Working At Home Mom: Blogger Profesional

arisan link, blogger perempuan, rahmah chemist, istana cinta, working at home mom, profesional blogger

Sebagai istri, tugas utama kita adalah membantu suami mengurus rumah tangga dan anak-anak, ya Ma. Namun, beberapa di antara kita juga bekerja di luar rumah dengan berbagai alasan, mulai untuk berkontribusi pada keuangan keluarga, mencari aktualisasi diri sampai ingin mengamalkan ilmu yang telah dipelajari dengan susah payah di bangku kuliah. 

Tapi bagaimana jika suami menginginkan kita untuk menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dan fokus mengurus anak dan dirinya? Bisakah kita tetap mengaplikasikan ilmu, membantu keuangan keluarga dan bermanfaat bagi masyarakat? Jawabnya, bisa! Kawan saya, Rahmah Usman Karateng yang lebih dikenal dengan nama pena Amma O’Chem telah membuktikannya.

arisan link, blogger perempuan, rahmah chemist, istana cinta, working at home mom, profesional blogger

Bergelar Magister di bidang ilmu Kimia dari Universitas Hasanudin, Makasar tentu merupakan kebanggaan tersendiri bagi perempuan yang berasal dari kota Maros, Sulawesi Selatan ini. Supaya ilmunya bermanfaat, Amma, panggilan akrabnya, bekerja sebagai dosen di Universitas Palangkaraya. Profesi ini ditekuninya sampai ia harus mengikuti suami pindah ke Surabaya. 

Saat itulah, Amma harus rela meninggalkan pekerjaannya dan menjadi ibu rumah tangga mendampingi suami dan merawat putri semata wayangnya. Namun, Amma tidak berhenti berkarya. Hobi menulis di blog yang dijalaninya sejak tahun 2008 dan mulai dikerjakan secara profesional pada tahun 2011, menjadi tempat Amma mengaktualisasikan diri. Di sela-sela waktunya, Amma mengelola 3 blog pribadi dengan tema yang berbeda. Dan ketiganya cukup sukses memiliki pembaca setia dengan statistik yang .

Blog istanacinta.com merupakan blog parenting yang berisi interaksi keseharian Rahmah dengan putrinya Salfa lengkap dengan info tempat wisata yang mereka kunjungi dan tips parenting. Dengan tulisan khas Amma yang apik, kategori yang cukup rapi dan tema blog manis minimalis bernuansa ungu dan putih, Istana Cintanya Amma dan Salfa menarik untuk dibaca dan dijadikan jujugan para ibu muda untuk mencari informasi atau sekadar bertukar cerita.

Blog kedua adalah resensikata.com yang sesuai namanya didedikasikan untuk mengulas buku-buku yang telah ia baca atau mengikuti giveaway tentang buku. Blog ketiga dan blog utamanya Amma adalah ChemistRahmah yang memiliki tagline Al Chemist of Rahmah: Selaksa Kata si Jemari Ajaib. Lifestyle blog inilah yang kemudian membawa Rahmah mendapat predikat Emak Of The Month dari salah satu komunitas Blogger juga masuk sebagai Top Blog Indonesia no. 1 pada tahun 2013 dari Top Blog Indonesia. Tak melupakan ilmunya, Amma tetap berusaha berbagi ilmu dalam postingan-postingan di blognya yang berkategori Chemistry-Kimia di samping artikel tentang tempat wisata, masakan, curhat dan reportase event.

arisan link, blogger perempuan, rahmah chemist, istana cinta, working at home mom, profesional blogger

Keseriusan Amma mengelola ketiga blognya membuatnya dikenal di kalangan blogger dan beberapa kali dipercaya menyampaikan materi tentang blogging di kalangan umum maupun terbatas. Rupanya panggilan sebagai pengajar memang nggak bisa lepas dari penulis beberapa buku antologi ini. 

Nah, jadi jangan takut kehilangan kesempatan untuk berkarya dan bermanfaat meski tinggal di rumah. Banyak jendela terbuka saat satu pintu tertutup jika kita mau ikhlas dan membuka hati. Banyak kesempatan yang bisa kita ambil, salah satunya dengan menjadi profesional blogger seperti Rahmah. Tapi tentu dibutuhkan ketekunan dan kerja pintar yang beretika agar dapat mendulang emas dari blogging.

