Belajar Science di OGDC

Tanggal 18 Januari 2015 yang lalu, untuk pertama kalinya selama 3 tahun tinggal di Brunei akhirnya kami berkunjung ke Oil and Gas Discovery Centre Seria. Padahal ya, bangunan ini dilewatin minimal sehari dua kali dan playground serta jogging tracknya sempat jadi tempat main favorit kami. Cuma ya baru tergugah untuk eksplorasi yang ada di dalamnya baru-baru ini aja. Itupun hampir batal karena waktu mau berangkat hujan, untung nggak lama kemudian berhenti. Akhirnya dipaksakanlah mendung-mendung pergi daripada cuma bengong di rumah.

Science Centre yang berada di Seria, Brunei Darussalam ini pertama kali dibuka pada tahun 2002 dengan tujuan awal memberikan edukasi kepada warga Brunei tentang pertambangan minyak dan gas bumi yang merupakan salah satu tulang punggung perekonomian negara. Namun seiring berjalannya waktu, Brunei Shell Petroleum sebagai pengelola mengembangkan OGDC sebagai sarana edukasi ilmu pengetahuan dan teknologi serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Biasanya saat libur sekolah, OGDC punya kegiatan menarik untuk anak-anak, mulai dari lab science activity sampai cooking class dan traffic games. Tapi sayangnya belum punya kesempatan untuk mencoba, mungkin libur sekolah Maret yang akan datang kalau ada aktivitas menarik mau daftarin Cinta ikut secara dia suka sekali segala sesuatu yang berbau science dan kebetulan nggak ada rencana pergi ke mana-mana.

Saat kami ke sana hari Minggu, ternyata sedang ada aktivitas di exhibition hall. Sekelompok anak usia SMP asik menyaksikan salah satu petugas OGDC mendemonstrasikan serunya aplikasi science dalam berbagai permainan. Tapi cuma sempat ikut liat sebentar karena Cinta sudah nggak sabar pengen masuk ruang Oil & Gas.

Sebenarnya setelah menulis nama di buku tamu, resepsionis menawarkan apakah kami butuh bantuan pemandu atau mau jalan-jalan sendiri. Berhubung ruangan yang hendak dieksplorasi tidak terlalu besar kami memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri. Namun dalam praktiknya, para petugas OGDC nggak segan membantu dan menjelaskan kepada kami hal-hal yang menarik dalam setiap ruangan. Mungkin karena pada hari itu selain rombongan pelajar, pengunjungnya cuma kami sekeluarga hihihi.

Oil & Gas Room, OGDC Seria, Brunei

Di ruang Oil & Gas yang berisi tentang berbagai pengetahuan tentang ilmu pertambangan, anak-anak paling suka menyusun pipa-pipa dan membolak-balik kaca yang berisi bebatuan dan minyak, sementara saya membaca sejarah pertambangan di Brunei.

Puzzle & Illusion Room, OGDC Seria, Brunei

Kemudian kami pindah ke ruang Puzzle and Illusion. Nah, udah deh, nggak yang besar nggak yang kecil semua heboh mencoba satu per satu alat peraga yang ada di situ. Mulai dari menyalakan listrik pakai kayuhan sepeda, menyusun puzzle raksasa sampai berbagai tipuan mata yang bikin berdecak, “Kok bisa ya.”

Meski isinya nggak terlalu banyak tapi anak-anak saya betah sekali main di sini sampai susah diajak pulang. Rencananya bulan ini kami akan ke sana lagi untuk melihat Rescue Exhibition yang diadakan di bulan Februari. Tunggu cerita seru di OGDC selanjutnya 🙂

Informasi

HTM/Admission Charges:

PRE SCHOOL (5 years old and below) : Free of Charge
CHILD (5 – 12 years old) : BND 1
TEEN (13-17 years old) : BND 2
ADULT (18 – 55 years old) : BND 5
SENIOR CITIZEN (55 years old and above) : BND 3
FAMILY PACKAGE (2 adults + 4 children) : BND 12

Operating Hours:

Monday to Saturday : 8:30am to 5:00pm
Sunday : 9:30am to 6:00pm
Public Holiday : CLOSED

Perpanjang SIM di SIM Corner SunCity Sidoarjo

Yelloooow… *lap lap blog*

Huaaa sudah lama ya nggak nulis di sini. Sebenarnya banyak banget yang mau diceritain tapi apa daya antara keluarnya ide sama ketersediaan waktu untuk nulis tuh jarang sinkron (baca: malas). Tapi mumpung lagi mudik nih dan banyak santai karena nggak harus berkutat dengan antar jemput sekolah, laundry dan rumah dan piring kotor mau coba nulis dikit-dikit lagi.

