Wisata Budaya Impian Bersama Keluarga di Garuda Wisnu Kencana Bali

Garuda Wisnu Kencana, traveloka, wisata Bali ramah anak

Bali adalah salah satu tempat wisata impian saya. Sudah lama sekali saya nggak ke Bali. Terakhir ke sana bersama keluarga kira-kira 9 tahun yang lalu, saat kakak Cinta berusia lebih kurang 1 tahun. Banyak kenangan manis yang kami peroleh saat berwisata ke Bali bersama Cinta termasuk pengalaman pertamanya bermain di pantai dan menolak terkena pasir pantai.

9 tahun setelah itu, Cinta (dan Keenan tentu saja) tumbuh menjadi anak pantai. Mereka senang sekali kalau diajak ke pantai, padahal pantai di Kuala Belait tempat kami tinggal sekarang meskipun bersih tapi masih kalah indah dari Kuta. Apalagi sekarang katanya banyak spot pantai di Bali yang ramah anak.

Selain ke bermain ke pantai, ada beberapa tempat yang ingin saya kunjungi bersama keluarga di Bali seperti Bali Safari & Marine Park, Alas Kedaton, Bali Bird Park serta tentu saja situs budaya Garuda Wisnu Kencana.

Garuda Wisnu Kencana, traveloka, wisata Bali ramah anak
Gambar diambil dari situs resmi GWK

Apalah arti mengunjungi pulau Dewata yang keindahannya terkenal ke seluruh penjuru dunia itu kalau nggak sekaligus mempelajari budayanya, ya kan? Nah, salah satu alasan saya ingin mengunjungi taman budaya Garuda Wisnu Kencana ini, karena banyaknya ulasan positif di berbagai situs travel online.

“Taman Garuda Wisnu Kencana sepertinya adalah taman budaya terbaik yang pernah saya kunjungi. Terletak di Badung, GWK terkenal dengan patung raksasa dewa Hindu, Wisnu dan tunggangannya, Garuda.” – Michelle Frank Lee dalam blog pribadinya.

Meskipun proses pembangunan Garuda Wisnu Kencana belum benar-benar selesai, taman budaya yang didesain dan dibangun oleh Nyoman Nuarta, salah satu pemahat hebat di Indonesia ini sudah menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara. Terutama bagi mereka yang memang suka dengan wisata budaya Hindu. Selain patung Wisnu dan Garuda, banyak atraksi yang bisa kita nikmati dan lakukan di area GWK. Mungkin memang agak membosankan untuk anak ya, apalagi kalau mereka nggak biasa ke tempat wisata budaya semacam ini. Tapi, saya tetap ingin mengajak anak-anak ke sini jika kami berlibur ke Bali karena berbagai manfaat ini:

3 MANFAAT BERWISATA KE TAMAN BUDAYA GARUDA WISNU KENCANA BALI

  1. Edukatif

GWK memang didesain untuk mengenalkan budaya Hindu pada khususnya serta budaya Bali pada umumnya. Selain bisa belajar tentang mitologi Hindu yang diwakili oleh patung Wisnu dan Garuda, kita juga dapat menyaksikan berbagai pertunjukan kesenian khas Bali, seperti Tari Bali, Tari Barong Keris, instrument Rindik, Joged Bumbung, Kecak Garuda Wisnu dan sebagainya.

“Kami sangat menikmati pertunjukan tari tradisional di amphitheatre, di mana para penarinya mengundang pengunjung untuk menari bersama mereka. Anak saya juga menyukai suguhan film pendek yang bercerita tentang Garuda.” – Jofarjo, turis dari Perth dalam TripAdvisor.

  1. Menikmati Pemandangan yang Indah

Di era Instagram ini, salah satu alasan memilih tempat tujuan wisata adalah apakah dia instagramable atau enggak. Iya kan? Iyain aja deh ya biar saya senang :))

Garuda Wisnu Kencana, traveloka, wisata Bali ramah anak
Gambar diambil dari situs resmi GWK

Di GWK banyak sekali spot foto yang instagramable saking indahnya pemandangannya. Setelah puas antri foto di depan patung dewa Wisnu dan Garuda, konon berfoto di Lotus Pond is a must. Tebing batu kapur ini tadinya adalah area yang nggak terurus dengan baik, setelah GWK mulai dibangun, justru area ini menjadi salah satu tempat favorit para turis yang berkunjung ke GWK karena keindahannya yang eksotis dan artistik.

  1. Beraktivitas Outdoor yang Seru

Anak-anak seumur Cinta dan Keenan mungkin akan bosan ya kalau cuma diajak jalan keliling taman melihat patung dan tebing. Tapi, menurut info tentang Garuda Wisnu Kencana di blog Traveloka, ada berbagai aktivitas outdoor yang bisa dilakukan untuk membuat mereka senang. Mulai dari mengelilingi area Lotus Pond menggunakan Segway serta mencoba flying fox di area yang sama, sampai mencoba ketangkasan rappelling & rock climbing, marine bridge serta bertualang menggunakan ATV.

Garuda Wisnu Kencana, traveloka, wisata Bali ramah anak
gambar diambil dari situs resmi GWK

Sepertinya berwisata ke Garuda Wisnu Kencana nggak akan cukup kalau hanya sebentar ya. Menurut beberapa resensi yang saya baca masih banyak atraksi di sekitar GWK yang juga dapat kita nikmati dan banyak penginapan di sekitar GWK yang dapat kita jadikan pilihan bermalam saat berkunjung ke Bali.

