Persiapkan 5 Hal Ini Saat Anak Mengikuti Audisi Ajang Pencarian Bakat

ajang pencarian bakat anak

Ajang pencarian bakat, khususnya singing competition sekarang banyak bermunculan di Indonesia. Yang awalnya hanya ditujukan untuk dewasa pun lama-lama berkembang ke anak-anak. Seingat saya ajang pencarian bakat anak tingkat nasional yang pertama kali populer adalah Mamamia Show yang disiarkan oleh Indosiar pada tahun 2007. Acara ini cukup sukses pada waktu itu dengan menangnya Mytha Lestari di season pertama. Kalau nggak salah pemain sinetron Kiki Farrel juga pernah menjadi finalis ajang pencarian bakat ini.

Kesuksesan Indosiar dengan Mamamia Show membuat RCTI mengikuti jejaknya dengan mengadakan variety show Idola Cilik di tahun 2008. Pada tahun 2014, Indonesian Idol Junior mulai diadakan, disusul dengan The Voice Kids di tahun 2016. Di setiap seasonnya, acara-acara ini mendapat peminat yang besar sekali, baik dari sisi peserta maupun dari sisi penonton. Banyak anak dengan bakat bernyanyi istimewa yang kemudian mencoba keberuntungannya mengikuti ajang ini. Termasuk anak saya.

hotel batiqa surabaya

Well sebenarnya sebelum kembali ke Indonesia akhir tahun lalu, anak saya tidak tahu sama sekali tentang ajang pencarian bakat seperti ini. Maklumlah, kami hampir nggak pernah nonton siaran tv Indonesia saat di Brunei dulu. Dan acara variety show seperti ini bukan jenis tontonan keluarga kami. Secara anak-anak lebih suka nonton serial animasi di saluran Disney dan suami lebih memilih nonton berita atau film. Sedangkan saya yang lebih sering nggak kebagian jatah nonton tv lebih suka baca buku atau nonton film-film di Netflix lewat gawai.

Cinta dan Hobi Menyanyi

Tapi memang si kakak ini suka bernyanyi dan suaranya lumayan bagus. Di sekolah lamanya dia pernah menjuarai kompetisi bernyanyi untuk kategori Senior (kelas 4-6 SD) dan mengikuti ekstra kurikuler paduan suara. Waktu wisuda kelulusan Primary School kemarin juga dia menjadi lead vocal paduan suara kelasnya. Jadi ya dia cukup percaya diri dengan kemampuan bernyanyinya walaupun belum pernah ikut les vokal.

Sayangnya, sekolahnya sekarang nggak punya ekstra kurikuler nyanyi atau paduan suara sehingga dia nggak bisa menyalurkan hobi bernyanyinya. Tapi sepertinya sih dia tetap suka nyanyi di manapun berada karena teman sekelasnya tiba-tiba mengajaknya ikut open auditions salah satu ajang pencarian bakat edisi Surabaya awal bulan Februari 2020 lalu.

Saya mengizinkan dia ikut tanpa persiapan yang matang karena kami tahu tentang audisi ini hanya 7 hari dari hari H. Dalam 1 minggu itu pun, kami memiliki kesibukan lain yang cukup menyita waktu sehingga nggak sempat berlatih atau mencari tahu apa saja yang akan kami hadapi di sana. Saya hanya memberi gambaran sekilas kepada anak gadis bahwa saat audisi nanti dia akan bernyanyi di sebuah ruangan tertutup di depan seorang juri. Juga tentang banyaknya anak yang akan mengikuti acara tersebut dan proses audisi yang biasanya berlangsung berjam-jam.

The Open Auditions Day Ajang Pencarian Bakat

Pada hari H kami berdua bersama adik ipar dan adik sepupu saya berangkat ke Batiqa Hotel Surabaya, tempat audisi berlangsung. Kami sengaja berangkat lebih pagi dari Sidoarjo dengan harapan sebelum pukul 9 pagi sudah sampai sana sehingga anak saya bisa dapat antrian awal.

Sistem Antrian yang Kurang Teratur

Ternyata perkiraan kami meleset, saat sampai di Batiqa Hotel sudah banyak sekali anak dan orang tua yang berkumpul di sana. Padahal masih 30 menit sebelum audisi dimulai. Dan anehnya tidak ada nomer antrian atau jalur khusus antrian peserta, sehingga semua anak dan orang tua bergerombol tanpa tahu siapa saja yang datang pertama kali. Akibatnya, ketika panitia membuka kesempatan peserta untuk duduk di kursi-kursi yang sudah disediakan, semua berebut. Nggak peduli mereka datang lebih awal atau datang belakangan. Siapa cepat, dia dapat kursi. Sisanya ya kembali bergerombol menunggu kursi-kursi tersebut kosong.

open audisi ajang pencarian bakat anak
kerumunan peserta dan orang tua dalam antrian yang tidak teratur

Setelah hampir 1 jam berdiri, sementara peserta yang sudah dapat kursi belum ada yang dipanggil masuk ke dalam ruangan, anak saya mulai stres. Dia menangis sambil bilang mau menyerah saja dan minta pulang. Walaupun saya bujuk untuk bertahan sebentar lagi dia tetap pada pendiriannya untuk mundur dari audisi. Saya pun menuruti permintaannya dan membawanya keluar dari kerumunan peserta dan orang tua menuju ke pelataran parkir hotel.

Di tempat parkir, anak saya Cinta bertemu dengan teman sekolahnya yang mengajaknya ikut audisi dan seorang teman yang lain. Melihat Cinta menangis, si teman (sebut saja Gio dan Nur) menenangkan dan memberinya semangat.

“Kalau mau ikut audisi ya harus semangat. Nggak boleh putus asa”, kata mereka.

“Ayo, nunggu sama aku aja. Jangan pulang”, ujar kedua anak itu meyakinkan Cinta untuk tetap bertahan.

