Serunya Belajar Futsal Bareng Balbalan Futsal Sidoarjo

balbalan futsal sidoarjo, futsal anak

Kira-kira 2 minggu menjelang keberangkatan saya dan anak-anak mudik ke Sidoarjo, saya membaca sebuah post di Instagram tentang trial futsal anak di Sidoarjo yang diselenggarakan oleh balbalan futsal Sidoarjo. Trial ini dalam rangka pembukaan kelas futsal anak balbalan futsal Sidoarjo, setelah sudah cukup terkenal di Surabaya. Nama klubnya sendiri cukup earcatching ya. Tahu kan kalau balbalan dalam bahasa Jawa artinya main bola.

Kebetulan, tanggal trialnya pas banget saat kami sudah di sana dan kelas yang dibuka waktu itu untuk usia 3-6 tahun. Saya pikir ini kesempatan bagus untuk Keenan mengenal salah satu olahraga favorit cowok. Jadi saya mendaftarkan Keenan untuk mengikuti free trial di tanggal 26 November itu.

Di hari H, Keenan semangat sekali pergi ke Althea Futsal Sidoarjo, meski saat kami sampai di sana peserta yang datang cuma 4 orang. Alhamdulillah ada 2 anak pemilik klub balbalan futsal yang ikut bergabung dengan latihan pagi itu jadi agak rame mainnya.

 

balbalan futsal sidoarjo, futsal anak

Serunya Main Futsal

Meski pesertanya cuma sedikit, para pelatih dari Balbalan Futsal tetap semangat lho. Dengan kesabaran luar biasa, mereka mengajak anak-anak kecil itu berlatih main futsal. Mulai dari pemanasan, belajar melompati halangan, menendang dan mengoper bola jadi materi futsal pagi itu. Tentu semua dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Para pelatih nggak pelit dalam memberi semangat dan ketika anak berhasil menyelesaikan satu challenge, mereka selalu diajak high five. Kan anak-anak jadi makin semangat ya.

Saking senangnya, 1 jam latihan jadi nggak terasa. Meski kulitnya jadi merah dan penuh keringat, Keenan keluar dari lapangan dengan wajah riang. Akhirnya, saya pun memutuskan untuk mendaftarkan Keenan sebagai member balbalan futsal biar dapat baju bola ada kegiatan selama mudik di Sidoarjo. Lumayan lah, ada 4 kali latihan yang bisa diikuti Keenan sebelum kami kembali ke Brunei kemarin.

Pada latihan kedua, Keenan sudah dapat seragam bolanya. Pas sepupunya juga ikut trial. Jadi dia semakin semangat latihan, meski mulai susah diajak berangkat dari rumah :))

Yang menarik menurut saya adalah melihat Keenan belajar mengikuti instruksi berbahasa Indonesia dan ternyata dia bisa, meski pelatihnya harus mengulang beberapa kali. Keenan juga belajar menunggu giliran, bekerja sama dengan teman dan punya kesempatan untuk berlari tanpa dilarang di lapangan futsal.

Di minggu keempat, Keenan mungkin satu-satunya yang rajin datang latihan tiap minggu. Kali ini yang latihan cuma 2 orang :)) Mungkin karena sudah mulai libur sekolah ya, jadi sudah pada bepergian. Tapi kata omnya yang nganter Keenan latihan, dia tetap semangat. Minggu ini adalah kali terakhir Keenan ikut latihan futsal bareng balbalan futsal Sidoarjo, karena tanggal 19 Desember kemarin kami sudah kembali lagi ke Brunei.

Sebenarnya saya berharap Keenan bisa melanjutkan latihan futsalnya karena mama berambisi jadi soccermom. Sayang, di tempat saya tinggal sekarang belum nemu klub futsal anak-anak yang nggak harus jadi member Sports Club dulu. Padahal, banyak sekali lho manfaat yang bisa didapat anak dari bermain futsal. Di antaranya adalah:

  • Menyalurkan Energi

Anak yang aktif seringkali perlu menyalurkan energinya. Olahraga atau bermain di alam terbuka bisa jadi pilihan yang tepat. Sayang kalau di kota besar sudah jarang ya ada taman bermain luar ruangan yang punya fasilitas untuk anak-anak berolahraga. Jadi ikut klub futsal bisa jadi salah satu pilihan anak untuk beraktivitas.

  • Melatih Kemampuan Motorik

Dalam futsal, anak-anak nggak cuma lari-lari ngejar bola. Mereka juga belajar keseimbangan tubuh, melatih refleks juga ketepatan menendang bola. Anak juga secara bertahap terlatih untuk menguasai bola, belajar ketepatan waktu mengoper dan menerima bola serta konsentrasi. Tentu ini nggak bisa didapat dalam 4 kali latihan seperti yang sudah dilakukan Keenan ya. Melainkan harus kontinu supaya bisa memperoleh manfaatnya.