Untuk kemudahan pemesanan tiket dan hotel, kita dapat menggunakan layanan baru Traveloka yaitu pemesanan tiket dan hotel yang dapat dilakukan dalam 1 paket. Dengan menggunakan layanan pesan tiket dan hotel secara bersamaan, kita bisa lebih hemat sampai 20% tanpa harus menggunakan kode promo apapun dibandingkan dengan memesan tiket pesawat dan hotel secara terpisah. Liburan senang dan hemat tentu impian kita semua ya. Selamat berwisata ke Bali. Semoga saya bisa segera menyusul ke sana.

Keenan’s Field Trip To BSP Fire Station

Pemadam Kebakaran, Field Trip, BSP Fire Station, Panaga Brunei

Tanggal 22 November 2017 yang lalu, Keenan dan teman-temannya dari KG 2 CCMS diajak jalan-jalan atau istilah bulenya Field Trip ke Brunei Shell Petroleum Co Sdn Bhd (BSP) Fire Brigade. Murid-murid dari 4 kelas KG dibagi 2 sesi, jam 8 dan jam 10. Kebetulan Keenan dapat yang sesi siang. Acara ini dilakukan setelah ujian akhir tahun 2017, sebagai reward atas kerja keras anak-anak belajar dalam satu tahun tersebut.

Pada hari H, saya, Keenan dan kakak Cinta mendatangi BSP Fire Station yang terletak di Jalan Tengah, Panaga. Sempat bingung di mana bisa parkir mobil, karena lokasinya yang persis terletak di jalan besar dan nggak nampak ada mobil parkir di pelataran depannya. Setelah mengikuti mobil lain, baru tahu kalau ada gedung-gedung kecil dan tempat parkir di belakang bomba (sebutan fire station dalam bahasa Melayu). Keenan pun antusias sekali kepingin segera masuk ke dalam area bomba dan bergabung dengan teman-temannya yang sudah lebih dahulu datang.

pemadam kebakaran, bsp fire station, panaga brunei, field trip
Duduk manis mendengarkan safety briefing dari officer BSP Fire and Emergency Response

Sesampainya di dalam, anak-anak masih harus menunggu beberapa saat sebelum sesi siang dimulai. Kakak Cinta yang sudah pernah mengikuti acara serupa di stasiun pemadam kebakaran Seria pun mulai merasa bosan karena nggak ada temannya. Untuk mengusir kebosanannya, kakak pun ikut duduk di samping Keenan dan teman-temannya serta mengikuti berbagai aktivitas yang diberikan oleh para petugas dan officer BSP Fire Station.

Aktivitas dimulai dengan membagi murid-murid sesi siang ini ke dalam dua kelompok. Kelompoknya Keenan diajak untuk melihat aneka peralatan yang dipakai oleh para pemadam kebakaran, mulai dari baju sampai aneka selang. Anak-anak juga diberi kesempatan untuk mengenakan seragam pemadam kebakaran. Lucu deh, ada yang semangat seperti Keenan, ada yang mau coba lebih dari sekali, ada juga yang nggak mau.

pemadam kebakaran, bsp fire station, field trip
Aneka perlengkapan yang digunakan oleh pemadam kebakaran

Setelah itu, anak-anak diajak melihat truk pemadam kebakaran dan ambulance. Ternyata banyak sekali panel dan perlengkapan di fire truck ya. Saking banyaknya sampai saya nggak bisa mengikuti satu persatu penjelasan petugas tentang fungsi panel-panel tersebut. Fix lah jadi pemadam kebakaran itu selain perlu fisik yang kuat juga perlu keahlian khusus.

fire truck, bsp fire station, panaga brunei, field trip, pemadam kebakaran
Bagian dari BSP Fire Truck

Anak-anak juga diajak duduk di dalam ambulance sambil melihat isi di dalamnya. Jadi ingat pengalaman naik ambulance waktu lagi hamil besar Keenan bareng kakak Cinta hihihi. Setelah itu, kedua kelompok anak, guru dan orangtua dikumpulkan di pelataran belakang untuk melihat demonstrasi truk pemadam kebakaran mengeluarkan air dari selangnya.

BSP Fire Truck, mobil pemadam kebakaran, pemadam kebakaran, fire station, Panaga Brunei, field trip
Demo truk pemadam kebakaran

Acara berakhir pada pukul 11 dengan pembagian snack dan minum sambil mendengarkan sedikit cerita dari officer BSP Fire Station. Terima kasih CCMS dan BSP Fire Station. We had fun. Dan terima kasih untuk Borneo Bulletin yang sudah meliput acara kunjungan ke BSP Fire Station, kami jadi punya kenang-kenangan nih. Yaiy.

field trip, ide studi wisata, studi wisata anak TK, Panaga Fire Station, Seria, brunei
Studi wisata ke Panaga Fire Station diliput oleh Borneo Bulletin

Keseruan Field Trip ke Panaga Fire Station dalam video:

Main Sepuasnya di Kidzoona Surabaya

kidzoona surabaya

Saya tuh tadinya nggak terlalu suka bawa anak-anak jalan ke Tunjungan Plaza karena nggak ada tempat main untuk anaknya, kecuali yang di dekat Food Court TP 3. Tapi, sejak ada TP 5, saya lihat ada indoor playground Chipmunk di lantai yang sama dengan Kidz Station. Sepertinya, lantai tersebut memang dikhususkan untuk keperluan ibu dan anak. Karena selain Chipmunk dan Kidz Station juga ada gerai Mothercare & ELC, Mom n Bab, counter squishy, tempat main baking/menghias kue, dll.

