Internet Menyatukan Indonesia, Dari Rumah Sampai ke Penjuru Negeri

Internet Menyatukan Indonesia, Dari Rumah Sampai ke Penjuru Negeri

“Ma, apa perilaku yang sesuai sila ke-5 Pancasila?” tanya si bungsu ketika belajar untuk Penilaian Akhir Tahun seminggu yang lalu. “Keenan tahu enggak sila ke-5 Pancasila?” saya balik bertanya. “Hmmm, I think it’s Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, am I right?” “Ya, betul,” jawab saya. “So, what’s the answer, then?” tanyanya lagi.

Pertanyaan yang mudah sebenarnya, kan? Tapi jujur aja susah dijawab sehingga saya harus memintanya membuka buku tematik kelas 3 SD dan catatan PKNnya untuk menemukan jawaban yang tepat.

Tentu saja jawaban yang ada sesuai dengan kondisi anak kelas 3 SD, seperti bersikap adil terhadap semua teman, memberi bantuan ketika teman kesusahan, enggak boleh sombong, dll. Senada dengan pesan sehari-hari yang kami sampaikan ke anak-anak. Tanpa menyadari kalau termasuk dalam pengamalan Pancasila.

Gara-gara ini saya penasaran mencari lebih jauh tentang perilaku apa aja sih yang bisa dilakukan oleh orang dewasa untuk mengamalkan Pancasila. Apalagi tepat di tanggal 1 Juni kemarin kan kita memperingati Hari Kelahiran Pancasila.

Nah, dari hasil pencarian, ada satu yang menarik perhatian saya, yaitu melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. Wah di era digital ini sepertinya ibu rumah tangga seperti saya bisa, ya, melakukan pengamalan sila ke-5 Pancasila itu. 

Apalagi IndiHome dari Telkom Group juga menyediakan paket-paket berlangganan internet yang memungkinkan kita berkegiatan di rumah tapi menjangkau seluruh penjuru negeri. Dengan internet menyatukan Indonesia, ibu rumah tangga juga dapat membantu memberikan akses pengetahuan ke anak-anak di Indonesia.

Bisakah Ibu Rumah Tangga Ikut Memajukan Bangsa?

Saya yakin sebagian besar dari kita akan menjawab, “Tentu bisa!” Dengan cara apa? Ya dengan mendidik anak-anak kita sebaik mungkin sehingga menjadi generasi yang mandiri, kuat dan mampu berkontribusi terhadap sekitarnya.

Sebagai orang tua tentu kita berusaha memberikan yang terbaik untuk anak. Sekolah, makanan yang bergizi, akses ke ilmu pengetahuan melalui buku dan internet sampai fasilitas untuk menyalurkan hobi dan bakat akan kita sediakan. Ini adalah salah satu upaya kita sebagai ibu rumah tangga terutama yang tinggal di kota besar untuk memajukan bangsa.

Lalu bagaimana dengan anak-anak yang kurang beruntung? Mereka yang tinggal di daerah pedalaman atau yang tinggal di panti asuhan. Apakah akses pendidikan dan ilmu pengetahuan terbaik hanya menjadi privilese anak-anak di kota besar atau yang orang tuanya mampu secara finansial?

Kalau iya berarti ada kesenjangan di antara anak-anak Indonesia yang akan membuat kemajuan di berbagai lini tidak merata. Sayang, kan.

Padahal anak-anak ini lah yang kelak akan memimpin bangsa Indonesia. Dan menurut saya kita bisa membantu mengurangi sedikit kesenjangan ini dengan menyediakan akses ke sumber pengetahuan berupa buku.

When A Book Walks, A Dream Works

Kenapa buku? Karena buku adalah jendela dunia. Buku juga dapat membantu anak-anak melatih kemampuan literasinya. Dengan memiliki literasi yang baik anak-anak berkesempatan mengembangkan potensinya dan berdaya di masyarakat.

Berawal dari keinginan sederhana supaya semakin banyak anak di sekitar kami, tepatnya di Jakarta dan sekitarnya saat itu, memiliki akses ke buku, 10 tahun lalu seorang teman mencetuskan keinginan membuat perpustakaan keliling.

Mimpi ini langsung disambut oleh teman-teman sekomunitas menulisnya termasuk saya. Melalui internet, sekelompok orang yang hanya pernah berkomunikasi secara online, memulai gerakan Buku Berkaki.

