Pindah Rumah Bebas Stres, Mungkinkah?

Pindah rumah bebas stres, mungkinkah? Nggak mungkin! Setidaknya berdasarkan pengalaman saya 6 kali pindah rumah, rasanya nggak pernah nggak stres. Begitu juga ketika saya mengamati teman-teman saya yang harus pindah dari Brunei ke Indonesia maupun negara lain tujuan mereka selanjutnya. Beuh, yang namanya stres pasti ada.

pindah rumah

Begitu juga saat kami pindah rumah awal bulan Maret ini. Meskipun jarak rumah lama dan rumah baru cuma 2km tapi tetap aja stres. Apalagi barang yang harus dikemas kali ini jauh lebih banyak dari pindahan sebelumnya. Kalau dipikir-pikir ya, saya dan Cinta datang ke Brunei ini hanya dengan 2 koper ukuran besar. Lha setelah 7 tahun tinggal di sini jadi beranak pinak menjadi 4 koper besar, 4 koper kecil, beberapa traveling bag, dan berkotak-kotak kardus yang bisa memenuhi bak truk sepanjang 6 meter *tepok jidat*.

Kenapa Harus Pindah Rumah?

Sebenarnya niat pindah ini sudah ada sejak 3 tahun yang lalu. Meskipun rumah yang kami sewa itu cukup nyaman, tapi ada beberapa hal yang menyebabkan kami, khususnya saya, ingin pindah.  Sayangnya, karena berbagai hal niat tersebut belum juga terealisasikan. Padahal hampir setiap tahun kami berburu rumah atau apartemen baru.

Nah, tahun ini niat itu akhirnya terealisasikan. Peristiwa pencurian sampai 4 kali yang kami alami di rumah lama dalam jangka waktu 1 bulan, membuat kami mantap untuk pindah rumah. Alhamdulillah, kami pun mendapatkan rumah baru yang lebih nyaman di lokasi yang lebih baik. Meskipun jarak ke sekolah anak-anak jadi lebih jauh.

Rumah yang baru kami tempati ini biasa disebut apartemen meski secara bentuk lebih tepat disebut sharing house. Apartemen kami ini berupa satu rumah besar bertingkat 2. Masing-masing lantai memiliki 3 kamar tidur, ruang tamu, ruang makan, 2 kamar mandi, 1 toilet dan dapur sendiri. Jadi ya seperti apartemen pada umumnya, meski dalam 1 bangunan tetap terpisah.

Model apartemen atau rumah sharing seperti ini umum dijumpai di Kuala Belait, walaupun apartemen beneran yang berupa gedung bertingkat juga ada. Hunian berupa apartemen ini banyak jadi pilihan para pekerja asing karena biasanya sudah dilengkapi perabotan dan ada fasilitas maintenance. Sehingga penghuni nggak perlu repot-repot cari tukang lagi untuk benerin AC misalnya atau ledeng bocor. Tinggal bilang aja ke pemilik apartemen atau pengurus gedung untuk benerin yang rusak. Saya juga nggak perlu bayar listrik, air dan gas serta iuran sampah karena sudah termasuk dalam biaya sewa rumah. Praktis kan. Lumayan mengurangi beban pikiran emak rempong ini.

Pindah Rumah Minim Stres, Bisa!

Sempat sedih juga sih waktu mau pindah dari rumah lama. Maklum, kami tinggal di situ tepat 5 tahun. Pemilik rumah lama juga baik sekali, sepasang pensiunan yang sudah menganggap kami sebagai anaknya sendiri. Namun, kesedihan itu baru terasa waktu benar-benar mau pamitan dengan pemilik rumah sewa. Sejak kami menandatangani kontrak dengan pemilik rumah baru yang ada adalah perasaan bingung dan stres. Karena pindahan kali ini kami nggak cuma bawa badan dan baju. Justru banyak sekali yang harus dilakukan. Mulai dari jual perabotan rumah karena rumah baru sudah fully furnished, relokasi sambungan internet dari rumah lama ke rumah baru, relokasi tv berlangganan, packing, cari truk untuk angkut barang dan lain-lain.

pindah rumah

Kesannya sih gampang ya, tapi percayalah dalam waktu sebulan itu waktu, pikiran dan energi saya benar-benar habis untuk urusan pindah rumah ini. Apalagi saya benar-benar mengurus pindahan ini sendirian, karena anak-anak ya masih kecil dan suami kerja sehingga nggak bisa bantu saya packing, sementara si mbak asisten part time ya tugas utamanya bantu-bantu bebersih rumah aja.

Tapi alhamdulillah, berdasarkan pengalaman beberapa kali pindahan dari Sidoarjo ke Jakarta, Jakarta ke Sidoarjo lagi, Sidoarjo ke Parung, Parung ke Sidoarjo lagi, Sidoarjo ke Brunei dan Sg. Liang ke Seria saya mempelajari beberapa hal yang bisa membantu saya untuk pindahan dengan lebih smooth. Meski nggak membuat saya bebas stres tapi dengan melakukan beberapa cara ini setidaknya proses pindahan jadi lebih bearable.

Mau tahu apa saja yang bisa kita lakukan untuk mempermudah pindah rumah? Ini dia caranya:

1. Mulai Lebih Awal

Saat tahu kami akan pindah rumah, seorang sahabat sudah mengingatkan saya untuk mulai mengemas barang sedini mungkin dan memindahkan barang-barang ke rumah baru secara bertahap. Oleh karena itu, sejak kami menandatangani kontrak sewa rumah baru, saya mulai berbenah. Hampir setiap ada waktu luang saya memilah-milah barang yang bisa disimpan lebih dulu di dalam kardus dan barang-barang yang harus dibuang. Sehingga dalam 2 minggu pertama, rumah kami sudah penuh kardus dan nampak berantakan sekali hahaha.

pindah rumah

Karena rumah lama dan rumah baru jaraknya dekat, setelah pemilik rumah baru memberi kunci rumah, saya pun memindahkan dan menata barang-barang sedikit demi sedikit. Mulai dari yang ringan dan paling jarang dipakai dulu, seperti mainan anak-anak dan barang dapur yang hanya dipakai sesekali. Cara ini juga bikin saya hemat kardus, karena kotak-kotak plastik dan kardus-kardus dari barang yang sudah dipindahkan ke rumah baru bisa saya gunakan lagi untuk menyimpan barang-barang lain di rumah lama.

