Mengembalikan Semangat Mengerjakan Pekerjaan Rumah Tangga

semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga

Kerjaan ibu-ibu itu memang nggak ada habisnya, apalagi yang berkaitan dengan urusan rumah. Mulai dari beberes rumah, masak, nyuci dan setrika, cuci piring, dan sebagainya. Saking banyaknya, nggak jarang terselip perasaan, “Duh, kok nggak selesai-selesai sih ini kerjaan.” Sementara kita udah pengen banget leyeh-leyeh nonton drama seri favorit di TV. Atau untuk para ibu yang bekerja di rumah, pekerjaan lain sudah menuntut untuk dikerjakan. Hal ini bisa bikin kita patah semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Trus jadi males mau ngerjain pekerjaan rumah. Pengennya piknik aja. Atau tidur. Atau apalah yang penting bukan nyapu, ngepel, beresin mainan anak-anak atau setrika.

Itu yang saya rasakan beberapa hari yang lalu.

Ceritanya si mbak part time yang kerja di rumah lagi cuti panjang karena habis operasi mengeluarkan kehamilan di luar rahim. Karena malas cari part time baru untuk sementara, saya mencoba mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendirian. Bisalah, pikir saya. Toh anak-anak sudah sekolah semua. Jadi saya punya banyak waktu di pagi hari untuk kerja di rumah.

semangat mengerjakan pekerjaan rumah

Minggu pertama dan kedua semua berjalan lancar. Apalagi saya sudah menyusun timetable untuk semua aktivitas saya, temasuk ikut kelas online serta bikin konten blog dan instagram. Bahkan timetable harian itu dengan bangganya saya submit sebagai salah satu tugas mingguan untuk kelas Matrikulasi Ibu Profesional.

Saya juga membuat jadwal khusus blogging, lho. Karena saya hanya punya waktu blogging (maksimal) 1 jam per hari dengan target update blog 1 kali seminggu. Dengan adanya jadwal tersebut, saya punya panduan apa-apa saja yang harus saya kerjakan dalam waktu satu jam tersebut.

Kehilangan Semangat Mengerjakan Pekerjaan Rumah

Tapi oh tapi, di minggu keempat saya sudah mulai kelelahan. Rasanya tuh kaya yang dialami tokoh Phil Connors yang diperankan oleh Bill Murray di film Groundhog Day. Di mana hari itu berulang terus dan harus melakukan hal yang sama persis setiap harinya.

semangat mengerjakan pekerjaan rumah, groundhog day

Itulah yang saya rasakan, saking rutinnya aktivitas saya sehari-hari.

Hal ini tentu bikin saya jenuh. Teman-teman Pojok Mungil gitu juga nggak sih? Saking jenuhnya sampai nggak lagi semangat mengerjakan pekerjaan rumah. Tapi nggak mungkin nggak dikerjakan karena kalau dibiarkan jadi makin numpuk. Liat rumah nggak rapi juga bikin makin stres. Cuma hati nggak mau diajak kompromi untuk bekerja.

Akhirnya saya curhat lah di instastory. Sekalian nanya kira-kira apa sih yang biasanya dilakukan teman-teman saya untuk mengembalikan semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Dan inilah saran dari teman-teman saya lewat instastory:

 

Tips Mengembalikan Semangat Mengerjakan Pekerjaan Rumah Tangga

Tidur

Ada beberapa teman yang menyarankan untuk tidur dulu aja kalau lagi nggak semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Kalau nggak bisa tidur, minimal gegoleran lah sebentar. Biasanya nggak mood itu karena badan juga capek. Jadi dengan tidur, kita ngasih badan kita haknya untuk beristirahat.

 

I know it seems impossible for us, moms. Apalagi yang punya anak balita. Tapi coba deh, atur waktu supaya bisa tidur. Nggak perlu berjam-jam juga lah tidurnya. Sejam atau bahkan power nap 15 menit juga cukup. Tergantung waktu dan kebutuhan badan lah. Biasanya setelah bangun tidur, kita bisa lebih segar dan semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga lagi.