  • Bersosialisasi

Futsal adalah olahraga tim. Dibutuhkan kerjasama yang baik antara pelatih dan pemain. Di sini anak-anak belajar untuk mendengarkan dan mengikuti instruksi pelatihnya, juga bekerjasama dengan temannya. Ya, untuk kelompok seumur Keenan mungkin belum bisa disuruh main bareng masukin bola ke dalam gawang sebagai tim. Pengalaman kemarin yang ada malah mereka rebutan bola untuk ditendang sendiri :)) Tapi, selalu ada sesi di mana pelatih minta anak-anak untuk belajar mengoper bola ke teman. Jadi ke depannya diharapkan mereka bisa main bersama, bukan lagi rebutan bola, yes.

Semoga kalau ada kesempatan, Keenan bisa main lagi sama teman-teman dan pelatih di balbalan futsal Sidoarjo. Untuk sekarang ini, sepertinya harus cari aktivitas lain untuk menyalurkan energi anak kecil yang seperti nggak ada habisnya ini. Bagi mama dan papa di Sidoarjo yang berminat mengikutkan anak-anaknya main futsal bareng balbalan futsal Sidoarjo tiap hari Minggu jam 9-10 pagi di Althea Futsal Sidoarjo, ikuti saja akun instagram @balbalanfutsal. Bisa langsung tanya ke sana juga untuk info pendaftarannya. Nggak nyesel deh ikutan futsal bareng balbalan futsal, seru.

5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Blogger Tentang Membuat Vlog

lemari pojok, blog lemari pojok, lemaripojok.com, retno kusumawardani, blogger perempuan, arisan link, youtuber, blogger

Jadi blogger itu harus mau mengembangkan diri ya, supaya bisa bertahan di tengah ramainya dunia blog sekarang ini. Selain kualitas tulisan yang baik (baca: enak dibaca), blogger sekarang juga dituntut untuk bisa membuat infografis dan menyajikan foto-foto yang jernih sebagai pendukung artikel-artikelnya di blog. Apalagi yang suka ikut lomba blog, dua hal itu tentu bisa jadi nilai tambah di mata juri ya.

Tapi beberapa blogger merasa belum cukup puas dengan menyajikan tulisan yang baik lengkap dengan infografis dan foto, sehingga mereka merambah ke video blog atau yang lebih dikenal dengan istilah vlog. Vlog ini biasanya digunakan blogger untuk memberikan info yang lebih jelas kepada pembacanya tentang apa yang mereka tulis, khususnya tulisan untuk launching produk, resensi dan tutorial kosmetik sampai review tempat wisata.

Video-video yang diunggah di YouTube dan disematkan di tulisan pada blog ini juga bisa dimonetize lho, sehingga blogger dapat memperoleh penghasilan tambahan dari video yang dilihat oleh pembaca blognya. Selain itu vlog juga dapat mendukung branding kita sebagai blogger, meningkatkan traffic blog serta menambah subscriber atau follower blog. Menarik ya. Hal inilah yang dilakukan oleh Retno Kusumawardani, blogger Malang yang aktif menulis di blog http://www.lemaripojok.com.

Berawal dari sekadar iseng, Retno membuat akun di YouTube untuk menyimpan video-video dari akun Smule-nya. Kemudian ibu dari Atha, Ai dan Aksa ini mengunggah video untuk diikutsertakan ke Giveaway yang diadakan oleh Pakde Cholik, pemilik blog www.abdulcholik.com. Sejak itu, Retno mulai rajin mengunggah video di YouTube untuk kemudian disematkan ke artikel blognya seperti review Redwin Sorbolene Moisturizer dan Romantisnya Westlake Resort Jogja. Selain itu ada beberapa video menarik yang diunggah Retno tapi sayangnya nggak ditulis di blog, padahal sudah ditonton sebanyak lebih dari 2000 kali di YouTube, yaitu tutorial membuat pigura dari kertas ala mas Atha.

Tanpa video pun, blog Lemari Pojok sudah cukup menarik. Berkategori lifestyle yang fokus pada review dan parenting, tulisan Retno menarik untuk dibaca. Tema blognya pun enak dilihat dan cukup mudah untuk mencari artikel yang kita inginkan karena label tiap tulisan tersusun rapi di sisi kanan blog. Yang paling saya suka dari blog Lemari Pojok ini adalah blogpost berlabel beauty. Mungkin karena bukan beauty bloher, semua yang ditulis Retno mudah saya pahami sebagai emak-emak yang awam di dunia skin care dan kosmetik. Semua informasi yang saya butuhkan tersaji di situ.

