Yang Alami Untuk Rambut Si Kecil: Pout Care

pout care, pout hair and body care, hair product for children

Mencari produk perawatan tubuh dan rambut untuk anak menurut saya bukan hal yang mudah. Kulit dan rambut anak yang masih sensitif seringkali membuat saya harus memeriksa dengan teliti kandungan apa saja yang ada dalam produk tersebut. Inginnya sih semua serba alami dan aman bagi anak.

Tadinya saya menggunakan salah satu produk dari sebuah merek ternama bagi anak-anak saya. Tapi, Cinta yang mulai memasuki masa pra remaja merasa nggak puas dengan sampo “bayi” tersebut sehingga sering memakai sampo saya atau papanya. Padahal produk perawatan rambut tersebut belum tentu aman baginya.

Sampai suatu hari seorang teman menyarankan saya menggunakan produk perawatan rambut dari Pout yang diklaim alami dan cocok untuk anak. Pucuk dicinta ulam tiba, saya mendapat satu paket berisi produk perawatan rambut buatan Australia ini. Mulai dari sampo, kondisioner, hair spray sampai hair wax untuk dicoba bersama anak-anak.

pout care, pout hair and body care, hair product for children

Jadi, selama sebulan ini, anak-anak menggunakan produk-produk dari Pout, and they we love it.

Keenan suka dengan karakter pada kemasan produk yang anak-anak banget (especially the Blueberry Potion yang menggambarkan karakter ksatria berkuda); kakak Cinta suka dengan wanginya yang lembut dan kemasannya yang nggak “bayi”; sedangkan saya suka sekali dengan hasilnya di rambut anak-anak.

Kemasan Pout sendiri benar-benar menyenangkan dilihat. Karakter putri, ksatria berkuda, peri, penyihir baik hati, ilmuwan dan bajak laut yang sedang menaiki carrousel atau komidi putar dengan warna warna cerah.

Bahan-bahannya juga aman bagi anak, bahkan yang memiliki kulit sensitif sekalipun, karena dibuat dari bahan alami berkualitas tinggi tanpa kandungan sulfat atau paraben. Rangkaian produk Pout juga dilengkapi dengan berbagai ekstrak bunga serta tanaman organik yang berasal dari Australia, seperti Alfalfa, Sage dan Rosemary untuk menutrisi dan menguatkan rambut anak-anak.

pout care, pout hair & body care, natural hair product for children

Favorit saya sejauh ini adalah pout Care Blueberry Potion Natural Shampoo. Wanginya lembut, nggak pedih di mata, dan membuat rambut terasa lembut dan mudah disisir.  Oya, produk sampo Pout ini waktu dibilas nggak meninggalkan kesan kesat di rambut, jadi kalau terbiasa dengan produk sampo di pasaran seperti saya, awalnya mengira sampo ini susah dibilas. Padahal sebaliknya. Dan kelembaban pada rambut setelah dibilas itu yang membuatnya mudah disisir. Bahkan untuk rambut tebal dengan helaian besar seperti rambutnya kakak Cinta.

Merawat rambutnya Cinta ini memang agak tricky. Helaiannya yang tebal tapi halus seringkali membuat rambut lurusnya sulit diatur dan mudah berantakan. Nah, untuk itu saya pakaikan pout Care Peaches and Cream Natural Detangler setiap habis keramas supaya mudah disisir. 

Hair detangler ini juga sering dipakai Cinta saat harus berangkat lagi sekolah Ugama di siang hari setelah sepagian tertutup kerudung supaya kulit kepalanya terasa segar. Produk ini mengandung minyak Argan yang bermanfaat menstimulasi pertumbuhan rambut dan mencegah ujung rambut pecah-pecah. 

Manfaat hair detangler ini juga tampak di rambutnya Keenan, lho. Setelah rutin memakai selama sebulan lebih, rambut Keenan jadi kelihatan lebih tebal. Selain itu, dia jadi gampang diajak menyisir rambut setelah mandi karena suka saat rambutnya disemprot pout Care Peaches and Cream Natural Detangler ini.