Ngopi (Atau Ngeteh Atau Minum Minuman Hangat Favorit Kita)

semangat mengerjakan pekerjaan rumah

Saya sering banget baca nasihat dari salah satu blogger luar negeri yang saya ikuti. Dia suka bilang, bangun lebih pagi dan minum segelas teh hangat sebelum mulai mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Menikmati suasana rumah yang sunyi karena anak-anak dan suami masih tidur; menghirup udara pagi menjelang Subuh yang masih segar serta menikmati minuman hangat yang enak bisa bikin kita lebih semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga

Baca: Ritual Pagi Untuk Mood Yang Lebih Baik

Makan Enak

Apalagi kalau makanannya itu dibawain suami sambil dia bilang, “Malam ini nggak usah masak. Makasih ya, sudah capek-capek ngurusin rumah, aku dan anak-anak.” Duh, apa nggak langsung berkobar tuh semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Etapi, buat yang suaminya bukan tipe perhatian begitu, jangan sedih ya. Kita senasib kok. Adegan di atas itu juga hanya sebatas mimpi untuk saya hahaha. Lha kok jadi curhat.

Tapi, makan enak tetap bisa kok mengembalikan semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Beli atau bikin aja sarapan yang kita suka. Favorit saya tuh rebusan sayur hijau, tumis ikan asin dan sambal. Udah, nasi satu rice cooker juga bisa abis dimakan sendiri. Abis itu ngantuk, tidur deh. Bangun tidur semangat lagi nyapu ngepel.

Shopping

semangat mengerjakan pekerjaan rumah

Aktivitas ini banyak penggemarnya. Mood booster paling ampuh ini kayanya. Mulai dari belanja kosmetik sampai baju. Kadang jalan-jalan ke supermarket beli kebutuhan rumah plus snack favorit juga sudah bisa bikin semangat mengerjakan pekerjaan rumah kembali lagi.

Dengar Musik Atau Nonton TV Sambil Bekerja

Ini juga banyak bilang ampuh mengembalikan semangat mengerjakan rumah. Dan berlaku juga untuk saya, setidaknya akhir-akhir ini. Jadi, saya tuh paling males setrika. Tapi trus diajarin temen saya untuk nonton tv sambil setrika. Lha, bener. Ternyata menyenangkan ya.

Karena saya jarang banget nonton tv yang dikuasai anak-anak dan suami, setrika bikin saya bisa ngikutin drama favorit saya, Good Witch di Netflix. Lumayan, sekali setrika bisa 2-3 episode. Sekarang saya jadi suka setrika hahaha.

Olahraga

Jalan pagi kek, yoga kah atau aerobic di rumah ngikutin video di YouTube bisa bikin badan kita lebih segar. Kalau badan segar otomatis kita juga jadi semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Ini juga terbukti di saya. Biasanya waktu ada mbak part time, saya jalan selama 30 menit setiap pagi di jogging track dekat sekolah anak-anak. Selama nggak ada mbak, nggak sempat lah saya jalan pagi. Nah, pas lagi suntuk-suntuknya kemarin tuh, saya paksakan untuk jalan. Dari OGDC ke Billionth Barrel Monument lumayan dapat 2 km. Alhamdulillah, habis itu kepenatan saya agak berkurang. Tapi ganti capek. Trus tidur sebentar. Abis itu semangat lagi deh mengerjakan pekerjaan rumah.

Nyalon Atau Pijat

Creambath, manicure pedicure, spa bisa banget membantu kita untuk melemaskan otot-otot yang kaku karena kecapekan mengerjaan pekerjaan rumah. Atau kalau nggak suka ke salon bisa panggil tukang pijat ke rumah. Malah enak kan, abis dipijat bisa langsung tidur. Trus semangat mengerjakan pekerjaan rumah lagi deh.

Piknik

Kalau memungkinkan, pergilah jalan-jalan. Boleh sendiri, boleh sama keluarga. Kadang kejenuhan itu bukan hanya karena aktivitas yang monoton, juga bisa karena merasa terkungkung di satu tempat yang sama setiap hari. Jadi carilah tempat yang baru, yang bisa bikin kita fresh lagi. Nggak perlu jauh-jauh sampai booking tiket pesawat ke Paris. Cukup cari tempat main di sekitar rumah yang belum pernah kita singgahi. Suasana baru dan aktivitas baru bisa bikin kita semangat lagi mengerjakan pekerjaan rumah tangga sesampainya di rumah.

Nah, itu dia beberapa tips dari teman-teman saya. Yang mau cek instastorynya bisa langsung klik aja link di atas ya. Intinya sih, kalau lagi benar-benar hilang semangat mengerjakan pekerjaan rumah, lakukan sesuatu yang bisa bikin kita rileks dan happy. Take care of yourselfPamper yourself. Membahagiakan diri sendiri itu nggak dilarang kok untuk ibu-ibu. Karena ibu yang bahagia akan membawa aura yang bahagia juga untuk keluarganya.

Setuju?

Happy Birthday, Dear Daughter

When I held you for the first time,
my life began to shine.
I knew then this life wasn’t just mine.

