Cara Merawat Diri untuk Para Ibu

Cara Merawat Diri Untuk Para Ibu

Cara merawat diri untuk para ibu. Sebagai ibu, seringkali kita mengutamakan anak dan suami serta pekerjaan rumah tangga atau kantor dibandingkan diri kita sendiri. Iya, nggak sih?

Contoh kecil saja, karena sibuk menyiapkan sarapan untuk anak dan suami yang mau berangkat sekolah dan kerja, kita jadi melewatkan sarapan. “Duh, nggak sempat ah. Sudah jam segini, harus bersih-bersih rumah dulu trus jemur baju sebelum masak. Nggak lapar juga. Nanti sajalah makannya sekalian makan siang.”

Atau, saat merasa capek dan perlu istirahat sejenak, tetap memaksakan diri untuk beraktivitas dengan normal karena berpegang teguh pada moto, “Ibu nggak boleh capek!” Hayo ngaku, siapa yang suka begitu?

Sayaaa!

Eh, itu dulu ding. Sekarang sudah mulai berkurang, karena sudah mulai sadar pentingnya seorang ibu merawat dirinya sendiri.

Cara Merawat Diri Untuk Para Ibu

Apa Sih Merawat Diri Itu?

Merawat diri atau self care adalah semua aktivitas yang dilakukan oleh seseorang dengan tujuan mencapai kesejahteraan hidup yang terdiri dari kesehatan fisik, mental dan emosional.

Atau yang menurut Agnes Wainman adalah:

Something that refuels us, rather than takes from us.

Mengapa Ibu Perlu Merawat Dirinya Sendiri?

Teman-teman pasti tahu instruksi keselamatan yang selalu diberikan oleh pramugari sebelum pesawat lepas landas yang berbunyi,

Intruksi keselamatan ini juga berlaku dalam keseharian kita sebagai seorang ibu. Kalau kita ingin menjadi ibu yang baik, maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah memastikan diri kita dalam keadaan baik jasmani dan rohani. Karena ibu yang sehat fisiknya dan mentalnya dapat lebih fokus dan maksimal dalam menjalankan peran dan tugasnya sehari-sehari.

happy mom happy kid

Apa yang Terjadi Jika Ibu Tidak Merawat Dirinya Sendiri?

Ibu yang tidak merawat dirinya sendiri atau tidak mempedulikan kebutuhan fisik, rohani dan mentalnya, akan menjadi seperti robot yang tidak punya perasaan dan tidak punya keinginan. Ibu akan merasa hampa. Hatinya tidak bahagia dan fisiknya lelah. Mungkin dengan kondisi tersebut kita tetap bisa melaksanakan peran sebagai ibu, tapi jangan lupa bahwa anak adalah makhluk yang peka. Saat ibu merasa tidak content, anak akan lebih mudah rewel karena ia dapat merasakan ketidaknyamanan ibunya.

Ibu yang memiliki beban emosional atau mental juga akan mudah sekali melampiaskannya pada anak-anak. Coba perhatikan diri sendiri, Bu. Saat kita sedang kecewa akan sesuatu dan menyimpannya di dalam pikiran kita, biasanya kita jadi lebih mudah marah dan kesal kepada anak-anak. Iya, nggak? Nah, kita tentu nggak ingin itu terjadi terus-menerus kan? Karena lama-kelamaan hal ini akan mempengaruhi hubungan kita dengan anak-anak. Anak mana sih yang bisa dekat dengan ibunya kalau dimarahin terus. Anak mana sih yang bisa merasa nyaman dengan ibunya kalau dicemberutin terus.

Padahal, sebagai ibu perilaku kita akan dicontoh oleh anak. Ibu yang tidak baik kondisi mentalnya tentu tidak dapat memberikan contoh perilaku yang baik. Sedangkan ibu yang bahagia akan dapat mencontohkan kebiasaan-kebiasaan baik kepada anak-anak dan menjadi role model yang baik bagi anak-anak kita.

Cara Merawat Diri Sendiri

Meski merawat diri sendiri itu penting, ternyata banyak ibu yang merasa bersalah saat melakukannya. Menganggap dirinya egois saat ingin punya “me time“. Dan merasa bahwa setelah menikah dan punya anak, seharusnya seluruh waktu ibu didedikasikan untuk keluarga. Padahal ya, ibu juga manusia. Punya rasa, punya hati. Jangan samakan dengan pisau belatiii… (you sing you lose). Ibu juga berhak, bahkan harus merawat diri sendiri.

mom guilt

Agar kita tidak merasa bersalah saat “me time“, selalu tanamkan bahwa yang kita lakukan adalah untuk kebaikan kita, anak dan keluarga. Dan bahwa ini adalah salah satu cara kita bertanggung jawab atas tubuh yang diberi oleh Allah SWT.

Lagipula, cara merawat diri dengan benar bukan berarti harus pergi ke salon setiap minggu. Juga tidak berarti membeli barang-barang yang mahal untuk diri kita sendiri. Merawat diri juga tidak harus dengan pergi berlibur. Walaupun tentu saja semua itu nggak dilarang jika kita mampu. Tapi ada banyak cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk merawat diri setelah menikah dan punya anak.

Cara Menjaga Kesehatan Rohani

Cara menjaga kesehatan rohani kita adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT bagi teman-teman muslimah, yaitu dengan:

  1. Salat 5 waktu.
    Nikmatilah tiap-tiap salat kita dan jadikanlah waktu itu sebagai waktu kita relaks. Jangan hanya salat sekadar untuk menggugurkan kewajiban dan jangan berdoa sambil memikirkan hal-hal duniawi yang akan atau harus kita lakukan. Tapi manfaatkan waktu salat ini semaksimal mungkin sebagai me time kita dengan Allah SWT.
  2. Membangun koneksi dengan Allah SWT dengan penuh kesadaran dan ketenangan.
    Saat bermunajat kepada Allah, carilah tempat yang tenang. Fokuskan pikiran dan ingat kepada siapa kita berbicara dan apa yang sedang kita lakukan. Bayangkan apa saja rahmat-rahmat Allah SWT yang telah diberikan kepada kita.
  3. Zikir dan doa.
  4. Membaca Al Quran setiap hari.
  5. Menghadiri majelis taklim dan bergabung dalam perkumpulan dengan teman-teman salehah.

Untuk ibu-ibu yang punya bayi dan balita mungkin agak sulit melakukan hal-hal di atas ya. Jangankan mau menghadiri majelis taklim, kadang mau salat aja harus buru-buru. Tapi usahakanlah, Bu. Titipkan anak pada suami sementara saat kita mau salat selepas suami kembali dari masjid. Atau biarkan saja mereka bermain di satu kamar yang sudah kita amankan dari benda-benda berbahaya, sementara kita salat di kamar kita atau di ruang keluarga.

Bagi teman-teman non musim bisa menggunakan waktu ibadahnya sebagai me time juga. Fokuskan energi dan waktu kita untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta.

Baca juga: Counting the (Small) Blessings

Cara Merawat Fisik

Banyak cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk merawat fisik, antara lain:

  1. Makan makanan yang bergizi. Disunnahkan makan-makanan yang disukai Rasulullah SAW seperti kurma, madu, barley, dsb.
  2. Berolahraga. Sempatkanlah berolahraga setiap hari meski hanya 10 menit!
  3. Cukup tidur. Disunnahkan untuk tidur atau istirahat siang (qailulah).
  4. Minum cukup air agar tubuh terhidrasi dengan baik.

Tidur siang itu nggak harus lama ya, Ibu-ibu. 10-20 menit pun cukup. Waktu ini juga bisa kita manfaatkan sebagai waktu istirahat bersama anak. Kalau nggak bisa tidur pun bisa dengan rebahan atau duduk bersantai tanpa melakukan apa-apa. Anak-anak bisa diminta untuk membaca buku atau bermain dengan tenang dengan puzzle atau sekadar mewarnai di kamarnya.

Ibu harus merawat kesehatan fisiknya, karena kalau anak dan suami sakit ada ibu yang akan merawat mereka. Tapi, kalau ibu yang sakit, duh, biasanya urusan keluarga langsung jadi kacau balau. Betul? Jadi, pandai-pandailah membaca kebutuhan tubuh, ya.