Artikel yang memiliki banyak viewer di blog lemaripojok nggak jauh-jauh dari tempat wisata dan multivitamin untuk anak. Khas blog bertema parenting ya. Tapi yang nggak kalah menarik adalah artikel-artikel yang berisi resep masakan dengan label camilan, mulai dari yang sulit (bagi saya) seperti roti sampai tahu aci favorit saya. Duh, bikin pengen langsung main ke Malang dan minta dibikinin gitu hahaha. Coba deh aneka resep ini dibikin video sederrhana langkah-langkah masaknya trus diupload ke YouTube mungkin akan semakin banyak pembaca tulisan itu ya.

retno kusumawardani, blogger, youtuber, blogger perempuan, arisan link, lemaripojok.com, lemari pojok, blog lemari pojok

Menurut Retno, bikin vlog itu susah susah gampang, apalagi untuk ibu-ibu sok rempong macam kami. Mengatur mood dan waktu untuk ngeblog aja sudah ngos-ngosan apalagi harus ditambah dengan vlog yang memang cukup menyita waktu. Tapi bagi teman-teman pembaca Pojok Mungil yang ingin merambah dunia vlogging, beberapa tips yang berhasil saya kumpulkan dari beberapa sumber ini mungkin bisa dipraktikkan. Yuk belajar sama-sama:

lemari pojok, blog lemari pojok, lemaripojok.com, retno kusumawardani, blogger perempuan, arisan link, youtuber, blogger

5 Hal yang Harus Diperhatikan Blogger Tentang Membuat Vlog.

  1. Tujuan Lo Apa?

Seperti menentukan kategori blog, kita juga harus punya tujuan saat akan membuat kanal YouTube. Tentunya yang mendukung konten blog kita ya. Misalnya sebagai beauty blogger, kita khususkan vlog kita pada review kosmetik, skin care dan tutorial make up. Food blogger bisa mengunggah resep-resep yang ia praktikkan atau tempat makan yang dicoba. Atau emak-emak blogger parenting kaya saya dan Retno misalnya bisa mengisi vlognya dengan tutorial bikin mainan anak atau ya review buku bacaan untuk anak, tempat wisata dan event khusus di sekolah anak. Yang penting vlog ini harus bermanfaat bagi blog kita. Kalau enggak rugi lho, secara bikin vlog itu melelahkan hehehe.

  1. Maksimalkan Penggunaan Gadget Kita

Punya mirrorless atau kamera DSLR yang memiliki fungsi merekam video tentu jadi nilai plus karena video yang dihasilkan pasti akan bagus. Tapi ada istilah it’s the man behind the gun. Jadi jangan kecil hati kalau nggak punya gadget canggih. Ponsel jaman sekarang pun dilengkapi dengan fitur video, dan itu bisa kita manfaatkan untuk bikin vlog. Untuk mendapatkan video yang baik pelajari juga teknik lighting dan cara-cara merekam video dengan ponsel. Banyak tutorialnya di YouTube maupun webinar yang bisa kita ikuti.

  1. Belajar Basic Video Editing

Bikin vlog yang bagus nggak cuma rekam trus unggah ke YouTube. Coba deh lihat video-video di YouTube yang kita suka dan betah ngeliatnya, pasti kualitasnya bagus dan sudah diedit dengan baik. Mengedit video sebenarnya paling bagus pakai laptop dengan aplikasi seperti iMovie, Windows Movie Maker atau Final Cut Pro X dan Adobe Premier yang hampir semuanya berbayar. Tapi kita juga bisa menggunakan aplikasi di ponsel seperti iMovie dan Viva Video, tentunya kalau beli edisi premium bisa lebih bagus pilihan editingnya. Kalau mau yang gratis, langsung aja pakai YouTube editor.

  1. Tulis Blogpost yang Bisa Memuat Video Kita atau Sebaliknya, Buat Video yang Mendukung Blogpost Kita.

Kalau tujuan kita membuat video di YouTube untuk meningkatkan view blogpost, jangan lupa tuliskan link artikel kita di deskripsi video, begitu juga dengan link semua media sosial kita. Sebaliknya jangan lupa ajak pembaca blog kita untuk subscribe dan like video kita untuk meningkatkan viewer kanal YouTube. Seperti video Retno tentang membuat pigura dari bubur kertas itu kalau dibuat blogpost dan linknya dicantumkan di deskripsi video tentu akan membuat penonton vlog mengunjungi blognya dan meningkatkan trafficnya.

  1. Konsisten

Kalau ini PR banget nggak sih? Jangankan bikin vlog, ngeblog aja masih moody hihihi. Tapi percaya deh blogger yang konsisten menulis di blog tentu akan punya pembaca setia, begitupun vlog. Menurut blogger/vlogger yang sudah profesional, minimal 1 bulan sekali deh kita bikin vlog untuk disematkan ke blogpost kita. Semakin sering bikin vlog, semakin mudah juga katanya. Dari yang tadinya bingung mau ngomong apa jadi lebih terbiasa dan nggak gagap lagi. Yang awalnya videonya ala kadarnya jadi lebih semangat untuk belajar editing supaya lebih menarik dan enak dilihat. Jadi nggak boleh ada kata malas ya! Practice makes perfect! *ngomong sama kaca*

 

 

Menjadi Penulis Konten Plus Ala Rahayu Pawitri

rahayu pawitri, blogger perempuan, lifestyle blogger, content writer, penulis konten, arisan link

Kenapa sih blog pojokmungil sering membahas tentang content writer?

Padahal yang punya blog juga nggak jago-jago amat nulis kontennya.

