Waterfront Park, KB

waterfront, playgroud, kuala belait, brunei

view from the waterfront bay

Terletak di pinggir Jalan Sungai, Kuala Belait, Waterfront Park ini termasuk salah satu playground favoritnya Cinta, apalagi kalau cuaca lagi nggak terlalu panas. Permainannya nggak terlalu banyak sih tapi cukup menarik untuk anak-anak. Ada ayunan, jungkat-jungkit, perosotan dan lain-lain.

Di sore hari atau pagi saat weekend, tempat ini cukup ramai dikunjungi keluarga muda dengan anak-anak balitanya dan orang-orang yang ingin berolahraga atau sekadar kumpul-kumpul. Maklum, selain fasilitas permainan anak, taman ini juga menyediakan jogging track dan alat olahraga sederhana.

Saat anak-anak asik main, para orang tua bisa duduk-duduk sambil menikmati pemandangan sungai dan hutan di seberangnya. Kalau lapar bisa buka bekal dan piknik di meja-meja yang sudah disediakan atau beli makanan di beberapa gerai yang ada di lokasi itu.

Toilet umum yang ada di Waterfront Park juga cukup terawat, dari beberapa kali ke sana. Cuma siap-siap tisu basah dan kering aja serta kantong plastik sendiri karena di dalam bilik nggak disediakan tempat sampah sehingga ada aja orang yang buang tisu di dalam kloset.

Waterfront KB Playground

IMG_0489
IMG_0503

IMG_0507

more picture of Waterfront Park, Kuala Belait

Pantai Camplong, Madura

Pas long weekend Paskah kemarin, Grannynya Cinta ngajak ke pantai Camplong di Madura sana sekalian lewat jembatan Suramadu. Menurut Granny yang pernah tinggal di Madura selama beberapa tahun, pantai ini dari dulu sudah jadi obyek wisata yang cukup menarik. Dari rumah kami berangkat jam 7.30 dengan harapan sampai di Sampang nggak terlalu siang. Beruntung banget sekarang sudah ada jembatan Suramadu, perjalanan ke Madura pun bisa lewat darat sambil menikmati indahnya laut dari atas jembatan.

Photobucket

Setelah 3 jam perjalanan (niat banget ya pengen main air laut aja jauh-jauh ke Madura) yang bikin Cinta sedikit mabuk, akhirnya kami sampai juga ke obyek wisata pantai Camplong ini. Pintu masuk ke obyek wisata ini terletak di dekat Hotel Wisata Camplong, jadi kalau sudah sampai di Sampang cari aja papan Hotel Wisata Camplong di sebelah kanan jalan lalu masuk dan parkir di depan deretan ruko kosong sebelah hotel dan rumah makan. Tiket masuknya murah banget: Rp 2.000,00 per orang plus Rp 3.000,00 untuk parkir mobil.

Di area wisata ini banyak penjual makanan seperti bakso, es degan, jambu air, dan sebagainya. Sedangkan di pantainya sendiri cuma ada 1 warung yang jual rujak dan air kelapa muda. Kalau bosan main air atau sekedar jalan-jalan bisa naik perahu ke laut dengan membayar Rp 15.000,00 per orang. Berhubung Cinta mabuk di mobil, kami nggak naik perahu karena takut dia makin mabuk, apalagi anginnya lumayan kencang. Akhirnya kami main pasir aja sambil makan rujak cingur dan rujak buah plus es degan.

Cinta yang biasanya nggak mau dekat-dekat air dan lebih memilih mencari kerang dan main pasir, hari itu tiba-tiba asik main air sama Grannynya sampai bajunya basah semua. Bahkan saking senangnya lari-lari, lempar-lempar pasir dan mandi di pinggir laut, Cinta baru mau diajak pulang setelah kelihatan mau hujan.

Photobucket

Sebenarnya pantai Camplong ini bagus, pasirnya putih dan masih alami, sayang nggak terawat sehingga tampak kotor karena susah sekali menemukan tempat sampah di sana. Pengunjungnya juga lumayan banyak meski nggak seramai Parangtritis di Yogya atau Pasir Putih di Situbondo. Toilet umumnya pun cukup bersih sehingga saya berani memandikan Cinta yang basah dan lengket kena pasir dan air laut di sana.

Sebelum pulang, Granny mengajak kami makan di rumah makan yang bersebelahan dengan hotel. Rasa soto dagingnya lumayan enak, begitu juga dengan nasi gorengnya, sayang mie gorengnya terlalu manis. Capek main dan perut kenyang membuat Cinta tertidur pulas selama dalam perjalanan Sampang sampai Bangkalan.