2. Siapkan Perlengkapan Untuk Pindah Rumah

Kardus, selotip, plastik sampah, gunting, tali dan kertas pembungkus barang pecah belah harus sudah siap saat kita mau packing barang. Alhamdulillah, sahabat-sahabat yang sudah pindah dari Brunei suka ngasih kardus khusus pindahan yang besar dan bahannya tebal saat mereka packing, sehingga saya nggak perlu beli lagi, karena kalau beli harganya lumayan mahal. Sehingga saat saya mulai berkemas, kardus dan teman-temannya sudah siap untuk digunakan. Irit waktu dan mengurangi beban pikiran. Jazakunnallahu khairan, My dear sisters.

3. Pilah Barang Sesuai Peruntukannya dan Beri Label

Sebenarnya urusan memilah barang ini tergantung selera ya. Ada yang mengumpulkan barang berdasarkan jenisnya atau kebutuhannya. Kalau saya selain memilah barang berdasarkan jenisnya juga berdasarkan kepemilikannya. Misalnya, buku milik saya dan suami yang akan diletakkan di ruang kerja saya pisahkan dengan buku anak-anak yang akan diletakkan di kamar mereka masing-masing. Begitu juga dengan mainan Keenan saya simpan dalam kardus terpisah dari mainan kakak. Pakaian pun saya simpan dalam koper yang berbeda. Lantas masing-masing kardus diberi label misalnya: Mainan – Kamar Keenan, Buku – Ruang Depan, Alat Masak – Dapur, Peralatan Papa – Ruang Depan, dll.

pindah rumah

Jadi, waktu diangkut ke rumah baru, bisa langsung diletakkan di ruangan yang berbeda. Sehingga nggak semua kotak dan koper numpuk di satu ruangan di rumah baru. Cara ini juga memudahkan saya saat unpacking. Karena semua sudah tinggal menyusun di tempat yang tepat. Dengan metode ini alhamdulillah dalam waktu kurang dari 3 minggu, 90% barang kami sudah tersusun rapi di tempatnya.

4. Decluttering

Menilik pengalaman teman-teman yang sudah lebih dulu pindahan dan merasa repot dengan banyaknya barang yang tersimpan di rumah mereka meski sebenarnya sudah nggak terpakai, momen pindahan ini juga kami gunakan untuk meminimalkan barang-barang yang kami miliki. Secara kalau waktunya kembali ke Indonesia nanti kami nggak dapat container dari perusahaan, mau nggak mau nggak banyak barang yang bisa kami bawa balik. Daripada repot nanti mendingan dicicil dari sekarang kan.

Walaupun sebenarnya setiap 6 bulan saya sudah berusaha untuk decluttering barang-barang yang ada di gudang, mainan anak-anak, buku dan baju. Ternyata masih aja tetap banyak banget barang kami. Hadeeeuh.

Jadi saat memilah barang, harus benar-benar selektif. Selain karena di rumah baru nggak ada gudang, saya berusaha agar barang yang kami bawa benar-benar barang yang kami butuhkan dan atau spark joy. Perabotan rumah sebagian besar kami jual. Meski agak pedih hati ya karena harga jualnya jatuh banget. Tapi lumayan lah hasil penjualannya bisa untuk operasional pindahan seperti bayar sewa truk, beli perlengkapan bersih-bersih dan rak-rak baru serta bayar ongkos lembur mbak asisten paruh waktu.

decluttering, pindah rumah, gilmore girls, sparks joy
sepertinya Marie Kondo terinspirasi dari Emily Gilmore nih

Sedangkan barang-barang yang nggak kami butuhkan lagi namun masih bagus saya titipkan ke mbak asisten paruh waktu untuk dikasih ke siapa aja yang membutuhkan. Sementara barang yang sudah nggak layak guna tapi disimpan karena sayang meski sebenarnya sudah nggak spark joy terpaksa dibuang. Dan ternyata ya selama ini kami menyimpan banyak sekali ‘sampah’. Dengan begini saat pindah ke rumah baru, nggak ada lagi sampah yang kami bawa.

5. Minta Bantuan Orang Lain

Tinggal jauh dari keluarga bikin kami harus mandiri kan. Tapi bukan berarti nggak bisa minta bantuan dari siapa-siapa. Anak-anak saya kerahkan untuk memilah mainan dan buku-buku yang mau mereka simpan, sedangkan mbak asisten paruh waktu saya tambah jam kerjanya untuk membersihkan rumah baru sebelum kami tempati.

pindah rumah
Cinta dan Keenan mengemas barang-barangnya sendiri

Bantuan lain seperti rekomendasi truk untuk pindahan, menyebarkan info bahwa kami menjual perabotan rumah juga kami pinta dari rekan kerja suami dan teman-teman saya. Bahkan bantuan spiritual seperti doa dari orang tua dan keluarga kami juga sangat bermanfaat dalam memperlancar proses pindahan ini.

Mencari truk untuk pindahan ini punya kesan tersendiri untuk saya. Saat mulai cari info rental truk, banyak yang menyarankan agar kami mencari sesama orang Indonesia aja. Tapi ini nggak gampang ternyata. Bahkan sampai H-1 pindahan saya belum juga mendapatkan truk. Alhamdulillah, malam itu suami mendapat rekomendasi dari teman kerjanya. Setelah saya hubungi, harga yang dia minta lebih mahal dari jasa sewa truk yang lain. Selisihnya sampai $20.

Walaupun sempat ragu, akhirnya kami memutuskan untuk menyewa jasanya. Dan alhamdulillah nggak menyesal meski bayar lebih mahal karena memang kerja mereka bagus sekali. Bahasa juga nggak jadi masalah karena sama-sama orang Indonesia, malah kami berasal dari satu provinsi. Saya dari Sidoarjo, masnya itu dari Blitar. MasyaAllah, pokoknya saya dan suami seneng banget dengan cara kerja mereka.