Ya, karena kebanyakan blogger selain memonetize blognya, juga mengembangkan keahlian menulisnya dengan menulis untuk konten web lain. Seperti teman-teman blogger saya di grup V arisan link Blogger Perempuan. Salah satunya adalah pemilik blog http://rahayupawitriblog.com.

Wiwit, panggilan kesayangan kami untuk ibu satu anak ini, memiliki blog berniche lifestyle. Namun, ibu satu ini nggak berpuas diri hanya dengan menjadi seorang blogger. Berawal dari kesukaannya menulis dan belajar hal baru, Wiwit pun mengembangkan dirinya menjadi content writer dan transalator. Bukan hal yang istimewa mungkin, karena sekarang banyak sekali content writer di Indonesia. Namun, Wiwit nggak mau jadi content writer biasa. Ia bertekad untuk menjadi content writer plus plus alias penulis konten yang juga menguasai banyak hal untuk menunjang profesinya tersebut.

rahayu pawitri, blogger perempuan, lifestyle blogger, content writer, penulis konten, arisan link

Apa saja sih yang diperlukan untuk menjadi penulis konten paket lengkap? Ini dia yang dimiliki oleh ibu dari Hana ini:

  1. Mampu Menulis dengan Baik

Menulis dengan baik itu nggak mudah. Selain harus menguasai EYD, penulis konten juga harus dapat merangkai tulisannya supaya menarik perhatian dan mempersuasi pembaca. Hal ini bisa kita temui di artikel-artikel dalam blog rahayupawitriblog.com. Tulisan yang padat dan langsung mengena pada intinya membuat kita mudah memahami maksud yang hendak beliau sampaikan. Maklum sih, Wiwit berpengalaman menulis untuk web parenting The Asian Parent Indonesia.

  1. Menguasai SEO

Menulis dengan baik saja ternyata belum cukup bagi seorang penulis konten. Ia pun harus mampu menghubungkan aneka kata kunci atau keyword pada tulisannya agar mudah dikenali oleh mesin pencari sehingga tulisan mereka selalu berada di halaman pertama search engine. Hal ini biasanya kita kenal dengan istilah SEO (Search Engine Optimation) atau proses peningkatan visibilitas sebuah website di mesin pencari. Kalau saya masih tertatih-tatih mempelajari hal ini, berbeda dengan Wiwit yang sudah terlatih menggunakan pakem-pakem SEO yang ia pelajari saat menjadi penulis untuk The Asian Parent Indonesia.

  1. Menguasai Bahasa Inggris atau Bahasa Asing Lain

Menguasai bahasa asing tentu menjadi nilai plus bagi penulis konten, apalagi kalau kita memang berniat mengembangkan sayap ke dunia digital international. Meskipun kemampuan bahasa Inggrisnya sudah cukup baik yang dibuktikan dengan pekerjaannya sebagai translator, Wiwit tetap berusaha mengasahnya dengan mengikuti kursus bahasa Inggris secara online dengan memanfaatkan teknologi Whatsapp.

  1. Mengerti Seluk Beluk Website

Apalah istimewaanya seorang blogger dan penulis konten kalau hanya bisa menulis. Selain harus dapat membuat infografis atau menyuguhkan foto-foto yang menarik sebagai penunjang tulisannya, penulis konten sebaiknya juga memahami tentang seluk beluk website agar web yang ia kelola menarik bagi pembacanya.

  1. Memahami Seluk Beluk Digital Marketing

Seorang penulis konten sebaiknya juga memahami seluk beluk digital marketing agar tulisannya menarik calon pembeli. Salah satunya adalah dengan menjaga kualitas dan kuantitas artikel supaya mendapatkan traffic dari search engine. Hal ini tengah dipelajari oleh Wiwit yang sedang sibuk memasarkan training online dari Indscript.

rahayu pawitri, blogger perempuan, lifestyle blogger, content writer, penulis konten, arisan link

Duh, artikel kali ini banyak istilah teknis ya? Kalau ingin mempelajari lebih banyak tentang dunia penulisan konten dan digital marketing atau pengen tahu tentang suka duka penulis konten freelance,  langsung aja kepoin blognya Rahayu atau main-main ke blogging cornernya. Di sana banyak sekali artikel bermanfaat tentang dunia blogging yang bisa kita pelajari.

7 Kategori Menarik di Blog Ria The Chocolicious

ria tumimomor, ria the chocolicious, arisan link, blogger perempuan, lifestyle blog

Setiap membuat resensi blog dari teman-teman grup 5 Arisan Link Blog Perempuan, hal pertama yang saya lakukan adalah membuka satu per satu kategori dalam blog tersebut, memindai secara cepat tulisan-tulisan yang kiranya menarik, lantas mencari hal unik yang menjadi keistimewaan blog atau si empunya blog. Tapi, untuk kali ini saya kesulitan melakukannya. Bukan karena blog tersebut tidak bagus, justru karena hampir semua kategori di dalamnya sangat menarik untuk dijelajahi.