I would do what it takes,
To help you correct your mistakes.
To get by the challenges you may face.

For our freedom many have fought,
Somedays will be good, others will not.
Always thank God for the life you got.

The world isn’t perfect as you will see,
Having you here made it better for me.
When you’re in need, by your side I’ll be.

For you are my daughter for eternity.

Source: https://www.familyfriendpoems.com/poem/for-you-are-my-daughter-for-eternity

 

Memilih Kerudung Pashmina Yang Nyaman Untuk Ibu Berhijab

Sebagai macan ternak alias mama cantik antar anak yang salah satu tugas utamanya adalah mengantar jemput anak-anak sekolah, after school program, main di taman, playdate ke rumah teman dan aktivitas lainnya, seringkali saya bingung memilih pakaian yang tepat, apalagi sejak saya berhijab.

Kalau dulu sih gampang aja ya, pakai kaos sama celana sudah cukup untuk semua aktivitas seharian. Tapi sekarang, rasanya sudah nggak nyaman lagi pakai kaos dan celana yang cukup ketat. Sementara kemeja dan rok kadang terasa terlalu formal, belum lagi model hijab yang harus dikenakan juga harus disesuaikan dengan pakaian yang dikenakan dan aktivitas sehari-hari.

Memakai bergo atau jilbab instan tentu lebih praktis ya. Modelnya pun sekarang sudah bervariasi. Tapi, kadang saya juga ingin tampil beda terutama kalau ada kegiatan lain setelah antar anak sekolah seperti arisan, pengajian, rapat POMG atau sekadar sarapan bareng sahabat tercinta.

Boleh dong, sesekali mama tampil lebih cantik dari biasanya dengan kerudung pashmina atau kerudung segiempat. Masalahnya, nggak seperti kerudung segiempat yang lebih simpel dibentuk, kerudung pashmina kadang perlu usaha ekstra dan banyak jarum untuk membentuknya.

Karena itu, saya mengutamakan kenyamanan saat memilih kerudung pashmina sebagai paduan busana sehari-hari, di saat harus menghadiri acara setelah mengantar anak sekolah. Padahal tadinya saya suka asal aja memilih kerudung yang pada akhirnya numpuk di lemari karena ternyata nggak nyaman dipakai.

Supaya nggak mengulangi kesalahan yang sama, saya membuat panduan untuk diri saya sendiri dalam memilih kerudung pashmina untuk paduan busana sehari-hari saya, seperti ini:

1. Bahan

Karena biasanya kerudung akan saya gunakan dari pagi sampai anak-anak pulang sekolah sekitar pukul 1 siang, saya memilih bahan yang adem, nggak tipis tapi nggak terlalu tebal dan mudah dibentuk seperti katun, diamond crepe atau rayon. Bahan tersebut cocok untuk cuaca di hutan tropis yang bisa mencapai 35 derajat Celcius di siang hari.

kerudung pashmina, matahari mall

Apalagi di tempat saya tinggal nggak ada tempat makan atau kumpul-kumpul yang mewah, sehingga bahan seperti chiffon, sutera atau maxmara agak berlebihan untuk aktivitas sehari-hari. Tapi saya tetap punya kok kerudung pashmina dengan bahan istimewa tersebut untuk dikenakan pada acara-acara spesial.

2. Warna

Warna hitam, merah, krem, dan warna pastel jadi pilihan saya dalam menentukan kerudung yang akan saya pakai agar mudah dipadu padankan dengan koleksi pakaian saya. Warna-warna tersebut juga cocok dengan warna kulit saya agak agak gelap sehingga nggak keliatan kusam.

kerudung pashmina, matarahi mall

Untuk kulit putih, menurut para ahli busana, sebaiknya menggunakan kerudung berwarna gelap dan terang. Pemilik kulit putih juga disarankan menghindari warna nude dan pastel. Sedangkan pemilik warna kulit kuning langsat dianjurkan menggunakan kerudung berwarna pink, kuning atau biru muda. Warna-warna tersebut dapat membuat wajah nampak lebih cerah. Tapi hindari warna coklat gelap, krem atau hijau daun, ya.

Dan sahabat PojokMungil yang berkulit sawo matang lebih cocok menggunakan warna pastel dan gelap seperti hitam, biru tua atau merah tua supaya tampak lebih cantik serta hindari warna coklat yang mirip dengan warna kulit.

