapat anak dari bermain futsal. Di antaranya adalah:

    • Menyalurkan Energi

    Anak yang aktif seringkali perlu menyalurkan energinya. Olahraga atau bermain di alam terbuka bisa jadi pilihan yang tepat. Sayang kalau di kota besar sudah jarang ya ada taman bermain luar ruangan yang punya fasilitas untuk anak-anak berolahraga. Jadi ikut klub futsal bisa jadi salah satu pilihan anak untuk beraktivitas.

    • Melatih Kemampuan Motorik

    Dalam futsal, anak-anak nggak cuma lari-lari ngejar bola. Mereka juga belajar keseimbangan tubuh, melatih refleks juga ketepatan menendang bola. Anak juga secara bertahap terlatih untuk menguasai bola, belajar ketepatan waktu mengoper dan menerima bola serta konsentrasi. Tentu ini nggak bisa didapat dalam 4 kali latihan seperti yang sudah dilakukan Keenan ya. Melainkan harus kontinu supaya bisa memperoleh manfaatnya.

    • Bersosialisasi

    Futsal adalah olahraga tim. Dibutuhkan kerjasama yang baik antara pelatih dan pemain. Di sini anak-anak belajar untuk mendengarkan dan mengikuti instruksi pelatihnya, juga bekerjasama dengan temannya. Ya, untuk kelompok seumur Keenan mungkin belum bisa disuruh main bareng masukin bola ke dalam gawang sebagai tim. Pengalaman kemarin yang ada malah mereka rebutan bola untuk ditendang sendiri :)) Tapi, selalu ada sesi di mana pelatih minta anak-anak untuk belajar mengoper bola ke teman. Jadi ke depannya diharapkan mereka bisa main bersama, bukan lagi rebutan bola, yes.

    Semoga kalau ada kesempatan, Keenan bisa main lagi sama teman-teman dan pelatih di balbalan futsal Sidoarjo. Untuk sekarang ini, sepertinya harus cari aktivitas lain untuk menyalurkan energi anak kecil yang seperti nggak ada habisnya ini. Bagi mama dan papa di Sidoarjo yang berminat mengikutkan anak-anaknya main futsal bareng balbalan futsal Sidoarjo tiap hari Minggu jam 9-10 pagi di Althea Futsal Sidoarjo, ikuti saja akun instagram @balbalanfutsal. Bisa langsung tanya ke sana juga untuk info pendaftarannya. Nggak nyesel deh ikutan futsal bareng balbalan futsal, seru.

  • Daily Stories, Life in Brunei, Life with My Kids

    Suka Duka Tahun Ajaran Sekolah 2017

    Alhamdulillah, tahun ajaran 2017 sudah berakhir hari ini. Kakak Cinta tahun ini menyelesaikan Year 4 dan Keenan berhasil mengikuti pelajaran di KG 2. Insya Allah, pada bulan Januari 2018, Keenan akan duduk di bangku KG 3 dan kakak akan mulai mengikuti pelajaran di kelas 5.

    Awal tahun ajaran di Brunei memang berbeda dengan di Indonesia yang mulai pada bulan Juli. Sedangkan seperti Malaysia dan Singapura, Brunei memulai tahun ajaran barunya di bulan Januari.

    Tahun 2017 ini alhamdulillah banyak sekali pengalaman menarik yang dialami oleh Cinta dan Keenan di sekolah. Baik dari segi akademis maupun non akademis. Padahal, kami mengawali tahun ini dengan penuh kekhawatiran bagi Keenan dan penuh kepasrahan untuk Kakak.

    Maklum, tahun 2016 kemarin, saya dan Keenan merasa tidak nyaman di sekolah yang lama, yang akhirnya membuat saya dan suami memutuskan untuk mengeluarkan Keenan dari sekolah itu dan memindahkannya ke sekolah yang sekarang. Ketika berdiskusi dengan kepala KG yang sekarang mengenai kondisinya Keenan, kami ragu bahwa Keenan akan mampu mengikuti pelajaran di KG2, bahkan sempat ada wacana supaya Keenan mengulang KG1. Tapi akhirnya Keenan diperkenankan untuk masuk KG2 dengan masa percobaan 1 term, lebih kurang 4 bulan, atau caturwulan kalau di Indonesia.

    Masa percobaan itu kami lalui dengan penuh kecemasan. Pindah dari sekolah yang banyak mainnya ke sekolah yang lebih serius belajarnya dengan guru yang sangat disiplin dan tegas jadi ujian berat untuk Keenan. Sampai 2 minggu pertama sekolah, Keenan masih nggak mau saya tinggal. Namun, alhamdulillah sekolahnya yang baru ini punya kebijakan untuk membiarkan anak ditemani oleh orangtua atau pengasuhnya sampai mereka merasa nyaman. Jadi, pada 1 minggu pertama, hampir semua anak di kelas Keenan dan kelas bawahnya masih ditungguin orangtua atau pengasuhnya. Pada minggu kedua, Keenan mulai mau saya tunggui di luar kelas. Sampai pada minggu ketiga dia benar-benar mau ditinggal.

    Sejak saat itu, banyak sekali kemajuan yang dicapai oleh Keenan. Mulai dari perkembangan kemampuan bahasanya, sosialisasinya sampai kemampuan akademisnya. Keenan yang tadinya sempat didiagnosa lambat bicara, sekarang alhamdulillah jadi cerewet sekali. Memang, jika dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mengalami speech delay masih cukup tertinggal, tapi jika dibandingkan dengan tahun lalu, wah sudah jauh berbeda. Tingkat konsentrasinya perlahan-lahan mulai membaik, untuk hal-hal yang dia sukai, Keenan mulai betah untuk duduk diam dan mengerjakannya selama lebih dari 10 menit.

    Latihan-latihan rutin yang diberikan oleh guru kelasnya, membuat Keenan dapat mengenal dan menghafal angka 1-50. Penjumlahan sampai 5 dan sekitar 20 kata dalam huruf Cina. Bagi saya itu merupakan prestasi tersendiri. Keenan juga nampak menikmati bergaul dan bermain bersama teman-teman kelasnya, hafal satu per satu nama temannya di kelas dan dapat mengikuti instruksi dari gurunya.

    Satu hal yang membuat saya tenang adalah, sampai hari terakhir sekolah, meskipun seringkali dia bilang nggak mau berangkat sekolah, begitu sampai di kelas dan bertemu teman-temannya, langsung lupa dengan rewelnya dan dengan senang hati menyuruh saya pulang. Berbeda sekali dengan tahun lalu yang seringkali histeris saat tiba di depan sekolah lamanya. Sampai di bulan-bulan terakhir sekolah tahun lalu, Keenan benar-benar nggak mau turun dari mobil dan sembunyi di balik kursi pengemudi supaya saya nggak bisa memaksanya turun. Hiks.