Benar-benar nggak sia-sialah menempuh 6 jam perjalanan pergi-pulang Sidoarjo-Sampang melihat Cinta senang sekali main di sana. Apalagi dalam perjalanan pulang sempat mampir ke warung nasi bebek Sanjay di Bangkalan yang terkenal itu. Such a fun trip ­čÖé

Serunya Main di Paradise Dreamland

Berhubung hari Rabu Cinta nggak sekolah, mulai dari Selasa malam saya udah sounding mau ngajak Cinta berenang. Seneng banget dia dan langsung semangat nyiapin baju renang dan pelampung untuk besok paginya. Bangun tidur sebenarnya Cinta udah batuk-batuk tapi karena udah janji, saya tanya Cinta masih mau berenang atau mau istirahat di rumah aja. Dia bilang tetap mau berenang tapi nggak lama-lama. Okelah, mari berangkat kalau gitu. Awalnya Cinta minta berenang di Sport Centernya Bukit Dago, tapi ternyata lagi rame dipakai sama anak sekolah. Akhirnya meski dengan berat hati dia setuju untuk pindah ke kompleks sebelah, Serpong City Paradise.

Swimming Pool

Di SCP ada yang namanya Paradise Dreamland, isinya kolam renang dan playground gede. Meskipun jaraknya cuma 10 menit dari rumah dan sering banget lewat di depannya tapi baru kali itu kami main di sana. Kolam renangnya bagus dan bersih. Ada kolam dalam untuk orang dewasa (tapi nggak terlalu dalam juga sih, paling 145 cm), kolam dangkal untuk anak-anak dan whirpool. Berhubung hari itu nggak terlalu banyak pengunjungnya, hawanya juga belum terlalu panas ditambah alunan musik yang enak didengar, kami betah berlama-lama berenang di sana.

Abis berenang langsung bersih-bersih dan ganti karena Cinta minta main di playground yang ada di sebelah kolam renang. Ruang gantinya sendiri bersih, terang dan nyaman. Selain ada shower, kamar mandi dan bilik ganti juga ada loker-loker buat nyimpen tas dan sepatu. Buat saya yang agak cerewet soal ruang ganti dan kamar mandi, langsung mengacungkan jempol sama ruang ganti Paradise Dreamland ini.

Giant Playground

Begitu selesai, kami langsung menuju  tempat main raksasa. Cinta senang sekali liat arena permainan yang banyak. Dia nyobain satu-satu, bahkan tempat yang tinggi sekalipun. Mamanya aja yang deg-degan nungguin di bawah. Bosan main di situ, pindah ke tempat ayunan, panjat dinding, jungkat-jungkit dan masih banyak lagi. Kalau nggak karena matahari yang mulai panas, Cinta mungkin nggak mau pulang saking asiknya menjelajah satu per satu permainan di situ.

Total biaya yang kami keluarkan untuk main dan minum (makan bawa bekal dari rumah karena takut di sana nggak ada yang jual jajanan. Tapi ternyata ada booth spaghetti dan burger) juga nggak terlalu mahal. Tiket terusan kolam renang + giant playground untuk umum di hari kerja Rp 17,000.00/orang. Jadi untuk 2 orang plus 1 kotak Happy Jus dan 1 Teh Kotak, saya keluar uang nggak sampai Rp 50,000.00. Kalau mau main di playground aja biayanya Rp 5,000.00/orang di hari kerja dan Rp 6,000.00/orang di hari Sabtu, Minggu/libur nasional. Sedangkan untuk berenang aja bayar Rp 15,000.00/orang pas weekdays dan Rp 21,000.00/orang pas weekend dan hari libur nasional.

Serunya Main Salju

PhotobucketSejak beberapa minggu yang lalu waktu liat baliho gede Snow in BSD City di depan ruko-ruko BSD, udah pengen ngajak Cinta ke sana. Akhirnya baru kesampaian tanggal 28 Desember 2010 yang lalu (huhuhu another late posting), itupun sebagai hadiah karena dari hasil penilaian gurunya, perkembangan Cinta selama 1 semester di sekolah cukup bagus.

Sampai di area Ocean Park BSD, kami langsung cari parkir yang dekat lokasi salju itu. Tadinya saya pikir pengunjung hari itu sudah lumayan rame karena lagi libur anak sekolah. Tapi waktu kemarin kami ke Ocean Park untuk makan di D’Cost (yang akhirnya batal karena penuh) ternyata yang mau main di salju jauh lebih banyak dari waktu kami ke sana. Mungkin karena tanggal 2 Januari 2011 itu adalah hari terakhir pertunjukan salju.