Memiliki blog yang dapat mendatangkan penghasilan bagi kita bukan hal yang mudah. Kapan hari waktu googling free printable blog planner,  saya menemukan bahwa banyak sekali hal yang harus dilakukan seorang blog sampai dapat disebut sebagai blogger profesional. Mulai dari menentukan konsep blog, tema postingan setiap minggu, membuat ilustrasi atau infografik bahkan video yang menarik, belajar SEO, dan masih banyak lagi. 

bloggingorg, monetize blog, how to make money from blog
it takes times, effort, money and commitment to be a professional blogger

Jadi, sebelum memutuskan mengembangkan blog dari hobi menjadi pekerjaan profesional, yuk kita siapkan dulu kemampuan berikut ini:

Manajemen Waktu

Menjadi blogger profesional berarti kita konsisten untuk mengalokasikan waktu tertentu setiap hari untuk menulis, mencari ide, membuat konsep, blog walking sampai update status di media sosial. 

Mengatasi Kegagalan

Nggak mudah menjadi blogger profesional, kadang paid review kita dikritik klien karena nggak sesuai dengan yang dia minta, di waktu lain alexa rank melorot tajam karena ditinggal mudik selama beberapa minggu dan nggak tersentuh sama sekali, kali lain page view yang tiba-tiba menurun drastis. Apakah kita cukup kuat mengatasi semua hal itu dan membangun semangat menulis dari awal?

Membuat Konsep dan Mengaplikasikannya

Membangun blog dan brandingnya bukan hal yang bisa kita lakukan dalam semalam. Sejak awal kita harus menentukan mau di bawa ke mana hubungan kita blog yang kita kelola. Sekadar jadi tempat curhat kah, atau dimonetizekah. Memang banyak sih blogger profesional yang berawal dari blogger curhat atau sekadar berbagi pengalaman seperti Rahmah. Namun, kalau ingin mengejar mereka tentu kita nggak bisa menerapkan strategi yang sama. Jadi pikirkan dengan matang konsep blog yang kita inginkan, buat rencana pengembangannya dan aplikasikan.

Menginvestasikan Sebagian Uang yang Kita Peroleh Untuk Mengembangkan Blog Kita

Siapa yang begitu dapat honor job review langsung belanja online? Sayaaaa!!! Berarti saya belum punya mental sebagai blogger profesional nih hehehe. Seharusnya kita menginvestasikan minimal 20% dari penghasilan kita untuk mengembangkan blog. Mulai untuk membeli domain TLD dan hosting, membeli template blogger yang SEO friendly, kursus SEO, kursus menulis, berlangganan internet yang cepat dan dapat diandalkan, membeli kamera bagus supaya dapat menghasilkan gambar-gambar cantik untuk ilustrasi blog dan masih banyak lagi.

Kalau kita sudah merasa mampu melakukan hal-hal tersebut, berarti kita sudah siap nih melangkah menjadi blogger profesional, karena sebenarnya bagian tersulit dari memulai pekerjaan ini adalah mengembangkan kualitas dan disiplin diri kita sendiri. 

Mau belajar lebih lanjut? Sekarang sudah banyak buku dan situs yang memberi informasi bagaimana membuat blog profesional dan mendapatkan uang darinya, seperti artikel yang menjadi salah satu sumber tulisan ini  How to Make Money Blogging: From Start to Business. Yuk, semangat lagi ngeblog biar bisa keren seperti mbak Amma dan alexa rank nggak melorot terus. 

 

Image source: https://blogging.org/blog/how-to-make-money-blogging

 

5 Manfaat Menjalani Pernikahan Jarak Jauh

rian luthfi, relationship, long distance marriage, pernikahan jarak jauh, relationship, family, blogger, arisan llink, blogger perempuan

Menjalani pernikahan jarak jauh alias suami istri tinggal di kota atau negara yang berbeda mungkin bukan pilihan yang populer bagi pasangan suami istri. Tapi, seperti yang telah saya tulis di sini, banyak alasan mengapa pasangan suami istri akhirnya memutuskan untuk menjalani pernikahan jarak jauh. Seperti yang dilakukan oleh teman saya dari Grup V Arisan Link Blogger PerempuanRian Rosita Luthfi. Rian, pemilik blog bernama unik Kompor Mledug ini, telah menjalani pernikahan jarak jauh sejak awal menikah, bahkan sejak mereka pacaran, dengan total 5 tahun.