3. Style

Sebagai ibu-ibu yang rempong, banyaks sekali yang harus saya lakukan ngurusin di pagi hari. Mulai dari menyiapkan sarapan dan bekal, mandikan si bungsu, serta memastikan rumah sedikit rapi sebelum ditinggal pergi. Karena itu saya nggak punya banyak waktu untuk menggunakan kerudung dengan model yang aneh-aneh. Mending sisa waktu yang ada saya gunakan untuk mengaplikasikan produk perawatan wajah yang sekian langkah itu sampai meresap sempurna.

Jadi, saya lebih suka memilih model yang ringkas dan hanya membutuhkan nggak lebih dari tiga jarum atau peniti, seperti yang ada dalam video dari Sunsilk Indonesia ini:



Dengan tiga pertimbangan tersebut di atas, saya pun menyortir koleksi kerudung saya dan hanya menyimpan yang sesuai kriteria tersebut. Sedangkan sisanya saya hibahkan ke mbak yang kerja part time di rumah. Setelah disortir saya jadi lebih mudah lo, memilih kerudung yang akan saya kenakan. Nggak perlu lagi menghabiskan waktu berlama-lama di cermin untuk memadukan jilbab dengan pakaian, lumayan menghemat waktu banget.

Kalau sahabat PojokMungil biasanya punya pertimbangan apa dalam memilih kerudung untuk sehari-hari? Yuk share di kolom komen.

Keenan’s Field Trip To BSP Fire Station

Pemadam Kebakaran, Field Trip, BSP Fire Station, Panaga Brunei

Tanggal 22 November 2017 yang lalu, Keenan dan teman-temannya dari KG 2 CCMS diajak jalan-jalan atau istilah bulenya Field Trip ke Brunei Shell Petroleum Co Sdn Bhd (BSP) Fire Brigade. Murid-murid dari 4 kelas KG dibagi 2 sesi, jam 8 dan jam 10. Kebetulan Keenan dapat yang sesi siang. Acara ini dilakukan setelah ujian akhir tahun 2017, sebagai reward atas kerja keras anak-anak belajar dalam satu tahun tersebut.

Pada hari H, saya, Keenan dan kakak Cinta mendatangi BSP Fire Station yang terletak di Jalan Tengah, Panaga. Sempat bingung di mana bisa parkir mobil, karena lokasinya yang persis terletak di jalan besar dan nggak nampak ada mobil parkir di pelataran depannya. Setelah mengikuti mobil lain, baru tahu kalau ada gedung-gedung kecil dan tempat parkir di belakang bomba (sebutan fire station dalam bahasa Melayu). Keenan pun antusias sekali kepingin segera masuk ke dalam area bomba dan bergabung dengan teman-temannya yang sudah lebih dahulu datang.

pemadam kebakaran, bsp fire station, panaga brunei, field trip
Duduk manis mendengarkan safety briefing dari officer BSP Fire and Emergency Response

Sesampainya di dalam, anak-anak masih harus menunggu beberapa saat sebelum sesi siang dimulai. Kakak Cinta yang sudah pernah mengikuti acara serupa di stasiun pemadam kebakaran Seria pun mulai merasa bosan karena nggak ada temannya. Untuk mengusir kebosanannya, kakak pun ikut duduk di samping Keenan dan teman-temannya serta mengikuti berbagai aktivitas yang diberikan oleh para petugas dan officer BSP Fire Station.

Aktivitas dimulai dengan membagi murid-murid sesi siang ini ke dalam dua kelompok. Kelompoknya Keenan diajak untuk melihat aneka peralatan yang dipakai oleh para pemadam kebakaran, mulai dari baju sampai aneka selang. Anak-anak juga diberi kesempatan untuk mengenakan seragam pemadam kebakaran. Lucu deh, ada yang semangat seperti Keenan, ada yang mau coba lebih dari sekali, ada juga yang nggak mau.

pemadam kebakaran, bsp fire station, field trip
Aneka perlengkapan yang digunakan oleh pemadam kebakaran

Setelah itu, anak-anak diajak melihat truk pemadam kebakaran dan ambulance. Ternyata banyak sekali panel dan perlengkapan di fire truck ya. Saking banyaknya sampai saya nggak bisa mengikuti satu persatu penjelasan petugas tentang fungsi panel-panel tersebut. Fix lah jadi pemadam kebakaran itu selain perlu fisik yang kuat juga perlu keahlian khusus.

fire truck, bsp fire station, panaga brunei, field trip, pemadam kebakaran
Bagian dari BSP Fire Truck

Anak-anak juga diajak duduk di dalam ambulance sambil melihat isi di dalamnya. Jadi ingat pengalaman naik ambulance waktu lagi hamil besar Keenan bareng kakak Cinta hihihi. Setelah itu, kedua kelompok anak, guru dan orangtua dikumpulkan di pelataran belakang untuk melihat demonstrasi truk pemadam kebakaran mengeluarkan air dari selangnya.