Setelah memakai detangler, biasanya saya menata rambut Keenan dengan pout Huckleberry Sorbet Natural Wax. Saya suka sekali produk ini karena membantu saya menata rambut Keenan dengan model-model lucu tanpa takut rambut bayinya rusak. Kandungan akar Burdoch organik, Rosemary dan ekstrak Yarrow berfungsi menguatkan dan mencegah kerusakan rambut. Pelembab yang terkandung di dalamnya membuat rambut mudah ditata. Biasanya sih, kalau nggak banyak dipegang, tatanan rambut yang menggunakan hair wax ini bisa tahan selama 4 jam. Cocok banget buat cowok-cowok kecil kita yang stylish, ya Ma.

pout hair and body care, pout care, natural hair product for children

Selain ketiga produk tersebut, anak-anak juga berkesempatan mencoba pout Care Strawbery Magic Natural Shampoo yang diperkaya dengan tumbuhan Sage, Comfrey dan Parsley organik yang berguna menguatkan rambut serta menstimulasi sirkulasi darah pada kulit kepala sehingga rambut kakak dan Keenan nampak lebih berkilau dan sehat. Dan untuk melengkapinya, kami juga sesekali menggunakan pout Green Apple Whoosh Hydrating Conditioner yang mengandung Alfalfa organik, Calendula dan ekstrak Elderflower untuk melindungi kulit kepala yang sensitif dan rambut dari lingkungan yang kurang sehat. Biasanya kondisioner ini kami pakai setelah berenang atau beraktivitas di pantai, sehingga rambut anak-anak yang terpapar klorin dan sinar matahari kembali lembut dan sehat.

Sementara ini produk-produk Pout baru dapat kita jumpai di beberapa toko di Singapura dan beberapa cube di Brunei. Tapi kita juga bisa beli online lewat websitenya: pout Hair & Body Care karena pout melayani pengiriman ke Singapura, Indonesia, Brunei, Malaysia, Filipina sampai Thailand. 

 

 

Inspirasi Hadiah Ulang Tahun Istimewa untuk Anak Perempuan

inspirasi hadiah ulang tahun untuk anak perempuan, birthday gift, matahari mall

Ulang tahun menjadi momen bahagia bagi sebagian besar orang, tak terkecuali untuk anak-anak. Sudah bisa dibayangkan betapa gembiranya anak-anak ketika mendapatkan hadiah di hari istimewanya. Selain mempertimbangkan harga hadiah yang akan diberikan, hadiah tersebut juga harus bermanfaat bagi anak-anak.

Sering bingung memilihkan hadiah ulang tahun untuk anak perempuan?

inspirasi hadiah ulang tahun untuk anak perempuan, birthday gift, matahari mall

Beberapa ide berikut ini tentu bisa menjadi inspirasi hadiah yang tepat bagi kita :

Perlengkapan Sekolah

Anak perempuan yang sudah memasuki usia sekolah pasti membutuhkan perlengkapan sekolah untuk menunjang aktivitasnya. Tas ransel, alat tulis, dan meja belajar mini tentu akan membuatnya makin bersemangat saat belajar. Jangan lupa memilihkan perlengkapan sekolah dengan tokoh kartun favoritnya agar anak-anak merasa terkejut ketika menerima hadiah yang ia sukai.

Tablet PC

Advan PC Tablet, Tablet PC, Advan, hadiah ulang tahun untuk anak perempuan

Karena anak-anak masa kini sudah mengenal internet, tablet PC juga bisa menjadi inspirasi hadiah yang tepat. Aneka koleksi tablet Advan di bawah 1 juta yang ada di MatahariMall memudahkan kita untuk memberikan hadiah. Jangan lupa mencermati spesifikasi tablet PC sebelum membelinya agar tablet PC tersebut sesuai dengan kebutuhan mobile anak-anak.

Sepeda Baru

Sepeda akan membuat anak-anak lebih aktif bermain di luar rumah. Jika jarak rumah dan sekolah berdekatan, sepeda juga membuat anak perempuan bisa berangkat sendiri ke sekolah. Ajarkan peraturan lalu lintas sederhana pada anak supaya anak bisa mengendarai sepeda barunya dengan baik saat berada di jalan.