Kali ini mau cerita tentang pengalaman perpanjang SIM alias surat ijin mengemudi yang akan habis masa berlakunya bulan Juli 2014. Masih lama sih tapi mumpung mudik lah jadi diurus sekalian daripada nunggu tahun depan takut keburu mati malah repot.

Jujur aja sebenarnya agak malas ngurus kartu-kartu identitas yang berhubungan dengan pegawai pemerintahan atau aparat keamanan. Berdasarkan pengalaman nggak ada tuh yang cepat, nyaman dan menyenangkan. Apalagi ingat pas suami ngurus SIM yang sudah mati beberapa tahun dan alamat di SIM lama berbeda dengan alamat di KTP sekarang. Beuuuuh, harus cabut berkas lah, masukin berkas, lantas disuruh bikin baru, tes tulis, tes praktik, nggak lulus. Ulang tes lagi. Sampai akhirnya minta tolong “orang dalam” untuk urusin baru deh dapat tuh SIM.

Makanya supaya nggak kejadian seperti itu saya berusaha perpanjang SIM sebelum habis masa berlaku. Dan supaya cepat saya cari informasi tentang SIM corner atau SIM keliling karena banyak yang bilang proses di sana lebih mudah dan bebas calo.

perpanjang sim di suncity sidoarjo

Masalahnya alamat di SIM lama saya masih Sidoarjo, sementara e-KTP sudah ikut alamat mertua di Tuban. Padahal kalau mudik ya domisilinya lebih sering di Sidoarjo daripada Tuban. Ketika saya coba tanya ke twitter @polressidoarjo disarankan untuk mutasi SIM aja ke alamat baru. Walah, repot bener sih. Mana ke Tubannya juga belum jelas kapan.

Tiba-tiba saya teringat masih punya KTP beralamat Sidoarjo yang memang sengaja saya simpan meski pernah berKTP Bogor dan sekarang punya e-KTP Tuban. Setelah dicek alhamdulillah masih berlaku sampai tahun depan. Hahaiii, nekat lah berangkat ke SIM Corner di Sun City Sidoarjo untuk perpanjang SIM.

Alhamdulillah sampai di sana, counter yang saya tuju sepi. Langsung kasih SIM lama dan KTP ke petugas pendaftaran untuk dicatat dan dilampirkan ke formulir lalu bayar asuransi sebesar Rp 55.000,- Setelah itu formulir beserta lampirannya diserahkan ke petugas yang lain untuk diproses dan bayar Rp 80.000,- untuk biaya perpanjang SIM A. Sebentar kemudian disuruh masuk ke ruangan untuk kelengkapan data, tanda tangan, cap jempol dan foto. Nggak sampai 5 menit setelah itu SIM sudah jadi dan saya bisa pulang. Huaaaa seneng banget. Cepat, nyaman dan praktis.

Salut untuk kepolisian yang berusaha memudahkan masyarakat untuk mengurus perpanjangan SIM. Dengan adanya SIM keliling dan SIM corner nggak harus panas-panas antri di Polres setempat dan berebut dengan para calo. Pelayanan yang diberikan pun cepat. Biaya perpanjang SIM yang harus dibayar juga jelas tanpa ada pungutan liar.

Ada yang punya pengalaman bikin SIM baru atau perpanjang SIM juga? Mau dong baca ceritanya 🙂

Asiknya Foto di Fox Studio

Waktu mudik lebaran kemarin, Cinta berkali-kali minta foto studio dengan kostum a la princess Disney.

Ya sih, biasanya setahun sekali, tepatnya saat dia ulang tahun saya selalu ajak dia foto studio. Seru-seruan aja untuk dokumentasi pertumbuhan Cinta tiap tahunnya.

Sayang, sejak pindah ke Brunei belum pernah foto di studio lagi. Sebenarnya ada studio foto yang tampaknya lumayan oke di Kuala Belait, jadi satu dengan toko mainan Nanyang di Jalan Pretty. Tapi entah kenapa kok belum merasa tergerak untuk bawa Cinta foto di sana.

Beberapa hari sebelum pulang ke Brunei, saya dan Cinta menyempatkan diri ke Supermal Pakuwon Indah ditemani adik dan ipar yang bela-belain nggak kerja demi entertain ponakan tercintanya itu. Makasih ya, paman Bayu dan tante Mer. We heart you so much.