Nah, waktu mudik kemarin, saya lihat ada tempat main baru di TP 6. Mama saya yang sudah pernah bawa keponakan-keponakan main ke sana langsung merekomendasikan tempat tersebut untuk main anak-anak.

Jadi deh, suatu hari setelah selesai survey beberapa sekolah di Sidoarjo, saya dan mama mengajak anak-anak main di sana. Karena sudah waktu makan siang, sebelum main kami makan dulu di Bakmi GM lantai 5 karena di tempat main tersebut nggak ada orang jual makanan. Setelah selesai makan, kami pun menuju KidzoonaSurabaya bersama 2 anak yang sudah nggak sabar pengen main.

Kidzoona Tunjungan Plaza, Surabaya, tempat main anak surabaya, playground indoor Surabaya

 

Harga dan Aturan di Kidzoona Surabaya

Setelah membeli 2 tiket all day weekdays seharga Rp 90.000/anak plus Rp 10.000 untuk sepasang kaos kaki, anak-anak pun mulai menjelajahi Kidzoona. Tiket bermain di Kidzoona Surabaya di TP 6 ini mulai dari Rp 60.000 – Rp 150.000 per anak.

Terletak di lantai 4 Tunjungan Plaza 6, Kidzoona Surabaya adalah arena bermain keluarga yang dirancang sebagai tempat bermain dengan konsep edukasi. Di sini, anak dapat mengasah kemampuan sensoris, motoris dan bermain peran.

Di Kidzoona Surabaya, anak dianjurkan untuk bermain bersama pendampingnya agar tercipta bonding yang baik antara anak dan pendampingnya, sehingga tidak ada kru khusus Kidzoona yang mengawasi anak-anak bermain. Harga tiket masuk pun sudah termasuk dengan 1 pendamping.

Kidzoona Satu Hari Satu Jam Orang Dewasa
Regular
Week Day Rp 90.000 Rp 60.000 Gratis*
Week End & Holidays Rp 150.000 Rp 90.000 Gratis*
Member
Week Day Rp 70.000 Rp 45.000 Gratis*
Week End & Holidays Rp 130.000 Rp 75.000 Gratis

* Penambahan orang dewasa Rp 30.000/orang
** Harga tiket per Desember 2017
*** Pengunjung dan pendamping harus memakai kaos kaki

Pendamping nggak perlu takut capek ngikutin anak-anak main, kecuali untuk batita yang memang masih harus diawasi dengan ketat. Permainan di sana cukup aman bagi anak, ruangannya juga terang, bersih dan banyak tempat bagi pendamping untuk menunggu anak-anak bermain. Seperti saya yang hari itu ada deadline upload artikel. Dengan berbekal laptop, saya duduk di arena profesi dan mengerjakan tugas saya sambil sesekali memastikan keberadaan dan keamanan anak-anak di tempat mereka bermain.

Ada Apa Di Dalam Kidzoona Surabaya?

Arena profesi Kidzoona Surabaya tempat saya duduk jadi favorit banyak anak. Di tempat ini anak berkesempatan untuk belanja sayur sekaligus jadi kasirnya, membuat ice cream, sushi dan burger mainan. Mereka dapat merancang bunga dan menjualnya. Serta menjadi petugas pos, polisi dan pemadam kebakarang dan banyak lagi. Si Keenan mencoba satu demi satu peran yang ada. Kadang main bareng kakak Cinta atau anak-anak lain tapi lebih sering lagi main sendiri.

Arena profesi juga jadi tempat kesukaan kakak Cinta. Meski sudah berusia 10 tahun, dia masih betah main peran dan dengan sabar mengajak anak-anak yang lebih kecil main bareng di booth yang sama.

Arena lain yang menarik dan tidak melibatkan banyak aktivitas fisik adalah arena sensori. Di arena ini ada beberapa meja berisi pasir kinetik, arena permainan kreativitas dan arena soft blocks. Di arena kreativitas (ini sebutan saya sendiri ya) ini ada track mobil-mobilan dari kayu, puzzle dari plastik dan beberapa yang lainnya. Sedangkan di arena soft blocks, anak-anak bisa membuat berbagai macam bangunan atau tracks menggunakan balok-balok yang ringan dan lembut.

Setelah  puas bermain di arena depan, anak-anak pun menjelajah ke belakang, arena permainan fisik. Ada roda putar, trampolin yang cukup besar dan playground yang berada di tengah kolam bola. Meskipun besar, arena bermain ini aman karena bolanya tidak terlalu tinggi dan selain perosotan, permainan yang lain terbuat dari karet. Anak-anak dapat bermain dengan bebas meski harus tetap waspada dengan aktivitasnya agar tidak menabrak atau melukai anak lain.

