Review Dr. Brown’s Ultrasonic Cool Mist Humidifier

Di beberapa daerah di Indonesia sudah mulai musim hujan. Tapi di Sidoarjo, tempat saya tinggal, hanya sesekali disinggahi oleh hujan. Malah rasanya semakin hari semakin panas.

Akibatnya di rumah jadi makin sering menyalakan pendingin ruangan. Apalagi di kamar anak-anak itu AC mulai nyala mulai dari mereka selesai sekolah daring sampai keesokan paginya karena nggak tahan dengan panasnya udara.

Tapi menyalakan AC terlalu lama selain nggak baik untuk saldo rekening mama karena tagihan listrik yang harus dibayar semakin tinggi, juga nggak baik untuk kesehatan kan ya. Udara kering musim kemarau plus polusi udara dipadu dengan udara dari AC bisa bikin kulit kering dan gangguan pernafasan. Ini terbukti dengan anak-anak yang mulai mengeluh gatal di kulit dan tenggorokan karena kering. Nggak jarang juga mereka bersin-bersin di pagi hari, padahal cuaca nggak sedang dingin.

Dari beberapa konsultasi dengan teman dan membaca artikel di internet, solusi yang terbaik adalah nggak terlalu sering menggunakan AC tentu saja. Anak-anak juga diminta untuk lebih sering minum air putih supaya tubuh mereka terhidrasi dengan baik dan mencegah kulit dan tenggorokannya gatal. Cara lain adalah dengan menempatkan baskom berisi air di sudut ruangan yang berAC untuk menjaga kelembapan udara.

Cara terakhir itu sekarang sudah mulai digantikan dengan teknologi yang lebih canggih, yaitu dengan menggunakan humidifier. Humidifier adalah alat pelembap udara yang bekerja dengan cara menyemprotkan uap air ke udara. Alat ini berfungsi untuk melembapkan udara. Jadi cocok banget untuk kita yang tinggal di daerah kering atau panas. Atau sering berada di ruangan berAC. Alat ini juga bisa dipakai untuk keluarga yang sering mengalami flu, batuk-pilek, serta kulit dan tenggorokan yang kering.

Manfaat Humidifier

Idealnya, kelembapan udara dalam ruangan itu berkisar antara 30-50%. Kelembapan yang rendah bisa menimbulkan berbagai masalah. Nah, manfaat humidifier ini untuk mencegah efek-efek negatif yang timbul karena kelembapan udara yang rendah itu. Antara lain:

  1. Membantu mengatasi iritasi yang dipicu oleh udara kering seperti kulit kering, bibir pecah-pecah, pilek sampai sakit tenggorokan.
  2. Studi dari Be Well menunjukkan bahwa kelembapan di atas 43% bisa mematikan virus penyebab flu.
  3. Meningkatkan kualitas tidur karena udara lembap yang dihasilkan oleh humidifier bisa membuat badan jadi lebih rileks.
  4. Mencegah dinding berjamur dan menyegarkan tanaman hijau.

Karena musim panas di Sidoarjo belum ada tanda-tanda akan berakhir padahal anak-anak harus dijaga supaya nggak mengalami gangguan kesehatan karena udara yang kering, saya memutuskan menggunakan Dr. Brown’s Ultrasonic Cool Mist Humidifier. Saya pilih Dr. Brown’s karena brand satu ini sudah ternama di lini produk bayi. Jadi produknya pasti berkualitas dan aman untuk bayi dan anak-anak.

humidifier

Ya, saya memang sudah nggak punya bayi lagi sih. Tapi humidifier dari Dr. Brown’s ini bisa dipakai untuk keluarga. Dan tentu aja cocok untuk menjaga kesehatan bayi dan anak-anak. Dan sekarang saya mau berbagai review setelah memakai Dr. Brown’s Ultrasonic Cool Mist Humidifier.