Pasangan yang dikaruniai seorang anak laki-laki lucu berusia 1,5 tahun ini terpaksa berpisah kota karena pekerjaan mereka sebagai abdi negara. Meskipun penuh perjuangan dengan segala suka dukanya, pernikahan jarak jauh ternyata memiliki berbagai manfaat bagi pelakunya. Berikut adalah lima di antaranya:

2

5 Manfaat Menjalani Pernikahan Jarak Jauh

1. Menguji Kepercayaan dan Komitmen

Kepercayaan dan komitmen adalah fondasi sebuah hubungan. Untuk itu diperlukan usaha kedua belah pihak untuk dapat mempertahankan kepercayaan dan komitmen pasangannya supaya hubungan tersebut dapat berhasil. Karakter yang terbangun saat menjalani pernikahan jarak jauh ini dapat membantu pasangan suami istri tetap kokoh setelah tidak lagi melakukan long distance marriage.

2. Belajar Komunikasi dan Menyelesaikan Konflik Secara Efektif

Jarak yang jauh, kadang ditambah dengan perbedaan waktu dan kesibukan yang berbeda, membuat pasangan berusaha untuk menghargai setiap waktu yang tersedia dengan belajar berkomunikasi dengan baik serta menyelesaikan konflik secara efektif. Biasanya, suami istri yang menjalani pernikahan jarak jauh memiliki interaksi yang lebih bermakna dan dalam. Pertengkaran pun lebih jarang terjadi mengingat perjuangan yang tidak mudah untuk dapat bertemu.

3. Menciptakan Momen Berkesan

rian luthfi, blogger, arisan blog, komplor mleduk, superduperlebay, blog

Ketika memiliki waktu untuk bertemu, pasangan LDR ini biasanya akan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk menciptakan momen yang berharga. Seperti yang dilakukan Rian dan suami. Mereka berusaha melakukan hal-hal yang berkualitas seperti jalan-jalan atau sekadar cuddling di rumah. Dengan cara itu, meski suami hanya dapat bertemu dengan anak 1 kali dalam sebulan, Keenan, putra Rian, tetap dekat dengan ayahnya.

4. Melatih Kesabaran dan Kemandirian

Tidak mudah menjadi seorang ibu muda yang bekerja untuk mengurus sendiri batitanya, namun ini dianggap Rian sebagai latihan kesabaran dan kemandirian. Walaupun sebenarnya pemilik blog yang beralamat di http://superduperlebay.wordpress.com ini sudah terbiasa hidup mandiri karena menjalani masa pendidikan SMA dan D3nya di sekolah berasrama jauh dari orang tua. Sejak menikah dan jauh dari suami, Rian terbiasa untuk menangani permasalahan yang terjadi dalam rumah sendirian, seperti mengurus anak sakit sampai naik toren untuk mengecek persediaan air seperti yang ditulisnya dalam postingan berjudul “Menjadi Multitasking“.

5. Memiliki Banyak Waktu Untuk Melakukan Hal Lain

Rian adalah perempuan yang aktif. Menjadi istri dan ibu yang bekerja tidak mengurangi keaktifannya. Pernikahan jarak jauh memberinya waktu untuk melakukan berbagai kegiatan seperti kursus bikin kue, berkomunitas dengan ibu-ibu dari forum The Urban Mama, membuat sendiri permainan sensori untuk Keenan, blogging sampai berolahraga.

rian luthfi, blogger, arisan blog, komplor mleduk, superduperlebay, blog

Menulis di blog adalah salah satu aktivitas Rian di sela-sela waktu luangnya sejak tahun 2009. Dengan desain yang sederhana dan mobile friendly, blog Kompor Mledug ini memanjakan mata pembacanya. Apalagi Rian menulis dengan gaya yang menarik, ringan dan enak dibaca. Blog ini juga menggambarkan perubahaan dalam perjalanan hidup seorang Rian dari seorang gadis cuek yang meledak-ledak menjadi sosok ibu muda yang lebih kalem meski tetap smart, aktif, mandiri, kuat, lucu dan apa adanya. Benar-benar menghibur, terutama bagi saya, pembaca kepo yang menggemari blog curhat seperti blognya Rian ini. 

Ingin mengenal ibu muda ini lebih dalam lagi? Baca saja cerita-cerita menariknya dalam blog atau kunjungi IGnya di @rianluthfi.