Untuk bayi dan batita juga disediakan arena khusus toddler. Meski nggak besar, cukup memadai kok bagi mereka bermain sementara kakak-kakaknya bertualang di arena yang lebih besar. Bisa juga kok main di tempat yang lain asal harus benar-benar dijaga. Karena ya tahu sendiri kan, anak-anak di atas 3 tahun kalau sudah main seringkali nggak bisa mengontrol tenaga dan emosinya.

Pertama kali kami ke Kidzoona Surabaya di TP 6, Cinta dan Keenan menghabiskan waktu lebih dari 3 jam di arena bermain raksasa ini. Saya dan mama pun menunggu dengan sabar di rest area bersama para mama dan pengasuh yang lain. Karena di Kidzoona hanya menjual minuman dalam kemasan, pengunjung bisa membawa makanan dari luar yang boleh dimakan di rest area.

Selama menunggu, saya memperhatikan bahwa setiap beberapa jam kru Kidzoona akan mengajak anak-anak beraktivitas bersama. Kegiatan pertama yang saya lihat ketika Cinta dan Keenan baru masuk adalah mewarna bersama dan yang kedua anak-anak diajak bermain dan berfoto dengan Lala, salah satu karakter Kidzoona.

Remaja Usia 13 – 16 Tahun Nggak Boleh Masuk Kidzoona Surabaya

Kedua kalinya kami ke sana, agak bingung dengan peraturan usia yang boleh masuk ke Kidzoona Surabaya, TP 6. Jadi ceritanya, saya dan adik ipar membawa Cinta, Keenan dan Rere yang berusia 10 dan 4,5 tahun. Karena ada keperluan lain di TP, adik ipar mengajak sepupunya yang berusia 13 tahun untuk mendampingi anak-anak bermain. Rencananya, sementara saya dan adik ipar bisa keliling Tunjungan Plaza, anak-anak dijagain sama auntynya ini.

Tapi ternyata, anak usia 13 – 16 tahun tidak boleh masuk Kidzoona, baik sebagai pendamping maupun beli tiket anak. Karena batas usia anak dapat bermain di Kidzoona adalah 0 – 12 tahun, sedangkan usia minimal untuk pendamping adalah 17 tahun. Akhirnya saya dan adik ipar gantian menemani anak-anak bermain, sementara sepupunya adik ipar ikut duduk di sebuah coffee shop bersama mama dan adik saya.

Jadi kalau lain kali bawa anak dengan rentang usia tersebut dan nggak ada orang lain yang bisa menjaga anak-anak, ngaku aja umurnya 12 tahun dan beli 1 tiket anak. Atau bisa bilang kalau berusia 17 tahun dan masuk dengan tiket pendamping.

Karena nggak mungkin juga kan kalau anak umur 13 – 16 tahun dibiarkan berkeliaran di mall sendirian sementara orangtua/pengasuh masuk untuk menemani adik-adik atau saudaranya bermain di Kidzoona. Atau semoga pihak Kidzoona Surabaya punya kebijakan case by case mengenai hal ini.

Tapi, bagi saya pribadi, di antara indoor playground yang pernah saya dan anak-anak coba di Surabaya, Kidzoona paling oke. Isinya lengkap, permainannya aman, ruangannya terang dan bersih, dan area untuk penunggu juga nyaman. Soal harga sepertinya memang standar indoor playground sekarang segitu ya? Jadi ya, bolehlah kalau buat main sesekali di mall. Daripada ke arcade game, uang segitu bisa habis nggak sampai 1 jam kan :))

Atau kalau mau lebih irit bisa main ke Kidzoona Surabaya di Marvel City. Sampai postingan ini terbit, ada promo kalau beli tiket lewat aplikasi Fave. Lumayan sih, untuk tiket bermain 1 jam jadi Rp 45.000 (termasuk 1 pendamping) dan yang tiket bermain 1 hari jadi Rp 90.000 (termasuk 1 pendamping) berlaku untuk weekdays, weekend dan hari libur nasional.

Sahabat pojokmungil sudah ada yang pernah ke Kidzoona juga? Gimana pengalaman kalian? Atau mungkin ada rekomendasi indoor playground lain yang nggak kalah serunya? Share yaa.

 

Istiadat Perarakan 50 Tahun Sultan Brunei Bertahta

Hari Kamis, 5 Oktober 2017, rakyat Brunei merayakan salah satu hari yang kelak akan tercatat dalam sebuah sejarah negara ini. Di hari itu, raja tercinta rakyat Brunei, Kebawah Duli Yang Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzadi Waddaulah ibni almarhum Sultan Haji Omar ‘Ali Saifuddien Sa’adul Khairi Waddien, genap 50 tahun bertahta sebagai Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam.

Tepat pada tanggal 5 Oktober 1967, Sultan Hassanal Bolkiah dinobatkan menjadi Sultan Brunei ke-69 setelah ayahandanya, almarhum Sultan Haji Omar ‘Ali Saifuddien Sa’adul Khairi Waddien turun tahta di tahun yang sama. Selama memimpin negara kecil yang kaya akan kandungan minyaknya ini, Sultan Hassanal Bolkiah sangat dicintai oleh rakyatnya. 

Kecintaan rakyat Brunei kepada pemimpinnya ini nampak dari antusiasme mereka dalam setiap perayaan hari kebangsaan, hari keputeraan (perayaan ulang tahun Sultan) dan terutama hari-hari bersejarah seperti peringatan jubli perak (25 tahun menaiki tahta).