Cara Menjaga Kesehatan Emosi

Supaya tidak ada emosi negatif yang menumpuk dan bisa meledak sewaktu-waktu, kita harus belajar menyalurkan emosi kita dengan cara yang sehat. Caranya adalah:

  1. Belajar mengenali dan mengekspresikan emosi kita: “Aku merasa sedih,” “Aku merasa frustasi.”
    Ceritakan perasaan kita kepada suami dan menangislah jika perlu.
  2. Buat afirmasi positif terhadap diri sendiri: “Saya adalah ibu yang menyenangkan,” “Saya berhasil memberi makan anak-anak.”
  3. Membuat jurnal untuk merekam semua perasaan kita baik yang positif maupun yang negatif.
    menulis jurnal
  4. Belajar untuk mengontrol emosi kita. Misalnya, ketika merasa marah, lakukan anger appointment. Ini adalah cara menarik diri dari hal-hal yang membuat kita marah, salah satunya dengan mengikuti cara Rasulullah yaitu duduk dan berbaring. Cara yang lain adalah dengan mengenali emosi yang sedang kita rasakan saat itu dan menghadapinya.
  5. Lakukan hal-hal yang bisa memperbaiki suasana hati kita seperti mandi dengan sabun favorit, minum secangkir teh kesukaan, mencoba resep masakan baru, jalan-jalan di taman, dsb.
  6. Berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater atau para ahli kejiwaan secara teratur jika perlu.

Cara Merawat Kesehatan Mental

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk merawat kesehatan mental kita antara lain:

  1. Sempatkan untuk membaca atau belajar sesuatu yang baru.
    Untuk membaca, kalau tidak suka membaca buku fiksi atau non fiksi setidaknya bacalah satu hadits setiap hari. Dan kita tidak perlu keluar rumah untuk mempelajari hal baru. Saat ini banyak sekali kelas-kelas online khusus wanita yang bisa kita ikuti, seperti kelas merajut, coding, menulis, kajian Islam, bisnis, keuangan keluarga, dll.
  2. Menonton video-video motivasi.
  3. Lakukan aktivitas yang melatih otak seperti mengerjakan sudoku, teka-teki silang, atau merakit puzzle.
  4. Selesaikan pekerjaan-pekerjaan yang tertunda secara perlahan. Buat ‘to-do-list’ setiap hari tapi jangan menuliskan terlalu banyak tugas dalam 1 hari.
  5. Ajari anak-anak melakukan sesuatu yang baru setiap harinya, seperti memasak makanan yang mudah, melipat baju, membuat prakarya, sebuah doa, dll.

Cara Memenuhi Kebutuhan untuk Bersosialisasi

Banyak ibu yang merasa kesepian setelah menikah dan punya anak, terutama ibu rumah tangga yang memiliki anak balita. Kesibukan kita sehari-hari membuat kita jadi jarang keluar rumah dan bertemu dengan teman. Teman pun biasanya semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia kita. Akibatnya ibu merasa kehilangan koneksi dan terisolasi yang lama-kelamaan bisa menyebabkan masalah mental. Untuk menghindari hal tersebut, lakukanlah hal-hal ini:

ibu bersosialisasi

  1. Telepon teman kita untuk bercakap-cakap dan saling berbagi cerita.
  2. Ikuti komunitas atau support group seperti misalnya grup parenting, book club, grup ibu menyusui, dll.
  3. Pergi keluar dengan teman-teman atau keluarga tanpa suami dan anak-anak.
  4. Mengunjungi kerabat.
  5. Mencari koneksi baru.

Jadilah ibu yang sehat dan bahagia dengan merawat diri sendiri sebaik mungkin.

Nah, sebenarnya nggak sulit kan ya merawat diri itu. Sempatkanlah untuk melakukan hal-hal tersebut di atas jika diperlukan. Jangan merasa egois ketika kita perlu me time karena ibu memang perlu merawat dirinya sendiri agar dapat mengurus keluarganya dengan optimal. Ibu juga perlu tumbuh menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan di sekitarnya.

Ibu harus mencintai dan menghargai dirinya sendiri, mengenali kelebihan dan kekurangannya serta menerima hal tersebut sambil tetap berusaha meningkatkan potensi dirinya. Dengan demikian, kita akan tumbuh menjadi ibu yang sehat dan bahagia dan dapat mendidik anak-anak menjadi pribadi yang baik dan bahagia pula.

Disarikan secara bebas dari Kobar Islamic Lectures: Self-Care for Mothers (Speaker: Sr. Aliyaa Bashir)

 

Akta Kelahiran Untuk Anak yang Lahir Di Luar Negeri

akta kelahiran anak lahir di luar negeri

Akta kelahiran adalah dokumen penting yang harus dimiliki oleh seorang warna negara Indonesia. Dokumen ini diperlukan untuk mendapatkan pelayanan negara seperti pembuatan kartu identitas, paspor, pendidikan, pendaftaran pernikahan di KUA, dan sebagainya. Setiap anak yang baru lahir sebaiknya langsung dibuatkan akte kelahirannya di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat. Karena menurut peraturan, akta kelahiran yang dibuat lebih dari 60 hari setelah kelahiran atau 30 hari dari kedatangannya kembali ke Indonesia jika lahir di luar negeri akan kena denda sebesar Rp 100.000,-.

Saking pentingnya dokumen ini, banyak rumah sakit dan klinik bersalin yang memberikan fasilitas pengurusan akta kelahiran sesaat setelah anak lahir. Dengan ini orang tua nggak perlu lagi repot-repot mondar-mandir ke Dukcapil untuk mengurusnya, dan bisa fokus dengan bayi baru mereka. Tapi bagaimana dengan anak dari warga negara Indonesia yang lahir di luar negeri? Seperti anak saya, Keenan, misalnya.

akta kelahiran anak lahir di luar negeri

Keenan lahir di Kuala Belait, Brunei Darussalam, saat kami masih tinggal di sana pada tahun 2013. Dan sebagaimana orang tua pada umumnya, sesaat setelah kelahirannya, kami langsung mengurus akta kelahirannya di negara setempat. Akta kelahiran ini penting sekali untuk membuat paspor dan dependant pass, agar ia bisa tinggal di Brunei bersama kami.

Akta Kelahiran Negara Setempat

Langkah pertama yang kami lakukan adalah mendatangi Jabatan Imigresen dan Pendaftaran Kebangsaan Kementrian Hal Ehwal Dalam Negeri Brunei Darussalam dengan membawa dokumen-dokumen berikut:

  1. Borang permohonan pendaftaran kelahiran
  2. Surat pengakuan kelahiran dari rumah sakit/klinik
  3. Kad pengenalan (IC) orang tua (ayah dan ibu)
  4. Paspor orang tua (ayah dan ibu)
  5. Buku nikah

Akta Kelahiran Luar Negeri

Setelah itu kami diberi Certified True Copy of Register of Birth atau Sijil Kelahiran. Di Brunei, dokumen inilah yang akan menjadi pegangan anak untuk kemudahan pendaftaran sekolah, permohonan bagi kad pengenalan pintar, dokumen perjalanan, dll. Jabatan imigrasi Brunei juga mengeluarkan special pass bagi Keenan sebagai izin tinggal sementara sampai paspor dan dependant pass selesai diurus.

Lapor Kelahiran Anak di KBRI 

Tapi, belum cukup sampai di situ. Keenan masih harus mendapatkan paspor dan dokumen imigrasi lainnya dalam waktu 30 hari setelah mendapatkan special pass dari Imigrasi Brunei Darussalam. Setelah sijil kelahiran kami perolah, langkah selanjutnya adalah melaporkan kelahiran Keenan dan membuat paspor di KBRI Bandar Seri Begawan.

Yang pertama kami buat adalah paspor untuk Keenan dengan menggunakan dokumen:

  1. Fotokopi Surat Kelahiran/Akte Lahir Anak/Sjil Kelahiran Anak yang telah diendorse di Kedutaan Indonesia
  2. Fotokopi special pass dari Imigrasi
  3. Fotokopi buku nikah orang tua dan foto kopinya
  4. Fotokopi KTP dan IC Brunei atau paspor orang tua

Saat pembuatan paspor ini, anak harus dibawa ya untuk difoto di KBRI. Jadi waktu itu Keenan yang usianya belum 14 hari sudah harus menempuh perjalanan darat sejauh 120km dari Kuala Belait ke Bandar Seri Begawan untuk bikin paspor. Such a strong boy!