Tips Mengajak Anak Berkomunitas Oleh Susi Ernawati

arisan link, blogger perempuan, susi susindra, susi ernawati, cakrawala susindra, parenting

Oke, peringatan hari Kartini sudah lewat 2 minggu yang lalu. Menyisakan foto-foto bocah-bocah lucu mengenakan aneka pakaian daerah atau kostum profesi yang masih rajin beredar di media sosial. Serta perdebatan tiada akhir tentang kenapa Kartini yang dipilih pemerintah untuk menjadi simbol perjuangan wanita Indonesia. Kenapa bukan Cut Nyak Dien yang ditakuti penjajah, kenapa bukan Dewi Sartika yang memiliki beberapa Sakola Istri untuk perempuan, kenapa bukan Martha Christina Tiahahu yang turun langsung ke medan perang, kenapa bukan pahlawan nasional wanita lainnya yang jasanya nyata demi kemerdekaan Indonesia.

Well, karena Kartini menurut saya mewakili banyak perempuan Indonesia. Perempuan-perempuan cerdas, bercita-cita tinggi, memiliki kemauan kuat tapi terpaksa tunduk pada adat dan peran domestik. Kartini berjuang dengan caranya sendiri dalam keterbatasannya sebagai seorang anak yang berbakti, istri yang mengabdi pada suaminya, as a devoted mother (for her step children)And, she’s a writer. Kartini menuliskan semua kisahnya, impian dan isi hatinya lewat surat kepada sahabat-sahabatnya. Meski tak semua impiannya menjadi nyata karena ia meninggal setelah melahirkan anak pertamanya, seperti juga yang banyak terjadi pada perempuan di Indonesia, surat-surat tersebut kemudian menjadi legacynya. Menjadi inspirasi bagi banyak orang. Bahwa perempuan berhak mendapatkan pendidikan. Bahwa meski tetap tinggal di rumah menjadi ibu rumah tangga, bukan berarti ia akan berhenti bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Bahwa tidak harus mengangkat senjata untuk menjadi pahlawan.

Kartini adalah kita. Para ibu yang menulis, berbagi inspirasi kepada orang lain. Para ibu yang di sela waktu luangnya mengabdikan diri untuk kegiatan-kegiatan sosial. Kartini adalah Susi Ernawati. Seorang blogger dari Jepara, founder dan admin grup Mompreuner Indonesia, penggagas beberapa gerakan sosial di Jepara dan seorang istri dan ibu dari 2 orang anak lelaki.

SUSI ERNAWATI SUSINDRA

Sebagai seorang blogger, kiprah Susindra, begitu beliau dikenal, tak perlu diragukan lagi. Lifestyle blog ‘Cakrawala Susindra‘ miliknya telah mencapai Alexa Rank di angka 390ribuan dalam waktu 1,6 tahun setelah domain http://susindra.com diluncurkan. Nilai DA/PAnya pun berada di angka cukup bagus yaitu 30 dan 41 dengan total page views mendekati 1,7juta.

arisan link, blogger perempuan, susi susindra, susi ernawati, cakrawala susindra, parenting

Selain Cakrawala Susindra, Susi juga mengelola beberapa blog lain serta menjadi admin di komunitas Warung Blogger dan founder merangkap koordinator Blogger Jepara Community. Dalam blognya, Susi banyak sekali mengulas tentang kegiatan atau tempat-tempat menarik di Jepara. Karena pengetahuannya yang luas tentang kabupaten tercintanya dan kefasihannya berbahasa Perancis, Susi juga sering menjadi pemandu bagi turis atau peminat furniture asal Perancis.  

Baca Juga: Siapa Susindra

Ia juga aktif di berbagai kegiatan sosial di Jepara, salah satunya adalah Gerakan Pungut Sampah. Tak hanya itu, kesibukan sehari-harinya selain mengurus rumah tangga adalah mengelola toko furniture Susindra Furniture. Benar-benar contoh nyata Kartini masa kini yang bermanfaat bagi sekitarnya ya.

Saat aktif berkomunitas, tak jarang Susi mengajak kedua buah hatinya Destin dan Binbin, apalagi jika acara tersebut berlangsung di akhir pekan. Jadi sekali dayung dua pulau terlampaui, yaitu melakukan kegiatan sosial sambil menikmati waktu berkualitas bersama anak-anak. Selama ini, anak-anak Susi dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan hati riang. Dan menurut penghobi kerajinan tangan ini, ia memang sengaja melibatkan anak-anak agar kelak mereka menjadi pribadi yang ramah dan pandai berorganisasi.