Photo Credit: Borneo Bulletin

Perayaan Jubli Emas kemarin pun menjadi sejarah bagi rakyat Brunei. Diperkirakan hampir 60ribu penduduk Brunei memadati jalan-jalan di Bandar Seri Begawan yang dilewati oleh Usungan Diraja. Saya dan keluarga termasuk salah satu di antaranya.

Awalnya kami nggak terlalu antusias untuk pergi, karena seperti biasa tiap ada perayaan di Bandar pasti jalanan akan ditutup, sehingga macet dan susah cari parkir. Tapi, berhubung kakak Cinta terpilih sebagai salah satu dari 47 siswa di sekolahnya yang ikut sebagai pelambai bendera di Bandar, akhirnya kami memutuskan untuk ikut menyaksikan Istiadat Perarakan Mengelilingi Bandar Seri Begawan.

Photo Credit: CCMS Primary Seria

Dari rumah kami berangkat pukul 5.15 pagi, selepas sholat Subuh. Mengantar kakak ke meeting point dulu untuk naik bus bareng teman-teman sekolahnya ke Bandar. Setelah bus kakak dan rombongan berangkat, jam 6 pagi, saya, suami dan Keenan menyusul. Kami sampai di Bandar jam 7.30 pagi dan sudah banyak orang yang memadati jalan yang akan dilalui perarakan. Sempat keliling cukup lama dan kena macet sampai akhirnya kami dapat tempat parkir di atas trotoar :)) Itupun masih harus jalan kaki cukup jauh ke lokasi perarakan.

Pukul 8.30 kami sudah sampai di Yayasan dan cuaca mulai panas. Kami berusaha untuk jalan ke Istana Nurul Iman. Tapi baru 500 meter, Keenan yang belum sarapan mulai rewel, bekal air minum mulai menipis, saya kebelet pipis dan harus antri 15 menit untuk menggunakan toilet di Masjid Omar Ali Saifuddien. Rasanya sudah pengen pulang aja.

Setelah bertanya sama teman yang sudah menunggu di Bomba BSB, tempat start perarakan, kami memutuskan untuk jalan ke arah sana aja. Nggak jauh dari Yayasan, cuma 1,5 km dan 15 menit jalan kaki. Eh, sebelum sampai di sana alhamdulillah ketemu pedagang makanan dan minuman. Saya sempat berkomentar ke suami, “Ini kalau di Indonesia, trotoar sepanjang jalan ini pasti sudah dipenuhi aneka jualan makanan dan minuman nih. Nggak sampai kepayahan cari-cari seperti ini.” Tapi ada baiknya juga pedagang minuman dan makanan dilokalisasi seperti kemarin, sehingga trotoar benar-benar dimanfaatkan sebagai tempat berjalan dan berdiri. Bahkan akhirnya kami pun memutuskan untuk duduk di trotoar bersama rombongan dari Persatuan Masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam (PERMAI) yang berdandan dengan cantiknya memakai baju adat dan sebagian ibu memakai seragam dari kain jumputan sementara bapak-bapak berseragam batik.

brunei darussalam, indonesia family in brunei darussalam, golden jubilee brunei darussalam, hmjubliemas

Setelah menunggu cukup lama. akhirnya perarakan pun dimulai. Orang-orang yang tadinya duduk di pinggir jalan langsung memadati separator jalan agar bisa melihat rombongan Sultan dari dekat. Awalnya saya sempat nggak dapat tempat saking penuhnya orang, nggak bisa juga ikut berdesakan karena saya menggendong Keenan. Sampai seorang bapak yang berdiri di separator memberikan tempatnya untuk saya, sementara beliau turun ke depan. Alhamdulillah dari tempat saya berdiri saya bisa melihat perarakan dan mengambil video dengan cukup jelas. 

Istiadat Perarakan Mengelilingi Bandar Seri Begawan itu dimulai dari Bandar Seri Begawan Fire and Rescue Station. Baginda Sultan dan rombongan tiba di Bomba mengendarai mobil yang disambut oleh sekitar 22ribu pelajar, termasuk Cinta di antaranya, yang melambaikan bendera Brunei di pinggir jalan sepanjang Istana Nurul Iman kediaman keluarga diraja sampai ke Bomba Bandar Seri Begawan. Dari Bomba, Sultan, Raja Isteri, Pengiran Muda Mahkota Pengiran Muda Al-Muhtadee Billah, Pengiran Anak Puteri Hajah Shaleha, Pengiran Muda Abdul Malik, Pengiran Muda Haji Abdul ‘Azim, Pengiran Muda Abdul ‘Mateen dan Pengiran Muda Abdul Wakeel menaiki Usungan Diraja atau Royal Chariot yang sehari-hari disimpan dalam musium Royal Regalia. Anggota keluarga diraja yang lain mengikuti perarakan dengan menggunakan koleksi mobil mewah mereka. Oya, Prince Edward, Earl of Wessex dan istrinya Sophie, Countess of Wessex juga mengikuti perarakan sebagai wakil undangan dari Kerajaan Inggris.

Leading the Royal Procession was the Grand Chamberlain followed by marching bands from the Royal Brunei Armed Forces and Royal Brunei Police Force.