Akhirnya, kami pun kembali ke tempat antrian. Kali ini antrian sudah mulai mengular, tidak lagi bergerombol tapi tetap saja ada yang baru datang langsung ke bagian depan antrian. Sementara panitia hanya berjaga di meja pendaftaran dan sekitar kursi-kursi peserta, tanpa memedulikan peserta yang bergerombol nggak jelas ini.

Sistem Antrian Akhirnya Dibenahi

Situasi ini bertahan sampai hampir pukul 12 siang. Jadi nyaris 3 jam anak-anak itu berdiri tanpa antrian yang jelas. Beberapa kali antrian merangsek sampai ke area kursi peserta lalu oleh panitia disuruh mundur lagi sambil mereka memasang pita pembatas. Sementara para orang tua mulai resah melihat ada peserta-peserta yang baru datang bisa langsung menerobos pita pembatas dan menuju meja pendaftaran.

antrian audisi the voice kids surabaya
Setelah hampir 3 jam berdiri dalam kerumunan nggak jelas akhirnya Cinta duduk dalam barisan yang teratur, diberi formulir pendaftaran dan nomer antrian.

Mungkin karena banyak orang tua yang protes ke media sosial penyelenggara open audition atau komplain langsung ke panitia, akhirnya jam 11.40 antrian baru ditertibkan. Saat itu orang tua diminta untuk keluar dari antrian dan anak-anak diatur menjadi 5 barisan. Setelah itu mereka disuruh duduk dalam barisan dan dibagi formulir pendaftaran dan nomer antrian. Bayangkan betapa leganya saya melihat Cinta dan teman-temannya akhirnya diperlakukan lebih manusiawi setelah hampir 3 jam berdiri.

Harapan Terhadap Penyelenggara Audisi Ajang Pencarian Bakat

Seusai anak-anak mendapat nomer antrian, proses audisi berjalan lebih tertib dan nyaman untuk mereka. Saya pun beranjak ke sebuah kafe kecil di depan hotel untuk meredakan ketegangan bersama adik-adik saya dengan memesan makan siang dan es kopi.

Di kafe tersebut, kami satu ruangan dengan orang tua lain yang anaknya juga mengikuti audisi. Dan semua sepakat menganggap penyelenggara kali ini nampak tidak profesional mengingat event ini adalah untuk anak-anak dan levelnya nasional tapi sistemnya semrawut nggak karuan. Harapan saya sih ini menjadi pelajaran untuk para penyelenggara audisi sejenis ya. Sebaiknya diberi jalur khusus peserta atau sejak awal langsung diberi nomer antrian berdasarkan siapa yang datang duluan, Jadi benar-benar first come first in untuk menghargai peserta yang sudah berusaha hadir lebih pagi serta menjadikan antrian lebih rapi dan teratur.

tim suporter audisi
Tim Suporter Audisi Kakak Cinta

Peserta Fast Track Ajang Pencarian Bakat

Dari para pengantar lain saya tahu bahwa kebanyakan peserta audisi sudah sering mengikuti ajang lomba menyanyi di Surabaya dan sekitarnya. Beberapa di antaranya malah sudah profesional dan berlatih dengan lebih dari 1 pelatih vokal. Wow!

Adik-adik saya yang tadinya menunggu di kafe hotel juga bercerita bahwa banyak yang sengaja menginap di hotel supaya bisa antri sejak Subuh demi audisi ini. Tapi yang paling menarik adalah cerita tentang peserta dari jalur Fast Track. Mereka-mereka inilah yang kami lihat bisa langsung menuju meja pendaftaran tanpa harus ikut mengantri. Mereka-mereka ini juga yang membuat antrian di luar ruangan lambat majunya karena mereka bisa duluan diaudisi tanpa harus menunggu giliran. Wow lagi!

Jadi peserta fast track ini adalah peserta yang mendapat undangan khusus untuk mengikuti open audition ini. Untuk mendapatkan undangan ini, menurut salah satu peserta fast track, mereka menghubungi salah satu contact person open audition dan memberikan portofolio prestasi mereka sebagai penyanyi cilik. Portofolio ini bisa berupa link sosial media atau youtube yang berisi penampilan mereka bernyanyi. Jika penyelenggara menganggap mereka cukup bagus dari penampilan di sosial media atau youtube tersebut, mereka akan mendapatkan undangan untuk bisa audisi tanpa antri. Gitu.

Setelah mendengar pengalaman dan cerita dari para orang tua lain, saya pun menarik beberapa pelajaran yang saya ambil dalam pengalaman hari itu. Dan salah satunya adalah hal-hal yang perlu dipersiapkan saat anak mengikuti audisi ajang pencarian bakat seperti ini. Apa saja?

Persiapkan 5 Hal Ini Saat Anak Mengikuti Audisi Ajang Pencarian Bakat

ajang pencarian bakat anak

1. Portofolio

Kalau kita tahu anak kita punya bakat khusus seperti bernyanyi, melukis, olahraga, dsb. Dokumentasikan setiap aktivitas mereka yang berkaitan dengan bakat tersebut, terutama saat mereka mengikuti lomba. Menang kalah nggak jadi masalah. Bagaimana kalau anak nggak pernah ikut lomba menyanyi? Buatlah video cover. Lalu unggah ke satu akun sosial media khusus atau channel Youtube. Jika beruntung, portofolio ini bisa menjadi jalan khusus ketika anak ikut open audisi. Walaupun tidak menjamin kemenangannya tapi setidaknya bisa audisi tanpa harus menunggu giliran selama 9 jam, ya kan.

2. Persiapkan Materi yang Ingin Ditunjukkan Dengan Baik

Untuk ajang lomba nyanyi seperti yang diikuti Cinta ini, alangkah baiknya anak sudah mempersiapkan dirinya terlebih dahulu dengan cara berlatih dan menghafalkan lagu-lagu favoritnya. Baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

3. Persiapkan Mental dan Fisik Anak

Ini yang paling penting sih. Kesalahan saya adalah menganggap acara ini seperti lomba-lomba menyanyi anak-anak level sekolahan atau ya tingkat kota kecil yang pesertanya tidak terlalu banyak dan sudah dipersiapkan dengan baik oleh panitia sesuai dengan kondisi anak-anak. Sehingga ketika mendapati kenyataannya tidak seperti harapan kami, Cinta pun kaget. Dia tidak siap mental.

peserta audisi ajang pencarian bakat
peserta audisi seperti ini bisa sampai 300 orang.