Yup, blog gado-gado yang lebih dikenal dengan istilah lifestyle blog milik Ria Tumimomor memang memiliki konten yang menarik bagi saya. Mulai dari kategori foto, review, culinary, fashion, travel, life dan interview layak untuk dijelajahi satu per satu karena isi masing-masing kategori berbeda. Nggak kaya punya *ehm* saya yang satu tulisan bisa masuk dalam beberapa kategori hehehe. Apa saja sih? Yuk, kita bahas satu persatu kategori di blog Ria The Chocolicious.

ria tumimomor, ria the chocolicious, arisan link, blogger perempuan, lifestyle blog

FOTO

Di kategori ini, Ria menulis tentang pengalaman dan pengetahuannya di bidang fotografi. Mulai dari tips foto yang keren sampai photography preference yang terbagi dalam 3 tulisan. Semuanya bagus dan bikin pengetahuan saya bertambah saat membacanya.

REVIEW

Di sinilah, Ria meletakkan semua resensinya mulai dari film, aplikasi telepon pintar sampai blog teman-teman dari grup 5 Arisan Link Blogger Perempuan. Dengan gaya tulisan yang to the point, artikel-artikel tersebut nggak membosankan untuk dibaca dan membuat saya ingin mencoba benda-benda yang diresensikan.

CULINARY

Pernah nggak sih pengen makan di suatu restoran tapi takut apakah makanannya halal atau enggak. Kalau di Brunei selama restoran tersebut nggak memasang plang warna merah bertuliskan Bukan Tempat Makan Orang Muslim, biasanya sudah memiliki sertifikat halal. Bahkan di foodcourt sisi penjual makanan halal dan non halal dibedakan. Jadi ya, santai aja.

Hal berbeda terjadi saat saya mudik ke Indonesia. Banyak tempat makan yang memang mengakomodasi kepentingan orang-orang yang tidak keberatan dengan halal tidaknya makanan tersebut. Sehingga harus benar-benar hati-hati dalam memilih atau bertanya langsung kepada pelayan restoran apakah kami bisa makan di tempat tersebut.

Nah, di blog Ria The Chocolicious, saya menemukan beberapa restoran yang menyajikan masakan non halal. Tentu ini sangat bermanfaat bagi pembacanya. Baik yang non muslim maupun muslim. Karena ternyata setelah saya membaca tulisan di kategori tersebut, teman-teman non muslim pun nggak jarang kesulitan mencari menu masakan tertentu di sebuah restoran. Dan aneka tempat makan yang diresensi Ria membuat kami mudah memutuskan untuk makan atau tidak makan di tempat tersebut tanpa ragu lagi.

FASHION

Setelah punya anak 2 dan berat badan bertambah 10kg sejak menikah 10 tahun yang lalu, saya menjadi buta fashion. Memilih mode baju pun rasanya serba salah. Pakai kaos dan jeans kok ya rasanya udah nggak sesuai umur, pakai gamis dan khimar kok kaya mau ke pengajian, pakai blouse dan celana model tertentu kok keliatan gemuk banget. Makanya saya jarang mau difoto seluruh badan sendirian. Nggak pede, cyyyn.

Tapi, artikel-artikel di kategori fashion blog Ria The Chocolicious membuat saya percaya bahwa apapun bentuk tubuh dan usia kita, akan selalu ada style yang cocok dan membuat kita tampil lebih menarik dan percaya diri. Minimal nggak malu-maluin kalau jalan bareng suami dan anak-anak di akhir pekan.

TRAVEL

Di sinilah Ria menuliskan kisah perjalanan di kota-kota yang ia kunjungi. Selain cara penulisan yang apik dan runut, tulisan tentang travel ini juga dilengkapi oleh foto-foto yang berkualitas bagus. Seolah-olah kita ikut berjalan-jalan bersama si pemilik blog ke tempat tersebut.

LIFE

Temukan segala yang berhubungan dengan pendapat Ria tentang isu yang sedang hangat saat ini atau tips mengurus administrasi yang diperlukan saat orangtua kita meninggal seperti penutupan rekening, pembuatan akta kematian, IPTM. Bagi saya itu penting untuk diketahui karena tahu sendiri kan ya, birokrasi di layanan kependudukan Indonesia masih agak ribet. Serius lho, untuk pindah KK aja dari Tuban saya diminta untuk ngasih foto, akta kelahiran, surat nikah dan dokumen lain yang sudah diminta kelurahan saat kami mendaftarkan diri sebagai penduduk kota Tuban. Coba, buat apa punya dokumen dobel-dobel gitu? Ribet banget kan? *curcol detected*

INTERVIEW

This one is really interesting. Biasanya kita hanya mengetahui sebuah akun media sosial, start up, brand fashion, buku tanpa tahu siapa yang ada di baliknya. Nah, di kategori ini kita bisa mengulik orang-orang tersebut dan mengenalnya lebih dalam. Belum banyak sih tapi seru. I really love to read about people, how they start somehing and how they could inspire others. Jarang-jarang ada blog yang menulis tentang ini apalagi dalam format tanya jawab, ini membantu sekali untuk saya yang susah fokus membaca tulisan panjang kali lebar dalam satu kali duduk. So, this category is my favorite.

