Yuk, Berpikir Positif Agar Tidak Mudah Sakit

Berpikir Positif Dapat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Berpikir positif dapat meningkatkan daya tahan tubuh.  Sepertinya sering ya dengar ungkapan itu? Tapi benar nggak sih? Ya, menurut penelitian yang diadakan oleh University of Queensland, sikap positif dapat meningkatkan kekebalan tubuh kita dan membantu kita untuk hidup lebih lama. Banyak juga penelitian lain yang membuktikan bahwa ada hubungan yang kuat antara perilaku positif dengan tingkat kesehatan.

Tapi memang nggak bisa dipungkiri, di situasi seperti yang kita alami saat ini agak sulit untuk berpikir positif. Akhir-akhir ini pemberitaan tentang penyebaran virus Sars-Cov-2 yang bisa mengakibatkan penyakit Covid-19 dan belum ada penangkal dan obatnya, masif sekali. Jujur aja, saya sampai merasa stres dengan semua broadcast message dari berbagai WA grup. Nyaris semua WAG membahas ini, mulai dari keluarga sampai grup sekolah anak-anak. Sayangnya sebagian besar pesan yang saya terima menebarkan rasa takut dan panik atas kondisi yang rasanya semakin hari semakin parah ini.

Stres Di Saat Corona Time

Belum lagi dengan adanya anjuran untuk tinggal di rumah dan kebijakan belajar di rumah untuk anak-anak. Sebagai introvert mom keberadaan semua orang di rumah selama 24 jam ini lumayan berat untuk kondisi mental saya. Bukan… Bukan saya tidak bersyukur bahwa orang-orang yang saya sayangi ada di rumah dalam kondisi sehat dan aman. Hanya saja, orang dengan kepribadian introvert itu mudah sekali terkuras energinya ketika berada di tengah keramaian. Untuk recharge biasanya kami memerlukan waktu untuk sendirian dan melakukan hal yang menenangkan seperti baca buku, dengar musik atau apa saja yang bisa bikin kami senang.

Baca Juga: Cara Merawat Diri Untuk Kesehatan Ibu

Tapi, selama anak-anak di rumah tentu waktu-waktu tenang itu jarang sekali saya peroleh. Kesibukan mengurus rumah, mengejar-ngejar anak-anak untuk mengerjakan tugas-tugas dari sekolah yang seabrek-abrek itu, kehebohan mereka bermain dan demandingnya mereka untuk bersama dengan ibunya ini benar-benar menguras energi. Sayangnya saya nggak bisa ke mana-mana karena kita harus #dirumahaja kan? Ditambah dengan kepanikan karena pemberitaan negatif Corona yang bertubi-tubi, akhirnya ya mulai stres lah mamak ini hiks.

Efek Stres di Saat Wabah Corona Menyerang

Efek stres ini saya rasakan secara fisik mulai dari sering sakit kepala, merasa demam padahal suhu tubuh normal, kadang sesak nafas dan tenggorokan gatal. InsyaAllah sih bukan gejala sakit Corona ya, tapi bisa jadi merupakan salah satu tanda psikosomatis dari serangan panik.

“Serangan panik dapat dengan mudah disalahartikan sebagai permulaan virus corona, khususnya dalam kasus di mana sudah ada masalah pernapasan yang mendasarinya. Saat rasa panik dan takut muncul karena virus corona, tubuh menciptakan reaksi sugesti dengan menimbulkan gejala yang mirip dengan corona. Sangat mungkin seseorang memiliki gejala yang sama dengan virus corona karena kecemasan.”

Martina Paglia, psikolog dari The International Psychology Clinic, dikutip dari Metro.co.uk

Selain itu secara psikis saya jadi susah tidur, susah berkonsentrasi dan selalu merasa cemas. Sehingga akhirnya jadi sering marah-marah, terutama kepada anak-anak. Padahal, sudah banyak yang mengingatkan untuk mengurangi stres karena stres dapat mengurangi imunitas tubuh. Sementara penyakit Covid-19 ini bisa dilawan atau kecil efeknya kalau daya tahan tubuh kita bagus. Selain tentu saja dengan rajin mencuci tangan, diam di rumah dan menghindari keramaian dan makan makanan bergizi.

Berpikir Positif Untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Untuk cara meningkatkan daya tahan tubuh secara umum dan bagaimana mencegah penularan penyakit Corona ini, saya rasa sudah banyak situs resmi dan tulisan teman-teman blogger yang membahasnya. Bahkan komunitas yang saya ikuti, Ibu-Ibu Doyan Nulis  bulan ini juga menyelenggarakan Tantangan Blogging dengan tema Meningkatkan Daya Tahan TubuhSudah pada ikutan?

Saya yakin juga ibu-ibu dan teman-teman pembaca PojokMungil sudah menerapkan anjuran-anjuran kesehatan tersebut ini kan?

Mungkin yang sulit dilakukan adalah menghindari stres. Ibu-ibu, khususnya saya, memang rawan stres di masa-masa seperti ini kan. Banyak yang dipikirkan, banyak yang harus dilakukan, banyak yang dicemaskan dan banyak lagi. Otak kita rasanya penuh dengan berbagai hal yang membuat kita sulit berpikir positif. Tapi, bukan berarti kita harus menerima saja semua perasaan negatif ini. Karena ternyata banyak yang bisa kita lakukan untuk bisa fokus pada pikiran-pikiran positif saja.

cara berpikir positif

Cara Berpikir Positif.

1. Fokus Pada Hal-Hal yang Baik

Oke, mungkin virus Corona ini banyak memberikan efek buruk pada kehidupan kita saat ini. Tapi dengan mengubah cara pandang, kita bisa melihat bahwa dengan adanya virus ini kita jadi punya waktu lebih banyak dengan keluarga. Karena anak-anak belajar di rumah, kita jadi bisa berempati terhadap para guru di sekolah.

Meski uang belanja jadi lebih boros karena selama di rumah anak-anak makan terus, setidaknya kita tahu mereka makan makanan sehat yang dibuat dengan cinta. Atau kita membantu para pengusaha makanan lokal dan abang Go/GrabFood dengan membeli makanan dari mereka.

Kita juga jadi punya lebih banyak waktu untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Seperti titah Sultan Brunei kemarin, setelah semua ikhtiar dijalani, hal pamungkas yang bisa kita lakukan adalah

“Sama-sama kita datang kepada Allah dengan merendahkan diri, mengaku berdosa dan memohonkan belas kasihanNya, ‘Ya Allah… Peliharakan dan selamatkan kami dari wabak yang dahsyat ini. Hanya Engkau jua sebaik-baik pemelihara itu.'”