Tidak seperti perpustakaan keliling pada umumnya, Buku Berkaki “berjalan” ke panti asuhan, rumah singgah, dan tempat-tempat di mana anak-anak berkumpul. Tidak sekadar menyediakan buku, kami ikut bermain dan membacakan mereka buku. Juga melakukan aktivitas lain yang dapat membangkitkan keinginan mereka untuk membaca buku.

kegiatan buku berkaki

Dari kegiatan ini lah kami tahu kalau minat baca anak-anak itu sebenarnya tinggi begitupun cita-cita mereka. Sehingga makin besar harapan kami gerakan ini dapat membantu mereka mewujudkan mimpinya. Sejalan dengan tagline Buku Berkaki: when a book walks, a dream works.

Sayang, karena kesibukan kami, gerakan ini akhirnya vakum selama 2 tahun. Sampai akhirnya salah seorang pengurus mengajak beberapa temannya untuk menghidupkan lagi Buku Berkaki. Alhamdulillah, di tangan mereka, gerakan ini sudah merayakan ulang tahunnya ke-10 pada bulan Oktober tahun lalu.

Memang tidak besar tapi langkah Buku Berkaki semakin jauh. Selain punya perpustakaan sendiri di Jakarta, kini buku-buku donasi sudah mencapai Sulawesi dan NTT. Hebat, ya.

Internet Menyatukan Indonesia

Saya sendiri sudah tidak lagi terlibat dalam kegiatan Buku Berkaki sejak pindah ke Brunei 10 tahun yang lalu. Hanya sesekali saya mengikuti aktivitas mereka melalui media sosial. Sambil mengagumi kemajuan teknologi yang memungkinkan munculnya gerakan-gerakan sosial seperti ini.

Internet menyatukan Indonesia itu memang benar. Banyak gerakan sosial yang lahir dan besar dengan bantuan internet untuk mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Mewujudkan kemajuan yang merata enggak harus berupa sesuatu yang besar. Bisa dimulai dari yang sederhana seperti taman bacaan di daerah terpencil misalnya. Jika teman-teman punya buku bacaan anak-anak atau pengembangan diri yang sudah tidak terpakai bisa banget, lho disumbangkan ke Buku Berkaki untuk disalurkan ke daerah-daerah yang membutuhkan di Indonesia.

Kontribusi Ibu Rumah Tangga dari Rumah ke Penjuru Negeri

Cara lain adalah dengan memberikan edukasi tentang kesehatan keluarga, literasi digital, cara mengelola keuangan keluarga sampai ilmu praktis yang dapat meningkatkan kemampuan ibu atau anak. Kegiatan edukatif tersebut kini dapat dilakukan secara daring.

internet menyatukan Indonesia

Sehingga ibu-ibu rumah tangga yang kompeten di bidang-bidang tersebut dapat membagikan ilmunya ke seluruh penjuru Indonesia tanpa harus beranjak dari rumah. Tentunya dengan dukungan koneksi internet yang mumpuni.

Untuk bisa melakukan itu tentu kita harus mempersiapkan beberapa hal ini:

Ketahui dan Asah Keahlian yang Dimiliki

Setiap orang pasti punya keahlian masing-masing. Begitu juga kita para ibu. Langkah pertama yang bisa kita lakukan adalah mengenali keahlian dan potensi diri kita.

Ibu-ibu yang punya ilmu di bidang psikologi, kesehatan, keuangan, dan pendidikan dapat memanfaatkan keilmuan ini untuk mengedukasi para pengguna internet di seluruh pelosok negeri.

Sedangkan ibu-ibu yang ahli di bidang ketrampilan seperti memasak, menjahit, bahasa asing, fotografi, digital marketing sampai coding, bisa membagikan ilmu mereka lewat konten di media sosial atau menjadi tenaga pengajar di platform belajar online.

Asah terus keahlian itu, bagikan meski sedikit lewat komunitas atau secara pribadi. Gunakan platform-platform online untuk menjangkau lebih banyak orang seperti webinar, tulisan di blog atau media sosial.

Waktu

Dengan kesibukan sehari-hari mengurus keluarga, rumah dan aktivitas lain, memang awalnya sulit menyisihkan waktu untuk melakukan kegiatan sosial.

Tapi tidak ada salahnya mengalokasikan sebagian waktu kita yang sempit itu. Bahkan bisa ajak anak-anak untuk terlibat sekaligus mengajarkan mereka bahwa dari rumah pun kita bisa berkontribusi untuk kemajuan bangsa.

Platform

Banyak platform yang dapat kita pilih sebagai media untuk berbagi baik secara personal maupun berkelompok. Kita bisa membuat konten edukatif di blog, YouTube, Instagram bahkan TikTok.

Iya, media sosial itu bisa kok jadi sarana edukasi. Malah mungkin lebih mudah diterima dan dijangkau oleh orang banyak. Karena riset dari DataReportal menunjukkan bahwa jumlah pengguna media sosial Indonesia mencapai 191,4 juta pada Januari 2022. 

