cara sikat gigi yang benar
Kesehatan / Parenting

Ajarkan Anak Cara Sikat Gigi yang Benar untuk Cegah Gigi Berlubang

Merawat gigi anak sebaiknya dimulai sejak dini, ya, Moms. Salah satunya dengan menyikat gigi. Semakin awal kita mengajarkan anak cara sikat gigi yang benar, semakin cepat mereka terbiasa untuk menyikat giginya. Sikat gigi juga merupakan salah satu cara mengatasi gigi berlubang.

Anak-anak saya mulai saya sikat giginya ketika gigi pertama mereka tumbuh. Ini sesuai dengan anjuran dokter anak. Karena gigi dan gusi yang sehat berperan penting terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Sebelum gigi mereka tumbuh, saya biasanya membasuh dan memijat gusi dan lidah dengan lap atau kain kassa yang sudah dibasahi dengan air hangat. Baru setelah giginya tumbuh saya sikat dengan sikat gigi khusus untuk bayi.

Nah, ketika mereka motorik halus mereka sudah cukup kuat dan bisa memegang sikat, baru diajarkan untuk menyikat gigi mereka sendiri dengan benar.

cara sikat gigi yang benar

Dalam sebuah webinar tentang kesehatan gigi anak yang saya ikuti, seorang dokter gigi mengajarkan para peserta yang terdiri dari mama dan anak-anaknya cara sikat gigi yang benar. Seperti ini:

Cara Sikat Gigi yang Benar

  1. Gerakan Bulat-Bulat. Gosok gigi secara berputar, mulai dari gigi bagian depan sampai ke samping.
  2. Gerakan Maju Mundur. Gosok gigi ke arah depan dan belakang. Mulai dari gigi depan sampai ke belakang.
  3. Gerakan Cungkil-Cungkil. Cungkil sela-sela gigi di bagian dalam secara merata baik gigi atas maupun gigi bawah.
  4. Sikat Lidah. Sikat lidah secara lembut ke arah luar untuk mengeluarkan kotoran yang menempel di lidah agar tidak menjadi sumber bau mulut.
  5. Berkumur. Kumur dengan air matang sampai bersih dan buang airnya.

Cara ini bisa kita ajarkan ke anak secara menyenangkan, lo. Seperti dengan mencontohkan gerakan sambil bernyanyi, “Bulat bulat, maju mundur, cungkil-cungkil, sikat lidah.” Dengan begitu anak akan lebih mudah untuk mengikuti dan cepat hafal.

Cara Merawat Gigi Anak

Tapi, menyikat gigi saja tidak cukup untuk mencegah gigi berlubang. Berikut adalah hal-hal yang bisa moms dan dads lakukan untuk merawat gigi anak:

  1. Sikat gigi dua kali sehari pada pagi hari setelah makan dan malam sebelum tidur.
  2. Gunakan pasta gigi berfluoride dengan takaran sebiji beras untuk anak di bawah 3 tahun dan sebesar biji jagung untuk anak di atas 3 tahun.
  3. Gunakan sikat gigi yang dirancang khusus untuk anak sesuai dengan tahap perkembangan giginya.
  4. Ganti sikat gigi setiap 3 bulan atau ketika bulu sikat sudah mekar.
  5. Makan makanan dengan gizi seimbang dan kurangi makanan manis dan asam.
  6. Periksa ke dokter gigi setiap 6 bulan.

Baca Juga: Frittata Muffin. Sarapan Mudah Bergizi.

Supaya anak nggak takut ke dokter gigi, kita bisa memilih dokter gigi spesialis anak atau klinik gigi khusus anak. Karena biasanya mereka akan cenderung memberikan perawatan dan pelayanan yang membuat anak nyaman. Oya, membawa anak ke dokter gigi saat gigi mereka sehat juga bisa menghilangkan stigma dokter gigi itu mengerikan, lo.

Kenapa sih harus ke dokter gigi? Karena dokter bisa melihat lubang-lubang di gigi yang nggak terlihat oleh orang awam. Kadang kan kita merasa gigi anak baik-baik aja, padahal bisa jadi saat itu sudah ada lubang yang tidak dirasakan anak.

Cara Merawat Gigi Berlubang pada Anak

Lubang yang sampai di lapisan enamel biasanya memang belum menyebabkan sakit. Jika ditemukan segera bisa langsung ditambal, nih. Nah, kalau sudah sampai ke dentin, biasanya anak mulai merasa nggak nyaman. Dan bila nggak ditangani dengan cepat hingga lubang sampai ke pulpa gigi, anak akan kesakitan. Sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk penanganannya.

cara mengatasi gigi berlubang

Gigi berlubang pada anak biasanya disebabkan oleh bakteri yang bertemu dengan makanan manis atau coklat dan tidak disikat dengan cara sikat gigi yang benar. Cara mengatasi gigi berlubang tergantung pada usia dan tingkat keparahannya.

Jika masih ringan dan baru berupa bercak kekuningan/kecoklatan di gigi, bisa dibantu dengan menggosok gigi secara teratur dua kali sehari dengan menggunakan pasta gigi berfluoride. Tapi jika gigi berlubang pada anak sudah membuat aktivitas mereka terganggu sebaiknya langsung konsultasi ke dokter gigi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Aloclair Plus Mouthwash, Obat Sariawan yang Aman untuk Anak

Oya, konsultasi ke dokter gigi juga bisa dilakukan untuk kondisi kesehatan gigi lain. Seperti anak sulung saya yang gigi depannya numpuk. Untuk kasus ini, dokter gigi yang pertama kali kami jumpai menyarankan untuk memasang behel. Tapi berdasarkan berbagai pertimbangan dan second opinion, kami memutuskan untuk menunggu sampai gigi susunya sebagian besar tanggal.

Saat ini saya juga masih punya PR untuk memeriksakan anak bungsu saya yang gigi dewasanya belum juga tumbuh setelah hampir setahun gigi susunya tanggal. Tapi di luar itu alhamdulillah sampai si sulung berusia 13 tahun dan si bungsu 8 tahun, belum pernah mengalami gigi berlubang. Dan mereka juga sudah termasuk rajin merawat gigi meski tetap harus diingatkan dan diawasi.

Semoga tips ini bisa membantu moms dan dads untuk mengajarkan anak-anak merawat gigi dengan baik ya. Supaya gigi dan gusi mereka bisa tetap sehat dan anak-anak dapat tersenyum lebih lebar.

Author

alfa.kurnia@ymail.com
Lifestyle blogger yang suka berbagi tentang review produk, kisah sehari-hari, pengalaman parenting dan banyak lagi. Juga suka menulis resensi buku dan produk skincare di blog alfakurnia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.