    Sedangkan bagi kakak Cinta, tahun 2017 adalah tahun yang penuh dengan pengalaman baru. Dan hal itu berawal dari kesukaannya berbagai aktivitasnya di Year 3. Mulai dari mengikuti ICAS (International Competitions and Assessments for Schools) sejak Year 3, tahun ini kakak Cinta berhasil meraih nilai High Distinction dan mendapat Gold Medal untuk mata pelajaran ICT dan Distinction untuk pelajaran Bahasa Inggris.

    Keberaniannya mengikuti lomba menyanyi di Year 3 juga membuat kakak percaya diri mengikuti Co Curricular Activities Choir dan mengantarkannya tampil di acara 79th School Anniversary Performance dan dipercaya mendapatkan bagian menyanyi solo di lagu Greatest Love of All yang dipopulerkan oleh Whitney Houston.

    Nggak cuma itu, kakak juga berhasil memperoleh juara ke-2 untuk lomba mewarnai yang diselenggarakan sekolah bekerjasama dengan jaringan resto fastfood Jollibee dalam rangka perayaan Children Day.

    Prestasinya ini membuat kakak jadi lebih dikenal oleh para guru, sehingga ia dipilih sebagai salah satu wakil sekolah untuk mengikuti Perarakan Jubli Emas Sultan Brunei Bertahta. Meskipun ternyata kakak dan teman-temannya gagal bertemu langsung dengan Sultan, tapi pengalaman tersebut menjadi kenangan manis bagi Cinta.

    Photo Credit: CCMS Primary Seria

    Dari segi akademis tidak banyak perubahan tapi ada perbaikan di beberapa mata pelajaran yang berbahasa Melayu. Cinta mulai lebih lancar dan percaya diri berbicara dan menulis dalam Bahasa Melayu dan tulisan Jawi sehingga nilai pelajaran Ugama dan Melayu Islam Beraja (MIB)nya meningkat dari tahun lalu.

    Dari segi sosialisasi, Cinta juga mulai membuka diri untuk berteman dengan lebih banyak orang. Dari yang tadinya hanya punya 1 teman baik dari kelas 1, sekarang teman segengnya sudah lebih dari 3 orang. Begitu juga dengan teman di sekolah Ugama dan les mengaji.

    Namun, meski banyak hal baik yang dialami oleh Cinta dan Keenan di tahun ajaran 2017, banyak juga hal-hal yang membuat mereka (dan mamanya) patah hati.

    Bagi kakak, hal yang terparah adalah ketika dibully oleh teman-teman sekelasnya di Sekolah Ugama. Memang sejak masuk sekolah Ugama 3 tahun yang lalu, kakak nggak punya teman dekat. Dia selalu merasa teman-temannya menganggap dia aneh dan nggak mau berteman dengan dia. Tapi selama ini dia berusaha untuk nggak peduli meskipun beberapa kali mengadu diganggu oleh temannya.

    Rupanya tahun ini gangguannya semakin parah, beberapa teman perempuan mulai melakukan gangguan secara fisik dan verbal. Mulai dari menyebut kata-kata yang tidak pantas kepada Cinta, menarik kerudungnya sampai terakhir sebelum sekolah berakhir, hadiah ulang tahun yang dia siapkan untuk temannya dan dia simpan di tas hilang. Cukup sering saya mendapati dia menangis saat saya jemput sekolah Ugama. Namun selalu saya beri semangat dan menguatkan mentalnya. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk bicara dengan guru kelasnya.

    Alhamdulillah, cikgu cepat tanggap dan berjanji menegur para pelakunya (and she did) bahkan meminta maaf karena dia nggak tahu bahwa selama ini Cinta diganggu oleh teman-teman sekelasnya. Sejak itu, menurut Cinta, teman-temannya nggak ada yang mengganggu dia. Tapi tetap saja, dia lebih nyaman bersama teman baiknya dari kelas sebelah atau bersama kakak-kakak kelas yang nggak dia kenal saat menunggu saya menjemputnya pulang sekolah.

    Dari segi pelajaran, ada penurunan nilai yang cukup signifikan untuk pelajaran Matematika. Biang keladinya adalah kurang konsentrasi dan kurang latihan. Sehingga saat ulangan atau ujian, banyak kesalahan remeh yang dia lakukan. Untuk itu, saya berencana untuk menambah waktu belajarnya tahun depan dan mengaktifkan lagi belajar online menggunakan IXL.

    Satu lagi yang benar-benar membuat kakak patah hati adalah tahun ini dia kehilangan tiga teman baiknya sesama orang Indonesia. Mereka baru dekat sekitar setahun belakangan, ketika Cinta bergabung di grup ngaji anak-anak Indonesia. Meski berbeda sekolah, keempat anak ini (dan adik-adik mereka) cepat sekali akrabnya. Setiap selesai mengaji, biasanya mereka akan bermain bersama barang 1-2 jam sebelum pulang. Salah seorang temannya, kembali lebih dulu ke Indonesia pada bulan Mei dan menyusul 2 orang lagi di bulan November ini. Habis sudah sahabat baiknya sesama  orang Indonesia di Brunei ini. Hiks.

    Sedangkan bagi Keenan, hal yang kurang menyenangkan adalah ketika harus mengikuti kelas tambahan untuk pelajaran Bahasa Melayu dan Bahasa Inggris. Bersyukurnya kedua guru untuk mata pelajaran tersebut adalah guru-guru favoritnya sehingga dia cukup dapat beradaptasi dengan harus tinggal di sekolah lebih lama saat teman-teman lainnya boleh pulang. Namun, namanya juga anak-anak, ada saatnya dia capek dan akhirnya tantrum saat harus mengikuti kelas tambahan.

    Karena harus ikut remedial ini juga, Keenan nggak bisa ikut grup tari untuk pentas 79th School Anniversary sebab waktu latihan bentrok dengan jadwal ekstra classes. Awalnya dia sedih, tapi waktu nonton teman-temannya rehearsal, Keenan ikut semangat dan senang untuk mereka. Sayang dia nggak bisa ikut nonton grup paduan suara kakak dan grup tari teman-temannya tampil di acara 79th School Anniversary Dinner karena sakit dan harus tinggal di rumah.

    Yah, begitulah suka duka di tahun ajaran 2017 ini. Tentu masih banyak hal yang nggak saya tuliskan di sini. Tapi ini cukuplah sebagai catatan penting, kenang-kenangan dan bahan evaluasi untuk tahun ajaran berikutnya. Saya bersyukur sekali tahun ini berdampingan dengan guru-guru yang sangat komunikatif dan suportif membimbing anak-anak di sekolah. Semoga dengan berbagai prestasi di tahun ini, kakak Cinta dan Keenan semakin semangat untuk menghadapi tahun ajaran 2018.  

     

  • Manfaat Berkebun Bagi Anak, Manfaat bercocok tanam bagi anak, benefit of gardening for children
    Kids Activities, Life in Brunei, Life with My Kids

    5 Manfaat Berkebun Bagi Anak

    Beberapa bulan yang lalu, saya mendapat surat pemberitahuan dari sekolahnya Keenan bahwa anak-anak akan belajar berkebun di sekolah. Untuk itu kami diminta membayar sejumlah uang untuk membeli tanah berpupuk, bibit tanaman, starter seed, pot dan perlengkapan pendukung lainnya. Wah, langsung semangat dong saya. Kebayang Keenan pasti senang sekali belajar berkebun bareng teman-teman sekolahnya, secara di rumah dia yang paling rajin menyirami tanaman-tanaman saya.