Following closely behind was a special customised vehicle carrying a Changkah (huge two-pronged spear) and guarded by a Pateh and Damong, as well as 40 bearers of Sinipit (decorated spears) and Taming (decorated shields).

Walking ahead of the Royal Chariot were two Panglimas (decorated army officers): the Panglima Raja who carried a Pemuras (a large gun), and the Panglima Asgar who carried a Kalasak (shield) and a Kampilan (dagger). There were also 16 bearers of Pedang (swords) and Perisai (shields) as well as 16 bearers of the Tombok Benderangan (gold-plated spears). Also part of the Royal Procession was the Gendang Arak-Arakan, a vehicle which carried an ensemble of royal musical instruments.

-Borneo Bulletin, Thousands line up in capital to cheer Golden Jubilee Royal Procession, Oct 6, 2017-

Saking senangnya melihat Sultan secara langsung sampai rasanya terharu sekali. Ketika usungan diraja lewat tanpa menunggu rombongan yang lain selesai melintas, saya dan suami ikut berjalan cepat mengejar kereta beliau supaya Keenan bisa melihat usungan lebih dekat. Sepanjang jalan tersebut, saya nyaris menangis dan merinding melihat suka cita rakyat berseru, “Daulat Tuan Patik!” dan melantunkan asma Allah serta salawat mendoakan pemimpinnya. Masya Allah, begitu dicintainya raja satu ini oleh rakyatnya.

Yah, alhamdulillah, saya merasa beruntung sekali bisa menjadi bagian dari sejarah negara Brunei Darussalam. Once in a lifetime moment, karena nggak banyak pemimpin yang bisa memimpin sampai 50 tahun kan. Nggak sia-sia semua pengorbanan yang harus dilalui ‘hanya’ untuk bisa menyaksikan Istiadat Perarakan Mengelilingi Bandar Seri Begawan ini, termasuk kena macet hampir 1 jam untuk bisa keluar dari Bandar dan ngebut sepanjang lebuh raya supaya nggak terlalu telat menjemput kakak di meeting point-nya di Seria. 

Daulat Kebawah Duli Tuan Patik. Kekal Qarar Memerintah Di Atas Takhta.

Menyusuri  Sumatera Barat Bersama Yurmawitadotcom

yurmawita, yurmawitadotcom, lifestyle blogger, travel blogger, blogger sumatera, blogger perempuan

Sebagai blogger yang tidak tinggal di Indonesia, saya sering merasa iri dengan teman-teman blogger yang berdomisili di Jakarta atau kota metropolitan lain di Indonesia seperti Surabaya dan Bandung. Gimana enggak, banyak sekali kegiatan untuk blogger yang dilakukan di kota-kota tersebut. Mulai dari launching produk sampai jalan-jalan ke tempat wisata. Hampir semua niche blog punya eventnya masing-masing. Mulai dari yang berbayar sampai dibayar. Jadi nggak bakal deh kekurangan ide untuk blogpost.

Tapi, ternyata menjadi blogger yang tinggal di daerah punya kelebihan sendiri lho. Kita bisa mengangkat keistimewaan daerah tempat tinggal kita, baik tempat wisatanya maupun tradisi atau kebiasaan-kebiasan unik penduduknya. Seperti yang dilakukan oleh Yurmawita, pemilik sekaligus penulis blog yurmawita.com.  

yurmawita, yurmawitadotcom, lifestyle blogger, travel blogger, blogger sumatera, blogger perempuan
pic source: http://www.yurmawita.com

Pada blog yang bergenre lifestyle, Yurma, panggilan akrabnya, menuliskan berbagai macam kisah kesehariannya. Mulai dari traveling, parenting, edukasi  sampai resep-resep masakannya. Yang istimewa adalah Yurma memberikan berbagai macam informasi tentang Bengkulu tempat tinggalnya dan beberapa tempat wisata di Sumatera Barat.

Kesibukannya sebagai seorang ibu sekaligus tenaga pengajar Matematika dan mahasiswa pascasarjana di Universitas Bengkulu seringkali membuatnya merasa kesulitan membagi waktu untuk menulis di blog. Tapi ternyata Yurma jauh lebih rajin dari saya dalam mengisi blognya. Di tahun 2017 yang baru memasuki bulan keempat saja, Yurma sudah menulis dua puluh dua artikel yang terdiri dari artikel wisata, profil blogger, parenting, lifehack, job review, dan kegiatannya sebagai seorang guru. Bandingkan dengan saya yang, ah sudahlah…

Kalau artikel tentang parenting, lifehack dan job review banyak dijumpai di blog lain, termasuk blog saya ini, tidak demikian dengan artikel travelingnya. Sebagai keturunan Minang, yang bercita-cita mengunjungi tanah leluhur suatu hari nanti, artikel Yurma tentang Sumatera Baratlah yang paling menarik perhatian saya. Apalagi yang diulas Yurma adalah hal-hal baru bagi saya, seperti saat beliau mengikuti Wisata Heritage Green Industri bersama komunitas Wegi; bertualang di tempat persembunyian tentara Jepang di jaman perang dulu; berwisata budaya di Batusangkar dan masih banyak lagi.

