Pernik Cantik dari Lingga Classic

Pada bulan April banyak sekali acara memperingati Hari Kartini. Mulai dari berbagai perlombaan di sekolah-sekolah sampai aneka pameran atau bazaar di mall. Seperti halnya Festival Kartini 2015 yang diselenggarakan oleh Indonesian Heritage pada tanggal 15-19 April yang akan datang di Grand City Mall, Surabaya. Acara yang bertajuk “Karya Gemilang. Different is Beautiful” ini didukung oleh beberapa desainer dan artis nasional seperti Samuel Wattimena, Arzeti Bilbina, Celia Thomas dan lain-lain.

 photo 7B5D09A0-6614-4CE0-AC16-8319256E04C2_zpsqwu7tf8a.jpg

Dalam acara ini, Lingga Classic ikut berpartisipasi dengan berjualan produk-produk kaca lukis. Mulai dari cermin kecil, tempat tisu, kotak perhiasan sampai set baki dan toples. Peralatan rumah tangga yang unik tersebut bisa didapatkan dengan harga mulai Rp 30.000 sampai Rp 350.000.

Lingga Classic ini sudah berdiri sejak tahun 2001 di Solo, Jawa Tengah. Berawal dari industri rumahan sederhana dengan tujuan melestarikan budaya lokal dan mengenalkannya kepada masyarakat di luar Solo sampai manca negara, Lingga Classic memproduksi kerajinan cermin dengan desain klasik. Kini produknya sudah berhasil dipasarkan sampai ke luar negeri dengan pangsa pasar terbesar di USA, Eropa, Australia dan Timur Tengah.

Saya sendiri punya hasil kerajinan berupa jam dinding besar dari cermin dengan desain yang elegan, hadiah pernikahan 9 tahun yang lalu dari owner Lingga Classic yang kebetulan adalah sahabat mama saya. Sayang akhirnya suvenir cantik itu ditinggal di rumah mama karena takut pecah kalau dibawa berpindah-pindah.

Dalam pameran kali ini, Lingga Classic mengeluarkan koleksi terbaru dari seri suvenir kaca lukisnya yang lebih simpel dan tak kalah menarik. Seri ini cocok sekali untuk menghias ruang tamu atau ruang keluarga kita. Cermin mungilnya pas banget untuk suvenir pernikahan. Sedangkan tempat tisu atau tatakan gelas bisa kita berikan sebagai kado housewarming bagi sahabat tercinta. Ibu atau (calon) mertua juga pasti suka lho kalau diberi kado kotak perhiasan atau set baki dan toplesnya.

 photo 804C6180-86B9-4CDF-B741-ED8836D9C199_zpsu1hcispc.png

Kalau belum ada desain yang sesuai selera, jangan khawatir, Lingga Classic juga bisa membuat produk sesuai keinginan kita. Jangan sungkan untuk tanya-tanya di sana. Ada mama saya dan teman-temannya serta adik ipar dan sepupu saya yang cantik akan membantu memilihkan pernik kaca lukis yang sesuai untuk kita.

Jadi jangan lewatkan Festival Kartini 2015 tanggal 15-19 April yang akan datang. Kunjungi stand Lingga Classic di depan gerai Starbucks Grand City Mall, Surabaya dan dapatkan diskon dan suvenir menarik untuk pembelian selama pameran berlangsung. Selamat berbelanja.

Satu Hari untuk Ibu

Hari Minggu kemarin, saya dan Cinta juga adik dan adik ipar, nemenin mama datang ke acara Hari Ibu yang diselenggarakan komunitas Perempuan Menulis, sekaligus launching buku antologi mereka di Royal Plaza, Surabaya. Komunitas ini terdiri dari para alumni Sirikit School of Writing yang didirikan oleh seorang sastrawan, jurnalis dan peneliti idola saya, Sirikit Syah. Bu Sirikit ini 10 tahun yang lalu pernah menjadi dosen penguji tamu saat saya sidang skripsi. Dan dulu saya mengidolakan ibu yang super aktif ini, makanya seneng banget bisa ketemu beliau lagi. Apalagi beliau juga ingat saya sebagai salah satu mahasiswa yang pernah diujinya, meski universitas tempat beliau mengajar berbeda dengan tempat saya belajar.

Oke, kembali ke topik. Di acara ini banyak kegiatan menarik. Ada lomba menggambar, yang kemudian diprotes Cinta karena menurutnya, “This is not a drawing competition. This is a coloring competition!”

Sambil nunggu anak-anaknya menggambar mewarnai, para orang tua diajak mendengarkan talkshow tentang pengasuhan anak oleh Psikolog dari sebuah rumah sakit swasta di Surabaya yang juga ikut berpartisipasi dalam antologi “Let’s Talk About Mom.” Lumayan lah, buat refreshing karena sudah lamaaaaaa sekali nggak ikut talkshow gitu.

Setelah acara untuk anak selesai dan sambil menunggu pengumuman pemenang lomba, ada talkshow tentang kecantikan dan kesehatan kulit dengan topik, “Apakah Kulit Putih Identik dengan Sehat dan Cantik?” dari Derma Estethic Centre. Tapi saya nggak ikut nih karena Cinta dan Yasmine, sepupunya pengen foto-foto di fotobox yang ada di sekitar area tersebut.