 

arisan link, blogger perempuan, susi susindra, susi ernawati, cakrawala susindra, parenting
The Susindra. Sumber foto FB susi.susindra

Tapi gimana sih caranya supaya anak mau mengikuti kegiatan orangtuanya berkomunitas? Kan selama ini kegiatan anak-anak identik dengan bermain dengan gadget, jalan-jalan di mall, menelusuri tempat wisata di luar atau dalam kota atau paling banter ya nonton tv. Tips berikut ini mungkin bisa kita ikuti:

1. Kenali Kepribadian Anak

Sebelum kita mengajak anak mengikuti kegiatan komunitas yang sebagian besar anggotanya orang tua, sebaiknya kita kenali dulu usia dan kepribadian anak kita. Anak yang outgoing mungkin bisa lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, sedangkan anak introvert dan pemalu membutuhkan pendampingan lebih lama untuk dapat merasa nyaman dalam komunitas kita.

2. Pilih Kegiatan yang Ramah Anak

Nggak semua kegiatan komunitas yang harus dihadirinya, Susi mengajak anak-anak. Destin dan Binbin hanya ikut kegiatan seperti piknik atau tadabur alam yang diadakan oleh Folkom (Forum Lintas Komunitas) atau acara yang diadakan oleh Institut Ibu Profesional Jepara yang selalu berorientasi pada anak, seperti Play Day for Kids with Morinaga Chil-Go. Kegiatan yang menyenangkan seperti ini dapat membuat anak-anak ikut dengan senang hati dan mendapatkan pengalaman berharga.

3. Beri Kesempatan Anak Bermain dengan Teman-Temannya

Meskipun Susi kerap memanfaatkan kegiatan sosial dengan komunitasnya sebagai family time, ia tetap memberikan waktu kepada anak-anak untuk menghabiskan akhir pekan mereka dengan teman-teman sebaya mereka di lingkungan tempat tinggalnya. Dengan demikian anak-anak dapat menikmati dunianya sendiri.

Nah, ternyata nggak susah kan mengajak anak-anak berkegiatan dengan komunitas kita? Yuk, kita coba.

5 Tips Menjadi Ibu Produktif ala Ayu Novanti

life hacks, ibu produktif, ayu novanti, blogger, arisan link, blogger perempuan

Beberapa waktu lalu saya membaca status salah seorang blogger yang mencari ibu-ibu yang memiliki pekerjaan sampingan baik fulltime maupun parttime di luar aktivitas mereka sebagai ibu rumah tangga. Ternyata yang komen banyak sekali. Ada yang menjalankan usaha online shop, penulis, menjahit, menerima pesanan kue dan masih banyak lagi. Hebat banget ya ibu-ibu jaman sekarang, masih bisa meluangkan waktu untuk berkarya  di sela-sela kesibukan mengurus suami, anak-anak dan rumah. Teman saya Dahlian Ayu Novanti, salah satunya.

life hacks, ibu produktif, ayu novanti, blogger, arisan link, blogger perempuan

Pemilik blog ayunovanti dan toko online jahitanibu ini termasuk ibu rumah tangga yang berkarya di usianya yang masih sangat muda. Dan semuanya itu ia lakukan dari rumah lho. Nah, bagaimana kiatnya menjadi ibu yang berkarya dari rumah? Yuk, simak tips dari Vanti berikut ini.

Find Your Passion

Temukan hal kita sukai. Baik itu menulis, menjahit, membuat kue, desain web, desain baju, dan masih banyak lagi pilihannya. Vanti sendiri sebenarnya sudah ngeblog sejak SMA, namun baru tahun November 2014 memutuskan untuk menulis lagi karena suaminya membelikan website sebagai kado ulang tahun ke-24. Hal ini memacu semangatnya untuk kembali menulis, menyalurkan hobi lamanya.

Terbuka Dengan Tantangan Baru

Awalnya, blog ayunovanti.com hanya digunakan sebagai sarana curhat atau sekadar menuangkan isi kepalanya. Tapi setelah sempat bekerja di public relation agency, yang kebanyakan proyeknya melibatkan blogger, ia berusaha menulis lebih serius dan menjajaki kemungkinan memperoleh penghasilan tambahan dengan menjadi blogger profesional. Sekarang melalui blognya yang berkategori lifestyle blog, Vanti mulai mendapatkan tawaran kerjasama seperti job review dan menjadi content writer. Ia pun tak segan mengikuti lomba blog untuk mengasah kemampuan menulisnya.