Oya, untuk bisa membaca tulisan-tulisan tersebut dengan mudah, Ria meletakkan labelnya di bagian atas blog yang dapat terbaca begitu kita membuka halaman depan. Nggak cuma itu, bahkan blog ini punya aplikasinya sendiri lho. Pemilik gadget keluaran Apple bisa mengunduh aplikasi blog Ria The Chocolicious secara gratis via AppStore. Keren kan. Langsung aja main ke http://riatumimomor.com.

ria tumimomor, ria the chocolicious, arisan link, blogger perempuan, lifestyle blog

5 Tips Menjadi Content Writer Ala Inuel Jomblokudotcom

Husnul Khotimah, content writer, jombloku, inuel, blogger

Menjadi ibu rumah tangga nggak harus mematikan kreativitas kita dalam berkarya. Apalagi di era digital gini, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk terus berkreasi dan menghasilkan pendapatan tambahan bagi keluarga. 

Jaman multiply masih berjaya dulu, banyak teman-teman sesama multiplier yang memanfaatkan akunnya untuk berjualan, mulai dari perlengkapan bayi dan anak sampai produk perawatan kecantikan dan kosmetik. Saking banyaknya yang berjualan di MP akhirnya platform tersebut memutuskan untuk menutup fitur blog dan fokus menjadi Market Place. Sayangnya, nggak lama muncul Facebook yang lebih ramah pengguna, sehingga para penjual online ini beralih mempromosikan dagangannya lewat Facebook. MP pun menutup layanannya di Indonesia pada tahun 2013.

Para blogger yang menggunakan layanan Multiply pun kemudian beralih ke blogger, wordpress, dan tumblr. Belakangan ini blog yang tadinya hanya digunakan untuk curhat ternyata dapat menghasilkan bagi pemiliknya baik dari google ad sense maupun dari postingan sponsor. Peluang ini pun dimanfaatkan oleh para ibu rumah tangga yang merasa suka menulis dan ingin mengembangkan kemampuan bloggingnya. Terbukti dengan banyaknya ibu-ibu (dan yang belum menjadi ibu) yang tergabung dalam komunitas blogger seperti KEB dan BP Network.

Banyaknya kesempatan dan pelatihan yang diadakan untuk para blogger untuk memonetize blognya, membuat blogging dan content writing menjadi profesi baru yang cukup populer di kalangan para ibu. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya berani terjun secara profesional sebagai blogger dan content writer di sela-sela kesibukan mereka mengurus keluarga. Istilah kerennya sih jadi working at home mom. Seperti teman saya di Arisan Link Blogger Perempuan, Husnul Khotimah.

jombloku, inuel, husnul khotimah, blogger, content writer

Perempuan yang biasa disapa Inuel ini sudah mulai ngeblog sejak tahun 2009 ketika ia bekerja sebagai operator warnet. Hobi menulis yang dimilikinya sejak kecil menjadikan tulisan-tulisan di blog Jombloku.com bervariasi dan menarik untuk dibaca. Blog yang didominasi warna putih (dan pink) ini juga sudah banyak bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Lazada, Zalora, Goindonesia, Traveloka, MatahariMall, Urbanindo dan masih banyak lagi. Hebatnya lagi, ibu muda yang lahir 26 tahun lalu di Jombang ini juga suka mendesain sendiri blognya. Nggak heran deh, dalam satu bulan ini saya ngepoin blog Jombloku, desainnya sudah ganti 3 kali. Kereeeen.

Pada tahun 2013, seorang teman meminta bantuan ibu satu anak ini untuk menulis artikel wisata bagi webnya. Kesempatan ini pun dimanfaatkan dengan baik dan menjadi awal karirnya sebagai fulltime blogger dan content writer.  

“Jadi blogger dan content writer itu enak karena nggak ada jam kantornya. Jadi saya bisa nulis kapanpun saya mau, tentu setelah selesai mengurus anak dan suami. Selain itu karena orang sekarang suka mencari informasi di internet, tentu semakin banyak yang membutuhkan jasa content writer.”

Tapi ternyata, nggak mudah juga menjadi content writer yang baik. Menurut pengalaman Inuel sebagai pemilik blog jualbeliartikel.com, ada saja penulis yang hasil tulisannya kurang baik sehingga mengecewakan pelanggannya. Untuk itu, Inuel berbagi beberapa tips bagi para calon penulis yang ingin menjadi penulis konten web:

Husnul Khotimah, content writer, jombloku, inuel, blogger
 

1. Harus Suka Menulis

Yaaa judul kerjaannya aja penulis konten, jadi suka menulis ini adalah syarat utamanya. Dan nggak sembarang menulis, menurut entrepreneur.com, seorang penulis konten juga harus menguasai berbagai gaya penulisan, yaitu 

  • Berita: sesuai standar Association Press, singkat padat dan jelas di mana paragraf yang mengandung inti berita terletak di atas tulisan.
  • Blog: personal, friendly dan seringkali mengandung opini pribadi penulisnya.
  • Iklan: pendek dan persuasif.
  • White paper: panjang, menjabarkan sebuah masalah dan memaparkan solusi-solusinya.

