Kecewa

Ah, kata-kata manis itu teramat mudah kau ucapkan. “Nanti kau ikut aku ya.” “Akan aku atur semuanya, jangan khawatir.” Akupun terlena, terbuai. Kupegang, kupercaya dan kunanti semua janjimu.
Tapi, ternyata semua itu tak kau tepati. Katamu kau sibuk, waktumu tersita sehingga tak sempat memikirkannya. Apalagi mengerjakan semua yang pernah kau janjikan. Sementara waktuku berlalu begitu cepat. Batasnya sudah tinggal hitungan jari.
Aku mungkin sudah terbiasa atas ingkarmu. Sedih itu hanya akan hinggap sekejap. Tapi, kali ini aku tak tahu apakah akan sanggup melihat binar kecewa di mata indahnya. Yang kau janjikan untuk ikut terbang bersamamu.

God Works in A Misterious Way

Beberapa minggu belakangan ini, rumah kami sering didatangi oleh seorang bapak tua. Menurut pengakuan beliau, dulu waktu rumah direnovasi dia yang jadi tukangnya. Saat ini Pak Tawi sudah tidak lagi menjadi tukang bangunan karena usianya, sehingga ia menawarkan jasanya dari rumah ke rumah. Sayangnya kami tidak ada rencana untuk memperbaiki rumah dan setiap beliau datang tidak pernah ketemu mama sebagai pemilik rumah, sehingga kami pun terpaksa menolak permintaannya untuk bekerja. continue reading