Jangan Takut Jenuh

Namanya ibu-ibu yang baru belajar menghasilkan uang sendiri, seringkali kita merasa jenuh dan kemudian malas melanjutkan sesuatu yang sudah dirintis tersebut. Tapi sebaiknya perasaan bosan jangan dihindari. Kalau sedang jenuh dengan suatu kegiatan ya jangan dipaksakan untuk melakukan hal tersebut. Seperti yang dilakukan Vanti. Ibu yang baru melahirkan anak pertamanya pada bulan Agustus 2015 lalu ini, mencoba mengatasi perasaan bosan ngeblognya dengan cara rajin menengok ke komunitas blogger supaya dapat ilham menulis. Ketika kejenuhan belum teratasi, ia pun mencari proyek lain yang bisa menggugah semangatnya seperti Jahitan Ibu yang dirintisnya bersama sang mama.

Bergabung Dengan Komunitas Serupa

Untuk menjaga semangat dalam melakukan pekerjaan kita, sebaiknya bergabung dalam komunitas yang sejalan dengan kegiatan kita. Misalnya grup memasak, grup blogger, grup MLM, grup menjahit dan sebagainya. Manfaat lainnya adalah kita dapat memperoleh ilmu-ilmu baru, mendapatkan info-info terkini serta memperluas jaringan dan membuka rejeki.

Utamakan Keluarga

Sebagai ibu rumah tangga, tugas utama kita adalah mengurus suami, anak dan rumah. Sehingga kita harus mengatur waktu sebaik mungkin supaya kebutuhan anak dan suami tetap terpenuhi meski kita memiliki kesibukan lain. Begitu pula yang dilakukan oleh Vanti. Misalnya ketika harus meninggalkan anak untuk belanja kain, Vanti akan menyiapkan ASI perah bagi bayinya.

ayu novanti, ayunovanti.com, arisan link

Ternyata nggak susah kan ya menjadi ibu yang produktif? Intinya adalah menemukan passion dan pandai mengatur waktu aja sih. Vanti sudah membuktikannya walaupun menurutnya sampai saat ini, ia pun masih terus berusaha mengatur waktunya lebih baik.

Nah, untuk tips parenting lain serta serba-serbi kehidupan seorang ibu, yuk langsung main aja ke blog ayunovanti.com. Meskipun baru mulai ngeblog lagi sejak tahun 2014, blog Vanti memiliki konten yang menarik dan cara penulisan yang apik. Gaya bahasanya pun khas ibu muda jaman sekarang. Santai namun nggak alay sehingga membuat betah yang membacanya.

Satu Hari untuk Ibu

Hari Minggu kemarin, saya dan Cinta juga adik dan adik ipar, nemenin mama datang ke acara Hari Ibu yang diselenggarakan komunitas Perempuan Menulis, sekaligus launching buku antologi mereka di Royal Plaza, Surabaya. Komunitas ini terdiri dari para alumni Sirikit School of Writing yang didirikan oleh seorang sastrawan, jurnalis dan peneliti idola saya, Sirikit Syah. Bu Sirikit ini 10 tahun yang lalu pernah menjadi dosen penguji tamu saat saya sidang skripsi. Dan dulu saya mengidolakan ibu yang super aktif ini, makanya seneng banget bisa ketemu beliau lagi. Apalagi beliau juga ingat saya sebagai salah satu mahasiswa yang pernah diujinya, meski universitas tempat beliau mengajar berbeda dengan tempat saya belajar.

Oke, kembali ke topik. Di acara ini banyak kegiatan menarik. Ada lomba menggambar, yang kemudian diprotes Cinta karena menurutnya, “This is not a drawing competition. This is a coloring competition!”

Sambil nunggu anak-anaknya menggambar mewarnai, para orang tua diajak mendengarkan talkshow tentang pengasuhan anak oleh Psikolog dari sebuah rumah sakit swasta di Surabaya yang juga ikut berpartisipasi dalam antologi “Let’s Talk About Mom.” Lumayan lah, buat refreshing karena sudah lamaaaaaa sekali nggak ikut talkshow gitu.

Setelah acara untuk anak selesai dan sambil menunggu pengumuman pemenang lomba, ada talkshow tentang kecantikan dan kesehatan kulit dengan topik, “Apakah Kulit Putih Identik dengan Sehat dan Cantik?” dari Derma Estethic Centre. Tapi saya nggak ikut nih karena Cinta dan Yasmine, sepupunya pengen foto-foto di fotobox yang ada di sekitar area tersebut.