Berbekal petunjuk dari saudara, kami pun menemukan tempat foto yang terletak di Pakuwon Trade Center. Meski jauh dari bayangan saya, Cinta tetap senang bisa berfoto dengan kostum a la Cinderella dan tiaranya serta berpose sesuka hati. Hutang terlunasi sudah!

Sebelum pulang, saat menuju lobby mall, tiba-tiba saya melihat ada sebuah studio foto baru di sebelah Bread Talk. Seingat saya terakhir ke sana tahun lalu, studio yang tampak bagus sekali dengan beberapa booth foto beraneka tema belum ada. Dan benar saja, Fox Studio ini baru soft opening dan saat saya iseng lihat-lihat contoh foto, mbak pramuniaganya memberi tahu kalau saat itu sedang ada promo untuk paket-paket foto tertentu. Yihaaaa!

Akhirnya, saya ambil dua paket foto yang per paketnya terdiri dari 2 foto ukuran 4R + 1 background + CD plus ekstra sewa kostum untuk Cinta. Wuaaa, Cinta senang sekali dalam satu hari bisa dua kali foto studio dengan 2 kostum princess yang berbeda.

Sedangkan untuk Keenan sengaja nggak saya sewakan kostum meski pilihan kostum untuk bayinya lucu-lucu sekali. Mulai dari pumpkin, ulat, siput sampai kacang polong. Saya pikir Keenan baru belajar tengkurap jadi daripada nanti repot ngatur kostum dan dia malah bete nggak mau difoto biarlah pakai baju yang dipakai saat itu saja.

Ternyata sama fotografernya, Keenan disarankan hanya pakai popok sehingga fokus ke wajahnya aja. Ketelatenan mas fotografer dan kehebohan gaya dan atraksinya untuk menarik perhatian Keenan bikin anak bayi betah difoto. Apalagi liat lampu blitz yang menyala-nyala.

Sementara itu bagian kostum dengan sigap membantu Cinta ganti baju sambil memilihkan aksesoris yang sesuai. Dia juga helpful sekali merapikan kostum, rambut saat fotografer memotret Cinta.

Meski masih muda, mas fotografernya sabar lho mengarahkan gaya anak-anak ini. Dia juga nggak pelit memotret sampai berhasil mendapatkan foto yang cukup bagus menurutnya.

Setelah selesai, kami diminta memilih foto-foto untuk dicetak. Huaaa bingung karena bagus-bagus hasilnya. Tapi karena nggak mungkin dicetak semua, saya dan Cinta pun sepakat memilih empat foto terbaik* menurut kami ini.

20130929-235616.jpg

Senangnya lagi, hasil foto bisa diambil pada hari yang sama. Kami hanya diminta menunggu satu jam untuk proses cetak.

Sayang, foto yang kami terima benar-benar hasil mentah jepretan kamera tanpa diedit. Bahkan tanpa tusir atau minimal dicerahkan sedikit. Tapi nggak masalah sih karena hasilnya sudah cukup bagus. Yah, worth the pricelah. Yang penting Cinta senang koleksi foto a la princessnya bertambah lagi. Dan saya juga hepi punya foto bayi Keenan untuk disandingkan dengan foto bayinya Cinta dulu.

Jadi teman-teman yang ingin sekadar foto narsis dengan latar belakang dan properti foto lucu atau bikin dokumentasi foto teman satu grup untuk diupload di media sosial, boleh lah coba ke Fox Studio. Lumayan kan sambil jalan-jalan di mall bisa pulang bawa foto keren dengan harga terjangkau.

*foto yang diupload di sini sudah diedit sedikit tingkat keterangannya dengan aplikasi moldiv for iphone

LLRC Waterpark

LLRC Waterpark

Pas ngulik Flickr, teringat ada set foto waterpark yang belum sempat diposting di sini. Waterpark ini termasuk baru dan satu-satunya di kawasan Belait, Brunei Darussalam. Ada sih kolam renang umum lain di BSRC Panaga dan satu lagi di Kuala Belait. Tapi yang ada mainannya ya cuma ini.

Liang Lumut Recreation ClubDSC09609

DSC09598DSC09600

Dibangun mulai pertengahan tahun 2012, kolam renang yang terletak di area Liang Lumut Recreation Center ini resmi dibuka saat libur akhir tahun ajaran sekolah bulan Desember tahun lalu. Seperti umumnya tempat wisata yang baru buka, minggu-minggu pertama selalu ramai. Tiap lewat sana parkiran LLRC dan pantai di depannya penuh banget.

Sampai akhirnya bisa memenuhi janji ajak Cinta ke sana ya saat libur sekolah hampir selesai. Itu pun di hari Jumat pagi saat kebanyakan orangtua masih kerja.