Surat Keterangan Kelahiran KBRI

KBRI Bandar Seri Begawan kemudian mengeluarkan Surat Keterangan Lahir yang kami peroleh secara gratis dalam waktu 2 hari kerja saja dengan melampirkan dokumen-dokumen sebagai berikut:

  1. Surat Sijil Kelahiran dari Jabatan Imigrasi Brunei
  2. Fotokopi paspor orang tua dan paspor anak
  3. Fotokopi surat nikah orang tua.

Proses pembuatan dua dokumen ini cukup cepat. Dan memang harus cepat karena setelah itu kami harus mengurus dependant pass di Jabatan Imigrasi. Setelah dependant pass diperoleh, Keenan harus kami bawa keluar dari Brunei untuk membatalkan special passnya dan mengaktifkan dependant passnya. Alhamdulillah, kota tempat kami tinggal berbatasan langsung dengan Miri sebuah kota di Sarawak, Malaysia. Sehingga kami bisa jalan darat saja keluar dari Brunei, masuk Miri dan menginap semalam, lalu besoknya kembali ke Brunei.

Selama kami tinggal di Brunei, cukup paspor dan sijil kelahiran dari Brunei yang menjadi dokumen penting untuk Keenan. Tapi ternyata, begitu kembali ke Indonesia kami harus melaporkan kelahiran Keenan ke Dukcapil Sidoarjo, sesuai dengan KTP kami.

Mengurus Dokumen Pencatatan Kelahiran di Luar Negeri

Sebelum kami pindah, banyak informasi simpang siur yang kami peroleh dari teman-teman yang sudah lebih dulu kembali tinggal di Indonesia, tentang pembuatan akta kelahiran anak yang lahir di luar negeri. Mulai dari banyaknya dokumen yang harus disubmit sampai wajibnya kehadiran orang tua sebagai pelapor kelahiran anak di luar negeri. Dengan kata lain, di beberapa kota di Indonesia, pelaporan kelahiran anak di luar negeri harus dilakukan sendiri oleh orang tua, nggak boleh diwakilkan oleh orang lain.

akta kelahiran anak lahir di luar negeri

Begitu kami pindah, kami pun mendatangi Disdukcapil Sidoarjo di Jl. Sultan Agung No. 23 Sidoarjo dan mendapatkan informasi mengenai surat-surat yang harus dilampirkan untuk mengurus akta kelahiran sebagai berikut:

  1. Asli dan fotokopi Akta Kelahiran luar negeri.
  2. Asli terjemahan akta kelahiran luar negeri oleh penerjemah tersumpah dan berbadan hukum. Untuk wilayah Sidoarjo, kami disarankan untuk menggunakan jasa penerjemah tersumpah Lugas dengan biaya Rp 120.000,-
  3. Asli dan fotokopi Surat Keterangan Kelahiran dari KBRI atau Perwakilan RI Setempat.
  4. Asli dan fotokopi Kartu Keluarga.
  5. Asli dan fotokopi KTP kedua orang tua.
  6. Asli dan fotokopi Buku Nikah/kutipan akta perkawinan orang tua.
  7. Asli dan fotokopi Paspor RI kedua orang tua dan anak.
  8. Formulir Pelaporan yang harus ditandatangani Lurah atau Kepala Desa setempat.

Setelah semua dokumen lengkap dan disetujui oleh petugas Disdukcapil, Surat Keterangan Pelaporan Kelahiran Luar Negeri, selesai dalam waktu satu minggu.

Surat Keterangan Pelaporan Kelahiran Luar Negeri

Iya, ternyata yang kami terima bukanlah akta kelahiran seperti anak yang lahir di Indonesia, melainkan Surat Keterangan Pelaporan Kelahiran Luar Negeri. Untuk menegaskan hal ini, Kepala Bidang Pencatatan Sipil Disdukcapil Sidoarjo, secara khusus menerangkan kepada kami bahwa Dukcapil tidak mengeluarkan akta kelahiran untuk anak yang lahir di luar negeri. Sesuai Undang-Undang Adminduk, Dukcapil hanyalah mencatat pelaporan kelahiran tersebut dan memasukkan anak ke dalam Kartu Keluarga (dalam kasus kami, Keenan sudah masuk dalam KK sebelum kami lapor kelahiran luar negeri).

Surat Keterangan Pelaporan Kelahiran Luar Negeri

Beliau juga memberi tahu bahwa yang dicatat oleh Kementrian Dalam Negeri dan diakui sebagai akta kelahiran untuk WNI yang lahir di luar negeri adalah Akta Kelahiran yang dikeluarkan oleh negara setempat. Bukan Surat Keterangan Lahir dari KBRI ataupun Surat Keterangan Pelaporan Kelahiran Luar Negeri. Tapi jika diperlukan, kita bisa melampirkan kedua surat tersebut di akta kelahirannya.

Ibu Kabid Pencatatan Sipil sengaja menjelaskan hal ini secara detil kepada kami, karena sebelumnya ada yang marah-marah saat menerima surat keterangan pelaporan kelahiran luar negeri. Sang pelapor berharap mendapatkan akta kelahiran, bukan sekadar surat keterangan dari Dukcapil.

Namun, bukan berarti anak dari pasangan WNI yang lahir di luar negeri dan sudah memiliki akta kelahiran dari negara setempat nggak perlu lagi mengurus Surat Keterangan Pelaporan Kelahiran Luar Negeri, ya. Surat ini tetap harus dimiliki sebagai dasar memasukkan anak ke Kartu Keluarga. Di mana Kartu Keluarga ini juga penting kan untuk mengurus surat-surat lain seperti perpanjangan paspor, daftar sekolah, daftar BPJS, membuat KTP dan lain-lain.

Jadi, untuk kelancaran proses pembuatan dokumen anak yang lain di kemudian hari, luangkan waktu untuk membuat Surat Keterangan Pelaporan Kelahiran Luar Negeri ini. Cukup mudah kok selama persyaratannya lengkap. Tapi ingat, setiap daerah mungkin memiliki proses dan aturan yang berbeda, sebaiknya berkonsultasi lebih dahulu dengan petugas di Disdukcapil setempat.

Menurut pengalaman saya, saat ini pelayanan di Disdukcapil cukup memuaskan kok. Petugasnya ramah dan informatif, waktu pelayanan juga cepat. Bahkan di Disdukcapil Sidoarjo kita bisa mengambil nomer antrian online, walaupun menurut saya lebih efektif jika kita datang langsung dan ambil nomer antrian di tempat.

Oya, artikel ini saya buat juga sebagai apresiasi kepada Kepala Bidang Pencatatan Sipil Sidoarjo, ibu Dyah Rina Pujiastuti SH, MM atas pelayanannya yang baik sekali kepada kami. Seperti yang saya jelaskan di atas, beliau benar-benar menerangkan kepada kami tentang perbedaan akta kelahiran, surat keterangan kelahiran dari KBRI dan surat pelaporan kelahiran luar negeri. Kebetulan selain kami juga ada seorang ibu yang mengurus surat pelaporan kelahiran luar negeri untuk anakya yang lahir di Jerman.

Selama 2 kali pertemuan dengan beliau, banyak sekali informasi yang kami terima baik dari perbincangannya dengan kami maupun tamu-tamu lain sebelum kami. Cara beliau memberi informasi, mengapresiasi dan menegur pemohon layanan itu seperti seorang ibu kepada anaknya, tanpa ada kesan arogan. Beliau juga berusaha supaya semua orang yang masuk ke ruangannya keluar dengan hati puas dan gembira. Semoga ibu Rina selalu dalam lindungan Allah SWT, dilancarkan urusannya dan dimudahkan pekerjaannya dalam melayani masyarakat Sidoarjo. Barakallah, bu Rina.

 

Pindah Sekolah dari Luar Negeri, Ini Prosedurnya

Bagi keluarga yang tinggal di luar negeri, banyak hal yang harus diurus saat kembali bermukim di Indonesia. Salah satunya adalah memindahkan sekolah anak. Pindah sekolah dari luar negeri ke Indonesia jujur saja bukan hal yang mudah, apalagi di tengah tahun ajaran seperti yang kami alami. Lebih lagi dengan perbedaan tahun ajaran di Brunei dan Indonesia. Selain harus mencari sekolah yang bisa menerima anak-anak di tengah tahun ajaran, kami juga harus mengurus surat penyetaraan ijazah serta surat penyaluran siswa sebagai syarat masuk sekolah baru.