BSP Fire Truck, mobil pemadam kebakaran, pemadam kebakaran, fire station, Panaga Brunei, field trip
Demo truk pemadam kebakaran

Acara berakhir pada pukul 11 dengan pembagian snack dan minum sambil mendengarkan sedikit cerita dari officer BSP Fire Station. Terima kasih CCMS dan BSP Fire Station. We had fun. Dan terima kasih untuk Borneo Bulletin yang sudah meliput acara kunjungan ke BSP Fire Station, kami jadi punya kenang-kenangan nih. Yaiy.

field trip, ide studi wisata, studi wisata anak TK, Panaga Fire Station, Seria, brunei
Studi wisata ke Panaga Fire Station diliput oleh Borneo Bulletin

Keseruan Field Trip ke Panaga Fire Station dalam video:

Serunya Belajar Futsal Bareng Balbalan Futsal Sidoarjo

balbalan futsal sidoarjo, futsal anak

Kira-kira 2 minggu menjelang keberangkatan saya dan anak-anak mudik ke Sidoarjo, saya membaca sebuah post di Instagram tentang trial futsal anak di Sidoarjo yang diselenggarakan oleh balbalan futsal Sidoarjo. Trial ini dalam rangka pembukaan kelas futsal anak balbalan futsal Sidoarjo, setelah sudah cukup terkenal di Surabaya. Nama klubnya sendiri cukup earcatching ya. Tahu kan kalau balbalan dalam bahasa Jawa artinya main bola.

Kebetulan, tanggal trialnya pas banget saat kami sudah di sana dan kelas yang dibuka waktu itu untuk usia 3-6 tahun. Saya pikir ini kesempatan bagus untuk Keenan mengenal salah satu olahraga favorit cowok. Jadi saya mendaftarkan Keenan untuk mengikuti free trial di tanggal 26 November itu.

Di hari H, Keenan semangat sekali pergi ke Althea Futsal Sidoarjo, meski saat kami sampai di sana peserta yang datang cuma 4 orang. Alhamdulillah ada 2 anak pemilik klub balbalan futsal yang ikut bergabung dengan latihan pagi itu jadi agak rame mainnya.

 

balbalan futsal sidoarjo, futsal anak

Serunya Main Futsal

Meski pesertanya cuma sedikit, para pelatih dari Balbalan Futsal tetap semangat lho. Dengan kesabaran luar biasa, mereka mengajak anak-anak kecil itu berlatih main futsal. Mulai dari pemanasan, belajar melompati halangan, menendang dan mengoper bola jadi materi futsal pagi itu. Tentu semua dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Para pelatih nggak pelit dalam memberi semangat dan ketika anak berhasil menyelesaikan satu challenge, mereka selalu diajak high five. Kan anak-anak jadi makin semangat ya.

Saking senangnya, 1 jam latihan jadi nggak terasa. Meski kulitnya jadi merah dan penuh keringat, Keenan keluar dari lapangan dengan wajah riang. Akhirnya, saya pun memutuskan untuk mendaftarkan Keenan sebagai member balbalan futsal biar dapat baju bola ada kegiatan selama mudik di Sidoarjo. Lumayan lah, ada 4 kali latihan yang bisa diikuti Keenan sebelum kami kembali ke Brunei kemarin.

Pada latihan kedua, Keenan sudah dapat seragam bolanya. Pas sepupunya juga ikut trial. Jadi dia semakin semangat latihan, meski mulai susah diajak berangkat dari rumah :))

Yang menarik menurut saya adalah melihat Keenan belajar mengikuti instruksi berbahasa Indonesia dan ternyata dia bisa, meski pelatihnya harus mengulang beberapa kali. Keenan juga belajar menunggu giliran, bekerja sama dengan teman dan punya kesempatan untuk berlari tanpa dilarang di lapangan futsal.

Di minggu keempat, Keenan mungkin satu-satunya yang rajin datang latihan tiap minggu. Kali ini yang latihan cuma 2 orang :)) Mungkin karena sudah mulai libur sekolah ya, jadi sudah pada bepergian. Tapi kata omnya yang nganter Keenan latihan, dia tetap semangat. Minggu ini adalah kali terakhir Keenan ikut latihan futsal bareng balbalan futsal Sidoarjo, karena tanggal 19 Desember kemarin kami sudah kembali lagi ke Brunei.