Awalnya sempat ragu pergi cuma berdua dengan Cinta ke waterpark. Maklum waktu itu usia kehamilan sudah masuk trimester ketiga dan nggak punya baju renang yang cukup besar. Lalu saya minta ijin sama Cinta untuk menemani dia dari pinggir kolam aja dan nggak ikut berenang. Saking inginnya berenang, Cinta pun setuju dan janji mau selalu pakai pelampungnya.

DSC09597DSC09603

Sampai di sana ternyata kolamnya cetek, sodara sodara. Cuma setinggi lehernya Cinta atau sekitar 80cm. Meski begitu Cinta yang baru pertama kali masuk kolam renang sendiri tetap pakai pelampungnya wong dia belum bisa berenang hehehe.

Tadinya dia cuma jalan-jalan aja di dalam kolam sambil main semprotan air di sekitarnya. Lama-lama lihat teman-teman sebayanya main perosotan jadi tertarik mau juga dan minta ijin untuk ikut main. Setelah saya lihat nggak terlalu tinggi dengan pertimbangan kolamnya juga nggak dalam akhirnya saya perbolehkan. Tapi rupanya dia masih belum pede sehingga nggak mau lepas dari pelampungnya.

Sambil deg-degan saya menunggu dari pinggir kolam saat dia mulai meluncur. Wuiiii… Percobaan pertama berhasil! Cinta seneng banget. Saya pun mengabulkan permintaannya untuk bisa berseluncur sekali lagi. Sayang di kali kedua ini waktu menyentuh kolam hidungnya kemasukan air yang bikin dia nangis dan kapok perosotan. Jadilah selanjutnya Cinta cuma berenang di kolam atau kejar-kejaran di pinggir kolam sama kawan-kawannya sampai saya ajak pulang.

Well, untuk waterpark dengan HTM seharga B$ 2 bagi dewasa di hari kerja (B$ 3 di hari Sabtu-Minggu dan libur nasional) dan B$ 1 bagi anak-anak (B$ 2 pada hari Sabtu-Minggu dan public holiday), fasilitasnya cukup bagus meski kecil dan minimalis sekali. Dibandingkan sama SunCity Waterpark Sidoarjo aja masih kalah besar dan bagus apalagi sama Ciputra Waterpark di Surabaya.

Di sini nggak boleh bawa makanan dari luar, tapi di area kolam disediakan tempat makan yang dikelola oleh restorannya LLRC. Menunya ya semacam burger, sandwich gitu.

Ruang ganti dan kamar mandinya bersih dan semoga tetap bersih karena berdasarkan pengamatan saya entah kenapa toilet umum di Brunei ini kurang bersih.

Secara keseluruhan sih tempatnya nggak terlalu istimewa tapi lumayanlah sebagai tempat hiburan di dekat rumah saat kangen pengen main air. Kalau buat anak-anak kan yang penting mereka bisa bersenang-senang. Tentu di bawah pengawasan ketat orang tua ya terutama untuk balita dan yang belum bisa berenang karena nggak ada lifeguardnya.

Kalau mommies biasanya suka bawa anak-anak berenang di mana nih?

See more pictures here.

Waterfront Park, KB

waterfront, playgroud, kuala belait, brunei

view from the waterfront bay

Terletak di pinggir Jalan Sungai, Kuala Belait, Waterfront Park ini termasuk salah satu playground favoritnya Cinta, apalagi kalau cuaca lagi nggak terlalu panas. Permainannya nggak terlalu banyak sih tapi cukup menarik untuk anak-anak. Ada ayunan, jungkat-jungkit, perosotan dan lain-lain.

Di sore hari atau pagi saat weekend, tempat ini cukup ramai dikunjungi keluarga muda dengan anak-anak balitanya dan orang-orang yang ingin berolahraga atau sekadar kumpul-kumpul. Maklum, selain fasilitas permainan anak, taman ini juga menyediakan jogging track dan alat olahraga sederhana.

Saat anak-anak asik main, para orang tua bisa duduk-duduk sambil menikmati pemandangan sungai dan hutan di seberangnya. Kalau lapar bisa buka bekal dan piknik di meja-meja yang sudah disediakan atau beli makanan di beberapa gerai yang ada di lokasi itu.

Toilet umum yang ada di Waterfront Park juga cukup terawat, dari beberapa kali ke sana. Cuma siap-siap tisu basah dan kering aja serta kantong plastik sendiri karena di dalam bilik nggak disediakan tempat sampah sehingga ada aja orang yang buang tisu di dalam kloset.