    Ketika rencana kegiatan ini saya ceritakan ke kakak Cinta, dia mengingatkan bahwa waktu bersekolah TK di tempat yang sama dengan Keenan 5 tahun yang lalu, dia pun melakukan hal yang sama bersama guru dan teman-teman TKnya. Bahkan ketika kakak Cinta kelas 3 tahun lalu, dia juga sempat mengikuti kelas berkebun di sekolah. Peminatnya banyak lho ternyata, dan menurut kakak kegiatan yang dilakukan seminggu sekali itu cukup seru, menyenangkan dan banyak hal yang mereka pelajari. Tapi kalau jaman kakak Cinta dulu guru-gurunya memilih untuk menanam sayur-sayuran di sebuah lahan kosong di halaman sekolah, kali ini angkatannya Keenan memilih menanam bunga.

    Sebelum kegiatan ini dimulai, guru kelas Keenan sudah mengenalkan anak-anak akan kegiatan bercocok tanam dengan menanam bibit bawang merah. Beliau meletakkan pot pot dari bekas botol air mineral berisi tanah dan bawang di pelataran depan kelas, lalu anak-anak diminta bergiliran menyirami tanaman tersebut. Mungkin melihat antusiasme anak-anak, dari kegiatan satu kelas itu lantas diadopsi menjadi kegiatan kolektif satu sekolah dengan jenis tanaman yang berbeda.

    Tentu berkebun dengan anak nggak mudah. Memberikan penjelasan kepada anak-anak usia TK bagaimana sebuah biji kelak dapat tumbuh menjadi tanaman yang sehat, segar dan indah bukannya sederhana. Belum lagi antusiasme anak dalam memelihara tanaman yang hilang dan timbul bisa membuat tanaman nggak terawat dengan baik. Ya, namanya anak-anak ya, hari ini mereka semangat sekali menyiram tanaman sampai airnya berlebih dan menggenangi pot, eh besoknya mereka bosan dan lebih memilih bermain yang lain sehingga tanaman kekurangan air.

    Alhamdulillah, guru-guru di sekolah Keenan telaten membantu anak-anak mengurus tanamannya. Yah, kalau nggak telaten mungkin nggak jadi guru TK ya.

    Tahap pertama yang dilakukan oleh gurunya Keenan adalah memberikan penjelasan tentang aktivitas yang akan mereka lakukan. Lalu, ibu guru menyediakan flower garden starter kit dan meminta anak-anak memasukkan tanah dan bibit bunga milik mereka ke dalam box masing-masing. Setelah itu pot disiram dan disimpan di teras belakang kelas yang terkena cahaya matahari.

    5 manfaat berkebun bagi anak, manfaat bercocok tanam bersama anak

    pic credit: Keenan’s school

    Setiap pagi para guru mengingatkan dan mengajak anak-anak menengok tanaman mereka untuk diberi air. Ada juga kelas anak-anak lebih besar yang menyediakan botol spray berisi air di dekat pot-pot tanaman supaya anak dapat mengairi tanamannya bersama ibu atau ayah yang mengantarnya ke sekolah hari pagi itu.

    Saya sih mendukung sekali kegiatan ini, karena dari kegiatan yang nampaknya sederhana tersebut banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh anak. Berikut 5 di antaranya.

    Manfaat Berkebun Bagi Anak, Manfaat bercocok tanam bagi anak, benefit of gardening for children

    5 Manfaat Berkebun Bagi Anak

    1. Anak mengenal siklus hidup tanaman dan apa saja yang dibutuhkan tanaman agar dapat tumbuh sehat. Ini sama saja anak belajar IPA ya, tentu lebih menyenangkan dengan cara praktik langsung kan seperti ini kan daripada hanya membaca dari buku.
    2. Anak belajar bertanggungjawab dengan mengurus tanaman mereka agar dapat tumbuh sehat. Mereka juga belajar sabar menunggu dan melihat proses tumbuhnya tanaman.
    3. Berkebun dapat menstimulasi panca indera anak. Anak dapat mengenal tekstur tanah, biji dan bunga, melihat aneka warna bunga dan daun yang tumbuh, mendengar suara sayuran yang dipetik atau desir angin saat berkebun di luar rumah, dan mencium wangi bunga dan segarnya tanah saat disiram dengan air.
    4. Anak belajar untuk mencintai alam dengan cara yang sederhana namun menyenangkan.
    5. Menumbuhkan kebiasaan makan makanan yang sehat. Waktu Cinta masih TK dulu, kelas mereka menanam kangkung, cabe dan okra atau lady finger. Setelah berbuah, dibagikan ke masing-masing anak. Cinta antusias sekali menyuruh saya untuk memasak sayurannya dan menyicipi hasil masakannya, walaupun akhirnya dia nggak doyan juga hahaha. 

    5 manfaat berkebun bagi anak. manfaat bercocok tanam bersama anak

    Bulan September yang lalu, tanaman anak-anak di sekolah Keenan mulai tumbuh. Guru-guru pun memindahkan ke pot yang lebih besar, diberi nama masing-masing anak dan ditata dengan cantik di teras belakang kelas. Anak-anak pun makin rajin menyiram tanaman mereka dan memamerkannya ke orangtuanya. Setelah berbunga cukup besar, beberapa kelas mengizinkan anak-anak membawa tanamannya pulang, sedangkan guru-guru kelas lain memilih untuk membuat sebuah petak khusus dan memindahkan tanaman-tanaman tersebut ke sana. Sekarang, sekolah Keenan punya taman bunga cantik yang dibanggakan oleh murid-murid karena ada hasil kerja keras mereka di situ. Hmmm, bisa juga ya diterapkan di rumah. Pasti anak-anak senang punya taman kecil dari hasil tangan mereka sendiri. 

    5 manfaat berkebun bagi anak. manfaat bercocok tanam bersama anak

    Teman Pojok Mungil ada yang suka berkebun juga? Boleh dong dibagi tips memilih tanaman yang mudah dirawat oleh anak. Terima kasih sebelumnya yaa…

  • 20+ Pertanyaan Tentang Aktivitas Keseharian Anak yang Bisa Kita Ajukan Sepulang Sekolah
    Life as Mom, Life with My Kids

    20+ Pertanyaan Tentang Keseharian Anak Sepulang Sekolah

    “I’m fine. (My day at school) is good.

    Kalimat itu suatu hari terucap begitu kakak memasuki mobil saat saya menjemputnya sepulang sekolah.

    That’s what you always ask, right? ‘How are you? How’s your day at school?’ Now, I just answered it so you don’t have to ask the questions anymore.” Jelasnya kemudian.