Dr. Brown’s Ultrasonic Cool Mist Humidifier

Waktu liat namanya saya sempat bingung juga, kok ada cool mist ya? Apa berarti ada warm mist humidifier juga? Ya, mohon maaf, saya agak awam dengan humidifier. Dan setelah browsing, baru deh saya tahu kalau memang ada perbedaan di antara keduanya.

Warm Mist Humidifier

Menurut situs goodhousekeeping.com, warm mist humidifier menggunakan elemen pemanas untuk merebus air dan menghasilkan uap dan dapat menghangatkan udara ruangan dalam prosesnya. Karena produk ini biasanya nggak memiliki internal fan sehingga jadi less noise alias nyaris nggak bersuara saat digunakan.

Cool Mist Humidifier

Masih dari situs goodhousekeeping.com, cool mist humidifier menggunakan kipas untuk menguapkan air ke udara yang selain melembapkan juga bisa menimbulkan efek dingin di dalam ruangan. Ini cocok banget ya digunakan di daerah yang kering dan panas dan jadi bisa dipakai sepanjang tahun.

Trus bagus yang mana nih antara warm mist dan cool mist humidifier?

Baik goodhousekeeping.com maupun mayoclinic.org bilang kalau dua humidifier ini sama efektifnya dalam menjaga kelembapan udara. Tapi karena si warm mist humidifier ini menggunakan elemen pemanas dan menghasilkan sedikit uap air yang hangat, agak lebih berisiko jika diletakkan di ruangan yang digunakan oleh anak-anak. Potential hazardnya lebih tinggi gitu lah, Mom.

Jadi memang lebih disarankan pakai cool mist humidifier karena lebih aman, juga bisa dipakai sepanjang tahun dan lebih hemat energi. Jadi nggak salah ya kalau saya memilih Dr. Brown’s Ultrasonic Cool Mist Humidifier.

dr brown's ultrasonic cool mist humidifier

Keunggulan Dr. Brown’s Ultrasonic Cool Mist Humidifier

Cegah virus corona dengan menjaga kelembapan udara di ruangan dengan menggunakan Dr. Brown’s Ultrasonic Cool Mist Humidifier. Penggunaan humidifier juga mampu mengurangi risiko iritasi tenggorokan dan gejala flu.

situs Dr. Brown’s

Itulah klaim manfaat menggunakan Dr. Brown’s Ultrasonic Cool Mist Humidifier yang tertulis dalam iklan. Selain itu kita ulik keunggulan lainnya, yuk:

Menggunakan teknologi ultrasonic

Dari namanya aja udah keliatan kalau humidifier dari brand Dr. Brown’s ini menggunakan teknologi ultrasonic. Pelembap udara jenis ini menggunakan pelat getar berkecepatan tinggi untuk mengubah air menjadi kabut halus.

Kalau kelemahan cool mist humidifier pada umumnya itu terletak pada suaranya yang agak berisik, ultrasonic humidifier punya kipas yang lebih kecil dan gemiricik air cuma terdengar di awal aja. Setelah itu suaranya jadi nyaris nggak terdengar. Kalaupun ada suara jadi seperti white noise yang bersifat menenangkan. Jadi cocok untuk dipakai di kamar bayi nih.

Nozzle Mist untuk menyalurkan uap ke segala arah.

Nozzle mist atau outlet udara yang ada di produk Dr. Brown’s Ultrasonic Cool Mist Humidifier bisa dilepas dan dipasang dengan mudah. Dan bisa diputar secara manual sampai 360 derajat untuk menyalurkan uap ke segala arah.

Kapasitas tangki yang besar

Tangki pada Dr. Brown’s Ultrasonic Cool Mist Humidifier bisa menampung air sampai 3,8 liter, lo. Banyak banget kan. Jadi kalau mau dipakai sepanjang hari pun bisa dan kita nggak perlu repot isi air berkali-kali. Karena kalau kita isi penuh sampai 3,8 liter itu bisa dipakai selama 30 jam non-stop. Oya, meski dipakai dalam waktu lama nggak bikin tagihan listrik membengkak hebat kok karena daya listrik yang diperlukan cuma 22 watt.