2. Kuasai Topik

Menurut Inuel, seperti yang saya kutip dari tulisannya di blog jualbeliartikel.com, penulis konten harus menguasai topik yang akan ditulisnya agar tulisannya berisi dan akurat. Untuk itu penulis harus rajin membaca ya dan mencari referensi yang benar-benar bisa dipercaya sebagai sumber tulisan.

3. Kuasai EYD dan Cara Menulis Artikel SEO.

Suka gemes nggak sih kalau baca artikel yang peletakan huruf besar kecil, di ke dari, titik komanya masih belum benar? Juga kata-kata yang kalau secara lisan diucapkan kesannya gaul tapi jadi wagu ditulis karena nggak sesuai dengan EYD. Jadi, kuasailah dasar-dasar EYD supaya tulisan nyaman dibaca dan mudah dimengerti pembaca.

Dan walaupun sepertinya susah, penulis konten harus bisa mempraktikkan ilmu-ilmu SEO dalam tulisannya serta terus memperbarui pengetahuannya tentang SEO karena algoritma mesin pencari terus berkembang dan berubah.

4. Original

jombloku, husnul khotimah, inuel, blogger. content writer

Sebagai penulis konten yang juga menerima tulisan dari penulis lain untuk memenuhi permintaan pelanggan yang membutuhkan artikel bagi webnya, Inuel mewanti-wanti supaya penulis konten menulis dengan ide dan kreativitasnya sendiri. Boleh mengambil inspirasi dari sumber lain tapi harus diolah lagi. Jangan sampai sekadar copy paste. Ini artikel, bukan skripsi. Lagipula kalau sampai ketahuan tulisan kita plagiat dari situs lain akan memberikan reputasi buruk bagi SEO, pelanggan dan tentunya kita sendiri.

5. Temukan Mentor dan Bergabung dengan Komunitas Penulis Konten

Tips terakhir ini saya temukan dari situs wikihow. Jangan segan bergabung dengan komunitas penulis konten dan komunitas yang mewadahi penulis konten dan pencari konten seperti jisportal atau ads.id. Biasanya di komunitas seperti itu selain memperoleh tawaran pekerjaan, kita juga dapat mencuri ilmu dari para penulis konten yang sudah lebih senior dan memiliki banyak pengalaman.

Nah, sudah ada bayangan kan apa saja yang harus dilakukan untuk menjadi seorang penulis konten? Yang penting, Inuel berpesan agar penulis konten harus mau belajar dan memperbaiki kualitas tulisannya serta menulis secara konsisten. Dengan demikian, tawaran sebagai penulis akan berdatangan dengan sendirinya. Selamat mencoba.

Bros Dari Pita Ala Ibu-Ibu KB Seria

Yang namanya kumpul-kumpul sambil arisan kayanya nggak lepas dari keseharian ibu-ibu Indonesia ya. Coba deh mulai dari arisan di perumahan, arisan bareng ibu-ibu di sekolah anak (kalau anaknya 2, arisannya bisa ikut dua kelompok), arisan sama ibu-ibu seprofesi, you name it. Jenis arisannya sendiri sekarang makin banyak. Kalau jaman mama kita dulu mungkin cuma arisan uang dan arisan panci, jaman digital gini ada dong arisan emas, arisan buku, arisan iPhone dan kamera mirrorles, arisan jalan-jalan dan masih banyak lagi yang dikelola secara online. Asli deh, yang kaya gini ini diperlukan modal kepercayaan yang besar ya. Setor uang ke orang-orang yang secara fisik belum pernah kita temui di dunia nyata. 

Buat sebagian ibu (baca: khususnya saya) jumlah arisan nggak penting, yang penting ngumpulnya, karena acara ngumpul inilah yang sebenarnya seru. Makanya saya jarang ikut arisan dengan jumlah besar, selain sayang uangnya juga karena tujuan utamanya bukan itu.

Tapi sebagian lain, memanfaatkan arisan sebagai kesempatan untuk nabung. Masuk akal juga sih, dengan ikut arisan mau nggak mau kan kita menyisihkan sejumlah tertentu uang belanja yang bisa diambil kemudian saat tiba waktunya. Sebenarnya tabungan formal jenis ini sudah ada di beberapa bank, seperti CIMB Niaga dengan nama Tabungan Mapan, di mana kita setor ke bank jumlah tertentu setiap bulan dalam jangka waktu tertentu. Dan setelah waktunya berakhir, dana kita bisa langsung cair ke tabungan utama. Kenapa saya ngasih contohnya tabungan dari bank CIMB Niaga? Ya karena saya tahunya itu, secara mantan pegawai gitu :))