Saat saya dan mama yang juga jadi panitia acara peringatan Hari Ibu ini kembali dari makan siang, talkshow “Membentuk Karakter Anak Lewat Menulis” yang dibawakan oleh pak Sutanto Leo sudah berlangsung hampir separuh jalan. Pak Sutanto Leo adalah penulis dari Bandung yang sudah menelurkan banyak buku. Beliau juga writing trainer dan konsultan penerbitan.

Acara diakhiri dengan bagi-bagi doorprize dan foto bersama para panitia dan pembicara. Senang juga seharian ikut mama di acara komunitasnya. Jadi ikut tahu orang-orang baru. Bangga melihat mama dengan aktivitas barunya menjelang pensiun ini. Selamat Hari Perempuan, Indonesia. Semoga semakin banyak para perempuan yang mewariskan kearifan dan nilai-nilai hidupnya melalui tulisan.

Asiknya Foto di Fox Studio

Waktu mudik lebaran kemarin, Cinta berkali-kali minta foto studio dengan kostum a la princess Disney.

Ya sih, biasanya setahun sekali, tepatnya saat dia ulang tahun saya selalu ajak dia foto studio. Seru-seruan aja untuk dokumentasi pertumbuhan Cinta tiap tahunnya.

Sayang, sejak pindah ke Brunei belum pernah foto di studio lagi. Sebenarnya ada studio foto yang tampaknya lumayan oke di Kuala Belait, jadi satu dengan toko mainan Nanyang di Jalan Pretty. Tapi entah kenapa kok belum merasa tergerak untuk bawa Cinta foto di sana.

Beberapa hari sebelum pulang ke Brunei, saya dan Cinta menyempatkan diri ke Supermal Pakuwon Indah ditemani adik dan ipar yang bela-belain nggak kerja demi entertain ponakan tercintanya itu. Makasih ya, paman Bayu dan tante Mer. We heart you so much.

Berbekal petunjuk dari saudara, kami pun menemukan tempat foto yang terletak di Pakuwon Trade Center. Meski jauh dari bayangan saya, Cinta tetap senang bisa berfoto dengan kostum a la Cinderella dan tiaranya serta berpose sesuka hati. Hutang terlunasi sudah!

Sebelum pulang, saat menuju lobby mall, tiba-tiba saya melihat ada sebuah studio foto baru di sebelah Bread Talk. Seingat saya terakhir ke sana tahun lalu, studio yang tampak bagus sekali dengan beberapa booth foto beraneka tema belum ada. Dan benar saja, Fox Studio ini baru soft opening dan saat saya iseng lihat-lihat contoh foto, mbak pramuniaganya memberi tahu kalau saat itu sedang ada promo untuk paket-paket foto tertentu. Yihaaaa!

Akhirnya, saya ambil dua paket foto yang per paketnya terdiri dari 2 foto ukuran 4R + 1 background + CD plus ekstra sewa kostum untuk Cinta. Wuaaa, Cinta senang sekali dalam satu hari bisa dua kali foto studio dengan 2 kostum princess yang berbeda.

Sedangkan untuk Keenan sengaja nggak saya sewakan kostum meski pilihan kostum untuk bayinya lucu-lucu sekali. Mulai dari pumpkin, ulat, siput sampai kacang polong. Saya pikir Keenan baru belajar tengkurap jadi daripada nanti repot ngatur kostum dan dia malah bete nggak mau difoto biarlah pakai baju yang dipakai saat itu saja.

Ternyata sama fotografernya, Keenan disarankan hanya pakai popok sehingga fokus ke wajahnya aja. Ketelatenan mas fotografer dan kehebohan gaya dan atraksinya untuk menarik perhatian Keenan bikin anak bayi betah difoto. Apalagi liat lampu blitz yang menyala-nyala.

Sementara itu bagian kostum dengan sigap membantu Cinta ganti baju sambil memilihkan aksesoris yang sesuai. Dia juga helpful sekali merapikan kostum, rambut saat fotografer memotret Cinta.

Meski masih muda, mas fotografernya sabar lho mengarahkan gaya anak-anak ini. Dia juga nggak pelit memotret sampai berhasil mendapatkan foto yang cukup bagus menurutnya.

Setelah selesai, kami diminta memilih foto-foto untuk dicetak. Huaaa bingung karena bagus-bagus hasilnya. Tapi karena nggak mungkin dicetak semua, saya dan Cinta pun sepakat memilih empat foto terbaik* menurut kami ini.

20130929-235616.jpg

Senangnya lagi, hasil foto bisa diambil pada hari yang sama. Kami hanya diminta menunggu satu jam untuk proses cetak.

Sayang, foto yang kami terima benar-benar hasil mentah jepretan kamera tanpa diedit. Bahkan tanpa tusir atau minimal dicerahkan sedikit. Tapi nggak masalah sih karena hasilnya sudah cukup bagus. Yah, worth the pricelah. Yang penting Cinta senang koleksi foto a la princessnya bertambah lagi. Dan saya juga hepi punya foto bayi Keenan untuk disandingkan dengan foto bayinya Cinta dulu.

Jadi teman-teman yang ingin sekadar foto narsis dengan latar belakang dan properti foto lucu atau bikin dokumentasi foto teman satu grup untuk diupload di media sosial, boleh lah coba ke Fox Studio. Lumayan kan sambil jalan-jalan di mall bisa pulang bawa foto keren dengan harga terjangkau.

*foto yang diupload di sini sudah diedit sedikit tingkat keterangannya dengan aplikasi moldiv for iphone