Sebenarnya saya berharap Keenan bisa melanjutkan latihan futsalnya karena mama berambisi jadi soccermom. Sayang, di tempat saya tinggal sekarang belum nemu klub futsal anak-anak yang nggak harus jadi member Sports Club dulu. Padahal, banyak sekali lho manfaat yang bisa didapat anak dari bermain futsal. Di antaranya adalah:

  • Menyalurkan Energi

Anak yang aktif seringkali perlu menyalurkan energinya. Olahraga atau bermain di alam terbuka bisa jadi pilihan yang tepat. Sayang kalau di kota besar sudah jarang ya ada taman bermain luar ruangan yang punya fasilitas untuk anak-anak berolahraga. Jadi ikut klub futsal bisa jadi salah satu pilihan anak untuk beraktivitas.

  • Melatih Kemampuan Motorik

Dalam futsal, anak-anak nggak cuma lari-lari ngejar bola. Mereka juga belajar keseimbangan tubuh, melatih refleks juga ketepatan menendang bola. Anak juga secara bertahap terlatih untuk menguasai bola, belajar ketepatan waktu mengoper dan menerima bola serta konsentrasi. Tentu ini nggak bisa didapat dalam 4 kali latihan seperti yang sudah dilakukan Keenan ya. Melainkan harus kontinu supaya bisa memperoleh manfaatnya.

  • Bersosialisasi

Futsal adalah olahraga tim. Dibutuhkan kerjasama yang baik antara pelatih dan pemain. Di sini anak-anak belajar untuk mendengarkan dan mengikuti instruksi pelatihnya, juga bekerjasama dengan temannya. Ya, untuk kelompok seumur Keenan mungkin belum bisa disuruh main bareng masukin bola ke dalam gawang sebagai tim. Pengalaman kemarin yang ada malah mereka rebutan bola untuk ditendang sendiri :)) Tapi, selalu ada sesi di mana pelatih minta anak-anak untuk belajar mengoper bola ke teman. Jadi ke depannya diharapkan mereka bisa main bersama, bukan lagi rebutan bola, yes.

Semoga kalau ada kesempatan, Keenan bisa main lagi sama teman-teman dan pelatih di balbalan futsal Sidoarjo. Untuk sekarang ini, sepertinya harus cari aktivitas lain untuk menyalurkan energi anak kecil yang seperti nggak ada habisnya ini. Bagi mama dan papa di Sidoarjo yang berminat mengikutkan anak-anaknya main futsal bareng balbalan futsal Sidoarjo tiap hari Minggu jam 9-10 pagi di Althea Futsal Sidoarjo, ikuti saja akun instagram @balbalanfutsal. Bisa langsung tanya ke sana juga untuk info pendaftarannya. Nggak nyesel deh ikutan futsal bareng balbalan futsal, seru.

Suka Duka Tahun Ajaran Sekolah 2017

Alhamdulillah, tahun ajaran 2017 sudah berakhir hari ini. Kakak Cinta tahun ini menyelesaikan Year 4 dan Keenan berhasil mengikuti pelajaran di KG 2. Insya Allah, pada bulan Januari 2018, Keenan akan duduk di bangku KG 3 dan kakak akan mulai mengikuti pelajaran di kelas 5.

Awal tahun ajaran di Brunei memang berbeda dengan di Indonesia yang mulai pada bulan Juli. Sedangkan seperti Malaysia dan Singapura, Brunei memulai tahun ajaran barunya di bulan Januari.

Tahun 2017 ini alhamdulillah banyak sekali pengalaman menarik yang dialami oleh Cinta dan Keenan di sekolah. Baik dari segi akademis maupun non akademis. Padahal, kami mengawali tahun ini dengan penuh kekhawatiran bagi Keenan dan penuh kepasrahan untuk Kakak.

Maklum, tahun 2016 kemarin, saya dan Keenan merasa tidak nyaman di sekolah yang lama, yang akhirnya membuat saya dan suami memutuskan untuk mengeluarkan Keenan dari sekolah itu dan memindahkannya ke sekolah yang sekarang. Ketika berdiskusi dengan kepala KG yang sekarang mengenai kondisinya Keenan, kami ragu bahwa Keenan akan mampu mengikuti pelajaran di KG2, bahkan sempat ada wacana supaya Keenan mengulang KG1. Tapi akhirnya Keenan diperkenankan untuk masuk KG2 dengan masa percobaan 1 term, lebih kurang 4 bulan, atau caturwulan kalau di Indonesia.