6. Membersihkan Rumah Baru Sebelum Ditempati

2 kali pindah rumah selama di Brunei ini, selain mencicil memindahkan barang, hal yang penting bagi saya adalah membersihkan rumah baru sebelum ditempati. Rumah yang lama kosong tentu kotor ya dan membersihkan rumah kosong tentu lebih mudah daripada yang sudah penuh dengan kardus dan koper. Walaupun menurut si Mbak sih lebih melelahkan membersihkan rumah kosong.

Dengan 6 hal yang tersebut, alhamdulillah pindah rumah kami berjalan lebih lancar. Kendala dan stres tentu tetap ada, tapi masih bisa diatasilah. Meski begitu saya berharap semoga setidaknya kami bisa tinggal di rumah ini minimal sampai 1 tahun lagi. Karena kalau harus packing dan pindah lagi dalam waktu dekat rasanya saya nggak sanggup hahaha.

Alhamdulillah anak-anak yang tadinya nggak mau pindah dari rumah lama sekarang justru suka banget dengan rumah barunya. Terutama si Kakak yang mendapatkan kamar terbagus di rumah ini. Saya masih beradaptasi dengan jarak tempuh rumah dan sekolah. Juga masih bingung menyimpan perlengkapan bebersih dan beberapa kotak yang berisi peralatan milik suami karena nggak punya gudang lagi. Serta masih harus membiasakan anak-anak untuk nggak lari-larian dan bersuara keras di malam hari karena akan mengganggu tetangga di bawah kami.

But so far we’re happy. InsyaAllah rumah baru ini lebih aman dan nyaman. Dekat juga dengan masjid besar di daerah Pandan 7, sehingga suara adzan kadang masih terdengar. Karena kami tinggal di lantai atas, kalau pagi masih suka terdengar suara burung berkicau. Alhamdulillah.

 

 

 

 

7 Cara Agar Resolusi Tahun Baru Berhasil Dilaksanakan

resolusi tahun baru

Yak, siapa yang tiap akhir tahun bersemangat bikin resolusi tahun baru tapi selalu gagal melakukannya di tengah jalan?

Sayaaa!!!

Eh, bener nih cuma saya aja? Yakin? Atau nggak mau ngaku aja? Hayooo…

Tapi yah begitulah. Saya mah orangnya suka semangat saat bikin resolusinya, menggebu-gebu banget lah. Pengennya semua hal yang jelek dari diri saya diubah dan diganti dengan yang lebih baik dalam waktu sekejap. Namun, saya lupa kalau kebiasaan-kebiasaan yang sudah terbentuk bertahun-tahun itu nggak mungkin dihilangkan hanya dalam waktu 1 bulan. Jadi, ketika saya nggak berhasil melakukan salah satu hal dalam daftar resolusi saya, misalnya skip olahraga 1 kali dari target 3 kali seminggu, langsung patah semangat. Dan akhirnya memutuskan untuk berhenti melakukan resolusi tersebut.

Baca juga: Resolusi terakhir yang pernah saya buat dan gagal.

Karena itulah beberapa tahun belakangan ini saya nggak lagi membuat resolusi tahun baru. Males euy, paling juga gagal lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Lagipula kalau saya niat memperbaiki diri nggak perlu nunggu tahun baru lah. Kapan aja saya mau pasti bisa. Iya nggak?

resolusi tahun baru, ika natassa quote, the architecture of love

Tapi tema nulis bareng RB Literasi Ibu Profesional Asia bulan ini seakan menantang saya untuk mencoba membuat lagi resolusi tahun baru. Tadinya sih pengen nulis yang biasa-biasa aja ya. Seperti: pengen kurus, lebih sabar, pengen umroh, pengen bisa lebih sering nulis di blog dan baca buku. Gitu-gitu deh.

Cuma, kalau begitu doang naga-naganya bakal gagal di minggu kedua bulan Februari nih. Jadi saya mencoba menulis resolusi tahun 2019 dengan lebih serius dengan harapan bisa konsisten menjalankannya sampai akhir tahun.

Resolusi Tahun Baru

Sebenarnya apa sih resolusi itu? Dan apa pentingnya bikin resolusi di akhir atau awal tahun?

Menurut Wikipedia:

Resolusi tahun baru adalah sebuah tradisi yang dilakukan di akhir tahun atau awal tahun. Di mana seseorang memutuskan untuk mengubah sifat atau perilaku yang nggak disukai di tahun sebelumnya, untuk mencapai tujuan pribadi atau memperbaiki kehidupan mereka.

Karena ini adalah tradisi jadi boleh dilakukan boleh enggak. Bebas aja ya. Meski ternyata membuat resolusi tahun baru sebenarnya cara yang baik dan produktif untuk menetapkan tujuan dan niat untuk tahun baru. Sebab, dengan membuat resolusi, kita bisa:

  1. Punya motivasi untuk menyambut tahun baru.
  2. Punya target yang jelas tentang hal yang ingin kita capai.
  3. Punya pengingat saat kita mulai melenceng.
  4. Punya bahan evaluasi atas hal-hal yang sudah kita lakukan di tahun tersebut.

Nah, supaya resolusi kita saya nggak gagal di tengah jalan seperti tahun-tahun sebelumnya, saya mencoba mencari tahu apa saja yang harus dilakukan saat membuat resolusi tahun baru. Dan inilah cara yang bisa kita terapkan supaya resolusi yang kita rencanakan itu berhasil.

7 Cara Agar Resolusi Tahun Baru Berhasil Dilaksanakan

1. Tulis Resolusi Tersebut.

Menurut Elizabeth Ward, PhD yang dikutip oleh self.com, orang yang menuliskan resolusi mereka akan punya rasa tanggung jawab yang lebih besar untuk melaksanakannya. Sehingga mereka memiliki kesempatan yang lebih banyak juga untuk mencapai tujuan mereka.

2. Mulai Dari Hal Yang Kecil

Punya resolusi untuk turun berat badan 10 kg dalam 3 bulan atau nggak pernah marah sama sekali ke anak-anak itu impian saya. Tapi saya sadar kok kalau itu nggak mungkin dicapai dalam waktu singkat.

Lebih baik kita mulai dari hal-hal yang kita yakin bisa kita capai. Ubah 1 perilaku dalam 1 waktu. Misalnya, turun BB 5 kg dalam 1 tahun dengan cara olahraga rutin 3x seminggu dan memperbanyak makan sayur sepertinya lebih mungkin dilakukan.

3. SMART (Spesific, Measurable, Achievable, Realistic, Timely)

Metode yang diperkenalkan oleh George T. Doran ini saya pelajari di kelas Matrikulasi Ibu Profesional. Cara ini InsyaAllah membantu kita dalam membuat resolusi tahun baru yang bisa kita lakukan sepanjang tahun.

resolusi tahun baru, smart

Baca juga deg-degannya saya saat akan mengikuti program matrikulasi Ibu Profesional Batch 6.

4. Bikin Plan atau Jadwal

Setelah kita menuliskan semua hal yang ingin kita capai di tahun depan dengan SMART, waktunya kita menyusun rencana. Masukkan aktivitas yang harus kita lakukan untuk mencapai tujuan tersebut dalam agenda harian kita.

Misalnya saya ingin menjadi blogger profesional. Tahap pertama adalah rutin blogging, minimal 1 kali dalam 1 minggu. Untuk itu saya perlu mengalokasikan waktu 1 jam sehari untuk blogging dengan rincian aktivitas sebagai berikut:

blog weekly planner, resolusi tahun baru

Silakan unduh template rencana blogging mingguan ini di: http://bit.ly/blogplannerAlfa

Atau saya ingin olahraga 3 kali seminggu tapi juga ingin puasa sunnah 2 kali seminggu, dengan menuliskan di jadwal mingguan, dua aktivitas itu bisa dilakukan di hari yang berbeda. Karena lari saat puasa tentu menyiksa diri saya, kalau dipaksakan di hari yang sama bisa-bisa keduanya nggak akan saya lakukan.

5. Jangan Memaksakan Diri

Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT (dan warganet yang maha benar). Jadi meski kita sudah menyusun resolusi seSMART mungkin dengan jadwal sebaik mungkin, siapkan mental kita untuk hal-hal yang terburuk. Sebagai orang yang (agak) perfeksionis, saya sering merasa kecewa saat rencana yang saya buat nggak berjalan sesuai keinginan saya. Karena itulah suami saya sering mengingatkan, always hope for the best but prepare for the worst.  Begitu juga saat menjalankan resolusi tahun baru kita.

Akan ada saat kita sakit sehingga nggak bisa olahraga selama satu minggu. Atau suasana hati sedang buruk sekali sehingga setelah 3 hari sukses nggak marah ke anak-anak, hari ini kelepasan marahin mereka. Bisa juga gagal makan sayur dan buah secara rutin karena pergi liburan yang nggak memungkinkan kita menjalankan pola makan seperti saat di rumah. Atau ya lagi males aja gitu. Nggak papa. Jangan lantas merasa seluruh usaha kita menjalankan resolusi itu gagal.

resolusi tahun baru

Semua orang punya pasang surutnya kok. Jadi ketimbang berhenti di tengah jalan, lebih baik kita catat dan pelajari penyebab kesalahan itu. Lalu kembali lagi ke jalan yang benar sambil berusaha menghindari penyebab kegagalan tersebut.

6. Evaluasi

Evaluasi aktivitas kita dan hasil yang kita capai setiap beberapa waktu. Idealnya 3 bulan sekali. Seperti anak sekolah ya, tiap term ada evaluasinya. Begitu juga dengan resolusi tahun baru kita. Dengan melakukan evaluasi, kita jadi tahu mana resolusi yang sesuai track dan bisa diteruskan sampai akhir tahun, mana yang sebaiknya kita tunda di tahun berikutnya.

7. Minta Dukungan Dari Orang Lain

Kalau kita sendiri merasa kewalahan atau merasa nggak mampu mencapai tujuan kita seorang diri, mintalah dukungan dari orang-orang terdekat. Hal itu akan membuat kita akan lebih termotivasi untuk menyelesaikan resolusi yang kita buat. Atau kita juga bisa meminta bantuan profesional seperti psikolog. Jangan takut berkonsultasi ke psikolog. Mereka nggak cuma membantu orang-orang yang memiliki masalah kesehatan mental kok. Justru psikolog bisa membantu kita menyusun strategi untuk mencapai tujuan kita.

Nah dengan mempraktikkan 7 cara tersebut, InsyaAllah resolusi tahun baru kita nggak cuma angan-angan semu di awal tahun ya.

Resolusi 2019 Ala Saya

Saya sendiri akhirnya memutuskan nggak bikin resolusi yang benar-benar baru untuk tahun depan. Sekadar memperbaiki indikator ibu profesional serta misi hidup dan produktivitas yang saya buat untuk Nice Homework #2 dan #8 program matrikulasi Ibu Profesional. Karena menurut saya itu sudah mencakup tujuan utama saya, yaitu menjadi pribadi, istri dan ibu yang sehat, bahagia, produktif dan bermanfaat bagi keluarga.

resolusi tahun baru

 

Untuk tahun 2019 ini, prioritas utama saya adalah mendampingi anak-anak belajar karena si kakak akan menjalani PSR (Peperiksaan Sekolah Rendah) di akhir tahun 2019. Sementara adik tahun ini masuk Primary School di usianya yang masih terlalu muda sebenarnya. Sehingga mereka pasti memerlukan kehadiran saya lebih intens lagi.

Selain itu saya juga ingin fokus meningkatkan ketrampilan saya di bidang blogging sehingga bisa menjadi blogger profesional. Dalam arti bisa mendapatkan penghasilan secara rutin lagi dari menulis blog dan konten yang beberapa tahun ini saya tinggalkan.