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MIB – Midia Islam Brunei (@midiaislambrunei) on

2. Bersyukur dan Membuat Jurnal Syukur

Bersyukur telah terbukti bisa mengurangi stres, meningkatkan harga diri, dan menumbuhkan ketahanan bahkan di masa-masa yang sangat sulit. Penelitian juga sudah menemukan bahwa menuliskan hal-hal yang kita syukuri dapat meningkatkan optimisme dan rasa kesejahteraan kita.

jurnal syukur

Kita bisa memulainya dengan memikirkan orang-orang yang memberi kita kenyamanan atau kebahagiaan dan cobalah untuk mengucapkan terima kasih setidaknya sekali sehari. Kita juga dapat menuliskan saat-saat, atau hal-hal yang membuat kita bahagia dalam sebuah jurnal sehari sekali atau kapan saja kita merasa down. Mengingat kembali momen-momen positif itu bisa membantu kita untuk berpikir positif bahwa seburuk apapun hari kita, badai ini akan berlalu.

3. Bergaul dengan Orang-Orang yang Positif

Aura negatif dan aura positif itu bisa menular. Oleh karena itu kalau bisa kita hindari lingkungan yang terus-menerus menebarkan aura negatif. Kalau kebetulan kita berada di tengah perdebatan yang tidak sehat, cobalah untuk pergi. Begitu juga saat terus menerus mendengar keluhan tentang suatu hal yang tidak ada solusinya. Jika kondisi mental kita sedang tidak sehat jangan memaksakan diri untuk meladeninya. Saya sendiri sedang belajar untuk memilah berita atau suara atau obrolan yang ingin saya dengar.

Supaya nggak terkesan egois atau tidak peduli, saya biasanya meminta pengertian mereka dengan berkata,
“Maaf ya, Nak. Saat ini mama lagi nggak bisa mendengar suara yang terlalu keras. Bisa tolong dikecilkan sedikit suaranya? Ngobrol pelan-pelan aja, yuk. Atau mau mama bacakan cerita aja?”
“Maaf, saya saat ini sedang kurang sehat untuk mendengar berita-berita (keluhan-keluhan) seperti ini. Boleh yuk kita ngobrol tentang hal lain yang lebih menyenangkan.”
“Maaf, kali ini saya lagi nggak bisa mendengarkan curhatmu. Kondisi saya juga sedang tidak baik. Tolong beri saya waktu dulu untuk menenangkan diri ya. I’ll be back when I’m ready.”

happy people

Sering-seringlah membaca atau ngobrol dengan orang-orang yang menebarkan aura positif. Berada di sekitar orang-orang positif telah terbukti bisa meningkatkan self-esteem kita. Jadi sebaiknya kelilingi diri kita dengan orang-orang yang bisa mengangkat semangat kita dan membantu kita melihat sisi baik dari semua hal.

4. Saring Informasi yang Kita Terima dan Tebarkan Informasi Positif

Seandainya bisa, rasanya saya ingin menghapus sebagian besar grup WA dan menghapus aplikasi sosial media saya. Karena lelah sekali membaca sebaran berita buruk tentang Corona ini. Padahal ya belum tentu benar lho tapi kalau diingatkan malah ngegas. Hiks.

Tapi akhirnya saya memilih untuk memilah informasi-informasi apa saja yang mau saya baca dan dengar. Grup-grup yang sering berbagi berita baik (dan info job tentunya) rajin saya buka dan baca. Sementara grup-grup yang suka menebar kepanikan saya clear chat aja. Begitu juga dengan linimasa media sosial, saya hanya membaca post teman-teman yang berbagi ide #berkaryadirumah, ajakan donasi, dan hal-hal lain yang baik-baik. Alhamdulillah dengan cara ini sedikit bisa meringankan rasa stres saya dan membantu saya untuk berpikir positif.

situs belajar rekomendasi kemdikbud

Dengan begitu saya juga bisa ikut menebarkan informasi positif. Mulai dari hal sepele seperti diskonan Gramedia yang bisa dimanfaatkan untuk beli buku online. Situs-situs yang menyediakan resources untuk belajar online secara gratis. Sampai informasi tentang pasien-pasien yang sembuh, selebgram yang berhasil menggalang ratusan juta rupiah donasi untuk tenaga kesehatan.

5. Mulai Hari dengan Pikiran Positif dan Lakukan Aktivitas yang Bermanfaat

Bangun sebelum Subuh dan menikmati masa-masa tenang sendirian itu menenangkan sekali lho. Udara yang masih segar dan sejuk bisa membuat suasana hati kita tenang. Sehingga kita bisa berpikir positif dan memulai hari dengan suasana hati yang lebih baik.

Setelah itu kita bisa menyibukkan diri dengan kegiatan yang bermanfaat. Menulis, membaca buku kesukaan kita, mengaji, olahraga atau apa saja yang membuat kita fokus pada kebahagiaan kita sendiri untuk sesaat. Asal bukan menghabiskan waktu dengan grup WA dan scrolling IG ya.

Dengan cara-cara ini InsyaAllah kita bisa melalui hari dengan pikiran yang positif dan less stress. Sehingga daya tahan tubuh kita tetap baik dan bisa meningkat jika diimbangi dengan olahraga, tidur yang cukup serta makan-makanan yang sehat.

Teman-teman punya tips untuk menghindari stres dalam masa-masa yang berat? Atau mungkin tips berpikir positif yang bisa kita lakukan? Yuk, sharing di kolom komentar.

 

 

Cara Merawat Diri untuk Para Ibu

Cara Merawat Diri Untuk Para Ibu

Cara merawat diri untuk para ibu. Sebagai ibu, seringkali kita mengutamakan anak dan suami serta pekerjaan rumah tangga atau kantor dibandingkan diri kita sendiri. Iya, nggak sih?

Contoh kecil saja, karena sibuk menyiapkan sarapan untuk anak dan suami yang mau berangkat sekolah dan kerja, kita jadi melewatkan sarapan. “Duh, nggak sempat ah. Sudah jam segini, harus bersih-bersih rumah dulu trus jemur baju sebelum masak. Nggak lapar juga. Nanti sajalah makannya sekalian makan siang.”

Atau, saat merasa capek dan perlu istirahat sejenak, tetap memaksakan diri untuk beraktivitas dengan normal karena berpegang teguh pada moto, “Ibu nggak boleh capek!” Hayo ngaku, siapa yang suka begitu?

Sayaaa!

Eh, itu dulu ding. Sekarang sudah mulai berkurang, karena sudah mulai sadar pentingnya seorang ibu merawat dirinya sendiri.

Cara Merawat Diri Untuk Para Ibu

Apa Sih Merawat Diri Itu?

Merawat diri atau self care adalah semua aktivitas yang dilakukan oleh seseorang dengan tujuan mencapai kesejahteraan hidup yang terdiri dari kesehatan fisik, mental dan emosional.

Atau yang menurut Agnes Wainman adalah:

Something that refuels us, rather than takes from us.

Mengapa Ibu Perlu Merawat Dirinya Sendiri?

Teman-teman pasti tahu instruksi keselamatan yang selalu diberikan oleh pramugari sebelum pesawat lepas landas yang berbunyi,

merawat diri

Intruksi keselamatan ini juga berlaku dalam keseharian kita sebagai seorang ibu. Kalau kita ingin menjadi ibu yang baik, maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah memastikan diri kita dalam keadaan baik jasmani dan rohani. Karena ibu yang sehat fisiknya dan mentalnya dapat lebih fokus dan maksimal dalam menjalankan peran dan tugasnya sehari-sehari.

happy mom happy kid

Apa yang Terjadi Jika Ibu Tidak Merawat Dirinya Sendiri?