Masa percobaan itu kami lalui dengan penuh kecemasan. Pindah dari sekolah yang banyak mainnya ke sekolah yang lebih serius belajarnya dengan guru yang sangat disiplin dan tegas jadi ujian berat untuk Keenan. Sampai 2 minggu pertama sekolah, Keenan masih nggak mau saya tinggal. Namun, alhamdulillah sekolahnya yang baru ini punya kebijakan untuk membiarkan anak ditemani oleh orangtua atau pengasuhnya sampai mereka merasa nyaman. Jadi, pada 1 minggu pertama, hampir semua anak di kelas Keenan dan kelas bawahnya masih ditungguin orangtua atau pengasuhnya. Pada minggu kedua, Keenan mulai mau saya tunggui di luar kelas. Sampai pada minggu ketiga dia benar-benar mau ditinggal.

Sejak saat itu, banyak sekali kemajuan yang dicapai oleh Keenan. Mulai dari perkembangan kemampuan bahasanya, sosialisasinya sampai kemampuan akademisnya. Keenan yang tadinya sempat didiagnosa lambat bicara, sekarang alhamdulillah jadi cerewet sekali. Memang, jika dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mengalami speech delay masih cukup tertinggal, tapi jika dibandingkan dengan tahun lalu, wah sudah jauh berbeda. Tingkat konsentrasinya perlahan-lahan mulai membaik, untuk hal-hal yang dia sukai, Keenan mulai betah untuk duduk diam dan mengerjakannya selama lebih dari 10 menit.

Latihan-latihan rutin yang diberikan oleh guru kelasnya, membuat Keenan dapat mengenal dan menghafal angka 1-50. Penjumlahan sampai 5 dan sekitar 20 kata dalam huruf Cina. Bagi saya itu merupakan prestasi tersendiri. Keenan juga nampak menikmati bergaul dan bermain bersama teman-teman kelasnya, hafal satu per satu nama temannya di kelas dan dapat mengikuti instruksi dari gurunya.

Satu hal yang membuat saya tenang adalah, sampai hari terakhir sekolah, meskipun seringkali dia bilang nggak mau berangkat sekolah, begitu sampai di kelas dan bertemu teman-temannya, langsung lupa dengan rewelnya dan dengan senang hati menyuruh saya pulang. Berbeda sekali dengan tahun lalu yang seringkali histeris saat tiba di depan sekolah lamanya. Sampai di bulan-bulan terakhir sekolah tahun lalu, Keenan benar-benar nggak mau turun dari mobil dan sembunyi di balik kursi pengemudi supaya saya nggak bisa memaksanya turun. Hiks.

Sedangkan bagi kakak Cinta, tahun 2017 adalah tahun yang penuh dengan pengalaman baru. Dan hal itu berawal dari kesukaannya berbagai aktivitasnya di Year 3. Mulai dari mengikuti ICAS (International Competitions and Assessments for Schools) sejak Year 3, tahun ini kakak Cinta berhasil meraih nilai High Distinction dan mendapat Gold Medal untuk mata pelajaran ICT dan Distinction untuk pelajaran Bahasa Inggris.

Keberaniannya mengikuti lomba menyanyi di Year 3 juga membuat kakak percaya diri mengikuti Co Curricular Activities Choir dan mengantarkannya tampil di acara 79th School Anniversary Performance dan dipercaya mendapatkan bagian menyanyi solo di lagu Greatest Love of All yang dipopulerkan oleh Whitney Houston.

Nggak cuma itu, kakak juga berhasil memperoleh juara ke-2 untuk lomba mewarnai yang diselenggarakan sekolah bekerjasama dengan jaringan resto fastfood Jollibee dalam rangka perayaan Children Day.

Prestasinya ini membuat kakak jadi lebih dikenal oleh para guru, sehingga ia dipilih sebagai salah satu wakil sekolah untuk mengikuti Perarakan Jubli Emas Sultan Brunei Bertahta. Meskipun ternyata kakak dan teman-temannya gagal bertemu langsung dengan Sultan, tapi pengalaman tersebut menjadi kenangan manis bagi Cinta.

Photo Credit: CCMS Primary Seria

Dari segi akademis tidak banyak perubahan tapi ada perbaikan di beberapa mata pelajaran yang berbahasa Melayu. Cinta mulai lebih lancar dan percaya diri berbicara dan menulis dalam Bahasa Melayu dan tulisan Jawi sehingga nilai pelajaran Ugama dan Melayu Islam Beraja (MIB)nya meningkat dari tahun lalu.

Dari segi sosialisasi, Cinta juga mulai membuka diri untuk berteman dengan lebih banyak orang. Dari yang tadinya hanya punya 1 teman baik dari kelas 1, sekarang teman segengnya sudah lebih dari 3 orang. Begitu juga dengan teman di sekolah Ugama dan les mengaji.