    Eaaa…

    Kejadian serupa juga pernah saya alami dengan Keenan di bulan-bulan pertama dia bersekolah tahun ini. Padahal saya merasa pertanyaan saya sudah cukup variatif seperti, “Are you happy at school? What did you do at school today?” Yang dia jawab dengan cukup singkat, “Yes, I’m happy. I draw/I learn at school.”

    Hadeeuuuh nasib punya anak-anak yang irit ngomongnya kaya bapaknya :))

    Padahal kan pengen denger mereka berceloteh detil seharian ngapain aja. Kalau perlu minute by minute gitu ya. Siapa tahu ada kejadian menarik, pengumuman penting atau gosip-gosip seru #eh.

    20 Pertanyaan Tentang Aktivitas Keseharian Anak Yang Bisa Diajukan Sepulang Sekolah

    Lorelai & Rory Gilmore di serial Gilmore Girls. Pic credit: digitalspy.com

    Bagi saya ngobrol dengan anak tentang aktivitasnya saat nggak bersama saya itu penting supaya kalau ada apa-apa mereka merasa nyaman dan aman untuk berbicara ke saya atau papanya. Pengennya tuh, komunikasi saya dengan anak-anak seperti Lorelai dan Rory Gilmore, sepasang ibu dan anak dalam serial Gilmore Girls. Hubungan Lorelai dan Rory sebagai orangtua dan anak tuh idaman saya banget sejak pertama kali nonton serial itu belasan tahun yang lalu. Karena, hubungan saya dengan orangtua saya nggak sedekat itu. Saya tahu orangtua saya sangat menyayangi saya dan selalu ingin yang terbaik bagi saya dan adik-adik. Kami pun punya kebiasaan untuk bertukar cerita saat makan malam bersama di meja makan. Tapi toh, selain dasarnya saya memang cenderung introvert, nggak semua hal bisa saya ceritakan ke mereka, khususnya tentang perasaan saya. Nah, itu yang nggak saya inginkan terjadi ke anak-anak saya. Saya ingin sekali mereka bebas mengungkapkan perasaan kepada kami. Nggak mudah memang, apalagi dengan si pra remaja yang mulai lebih suka ngobrol sama temannya daripada dengan ibunya.

    Tapi saya nggak menyerah, nggak ada kata terlambat untuk memulai hal baik. Dan sekarang pertanyaan saya sudah lebih variatif yang membuat anak-anak biasanya menjawabnya dengan lebih antusias. Harapan saya sih lama kelamaan tanpa harus dipancing pertanyaan lebih dulu, anak-anak akan terbiasa untuk bercerita tentang aktivitas dan berbagi perasaannya kepada saya.

    20 Pertanyaan Tentang Aktivitas Keseharian Anak Sepulang Sekolah

     

    20+ Pertanyaan Yang Dapat Diajukan Ke Anak Setelah Pulang Sekolah

    1. Tadi waktu istirahat main apa? Sama siapa saja?
    2. Permainan apa yang paling menarik dimainkan sama teman-teman di sekolah?
    3. Apa yang bikin kamu paling bahagia di sekolah tadi? (Yang paling bikin bete)
    4. Siapa yang paling lucu di kelas? (Yang paling menyebalkan)
    5. Ada yang kena hukuman dari guru hari ini?
    6. Peraturan apa dari guru yang paling susah kamu ikuti?
    7. Pelajaran apa yang paling menarik hari ini? (Yang paling membosankan)
    8. Kalau kamu lagi bosan, apa yang kamu lakukan di kelas?
    9. Kalau seandainya kamu jadi guru, kamu bakal jadi guru seperti apa? (Ada nggak di sekolah guru yang seperti itu)
    10. Siapa guru yang paling seru mengajarnya hari ini? (Siapa yang paling galak, siapa yang paling membosankan)
    11. Info atau fakta menarik apa yang kamu dengar hari ini dari teman atau guru?
    12. Hal baik apa yang kamu lakukan hari ini?
    13. Hal paling susah yang kamu lakukan hari ini menurutmu apa?
    14. Tugas piket apa yang paling sering kamu kerjakan? Kenapa?
    15. Waktu istirahat makan snack di kantin, duduk di sebelah mana? Sama siapa aja?
    16. Ada nggak teman yang main dan makan sendiri di kelas hari ini? Kenapa?
    17. Jajanan apa yang paling banyak dibawa atau dibeli oleh teman-temanmu?
    18. Makanan apa di kantin yang paling ingin kamu coba? Paling kamu suka?
    19. Apa yang bikin kamu bangga sama dirimu sendiri hari ini?
    20. Apakah ada teman yang berbuat baik padamu hari ini?
    21. Apakah ada yang ingin kamu ubah dari ruang kelasmu supaya lebih menarik dan nyaman?
    22. Di mana tempat paling menyenangkan di sekolah?

    Selain tentang keseharian anak di sekolah, kita juga bisa lho bertanya tentang fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh sekolah seperti perpustakaan, kantin, toilet, ruang olahraga, bahkan sick bay atau Unit Kesehatan Sekolah. Berikut beberapa contoh pertanyaan yang dapat kita ajukan ke anak untuk memancing cerita tentang kegiatannya di sekolah hari ini.

    Perpustakaan:

    1. Buku apa yang paling sering kamu baca di perpustakaan?
    2. Biasanya pergi ke perpustakaan sama siapa?
    3. Bagian mana dari perpustakaan yang paling nyaman bagimu?
    4. Apakah pustakawannya baik kepadamu?
    5. Siapa temanmu yang paling sering kamu lihat pergi ke perpustakaan?

    Toilet:

    1. Biasanya pergi ke toilet sendiri atau sama teman?
    2. Seandainya kamu pergi pergi ke toilet di tengah waktu pelajaran, berani nggak bilang ke guru?
    3. Menurutmu toilet di sekolah bersih nggak? Siapa yang membersihkan toilet di sekolah?

    Saat bertanya tentang toilet, coba sisipkan pesan di bawah ini ke anak supaya dia waspada dengan lingkungannya, mengingat banyak hal buruk menimpa anak saat dia di toilet sendirian:

    “Kalau ada yang terasa aneh di toilet misalnya, ada lawan jenis di dalamnya, ada yang diam aja di toilet padahal tempat pipisnya kosong, ada anak bergerombol tapi nggak ngapa-ngapain dan semacamnya langsung aja lapor guru ya.”

    Pertanyaan tentang fasilitas sekolah ini mungkin kedengarannya nggak penting, tapi bagi saya pribadi penting untuk mengetahui seberapa jauh anak mengenal sekolahnya, apa saja yang dapat mereka lakukan di sekolah dan bagaimana mereka mengisi waktu kosongnya di sekolah.