Ibu yang tidak merawat dirinya sendiri atau tidak mempedulikan kebutuhan fisik, rohani dan mentalnya, akan menjadi seperti robot yang tidak punya perasaan dan tidak punya keinginan. Ibu akan merasa hampa. Hatinya tidak bahagia dan fisiknya lelah. Mungkin dengan kondisi tersebut kita tetap bisa melaksanakan peran sebagai ibu, tapi jangan lupa bahwa anak adalah makhluk yang peka. Saat ibu merasa tidak content, anak akan lebih mudah rewel karena ia dapat merasakan ketidaknyamanan ibunya.

Ibu yang memiliki beban emosional atau mental juga akan mudah sekali melampiaskannya pada anak-anak. Coba perhatikan diri sendiri, Bu. Saat kita sedang kecewa akan sesuatu dan menyimpannya di dalam pikiran kita, biasanya kita jadi lebih mudah marah dan kesal kepada anak-anak. Iya, nggak? Nah, kita tentu nggak ingin itu terjadi terus-menerus kan? Karena lama-kelamaan hal ini akan mempengaruhi hubungan kita dengan anak-anak. Anak mana sih yang bisa dekat dengan ibunya kalau dimarahin terus. Anak mana sih yang bisa merasa nyaman dengan ibunya kalau dicemberutin terus.

Padahal, sebagai ibu perilaku kita akan dicontoh oleh anak. Ibu yang tidak baik kondisi mentalnya tentu tidak dapat memberikan contoh perilaku yang baik. Sedangkan ibu yang bahagia akan dapat mencontohkan kebiasaan-kebiasaan baik kepada anak-anak dan menjadi role model yang baik bagi anak-anak kita.

Cara Merawat Diri Sendiri

Meski merawat diri sendiri itu penting, ternyata banyak ibu yang merasa bersalah saat melakukannya. Menganggap dirinya egois saat ingin punya “me time“. Dan merasa bahwa setelah menikah dan punya anak, seharusnya seluruh waktu ibu didedikasikan untuk keluarga. Padahal ya, ibu juga manusia. Punya rasa, punya hati. Jangan samakan dengan pisau belatiii… (you sing you lose). Ibu juga berhak, bahkan harus merawat diri sendiri.

mom guilt

Agar kita tidak merasa bersalah saat “me time“, selalu tanamkan bahwa yang kita lakukan adalah untuk kebaikan kita, anak dan keluarga. Dan bahwa ini adalah salah satu cara kita bertanggung jawab atas tubuh yang diberi oleh Allah SWT.

Lagipula, cara merawat diri dengan benar bukan berarti harus pergi ke salon setiap minggu. Juga tidak berarti membeli barang-barang yang mahal untuk diri kita sendiri. Merawat diri juga tidak harus dengan pergi berlibur. Walaupun tentu saja semua itu nggak dilarang jika kita mampu. Tapi ada banyak cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk merawat diri setelah menikah dan punya anak.

Cara Menjaga Kesehatan Rohani

Cara merawat diri yang pertama adalah menjaga kesehatan rohani kita, yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT bagi teman-teman muslimah, yaitu dengan:

  1. Salat 5 waktu.
    Nikmatilah tiap-tiap salat kita dan jadikanlah waktu itu sebagai waktu kita relaks. Jangan hanya salat sekadar untuk menggugurkan kewajiban dan jangan berdoa sambil memikirkan hal-hal duniawi yang akan atau harus kita lakukan. Tapi manfaatkan waktu salat ini semaksimal mungkin sebagai me time kita dengan Allah SWT.
  2. Membangun koneksi dengan Allah SWT dengan penuh kesadaran dan ketenangan.
    Saat bermunajat kepada Allah, carilah tempat yang tenang. Fokuskan pikiran dan ingat kepada siapa kita berbicara dan apa yang sedang kita lakukan. Bayangkan apa saja rahmat-rahmat Allah SWT yang telah diberikan kepada kita.
  3. Zikir dan doa.
  4. Membaca Al Quran setiap hari.
  5. Menghadiri majelis taklim dan bergabung dalam perkumpulan dengan teman-teman salehah.

Untuk ibu-ibu yang punya bayi dan balita mungkin agak sulit melakukan hal-hal di atas ya. Jangankan mau menghadiri majelis taklim, kadang mau salat aja harus buru-buru. Tapi usahakanlah, Bu. Titipkan anak pada suami sementara saat kita mau salat selepas suami kembali dari masjid. Atau biarkan saja mereka bermain di satu kamar yang sudah kita amankan dari benda-benda berbahaya, sementara kita salat di kamar kita atau di ruang keluarga.

Bagi teman-teman non musim bisa menggunakan waktu ibadahnya sebagai me time juga. Fokuskan energi dan waktu kita untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta.

Baca juga: Counting the (Small) Blessings

Cara Merawat Fisik

Banyak cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk merawat fisik, antara lain:

  1. Makan makanan yang bergizi. Disunnahkan makan-makanan yang disukai Rasulullah SAW seperti kurma, madu, barley, dsb.
  2. Berolahraga. Sempatkanlah berolahraga setiap hari meski hanya 10 menit!
  3. Cukup tidur. Disunnahkan untuk tidur atau istirahat siang (qailulah).
  4. Minum cukup air agar tubuh terhidrasi dengan baik.

Tidur siang itu nggak harus lama ya, Ibu-ibu. 10-20 menit pun cukup. Waktu ini juga bisa kita manfaatkan sebagai waktu istirahat bersama anak. Kalau nggak bisa tidur pun bisa dengan rebahan atau duduk bersantai tanpa melakukan apa-apa. Anak-anak bisa diminta untuk membaca buku atau bermain dengan tenang dengan puzzle atau sekadar mewarnai di kamarnya.

Ibu harus merawat kesehatan fisiknya, karena kalau anak dan suami sakit ada ibu yang akan merawat mereka. Tapi, kalau ibu yang sakit, duh, biasanya urusan keluarga langsung jadi kacau balau. Betul? Jadi, pandai-pandailah membaca kebutuhan tubuh, ya.