Jadi sebaiknya cari tahu lebih dulu bagaimana sistem audisi yang akan diikuti. Hubungi sosial media atau contact person penyelenggara acara tersebut. Tanyakan bagaimana sistem antriannya, apa saja proses yang harus dijalani anak-anak selama audisi, apakah orang tua bisa mendampingi, dan lain sebagainya. Pokoknya tanya dengan jelas. Dan sampaikan kepada anak kemungkinan-kemungkinan terburuk agar ia siap mental.

Siapkan juga mental anak untuk kalah. Sebagai orang tua, kita memang harus memberi support kepada anak untuk melakukan usaha yang terbaik agar dapat mencapai hasil maksimal. Tapi, di setiap ajang kompetisi, anak-anak lain juga pasti akan berusaha sebaik mungkin. Jadi kemungkinan kalah itu selalu ada. Bukan karena anak tidak cukup bagus tapi karena ada yang lebih bagus dari dia.

Pastikan juga anak dalam keadaan sehat. Kemarin ada anak yang terpaksa bernyanyi dalam keadaan batuk sehingga gagal, padahal dia sudah antri berjam-jam. Kan kasihan ya. Anak yang kurang sehat juga nggak akan menikmati proses audisi yang panjang itu. Bahkan bisa jadi akan makin sakit. Jadi benar-benar jaga kondisi anak sebelum mengikuti audisi dengan cara memberi vitamin, olahraga yang cukup serta banyak minum dan istirahat.

4. Bawa Perlengkapan Pendukung

Kursi lipat kecil, kipas mini, air minum, baju ganti, pulpen, gadget atau buku menurut saya wajib sekali dibawa saat open audition seperti kemarin. Ketika antrian belum teratur kursi lipat kecil yang dibawa Gio dan Nurul dipakai bergantian oleh mereka dan Cinta sehingga nggak terlalu capek. Dan saat nggak kuat lagi berdiri, saya mengizinkan Cinta duduk di lantai sambil baca buku atau main gadget supaya moodnya tetap terjaga.

antrian audisi the voice kids surabaya
duduk di lantai sambil main gadget karena capek berdiri

Pastikan anak dalam keadaan kenyang sebelum berangkat audisi. Bawakan juga dia snack dan minuman serta minta dia untuk banyak minum air putih selama menunggu. Jika harus melewati jam makan siang, bawakan atau belikan makanan kesukaannya agar dia tetap mau makan. Sehingga tetap segar dan sehat sampai proses audisi selesai.

5. Waktu

Saat mengikuti audisi terbuka begini, kita harus mempersiapkan waktu setidaknya satu hari khusus. Kalau memungkinkan, menginaplah di dekat tempat audisi agar bisa sepagi mungkin antri. Namun jika tidak memungkinkan datanglah pada saat yang nyaman bagi anak. Hanya saja, semakin siang kita datang, semakin besar pula nomer antrian yang kita peroleh, sehingga bisa jadi semakin malam anak akan selesai audisi. Jadi persiapkan waktu dengan matang agar nyaman untuk anak dan pengantar.

Suporter Audisi
Cinta dan Opa yang khusus datang menemani audisi

Cinta sendiri selesai diaudisi pada pukul 5.30 sore, sesaat setelah adzan Maghrib Surabaya berkumandang, setelah 9 jam menunggu. Hasilnya sebenarnya sudah sesuai dugaan, yaitu dia gagal melanjutkan ke tahap selanjutnya. Bukan karena saya meragukan kemampuan anak saya ya. Hanya saja saya tahu bahwa ada banyak sekali anak yang lebih berbakat dan lebih berpengalaman ikut lomba semacam ini. Sehingga dari awal saya sudah menyiapkan mental Cinta untuk kalah.

Baca Juga: Berani Menang, Berani Juga Untuk Kalah

Dan saya bersyukur sekali Cinta bisa menghadapi dengan dewasa. Bahkan dia memuji juri yang menurutnya sangat baik.

She’s so nice. First she asked if I want her to talk to me in English or in Bahasa which of course I choose English. She’s even said sorry many times that she can’t pass me to the next step. I like her“.

Kata Cinta menurut juri dia punya bakat tapi dia bernyanyi terlalu pelan seolah-olah hanya bernyanyi untuk dirinya sendiri. Ini yang menyebabkan Cinta gagal. Untuk itu dia diminta berlatih vokal dengan pelatih profesional dan mencoba lagi tahun depan.

Hmmm… Apakah kami akan kembali lagi tahun depan? Entahlah. Kalaupun iya, sepertinya harus mulai ikut les vokal, lomba nyanyi dan bikin portofolio nih.

Adakah yang anak atau keponakannya suka mengikuti ajang Idol seperti ini atau lomba adu bakat lainnya? Share yuk di kolom komentar persiapan apa saja yang dilakukan.

 

 

 

 

Klaska Residence, Apartemen di Surabaya Bergaya Resor

Klaska Residence, apartemen di Surabaya

Tinggal di apartemen mungkin belum menjadi pilihan bagi sebagian keluarga di Indonesia yang terbiasa dengan hunian bertipe rumah tapak. Namun, harga rumah sekarang semakin mahal, terutama bagi keluarga muda yang sedang merintis karir. Kalaupun ada yang terjangkau biasanya letaknya jauh dari pusat kota. Sehingga meski mampu membeli rumah, banyak keluarga harus merelakan banyak waktu terbuang di jalan atau mengeluarkan ekstra uang untuk biaya transportasi karena lokasi rumah dan tempat kerja mereka di pusat kota terlalu jauh.

Karena itu hadirlah tipe hunian vertikal seperti apartemen, kondominium atau rumah susun. Biasanya apartemen memiliki lokasi yang strategis dan dekat dengan pusat kota, pusat pendidikan atau pusat industri. Apartemen juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dibutuhkan oleh penghuninya. Hal inilah yang menjadi nilai plus apartemen daripada rumah tapak.