But once again, meski tradisinya resolusi ini dibuat di akhir tahun untuk dilaksanakan sepanjang tahun depan, saya nggak ngoyo untuk memulai semua ini serentak di hari pertama bulan Januari 2019. Euforia tahun baru yang bertepatan dengan hari pertama anak masuk sekolah di tahun ajaran baru bisa membuat saya hilang fokus. Ya, meskipun saya nggak merayakan tahun baru, sudah nggak kuat euy begadang demi nungguin detik-detik pergantian tahun. Bagi saya pribadi, akan lebih baik kalau kita memilih hari di mana kita cukup istirahat, semangat dan dikelilingi oleh orang-orang yang positif sebagai titik awal pelaksanaan resolusi.

Untuk itu saya memilih untuk mengerjakan satu per satu dalam periode waktu tertentu. Seperti yang saya tulis di atas, one step at a time, start small.

Mohon doanya supaya saya bisa konsisten melaksanakan resolusi tahun baru saya ini, ya. Kalau resolusi teman-teman-teman untuk tahun 2019 apa aja nih?

 

5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Blogger Tentang Membuat Vlog

lemari pojok, blog lemari pojok, lemaripojok.com, retno kusumawardani, blogger perempuan, arisan link, youtuber, blogger

Jadi blogger itu harus mau mengembangkan diri ya, supaya bisa bertahan di tengah ramainya dunia blog sekarang ini. Selain kualitas tulisan yang baik (baca: enak dibaca), blogger sekarang juga dituntut untuk bisa membuat infografis dan menyajikan foto-foto yang jernih sebagai pendukung artikel-artikelnya di blog. Apalagi yang suka ikut lomba blog, dua hal itu tentu bisa jadi nilai tambah di mata juri ya.

Tapi beberapa blogger merasa belum cukup puas dengan menyajikan tulisan yang baik lengkap dengan infografis dan foto, sehingga mereka merambah ke video blog atau yang lebih dikenal dengan istilah vlog. Vlog ini biasanya digunakan blogger untuk memberikan info yang lebih jelas kepada pembacanya tentang apa yang mereka tulis, khususnya tulisan untuk launching produk, resensi dan tutorial kosmetik sampai review tempat wisata.

Video-video yang diunggah di YouTube dan disematkan di tulisan pada blog ini juga bisa dimonetize lho, sehingga blogger dapat memperoleh penghasilan tambahan dari video yang dilihat oleh pembaca blognya. Selain itu vlog juga dapat mendukung branding kita sebagai blogger, meningkatkan traffic blog serta menambah subscriber atau follower blog. Menarik ya. Hal inilah yang dilakukan oleh Retno Kusumawardani, blogger Malang yang aktif menulis di blog http://www.lemaripojok.com.

Berawal dari sekadar iseng, Retno membuat akun di YouTube untuk menyimpan video-video dari akun Smule-nya. Kemudian ibu dari Atha, Ai dan Aksa ini mengunggah video untuk diikutsertakan ke Giveaway yang diadakan oleh Pakde Cholik, pemilik blog www.abdulcholik.com. Sejak itu, Retno mulai rajin mengunggah video di YouTube untuk kemudian disematkan ke artikel blognya seperti review Redwin Sorbolene Moisturizer dan Romantisnya Westlake Resort Jogja. Selain itu ada beberapa video menarik yang diunggah Retno tapi sayangnya nggak ditulis di blog, padahal sudah ditonton sebanyak lebih dari 2000 kali di YouTube, yaitu tutorial membuat pigura dari kertas ala mas Atha.

Tanpa video pun, blog Lemari Pojok sudah cukup menarik. Berkategori lifestyle yang fokus pada review dan parenting, tulisan Retno menarik untuk dibaca. Tema blognya pun enak dilihat dan cukup mudah untuk mencari artikel yang kita inginkan karena label tiap tulisan tersusun rapi di sisi kanan blog. Yang paling saya suka dari blog Lemari Pojok ini adalah blogpost berlabel beauty. Mungkin karena bukan beauty bloher, semua yang ditulis Retno mudah saya pahami sebagai emak-emak yang awam di dunia skin care dan kosmetik. Semua informasi yang saya butuhkan tersaji di situ.

Artikel yang memiliki banyak viewer di blog lemaripojok nggak jauh-jauh dari tempat wisata dan multivitamin untuk anak. Khas blog bertema parenting ya. Tapi yang nggak kalah menarik adalah artikel-artikel yang berisi resep masakan dengan label camilan, mulai dari yang sulit (bagi saya) seperti roti sampai tahu aci favorit saya. Duh, bikin pengen langsung main ke Malang dan minta dibikinin gitu hahaha. Coba deh aneka resep ini dibikin video sederrhana langkah-langkah masaknya trus diupload ke YouTube mungkin akan semakin banyak pembaca tulisan itu ya.

retno kusumawardani, blogger, youtuber, blogger perempuan, arisan link, lemaripojok.com, lemari pojok, blog lemari pojok

Menurut Retno, bikin vlog itu susah susah gampang, apalagi untuk ibu-ibu sok rempong macam kami. Mengatur mood dan waktu untuk ngeblog aja sudah ngos-ngosan apalagi harus ditambah dengan vlog yang memang cukup menyita waktu. Tapi bagi teman-teman pembaca Pojok Mungil yang ingin merambah dunia vlogging, beberapa tips yang berhasil saya kumpulkan dari beberapa sumber ini mungkin bisa dipraktikkan. Yuk belajar sama-sama:

lemari pojok, blog lemari pojok, lemaripojok.com, retno kusumawardani, blogger perempuan, arisan link, youtuber, blogger

5 Hal yang Harus Diperhatikan Blogger Tentang Membuat Vlog.

  1. Tujuan Lo Apa?

Seperti menentukan kategori blog, kita juga harus punya tujuan saat akan membuat kanal YouTube. Tentunya yang mendukung konten blog kita ya. Misalnya sebagai beauty blogger, kita khususkan vlog kita pada review kosmetik, skin care dan tutorial make up. Food blogger bisa mengunggah resep-resep yang ia praktikkan atau tempat makan yang dicoba. Atau emak-emak blogger parenting kaya saya dan Retno misalnya bisa mengisi vlognya dengan tutorial bikin mainan anak atau ya review buku bacaan untuk anak, tempat wisata dan event khusus di sekolah anak. Yang penting vlog ini harus bermanfaat bagi blog kita. Kalau enggak rugi lho, secara bikin vlog itu melelahkan hehehe.