Dengan memperbanyak konten-konten edukatif yang menarik di media sosial, kita bisa menggeser konten yang negatif, kan. Sehingga kemungkinan anak Indonesia mengkonsumsi konten yang kurang baik bisa semakin berkurang.

Koneksi Internet

Ini tentu penting banget, ya. Internet menyatukan Indonesia. Agar konten atau webinar kita dapat dinikmati oleh anak-anak atau keluarga di seluruh Indonesia, koneksi internet yang cepat, lancar dan terjangkau jadi hal yang wajib ada.

IndiHome dari Telkom Group memiliki jaringan yang sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dengan jaringan fiber optik, IndiHome memberikan pilihan kecepatan internet tanpa batas. Akses internetnya pun lebih stabil dan tahan terhadap cuaca.

Dengan akses internet yang lancar dan ada di seluruh negeri, kita bisa lebih mudah berbagi.  

Anak-anak pun dapat belajar apapun yang mereka sukai melalui internet. Mau belajar bahasa asing tinggal akses akun-akun belajar bahasa di media sosial. Ada yang berbayar atau gratis. Begitu juga dengan keterampilan lain seperti coding, memasak, menjahit, sampai public speaking.

Memiliki keterampilan khusus seperti yang saya sebutkan di atasdi atas tentu dapat menjadi modal untuk menambah penghasilan. Saya melihat sendiri banyak remaja seusia anak sulung saya menjual hasil karikatur mereka melalui internet.

Ada juga yang membuat akun memasak atau tutorial makeup dan memperoleh penghasilan dari endorse atau iklan di YouTube. Tidak sedikit juga yang menulis blog atau buku dan menjualnya di marketplace.

Internet Memberdayakan Masyarakat

Internet menyatukan Indonesia juga memberdayakan masyarakat, selama kita menggunakannya dengan tepat. Sejak adanya koneksi internet yang lebih murah dengan jangkauan lebih luas, UMKM pun ikut melebarkan sayapnya dengan membuka toko online.

Beberapa perusahaan juga ikut berpartisipasi membantu mengembangkan UMKM dengan memberikan pelatihan secara online. Sehingga UMKM yang berada di penjuru tanah air yang sudah memiliki akses internet pun bisa ikut maju. Kemajuan UMKM juga dapat meningkatkan kesejahteraan daerahnya dengan menyediakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar.

Dengan semakin banyaknya usaha kecil lokal dan meningkatnya keahlian masyarakat di daerah, kemajuan yang merata pun lama-lama bisa tercapai, ya, InsyaAllah. Dan kita bisa menjadi bagian dari kegiatan itu dengan memberikan sedikit ilmu, tenaga, waktu atau dana melalui saluran-saluran yang tersedia di dunia maya.

Dibantu oleh koneksi internet yang lancar dari Telkom Group, selain mendidik anak sendiri untuk menjadi calon penerus bangsa yang berkualitas kita juga bisa ikut memajukan Indonesia dengan cara yang sederhana. Sudahkah teman-teman mencobanya?

Suka dengan artikel ini? Yuk bagikan :)

alfakurnia

Lifestyle blogger yang suka berbagi tentang review produk, kisah sehari-hari, pengalaman parenting dan banyak lagi. Juga suka menulis resensi buku dan produk skincare di blog alfakurnia.com

24 thoughts on “Internet Menyatukan Indonesia, Dari Rumah Sampai ke Penjuru Negeri

  1. Gerakan Buku Berkaki, namanya unik, menarik perhatian. Alhamdulillah setelah sempat vakum, digerakkan lagi dan menjangkau Idonesia timur, dari Jakarta .. masya Allah … semoga bisa berkelanjutan dan main besar mengingat teknologi semakin canggih, ada internet yang memudahkan penyebaran informasi dan menyatukan.

  2. Peran internet tuh paling terasa dan teruji karena pandemi kemaren sih menurutku. Bayangin kalau pas itu nggak ada internet yang lancar, anak2 sekolah dan belajarnya bagaimana. Kita juga masih bisa kerja, meeting juga karena internet. Sekarang internet udah jadi kebutuhan primer juga ya

  3. Gerakan buku berkaki kereen kakk, sangat bermanfaat sekali, nah kalau mau sedekah buku biaya ongkir ke luar jawa gimana kak?
    Buku kan berat yaa otomatis ongkirnya mahalkan?

    Era internet haruss bisa menjangkau di daerah pelosok kasian kalau jadi tertinggal dalam hal informasi.