    Untuk anak yang lebih kecil, seperti anak saya Keenan yang belum bisa menjawab dalam kalimat lengkap, mungkin lebih sulit ya. Eh, saya jadi inget, dulu jaman Cinta masih di kelompok bermain sebuah PG/TK Islam di Parung, Bogor, ibu-ibu wali murid suka komplain ke guru-gurunya karena setiap anaknya ditanya, “Tadi di sekolah ngapain aja?” jawaban mayoritasnya adalah, “Main,” dan “Nggak tahu.” Akhirnya setiap menjelang berakhirnya jam sekolah, para guru mengajak anak mereview kegiatan mereka seharian di sekolah sambil berpesan, “Nanti kalau ditanya bunda jawabnya hari ini begini begitu ya :))

    Nah, kalau guru si pra sekolah nggak ngasih review harian seperti guru-gurunya Cinta dulu, pertanyaan-pertanyaan ringan ini bisa kita ajukan ke mereka.

    10 pertanyaan tentang aktivitas anak tk sepulang sekolah, 20 pertanyaan tentang aktivitas keseharian anak sepulang sekolah

     

    Yang perlu diingat, perhatikan suasana hati anak saat pulang sekolah sebelum membombardirnya dengan aneka pertanyaan. Kalau anak nampak lelah, kesal atau nggak mood, beri anak-anak ruang untuk menenangkan diri dulu. Beri camilan dan segelas susu dingin atau izinkan mereka sekadar membaca buku cerita favorit dan memejamkan mata sejenak. Biasanya setelah lebih tenang dan suasana hatinya baik, mereka akan dengan senang hati bercerita tentang aktivitasnya kepada kita.

    Parents need to understand that it is “less important what you say, and more important that you listen.

    How to Communicate With and Listen to Your Teen – HealthyChildren.org

    Oya, satu lagi, don’t judge quickly saat anak sedang bercerita.  Aduh, ini susah banget memang. Tantangan besar bagi saya untuk nggak memotong cerita mereka dan berceramah. Tapi kalau kita dikit-dikit memotong cerita mereka lama-lama anak bakal malas juga untuk ngobrol sama kita. Jadi ya, sekarang saya sedang berusaha keras untuk nggak melakukannya.

  • Life in Brunei

    Istiadat Perarakan 50 Tahun Sultan Brunei Bertahta

    Hari Kamis, 5 Oktober 2017, rakyat Brunei merayakan salah satu hari yang kelak akan tercatat dalam sebuah sejarah negara ini. Di hari itu, raja tercinta rakyat Brunei, Kebawah Duli Yang Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzadi Waddaulah ibni almarhum Sultan Haji Omar ‘Ali Saifuddien Sa’adul Khairi Waddien, genap 50 tahun bertahta sebagai Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam.

    Tepat pada tanggal 5 Oktober 1967, Sultan Hassanal Bolkiah dinobatkan menjadi Sultan Brunei ke-69 setelah ayahandanya, almarhum Sultan Haji Omar ‘Ali Saifuddien Sa’adul Khairi Waddien turun tahta di tahun yang sama. Selama memimpin negara kecil yang kaya akan kandungan minyaknya ini, Sultan Hassanal Bolkiah sangat dicintai oleh rakyatnya. 

    Kecintaan rakyat Brunei kepada pemimpinnya ini nampak dari antusiasme mereka dalam setiap perayaan hari kebangsaan, hari keputeraan (perayaan ulang tahun Sultan) dan terutama hari-hari bersejarah seperti peringatan jubli perak (25 tahun menaiki tahta).

    Photo Credit: Borneo Bulletin

    Perayaan Jubli Emas kemarin pun menjadi sejarah bagi rakyat Brunei. Diperkirakan hampir 60ribu penduduk Brunei memadati jalan-jalan di Bandar Seri Begawan yang dilewati oleh Usungan Diraja. Saya dan keluarga termasuk salah satu di antaranya.

    Awalnya kami nggak terlalu antusias untuk pergi, karena seperti biasa tiap ada perayaan di Bandar pasti jalanan akan ditutup, sehingga macet dan susah cari parkir. Tapi, berhubung kakak Cinta terpilih sebagai salah satu dari 47 siswa di sekolahnya yang ikut sebagai pelambai bendera di Bandar, akhirnya kami memutuskan untuk ikut menyaksikan Istiadat Perarakan Mengelilingi Bandar Seri Begawan.

    Photo Credit: CCMS Primary Seria

    Dari rumah kami berangkat pukul 5.15 pagi, selepas sholat Subuh. Mengantar kakak ke meeting point dulu untuk naik bus bareng teman-teman sekolahnya ke Bandar. Setelah bus kakak dan rombongan berangkat, jam 6 pagi, saya, suami dan Keenan menyusul. Kami sampai di Bandar jam 7.30 pagi dan sudah banyak orang yang memadati jalan yang akan dilalui perarakan. Sempat keliling cukup lama dan kena macet sampai akhirnya kami dapat tempat parkir di atas trotoar :)) Itupun masih harus jalan kaki cukup jauh ke lokasi perarakan.

    Pukul 8.30 kami sudah sampai di Yayasan dan cuaca mulai panas. Kami berusaha untuk jalan ke Istana Nurul Iman. Tapi baru 500 meter, Keenan yang belum sarapan mulai rewel, bekal air minum mulai menipis, saya kebelet pipis dan harus antri 15 menit untuk menggunakan toilet di Masjid Omar Ali Saifuddien. Rasanya sudah pengen pulang aja.

    Setelah bertanya sama teman yang sudah menunggu di Bomba BSB, tempat start perarakan, kami memutuskan untuk jalan ke arah sana aja. Nggak jauh dari Yayasan, cuma 1,5 km dan 15 menit jalan kaki. Eh, sebelum sampai di sana alhamdulillah ketemu pedagang makanan dan minuman. Saya sempat berkomentar ke suami, “Ini kalau di Indonesia, trotoar sepanjang jalan ini pasti sudah dipenuhi aneka jualan makanan dan minuman nih. Nggak sampai kepayahan cari-cari seperti ini.” Tapi ada baiknya juga pedagang minuman dan makanan dilokalisasi seperti kemarin, sehingga trotoar benar-benar dimanfaatkan sebagai tempat berjalan dan berdiri. Bahkan akhirnya kami pun memutuskan untuk duduk di trotoar bersama rombongan dari Persatuan Masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam (PERMAI) yang berdandan dengan cantiknya memakai baju adat dan sebagian ibu memakai seragam dari kain jumputan sementara bapak-bapak berseragam batik.

    brunei darussalam, indonesia family in brunei darussalam, golden jubilee brunei darussalam, hmjubliemas

    Setelah menunggu cukup lama. akhirnya perarakan pun dimulai. Orang-orang yang tadinya duduk di pinggir jalan langsung memadati separator jalan agar bisa melihat rombongan Sultan dari dekat. Awalnya saya sempat nggak dapat tempat saking penuhnya orang, nggak bisa juga ikut berdesakan karena saya menggendong Keenan. Sampai seorang bapak yang berdiri di separator memberikan tempatnya untuk saya, sementara beliau turun ke depan. Alhamdulillah dari tempat saya berdiri saya bisa melihat perarakan dan mengambil video dengan cukup jelas. 