Cara Menjaga Kesehatan Emosi

Supaya tidak ada emosi negatif yang menumpuk dan bisa meledak sewaktu-waktu, kita harus belajar menyalurkan emosi kita dengan cara yang sehat. Caranya adalah:

  1. Belajar mengenali dan mengekspresikan emosi kita: “Aku merasa sedih,” “Aku merasa frustasi.”
    Ceritakan perasaan kita kepada suami dan menangislah jika perlu.
  2. Buat afirmasi positif terhadap diri sendiri: “Saya adalah ibu yang menyenangkan,” “Saya berhasil memberi makan anak-anak.”
  3. Membuat jurnal untuk merekam semua perasaan kita baik yang positif maupun yang negatif.
    menulis jurnal
  4. Belajar untuk mengontrol emosi kita. Misalnya, ketika merasa marah, lakukan anger appointment. Ini adalah cara menarik diri dari hal-hal yang membuat kita marah, salah satunya dengan mengikuti cara Rasulullah yaitu duduk dan berbaring. Cara yang lain adalah dengan mengenali emosi yang sedang kita rasakan saat itu dan menghadapinya.
  5. Lakukan hal-hal yang bisa memperbaiki suasana hati kita seperti mandi dengan sabun favorit, minum secangkir teh kesukaan, mencoba resep masakan baru, jalan-jalan di taman, dsb.
  6. Berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater atau para ahli kejiwaan secara teratur jika perlu.

Cara Merawat Kesehatan Mental

Cara merawat diri yang sering dilewatkan oleh para ibu adalah merawat kesehatan mental. Padahal, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk merawat kesehatan mental kita antara lain:

  1. Sempatkan untuk membaca atau belajar sesuatu yang baru.
    Untuk membaca, kalau tidak suka membaca buku fiksi atau non fiksi setidaknya bacalah satu hadits setiap hari. Dan kita tidak perlu keluar rumah untuk mempelajari hal baru. Saat ini banyak sekali kelas-kelas online khusus wanita yang bisa kita ikuti, seperti kelas merajut, coding, menulis, kajian Islam, bisnis, keuangan keluarga, dll.
  2. Menonton video-video motivasi.
  3. Lakukan aktivitas yang melatih otak seperti mengerjakan sudoku, teka-teki silang, atau merakit puzzle.
  4. Selesaikan pekerjaan-pekerjaan yang tertunda secara perlahan. Buat ‘to-do-list’ setiap hari tapi jangan menuliskan terlalu banyak tugas dalam 1 hari.
  5. Ajari anak-anak melakukan sesuatu yang baru setiap harinya, seperti memasak makanan yang mudah, melipat baju, membuat prakarya, sebuah doa, dll.

Cara Memenuhi Kebutuhan untuk Bersosialisasi

Banyak ibu yang merasa kesepian setelah menikah dan punya anak, terutama ibu rumah tangga yang memiliki anak balita. Kesibukan kita sehari-hari membuat kita jadi jarang keluar rumah dan bertemu dengan teman. Teman pun biasanya semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia kita. Akibatnya ibu merasa kehilangan koneksi dan terisolasi yang lama-kelamaan bisa menyebabkan masalah mental. Untuk menghindari hal tersebut, lakukanlah hal-hal ini:

ibu bersosialisasi

  1. Telepon teman kita untuk bercakap-cakap dan saling berbagi cerita.
  2. Ikuti komunitas atau support group seperti misalnya grup parenting, book club, grup ibu menyusui, dll.
  3. Pergi keluar dengan teman-teman atau keluarga tanpa suami dan anak-anak.
  4. Mengunjungi kerabat.
  5. Mencari koneksi baru.

Jadilah ibu yang sehat dan bahagia dengan merawat diri sendiri sebaik mungkin.

Nah, sebenarnya nggak sulit kan ya merawat diri itu. Sempatkanlah untuk melakukan hal-hal tersebut di atas jika diperlukan. Jangan merasa egois ketika kita perlu me time karena ibu memang perlu merawat dirinya sendiri agar dapat mengurus keluarganya dengan optimal. Ibu juga perlu tumbuh menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan di sekitarnya.

Ibu harus mencintai dan menghargai dirinya sendiri, mengenali kelebihan dan kekurangannya serta menerima hal tersebut sambil tetap berusaha meningkatkan potensi dirinya. Dengan demikian, kita akan tumbuh menjadi ibu yang sehat dan bahagia dan dapat mendidik anak-anak menjadi pribadi yang baik dan bahagia pula.

Disarikan secara bebas dari Kobar Islamic Lectures: Self-Care for Mothers (Speaker: Sr. Aliyaa Bashir)

 

6 Manfaat Minum Jus Seledri Tiap Hari

Manfaat Minum Jus Seledri

Daun seledri umumnya dikenal ibu-ibu sebagai penyedap rasa masakan, sup biasanya ya. Tapi, sejak tinggal di Brunei, saya melihat cara lain mengonsumsi seledri. Biasanya nih, anak-anak bule suka bawa bekal sekolah batang seledri yang dicocol dengan salad dressing atau keju dan dimakan sebagai camilan. Dan setelah saya coba ya cukup enak juga. Ternyata seledri ini bisa dimakan dengan berbagai cara dan sangat bermanfaat bagi tubuh. Termasuk diolah menjadi jus. Ada yang pernah mencoba?

Nah, saya baru tahu kalau jus daun seledri ini sekarang sedang menjadi tren sebagai makanan diet karena memiliki kandungan serat serta kalori rendah yang bisa mengembalikan bentuk ideal tubuh. Tidak cuma itu, ternyata ada beragam manfaat minum jus seledri setiap hari lainnya yang bisa kita rasakan.

cekaja.com, manfaat minum jus seledri

Bukan hanya kaya serat dan rendah kalori, seledri juga memiliki kandungan vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Mau tahu apa saja manfaat lainnya yang bisa kita rasakan jika minum jus seledri setiap hari? Yuk intip ulasannya:

6 Manfaat Minum Jus Seledri Tiap Hari

1. Menurunkan Berat Badan

Karena mengandung kalori yang rendah, daun seledri bisa kita konsumsi setiap hari tanpa harus menghitung jumlah kalori hariannya. Seledri juga bisa membuat perut terasa lebih cepat kenyang dan tenang. Sehingga, sayuran ini sangat cocok untuk kita yang sedang diet atau setidaknya berusaha untuk diet, seperti saya.

2. Melancarkan Pencernaan

Tidak hanya untuk menurunkan berat badan, seledri juga sangat baik untuk kesehatan saluran pencernaan kita, lho. Kandungan serat yang bagus dalam seledri, bisa melancarkan pencernaan. Tahu kan kalau tubuh kurang mendapatkan asupan serat, maka pencernaan kita bisa melambat, akibatnya kita bisa mengalami gangguan pencernaan seperti sembelit atau sindrom iritasi usus.

Kandungan serat dalam seledri terdiri dari dua jenis yakni serat larut dan tidak larut. Kedua serat tersebut tidak dicerna langsung oleh tubuh. Serat larut akan membentuk zat berupa gel penambah kotoran ke feses dan bisa membantu feses lebih mudah dikeluarkan.

Sedangkan serat yang tidak larut akan memberi makan bakteri baik sehingga usus dapat mencerna makanan dengan baik. Kandungan phytochemical dalam seledri juga berfungsi membantu penyerapan nutrisi dalam tubuh.

3. Turunkan kolestrol

Seperti yang kita tahu, tubuh yang memiliki kolesterol tinggi bisa berisiko terserang berbagai penyakit mematikan. Nah, kolesterol jahat yang bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia ini, juga bisa diturunkan dengan mengonsumsi jus seledri secara rutin setiap hari. Bahkan menurut para ilmuwan, jika kita makan empat tangkai seledri per hari dapat mengurangi kolesterol buruk.