Waterfront KB Playground

IMG_0489
IMG_0503

IMG_0507

more picture of Waterfront Park, Kuala Belait

Voyager Adventure

Setelah direncanakan sejak beberapa hari yang lalu, akhirnya Minggu, 10 Juni 2012 kemarin kita berangkat ke The Mall, Gadong untuk lihat Science and Technology Expo. Menempuh jarak 90 km di pagi yang hujan tantangan sebenarnya justru saat cari parkir di mall. Maklum, sebagai mall terbesar dan salah satu dari 2 mall yang ada di Brunei, The Mall nggak pernah sepi, apalagi kemarin pas awal libur tengah semester anak sekolah dan ada yang melaksanakan resepsi pernikahan.

Sampai di mall, kita celingak celinguk mencari lokasi expo dan kebingungan karena nggak ada tanda-tanda tenda dome untuk planetarium. Yup, tujuan kita memang pengen liat “Voyager Adventure” alias mini mobile planetarium dengan bekal informasi dari radio dan berita di media online sebulan lalu. Setelah sampai di lantai paling bawah, baru deh kelihatan sebuah area berterpal biru dengan 2 penjaga stand yang ternyata adalah lokasi Science Exponya.

imageimage

Setelah tanya-tanya, kami pun membeli 2 tiket Voyager Adventure seharga BND 10 untuk lihat mini planetarium yang dimulai pukul 1 siang, SPGnya yang mengira saya orang Filipina  menggratiskan tiket untuk Cinta karena belum 5 tahun.

image

image

Seru juga sih, lihat pertunjukan angkasa luar itu. Cinta yang tadinya takut karena ruangannya gelap dan bunyi musiknya seperti film horor, begitu diperlihatkan suasana langit, matahari, bintang dan planet, pelan-pelan mulai keluar dari balik punggung saya dan akhirnya asik berceloteh sepanjang pertunjukan. Bagian yang menyenangkan bagi dia adalah ketika sky diving dan diperlihatkan berbagai rasi bintang. Oh, waktu guide nya menunjukkan bulan dan menyebut nama latinnya: Luna, dia dengan semangat bilang, “Wow, that’s my name. I’m the moon!” yang langsung dijawab sama guidenya, “Yes, it means you are named after the moon.”

Di pertunjukan itu kita juga diperlihatkan saat-saat Venus melintasi matahari pada 6 Juni yang lalu. Kejadian yang tidak akan terulang sampai 140 sekian tahun lagi. Kami belajar lagi apa itu nebula, tempat lahirnya bintang baru. Jumlah satelit planet Saturnus yang sebanyak 22 bulan tapi yang tampak jelas di langit sekarang hanya 5 buah. Sampai tentang penyebutan “AM” dan “PM” untuk waktu pagi dan malam hari yang berasal dari garis meredian yang melintang di bumi. AM berarti Ante Meredian, saat matahari belum melewati garis meredian (12.00 malam sampai 11.59 siang), sedangkan PM adalah Post Meredian, ketika matahari telah melewati garis meredian (12.00 siang sampai 11.59 malam). Dan tentang makna sesungguhnya dari twilight, yaitu waktu masa peralihan dari terang ke gelap ketika matahari terbenam tapi belum sepenuhnya tenggelam.

imageimage

Buat anak-anak banyak sekali ilmu baru yang bisa dipelajari di Voyager Adventure ini. Sedangkan emak bapaknya yang sudah pernah dapat pelajaran astronomi di sekolah dulu, bisa refresh lagi pengetahuannya. Nggak rugi lah meluangkan waktu sekitar 30 menit mengamati ruang angkasa kita, apalagi dipandu astronom amatir yang pintar menjelaskan dengan bahasa awam.

Bahkan, saking senangnya, Cinta sampai hari ini belum bisa move on. Planetarium aja yang diomongin dan bilang ke orang-orang, “It was fun. I can’t wait to see it again!” Kebayang deh gimana hebohnya kalau diajak ke Boscha, Lembang. Next time ya, Nduk.

Memang ya, belajar kalau dikemas menarik dan dilakukan dalam suasana yang menyenangkan itu lebih berkesan dan mudah diserap anak. Sayang, publikasinya Voyager Adventure ini kurang, nggak ada media online Brunei yang memberitakan saat pameran Science sedang digelar. Berita yang kita dapat aja dari hasil dengar di Pilihan FM bulan lalu. Padahal bermanfaat sekali buat anak-anak, apalagi musim libur sekolah begini. Tapi, yang mau lihat masih ada waktu sampai hari Senin, 11 Juni 2012 ini kok. Jom, take our children to see the sky. They’ll love it!