Cuma, sepertinya tabungan jenis ini masih kalah pamornya dengan arisan ya. Setidaknya di lingkungan saya sih seperti itu, ibu-ibunya lebih memilih ikut arisan atau menginvestasikan uangnya ke asuransi unit link dan reksadana. Nah, sejak merantau ke Brunei saya kira nggak akan ketemu lagi sama yang namanya arisan tapi ternyata saya salah. Hari pertama saya gabung dengan komunitas ibu-ibu Indonesia di wilayah Seria dan Kuala Belait (biasa disebut ibu-ibu KB Seria), langsung diajak arisan yang baru memulai putaran barunya. Jadilah, sejak saat itu sampai sekarang saya sudah ikut 3 putaran arisan di komunitas ini. Dan, sahabat-sahabat saya di Jakarta, para mamak bundar alias Circle Moms, rencananya akan mulai juga arisan putaran baru bulan ini setelah lama vakum. Tujuan kedua arisan ini sama, supaya bisa ngumpul secara rutin dan mempererat persaudaraan antar anggotanya.

View this post on Instagram

Indonesian ladies in KB – Seria

A post shared by Alfa Kurnia (@alfakurnia) on

Karena tujuan itulah, arisan di komunitas KB Seria bukan jadi acara utama setiap kali kami berkumpul di hari Rabu, minggu pertama bulan berjalan, sehingga yang nggak ikut arisan pun sangat diperbolehkan untuk bergabung. Dan sejak 2 tahun lalu, pada acara yang diberi judul silaturahmi ini selalu ada sharing session dari salah seorang ibu yang ditunjuk karena memiliki keahlian sesuai tema bulanan. Jadi misalnya bulan Januari temanya cooking class ya dicari seorang ibu yang mau berbagi ketrampilan memasaknya. Sejauh ini sudah pernah ada kelas investasi, bikin cireng, dekor kue, kesehatan organ intim wanita, bikin bunga dari manik-manik dan masih banyak lagi. Nggak harus sulit kok, sederhana pun nggak apa-apa yang penting bermanfaat dan acara silaturahmi nggak sekadar menjadi ajang bertukar gosip. 

Nah, pada hari Rabu kemarin kegiatan silaturahmi ibu-ibu KB Seria selain arisan juga diisi dengan crafty class membuat bros dari pita.

Pengajarnya adalah mbak Yulisma Jamalin yang biasa kita panggil mbak Uun. Mbak Uun ini memang terkenal kreatif. Selain pandai crochet tanpa pola, cross stitch, bikin bunga dari manik-manik juga akhir-akhir ini merambah ke bidang doodling dan coloring yang lagi ngetren itu. Jadi nggak heran lah kalau beliau yang ditunjuk untuk mengisi crafty class.

View this post on Instagram

Silaturahmi ibu-ibu KB Seria bulan September 2016

A post shared by Alfa Kurnia (@alfakurnia) on

 

Karena keterbatasan waktu, maklum, ibu-ibu KB Seria kan bagaikan Cinderella, jam 12 teng sudah harus bergegas memacu kendaraan masing-masing untuk menjemput anak-anaknya pulang sekolah, menyiapkan makanan untuk para suami yang pulang makan siang di rumah, dan aktivitas lain, maka mbak Uun pun memilihkan ketrampilan sederhana untuk kami. Selain mudah dibuat, bahannya pun gampang dicari. Jadi, kami pun bisa ngajarin anak-anak untuk membuat sendiri di rumah. Senang lah. Pas banget untuk isi kegiatan libur sekolah minggu depan.

Bros Dari Pita

Bahan:

4 buah pita hijau dengan panjang berbeda
3 buah pita perak dengan panjang berbeda
(Selisih antara ketujuh pita ini masing-masing 1 cm)
Kain keras dipotong kotak untuk alas pin
Pin
Manik-manik
Lem tembak

 

Cara Membuat:

1. Lipat masing-masing pita menjadi dua bagian sama panjang sampai terbentuk garis lipatan di tengah pita, lalu buka lagi.
2. Bubuhkan lem panas ke garis lipatan di tengah pita, lalu bawa ujung kanan kiri pita ke tengah, tempel. Lakukan hal yang sama pada semua pita.
3. Susun pita dari yang paling panjang di bawah sampai yang paling pendek di atas sesuai selera. Setelah puas dengan susunan pita, lem bagian belakang masing-masing pita agar menempel satu sama lain.
4. Bubuhkan lem ke bagian tengah pita paling atas, susun manik-manik di atasnya.
5. Tempel kain keras di bagian paling belakang pita, lalu tempel pin di atas kain keras.
6. Bros dari pita siap digunakan.

Catatan:

Kalau nggak ada lem tembak, bisa juga dijahit dan saya pribadi sepertinya lebih suka dijahit karena manik-maniknya gampang lepas kalau cuma ditempel dengan lem tembak.

Nah, gampang kan? Rencananya mau ajak Cinta bikin ini juga setelah dia pulang dari Science Camp minggu depan. Lumayan untuk isi liburan sekolah. Yuk coba yuk.