Manfaat Jus Seledri

4. Mengurangi Peradangan

Manfaat selanjutnya dari sayur hijau ini adalah untuk mengurangi peradangan atau pembengkakan. Memiliki setidaknya 12 jenis antioksidan, seledri dipercaya ampuh kurangi peradangan dan rasa sakit. Jadi kalau kita punya riwayat nyeri sendi, seledri bisa menjadi salah satu solusi nih.

Tidak hanya radang sendi, seledri juga bagus untuk meningkatkan fungsi organ tubuh dan menjaga kesehatan kulit agar terlihat muda.

5. Mencegah atau Mengobati Batu Ginjal

Karena mengandung banyak air, seledri juga ternyata bisa mencegah dan mengobati penyakit batu ginjal. Kita bisa konsumsi seledri atau minum jus seledri setiap hari untuk mencegah dehidrasi dan membuat tubuh menjadi lebih mudah mengeluarkan kelebihan kalsium yang menjadi sebab utama batu ginjal. Tapi, tetap minum air putih yang banyak juga ya untuk mengeluarkan sisa-sisa hasil pencernaan melalui keringat, urin dan kotoran.

6. Obat jerawat paling manjur

Tidak hanya untuk kesehatan, celery juice juga bermanfaat menjaga kecantikan kulit dengan mengurangi tumbuhnya jerawat. Seledri biasanya diandalkan dalam menjaga fluktuasi hormon yang kerap memicu timbulnya jerawat.

Seledri juga mengandung anti-inflamasi yang berfungsi mengurangi masalah kram perut, lho. Jadi teman-teman Pojok Mungil yang sering mengalami kram perut saat menstruasi bisa nih coba mengonsumsi jus seledri selama beberapa hari menjelang haid.

Itulah beberapa beragam manfaat yang dapat kita peroleh dengan minum jus seledri setiap hari. Bahkan, minum jus seledri saat ini dijadikan ajang “challenge” yang cukup viral di media sosial. Saya sih belum bisa konsisten ya minum jus seledri setiap hari.

Tapi jika teman-teman mau ikut coba tantangan unik dan menyehatkan yang satu ini atau penasaran ingin mencoba rasa jus seledri, langsung aja cek resep jus seledri yang nggak kalah segarnya dengan jus sayur lainnya di: https://www.cekaja.com/info/tantangan-minum-jus-seledri-berani-coba/

Rutin Minum Air Hangat? Ini Manfaat yang Akan Kita Dapatkan

Minum Air Hangat

Apakah teman-teman pembaca Pojok Mungil rutin meminum air hangat? Jika iya, maka teman-teman telah berhasil menerapkan pola hidup sehat ala penduduk China dan India kuno. Pasalnya, para tabib zaman dahulu percaya bahwa ada begitu banyak manfaat minum air hangat setiap kali bangun tidur. Bahkan mereka menganjurkan seluruh pasiennya untuk meminum segelas air putih hangat tiap kali bangun tidur.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, setidaknya ada 5 manfaat minum air hangat bagi tubuh. Berikut ulasan lengkapnya:

Manfaat Minum Air Hangat

1.      Mengurangi Rasa Sakit Saat Menstruasi 

Sebagian wanita di seluruh dunia sering merasakan sakit saat menstruasi datang. Sakit yang dirasa ini juga beragam. Ada yang merasakan kram perut, ngilu di kedua kakinya, pinggul pegal-pegal hingga nyeri seluruh badan terutama bagian payudara. Maka dari itu para ahli menganjurkan untuk minum air putih hangat saat mengalami nyeri menstruasi.

Air putih hangat ini dinilai efektif menenangkan otot-otot perut yang kejang lho, sehingga dapat mengurangi kram saat menstruasi. Kita bisa meminum air putih hangat tersebut ataupun mengoleskan botol berisi air hangat di bagian perut. Rasa hangat dari botol itu berfungi untuk menenangkan bagian perut hingga tubuh bagian bawah agar tak terasa ngilu dan sakit.

2.      Melancarkan Pencernaan 

Sudah menjadi rahasia umum bahwa manfaat minum air putih hangat ialah untuk melancarkan saluran pencernaan. Minum air hangat sebelum dan sesudah makan diyakini mampu mengeliminasi sampah yang ada di perut dan usus. Organ pencernaan yang terhidrasi dan terlumasi dengan mengalirnya air hangat itu dapat melegakan dan memperlancar masuknya makanan ke dalam tubuh.

minum air hangat

3.      Meredakan Stres 

Tahukah teman-teman, salah satu manfaat minum air putih hangat adalah meredakan stress secara perlahan? Hormon kortisol penyebab stres akan perlahan menurun saat kita mengonsumsi segelas air putih hangat. Jadi tidak ada salahnya untuk minum segelas air putih hangat saat kita merasa pekerjaan rumah tangga sehari-hari terlalu melelahkan dan menyita pikiran.  Karena biasanya selain urusan anak dan suami, pekerjaan rumahlah yang bisa membuat ibu rumah tangga stres. Ya, setidaknya itulah yang saya alami. Kalau teman-teman biasanya stres karena apa?

4.      Menurunkan Berat Badan 

Salah satu manfaat meminum air putih hangat yang paling ampuh efeknya adalah untuk menurunkan berat badan. Metode diet dengan air putih hangat merupakan solusi yang paling sederhana dan cukup efektif. Menurut beberapa ahli, dengan mengonsumsi air hangat di pagi hari dan sebelum ataupun sesudah makan dapat mempercepat penurunan berat badan. Karena air hangat ini efektif bekerja untuk melancarkan pencernaan dan mengeliminasi sampah yang mengalir di perut dan usus.

Tapi perlu diingat ya, bahwa air putih hangat yang boleh dikonsumsi itu tidak lebih dari 50 derajat Celcius. Kita juga tetap harus makan makanan yang bergizi dan berolahraga secara teratur, agar diet berhasil serta tubuh kita bugar dan sehat.

5.      Meringankan Gejala Akalasia

Dikutip dari alodokter.com, air putih hangat disebut mampu mengatasi akalasia. Akalasia merupakan kondisi dimana kerongkongan mengalami kesulitan untuk mendorong makanan masuk kedalam lambung. Jenis penyakit ini terbilang langka dan kebanyakan yang mengalaminya berusia paruh baya. Gejala umum yang tampak dari penyakit akalasia adalah kesulitan menelan makanan, sehingga merasa bahwa makanan itu terjebak didalam kerongkongan.

Gejala lainnya yaitu seperti dada terasa sangat nyeri terutama setelah makan, muntah, hingga penurunan berat badan tanpa alasan jelas. Nah salah satu solusi untuk meringankan gejala akalasia adalah dengan mengonsumsi air putih hangat. Karena air putih hangat sangat diyakini mampu membantu orang-orang yang mengidap penyakit tersebut untuk mencerna makanan dengan lebih mudah dan nyaman.