Ini jauh berbeda dengan pengalaman kami saat memindahkan Cinta dari sekolah TKnya di Indonesia ke Kindergarten di Brunei. Saat survei sekolah, kepala sekolah hanya menanyakan kelas terakhir di Indonesia dan usia saat ini. Tanpa tes, Cinta langsung diterima masuk sekolah dengan berbekal dependant pass, paspor, akta kelahiran dan rapor terakhir. Teman-teman yang anaknya masuk Primary School pun mendapatkan kemudahan yang sama. Hanya beberapa kasus yang membutuhkan sekolah melakukan tes pada anak. Intinya menyekolahkan anak di Brunei itu mudah.

Sekolah di Brunei
Hari Pertama Tahun Ajaran 2019 di Brunei Darussalam

 

Hal ini karena Brunei menerapkan program wajib belajar sampai O Level (please correct me if I’m wrong). Semua anak yang berusia mulai 6 tahun harus masuk sekolah, kalau nggak sekolah ya orang tuanya kena sanksi. Jadi di Brunei nggak mengenal konsep homeschooling. Biaya sekolah swasta nasional di Brunei pun cukup terjangkau karena nggak ada pungutan untuk uang gedung atau uang pangkal dan uang kegiatan. Siswa cukup membayar SPP tiap bulan sebanyak 10x dalam satu tahun (bulan November dan Desember nggak perlu bayar uang sekolah).

Tapi ya, tiap negara punya kebijakannya masing-masing ya. Alhamdulillah selama 8 tahun ini kami dapat kesempatan menyekolahkan anak tanpa bayar uang gedung di tiap jenjang pendidikan dan tanpa bayar uang kegiatan tiap tahun dengan kualitas pendidikan yang cukup baik. Kini saatnya beradaptasi dengan sistem pendidikan di Indonesia dengan kelebihan dan kekurangannya.

Pindah Sekolah dari Luar Negeri

Seperti yang saya sebutkan di atas, pindah sekolah dari luar negeri itu nggak semudah membalikkan telapak tangan. Bagi kami para ibu, concern utama adalah mencari sekolah dulu. Seharusnya ini nggak sulit ya dan sebenarnya memang mudah jika anak masuk di awal tahun ajaran baru. Sayangnya, tahun ajaran sekolah di Brunei (seperti halnya Malaysia dan Singapura) yang dimulai pada bulan Januari, berbeda dengan Indonesia yang mulai pada bulan Juli. Sehingga agak bingung juga menempatkan Cinta yang November lalu baru lulus Primary School (SD).

Mau ngulang kelas 6 kan ya kasian kalau dia harus ikut UN (dan berdasarkan pengalaman teman-teman yang sudah pindah sebelum saya, nggak banyak sekolah yang mau menerima murid pindahan dari luar negeri di kelas 6, kelas 9 dan kelas 12). Mau langsung masuk kelas 7 kok ya sudah semester 2. Nanti takut dia nggak bisa ngejar ketinggalan. Pokoknya selain pusing packing, mamak ini juga pusing mikirin sekolah anak.

Nah, karena belum dapat sekolah, berbekal informasi dari teman-teman yang sudah berpengalaman dan hasil pencarian di internet, kami memutuskan untuk mengurus surat-surat yang diperlukan sebagai syarat pindah sekolah dari luar negeri. Untuk kakak Cinta yang sudah lulus Primary School, kami harus mengurus Surat Keterangan Penyetaraan Ijazah dan Surat Penyaluran Siswa. Sedangkan untuk Keenan yang baru menyelesaikan kelas 1, cukup mengurus Surat Penyaluran Siswa.

Semua prosedur pindah sekolah dari luar negeri ini sebenarnya lengkap tertulis di situs Indonesia.go.id. Prosesnya juga gampang kok, kita bisa apply secara online ke E-Layanan Dikdasmen untuk siswa SD – SMA. Sedangkan untuk penyetaraan ijazah kuliah dan konversi nilai IPK bisa dilakukan di situs Ristekdikti.

Dokumen yang Harus Dimiliki Sebelum Pindah

Sebelum kembali ke Indonesia, pastikan kita mengurus beberapa surat ini dulu di sekolah asal dan KBRI atau Perwakilan RI negara tempat kita tinggal:

  1. Rapor terakhir (untuk penyetaraan ijazah diperlukan nilai rapor 3 tahun terakhir).
  2. Surat berhenti sekolah (leaving certificate) dari sekolah asal.
  3. Surat penyetaraan atau keterangan dari KBRI/Perwakilan RI yang menyatakan bahwa siswa tersebut sudah menyelesaikan pendidikan tingkat (X) yang setara dengan pendidikan tingkat (X) di Indonesia.

Untuk mendapatkan surat penyetaraan pada poin 3 di KBRI Bandar Seri Begawan, kita harus menyiapkan:

  1. Salinan Surat berhenti sekolah (leaving certificate) dari sekolah asal.
  2. Salinan Paspor anak
  3. Salinan Paspor orang tua
  4. Salinan Kartu identitas negara setempat orang tua
  5. Salinan KTP

Dokumen ini dapat kita peroleh dalam 3-4 hari kerja setelah berkas masuk ke KBRI. Tapi sebelum ambil lebih baik telepon dulu ya, daripada jauh-jauh datang eh ternyata belum selesai dokumennya. Oya, kalau di KBRI Bandar Seri Begawan, bagian yang mengurus Surat Penyetaraan ini adalah Fungsi Sosial Budaya. Jadi kalau ke KBRI masuknya ke kantor kedutaan, yang sebelah kiri pos satpam. Bukan ke bagian layanan Kekonsuleran tempat kita biasa bikin paspor itu.

E-Layanan Disdakmen
Situs E-Layanan Disdakmen

Nah, setelah kembali ke Indonesia, langkah berikutnya adalah mendaftar layanan Perizinan Siswa di E-Layanan Dikdasmen.

Penyetaraan Ijazah

Kalau anak sudah lulus jenjang pendidikan tertentu (SD, SMP, SMA) maka kita perlu membuat surat keterangan penyetaraan ijazah agar ijazah tersebut diakui dan dapat digunakan saat diperlukan mengurus dokumen-dokumen lain seperti daftar ke jenjang pendidikan lebih tinggi, mendaftarkan pernikahan, dll.

Layanan Penyetaraan Ijazah (PI) adalah layanan penilaian kesetaraan terhadap dokumen hasil belajar (ijazah/diploma/sertifikat/transkrip nilai/rapor) yang dikeluarkan oleh lembaga penyelenggara pendidikan luar negeri/dalam negeri yang tidak menganut kurikulum pendidikan nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. – Indonesia.go.id

Caranya gampang kok. Tinggal mengisi formulir permohonan (data pribadi siswa dan asal sekolah) dan mengunggah softfile dokumen-dokumen yang diperlukan sebagai berikut:

  1. Foto
  2. Paspor
  3. Surat Keterangan dari KBRI/Perwakilan RI dari negara setempat
  4. Ijazah
  5. Transrip nilai
  6. Struktur kurikulum sekolah asal
  7. Akta kelahiran
  8. Rapor 3 tahun terakhir

Baca juga: Mengurus Akta Kelahiran Anak WNI yang Lahir di Luar Negeri

Setelah itu kita cetak bukti permohonan dan  menunggu berkas kita diverifikasi dan disetujui. Semua proses ini bisa kita pantau di situs E-Layanan Disdakmen, dan dalam 5 hari kerja sudah selesai Cetak SK. Lalu, kita bisa melanjutkan proses permohonan Penyaluran Siswa.

Penyetaraan Ijazah SD

Oya, untuk layanan penyetaraan ijazah ini kita hanya akan menerima Surat Keterangan dari Kemdikbud Disdakmen yang menyatakan bahwa si anak telah menyelesaikan pendidikan kelas (X) di Negara (X). Sehingga yang bersangkutan dinilai memiliki pengetahuan setara tamat (SD/SMP/SMA) di Indonesia. Jadi bukan ijazah, ya. Kalau ada yang membutuhkan ijazah anak, maka kita bisa memberikan salinan ijazah dari sekolah asal dan surat penyetaraan ijazah ini.