Pengen jalan-jalan ke Sumatera, main deh ke blog yurmawita.com. Dijamin membantu sekali untuk membuat rencana perjalanan ke Sumatera khususnya Sumatera Barat. Ditulis dengan alur yang runut dan bahasa yang enak dibaca dan dilengkapi oleh foto-foto yang menarik membuat saya seakan ikut berjalan-jalan ke tempat-tempat yang beliau kunjungi. Nggak cuma tentang Sumatera Barat lho, di blog yurmawita.com, kita juga bisa menjumpai berbagai artikel tentang Bengkulu. Ya, maklumlah, Yurma memang asli Bengkulu. Obyek wisata di daerah Sumatera Selatan pun tak luput dari jelajahnya. Mungkin ke depannya kita akan bisa membaca kisah traveling Yurma dan keluarganya ke daerah lain di Indonesia seperti cita-citanya.

Serunya Berwisata Sejarah di Kotagede Jogja

Jogja, Kotagede, Traveloka, wisata Kotagede, liburan ke Jogja

Sebenarnya sudah lama sekali saya nggak main ke Jogja. Terakhir ke sana bareng keluarga kira-kira 6 atau 7 tahun yang lalu waktu Cinta masih berusia 3-4 tahun. Padahal sebelum saya menikah, cukup sering ke Jogja baik bersama keluarga atau teman-teman kuliah. Maklum, sejak kami pindah ke Brunei, setiap kali mudik selalu kami gunakan untuk berkumpul bersama keluarga di Sidoarjo atau Tuban. Kalaupun pergi berwisata ya nggak jauh-jauh dari kota-kota tersebut.

Baca Juga: Pantai Camplong Madura

Lebaran tahun lalu, Mama saya tiba-tiba mengutarakan keinginannya untuk berlibur bareng keluarga besar ke Jogja. “Naik mobil aja,” kata beliau sambil mengenang masa-masa kami sering melakukan perjalanan darat dari Sidoarjo ke Jogja. Kenapa Jogja? Selain karena ada saudara mama yang tinggal di sana, Jogja seakan tidak pernah berhenti menyuguhkan pesonanya. Mulai dari wisata alam, sejarah, budaya, kuliner, sampai wisata-wisata dengan wahana atraktif dan modern, semua bisa kita nikmati di Jogja.

Tapi biasanya kalau berlibur ke Jogja, saya dan keluarga lebih sering mengunjungi lokasi-lokasi wisata populer di pusat kota. Padahal, nggak jauh dari lokasi tersebut, ada salah satu destinasi wisata sejarah yang cukup menarik untuk dikunjungi, yaitu Kotagede.

Kotagede merupakan salah satu kecamatan yang terletak sekitar 5 km di sebelah timur Keraton Yogyakarta. Kawasan ini memiliki sejumlah peninggalan kerajaan Mataram yang sebenarnya sayang jika kita lewatkan saat berlibur di Kota Jogja.

Nah, berhubung ada rencana untuk berlibur ke Jogja, saya coba mencari info tempat-tempat wisata menarik untuk dikunjungi di Kotagede dan ini adalah beberapa di antaranya:

1. Masjid Gedhe, Mataram

 Jogja, Kotagede, Traveloka, wisata Kotagede, liburan ke Jogja

Masjid Gedhe – Wikipedia.org

Masjid dengan desain arsitektur unik yang berdiri di Kotagede ini merupakan masjid tertua di Jogja. Masjid ini didirikan sejak zaman Kerajaan Mataram oleh Sultan Agung pada tahun 1640.

Pada saat itu, mayoritas penduduknya menganut agama Hindu dan Buddha. Itulah mengapa, saat berada di dalam masjid tersebut, kita bisa menemukan beberapa ornamen berciri khas Hindu dan Buddha, seperti yang terdapat pada tiang kayu dan gapura masjid.

Meskipun sudah berusia ratusan tahun, Masjid Agung ini masih tetap berdiri kokoh dan digunakan sebagai tempat beribadah oleh masyarakat sekitar.

2. Pemukiman Tradisional

Jogja, Kotagede, Traveloka, wisata Kotagede, liburan ke Jogja

Pemukiman Tradisional – Gogonesiatravelblog.com

Di kota tempat saya tinggal sekarang, pusat kotanya masih memiliki bangunan kuno yang terawat dan dijadikan sebagai pusat perekonomian. Senang banget ngeliat tiap pagi para kakek duduk menikmati udara pagi di bangku-bangku di pinggir jalan atau sarapan di kopitiam yang sudah dikelola selama beberapa generasi.

Baca juga: Seria, Kota Minyak dalam Hitam dan Putih

Nah, katanya kalau ingin merasakan suasana Jogja tempo dulu, pemukiman tradisional di Kotagede adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi. Di sana, kita bisa menemukan berbagai rumah kuno yang berdiri sejak zaman Kerajaan Mataram dan zaman kolonial.

Tidak mengherankan, beragam jenis bangunan rumah di sana memiliki ciri khas yang bervariasi. Ada yang bergaya Eropa, namun tidak sedikit pula yang berdesain arsitektur asli Jawa dengan bentuk bangunan menyerupai pendopo.

3. Reruntuhan Benteng

Jogja, Kotagede, Traveloka, wisata Kotagede, liburan ke Jogja

Reruntuhan Benteng – Indoturs.com

Pada zaman dahulu, reruntuhan benteng ini merupakan benteng pertahanan Keraton Mataram yang bernama Benteng Baluwerti. Benteng ini sebenarnya mempunyai luas mencapai 400×400 m. Namun seiring waktu berlalu, benteng yang telah runtuh tersebut, kini hanya tersisa sebagian kecilnya saja. Saat ini, sisa benteng tersebut masih tampak kokoh, dengan panjang sekitar 50 m dan ketebalan dinding 1,2 m.