Itu tadi beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan saat rutin mengonsumsi air putih hangat. Jadi kalau ingin hidup sehat, tidak ada salahnya untuk minum air putih hangat saat bangun tidur ataupun saat sebelum dan sesudah makan. InsyaAllah, khasiat baiknya akan segera kita rasakan.

Untuk tips kesehatan lainnya, langsung aja ya, ke laman situs https://www.cekaja.com/info/rutin-minum-air-hangat-manjur-buat-diet-sampai-mengusir-stres/.

Selamat menerapkan hidup sehat!

 

Ada Kutil Pada Anak? Mungkin itu Molluscum Contagiosum. 

Ada Kutil Pada Anak? Mungkin itu Molluscum Contagiosum. Menjelang akhir tahun 2016 saya melihat ada bintik-bintik kecil di kakinya Keenan. Awalnya saya pikir cuma efek kulit sensitifnya yang kering dan bakal hilang sendiri karena nggak merah dan nggak berair. Tapi setelah beberapa minggu nggak hilang suami mulai aware dan beberapa kali tanya tentang bintik-bintik itu. Saya masih tetap santai karena ketika ditanyakan ke Keenan dia jawab nggak sakit dan nggak gatal.

Bintik di Kulit Anak

Sebulan kemudian saat saya membawa Keenan periksa ke dokter karena batuk pilek yang berkepanjangan, sekalian saya tanya tentang bintik-bintiknya. Beberapa pertanyaan yang diajukan dokter, yaitu:

“Sudah berapa lama?” “Sebulan lebih.”

“Terasa gatal, sakit atau panas nggak?” “Enggak.”

“Sebelum bintik-bintiknya muncul apa Keenan berenang di kolam renang umum?” “Iya, kebetulan 2 bulan sebelumnya kami berenang di sebuah waterpark dan pantai.”

molluscum contagiosum, kutil pada anak, penyakit kulit pada anak

Hasil Pemeriksaan Dokter

Dari hasil pemeriksaan dan pertanyaan, dokter menyimpulkan bahwa Keenan terkena virus HPV yang menular lewat air di kolam renang umum. Virus HPV tipe yang menyebabkan kutil ini nggak berbahaya, bahkan cukup umum dialami oleh anak dan orang dewasa khususnya laki-laki. Karena penyebabnya virus ya bisa sembuh sendiri dalam 2-3 bulan tanpa perlu mengkonsumsi obat. Hanya saja kalau imunitas tubuh Keenan sedang turun bisa terinfeksi virus itu lagi.

Okelah, alhamdulillah penjelasan dokter membuat saya tenang. PR saya waktu itu hanyalah meningkatkan daya tahan tubuh Keenan supaya bisa melawan virusnya.

Kutil Pada Anak

Tapi setelah lebih dari 4 bulan, kutil pada anak ini nggak menghilang. Malah muncul beberapa lagi di dada dan perutnya. Keenan pun mulai sering menggaruk bagian kakinya yang berkutil, apalagi saat kulitnya kering. Kulit Keenan ini memang gampang kering sejak bayi, sampai dia hanya bisa pakai Sebamed bayi. Sabun lain bakal bikin kulitnya makin kering. Susahnya lagi dia nggak suka minum air. Dalam 1 hari paling mentok 2 botol air minum kapasitas 450ml. Jadi, kondisi seperti ini semakin membuatnya nggak nyaman dan saya kekhawatiran saya muncul lagi.

Nah, sebelum bulan Ramadhan 2017, kami dapat kesempatan untuk ke dokter lain. Waktu itu, kakak Cinta dapat rekomendasi dari dokter sekolah untuk bertemu dengan dokter di Pusat Kesihatan Sg. Liang. Sekalian deh saya periksakan Keenan ke dokter.

Senada dengan dokter sebelumnya, dokter ini juga bilang kena virus tanpa menyebutkan nama virusnya dan bakal bisa hilang sendiri. Beliau meresepkan salep anti gatal yang sayangnya saat itu sedang nggak tersedia di sana. Saya coba bersabar lagi sambil tetap mengoleskan body lotion khusus untuk bayi ke kulitnya yang kering.

Baca Juga: Merawat Anak Demam Saat Traveling

Waktu mudik ke Sidoarjo untuk merayakan Idul Fitri 2017, saya dan suami mencoba memeriksakan Keenan ke dokter spesialis anak di salah satu klinik ibu dan anak di Sidoarjo. Dokter yang baik dan ramah itu menyimpulkan kutil tersebut disebabkan oleh alergi. Beliau meresepkan 2 buah salep, 1 lotion untuk melembabkan kulit kering dan 1 sirup untuk mengurangi efek alerginya.

Setelah pemakaian hampir seminggu, nggak ada tanda-tanda kutilnya membaik. Tapi alhamdulillah memang kulit Keenan jadi lebih lembab sehingga dia nggak terlalu merasa gatal. Akhirnya kami hentikan pemakaian salepnya karena hydrocortisone kan memang nggak boleh untuk pemakaian jangka panjang. Lalu memutuskan untuk konsultasi ke dokter spesialis kulit.

Fourth Opinion: Molluscum Contagiosum

Karena masih dalam rangka libur lebaran, nggak gampang cari dokter spesialis kulit yang praktik di hari Sabtu, alhamdulillah ada di RS Mitra Keluarga Waru, Sidoarjo. Dokter spesialis kulit kelamin yang saya lupa namanya itu (maaf, Dok), memeriksa kutil di kulit Keenan dan mendengarkan penjelasan kami dengan sabar. Kemudian beliau menerangkan bahwa penyebab kutil pada anak yang dimiliki Keenan bukanlah virus HPV melainkan infeksi viral yang disebut Molluscum Contagiosum. Wah, saya baru sekali ini dengar namanya meskipun ternyata cukup umum dialami oleh anak-anak usia 1-12 tahun.

Molluscum Contagiosum adalah infeksi viral yang menyebabkan bintik-bintik kecil pada kulit yang penampakannya mirip dengan kutil dan biasanya berwarna putih (seperti punya Keenan), pink atau sewarna dan kulit. Bintik mollusca ini biasanya halus, mengkilat seperti mutiara dan kadang penyok atau berisi di tengahnya. Dan umumnya terdapat di dada, perut, lengan, ketiak, kaki, area genital dan wajah.

Molluscum Contagiosum, kutil pada anak, menyembuhkan kutil pada anak, penyebab kutil pada anak, penyakit kulit pada anak

Penyebab penyakit ini adalah virus molluscum contagiosum (MCV) yang masih bagian dari poxvirus. Menurut kidshealth.org, anak terinfeksi MCV ketika virus memasuki bagian kulit yang terluka. Banyak orang yang tubuhnya secara otomatis membangun kekebalan untuk melawan virus ini ketika terinfeksi sehinggga nggak muncul bintik molluscanya. Tapi bagi sebagian yang nggak kebal, pertumbuhan mollusca atau kutil pada anak muncul 2 sampai 7 minggu setelah terinfeksi MCV.

Penyebab Kutil pada Anak

Biasanya virus ini menyebar di daerah yang hangat, lembab dan padat penduduk. Agak aneh sih karena meski hangat dan lembab tapi tempat kami tinggal nggak padat penduduk. Tapi bisa juga tertular lewat teman-teman di kelas ya.

Anak-anak dapat terinfeksi virus molluscum contagiosum melalui skin-to-skin contact atau menyentuh benda yang sudah terpapar virus tersebut seperti mainan, baju, handuk dan alas tidur. Dan mollusca bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya ketika tangan yang digunakan untuk menyentuh atau menggaruk mollusca menyentuh bagian tubuh yang lain.

Cara Menghilangkan Kutil Pada Anak

Menurut dokter SPKK dari Mitra Keluarga Waru Sidoarjo itu, satu-satunya cara menghilangkan kutil pada anak ini  dengan mengeluarkan isinya dengan alat seperti pinset. Tapi karena prosesnya sakit dan dapat menimbulkan trauma pada anak, dokter nggak melakukannya saat itu juga. Beliau hanya memberikan lotion untuk mengurangi gatalnya dan obat anti virus untuk meningkatkan imunitas tubuhnya supaya kutilnya nggak semakin banyak menyebar.

Sejak itu saya mulai rutin memakaikan lotion rekomendasi dokter ke kulitnya Keenan setiap habis mandi atau setiap kali dia merasa gatal. Perlahan, kondisi kulitnya mulai membaik meski kutilnya tetap ada. Tapi, suami rupanya masih gemas melihat kutil di kulitnya Keenan dan berusaha untuk mengeluarkannya sendiri dengan menekannya seperti mengeluarkan isi jerawat. Awalnya saya nggak setuju, takut Keenan kesakitan dan khawatir kutilnya makin parah.

Namun suami tetap keukeuh dan akhirnya saya biarkan saja, apalagi melihat Keenan sering menggaruk kutilnya sendiri hingga berdarah.  Memang sih dia mengeluh sakit tiap kali papanya memencet si kutil tapi begitu isinya keluar ya sudah santai aja dia. Proses mengeluarkan kutil-kutil ini tentu nggak dilakukan sekaligus melainkan satu persatu. Dalam waktu beberapa bulan saja, alhamdulillah akhirnya kulit Keenan sudah bebas dari kutil.

Molluscum contagiosum, kutil pada anak, penyakit kulit pada anak

Sekarang sudah 1 tahun sejak Keenan terinveksi virus Molluscum Contagiosum dan alhamdulillah sudah sembuh, tinggal bekas-bekasnya saja yang masih ada sedikit. Semoga sih nggak muncul-muncul lagi virusnya. Aamiin. Karena penularan virus ini adalah melalui direct skin-to-skin contact dan menyentuh benda yang terinfeksi virus, tentu lebih aman jika kita biasakan anak-anak mencuci tangan dengan sabun atau cairan pembersih tangan setiap kali mereka keluar dari arena bermain atau menggunakan fasilitas umum. Jangan biasakan anak untuk bertukar handuk, lap atau baju terutama jika tinggal di daerah yang lembab.

Nah, untuk sahabat pojokmungil yang ingin tahu lebih jauh tentang Molluscum Contagiosum atau yang sering dikenal juga dengan kutil pada anak, berikut beberapa situs yang bisa dibaca untuk referensi. Tapi sebaiknya langsung ke dokter spesialis kulit untuk kepastian diagnosanya jika ada kutil di kulit si kecil ya. Stay healthy, sahabat pojokmungil.

The Royal Children Hospital Melbourne.
KidsHealth.org

Merawat Anak Demam Saat Traveling

Anak Demam, Anak demam saat traveling, tempra syrup

Hai, Sahabat PojokMungil. Hari ini, kita sudah memasuki awal tahun 2018. Beberapa dari kita mungkin sudah mulai bersiap-siap dengan aktivitas normal setelah libur panjang sekolah dan akhir tahun. Anak-anak saya juga sudah masuk sekolah lagi setelah libur lebih dari satu bulan.

Iya, di Brunei tahun ajaran sekolah berakhir di akhir bulan November. Sehingga anak-anak libur kenaikan kelas mulai dari awal Desember sampai awal Januari. Tapi tahun ini saya dan anak-anak memulai liburan lebih awal demi tiket mudik yang lebih murah.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap libur panjang akhir tahun kami selalu berusaha untuk mudik ke Sidoarjo, walaupun 2 tahun belakangan ini suami nggak bisa ikut karena sibuk dengan pekerjaannya. Alhamdulillah, meski cuma berangkat bertiga, perjalanan kami cukup lancar. Anak-anak kooperatif sekali selama di pesawat. Bahkan kali ini Keenan yang biasanya sangat aktif, bisa duduk tenang sambil main gadget selama di pesawat. Mereka juga nggak mengeluh saat harus berjalan cukup jauh menuju tempat pemeriksaan imigrasi dan menunggu bagasi. Mungkin karena mereka sangat bersemangat untuk berlibur di rumah neneknya ya.

Maklum, liburan di rumah nenek memang selalu menyenangkan. Selain bisa jalan-jalan ke mall dan tempat-tempat bermain, mereka juga bisa main bareng paman, tante dan sepupu-sepupunya.

Hanya saja, kesibukan selama mudik nggak jarang bikin anak-anak kecapekan dan sakit. Seperti yang dialami Keenan waktu liburan kemarin. Tiba-tiba saja suatu sore sepulang kami dari suatu tempat, badannya demam, padahal nggak ada tanda-tanda batuk atau pilek. Saya pikir cuma masuk angin, jadi setelah mandi sore saya oleskan minyak kayu putih dan perbanyak minum karena dia menolak untuk makan.

anak demam, anak sakit saat traveling. tempra syrup

Menjelang malam, demam Keenan makin tinggi, saya pun akhirnya meminta supir mama untuk membelikan obat penurun panas. Mama saya menganjurkan untuk beli Tempra, “Kalian dulu kalau panas juga mama kasih Tempra kok,” ujarnya.

Meski ada adegan salah beli varian Tempra, akhirnya tersedia 1 botolTempra SyrupParacetamol di rumah. Tempra menjadi pilihan kami karena aman di lambung, tidak perlu dikocok karena larut 100% dan memiliki dosis yang tepat asal digunakan sesuai petunjuk dalam kemasan.

Di hari pertama demam, selain memperbanyak asupan cairan saya juga memberikan Keenan Tempra setiap 4 jam untuk membantunya merasa nyaman karena demamnya mencapai 38,5 derajat C. Alhamdulillah, dengan kandungan 150mg paracetamol pada setiap 5ml Tempra, obat ini bekerja sebagai antipiretika yang berfungsi menurunkan panas dengan cepat dan meningkatkan ambang rasa sakit sehingga dapat mengurangi rasa nyeri saat demam dan membantu Keenan untuk tidur lebih nyenyak.

Di hari kedua, demamnya mulai turun dan Keenan mulai ceria. Tapi saya belum bisa bernafas lega karena tiba-tiba saat malam hari Keenan kembali demam.

Demam yang dialami Keenan tentu membuat saya menunda beberapa acara. Tapi untungnya kakak Cinta nggak ikut mati gaya karena paman dan tantenya mengajak dia dan sepupunya untuk menginap di apartemen mereka. Sementara Keenan harus tinggal di rumah sampai benar-benar fit lagi.

Di hari ketiga, karena demamnya masih naik turun dan Keenan mulai lemas karena nggak mau makan, akhirnya saya memutuskan untuk membawa Keenan ke dokter. Setelah diperiksa, dokter mengatakan bahwa amandelnya Keenan radang dan beliau memberikan 2 buah obat untuk dikonsumsi Keenan. Obat pertama saya tolak karena berupa puyer penurun demam dan pereda nyeri. Keenan nggak biasa minum puyer sih, daripada malah nggak terminum saya meminta alternatif lain. Lalu dokter menganjurkan saya meneruskan konsumsi obat penurun panas yang saya punya, dengan catatan jika sampai hari kelima masih ada demamnya, maka Keenan harus kembali untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Alhamdulillah di hari keempat Keenan sudah mulai membaik, meski sesekali bilang pengen pulang ke rumah Brunei dan kangen sama papanya. Setelah Keenan benar-benar pulih, baru saya berani mengajak dia melanjutkan agenda-agenda yang sempat tertunda.

Anak sakit saat kita sedang bepergian memang bisa bikin perasaan jadi nggak karuan ya. Tapi, karena hal ini cukup sering terjadi pada kami, saya punya beberapa tips yang biasa saya lakukan:

Tips Merawat Anak Demam Saat Traveling

1. Mencari Akses Kesehatan Terdekat

Sebelum berangkat ke tempat tujuan, saya cari info dulu tentang klinik kesehatan atau RS terdekat dari hotel atau tempat kami menginap dan bagaimana menuju ke sana, terutama jika kami nggak bawa kendaraan sendiri.

2. Membawa First Aid Travel Kit

anak demam, first aid travel kit, obat yang harus dibawa saat bepergian, tempra syrup

Ini adalah bawaan yang wajib ada di dalam bagpack saya tiap kali kami bepergian. Isinya plester luka, obat luka, oralit atau pedialit, paracetamol dan obat maag untuk saya, minyak kayu putih, termometer dan obat penurun demam untuk anak-anak. Biasanya saya membawa Tempra Syrup. Kemasannya yang anti pecah dengan tutup yang nggak gampang terbuka membuatnya aman diletakkan di dalam tas. Saya juga nggak takut disuruh membuang Tempra Syrup jika naik pesawat. Volumenya yang cuma 60ml masih di bawah standar maksimal cairan yang boleh dibawa masuk ke dalam kabin pesawat.

3. Istirahat

Saat anak mulai merasa nggak enak badan, langsung batalkan semua agenda dan biarkan anak beristirahat. Anak yang sakit perlu istirahat yang cukup untuk memulihkan kondisi badannya. Kalau dipaksakan, perjalanan juga jadi nggak menyenangkan karena anak akan rewel dan kita jadi nggak tenang. Jika kita pergi sekeluarga, biarkan suami yang membawa anak-anak lain jalan-jalan sementara kita menemani dan merawat anak yang sakit di tempat penginapan atau sebaliknya.

4. Rehidrasi

Saat anak demam, perbanyak asupan cairannya. Minum air mineral yang banyak atau oralit jika perlu supaya ia tidak dehidrasi.

5. Waspadai Tanda Kegawatdaruratan Demam

Anak dikatakan demam kalau suhu tubuhnya mencapai 38 derajat celcius. Demam biasanya disebabkan karena tubuh anak sedang melawan kuman yang berusaha menginfeksi tubuh. Sebagian besar demam tidak berbahaya. Tapi kita juga nggak boleh menyepelekan demam begitu saja. Pelajari kapan kita harus membawa anak ke RS saat dia demam.

6. Dampingi Anak Saat Ia Demam

Beberapa anak tetap ceria dan aktif saat ia demam, tapi anak-anak saya biasanya jadi lesu dan nggak bersemangat ketika suhu tubuhnya meninggi. Saat-saat seperti ini biasanya saya memilih untuk mendampingi mereka, meskipun harus mengorbankan agenda liburan saya. Saat anak-anak masih bayi, saya suka melakukan skin-to-skin contact dan membiarkan mereka berbaring di atas dada saya untuk membuat mereka nyaman. Berendam di air hangat juga sering jadi pilihan untuk membantu menurunkan suhu tubuhnya. Banyak yang menyarankan supaya memakaikan anak baju yang sejuk saat demam, tapi anak-anak saya justru lebih memilih baju yang hangat atau tidur dengan selimut di ruangan yang sejuk saat mereka demam. Ketika suhu tubuh anak mencapai 38 derajat Celcius dan ia jadi rewel dan nggak nyaman karena demamnya baru deh dikasih obat penurun panas.

merawat anak demam, anak sakit saat traveling, tempra syrup

Anak yang sakit saat demam memang bisa membuat agenda traveling berantakan. Apalagi kalau rencana kita berkunjung di tempat tersebut hanya beberapa hari dan ingin mengeksplorasi daerah tersebut. Kehilangan 1-2 hari karena anak sakit tentu sedikit banyak bikin kecewa. Untuk itu kita bisa melakukan hal ini agar anak tetap fit selama traveling:

1. Atur agenda traveling sesuai dengan ritme tubuh anak. Jangan paksakan bepergian sepanjang hari sehingga anak kurang istirahat, terutama jika usianya masih sangat muda atau baru pertama kali bepergian jauh. Beri kesempatan anak untuk beristirahat dengan nyaman sehingga tetap fit.

2. Banyak minum dan makan yang teratur. Selalu sediakan air minum dan bekal makanan di dalam tas agar mudah dikonsumsi anak. Kadang jadwal bepergian membuat kita nggak bisa makan tepat waktu, bekal makanan berupa roti atau buah bisa mengisi perut anak agar dia nggak kelaparan.

3. Minum suplemen makanan atau vitamin jika perlu. Kadang saat bepergian, makanan yang kita santap nggak bisa seideal saat kita sedang di rumah, sehingga anak-anak kekurangan vitamin yang dibutuhkan tubuh. Untuk mengatasinya kita boleh memberikan mereka tablet vitamin atau suplemen makanan sesuai yang direkomendasikan oleh dokter anak.

4. Selalu cuci tangan dengan sabun atau cairan antiseptik sebelum dan sesudah makan untuk mencegah kuman masuk ke dalam tubuh anak.

Saya mungkin bukan ibu yang sempurna dan penuh kelembutan. Tapi insyaAllah saat anak-anak membutuhkan, saya akan berada di sisi mereka, terutama saat mereka sakit. Setidaknya ini salah satu cara saya menunjukkan bahwa selalu ada cinta di hati saya untuk mereka.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.