    Istiadat Perarakan Mengelilingi Bandar Seri Begawan itu dimulai dari Bandar Seri Begawan Fire and Rescue Station. Baginda Sultan dan rombongan tiba di Bomba mengendarai mobil yang disambut oleh sekitar 22ribu pelajar, termasuk Cinta di antaranya, yang melambaikan bendera Brunei di pinggir jalan sepanjang Istana Nurul Iman kediaman keluarga diraja sampai ke Bomba Bandar Seri Begawan. Dari Bomba, Sultan, Raja Isteri, Pengiran Muda Mahkota Pengiran Muda Al-Muhtadee Billah, Pengiran Anak Puteri Hajah Shaleha, Pengiran Muda Abdul Malik, Pengiran Muda Haji Abdul ‘Azim, Pengiran Muda Abdul ‘Mateen dan Pengiran Muda Abdul Wakeel menaiki Usungan Diraja atau Royal Chariot yang sehari-hari disimpan dalam musium Royal Regalia. Anggota keluarga diraja yang lain mengikuti perarakan dengan menggunakan koleksi mobil mewah mereka. Oya, Prince Edward, Earl of Wessex dan istrinya Sophie, Countess of Wessex juga mengikuti perarakan sebagai wakil undangan dari Kerajaan Inggris.

    Leading the Royal Procession was the Grand Chamberlain followed by marching bands from the Royal Brunei Armed Forces and Royal Brunei Police Force.

    Following closely behind was a special customised vehicle carrying a Changkah (huge two-pronged spear) and guarded by a Pateh and Damong, as well as 40 bearers of Sinipit (decorated spears) and Taming (decorated shields).

    Walking ahead of the Royal Chariot were two Panglimas (decorated army officers): the Panglima Raja who carried a Pemuras (a large gun), and the Panglima Asgar who carried a Kalasak (shield) and a Kampilan (dagger). There were also 16 bearers of Pedang (swords) and Perisai (shields) as well as 16 bearers of the Tombok Benderangan (gold-plated spears). Also part of the Royal Procession was the Gendang Arak-Arakan, a vehicle which carried an ensemble of royal musical instruments.

    -Borneo Bulletin, Thousands line up in capital to cheer Golden Jubilee Royal Procession, Oct 6, 2017-

    Saking senangnya melihat Sultan secara langsung sampai rasanya terharu sekali. Ketika usungan diraja lewat tanpa menunggu rombongan yang lain selesai melintas, saya dan suami ikut berjalan cepat mengejar kereta beliau supaya Keenan bisa melihat usungan lebih dekat. Sepanjang jalan tersebut, saya nyaris menangis dan merinding melihat suka cita rakyat berseru, “Daulat Tuan Patik!” dan melantunkan asma Allah serta salawat mendoakan pemimpinnya. Masya Allah, begitu dicintainya raja satu ini oleh rakyatnya.

    Yah, alhamdulillah, saya merasa beruntung sekali bisa menjadi bagian dari sejarah negara Brunei Darussalam. Once in a lifetime moment, karena nggak banyak pemimpin yang bisa memimpin sampai 50 tahun kan. Nggak sia-sia semua pengorbanan yang harus dilalui ‘hanya’ untuk bisa menyaksikan Istiadat Perarakan Mengelilingi Bandar Seri Begawan ini, termasuk kena macet hampir 1 jam untuk bisa keluar dari Bandar dan ngebut sepanjang lebuh raya supaya nggak terlalu telat menjemput kakak di meeting point-nya di Seria. 

    Daulat Kebawah Duli Tuan Patik. Kekal Qarar Memerintah Di Atas Takhta.

  • Daily Stories, Life in Brunei, Uncategorized

    Teacher’s Day

    Sejujurnya dulu saya ragu mengirim Keenan ke sekolahnya yang sekarang ini, karena bagi saya terlalu serius dan kompetitif.

    Cinta yang memang dasarnya mudah beradaptasi saja, dulu sempat mengalami masa-masa drama disuruh bikin PR dan belajar untuk ujian. Apalagi Keenan, yang waktu itu belum lancar bicara, susah konsentrasi dan jago kandang.

    Jadi ketika Keenan disarankan untuk sekolah di usia 3 tahun, saya pilih sekolah lain yang menurut saya lebih ‘ringan’. But it turned out to be a mistake. A big one.

    Akhirnya di tahun berikutnya, nggak pakai ragu, saya kembali ke sekolah ini. Meski sudah survey ke beberapa sekolah lain, hati saya sudah mantap di sini. Sekolah yang kami kenal sejak 5 tahun yang lalu saat baru pindah ke Brunei. 

    Seperti umumnya anak baru masuk sekolah, minggu-minggu pertama terasa berat bagi Keenan. Terutama takut dengan gurunya. Maklum, guru-guru di sekolah ini terkenal dengan kedisiplinan dan cara mengajar yang agak keras. Bukan lembut macam sekolah taman kanak-kanan di Indonesia. Tapi bukan keras yang ngawur juga. Karena cara mengajarnya menyenangkan. Sehingga lambat laun sebagai salah satu murid termuda di kelasnya dengan keterbatasannya, he’s improving.

    Anak yang tadinya bicara aja nggak jelas, sekarang bisa bicara 2 bahasa dan bisa mulai hafal huruf Cina. Dia jadi senang berhitung, berani ngomong sama gurunya, main sama teman-temannya, dan masih banyak lagi.

    Yang penting, dia nggak lagi takut pergi ke sekolah. Nggak ada drama ngumpet di antara jok mobil sambil histeris bilang takut sama teacher. Memang masih sering nangis nggak mau sekolah, tapi menurut saya lebih karena dia pengen main di rumah aja. Bukan karena sekolah dan guru menakutkan baginya.

    Nggak ada juga yang tiap hari mengeluhkan segala keburukan Keenan di hari itu tanpa sekalipun mengapresiasi pencapaiannya. Yang ada adalah guru-guru yang menyambut murid-muridnya dengan senyum meski sesekali menegur mereka dengan suara keras jika salah. Guru yang menunjukkan kemajuan Keenan sambil memberikan saran untuk memperbaiki kekurangannya.

    Happy Teacher’s Day. Thank you for helping our children to grow.

    Tentu masih banyak yang harus dikejar Keenan supaya tidak tertinggal terlalu jauh dengan teman-teman sekelas dan seangkatannya. But I don’t mind to running slow, following his pace. Sambil terus berusaha memotivasinya supaya lebih gigih berusaha, seperti yang dilakukan guru-gurunya.

    Alhamdulillah, Allah kirimkan guru-guru yang sesuai dengan kebutuhan Keenan di sekolah ini. Terima kasih, Cikgu. Xie xie, Lao tse.

    Selamat Hari Guru. Happy teacher’s day.

  • sobat aviasi, djpu, tips selamat aman dan nyaman naik pesawat bersama anak, traveling with kids,
    Life Hacks, Parenting, Traveling

    Mudik Selamat, Aman dan Nyaman Menggunakan Transportasi Udara Bersama Anak

    Nggak terasa kita sudah melalui setengah bulan Ramadan ya. Kurang dari 2 minggu lagi, umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Fitri nih. Udah ada yang siap-siap mudik?