Penyaluran Siswa

Permohonan penyaluran siswa ini wajib dilakukan oleh semua siswa pindahan, termasuk yang masih SD dan belum punya ijazah. Tujuannya agar anak kita dimasukkan ke tingkat pendidikan yang sesuai di kurikulum nasional. Nah, untuk itu kami mengajukan dua permohonan penyaluran siswa, untuk si kakak dan Keenan.

Layanan Penyaluran Siswa (PS) adalah layanan penilaian untuk penyaluran siswa yang belajar di luar negeri atau yang belajar di luar kurikulum nasional Indonesia dan akan mengikuti kurikulum nasional. – Indonesia.go.id

Seperti layanan Penyetaraan Ijazah, permohonan penyaluran siswa juga dilakukan secara online melalui situs E-Layanan Disdakmen. Kita tinggal mengisi formulir permohonan dan mengunggah berkas-berkas sebagai berikut:

  1. Paspor.
  2. Akta Kelahiran (kalau kelahiran luar negeri bisa mengunggah akta kelahiran dari negara asal dan surat keterangan kelahiran dari KBRI).
  3. Surat keterangan pindah dari sekolah asal atau sekolah sebelumnya.
  4. Transkrip Nilai/ Rapor kelas terakhir.

Lalu cetak bukti permohonan dan tunggu sampai berkas selesai diverifikasi dan disetujui. Lamanya pelayanan kira-kira 5-7 hari kerja setelah berkas dinyatakan lengkap. Seperti pelayanan penyetaraan ijazah, proses layanan penyaluran siswa ini bisa kita pantau lewat situs E-Layanan Disdakmen.

Cetak Surat Keterangan

Setelah status sampai ke Cetak SK, kita bisa telepon ke 021-5725612 untuk memastikan kapan dokumen-dokumen tersebut bisa kita ambil. Lalu pada tanggal yang ditentukan, dengan membawa bukti permohonan dan dokumen-dokumen asli dari berkas yang kita unggah, langsung datang ke:

Bagian Hukum, Tatalaksana dan Kerja Sama
Gedung E, Lantai 14, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta

Berdasarkan pengalaman kami ke sana kemarin sih dokumen asli nggak diperiksa, tapi nggak ada salahnya bawa aja. Prosesnya juga cepat kok dan semua tidak dipungut biaya ya alias gratis. Di sana kami hanya diminta menyerahkan bukti permohonan, lalu petugas menyerahkan surat keterangan penyetaraan ijazah dan surat penyaluran siswa. Kemudian kami diminta untuk membuat beberapa lembar salinan surat-surat tersebut di sekretariat yang ada di lantai yang sama (yang ini bayar biaya fotokopi). Setelah itu, satu lembar salinan diberikan ke petugas dan sisanya mereka legalisir. Nggak sampai 15 menit kami di kantor Kemdikbud. Alhamdulillah.

Untuk pengambilan dokumen ini bisa diwakilkan kok, tentu dengan membawa bukti permohonan dan dokumen asli ya. Jadi yang tidak tinggal di Jakarta bisa minta tolong keluarga atau sahabat yang tinggal di sana. Kalau kami sih memang sengaja ingin ambil sendiri sekalian jalan-jalan akhir tahun ke Jakarta hehehe.

Pindah Sekolah dari Luar Negeri
Surat Penyaluran Siswa dan Surat Keterangan Penyetaraan Ijazah

Surat penyetaraan ijazah dan surat penyaluran siswa ini kemudian kita berikan kepada sekolah baru untuk mendapatkan NISN atau Nomor Induk Siswa Nasional. NISN ini biasanya diurus sama sekolah, jadi kita nggak perlu ngurus sendiri kecuali ada kondisi khusus.

Ada beberapa sekolah yang meminta surat penyetaraan ijazah dan surat penyaluran siswa ini sebagai syarat pendaftaran sekolah. Namun ada juga yang saat pendaftaran cukup menunjukkan leaving certificate dari sekolah asal dan surat keterangan dari KBRI, dan memberi kesempatan kepada orang tua untuk mengurus penyetaraan ijazah dan penyaluran siswa setelah anak mulai belajar di sekolah.

Sekolah Baru! Bismillah.

Alhamdulillah, saat ini Cinta bisa masuk ke kelas 7 semester 2 di sebuah sekolah swasta nasional di Sidoarjo. Namun, sebelum sekolah dimulai, kepala sekolah memberikan penjelasan bahwa nanti mereka akan memberikan tes untuk mengisi nilai semester 1 kelas 7 yang belum dimiliki Cinta. Wellwe think it’s fair enough lah ya. Daripada anaknya nganggur 6 bulan menunggu tahun ajaran baru di bulan Juli untuk bisa masuk kelas 7.

Pindah Sekolah dari Luar Negeri
Hari Pertama Jadi Anak Sekolah di Indonesia

Sedangkan Keenan kami putuskan untuk masuk kelas 1 semester 2 di sekolah yang sama dengan kakaknya. Karena meskipun di Brunei dia sudah selesai kelas 1, menurut kami umurnya masih terlalu muda untuk masuk kelas 2 semester 2. Toh, bulan Maret nanti dia baru akan 7 tahun. Jadi dia punya banyak kesempatan untuk beradaptasi di sekolah baru.

Harapan kami, semoga anak-anak bisa beradaptasi dengan sistem pendidikan yang baru dan bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Semoga mereka juga bisa bersenang-senang di sekolah dan mendapatkan pengalaman dan teman-teman baru di Indonesia. Aamiin.

Untuk teman-teman yang putra-putrinya sedang dalam proses pindah sekolah dari luar negeri ke Indonesia, saya doakan semua urusannya lancar. Semoga anak-anak mendapat sekolah yang bagus dan cepat beradaptasi dengan lingkungan baru. Jangan lupa untuk tetap mendampingi mereka melalui fase-fase ini, karena reverse culture shock can be harder. Semangaaat.

Baca juga: Mempersiapkan Anak Pindah Tempat Tinggal Baru

 

 

 

 

 

Mudahnya Bertransaksi dengan QR Standar

QR Standar

“Mbak, nanti bayar pakai OVO aja. Lagi ada cashback,” ujar adik saya saat kami sedang makan bersama keluarga di sebuah restoran.

“Hah? Susah nggak bayar pakai OVO?” tanya saya.

“Enggak. Mbak sudah ada aplikasi OVO kan di hape? Ada saldonya?” dia balik bertanya.

“Sudah sih. Ada saldonya kok, tadi baru diisi,” jawab saya.

“Nah, nanti tinggal bawa hapenya aja ke kasir, Mbak. Trus scan QR codenya. Setelah itu saldo kita akan terpotong sejumlah tagihan,” jelasnya.

“Oh, oke.”

Kejadian setahun yang lalu itu masih saya ingat dengan baik karena itulah kali pertama saya melakukan transaksi dengan menggunakan QR Code. Sempat bingung juga saat melakukannya, tapi alhamdulillah kasirnya membantu saya melakukan pembayaran dengan sabar sampai akhirnya transaksi sukses dilakukan. Sejak itu, hampir setiap kali belanja saya menggunakan pembayaran digital, baik itu melalui OVO atau GoPay, tergantung apa yang disediakan oleh pedagang.

Kalau awalnya saya menggunakan pembayaran digital karena ingin mendapatkan cashback atau poin dari OVO atau GoPay, belakangan ini saya memilih sistem tersebut karena lebih praktis. Apalagi karena saya menggunakan fasilitas m-banking, mengisi saldo di akun e-money saya pun sangat mudah.

Tapi, apa sih QR Code itu?

QR Code Payment

Quick Response Code Payment adalah metode pembayaran tanpa uang tunai dengan memindai atau scanning kode yang berwujud 2 dimensi.

QR Standar

Metode pembayaran ini mulai marak digunakan sejak adanya start up Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) seperti OVO. Dengan iming-iming cashback atau diskon, banyak orang akhirnya beralih dari menggunakan uang tunai atau kartu ke QR Code Payment.