4. Kompleks Pemakaman Raja

Jogja, Kotagede, Traveloka, wisata Kotagede, liburan ke Jogja

Komplek Pemakaman Raja – Initempatwisata.com

Lokasi wisata bersejarah yang bisa kita kunjungi di Kotagede berikutnya adalah kompleks pemakaman Raja-raja Mataram. Ketika memasuki kawasan kompleks pemakaman ini, kita akan disambut 3 rangkap gapura yang memiliki arsitektur khas Hindu.

Sementara di area pemakaman, ada beberapa bangunan pendopo kecil, yang masing-masing memiliki nama yang berbeda, seperti: Bangsal Duda, Bangsal Witana, Bangsal Pengapit Ler, dan Bangsal Pengapit Kidul. Selain itu, ada juga Sendang Seliran, yang pada zaman dahulu merupakan tempat pemandian Panembahan Senopati atau pendiri Kerajaan Mataram.

5. Pasar Legi

Jogja, Kotagede, Traveloka, wisata Kotagede, liburan ke Jogja

Pasar Legi – Wisatayogyakarta.com

Pasar tradisional yang berlokasi di Jalan Mondorakan Kotagede ini sekilas memang tampak seperti pasar pada umumnya. Namun ternyata, pasar ini memiliki sejarah panjang, dan bahkan sudah ada sebelum Kerajaan Mataram berdiri. Beberapa bangunan peninggalan masa lalu juga masih terlihat di sekitar pasar, misalnya tugu penanda jalan dan rumah-rumah kuno di sekitar pasar.

6. Wisata Kerajinan Perak

Jogja, Kotagede, Traveloka, wisata Kotagede, liburan ke Jogja

Kerajinan Perak – Tourandtravelwisataindonesia.com

Sekalinya ke Kotagede, tujuan utama saya dan keluarga selalu ke tempat kerajinan perak. Aduh, nggak bisa dipungkiri, aneka kerajinan perak yang ada di Kotagede ini menggugah hati dan merongrong dompet. Bagus-bagus banget dan banyak pilihan.

Kerajinan perak di Kotagede konon sudah ada sejak abad ke-9. Namun kerajinan ini baru mulai dikenal ketika Kerajaan Mataram mulai berkuasa, yakni di sekitar abad ke-16. Sejak saat itu, perdagangan perak di Kotagede terus mengalami kemajuan.

Kini, di Kotagede sudah ada lebih dari 100 toko yang menyediakan kerajian perak. Masih dengan cara yang sama, perak-perak tersebut dibuat dengan tangan, sebagaimana pembuatan perak di masa Kerajaan Mataram.

TIPS BERWISATA DI KOTAGEDE

Jogja, Kotagede, Traveloka, wisata Kotagede, liburan ke Jogja

Kotagede – Pusakatours.com

Wisata sejarah di Kota Gede tidak hanya berguna untuk menambah koleksi foto-foto cantik kita di media sosial. Lebih dari itu, liburan semacam ini juga bisa memperkaya pengetahuan, serta menjadikan kita semakin memahami budaya asli dalam negeri.

Baca juga: Mempersiapkan Anak Untuk Liburan di Pantai

Lalu, apa saja yang perlu dipersiapkan saat akan berwisata ke Kotagede? Berikut beberapa tips untuk kita.

1. Persiapkan Akomodasi Jauh-jauh Hari

Meskipun tidak berada tepat di pusat kota, namun Kotagede cukup ramai dikunjungi wisatawan, terutama di saat musim liburan. Apabila ingin mendapatkan suasana yang tenang, sebaiknya kita mempersiapkan akomodasi perjalanan dan penginapan jauh-jauh hari.

Supaya lebih praktis, kita bisa memesan tiket kereta api secara online di: https://www.traveloka.com/kereta-api. Tidak hanya itu, melalui Traveloka.com, kita juga bisa mendapatkan penginapan di Jogja dengan pilihan harga yang kompetitif. Dengan demikian, kita tidak akan kesulitan menemukan akomodasi yang tepat dan nyaman.

2. Catat Jalur Bus TransJogja

Akses ke Kotagede dari pusat Kota Jogja tergolong cukup mudah. Dari stasiun kereta api, kita hanya perlu mencari halte bus TransJogja terdekat, kemudian melanjutkan perjalanan dan turun di halte Tegal Gendu, Kotagede.

Lokasi-lokasi wisata di Kotagede berada tidak jauh dari halte, sehingga bisa kita capai hanya dengan berjalan kaki.

3. Kenakan Pakaian Sopan

Sebagai wilayah bekas Kerajaan Mataram, kawasan wisata Kotagede sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan, terutama dalam hal berpakaian. Untuk itu, sebelum berwisata ke Kotagede, pastikan kita sudah mengenakan pakaian yang sopan.

Apabila sudah mempersiapkan semua rencana dengan matang, kini saatnya kita bersiap-siap membawa pulang cerita sejarah dari Kerajaan Mataram.

Ada yang mau ikut liburan bareng saya ke Jogja?