Blogger Gathering Klaska Residence
Blogger Gathering bersama Bpk. Harris Maulana dari Sinar Mas Land dan Ibu Patricia dari Klaska Residence

Tapi memilih apartemen yang sesuai juga bukan hal yang mudah kan, ya. Maka itu, saya tidak menampik kesempatan untuk melihat show unit salah satu apartemen di Surabaya, Klaska Residence dalam acara blogger gathering di Surabaya beberapa waktu yang lalu.

Klaska Residence

Klaska Residence adalah apartemen modern bergaya resort yang terletak di pusat kota Surabaya. Memiliki prinsip panduan untuk menciptakan hunian untuk keluarga yang memungkinkan masing-masing penghuninya merasa lebih rileks dan memiliki rasa memiliki, Klaska Residence dilengkapi oleh berbagai fasilitas ala resor yang akan membuat kita betah.

Maket Klaska Residence

Apartemen di kawasan Jagir Wonokromo ini dikembangkan oleh Sinar Mas Land yang merupakan salah satu pengembang properti terbesar dan terpercaya di Indonesia. Sinar Mas Land sendiri saat ini sudah sukses dengan kota mandiri BSD City di Tangerang Selatan dan Kota Wisata Cibubur, serta area perumahan Wisata Bukit Mas Surabaya.

Dan Klaska Residence merupakan proyek apartemen pertama di Surabaya yang digarap oleh Sinar Mas Land yang memiliki berbagai kelebihan sebagai berikut.

Apartemen di Surabaya dengan Gaya Resor

1. Lokasi Strategis

Klaska berada di pusat kota Surabaya dengan lokasi yang strategis. Faktor ini tentu penting ya untuk warga Surabaya yang lalu lintasnya sudah mulai padat. Sehingga kita nggak perlu lagi menghabiskan waktu di jalan hanya untuk pergi ke kantor di pusat kota atau ke mall di akhir pekan. Secara Klaska hanya 10 menit perjalanan ke pusat perbelanjaan seperti: Surabaya Town Square, Royal Plaza, DTC Wonokromo, Plaza Marina dan Tunjungan Plaza.

. Lokasi Klaska Re

 

Klaska Residence juga terletak di antara 2 kantor pemerintahan yaitu kantor Pertamina dan kantor wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) 1 Jawa Timur. Cocok banget untuk yang bekerja di dua kantor itu karena tinggal jalan kaki saja dari apartemen sudah sampai kantor.

Klaska pun dekat dengan beberapa pusat pendidikan, yaitu: Universitas Surabaya; Universitas 17 Agustus 1945; Universitas Dr. Soetomo; Universitas Pembangunan Nasional dan UK Petra. Dan tidak jauh dari fasilitas kesehatan seperti RS. Islam Surabaya dan RS Premier.

2. Kemudahan Akses Transportasi

Lokasi apartemen Klaska Residence ini tidak hanya mudah dijangkau oleh transportasi pribadi. Para pengguna angkutan umum pun dapat bepergian dari dan ke Klaska Residence dengan mudah karena sangat dekat dengan Stasiun Wonokromo. Dari dan menuju Bandara Internasional Juanda dan Terminal Bungurasih maupun Terminal Wonokromo pun tidak terlalu jauh dan banyak angkutan umum dan transportasi online yang dapat kita gunakan.

3. Fasilitas Keamanan 24 Jam

Fasilitas Keamanan Klaska Residence

Faktor penting dalam memilih hunian selain lokasi adalah keamanan. Di Klaska Residence sendiri, setiap unitnya dilengkapi oleh 24 hours secured smart unit system. Yaitu sistem keamanan lengkap mulai dari CCTV, panic button, anti theft dan power control untuk AC dan TV. Kebayang kan ya keamanan dan kenyamanannya.

4. Pilihan Unit yang Bervariasi

Saat ini yang sedang dibangun adalah Tower Azure yang akan selesai pada akhir tahun 2020. Ada 4 tipe unit yang tersedia di tower ini, yaitu:

  • Superior dengan luas 25, 67m2 yang memiliki 1 kamar tidur dan 1 kamar mandi.

    Superior Klaska Residence
    Kamar di unit Superior Klaska Residence
  • Deluxe dengan luas 35,06m2 dengan 1 kamar tidur dan 1 kamar mandi

    Deluxe Klaska Residence
    Living Room tipe Deluxe dengan dapur mini, ruang keluarga dan meja makan minimalis
  •  Suite dengan luas 51,58m2 yang memiliki 2 kamar tidur dan 2 kamar mandi

    Suite BR Klaska
    Kamar tidur utama di unit Suite Klaska Residence
  • Loft dengan luas 132,9m2 yang memiliki 3 kamar mandi dan 3 kamar tidur

    Suite Klaska Residence
    Lantai 1 tipe Suite Klaska Residence

5. Memiliki Fasilitas Modern ala Resor Bintang Lima

Klaska Residence ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas ala resor yang memberikan pengalaman hidup terbaik. Membuat kita lebih suka bersantai di rumah daripada pergi ke luar rumah. Berikut adalah beberapa fasilitas yang diberikan oleh Klaska Residence yang menurut saya menarik sekali:

Thematic Water Facilities

Thematic pool

Kolam renang yang tersedia di Klaska Residence ini nggak cuma satu lho, tapi 3! Ada kolam berukuran standar olimpiade, leisure pool dengan tambahan fitur bubble untuk bersantai dan berendam serta kolam anak-anak untuk si kecil. Selain itu juga disediakan jacuzzi dan sauna sebagai tempat istirahat yang dapat dinikmati para penghuni apartemen di waktu luang.

Family Party Park

Dilengkapi dengan fasilitas untuk membuat BBQ party, family party park ini bisa kita gunakan untuk merayakan saat istimewa bersama keluarga.

Hanging Garden dan Sky Jogging Park

Tinggal di apartemen bukan berarti nggak bisa menikmati hijaunya taman dan cuma bisa berolahraga di gym. Di Klaska Residence, kita tetap bisa kok bersantai di taman atau jogging di ruang terbuka yang sambil menikmati keindahan langit Surabaya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Klaska Residence (@klaskaresidence) on

Area Bermain dan Bersantai

Bagi yang lebih suka kegiatan indoor, Klaska Residence menyediakan area-area menarik yang bisa kita gunakan. Ada Movie Room, Virtual Playroom dan Perpustakaan Pribadi untuk penghuni apartemen. Wah, rasanya jadi makin betah di rumah ya kalau gitu.

Dengan berbagai fasilitas itu, nggak heran sih kalau sudah banyak unit yang terjual meskipun Tower Azure masih dalam tahap pembangunan. Apalagi Klaska Residence sekarang menawarkan unit spesial The Rivira yang memiliki akses langsung ke semua fasilitas di atas. Dengan memberikan uang tanda jadi Rp 5 juta dan cicilan mulai dari Rp 3 juta per bulannya, kita bisa memiliki satu unit apartemen di Surabaya itu. Dalam masa promosi ini kita juga memperoleh cashback DP 5%, free biaya KPA dan hadiah istimewa, lho.

Jadi tunggu apalagi, langsung saja lihat show unitnya dan pilih yang sesuai dengan kebutuhan keluarga kita di:

KLASKA MARKETING GALLERY

Jl. Jagir Wonokromo No.100
Surabaya 60244

Buka setiap hari : 08.30 – 19.00 WIB
Telepon. 031 849 8888 | WA. 6282178887818

Baca Juga: Pindah Rumah Bebas Stres, Mungkinkah?

Foto: koleksi pribadi dan klaskaresidence.com

Akta Kelahiran Untuk Anak yang Lahir Di Luar Negeri

akta kelahiran anak lahir di luar negeri

Akta kelahiran adalah dokumen penting yang harus dimiliki oleh seorang warna negara Indonesia. Dokumen ini diperlukan untuk mendapatkan pelayanan negara seperti pembuatan kartu identitas, paspor, pendidikan, pendaftaran pernikahan di KUA, dan sebagainya. Setiap anak yang baru lahir sebaiknya langsung dibuatkan akte kelahirannya di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat. Karena menurut peraturan, akta kelahiran yang dibuat lebih dari 60 hari setelah kelahiran atau 30 hari dari kedatangannya kembali ke Indonesia jika lahir di luar negeri akan kena denda sebesar Rp 100.000,-.

Saking pentingnya dokumen ini, banyak rumah sakit dan klinik bersalin yang memberikan fasilitas pengurusan akta kelahiran sesaat setelah anak lahir. Dengan ini orang tua nggak perlu lagi repot-repot mondar-mandir ke Dukcapil untuk mengurusnya, dan bisa fokus dengan bayi baru mereka. Tapi bagaimana dengan anak dari warga negara Indonesia yang lahir di luar negeri? Seperti anak saya, Keenan, misalnya.

akta kelahiran anak lahir di luar negeri

Keenan lahir di Kuala Belait, Brunei Darussalam, saat kami masih tinggal di sana pada tahun 2013. Dan sebagaimana orang tua pada umumnya, sesaat setelah kelahirannya, kami langsung mengurus akta kelahirannya di negara setempat. Akta kelahiran ini penting sekali untuk membuat paspor dan dependant pass, agar ia bisa tinggal di Brunei bersama kami.

Akta Kelahiran Negara Setempat

Langkah pertama yang kami lakukan adalah mendatangi Jabatan Imigresen dan Pendaftaran Kebangsaan Kementrian Hal Ehwal Dalam Negeri Brunei Darussalam dengan membawa dokumen-dokumen berikut:

  1. Borang permohonan pendaftaran kelahiran
  2. Surat pengakuan kelahiran dari rumah sakit/klinik
  3. Kad pengenalan (IC) orang tua (ayah dan ibu)
  4. Paspor orang tua (ayah dan ibu)
  5. Buku nikah

Akta Kelahiran Luar Negeri

Setelah itu kami diberi Certified True Copy of Register of Birth atau Sijil Kelahiran. Di Brunei, dokumen inilah yang akan menjadi pegangan anak untuk kemudahan pendaftaran sekolah, permohonan bagi kad pengenalan pintar, dokumen perjalanan, dll. Jabatan imigrasi Brunei juga mengeluarkan special pass bagi Keenan sebagai izin tinggal sementara sampai paspor dan dependant pass selesai diurus.

Lapor Kelahiran Anak di KBRI 

Tapi, belum cukup sampai di situ. Keenan masih harus mendapatkan paspor dan dokumen imigrasi lainnya dalam waktu 30 hari setelah mendapatkan special pass dari Imigrasi Brunei Darussalam. Setelah sijil kelahiran kami perolah, langkah selanjutnya adalah melaporkan kelahiran Keenan dan membuat paspor di KBRI Bandar Seri Begawan.

Yang pertama kami buat adalah paspor untuk Keenan dengan menggunakan dokumen:

  1. Fotokopi Surat Kelahiran/Akte Lahir Anak/Sjil Kelahiran Anak yang telah diendorse di Kedutaan Indonesia
  2. Fotokopi special pass dari Imigrasi
  3. Fotokopi buku nikah orang tua dan foto kopinya
  4. Fotokopi KTP dan IC Brunei atau paspor orang tua

Saat pembuatan paspor ini, anak harus dibawa ya untuk difoto di KBRI. Jadi waktu itu Keenan yang usianya belum 14 hari sudah harus menempuh perjalanan darat sejauh 120km dari Kuala Belait ke Bandar Seri Begawan untuk bikin paspor. Such a strong boy!

Surat Keterangan Kelahiran KBRI

KBRI Bandar Seri Begawan kemudian mengeluarkan Surat Keterangan Lahir yang kami peroleh secara gratis dalam waktu 2 hari kerja saja dengan melampirkan dokumen-dokumen sebagai berikut:

  1. Surat Sijil Kelahiran dari Jabatan Imigrasi Brunei
  2. Fotokopi paspor orang tua dan paspor anak
  3. Fotokopi surat nikah orang tua.

Proses pembuatan dua dokumen ini cukup cepat. Dan memang harus cepat karena setelah itu kami harus mengurus dependant pass di Jabatan Imigrasi. Setelah dependant pass diperoleh, Keenan harus kami bawa keluar dari Brunei untuk membatalkan special passnya dan mengaktifkan dependant passnya. Alhamdulillah, kota tempat kami tinggal berbatasan langsung dengan Miri sebuah kota di Sarawak, Malaysia. Sehingga kami bisa jalan darat saja keluar dari Brunei, masuk Miri dan menginap semalam, lalu besoknya kembali ke Brunei.

Selama kami tinggal di Brunei, cukup paspor dan sijil kelahiran dari Brunei yang menjadi dokumen penting untuk Keenan. Tapi ternyata, begitu kembali ke Indonesia kami harus melaporkan kelahiran Keenan ke Dukcapil Sidoarjo, sesuai dengan KTP kami.

Mengurus Dokumen Pencatatan Kelahiran di Luar Negeri

Sebelum kami pindah, banyak informasi simpang siur yang kami peroleh dari teman-teman yang sudah lebih dulu kembali tinggal di Indonesia, tentang pembuatan akta kelahiran anak yang lahir di luar negeri. Mulai dari banyaknya dokumen yang harus disubmit sampai wajibnya kehadiran orang tua sebagai pelapor kelahiran anak di luar negeri. Dengan kata lain, di beberapa kota di Indonesia, pelaporan kelahiran anak di luar negeri harus dilakukan sendiri oleh orang tua, nggak boleh diwakilkan oleh orang lain.

akta kelahiran anak lahir di luar negeri

Begitu kami pindah, kami pun mendatangi Disdukcapil Sidoarjo di Jl. Sultan Agung No. 23 Sidoarjo dan mendapatkan informasi mengenai surat-surat yang harus dilampirkan untuk mengurus akta kelahiran sebagai berikut:

  1. Asli dan fotokopi Akta Kelahiran luar negeri.
  2. Asli terjemahan akta kelahiran luar negeri oleh penerjemah tersumpah dan berbadan hukum. Untuk wilayah Sidoarjo, kami disarankan untuk menggunakan jasa penerjemah tersumpah Lugas dengan biaya Rp 120.000,-
  3. Asli dan fotokopi Surat Keterangan Kelahiran dari KBRI atau Perwakilan RI Setempat.
  4. Asli dan fotokopi Kartu Keluarga.
  5. Asli dan fotokopi KTP kedua orang tua.
  6. Asli dan fotokopi Buku Nikah/kutipan akta perkawinan orang tua.
  7. Asli dan fotokopi Paspor RI kedua orang tua dan anak.
  8. Formulir Pelaporan yang harus ditandatangani Lurah atau Kepala Desa setempat.

Setelah semua dokumen lengkap dan disetujui oleh petugas Disdukcapil, Surat Keterangan Pelaporan Kelahiran Luar Negeri, selesai dalam waktu satu minggu.

Surat Keterangan Pelaporan Kelahiran Luar Negeri

Iya, ternyata yang kami terima bukanlah akta kelahiran seperti anak yang lahir di Indonesia, melainkan Surat Keterangan Pelaporan Kelahiran Luar Negeri. Untuk menegaskan hal ini, Kepala Bidang Pencatatan Sipil Disdukcapil Sidoarjo, secara khusus menerangkan kepada kami bahwa Dukcapil tidak mengeluarkan akta kelahiran untuk anak yang lahir di luar negeri. Sesuai Undang-Undang Adminduk, Dukcapil hanyalah mencatat pelaporan kelahiran tersebut dan memasukkan anak ke dalam Kartu Keluarga (dalam kasus kami, Keenan sudah masuk dalam KK sebelum kami lapor kelahiran luar negeri).

Surat Keterangan Pelaporan Kelahiran Luar Negeri

Beliau juga memberi tahu bahwa yang dicatat oleh Kementrian Dalam Negeri dan diakui sebagai akta kelahiran untuk WNI yang lahir di luar negeri adalah Akta Kelahiran yang dikeluarkan oleh negara setempat. Bukan Surat Keterangan Lahir dari KBRI ataupun Surat Keterangan Pelaporan Kelahiran Luar Negeri. Tapi jika diperlukan, kita bisa melampirkan kedua surat tersebut di akta kelahirannya.

Ibu Kabid Pencatatan Sipil sengaja menjelaskan hal ini secara detil kepada kami, karena sebelumnya ada yang marah-marah saat menerima surat keterangan pelaporan kelahiran luar negeri. Sang pelapor berharap mendapatkan akta kelahiran, bukan sekadar surat keterangan dari Dukcapil.

Namun, bukan berarti anak dari pasangan WNI yang lahir di luar negeri dan sudah memiliki akta kelahiran dari negara setempat nggak perlu lagi mengurus Surat Keterangan Pelaporan Kelahiran Luar Negeri, ya. Surat ini tetap harus dimiliki sebagai dasar memasukkan anak ke Kartu Keluarga. Di mana Kartu Keluarga ini juga penting kan untuk mengurus surat-surat lain seperti perpanjangan paspor, daftar sekolah, daftar BPJS, membuat KTP dan lain-lain.

Jadi, untuk kelancaran proses pembuatan dokumen anak yang lain di kemudian hari, luangkan waktu untuk membuat Surat Keterangan Pelaporan Kelahiran Luar Negeri ini. Cukup mudah kok selama persyaratannya lengkap. Tapi ingat, setiap daerah mungkin memiliki proses dan aturan yang berbeda, sebaiknya berkonsultasi lebih dahulu dengan petugas di Disdukcapil setempat.

Menurut pengalaman saya, saat ini pelayanan di Disdukcapil cukup memuaskan kok. Petugasnya ramah dan informatif, waktu pelayanan juga cepat. Bahkan di Disdukcapil Sidoarjo kita bisa mengambil nomer antrian online, walaupun menurut saya lebih efektif jika kita datang langsung dan ambil nomer antrian di tempat.

Oya, artikel ini saya buat juga sebagai apresiasi kepada Kepala Bidang Pencatatan Sipil Sidoarjo, ibu Dyah Rina Pujiastuti SH, MM atas pelayanannya yang baik sekali kepada kami. Seperti yang saya jelaskan di atas, beliau benar-benar menerangkan kepada kami tentang perbedaan akta kelahiran, surat keterangan kelahiran dari KBRI dan surat pelaporan kelahiran luar negeri. Kebetulan selain kami juga ada seorang ibu yang mengurus surat pelaporan kelahiran luar negeri untuk anakya yang lahir di Jerman.

Selama 2 kali pertemuan dengan beliau, banyak sekali informasi yang kami terima baik dari perbincangannya dengan kami maupun tamu-tamu lain sebelum kami. Cara beliau memberi informasi, mengapresiasi dan menegur pemohon layanan itu seperti seorang ibu kepada anaknya, tanpa ada kesan arogan. Beliau juga berusaha supaya semua orang yang masuk ke ruangannya keluar dengan hati puas dan gembira. Semoga ibu Rina selalu dalam lindungan Allah SWT, dilancarkan urusannya dan dimudahkan pekerjaannya dalam melayani masyarakat Sidoarjo. Barakallah, bu Rina.

 

Pernik Cantik dari Lingga Classic

Pada bulan April banyak sekali acara memperingati Hari Kartini. Mulai dari berbagai perlombaan di sekolah-sekolah sampai aneka pameran atau bazaar di mall. Seperti halnya Festival Kartini 2015 yang diselenggarakan oleh Indonesian Heritage pada tanggal 15-19 April yang akan datang di Grand City Mall, Surabaya. Acara yang bertajuk “Karya Gemilang. Different is Beautiful” ini didukung oleh beberapa desainer dan artis nasional seperti Samuel Wattimena, Arzeti Bilbina, Celia Thomas dan lain-lain.

 photo 7B5D09A0-6614-4CE0-AC16-8319256E04C2_zpsqwu7tf8a.jpg

Dalam acara ini, Lingga Classic ikut berpartisipasi dengan berjualan produk-produk kaca lukis. Mulai dari cermin kecil, tempat tisu, kotak perhiasan sampai set baki dan toples. Peralatan rumah tangga yang unik tersebut bisa didapatkan dengan harga mulai Rp 30.000 sampai Rp 350.000.

Lingga Classic ini sudah berdiri sejak tahun 2001 di Solo, Jawa Tengah. Berawal dari industri rumahan sederhana dengan tujuan melestarikan budaya lokal dan mengenalkannya kepada masyarakat di luar Solo sampai manca negara, Lingga Classic memproduksi kerajinan cermin dengan desain klasik. Kini produknya sudah berhasil dipasarkan sampai ke luar negeri dengan pangsa pasar terbesar di USA, Eropa, Australia dan Timur Tengah.

Saya sendiri punya hasil kerajinan berupa jam dinding besar dari cermin dengan desain yang elegan, hadiah pernikahan 9 tahun yang lalu dari owner Lingga Classic yang kebetulan adalah sahabat mama saya. Sayang akhirnya suvenir cantik itu ditinggal di rumah mama karena takut pecah kalau dibawa berpindah-pindah.

Dalam pameran kali ini, Lingga Classic mengeluarkan koleksi terbaru dari seri suvenir kaca lukisnya yang lebih simpel dan tak kalah menarik. Seri ini cocok sekali untuk menghias ruang tamu atau ruang keluarga kita. Cermin mungilnya pas banget untuk suvenir pernikahan. Sedangkan tempat tisu atau tatakan gelas bisa kita berikan sebagai kado housewarming bagi sahabat tercinta. Ibu atau (calon) mertua juga pasti suka lho kalau diberi kado kotak perhiasan atau set baki dan toplesnya.

 photo 804C6180-86B9-4CDF-B741-ED8836D9C199_zpsu1hcispc.png

Kalau belum ada desain yang sesuai selera, jangan khawatir, Lingga Classic juga bisa membuat produk sesuai keinginan kita. Jangan sungkan untuk tanya-tanya di sana. Ada mama saya dan teman-temannya serta adik ipar dan sepupu saya yang cantik akan membantu memilihkan pernik kaca lukis yang sesuai untuk kita.

Jadi jangan lewatkan Festival Kartini 2015 tanggal 15-19 April yang akan datang. Kunjungi stand Lingga Classic di depan gerai Starbucks Grand City Mall, Surabaya dan dapatkan diskon dan suvenir menarik untuk pembelian selama pameran berlangsung. Selamat berbelanja.

Satu Hari untuk Ibu

Hari Minggu kemarin, saya dan Cinta juga adik dan adik ipar, nemenin mama datang ke acara Hari Ibu yang diselenggarakan komunitas Perempuan Menulis, sekaligus launching buku antologi mereka di Royal Plaza, Surabaya. Komunitas ini terdiri dari para alumni Sirikit School of Writing yang didirikan oleh seorang sastrawan, jurnalis dan peneliti idola saya, Sirikit Syah. Bu Sirikit ini 10 tahun yang lalu pernah menjadi dosen penguji tamu saat saya sidang skripsi. Dan dulu saya mengidolakan ibu yang super aktif ini, makanya seneng banget bisa ketemu beliau lagi. Apalagi beliau juga ingat saya sebagai salah satu mahasiswa yang pernah diujinya, meski universitas tempat beliau mengajar berbeda dengan tempat saya belajar.

Oke, kembali ke topik. Di acara ini banyak kegiatan menarik. Ada lomba menggambar, yang kemudian diprotes Cinta karena menurutnya, “This is not a drawing competition. This is a coloring competition!”

Sambil nunggu anak-anaknya menggambar mewarnai, para orang tua diajak mendengarkan talkshow tentang pengasuhan anak oleh Psikolog dari sebuah rumah sakit swasta di Surabaya yang juga ikut berpartisipasi dalam antologi “Let’s Talk About Mom.” Lumayan lah, buat refreshing karena sudah lamaaaaaa sekali nggak ikut talkshow gitu.

Setelah acara untuk anak selesai dan sambil menunggu pengumuman pemenang lomba, ada talkshow tentang kecantikan dan kesehatan kulit dengan topik, “Apakah Kulit Putih Identik dengan Sehat dan Cantik?” dari Derma Estethic Centre. Tapi saya nggak ikut nih karena Cinta dan Yasmine, sepupunya pengen foto-foto di fotobox yang ada di sekitar area tersebut.

Saat saya dan mama yang juga jadi panitia acara peringatan Hari Ibu ini kembali dari makan siang, talkshow “Membentuk Karakter Anak Lewat Menulis” yang dibawakan oleh pak Sutanto Leo sudah berlangsung hampir separuh jalan. Pak Sutanto Leo adalah penulis dari Bandung yang sudah menelurkan banyak buku. Beliau juga writing trainer dan konsultan penerbitan.

Acara diakhiri dengan bagi-bagi doorprize dan foto bersama para panitia dan pembicara. Senang juga seharian ikut mama di acara komunitasnya. Jadi ikut tahu orang-orang baru. Bangga melihat mama dengan aktivitas barunya menjelang pensiun ini. Selamat Hari Perempuan, Indonesia. Semoga semakin banyak para perempuan yang mewariskan kearifan dan nilai-nilai hidupnya melalui tulisan.

Asiknya Foto di Fox Studio

Waktu mudik lebaran kemarin, Cinta berkali-kali minta foto studio dengan kostum a la princess Disney.

Ya sih, biasanya setahun sekali, tepatnya saat dia ulang tahun saya selalu ajak dia foto studio. Seru-seruan aja untuk dokumentasi pertumbuhan Cinta tiap tahunnya.

Sayang, sejak pindah ke Brunei belum pernah foto di studio lagi. Sebenarnya ada studio foto yang tampaknya lumayan oke di Kuala Belait, jadi satu dengan toko mainan Nanyang di Jalan Pretty. Tapi entah kenapa kok belum merasa tergerak untuk bawa Cinta foto di sana.

Beberapa hari sebelum pulang ke Brunei, saya dan Cinta menyempatkan diri ke Supermal Pakuwon Indah ditemani adik dan ipar yang bela-belain nggak kerja demi entertain ponakan tercintanya itu. Makasih ya, paman Bayu dan tante Mer. We heart you so much.

Berbekal petunjuk dari saudara, kami pun menemukan tempat foto yang terletak di Pakuwon Trade Center. Meski jauh dari bayangan saya, Cinta tetap senang bisa berfoto dengan kostum a la Cinderella dan tiaranya serta berpose sesuka hati. Hutang terlunasi sudah!

Sebelum pulang, saat menuju lobby mall, tiba-tiba saya melihat ada sebuah studio foto baru di sebelah Bread Talk. Seingat saya terakhir ke sana tahun lalu, studio yang tampak bagus sekali dengan beberapa booth foto beraneka tema belum ada. Dan benar saja, Fox Studio ini baru soft opening dan saat saya iseng lihat-lihat contoh foto, mbak pramuniaganya memberi tahu kalau saat itu sedang ada promo untuk paket-paket foto tertentu. Yihaaaa!

Akhirnya, saya ambil dua paket foto yang per paketnya terdiri dari 2 foto ukuran 4R + 1 background + CD plus ekstra sewa kostum untuk Cinta. Wuaaa, Cinta senang sekali dalam satu hari bisa dua kali foto studio dengan 2 kostum princess yang berbeda.

Sedangkan untuk Keenan sengaja nggak saya sewakan kostum meski pilihan kostum untuk bayinya lucu-lucu sekali. Mulai dari pumpkin, ulat, siput sampai kacang polong. Saya pikir Keenan baru belajar tengkurap jadi daripada nanti repot ngatur kostum dan dia malah bete nggak mau difoto biarlah pakai baju yang dipakai saat itu saja.

Ternyata sama fotografernya, Keenan disarankan hanya pakai popok sehingga fokus ke wajahnya aja. Ketelatenan mas fotografer dan kehebohan gaya dan atraksinya untuk menarik perhatian Keenan bikin anak bayi betah difoto. Apalagi liat lampu blitz yang menyala-nyala.

Sementara itu bagian kostum dengan sigap membantu Cinta ganti baju sambil memilihkan aksesoris yang sesuai. Dia juga helpful sekali merapikan kostum, rambut saat fotografer memotret Cinta.

Meski masih muda, mas fotografernya sabar lho mengarahkan gaya anak-anak ini. Dia juga nggak pelit memotret sampai berhasil mendapatkan foto yang cukup bagus menurutnya.

Setelah selesai, kami diminta memilih foto-foto untuk dicetak. Huaaa bingung karena bagus-bagus hasilnya. Tapi karena nggak mungkin dicetak semua, saya dan Cinta pun sepakat memilih empat foto terbaik* menurut kami ini.

20130929-235616.jpg

Senangnya lagi, hasil foto bisa diambil pada hari yang sama. Kami hanya diminta menunggu satu jam untuk proses cetak.

Sayang, foto yang kami terima benar-benar hasil mentah jepretan kamera tanpa diedit. Bahkan tanpa tusir atau minimal dicerahkan sedikit. Tapi nggak masalah sih karena hasilnya sudah cukup bagus. Yah, worth the pricelah. Yang penting Cinta senang koleksi foto a la princessnya bertambah lagi. Dan saya juga hepi punya foto bayi Keenan untuk disandingkan dengan foto bayinya Cinta dulu.

Jadi teman-teman yang ingin sekadar foto narsis dengan latar belakang dan properti foto lucu atau bikin dokumentasi foto teman satu grup untuk diupload di media sosial, boleh lah coba ke Fox Studio. Lumayan kan sambil jalan-jalan di mall bisa pulang bawa foto keren dengan harga terjangkau.

*foto yang diupload di sini sudah diedit sedikit tingkat keterangannya dengan aplikasi moldiv for iphone