Memiliki Auto Shut-Off

Dan Dr. Brown’s Ultrasonic Cool Mist Humidifier ini punya auto shut-off untuk menghindari korsleting listrik. Jadi mau dipakai seharian atau dipakai di malam hari nggak usah khawatir bakal kering airnya trus ngerusak alat. Karena begitu airnya habis humidifier akan berhenti beroperasi.

Saya belum pernah memanfaatkan fitur ini sih. Tapi semalam waktu saya dan anak-anak tertidur sambil menyalakan humidifier, suami saya yang tidur belakangan melihat lampu indikator daya/level air di tangki air yang tadinya berwarna hijau menjadi berkedip merah hijau. Menganggap itu sebagai informasi bahwa air sudah hampir habis, suami langsung memutar tombol pengontol level uap ke arah kiri untuk mematikan pelembap udara ini.

Mudah dikendalikan dengan hanya 1 tombol

Dr. Brown’s Ultrasonic Cool Mist Humidifier hanya memiliki 1 tombol yang berfungsi untuk menyalakan dan mematikan humidifier sekaligus mengontrol level uap air. Jadi kita bisa mudah memilih uap air yang keluar itu kecil atau besar seperti berasap-asap. Anak-anak tuh paling seneng kalau kabut yang keluar besar karena seperti lagi main kabut asap. Apalagi kalau digunakan pakai essential oil. Kabut asapnya jadi wangi dengan aroma kesukaan mereka.

Dapat digunakan dengan essential atau aroma oil

Yup, pelembap udara berteknologi ultrasonik dari Dr. Brown’s ini juga berfungsi sebagai essential oil diffuser karena dilengkapi dengan reservoir dan sumbu minyak essential. Praktis banget kan. Jadi cukup dengan satu alat aja kita bisa mendapatkan manfaat pelembap udara dan diffuser sekaligus.

cara pakai essential oil

Cara menggunakan essential oil ini harus diteteskan pada sumbunya ya, Teman-teman. Bukan langsung diteteskan ke air seperti diffuser pada umumnya. Meski terkesan repot, menurut saya malah lebih oke tuh. Karena aroma essential oil jadi lebih awet dan jangkauan aromanya lebih luas karena kabut asapnya bisa diatur sampai keluar maksimal.

Langkah-langkah menggunakan minyak essential pada Dr. Brown’s Ultrasonic Cool Mist Humidifier juga nggak susah kok:

  1. Masukkan sumbu ke alat penahan sumbu lalu teteskan 2-4 tetes essential oil pada sumbu.
  2. Pasang penahan sumbu ke dalam arah keluar uap humidifier.
  3. Pasang kembali corong uap ke pelembab udara. Lalu putar tombol ke arah kanan untuk menyalakan alat.

Kalau masih bingung bisa nonton IGtv saya ini. Lengkap mulai dari unboxing sampai cara penggunaan.

It’s Review Time

“Aku tuh seneng tidur di kamar Mama Nia trus nyalain itu (Dr. Brown’s Ultrasonic Cool Mist Humidifier). Aku jadi enak tidurnya trus waktu bangun nggak bersin-bersin,” celoteh keponakan saya yang berusia 7 tahun waktu semalam tidur bareng saya dan sepupunya di kamar saya.

review dr browns ultrasonic cool mist humidifier

Memang dia punya alergi yang bikin dia suka bersin di pagi hari, apalagi kalau kamarnya dingin karena AC. Nah, waktu tidur di kamar saya dengan menyalakan humidifier sambil diffuse essential oil beraroma eucalyptus, tidurnya jadi nyenyak. Begitu juga saya. Memang sih, kualitas udara yang baik karena dilembapkan dengan pelembap udara bisa membantu tidur lebih nyenyak.