  1. Maksimalkan Penggunaan Gadget Kita

Punya mirrorless atau kamera DSLR yang memiliki fungsi merekam video tentu jadi nilai plus karena video yang dihasilkan pasti akan bagus. Tapi ada istilah it’s the man behind the gun. Jadi jangan kecil hati kalau nggak punya gadget canggih. Ponsel jaman sekarang pun dilengkapi dengan fitur video, dan itu bisa kita manfaatkan untuk bikin vlog. Untuk mendapatkan video yang baik pelajari juga teknik lighting dan cara-cara merekam video dengan ponsel. Banyak tutorialnya di YouTube maupun webinar yang bisa kita ikuti.

  1. Belajar Basic Video Editing

Bikin vlog yang bagus nggak cuma rekam trus unggah ke YouTube. Coba deh lihat video-video di YouTube yang kita suka dan betah ngeliatnya, pasti kualitasnya bagus dan sudah diedit dengan baik. Mengedit video sebenarnya paling bagus pakai laptop dengan aplikasi seperti iMovie, Windows Movie Maker atau Final Cut Pro X dan Adobe Premier yang hampir semuanya berbayar. Tapi kita juga bisa menggunakan aplikasi di ponsel seperti iMovie dan Viva Video, tentunya kalau beli edisi premium bisa lebih bagus pilihan editingnya. Kalau mau yang gratis, langsung aja pakai YouTube editor.

  1. Tulis Blogpost yang Bisa Memuat Video Kita atau Sebaliknya, Buat Video yang Mendukung Blogpost Kita.

Kalau tujuan kita membuat video di YouTube untuk meningkatkan view blogpost, jangan lupa tuliskan link artikel kita di deskripsi video, begitu juga dengan link semua media sosial kita. Sebaliknya jangan lupa ajak pembaca blog kita untuk subscribe dan like video kita untuk meningkatkan viewer kanal YouTube. Seperti video Retno tentang membuat pigura dari bubur kertas itu kalau dibuat blogpost dan linknya dicantumkan di deskripsi video tentu akan membuat penonton vlog mengunjungi blognya dan meningkatkan trafficnya.

  1. Konsisten

Kalau ini PR banget nggak sih? Jangankan bikin vlog, ngeblog aja masih moody hihihi. Tapi percaya deh blogger yang konsisten menulis di blog tentu akan punya pembaca setia, begitupun vlog. Menurut blogger/vlogger yang sudah profesional, minimal 1 bulan sekali deh kita bikin vlog untuk disematkan ke blogpost kita. Semakin sering bikin vlog, semakin mudah juga katanya. Dari yang tadinya bingung mau ngomong apa jadi lebih terbiasa dan nggak gagap lagi. Yang awalnya videonya ala kadarnya jadi lebih semangat untuk belajar editing supaya lebih menarik dan enak dilihat. Jadi nggak boleh ada kata malas ya! Practice makes perfect! *ngomong sama kaca*

 

 

Menjadi Penulis Konten Plus Ala Rahayu Pawitri

rahayu pawitri, blogger perempuan, lifestyle blogger, content writer, penulis konten, arisan link

Kenapa sih blog pojokmungil sering membahas tentang content writer?

Padahal yang punya blog juga nggak jago-jago amat nulis kontennya.

Ya, karena kebanyakan blogger selain memonetize blognya, juga mengembangkan keahlian menulisnya dengan menulis untuk konten web lain. Seperti teman-teman blogger saya di grup V arisan link Blogger Perempuan. Salah satunya adalah pemilik blog http://rahayupawitriblog.com.

Wiwit, panggilan kesayangan kami untuk ibu satu anak ini, memiliki blog berniche lifestyle. Namun, ibu satu ini nggak berpuas diri hanya dengan menjadi seorang blogger. Berawal dari kesukaannya menulis dan belajar hal baru, Wiwit pun mengembangkan dirinya menjadi content writer dan transalator. Bukan hal yang istimewa mungkin, karena sekarang banyak sekali content writer di Indonesia. Namun, Wiwit nggak mau jadi content writer biasa. Ia bertekad untuk menjadi content writer plus plus alias penulis konten yang juga menguasai banyak hal untuk menunjang profesinya tersebut.

rahayu pawitri, blogger perempuan, lifestyle blogger, content writer, penulis konten, arisan link

Apa saja sih yang diperlukan untuk menjadi penulis konten paket lengkap? Ini dia yang dimiliki oleh ibu dari Hana ini:

  1. Mampu Menulis dengan Baik

Menulis dengan baik itu nggak mudah. Selain harus menguasai EYD, penulis konten juga harus dapat merangkai tulisannya supaya menarik perhatian dan mempersuasi pembaca. Hal ini bisa kita temui di artikel-artikel dalam blog rahayupawitriblog.com. Tulisan yang padat dan langsung mengena pada intinya membuat kita mudah memahami maksud yang hendak beliau sampaikan. Maklum sih, Wiwit berpengalaman menulis untuk web parenting The Asian Parent Indonesia.

  1. Menguasai SEO

Menulis dengan baik saja ternyata belum cukup bagi seorang penulis konten. Ia pun harus mampu menghubungkan aneka kata kunci atau keyword pada tulisannya agar mudah dikenali oleh mesin pencari sehingga tulisan mereka selalu berada di halaman pertama search engine. Hal ini biasanya kita kenal dengan istilah SEO (Search Engine Optimation) atau proses peningkatan visibilitas sebuah website di mesin pencari. Kalau saya masih tertatih-tatih mempelajari hal ini, berbeda dengan Wiwit yang sudah terlatih menggunakan pakem-pakem SEO yang ia pelajari saat menjadi penulis untuk The Asian Parent Indonesia.

  1. Menguasai Bahasa Inggris atau Bahasa Asing Lain

Menguasai bahasa asing tentu menjadi nilai plus bagi penulis konten, apalagi kalau kita memang berniat mengembangkan sayap ke dunia digital international. Meskipun kemampuan bahasa Inggrisnya sudah cukup baik yang dibuktikan dengan pekerjaannya sebagai translator, Wiwit tetap berusaha mengasahnya dengan mengikuti kursus bahasa Inggris secara online dengan memanfaatkan teknologi Whatsapp.

  1. Mengerti Seluk Beluk Website

Apalah istimewaanya seorang blogger dan penulis konten kalau hanya bisa menulis. Selain harus dapat membuat infografis atau menyuguhkan foto-foto yang menarik sebagai penunjang tulisannya, penulis konten sebaiknya juga memahami tentang seluk beluk website agar web yang ia kelola menarik bagi pembacanya.

  1. Memahami Seluk Beluk Digital Marketing

Seorang penulis konten sebaiknya juga memahami seluk beluk digital marketing agar tulisannya menarik calon pembeli. Salah satunya adalah dengan menjaga kualitas dan kuantitas artikel supaya mendapatkan traffic dari search engine. Hal ini tengah dipelajari oleh Wiwit yang sedang sibuk memasarkan training online dari Indscript.

rahayu pawitri, blogger perempuan, lifestyle blogger, content writer, penulis konten, arisan link

Duh, artikel kali ini banyak istilah teknis ya? Kalau ingin mempelajari lebih banyak tentang dunia penulisan konten dan digital marketing atau pengen tahu tentang suka duka penulis konten freelance,  langsung aja kepoin blognya Rahayu atau main-main ke blogging cornernya. Di sana banyak sekali artikel bermanfaat tentang dunia blogging yang bisa kita pelajari.

Menyusuri  Sumatera Barat Bersama Yurmawitadotcom

yurmawita, yurmawitadotcom, lifestyle blogger, travel blogger, blogger sumatera, blogger perempuan

Sebagai blogger yang tidak tinggal di Indonesia, saya sering merasa iri dengan teman-teman blogger yang berdomisili di Jakarta atau kota metropolitan lain di Indonesia seperti Surabaya dan Bandung. Gimana enggak, banyak sekali kegiatan untuk blogger yang dilakukan di kota-kota tersebut. Mulai dari launching produk sampai jalan-jalan ke tempat wisata. Hampir semua niche blog punya eventnya masing-masing. Mulai dari yang berbayar sampai dibayar. Jadi nggak bakal deh kekurangan ide untuk blogpost.

Tapi, ternyata menjadi blogger yang tinggal di daerah punya kelebihan sendiri lho. Kita bisa mengangkat keistimewaan daerah tempat tinggal kita, baik tempat wisatanya maupun tradisi atau kebiasaan-kebiasan unik penduduknya. Seperti yang dilakukan oleh Yurmawita, pemilik sekaligus penulis blog yurmawita.com.  

yurmawita, yurmawitadotcom, lifestyle blogger, travel blogger, blogger sumatera, blogger perempuan
pic source: http://www.yurmawita.com

Pada blog yang bergenre lifestyle, Yurma, panggilan akrabnya, menuliskan berbagai macam kisah kesehariannya. Mulai dari traveling, parenting, edukasi  sampai resep-resep masakannya. Yang istimewa adalah Yurma memberikan berbagai macam informasi tentang Bengkulu tempat tinggalnya dan beberapa tempat wisata di Sumatera Barat.

Kesibukannya sebagai seorang ibu sekaligus tenaga pengajar Matematika dan mahasiswa pascasarjana di Universitas Bengkulu seringkali membuatnya merasa kesulitan membagi waktu untuk menulis di blog. Tapi ternyata Yurma jauh lebih rajin dari saya dalam mengisi blognya. Di tahun 2017 yang baru memasuki bulan keempat saja, Yurma sudah menulis dua puluh dua artikel yang terdiri dari artikel wisata, profil blogger, parenting, lifehack, job review, dan kegiatannya sebagai seorang guru. Bandingkan dengan saya yang, ah sudahlah…

Kalau artikel tentang parenting, lifehack dan job review banyak dijumpai di blog lain, termasuk blog saya ini, tidak demikian dengan artikel travelingnya. Sebagai keturunan Minang, yang bercita-cita mengunjungi tanah leluhur suatu hari nanti, artikel Yurma tentang Sumatera Baratlah yang paling menarik perhatian saya. Apalagi yang diulas Yurma adalah hal-hal baru bagi saya, seperti saat beliau mengikuti Wisata Heritage Green Industri bersama komunitas Wegi; bertualang di tempat persembunyian tentara Jepang di jaman perang dulu; berwisata budaya di Batusangkar dan masih banyak lagi.

Pengen jalan-jalan ke Sumatera, main deh ke blog yurmawita.com. Dijamin membantu sekali untuk membuat rencana perjalanan ke Sumatera khususnya Sumatera Barat. Ditulis dengan alur yang runut dan bahasa yang enak dibaca dan dilengkapi oleh foto-foto yang menarik membuat saya seakan ikut berjalan-jalan ke tempat-tempat yang beliau kunjungi. Nggak cuma tentang Sumatera Barat lho, di blog yurmawita.com, kita juga bisa menjumpai berbagai artikel tentang Bengkulu. Ya, maklumlah, Yurma memang asli Bengkulu. Obyek wisata di daerah Sumatera Selatan pun tak luput dari jelajahnya. Mungkin ke depannya kita akan bisa membaca kisah traveling Yurma dan keluarganya ke daerah lain di Indonesia seperti cita-citanya.

7 Kategori Menarik di Blog Ria The Chocolicious

ria tumimomor, ria the chocolicious, arisan link, blogger perempuan, lifestyle blog

Setiap membuat resensi blog dari teman-teman grup 5 Arisan Link Blog Perempuan, hal pertama yang saya lakukan adalah membuka satu per satu kategori dalam blog tersebut, memindai secara cepat tulisan-tulisan yang kiranya menarik, lantas mencari hal unik yang menjadi keistimewaan blog atau si empunya blog. Tapi, untuk kali ini saya kesulitan melakukannya. Bukan karena blog tersebut tidak bagus, justru karena hampir semua kategori di dalamnya sangat menarik untuk dijelajahi.

Yup, blog gado-gado yang lebih dikenal dengan istilah lifestyle blog milik Ria Tumimomor memang memiliki konten yang menarik bagi saya. Mulai dari kategori foto, review, culinary, fashion, travel, life dan interview layak untuk dijelajahi satu per satu karena isi masing-masing kategori berbeda. Nggak kaya punya *ehm* saya yang satu tulisan bisa masuk dalam beberapa kategori hehehe. Apa saja sih? Yuk, kita bahas satu persatu kategori di blog Ria The Chocolicious.

ria tumimomor, ria the chocolicious, arisan link, blogger perempuan, lifestyle blog

FOTO

Di kategori ini, Ria menulis tentang pengalaman dan pengetahuannya di bidang fotografi. Mulai dari tips foto yang keren sampai photography preference yang terbagi dalam 3 tulisan. Semuanya bagus dan bikin pengetahuan saya bertambah saat membacanya.

REVIEW

Di sinilah, Ria meletakkan semua resensinya mulai dari film, aplikasi telepon pintar sampai blog teman-teman dari grup 5 Arisan Link Blogger Perempuan. Dengan gaya tulisan yang to the point, artikel-artikel tersebut nggak membosankan untuk dibaca dan membuat saya ingin mencoba benda-benda yang diresensikan.

CULINARY

Pernah nggak sih pengen makan di suatu restoran tapi takut apakah makanannya halal atau enggak. Kalau di Brunei selama restoran tersebut nggak memasang plang warna merah bertuliskan Bukan Tempat Makan Orang Muslim, biasanya sudah memiliki sertifikat halal. Bahkan di foodcourt sisi penjual makanan halal dan non halal dibedakan. Jadi ya, santai aja.

Hal berbeda terjadi saat saya mudik ke Indonesia. Banyak tempat makan yang memang mengakomodasi kepentingan orang-orang yang tidak keberatan dengan halal tidaknya makanan tersebut. Sehingga harus benar-benar hati-hati dalam memilih atau bertanya langsung kepada pelayan restoran apakah kami bisa makan di tempat tersebut.

Nah, di blog Ria The Chocolicious, saya menemukan beberapa restoran yang menyajikan masakan non halal. Tentu ini sangat bermanfaat bagi pembacanya. Baik yang non muslim maupun muslim. Karena ternyata setelah saya membaca tulisan di kategori tersebut, teman-teman non muslim pun nggak jarang kesulitan mencari menu masakan tertentu di sebuah restoran. Dan aneka tempat makan yang diresensi Ria membuat kami mudah memutuskan untuk makan atau tidak makan di tempat tersebut tanpa ragu lagi.

FASHION

Setelah punya anak 2 dan berat badan bertambah 10kg sejak menikah 10 tahun yang lalu, saya menjadi buta fashion. Memilih mode baju pun rasanya serba salah. Pakai kaos dan jeans kok ya rasanya udah nggak sesuai umur, pakai gamis dan khimar kok kaya mau ke pengajian, pakai blouse dan celana model tertentu kok keliatan gemuk banget. Makanya saya jarang mau difoto seluruh badan sendirian. Nggak pede, cyyyn.

Tapi, artikel-artikel di kategori fashion blog Ria The Chocolicious membuat saya percaya bahwa apapun bentuk tubuh dan usia kita, akan selalu ada style yang cocok dan membuat kita tampil lebih menarik dan percaya diri. Minimal nggak malu-maluin kalau jalan bareng suami dan anak-anak di akhir pekan.

TRAVEL

Di sinilah Ria menuliskan kisah perjalanan di kota-kota yang ia kunjungi. Selain cara penulisan yang apik dan runut, tulisan tentang travel ini juga dilengkapi oleh foto-foto yang berkualitas bagus. Seolah-olah kita ikut berjalan-jalan bersama si pemilik blog ke tempat tersebut.

LIFE

Temukan segala yang berhubungan dengan pendapat Ria tentang isu yang sedang hangat saat ini atau tips mengurus administrasi yang diperlukan saat orangtua kita meninggal seperti penutupan rekening, pembuatan akta kematian, IPTM. Bagi saya itu penting untuk diketahui karena tahu sendiri kan ya, birokrasi di layanan kependudukan Indonesia masih agak ribet. Serius lho, untuk pindah KK aja dari Tuban saya diminta untuk ngasih foto, akta kelahiran, surat nikah dan dokumen lain yang sudah diminta kelurahan saat kami mendaftarkan diri sebagai penduduk kota Tuban. Coba, buat apa punya dokumen dobel-dobel gitu? Ribet banget kan? *curcol detected*

INTERVIEW

This one is really interesting. Biasanya kita hanya mengetahui sebuah akun media sosial, start up, brand fashion, buku tanpa tahu siapa yang ada di baliknya. Nah, di kategori ini kita bisa mengulik orang-orang tersebut dan mengenalnya lebih dalam. Belum banyak sih tapi seru. I really love to read about people, how they start somehing and how they could inspire others. Jarang-jarang ada blog yang menulis tentang ini apalagi dalam format tanya jawab, ini membantu sekali untuk saya yang susah fokus membaca tulisan panjang kali lebar dalam satu kali duduk. So, this category is my favorite.

Oya, untuk bisa membaca tulisan-tulisan tersebut dengan mudah, Ria meletakkan labelnya di bagian atas blog yang dapat terbaca begitu kita membuka halaman depan. Nggak cuma itu, bahkan blog ini punya aplikasinya sendiri lho. Pemilik gadget keluaran Apple bisa mengunduh aplikasi blog Ria The Chocolicious secara gratis via AppStore. Keren kan. Langsung aja main ke http://riatumimomor.com.

ria tumimomor, ria the chocolicious, arisan link, blogger perempuan, lifestyle blog