Namun, selain cashback dan diskon, ada kelebihan lain sistem pembayaran dengan menggunakan QR Code ini, yaitu:

Kelebihan QR Code Payment

Lebih Mudah Digunakan

QR Code Payment lebih mudah digunakan daripada sistem pembayaran lain. Hanya dengan memindai atau scan kode yang disediakan oleh merchant menggunakan aplikasi pembayaran digital dalam telepon selular kita, pembayaran bisa dilakukan. Kita tidak lagi direpotkan dengan membawa uang tunai atau mengeluarkan kartu debit atau kartu kredit dari dompet.

Lebih Responsif

Kode quick response lebih mudah dikenali oleh smartphone. Meski beberapa bagian kode misalnya ada yang rusak, QR Code masih dapat diterjemahkan dengan baik oleh smartphone saat discanning.

Cocok Untuk Pengejar Kemudahan dengan Smartphone

Saat ini yang namanya smartphone hampir tidak pernah lepas dari genggaman. Bahkan banyak orang yang merasa lebih baik tidak membawa dompet daripada tidak membawa ponsel. Maka sistem pembayaran digital seperti OVO ini cocok sekali bagi pengguna smartphone yang ingin serba praktis. Mulai dari transaksi perbankan sampai pembayaran bisa dilakukan dengan aplikasi di telepon genggam.

Namun, kadang sebagai pengguna jasa layanan pembayaran digital, kita harus memiliki lebih dari satu aplikasi karena tidak semua merchant menyediakan OVO misalnya. Kadang pedagang hanya menyediakan QR Code dari GoPay atau Dana atau aplikasi lain karena masing-masing Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran memiliki model QR Code yang berbeda.

QR Code Indonesia Standard (QRIS)

Untuk semakin memudahkan pedagang dan pengguna uang elektronik dan mendukung perkembangan ekonomi digital, Bank Indonesia (BI) meluncurkan sistem Quick Response Indonesia Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital bagi seluruh masyarakat Indonesia. #transaksilancarpakaiQRStandar

Standarisasi QR Code ini berfungsi agar penjual bisa menggunakan 1 QR Code untuk semua penyelenggara jasa sistem pembayaran. Sehingga pelanggan dapat menggunakan dompet elektronik mana saja yang kita miliki untuk melakukan pembayaran di merchant. Saat ini PJPS yang sudah terkoneksi dengan sistem QRIS adalah Link Aja, Gopay, OVO, Dana dan lainnya.

QR Code Payment

Sistem yang akan efektif berlaku dalam skala nasional pada 1 Januari 2020 ini bertujuan untuk #gairahkanekonomi, mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Melalui sistem QRIS yang disusun oleh BI dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dengan menggunakan standar internasional EMV Co. ini, pembayaran digital menjadi lebih mudah dan dapat diawasi oleh BI sebagai regulator dari satu pintu.

Jadi nantinya sebagai pelanggan kita bisa lebih gampang melakukan pembayaran di merchant mana saja, termasuk tempat permainan anak dengan sistem QR Standar ini. Tapi jangan jadi boros ya, tetap harus bijaksana dalam mengelola keuangan.

Selain memudahkan kita sebagai konsumen, harapannya implementasi QRIS ini bisa membantu para pedagang khususnya pedagang kecil dan pelaku UMKM untuk memajukan usahanya. Sehingga ekonomi Indonesia semakin baik di tahun-tahun akan datang. #majukanekonomiyuk

Nah, untuk memperkenalkan QRIS, Bank Indonesia menyelenggarakan Festival Edukasi Bank Indonesia (Feskabi) dengan tema “QRIS (QR Code Indonesia Standard): Pembayaran Digital Ala Milenial.

FESKABI 2019

Feskabi atau yang dahulu dikenal dengan nama BI Goes to Campus adalah acara tahunan yang digelar oleh BI secara rutin sejak tahun 2013. Event ini bertujuan menyosialisasikan dan mengedukasi generasi milenial, khususnya mahasiswa sebagai digital talent di berbagai kota Indonesia, akan fungsi, tugas dan kebijakan terkini Bank Indonesia.

feskabi 2019

#feskabi2019 dimulai pada tanggal 26 September sampai 20 November 2019 bersamaan dengan penyelenggaraan Bank Indonesia Blog and Video Competition yang bertema:

  1. Transaksi lancar pakai QR Standar!
  2. Usaha lancar #pakaiQRStandar !
  3. QR Standar pembayaran digital ala milenial.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bekerjasama dengan PT. Media Televisi Indonesia ini terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang bertempat tinggal di wilayah Republik Indonesia. Dengan total hadiah Rp 200.000.000,-, kompetisi ini diharapkan dapat membantu sosialisasi QR Standar sebagai alat pembayaran digital ala milenial.

Teman-teman tertarik mengikuti kompetisinya? Langsung saja kunjungi situs https://site.medcom.id/feskabi/competition/blog. Blogpost ini juga ditulis dalam rangka ikut serta meramaikan kompetisi tersebut, lho. Yuk, berlomba bersama saya.

 

Panduan Menghadiri Resepsi Pernikahan Adat Melayu di Brunei

pernikahan adat melayu

Bagi foreigner seperti saya, menghadiri acara pernikahan di negara orang bisa membuat bingung. Meski sudah 8 tahun tinggal di Brunei, bisa dibilang jarang sekali kami mendapat undangan pernikahan. Seingat saya, sampai saat ini baru 5 kali diundang ke Majlis Pernikahan Adat Melayu di Brunei. Plus suami 1 kali menghadiri Chinese Wedding. Kenapa dibedakan begitu? Karena kelompok etnis di Brunei ini terdiri dari 3 besar suku, yaitu Melayu, China dan (Dayak) Iban dengan adatnya masing-masing.

Tidak seperti pesta pernikahan di Indonesia yang biasanya megah dengan aneka hiburan dan aneka makanan yang berlimpah, majlis pernikahan adat melayu atau yang biasa disebut Majlis Bersanding (Resepsi) relatif lebih sederhana. Namun, bukan berarti menjadi tidak istimewa.

Pernikahan Adat Melayu di Brunei terdiri dari banyak upacara, yang biasanya dilakukan selama 2 minggu. Secara tradisional, ritualnya adalah sebagai berikut:

  1. Mengagai atau Berjarum-jarum
  2. Menghantar Tanda Pertunang
  3. Menghantar Berian
  4. Berbedak Mandi
  5. Akad Nikah
  6. Malam Berbedak
  7. Malam Berinai/Berpacar atau Pengganggunan
  8. Majlis Bersanding
  9. Majlis Ambil-Ambilan
  10. Muleh Tiga Hari

(Sumber: Wikipedia dan Brideculture)

Namun, konon saat ini banyak pengantin modern dan keluarganya yang hanya melaksanakan beberapa upacara saja, bahkan ada yang cukup dengan Akad Nikah dan Majlis Bersanding.

Malay Wedding

Nah, akhir pekan kemarin, salah satu teman kami sesama orang Indonesia yang tinggal di Kuala Belait (KB), Brunei Darussalam menikahkan anak gadisnya dengan pemuda Brunei dan mengundang komunitas keluarga Indonesia di KB dan Seria untuk merayakan pernikahan mereka. Meski sebelumnya pernah menghadiri Brunei Malay Wedding, saya masih suka bingung tentang apa yang harus dilakukan di tempat pesta. Secara ini di negara orang gitu lho, kalau sampai salah bersikap kan bisa bikin malu ya.

Akhirnya saya dan seorang sahabat berkonsultasi dengan sahabat kami yang lebih senior dan lebih paham urusan tata cara menghadiri pesta pernikahan di Brunei, khususnya pernikahan cara Melayu. Dan inilah panduan yang kami peroleh.

Panduan Menghadiri Majlis Pernikahan Adat Melayu di Brunei

BUSANA

Di Brunei sini orang Melayu biasanya beragama Islam, jarang sekali menemukan Melayu non Muslim. Jadi saat menghadiri majlis seperti ini tamu biasanya diharapkan berpakaian sopan. Bagi orang Brunei Melayu, umumnya yang perempuan mengenakan Baju Kurung dan yang laki-laki mengenakan Baju Cara Melayu.