    Saya dong sudah di kampung halaman hahaha *sombong*

    Kebetulan tahun ini sekolah anak-anak selesai Mid Year Exam lebih awal dari sekolah-sekolah lain di Belait District sehingga saat jadwal ujian dan liburan dibagikan pada bulan April yang lalu, saya bisa langsung beli tiket pesawat untuk mudik lebaran. Memang sengaja sih booking tiket jauh-jauh hari dan memilih tanggal yang tidak terlalu dekat dengan hari Raya supaya dapat harga tiket yang lebih murah, meski itu berarti anak-anak harus bolos sekolah beberapa hari hehehe.

    Tahun ini adalah tahun ke-5 kami sekeluarga mudik Lebaran ke Surabaya dengan menggunakan moda transportasi udara. Sebelumnya, waktu kami masih tinggal di Jakarta, lebih suka lewat jalur darat dengan menggunakan mobil pribadi. Ada kesenangan tersendiri menyusuri jalur Pantura dengan mobil meski seringkali terjebak macet panjang di titik-titik tertentu dan memakan waktu yang cukup panjang.

    Namun, sejak pindah ke Brunei pilihan satu-satunya untuk pergi ke Surabaya adalah dengan naik pesawat. Nggak mungkin kan naik mobil, bisa-bisa jatah liburan dan cuti habis di jalan. Lagipula kalau membawa anak kecil (dan orang lanjut usia) naik pesawat tentu lebih cepat dan praktis ya, terutama untuk jarak bepergian yang jauh.

    Tapi bepergian dengan anak-anak naik pesawat itu gampang-gampang susah, apalagi kalau si anak masih balita. Nggak jarang terasa ribet. Untungnya baru-baru ini saya mengikuti akun media sosial Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan dan bergabung dengan #SobatAviasi, komunitas yang dibentuk oleh DJPU. Banyak sekali informasi yang sangat berguna bagi saya dalam mempersiapkan diri bepergian dengan pesawat supaya selamat, aman dan nyaman. Apa saja? Ini adalah beberapa di antaranya:

    sobat aviasi, djpu, tips selamat aman dan nyaman naik pesawat bersama anak, traveling with kids,

    Tips Mudik Selamat, Aman dan Nyaman Menggunakan Transportasi Udara Bersama Anak-anak

    1. Beli Tiket Jauh-Jauh Hari 

    Ini sebenarnya untuk mengantisipasi supaya kita masih kebagian seat karena penerbangan kan terbatas ya. Nggak seperti kereta api yang punya banyak gerbong atau bis yang armadanya banyak. Hanya saja kadang budget untuk beli tiket baru ada setelah kita menerima THR jadi mau nggak mau ya beli tiketnya mepet mau lebaran deh.

     

    Tapi tahun ini untuk arus mudik dengan transportasi udara kita nggak perlu lagi takut kehabisan tiket sebab Direktorat Jendral Perhubungan Udara sudah menyiapkan 532 maskapai penerbangan dengan kapasitas kursi untuk penumpang dalam negeri sebanyak 5.780.374 dan penumpang luar negeri sebanyak 930.379.

    2. Pilih Penerbangan di Pagi Hari

    Sejujurnya saya kurang suka menggunakan penerbangan pertama. Bayangkan ya kalau pesawat berangkat jam 6.00 berarti pukul 4 pagi kita sudah harus sampai di Bandara. Sebelum adzan Subuh berkumandang kita sudah harus mandi, memandikan anak-anak dan memastikan koper-koper siap untuk dibawa. Harus bangun jam berapa coba?

    Tapi sejak pindah ke Brunei, saya terbiasa dengan penerbangan di pagi hari ini karena satu-satunya jadwal dari Surabaya ke Brunei dengan Garuda (co-op with Royal Brunei Airlines) adalah pukul 6.30 pagi. Dengan memilih penerbangan pagi, kecil sekali kemungkinan pesawat terlambat berangkat dan biasanya karena penumpang nggak terlalu banyak, antrian check in dan pemeriksaan imigrasi (untuk penerbangan internasional) lebih bersahabat. Anak-anak pun di pesawat juga cenderung untuk melanjutkan tidur yang terputus sehingga saya nggak repot menyiapkan aneka permainan untuk menghibur mereka selama perjalanan.

    Untuk mengurangi kehebohan di pagi hari, pastikan koper sudah siap diangkut pada malam harinya. Letakkan di dekat pintu keluar rumah. Sisakan satu koper yang terbuka untuk menyimpan barang-barang yang baru bisa kita simpan saat mau berangkat seperti kosmetik dan charger perlengkapan elektronik. Seorang teman juga menyarankan saya untuk menyiapkan anak-anak di malam hari. Jadi sebelum mereka tidur sudah dimandikan lalu dipakaikan baju yang nyaman untuk bepergian. Sehingga di pagi hari nggak perlu lagi membangunkan dan memandikan mereka. Kecuali bagi bayi dan batita yang masih pakai popok ya. Tentu harus diganti lagi popoknya sebelum berangkat. Lalu tinggal angkut untuk berangkat ke bandara.

    3. Gunakan Pakaian Yang Nyaman 

    Untuk anak, lebih baik memakai pakaian dari bahan kaos. Baik itu t-shirt dan celana maupun shirtdress dan legging dengan tambahan sweater. Hindari baju dan kaos kaki yang berenda dan dapat membuat anak gerah atau gatal. Hal ini berlaku juga untuk kita. Terutama para busui. Pilih baju menyusui yang nyaman dan tertutup sehingga memudahkan kita untuk menyusui di bandara dan di dalam pesawat.

    4. Pack Wisely

    Iya, saya tahu kok kalau bawa anak itu nggak bisa cuma bawa sedikit barang. Kalau bisa sih 1 lemari dibawa semua ya. Ya nggak apa-apa, asal masih sesuai dengan jatah bagasi. Barang-barang seperti sabun mandi bayi, popok sekali pakai nggak perlu bawa terlalu banyak. Popok kita bisa beli aja di tempat tujuan, sementara toiletries bayi cukup bawa botol-botol kecil.