Untuk masuk ke area salju, tiap orang dewasa dikenakan biaya Rp 50.000,00 sedangkan anak usia 1 tahun sampe yang tingginya 140 cm bayarnya Rp 40.000,00. Dengan HTM segitu bisa main sepuasnya lho dari jam 11 pagi sampai jam 8 malam. Kalo bosen di dalam atau kedinginan dan lapar bisa keluar dulu, makan Pop Mie di booth yang ada di situ trus masuk lagi.

Karena yang datang cukup banyak, terpaksa antri untuk dapat jaket khusus, terutama anak-anak. Jadi nunggu ada yang keluar dulu baru kita dapat jaketnya. Itupun rada rebutan karena banyak yang nggak mau antri *sigh*. Melihat yang keluar dari arena tampak kedinginan dengan pipi merah-merah, saya minta suami belikan sarung tangan di stan Pop Mie untuk Cinta sementara saya antri jaket. Sepertinya sih lain kali mending bawa jaket sendiri yang tebal karena selain jaket yang ada terbatas jumlahnya, ukurannya nggak pas, juga kotor dan nggak bisa direkatkan lagi velcronya. Jangan lupa juga pake kaos kaki dan sarung tangan karena memang di dalam dingin banget. Kata petugasnya, suhu di dalam arena sampai 11 derajat Celcius.

Sebelum masuk ke dalam ruangan saljunya, pengunjung dikumpulkan dulu sambil diberi pengarahan, termasuk larangan memotret pakai kamera atau ponsel pribadi karena di dalam sudah ada fotografernya. Dengan bayar Rp 20.000,00 bisa dapat 1 lembar foto dan file yang disimpan di CD. Setelah siap, kami dipersilakan masuk dan begitu pintu dibuka langsung terasa dinginnya.

PhotobucketPhotobucket

Arena saljunya remang-remang kaya di Sea World plus dingin banget, bikin Cinta agak takut dan nggak mau jalan sendiri. Jadilah dia digendong sambil kami melihat-lihat ice carving beraneka bentuk yang ada di situ. Yang jadi atraksi utama adalah arena seluncur salju dan salju yang turun seperti hujan rintik-rintik. Dengan suasana gelap gitu dan suara mesin salju yang keras jadi berasa lagi kena badai salju (imajinasi tingkat tinggi). Karena saya kedinginan banget dan Cinta nggak mau turun dari gendongan, akhirnya suami aja yang main perosotan salju. Yah, lumayan daripada cuma berdiri nonton orang main. Padahal kayanya pengunjung lain seru nyobain jalan di es tanpa sepatu khusus, perosotan, foto-foto (ada yang sembunyi-sembunyi pake kamera pribadi termasuk saya sebelum akhirnya ditegur petugas hihihi).

Nggak sampe 30 menit kami ada di sana, Cinta sudah minta keluar. Mungkin nggak betah dinginnya atau takut gelap. Secara keseluruhan cukup menyenangkan sih, cuma sepertinya lebih cocok untuk anak yang sudah agak besar dan nggak takut gelap. Nggak sedikit juga pengunjung dewasa yang datang berkelompok. Senang juga bisa ngerasain dinginnya salju di tengah panasnya Serpong.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=DPU0pdUvICM&w=480&h=385]

Dinner @ Dome Supermal

Yaaaiiiyyy… Paling seneng jalan-jalan malam minggu begini. Kali ini aku mau “women’s time” sama mama & adek. Tujuannya sih pengen cari buku resep & webcam lalu nongkrong di Dome. Sementara Cinta ditinggal di rumah dulu sama mbak.

Sayangnya webcam nggak dapet, malah dapat hem muscle fit buat suami tercinta. Hope u’ll like it honz. Milihnya dengan cinta lho, dijamin makin ganteng deh kalau pakai itu huehehehe.

Tujuan terakhir pasti Dome, duh liat menunya bikin bingung mau makan apa karena semua uenak. Berhubung lapar sekali akhirnya pilih pasta: fettucine carbonara, sedangkan mama & adek makan beef steak with mashed potato *nama aslinya lupa abis susah banget*

Minumnya strawberry shake untukku, jasmine tea buat mama dan mineral water aja pesanan adek.

Delicioso!!!! Bon apetite Ôś║

Bekerja dari rumah bukan lagi mitos!

Buktikan bersama jaringan full fasilitas d’BC Network! http://www.dbc-network.com/index.php?id=mybeautysecret