Baju Kurung dan Baju Cara Melayu Anak

Oya, budaya sarimbit alias mengenakan busana senada dengan pasangan atau keluarga juga ada di sini lho. Banyak sekali suami istri yang mengenakan baju kurung dan baju cara melayu senada sekaligus dengan anak-anaknya. Kadang ada yang senada warnanya aja dan ada yang benar-benar kembaran warna kain sampai motif sinjang. Bagus-bagus deh. Senang hati ini melihat parade baju kurung dan baju cara melayu.

Tapi ini nggak wajib ya. Kalau nggak punya baju kurung atau baju cara Melayu boleh pakai baju yang sopan, seperti batik, kaftan, gamis, dress, celana panjang kain, dll. Tidak harus tertutup dari atas kepala sampai kaki kok, minimal untuk perempuan ya pakai baju dengan panjang di bawah lutut dan jangan pakai baju tanpa lengan. Seperti yang kami kenakan ini misalnya. Ada yang pakai baju kurung (saya, sementara suami pakai batik, nggak matching sama sekali hahaha), ada yang pakai gamis (atau jubah disebutnya di Brunei), ada yang pakai tunik dan rok bermotif tenun Asmat, ada yang pakai celana juga. Sekali lagi yang penting sopan yaaa. Biar cuma datang ke acara pernikahan juga tetap aja kita membawa nama negara ya, kan.

Ibu Indonesia di Brunei Darussalam
Jangan remehkan emak-emak berdaster, karena kalau mereka dandan kelar lo semua!

Baca juga: Tips Hunting Kain Seragam Pernikahan di Jembatan Merah Plaza

WAKTU KEHADIRAN

Dalam undangan biasanya tertulis lengkap itinerary atau jadwal acara, mulai dari kedatangan tamu sampai pukul berapa acara di mulai. Untuk pernikahan Melayu yang umumnya diadakan siang hari, tamu diharapkan hadir mulai pukul 11.00 – 12.00. Setelah itu, baru rangkaian acara dimulai. Ketepatan waktu ini sangat penting karena acara setelah itu nggak bisa diprediksi apakah cepat atau lama. Bisa-bisa kalau telat, kita nggak bisa lihat prosesi bersandingnya pengantin atau malah kehabisan makanan. Jadi kalau diundang ke Majlis Bersanding datanglah tepat waktu ya.

MASUK KE AREA MAJLIS

Penting untuk kita tahu yang mengundang kita dari pihak pengantin laki-laki atau perempuan. Karena saat masuk tempat majlis, kita akan mendapat pertanyaan, “Jemputan (undangan) pengantin perempuan atau laki-laki?” dari penerima tamu.

Kenapa?

Karena tempat duduk tamu dari pihak pengantin perempuan ditempatkan di bagian yang berbeda dengan tamu dari pihak pengantin laki-laki.

Pernikahan Adat Melayu

Setelah itu, penerima tamu akan mengarahkan di bagian mana kita bisa duduk. Kalau pergi bareng suami atau kerabat atau teman laki-laki jangan harap bisa duduk bareng ya, karena tempat duduk perempuan dan laki-laki dipisah. Tapi tenang, di Brunei nggak pakai sekat pemisah kok, hanya dipisah kanan dan kiri atau laki-laki di bagian depan ruangan, sedangkan yang perempuan di bagian belakang. Jadi masih bisa ngintip-ngintip ke sisi sebelah kalau perlu.

Bahkan, kalau misalnya di sisi perempuan penuh namun masih ada yang baru datang, akan diarahkan ke meja kosong di sisi tamu laki-laki. Yang jelas laki-laki dan perempuan nggak boleh duduk barengan di satu meja, meski suami istri sekalipun.

Oya, ketika disambut oleh penerima tamu, ada yang meminta kita menulis daftar hadir dan ada yang tidak. Tapi yang jelas tidak perlu mencari kotak tempat memasukkan amplop berisi uang atau hadiah ya. Karena umumnya memang tidak disediakan. Jadi setelah mengisi daftar tamu dan menerima suvenir, langsung aja ikuti penerima tamu yang akan menunjukkan tempat duduk kita.

ACARA

Begitu mendapat tempat duduk, silakan bergaul dengan teman di sebelah kanan dan kiri. Agak canggung memang kalau kita nggak kenal siapa-siapa di acara tersebut. Makanya kadang kalau yang diundang suami aja istri jarang ikut dan sebaliknya. Cuma kalau suami saya sih tiap ada jemputan Majlis Bersanding selalu ngajak saya meski saya nggak kenal sama yang punya acara. Jadinya ya main hape deh daripada bengong atau duduk manis mengikuti prosesi acara.

Untungnya acara resepsi adat Melayu di Brunei ini cenderung singkat dan sederhana. Baik yang diadakan di gedung maupun di rumah. Yah, setidaknya begitulah yang pernah saya hadiri. Seperti yang ada di foto ini:

Pernikahan Adat Melayu

Jadi kalaupun bengong ya nggak lama-lama amat. Begitu selesai makan langsung deh nelpon suami ngajak pulang hahaha. Minusnya jadi nggak bisa datang terlambat. Karena kalau kita masuk saat acara dimulai otomatis banyak mata memandang kan ya. Jadi makin canggung deh hehehe.

Berziarah

Berziarah di sini tidak sama artinya dengan di Indonesia yang berarti mendatangi tempat pemakaman atau tempat keramat. Berziarah dalam bahasa Melayu berarti mengunjungi atau pergi ke suatu tempat atau pergi melawat. Dalam konteks acara majlis bersanding, prosesi berziarah adalah ketika pihak keluarga (dipimpin ibu/bapak mempelai) mendatangi tamu-tamu yang datang dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tamu.

Inilah salah satu alasan kenapa tetamu dari pengantin laki-laki dipisah dengan tamu-tamu dari pengantin perempuan. Jadi, ibu dan kerabat perempuan dari pengantin perempuan akan mendatangi tamu-tamu perempuan yang mereka undang. Begitu pula dengan ayah dan kerabat laki-laki dari pengantin perempuan akan berziarah ke meja tetamu laki-laki. Hal ini juga dilakukan oleh ibu/bapak dan kerabat dari pengantin laki-laki kepada tetamu jemputannya.

Majlis Bersanding

Setelah kedua orang tua pengantin selesai berziarah, giliran wakil dari keluarga pengantin memberikan sepatah dua patah kata menyambut para tamu dan bercerita tentang pengantin berdua. Biasanya ini nggak terlalu lama, paling 10-15 menit lah. Setelah itu masuk ke prosesi Majlis Bersanding.

Prosesi ini bisa berbeda di masing-masing keluarga, tergantung apakah mereka menggunakan upacara adat (macam di Jawa yang pakai lempar telur, cuci kaki, suap-suapan nasi kuning, dll) atau tidak. Tapi di semua acara majlis bersanding yang saya amati nggak ada yang pakai upacara adat jadi belum pernah liat adat tradisional bersanding ala Melayu Brunei huhuhu.

Prosesi Majlis Bersanding yang saya hadiri selama ini adalah ketika pasangan pengantin memasuki tempat resepsi diiringi oleh orang tua dan kerabat lalu duduk di pelaminan. Biasanya yang duduk di pelaminan hanyalah pasangan pengantin, sementara orang tua akan duduk bersama keluarga di meja prasmanan.

MENIKMATI JAMUAN

Seusai pengantin berdua duduk di pelaminan, keluarga dan tetamu akan mendoakan pengantin dipandu seorang Ustadz atau pihak keluarga yang dituakan. Dan kemudian tamu akan dipersilakan menikmati jamuan yang sudah dihidangkan di meja masing-masing.

View this post on Instagram

Sanding | 04.08.19 | 1200pax | ICC Hall

A post shared by HYS Tindulang (@hystindulang) on

Rata-rata hidangan ini terdiri dari nasi putih, 2 sampai 3 macam lauk, sayur, buah dan kue-kue. Minumannya air mineral, minuman bersoda atau sirup. Semua ini disajikan secara prasmanan di meja tempat kita duduk. Kita bisa mengambilnya sendiri sesuai dengan kemampuan kita makan. Usahakan jangan ambil terlalu banyak ya, selain harus berbagi dengan tamu yang lain, sayang banget kan kalau sampai makanan yang kita ambil bersisa.  Mending ambil secukupnya saja lah, Kalau kurang baru nambah lagi. Toh mejanya juga nggak jauh dari tempat duduk kita.