    – #SobatAviasi merasa ribet saat berkemas? Jangan mengeluh, sebab hal itu kerap terjadi pada banyak orang. Meski tampak remeh, packing membutuhkan siasat. Perlu cara-cara jitu agar barang-barang yang akan kita bawa bepergian bisa termuat rapi ke dalam tas atau koper. Tak ada salahnya jika kamu menyimak kiat-kiat packing berikut ini: . 1. Pilih pakaian yang multifungsi untuk meringankan bawaanmu. Contohnya celana olahraga yang bisa juga dipakai tidur atau scarf yang bisa dipakai sebagai aksesori maupun penghangat. 2. Gulung lebih dulu pakaian tahan kusut, seperti kaos, jeans dan celana kain. 3. Selipkan barang berukuran kecil seperti kaus kaki atau pakaian dalam di bagian kosong koper. 4. Setelah semua tersusun, tutup tumpukan baju dengan plastik untuk mencegah pakaian terkena noda atau basah. 5. Ikat pakaian yang sudah diletakkan di dalam koper 6. Hindari menyimpan perhiasan dan barang berharga di dalam koper. . Tetap budayakan penerbangan yang #SelamatAmanNyaman #Selamanya. #SiapUntukMudik

    A post shared by Perhubungan Udara (@djpu151) on

    Pastikan juga berat bawaan kita sesuai dengan ketentuan bagasi karena tiap airlines memiliki kebijakan yang berbeda. Jika kita pergi dengan keluarga, ada maskapai yang memperbolehkan batas maksimal bagasi sejumlah total jatah bagasi sekeluarga dan ada pula yang hanya mengijinkan jatah bagasi sesuai dengan tiket. Jadi misalnya kita pergi berempat dengan masing-masing jatah bagasi 20kg, untuk Royal Brunei Airlines boleh tuh saya bawa 4 koper dengan berat 30kg, 25kg, 15kg dan 10kg selama tidak melebihi total 80kg jatah bagasi kami berempat. Namun, ada maskapai lain yang hanya mengizinkan masing-masing koper sesuai dengan jatah bagasi yang tertera di tiket. Jadi sebaiknya cari tahu dulu ya sebelum packing daripada nanti disuruh bongkar koper di counter check in.

    Oya, jangan lupa intip akun media social DJPU untuk melihat benda-benda apa saja yang boleh dibawa ke kabin pesawat dan mana saja yang harus diletakkan dalam bagasi. Terakhir saya berangkat mudik kemarin, powerbank dan baterai alat elektronik nggak boleh diletakkan dalam koper bagasi. Sedangkan cairan lebih dari 100ml seperti biasa nggak boleh dibawa ke kabin pesawat (kecuali kalau kita beli di dalam ruang tunggu pesawat). Bahkan jenis smartphone tertentu tidak diperkenankan dibawa baik diletakkan dalam carry-on luggage atau bagasi tercatat.

    5. Manfaatkan Layanan Check In Online 

    Dengan check in online, waktu yang diperlukan oleh ground crew untuk memproses boarding pass akan lebih singkat sehingga nggak perlu lama-lama antri. Secara kalau bawa anak-anak pasti agak stres jika mereka rewel karena bosan antri, apalagi yang anaknya aktif seperti anak saya. Akan lebih menyenangkan lagi bila disediakan antrian khusus untuk penumpang yang sudah check in online seperti yang sudah diberlakukan di Bandara Internasional Brunei Darussalam. Wah, layanan check in online jadi sangat bermanfaat. Sementara setahu saya di Bandara Juanda dan Soekarno Hatta antrian khusus ini belum ada. Semoga menjadi pertimbangan bagi Direktorat Perhubungan Udara ya.

    6. Makan Secukupnya 

    royal brunei, traveling with kids, mudik selamat aman dan nyaman bersama anak,mudik dengan transportasi udara

    Menu Child Meal di Pesawat Royal Brunei Airlines

    Nggak semua maskapai menyediakan makanan dalam penerbangannya sehingga sebaiknya kita dan anak-anak makan secukupnya sebelum berangkat agar nyaman selama di perjalanan dan terhindar dari mabuk udara. Anak-anak yang perutnya cukup terisi juga cenderung lebih tenang dan bahagia sehingga nggak rewel serta mengganggu kenyamanan penumpang lain.

    7. Siapkan Permen atau Penutup Telinga dan Susui Bayi Saat Pesawat Lepas Landas dan Mendarat.
     
    Tekanan dalam pesawat saat lepas landas dan mendarat dapat membuat telinga kita nggak nyaman sehingga anak-anak cenderung rewel. Jadi lebih baik kita ijinkan anak-anak makan permen yang dapat membantu mengurangi tekanan dalam telinganya. Kalau si batita belum boleh makan permen berikan mereka penutup telinga yang memiliki fungsi sama.Bagi ibu yang membawa bayi disarankan untuk menyusui bayi saat lepas landas dan mendarat dengan alasan yang sama. Namun, kalau bayi tidur nyenyak nggak perlu dibangunkan ya, Ma. Cukup pasang penutup telinga.

    8. Bawa Permainan Favorit Mereka atau Kantong Kejutan

    mudik dengan transportasi udara, traveling with kids, djpu, sobat aviasi, mudik selamat, aman dan nyaman menggunakan pesawat bersama anak

    Cinta dan Keenan asyik dengan buku bacaan dan activity pages dari kantong kejutannya

    Kantong Kejutan ini dapat berisi mainan baru (tidak harus mahal asal belum pernah mereka mainkan), buku cerita baru, coloring pages dan crayon serta camilan kesukaan mereka. Kantong kejutan ini dapat membuat anak sibuk dengan permainan dan aktivitas baru mereka selama beberapa waktu, sementara kita beristirahat sejenak. Bawa juga boneka kesayangan mereka yang bisa membantu mereka merasa nyaman saat mengantuk.

    Kalau kita punya gadget policy yang cukup ringan, mengijinkan anak-anak untuk menggunakan gadget mereka selama penerbangan dengan moda penerbangan diaktifkan dan dinonaktifkan selama lepas landas dan mendarat adalah ide yang baik. Isi gadget dengan games dan film yang belum mereka tonton untuk menghibur mereka selama penerbangan.

    Supaya bawaan kita nggak terlalu berat, minta anak-anak untuk membawa ransel mereka sendiri untuk menyimpan benda-benda tersebut. Pastikan tas mereka tidak terlalu penuh agar anak-anak nggak keberatan membawanya.

    9. Minta Awak Pesawat Untuk Menyiapkan Stroller Di Depan Pintu Pesawat Setelah Pesawat Mendarat
     
    Jangan masukkan stroller ke dalam bagasi tercatat. Bawa stroller sampai ke depan pintu pesawat atau ruang tunggu supaya ketika pesawat mendarat kita dapat langsung mengambilnya di depan pintu saat keluar dari pesawat. Stroller atau gendongan sangat bermanfaat jika kita membawa batita. Perjalanan yang cukup jauh dari pesawat ke tempat pengambilan bagasi seringkali melelahkan bagi kaki kecil mereka. Dengan stroller atau gendongan kita juga dapat memastikan anak-anak selalu ada di dekat kita, terutama ketika kita mengambil bagasi.

    Nah, itu dia 9 tips mudik aman, selamat dan nyaman menggunakan transportasi udara dengan anak-anak versi mamanya Cinta dan Keenan. Untuk tips yang lebih lengkap dan umum, bisa langsung baca-baca di akun media sosial Direktorat Jendral Perhubungan Udara yaitu Facebook Page dan Instagram atau ke situs http://selamanya.id/ dan jadilah bagian dari #SobatAviasi.

    Selamat mudik. Semoga selamat sampai tempat tujuan dan berkumpul dengan orang-orang tersayang. Mohon maaf lahir dan batin yaa.