  4. Setuju. Ibu rumah tangga di daerah seperti saya sekarang bisa tetap produktif dan berdaya setelah internet masuk desa. Mau aktivitas tanpa batas, hingga ke luar negeri sekalipun sekarang bisa ya

  5. Ibu rumah tangga milenials beda lah dengan Bu RT jaman ibu saya dulu. Ibu RT jaman sekarang bisa jadi apapun yang mereka inginkan. Terima kasih pada internet dan teknologi yang mengikutinya. Mau baca buku bisa, mau nulis dan berbagi pengalaman agar bangsa kita jauh lebih baik, tentu saja gak ada halangan. Saya juga berterima kasih banget pada para penemu internet. Gak hanya Indonesia yang terasa dekat, tapi juga dunia 🙂

  6. Setuju nih sama judulnya, bahwa internet dapat menyatukan Indonesia dari rumah sampai ke penjuru negeri. Apalagi sekarang ini yang sudah dimudahkan sekali untuk mengakses informasi dan kegiatan lainnya ya mak.

  7. benar banget banyak komunitas juga sekarang gratis memberikan ilmu agar membernya bisa menghasilkan uang dari rumah. Bisa dapat cuan dari konten aja senang banget, internet adalah sebuah kebutuhan deh

  8. internet sudah jadi kebutuhan penting ya untuk kehidupan sehari-hari. terutama saat pandemi yang semua kegiatan mengandalkan jaringan internet untuk bekerja dan sekolah dari rumah

  9. Salut dengan Buku Berkaki yang punya tagline when a book walks, a dream works! Hebat kegiatannya! Memang ya internet mampu menyatukan Indonesia
    Banyak gerakan sosial serupa yang lahir dan besar dengan bantuan internet untuk mewujudkan kemajuan yang merata di penjuru Nusantara

  10. Mbak Alfa, mau cerita. Saya kan berasal dari desa ya.. Untuk menuju jalan raya aja jaraknya sekitar 1,2 km dari rumah saya. Dulu, Uti mau pasang telepon rumah ngga bisa-bisa karena ngga ada jaringannya.

    Sekarang ini, saya bersyukur banget, IndiHome sudah terpasang di rumah bapak. Jadi saya bisa lancar video call bapak setiap harinya, sambil memantau kesehatan beliau yang tinggal sendirian di rumah.

    Alhamdulillah lagi, keterjangkauan IndiHome di desa kami sangat membantu saat pandemi melanda kemarin dan mengharuskan anak-anak belajar di rumah. Bisa dibayangkan kan, kalau IndiHome belum sampai, gimana mereka mau belajar? Thanks to IndiHome pokoknya.

    Aiih, jadi panjang komennya. Hihi…

  11. Internet jika digunakan dengan baik, tentu akan kita rasakan bersama manfaatnya. Apalagi akses internet makin ke sini makin lebih baik, lebih cepat, tidak lagi lelet seperti dulu. Tentu dengan begitu bisa lebih memudahkan kita terhubung dengan siapa saja, dan mampu mengakses lebih banyak lagi informasi.

  12. Kegiatannya sangat bermanfaat, Mbak. Karena kegiatan pasti banyak dilakukan di “lapangan”, jadi untuk gabung susah ya, Mbak.

    Alhamdulillah begitu banyak juga manfaat dr Internet, ya. Emak2 ikut memanfaatkan untuk banyak kegiatan positif.

  13. belajar tematik emang bikin kita belajar lagi ya mak hahahaha akupunn
    tapi perempuan beneran bisa jadi penggerak internet berdaya
    kayak kita ya mak semoga bermanfaat buat banyk orang

  14. Salah satu yang bisa dilakukan Ibu untuk kemajuan Negeri adalah mempersiapkan anak-anak kita menjadi generasi berkualitas, ya, Mak. Alhamdulillah sekarang kita didukung sama koneksi internet, ya.

  15. Inspiring!

    Aku mau dong daftar juga untuk program Buku Berkaki ini, dan dengan kemudahan internet ini – akan memudahkan kita sebagai pengajar dan membacakan cerita untuk anak anak yaaa

  16. Sekarang kita memang nggak bisa lepas dari internet ya, mbak yang memang sangat membantu dalam banyak hal. Makanya nih sekarang itu perlu banget langganan sama provider yang benar-benar oke pelayanannya

  17. Sebagai pekerja remote, saya bener-bener bersyukur dengan adanya teknologi yang mengakomodir kita untuk bisa mengurus lebih banyak hal dalam jangka waktu dekat. Lebih fleksibel tapi juga tricky karena tembok real life dan cyber life jadi lebih tipis. Semoga kita selalu diberikan “kewarasan” untuk tetep berada di jalur yang benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top