Begitu selesai makan, pihak keluarga pengantin akan memberi tahu bahwa seluruh rangkaian acara sudah selesai. Para tetamu akan dipersilakan berfoto bersama mempelai atau boleh meninggalkan ruangan.

HADIAH

“Trus gimana kita ngasih angpawnya?”

“Harus angpaw atau boleh ngasih hadiah?”

Pertanyaan ini benar-benar mengganggu saya saat pertama kali datang ke jemputan pernikahan. Saking bingungnya karena nggak ada kotak angpaw, akhirnya saya nggak ngasih sama sekali hihihi. Untungnya, pesta pertama yang saya hadiri waktu itu adalah pernikahan teman kantornya suami, dan teman-teman sekantornya sudah patungan untuk membelikan si pengantin baru peralatan rumah tangga. Jadi saya nggak terlalu merasa bersalah.

Baru di jemputan ketiga saya tahu kalau amplop berisi uang itu diberikan kepada ibu/bapak mempelai ketika mereka berziarah ke tempat kita duduk. Cara ngasihnya ya model salam tempel gitu. Saat kita salaman dan cipika cipiki dengan ibu dan kerabat mempelai, saat itu juga kita selipkan amplop ke tangan beliau. Kalau kita datang dengan suami, boleh masing-masing ngasih (suami ngasih ke bapaknya mempelai), boleh juga cuma salah satu aja.

Malah ada teman yang bilang kalau ngasih angpaw di acara pernikahan adat Melayu ini nggak wajib. Mostly mereka memang mengadakan pesta sebagai bentuk rasa syukur atas pernikahan ini. Sehingga nggak terlalu mengharap dapat hadiah dari tamu, apalagi kalau yang ngadain pesta orang kaya.

Tapi sepantasnya menghadiri undangan pesta, ya sebaiknya kita memberi hadiah. Tidak harus berupa uang kok, hadiah berupa benda juga boleh. Cuma agak repot ya kalau misalnya kita bawa misalnya bungkusan berisi sprei gitu trus dikasih ke ibu mempelai saat beliau berziarah ke meja kita. Jadi kalau kita membawa hadiah berupa barang bisa langsung dititipkan ke penerima tamu saat kita masuk ke ruangan majlis.

Begitulah sedikit panduan menghadiri Jemputan Majlis Bersanding di Brunei. Kalau teman-teman ada yang lebih paham tentang acara ini dan menemukan hal-hal yang perlu ditambahkan atau mungkin tidak tepat dari artikel ini, silakan tinggalkan pesan di kolom komentar atau hubungi saya via email.

Oya, sharing yuk pengalaman menghadiri pesta pernikahan yang paling menarik.

Credit image: Image by Janislylove from Pixabay

 

6 Manfaat Minum Jus Seledri Tiap Hari

Manfaat Minum Jus Seledri

Daun seledri umumnya dikenal ibu-ibu sebagai penyedap rasa masakan, sup biasanya ya. Tapi, sejak tinggal di Brunei, saya melihat cara lain mengonsumsi seledri. Biasanya nih, anak-anak bule suka bawa bekal sekolah batang seledri yang dicocol dengan salad dressing atau keju dan dimakan sebagai camilan. Dan setelah saya coba ya cukup enak juga. Ternyata seledri ini bisa dimakan dengan berbagai cara dan sangat bermanfaat bagi tubuh. Termasuk diolah menjadi jus. Ada yang pernah mencoba?

Nah, saya baru tahu kalau jus daun seledri ini sekarang sedang menjadi tren sebagai makanan diet karena memiliki kandungan serat serta kalori rendah yang bisa mengembalikan bentuk ideal tubuh. Tidak cuma itu, ternyata ada beragam manfaat minum jus seledri setiap hari lainnya yang bisa kita rasakan.

cekaja.com, manfaat minum jus seledri

Bukan hanya kaya serat dan rendah kalori, seledri juga memiliki kandungan vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Mau tahu apa saja manfaat lainnya yang bisa kita rasakan jika minum jus seledri setiap hari? Yuk intip ulasannya:

6 Manfaat Minum Jus Seledri Tiap Hari

1. Menurunkan Berat Badan

Karena mengandung kalori yang rendah, daun seledri bisa kita konsumsi setiap hari tanpa harus menghitung jumlah kalori hariannya. Seledri juga bisa membuat perut terasa lebih cepat kenyang dan tenang. Sehingga, sayuran ini sangat cocok untuk kita yang sedang diet atau setidaknya berusaha untuk diet, seperti saya.

2. Melancarkan Pencernaan

Tidak hanya untuk menurunkan berat badan, seledri juga sangat baik untuk kesehatan saluran pencernaan kita, lho. Kandungan serat yang bagus dalam seledri, bisa melancarkan pencernaan. Tahu kan kalau tubuh kurang mendapatkan asupan serat, maka pencernaan kita bisa melambat, akibatnya kita bisa mengalami gangguan pencernaan seperti sembelit atau sindrom iritasi usus.

Kandungan serat dalam seledri terdiri dari dua jenis yakni serat larut dan tidak larut. Kedua serat tersebut tidak dicerna langsung oleh tubuh. Serat larut akan membentuk zat berupa gel penambah kotoran ke feses dan bisa membantu feses lebih mudah dikeluarkan.

Sedangkan serat yang tidak larut akan memberi makan bakteri baik sehingga usus dapat mencerna makanan dengan baik. Kandungan phytochemical dalam seledri juga berfungsi membantu penyerapan nutrisi dalam tubuh.

3. Turunkan kolestrol

Seperti yang kita tahu, tubuh yang memiliki kolesterol tinggi bisa berisiko terserang berbagai penyakit mematikan. Nah, kolesterol jahat yang bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia ini, juga bisa diturunkan dengan mengonsumsi jus seledri secara rutin setiap hari. Bahkan menurut para ilmuwan, jika kita makan empat tangkai seledri per hari dapat mengurangi kolesterol buruk.

Manfaat Jus Seledri

4. Mengurangi Peradangan

Manfaat selanjutnya dari sayur hijau ini adalah untuk mengurangi peradangan atau pembengkakan. Memiliki setidaknya 12 jenis antioksidan, seledri dipercaya ampuh kurangi peradangan dan rasa sakit. Jadi kalau kita punya riwayat nyeri sendi, seledri bisa menjadi salah satu solusi nih.

Tidak hanya radang sendi, seledri juga bagus untuk meningkatkan fungsi organ tubuh dan menjaga kesehatan kulit agar terlihat muda.

5. Mencegah atau Mengobati Batu Ginjal

Karena mengandung banyak air, seledri juga ternyata bisa mencegah dan mengobati penyakit batu ginjal. Kita bisa konsumsi seledri atau minum jus seledri setiap hari untuk mencegah dehidrasi dan membuat tubuh menjadi lebih mudah mengeluarkan kelebihan kalsium yang menjadi sebab utama batu ginjal. Tapi, tetap minum air putih yang banyak juga ya untuk mengeluarkan sisa-sisa hasil pencernaan melalui keringat, urin dan kotoran.

6. Obat jerawat paling manjur

Tidak hanya untuk kesehatan, celery juice juga bermanfaat menjaga kecantikan kulit dengan mengurangi tumbuhnya jerawat. Seledri biasanya diandalkan dalam menjaga fluktuasi hormon yang kerap memicu timbulnya jerawat.

Seledri juga mengandung anti-inflamasi yang berfungsi mengurangi masalah kram perut, lho. Jadi teman-teman Pojok Mungil yang sering mengalami kram perut saat menstruasi bisa nih coba mengonsumsi jus seledri selama beberapa hari menjelang haid.

Itulah beberapa beragam manfaat yang dapat kita peroleh dengan minum jus seledri setiap hari. Bahkan, minum jus seledri saat ini dijadikan ajang “challenge” yang cukup viral di media sosial. Saya sih belum bisa konsisten ya minum jus seledri setiap hari.

Tapi jika teman-teman mau ikut coba tantangan unik dan menyehatkan yang satu ini atau penasaran ingin mencoba rasa jus seledri, langsung aja cek resep jus seledri yang nggak kalah segarnya dengan jus sayur lainnya di: https://www.cekaja.com/info/tantangan-minum-jus-seledri-berani-coba/