Keesokan paginya juga dia nggak bersin-bersin seperti biasanya karena udara di kamar jadi lebih bersih. Alhamdulillah. Di juga beberapa kali memuji kamar saya jadi lebih cantik dan nyaman dengan adanya Dr. Brown’s Ultrasonic Cool Mist Humidifier. Mungkin karena desainnya yang sleek dan manis bikin ruangan jadi lebih enak dilihat.

Hanya saja, saya agak kesulitan mengeringkan tangki air dengan kain atau tisu sesuai petunjuk karena satu-satunya lubang keluar masuk air nggak terlalu besar. Padahal, kalau nggak dibersihkan dengan seksama, sisa-sisa air dalam tangki bisa jadi sarana berkembang biaknya bakteri. Salah satu kelemahan cool mist humidifier sih emangnya.

Selain itu panjang kabelnya yang cuma 70cm bikin alat ini nggak bisa dipasang terlalu tinggi karena semua stop kontak di rumah saya berada di bawah. Jadi either ditaruh di meja yang pendek atau di lantai. Paling bagus sih kalau stop kontak terletak di atas ya, jadi bisa diletakkan di tempat agak tinggi yang jauh dari jangkauan anak-anak.

But overall, buat saya Dr. Brown’s Ultrasonic Cool Mist Humidifier bagus banget. Worth the price dan bermanfaat sekali untuk keluarga saya. Ini adalah salah satu produk elektronik non kitchen yang menurut saya wajib dimiliki. Apalagi di kondisi pandemi seperti sekarang di mana anak-anak lebih banyak beraktivitas di rumah dan harus menjaga kesehatan dengan lebih seksama.

Teman-teman bisa membeli Dr. Brown’s Ultrasonic Cool Mist Humidifier di official store Dr. Brown’s di Shopee. Sedangkan untuk informasi lebih lengkap teman-teman bisa tanya-tanya ke akun instagram @drbrownsindo. Adminnya ramah banget kok. Semoga review ini bermanfaat ya.

Sumber:
Situs: alodokter, lifestyle.kompas.com, idntimes.com, drbrowns.id

Posts created 363

11 tanggapan pada “Review Dr. Brown’s Ultrasonic Cool Mist Humidifier

  1. Banyak banget manfaatnya ,apalagi saat pandemi sekarang suasana terutama kondisi dalam rumah wajib dalam kondisi steril

  2. Ultrasonic Cool Mist Humidifier … baiknya digunakan oleh pengguna AC ya Mbak … saya baru tahu ada alat seperti ini. Aman pula untuk anak-anak, termasuk bayi.

  3. Wah saya baru tahu nih kalau ada produk ultrasonik cool mist humifider. Bagus nih mbak produknya hemat energi dan juga bisa untuk pengharum ruangan. Ini nanti bisa jadi pilihan buat saya kalau mau cari pendingin ruangan. Makasih infonya mbak

  4. Kalau ini bisa melembabkan ruangan sampai berapa persen ya? Sekarang lagi hujan jadi di tempat saya kelembaban cukup tinggi, sekitar 80 %, kalau lagi musim kering bisa sampai 50 persen, tapi biasanya jarang sampai 40 30 persen..

  5. Wajib punya ini buat menperbaiki sirkulasi udara di rumah, biar lebih sehat lagi udara yang kita hirup. Sayangnya kabelnya pendek ya hanya 70cm, stop kontak di rumah saya malahan tinggi2, jadi harus cari meja yang agak tinggi malahan

  6. Apakah alat ini juga sesuai digunakan di rumah yang tidak menggunakan penyejuk udara ruangan atau AC? Ini pas banget ya dengan tren orang-orang yang suka pakai esential oil. Belum lagi pas pandemi begini memang penunjang untuk pencegahan bakteri di rumah memang perlu ditingkatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas