Browsing Tag:

interesting place

  • Foods and Places

    Asiknya Foto di Fox Studio

    Waktu mudik lebaran kemarin, Cinta berkali-kali minta foto studio dengan kostum a la princess Disney.

    Ya sih, biasanya setahun sekali, tepatnya saat dia ulang tahun saya selalu ajak dia foto studio. Seru-seruan aja untuk dokumentasi pertumbuhan Cinta tiap tahunnya.

    Sayang, sejak pindah ke Brunei belum pernah foto di studio lagi. Sebenarnya ada studio foto yang tampaknya lumayan oke di Kuala Belait, jadi satu dengan toko mainan Nanyang di Jalan Pretty. Tapi entah kenapa kok belum merasa tergerak untuk bawa Cinta foto di sana.

    Beberapa hari sebelum pulang ke Brunei, saya dan Cinta menyempatkan diri ke Supermal Pakuwon Indah ditemani adik dan ipar yang bela-belain nggak kerja demi entertain ponakan tercintanya itu. Makasih ya, paman Bayu dan tante Mer. We heart you so much.

    Berbekal petunjuk dari saudara, kami pun menemukan tempat foto yang terletak di Pakuwon Trade Center. Meski jauh dari bayangan saya, Cinta tetap senang bisa berfoto dengan kostum a la Cinderella dan tiaranya serta berpose sesuka hati. Hutang terlunasi sudah!

    Sebelum pulang, saat menuju lobby mall, tiba-tiba saya melihat ada sebuah studio foto baru di sebelah Bread Talk. Seingat saya terakhir ke sana tahun lalu, studio yang tampak bagus sekali dengan beberapa booth foto beraneka tema belum ada. Dan benar saja, Fox Studio ini baru soft opening dan saat saya iseng lihat-lihat contoh foto, mbak pramuniaganya memberi tahu kalau saat itu sedang ada promo untuk paket-paket foto tertentu. Yihaaaa!

    Akhirnya, saya ambil dua paket foto yang per paketnya terdiri dari 2 foto ukuran 4R + 1 background + CD plus ekstra sewa kostum untuk Cinta. Wuaaa, Cinta senang sekali dalam satu hari bisa dua kali foto studio dengan 2 kostum princess yang berbeda.

    Sedangkan untuk Keenan sengaja nggak saya sewakan kostum meski pilihan kostum untuk bayinya lucu-lucu sekali. Mulai dari pumpkin, ulat, siput sampai kacang polong. Saya pikir Keenan baru belajar tengkurap jadi daripada nanti repot ngatur kostum dan dia malah bete nggak mau difoto biarlah pakai baju yang dipakai saat itu saja.

    Ternyata sama fotografernya, Keenan disarankan hanya pakai popok sehingga fokus ke wajahnya aja. Ketelatenan mas fotografer dan kehebohan gaya dan atraksinya untuk menarik perhatian Keenan bikin anak bayi betah difoto. Apalagi liat lampu blitz yang menyala-nyala.

    Sementara itu bagian kostum dengan sigap membantu Cinta ganti baju sambil memilihkan aksesoris yang sesuai. Dia juga helpful sekali merapikan kostum, rambut saat fotografer memotret Cinta.

    Meski masih muda, mas fotografernya sabar lho mengarahkan gaya anak-anak ini. Dia juga nggak pelit memotret sampai berhasil mendapatkan foto yang cukup bagus menurutnya.

    Setelah selesai, kami diminta memilih foto-foto untuk dicetak. Huaaa bingung karena bagus-bagus hasilnya. Tapi karena nggak mungkin dicetak semua, saya dan Cinta pun sepakat memilih empat foto terbaik* menurut kami ini.

    20130929-235616.jpg

    Senangnya lagi, hasil foto bisa diambil pada hari yang sama. Kami hanya diminta menunggu satu jam untuk proses cetak.

    Sayang, foto yang kami terima benar-benar hasil mentah jepretan kamera tanpa diedit. Bahkan tanpa tusir atau minimal dicerahkan sedikit. Tapi nggak masalah sih karena hasilnya sudah cukup bagus. Yah, worth the pricelah. Yang penting Cinta senang koleksi foto a la princessnya bertambah lagi. Dan saya juga hepi punya foto bayi Keenan untuk disandingkan dengan foto bayinya Cinta dulu.

    Jadi teman-teman yang ingin sekadar foto narsis dengan latar belakang dan properti foto lucu atau bikin dokumentasi foto teman satu grup untuk diupload di media sosial, boleh lah coba ke Fox Studio. Lumayan kan sambil jalan-jalan di mall bisa pulang bawa foto keren dengan harga terjangkau.

    *foto yang diupload di sini sudah diedit sedikit tingkat keterangannya dengan aplikasi moldiv for iphone

  • Foods and Places, Life in Brunei

    LLRC Waterpark

    LLRC Waterpark

    Pas ngulik Flickr, teringat ada set foto waterpark yang belum sempat diposting di sini. Waterpark ini termasuk baru dan satu-satunya di kawasan Belait, Brunei Darussalam. Ada sih kolam renang umum lain di BSRC Panaga dan satu lagi di Kuala Belait. Tapi yang ada mainannya ya cuma ini.

    Liang Lumut Recreation ClubDSC09609

    DSC09598DSC09600

    Dibangun mulai pertengahan tahun 2012, kolam renang yang terletak di area Liang Lumut Recreation Center ini resmi dibuka saat libur akhir tahun ajaran sekolah bulan Desember tahun lalu. Seperti umumnya tempat wisata yang baru buka, minggu-minggu pertama selalu ramai. Tiap lewat sana parkiran LLRC dan pantai di depannya penuh banget.

    Sampai akhirnya bisa memenuhi janji ajak Cinta ke sana ya saat libur sekolah hampir selesai. Itu pun di hari Jumat pagi saat kebanyakan orangtua masih kerja.

    Awalnya sempat ragu pergi cuma berdua dengan Cinta ke waterpark. Maklum waktu itu usia kehamilan sudah masuk trimester ketiga dan nggak punya baju renang yang cukup besar. Lalu saya minta ijin sama Cinta untuk menemani dia dari pinggir kolam aja dan nggak ikut berenang. Saking inginnya berenang, Cinta pun setuju dan janji mau selalu pakai pelampungnya.

    DSC09597DSC09603

    Sampai di sana ternyata kolamnya cetek, sodara sodara. Cuma setinggi lehernya Cinta atau sekitar 80cm. Meski begitu Cinta yang baru pertama kali masuk kolam renang sendiri tetap pakai pelampungnya wong dia belum bisa berenang hehehe.

    Tadinya dia cuma jalan-jalan aja di dalam kolam sambil main semprotan air di sekitarnya. Lama-lama lihat teman-teman sebayanya main perosotan jadi tertarik mau juga dan minta ijin untuk ikut main. Setelah saya lihat nggak terlalu tinggi dengan pertimbangan kolamnya juga nggak dalam akhirnya saya perbolehkan. Tapi rupanya dia masih belum pede sehingga nggak mau lepas dari pelampungnya.

    Sambil deg-degan saya menunggu dari pinggir kolam saat dia mulai meluncur. Wuiiii… Percobaan pertama berhasil! Cinta seneng banget. Saya pun mengabulkan permintaannya untuk bisa berseluncur sekali lagi. Sayang di kali kedua ini waktu menyentuh kolam hidungnya kemasukan air yang bikin dia nangis dan kapok perosotan. Jadilah selanjutnya Cinta cuma berenang di kolam atau kejar-kejaran di pinggir kolam sama kawan-kawannya sampai saya ajak pulang.

    Well, untuk waterpark dengan HTM seharga B$ 2 bagi dewasa di hari kerja (B$ 3 di hari Sabtu-Minggu dan libur nasional) dan B$ 1 bagi anak-anak (B$ 2 pada hari Sabtu-Minggu dan public holiday), fasilitasnya cukup bagus meski kecil dan minimalis sekali. Dibandingkan sama SunCity Waterpark Sidoarjo aja masih kalah besar dan bagus apalagi sama Ciputra Waterpark di Surabaya.

    Di sini nggak boleh bawa makanan dari luar, tapi di area kolam disediakan tempat makan yang dikelola oleh restorannya LLRC. Menunya ya semacam burger, sandwich gitu.

    Ruang ganti dan kamar mandinya bersih dan semoga tetap bersih karena berdasarkan pengamatan saya entah kenapa toilet umum di Brunei ini kurang bersih.

    Secara keseluruhan sih tempatnya nggak terlalu istimewa tapi lumayanlah sebagai tempat hiburan di dekat rumah saat kangen pengen main air. Kalau buat anak-anak kan yang penting mereka bisa bersenang-senang. Tentu di bawah pengawasan ketat orang tua ya terutama untuk balita dan yang belum bisa berenang karena nggak ada lifeguardnya.

    Kalau mommies biasanya suka bawa anak-anak berenang di mana nih?

    See more pictures here.

  • waterfront, playgroud, kuala belait, brunei
    Foods and Places, Life in Brunei

    Waterfront Park, KB

    view from the waterfront bay

    Terletak di pinggir Jalan Sungai, Kuala Belait, Waterfront Park ini termasuk salah satu playground favoritnya Cinta, apalagi kalau cuaca lagi nggak terlalu panas. Permainannya nggak terlalu banyak sih tapi cukup menarik untuk anak-anak. Ada ayunan, jungkat-jungkit, perosotan dan lain-lain.

    Di sore hari atau pagi saat weekend, tempat ini cukup ramai dikunjungi keluarga muda dengan anak-anak balitanya dan orang-orang yang ingin berolahraga atau sekadar kumpul-kumpul. Maklum, selain fasilitas permainan anak, taman ini juga menyediakan jogging track dan alat olahraga sederhana.

    Saat anak-anak asik main, para orang tua bisa duduk-duduk sambil menikmati pemandangan sungai dan hutan di seberangnya. Kalau lapar bisa buka bekal dan piknik di meja-meja yang sudah disediakan atau beli makanan di beberapa gerai yang ada di lokasi itu.

    Toilet umum yang ada di Waterfront Park juga cukup terawat, dari beberapa kali ke sana. Cuma siap-siap tisu basah dan kering aja serta kantong plastik sendiri karena di dalam bilik nggak disediakan tempat sampah sehingga ada aja orang yang buang tisu di dalam kloset.

    Waterfront KB Playground

    IMG_0489
    IMG_0503

    IMG_0507

    more picture of Waterfront Park, Kuala Belait

  • Review, Traveling

    Pantai Camplong, Madura

    Pas long weekend Paskah kemarin, Grannynya Cinta ngajak ke pantai Camplong di Madura sana sekalian lewat jembatan Suramadu. Menurut Granny yang pernah tinggal di Madura selama beberapa tahun, pantai ini dari dulu sudah jadi obyek wisata yang cukup menarik. Dari rumah kami berangkat jam 7.30 dengan harapan sampai di Sampang nggak terlalu siang. Beruntung banget sekarang sudah ada jembatan Suramadu, perjalanan ke Madura pun bisa lewat darat sambil menikmati indahnya laut dari atas jembatan.

    Photobucket

    Setelah 3 jam perjalanan (niat banget ya pengen main air laut aja jauh-jauh ke Madura) yang bikin Cinta sedikit mabuk, akhirnya kami sampai juga ke obyek wisata pantai Camplong ini. Pintu masuk ke obyek wisata ini terletak di dekat Hotel Wisata Camplong, jadi kalau sudah sampai di Sampang cari aja papan Hotel Wisata Camplong di sebelah kanan jalan lalu masuk dan parkir di depan deretan ruko kosong sebelah hotel dan rumah makan. Tiket masuknya murah banget: Rp 2.000,00 per orang plus Rp 3.000,00 untuk parkir mobil.

    Di area wisata ini banyak penjual makanan seperti bakso, es degan, jambu air, dan sebagainya. Sedangkan di pantainya sendiri cuma ada 1 warung yang jual rujak dan air kelapa muda. Kalau bosan main air atau sekedar jalan-jalan bisa naik perahu ke laut dengan membayar Rp 15.000,00 per orang. Berhubung Cinta mabuk di mobil, kami nggak naik perahu karena takut dia makin mabuk, apalagi anginnya lumayan kencang. Akhirnya kami main pasir aja sambil makan rujak cingur dan rujak buah plus es degan.

    Cinta yang biasanya nggak mau dekat-dekat air dan lebih memilih mencari kerang dan main pasir, hari itu tiba-tiba asik main air sama Grannynya sampai bajunya basah semua. Bahkan saking senangnya lari-lari, lempar-lempar pasir dan mandi di pinggir laut, Cinta baru mau diajak pulang setelah kelihatan mau hujan.

    Photobucket

    Sebenarnya pantai Camplong ini bagus, pasirnya putih dan masih alami, sayang nggak terawat sehingga tampak kotor karena susah sekali menemukan tempat sampah di sana. Pengunjungnya juga lumayan banyak meski nggak seramai Parangtritis di Yogya atau Pasir Putih di Situbondo. Toilet umumnya pun cukup bersih sehingga saya berani memandikan Cinta yang basah dan lengket kena pasir dan air laut di sana.

    Sebelum pulang, Granny mengajak kami makan di rumah makan yang bersebelahan dengan hotel. Rasa soto dagingnya lumayan enak, begitu juga dengan nasi gorengnya, sayang mie gorengnya terlalu manis. Capek main dan perut kenyang membuat Cinta tertidur pulas selama dalam perjalanan Sampang sampai Bangkalan.

    Benar-benar nggak sia-sialah menempuh 6 jam perjalanan pergi-pulang Sidoarjo-Sampang melihat Cinta senang sekali main di sana. Apalagi dalam perjalanan pulang sempat mampir ke warung nasi bebek Sanjay di Bangkalan yang terkenal itu. Such a fun trip 🙂

  • Foods and Places, Traveling

    Serunya Main di Paradise Dreamland

    Berhubung hari Rabu Cinta nggak sekolah, mulai dari Selasa malam saya udah sounding mau ngajak Cinta berenang. Seneng banget dia dan langsung semangat nyiapin baju renang dan pelampung untuk besok paginya. Bangun tidur sebenarnya Cinta udah batuk-batuk tapi karena udah janji, saya tanya Cinta masih mau berenang atau mau istirahat di rumah aja. Dia bilang tetap mau berenang tapi nggak lama-lama. Okelah, mari berangkat kalau gitu. Awalnya Cinta minta berenang di Sport Centernya Bukit Dago, tapi ternyata lagi rame dipakai sama anak sekolah. Akhirnya meski dengan berat hati dia setuju untuk pindah ke kompleks sebelah, Serpong City Paradise.

    Swimming Pool

    Di SCP ada yang namanya Paradise Dreamland, isinya kolam renang dan playground gede. Meskipun jaraknya cuma 10 menit dari rumah dan sering banget lewat di depannya tapi baru kali itu kami main di sana. Kolam renangnya bagus dan bersih. Ada kolam dalam untuk orang dewasa (tapi nggak terlalu dalam juga sih, paling 145 cm), kolam dangkal untuk anak-anak dan whirpool. Berhubung hari itu nggak terlalu banyak pengunjungnya, hawanya juga belum terlalu panas ditambah alunan musik yang enak didengar, kami betah berlama-lama berenang di sana.

    Abis berenang langsung bersih-bersih dan ganti karena Cinta minta main di playground yang ada di sebelah kolam renang. Ruang gantinya sendiri bersih, terang dan nyaman. Selain ada shower, kamar mandi dan bilik ganti juga ada loker-loker buat nyimpen tas dan sepatu. Buat saya yang agak cerewet soal ruang ganti dan kamar mandi, langsung mengacungkan jempol sama ruang ganti Paradise Dreamland ini.

    Giant Playground

    Begitu selesai, kami langsung menuju  tempat main raksasa. Cinta senang sekali liat arena permainan yang banyak. Dia nyobain satu-satu, bahkan tempat yang tinggi sekalipun. Mamanya aja yang deg-degan nungguin di bawah. Bosan main di situ, pindah ke tempat ayunan, panjat dinding, jungkat-jungkit dan masih banyak lagi. Kalau nggak karena matahari yang mulai panas, Cinta mungkin nggak mau pulang saking asiknya menjelajah satu per satu permainan di situ.

    Total biaya yang kami keluarkan untuk main dan minum (makan bawa bekal dari rumah karena takut di sana nggak ada yang jual jajanan. Tapi ternyata ada booth spaghetti dan burger) juga nggak terlalu mahal. Tiket terusan kolam renang + giant playground untuk umum di hari kerja Rp 17,000.00/orang. Jadi untuk 2 orang plus 1 kotak Happy Jus dan 1 Teh Kotak, saya keluar uang nggak sampai Rp 50,000.00. Kalau mau main di playground aja biayanya Rp 5,000.00/orang di hari kerja dan Rp 6,000.00/orang di hari Sabtu, Minggu/libur nasional. Sedangkan untuk berenang aja bayar Rp 15,000.00/orang pas weekdays dan Rp 21,000.00/orang pas weekend dan hari libur nasional.

  • Foods and Places, Traveling

    Serunya Main Salju

    PhotobucketSejak beberapa minggu yang lalu waktu liat baliho gede Snow in BSD City di depan ruko-ruko BSD, udah pengen ngajak Cinta ke sana. Akhirnya baru kesampaian tanggal 28 Desember 2010 yang lalu (huhuhu another late posting), itupun sebagai hadiah karena dari hasil penilaian gurunya, perkembangan Cinta selama 1 semester di sekolah cukup bagus.

    Sampai di area Ocean Park BSD, kami langsung cari parkir yang dekat lokasi salju itu. Tadinya saya pikir pengunjung hari itu sudah lumayan rame karena lagi libur anak sekolah. Tapi waktu kemarin kami ke Ocean Park untuk makan di D’Cost (yang akhirnya batal karena penuh) ternyata yang mau main di salju jauh lebih banyak dari waktu kami ke sana. Mungkin karena tanggal 2 Januari 2011 itu adalah hari terakhir pertunjukan salju.

    Untuk masuk ke area salju, tiap orang dewasa dikenakan biaya Rp 50.000,00 sedangkan anak usia 1 tahun sampe yang tingginya 140 cm bayarnya Rp 40.000,00. Dengan HTM segitu bisa main sepuasnya lho dari jam 11 pagi sampai jam 8 malam. Kalo bosen di dalam atau kedinginan dan lapar bisa keluar dulu, makan Pop Mie di booth yang ada di situ trus masuk lagi.

    Karena yang datang cukup banyak, terpaksa antri untuk dapat jaket khusus, terutama anak-anak. Jadi nunggu ada yang keluar dulu baru kita dapat jaketnya. Itupun rada rebutan karena banyak yang nggak mau antri *sigh*. Melihat yang keluar dari arena tampak kedinginan dengan pipi merah-merah, saya minta suami belikan sarung tangan di stan Pop Mie untuk Cinta sementara saya antri jaket. Sepertinya sih lain kali mending bawa jaket sendiri yang tebal karena selain jaket yang ada terbatas jumlahnya, ukurannya nggak pas, juga kotor dan nggak bisa direkatkan lagi velcronya. Jangan lupa juga pake kaos kaki dan sarung tangan karena memang di dalam dingin banget. Kata petugasnya, suhu di dalam arena sampai 11 derajat Celcius.

    Sebelum masuk ke dalam ruangan saljunya, pengunjung dikumpulkan dulu sambil diberi pengarahan, termasuk larangan memotret pakai kamera atau ponsel pribadi karena di dalam sudah ada fotografernya. Dengan bayar Rp 20.000,00 bisa dapat 1 lembar foto dan file yang disimpan di CD. Setelah siap, kami dipersilakan masuk dan begitu pintu dibuka langsung terasa dinginnya.

    PhotobucketPhotobucket

    Arena saljunya remang-remang kaya di Sea World plus dingin banget, bikin Cinta agak takut dan nggak mau jalan sendiri. Jadilah dia digendong sambil kami melihat-lihat ice carving beraneka bentuk yang ada di situ. Yang jadi atraksi utama adalah arena seluncur salju dan salju yang turun seperti hujan rintik-rintik. Dengan suasana gelap gitu dan suara mesin salju yang keras jadi berasa lagi kena badai salju (imajinasi tingkat tinggi). Karena saya kedinginan banget dan Cinta nggak mau turun dari gendongan, akhirnya suami aja yang main perosotan salju. Yah, lumayan daripada cuma berdiri nonton orang main. Padahal kayanya pengunjung lain seru nyobain jalan di es tanpa sepatu khusus, perosotan, foto-foto (ada yang sembunyi-sembunyi pake kamera pribadi termasuk saya sebelum akhirnya ditegur petugas hihihi).

    Nggak sampe 30 menit kami ada di sana, Cinta sudah minta keluar. Mungkin nggak betah dinginnya atau takut gelap. Secara keseluruhan cukup menyenangkan sih, cuma sepertinya lebih cocok untuk anak yang sudah agak besar dan nggak takut gelap. Nggak sedikit juga pengunjung dewasa yang datang berkelompok. Senang juga bisa ngerasain dinginnya salju di tengah panasnya Serpong.

  • Foods and Places

    Dinner @ Dome Supermal

    Yaaaiiiyyy… Paling seneng jalan-jalan malam minggu begini. Kali ini aku mau “women’s time” sama mama & adek. Tujuannya sih pengen cari buku resep & webcam lalu nongkrong di Dome. Sementara Cinta ditinggal di rumah dulu sama mbak.

    Sayangnya webcam nggak dapet, malah dapat hem muscle fit buat suami tercinta. Hope u’ll like it honz. Milihnya dengan cinta lho, dijamin makin ganteng deh kalau pakai itu huehehehe.

    Tujuan terakhir pasti Dome, duh liat menunya bikin bingung mau makan apa karena semua uenak. Berhubung lapar sekali akhirnya pilih pasta: fettucine carbonara, sedangkan mama & adek makan beef steak with mashed potato *nama aslinya lupa abis susah banget*

    Minumnya strawberry shake untukku, jasmine tea buat mama dan mineral water aja pesanan adek.

    Delicioso!!!! Bon apetite ☺

    Bekerja dari rumah bukan lagi mitos!

    Buktikan bersama jaringan full fasilitas d’BC Network! http://www.dbc-network.com/index.php?id=mybeautysecret