Saat saya dan mama yang juga jadi panitia acara peringatan Hari Ibu ini kembali dari makan siang, talkshow “Membentuk Karakter Anak Lewat Menulis” yang dibawakan oleh pak Sutanto Leo sudah berlangsung hampir separuh jalan. Pak Sutanto Leo adalah penulis dari Bandung yang sudah menelurkan banyak buku. Beliau juga writing trainer dan konsultan penerbitan.

Acara diakhiri dengan bagi-bagi doorprize dan foto bersama para panitia dan pembicara. Senang juga seharian ikut mama di acara komunitasnya. Jadi ikut tahu orang-orang baru. Bangga melihat mama dengan aktivitas barunya menjelang pensiun ini. Selamat Hari Perempuan, Indonesia. Semoga semakin banyak para perempuan yang mewariskan kearifan dan nilai-nilai hidupnya melalui tulisan.

Good People Around Me

Lelaki setengah baya itu asik bercerita tentang anak-anaknya sambil sesekali bertanya tentang kami, tamunya. Sementara sang istri sibuk menawarkan teh dan kue kering yang tak lama kemudian dicomot Cinta satu persatu. Dalam ruang tamu yang besar dan nyaman, kami pun tenggelam dalam percakapan yang menyenangkan. Sejenak mengingatkan saya pada kedua mertua yang berada di seberang lautan.

Pertama kali bertegur sapa dengan bapak ini di sekolah Cinta, pikiran saya langsung tertuju kepada yangkungnya Cinta. Perawakan, keramahan dan keaktifan beliau di usia senjanya mirip sekali dengan mertua.

Suatu kali beliau bertanya dari mana saya berasal, pertanyaan yang wajar karena memang banyak pendatang dari negara lain di Brunei ini. Awalnya beliau mengira saya orang Filipina, entahlah mungkin karena saya tidak mengenakan kerudung seperti layaknya kebanyakan orang Indonesia yang tinggal di Brunei atau karena saya berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

Dalam sebuah percakapan sambil lalu saya bercerita sedang mencari rumah di daerah dekat sekolah Cinta supaya tidak terlalu lama menghabiskan waktu di jalan untuk antar jemput. Rupanya beliau ingat hal itu dan suatu hari saat nggak sengaja jumpa di parkiran apartemen, ia langsung mengundang kami ke rumahnya untuk melihat salah satu rumah tetangganya yang disewakan.

Meski pada akhirnya rumah itu belum jadi jodoh kami, senang sekali rasanya bisa ketemu dengan orang seramah dan sebaik itu di negeri orang. Selain beliau, banyak sekali orang-orang baik yang saya temui selama merantau hampir setahun ini. Mulai dari mbak-mbak kasir supermarket dan pelayan resto di bawah apartemen yang sayang sekali sama Cinta sampai guru Cinta di sekolah. Kepeduliannya sangat membantu Cinta beradaptasi di awal tahun pelajaran dan saat dia sedang mengalami masa-masa sulit karena mau punya adik. Bahkan saking baiknya, Cinta sampai bercita-cita jadi guru seperti Teacher Yee.

Nggak cuma itu, sejak merantau ke Jakarta 2 tahun lalu saya selalu beruntung mendapatkan tetangga yang baik dan peduli satu sama lain. Di Brunei pun, kami bertetangga dengan keluarga dari Jepang yang kebetulan anaknya bersekolah di tempat yang sama dengan Cinta, satu kelas lagi. Tetangga kami itu sering sekali membantu saya menjaga Cinta atau menjemput dia di sekolah sekalian jemput anaknya saat saya berhalangan. Nggak jarang juga tiba-tiba saya dapat bingkisan buah atau kue. Sampai sering merasa nggak enak saking baiknya mereka. I’m so lucky to have them as my neighbour.

Yah, memang benar ya kalau rejeki itu nggak selalu berupa limpahan uang atau barang. Kehadiran orang-orang baik di sekitar kita pun harus disyukuri. Sekaligus jadi pengingat untuk berbuat hal yang sama ke orang lain, ya kalaupun belum bisa menolong minimal nggak berbuat jahat atau sombong ke tetangga.

So, adakah pengalaman berkesan dengan orang-orang di sekitarmu yang patut disyukuri?