Namun, meski banyak hal baik yang dialami oleh Cinta dan Keenan di tahun ajaran 2017, banyak juga hal-hal yang membuat mereka (dan mamanya) patah hati.

Bagi kakak, hal yang terparah adalah ketika dibully oleh teman-teman sekelasnya di Sekolah Ugama. Memang sejak masuk sekolah Ugama 3 tahun yang lalu, kakak nggak punya teman dekat. Dia selalu merasa teman-temannya menganggap dia aneh dan nggak mau berteman dengan dia. Tapi selama ini dia berusaha untuk nggak peduli meskipun beberapa kali mengadu diganggu oleh temannya.

Rupanya tahun ini gangguannya semakin parah, beberapa teman perempuan mulai melakukan gangguan secara fisik dan verbal. Mulai dari menyebut kata-kata yang tidak pantas kepada Cinta, menarik kerudungnya sampai terakhir sebelum sekolah berakhir, hadiah ulang tahun yang dia siapkan untuk temannya dan dia simpan di tas hilang. Cukup sering saya mendapati dia menangis saat saya jemput sekolah Ugama. Namun selalu saya beri semangat dan menguatkan mentalnya. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk bicara dengan guru kelasnya.

Alhamdulillah, cikgu cepat tanggap dan berjanji menegur para pelakunya (and she did) bahkan meminta maaf karena dia nggak tahu bahwa selama ini Cinta diganggu oleh teman-teman sekelasnya. Sejak itu, menurut Cinta, teman-temannya nggak ada yang mengganggu dia. Tapi tetap saja, dia lebih nyaman bersama teman baiknya dari kelas sebelah atau bersama kakak-kakak kelas yang nggak dia kenal saat menunggu saya menjemputnya pulang sekolah.

Dari segi pelajaran, ada penurunan nilai yang cukup signifikan untuk pelajaran Matematika. Biang keladinya adalah kurang konsentrasi dan kurang latihan. Sehingga saat ulangan atau ujian, banyak kesalahan remeh yang dia lakukan. Untuk itu, saya berencana untuk menambah waktu belajarnya tahun depan dan mengaktifkan lagi belajar online menggunakan IXL.

Satu lagi yang benar-benar membuat kakak patah hati adalah tahun ini dia kehilangan tiga teman baiknya sesama orang Indonesia. Mereka baru dekat sekitar setahun belakangan, ketika Cinta bergabung di grup ngaji anak-anak Indonesia. Meski berbeda sekolah, keempat anak ini (dan adik-adik mereka) cepat sekali akrabnya. Setiap selesai mengaji, biasanya mereka akan bermain bersama barang 1-2 jam sebelum pulang. Salah seorang temannya, kembali lebih dulu ke Indonesia pada bulan Mei dan menyusul 2 orang lagi di bulan November ini. Habis sudah sahabat baiknya sesama  orang Indonesia di Brunei ini. Hiks.

Sedangkan bagi Keenan, hal yang kurang menyenangkan adalah ketika harus mengikuti kelas tambahan untuk pelajaran Bahasa Melayu dan Bahasa Inggris. Bersyukurnya kedua guru untuk mata pelajaran tersebut adalah guru-guru favoritnya sehingga dia cukup dapat beradaptasi dengan harus tinggal di sekolah lebih lama saat teman-teman lainnya boleh pulang. Namun, namanya juga anak-anak, ada saatnya dia capek dan akhirnya tantrum saat harus mengikuti kelas tambahan.

Karena harus ikut remedial ini juga, Keenan nggak bisa ikut grup tari untuk pentas 79th School Anniversary sebab waktu latihan bentrok dengan jadwal ekstra classes. Awalnya dia sedih, tapi waktu nonton teman-temannya rehearsal, Keenan ikut semangat dan senang untuk mereka. Sayang dia nggak bisa ikut nonton grup paduan suara kakak dan grup tari teman-temannya tampil di acara 79th School Anniversary Dinner karena sakit dan harus tinggal di rumah.

Yah, begitulah suka duka di tahun ajaran 2017 ini. Tentu masih banyak hal yang nggak saya tuliskan di sini. Tapi ini cukuplah sebagai catatan penting, kenang-kenangan dan bahan evaluasi untuk tahun ajaran berikutnya. Saya bersyukur sekali tahun ini berdampingan dengan guru-guru yang sangat komunikatif dan suportif membimbing anak-anak di sekolah. Semoga dengan berbagai prestasi di tahun ini, kakak Cinta dan Keenan semakin semangat untuk menghadapi tahun ajaran 2018.