Aneka Buku Cerita

Tak sekadar membuat anak terhibur, buku cerita juga melatih kemampuan anak dalam hal menyimak dan berimajinasi. Kumpulan dongeng nusantara atau fabel populer dunia tentu disukai oleh anak-anak. Ajak pula anak untuk merawat buku-bukunya dengan benar sehingga buku tersebut tahan lama dan tak mudah rusak.

Dekorasi Kamar Pribadi

girl bedroom, inspirasi hadiah ulang tahun untuk anak perempuan, birthday gift

Menata ulang kamar anak bisa menjadi hadiah yang istimewa dan tak terlupakan. Gunakan warna-warna favorit anak, lemari dan meja belajar, seta ranjang baru untuk membuat suasana kamar anak lebih istimewa. Selanjutnya, ajaklah anak untuk menjaga kebersihan kamar pribadinya dengan baik setiap hari.

 

Sumber foto:

Pixabay.com, MatahariMall.com, House.rarevancouver.com

5 Aktivitas Outdoor Yang Seru Untuk Balita

kids activity, outdoor, games, permainan seru untuk balita

Hari Kamis tanggal 17 Maret, sekolah Keenan mengadakan Sports Day untuk menandai berakhirnya kegiatan belajar mengajar pada term ke-1 sekaligus mulai libur sekolah selama 2 minggu. Pada acara ini, anak-anak KG 1 sampai KG 3 diajak berkegiatan di luar ruangan, khususnya olahraga. Tapi ternyata olahraga yang dilakukan nggak seperti yang saya bayangkan.

Sebelumnya, saya mengira mereka akan diajak main sepakbola, lari atau apalah, secara namanya aja sudah sports day gitu. Ternyata yang dilakukan adalah kegiatan outdoor yang biasa dijumpai saat peringatan 17 Agustus, seperti lomba membawa bola dalam sendok, tug of war alias tarik tambang dan sebagainya. Tentu disesuaikan dengan usia anak. Jadi kegiatan anak KG1 yang baru berusia 3 tahun tentu berbeda dengan kakak-kakak kelasnya yang lebih besar.

kids activity, outdoor, games, permainan seru untuk balita

Karena Keenan ada di KG1, aktivitasnya lebih simpel. Maklumlah anak umur segitu kan baru bisa memahami instruksi sederhana ya, tenaganya juga belum terlalu kuat. Jadi, nggak ada deh lomba basket, tarik tambang atau memasukkan pulpen ke dalam botol.

Meskipun demikian, anak-anak tetap senang lho beraktivitas rame-rame di luar kelas. Apalagi berkompetisi gitu, walau akhirnya juga nggak ada kalah atau menang. Lha, gimana mau ada yang dimenangkan, kalau lomba bawa bola dalam sendok aja masih ada yang muter-muter sambil megangin sendoknya instead of jalan lurus ke garis finish. Kalaupun bisa jalan lurus, hampir semua bolanya jatuh sehingga mereka sibuk mengejar bola. Lucu sekaligus seru.

Yang lebih menyenangkan lagi adalah melihat orangtua yang nggak heboh menyuruh anaknya untuk adu cepat. Gimana mau adu cepat, wong baris untuk lomba lari aja belum selesai hitung 1, 2, 3 sudah ada yang kabur duluan karena ngeliat mamanya ada di garis finish. Jadi ya, benar-benar acara untuk bersenang-senang aja. 

Menurut saya, bagus juga guru-gurunya memikirkan kegiatan seperti itu, padahal kita tahu kan, mengurus anak-anak usia 3 tahun berkegiatan di luar ruang itu cukup merepotkan. Sehingga seringkali setiap ada acara family gathering atau lomba tujuh belasan, anak-anak kecil ini terabaikan. 

Padahal ternyata cukup banyak aktivitas outdoor yang bisa kita lakukan bersama mereka. Berikut ini adalah 5 di antaranya:

Spoon Race

Kegiatan ini cukup sederhana dan hanya memerlukan sendok, bola plastik serta kapur atau tali untuk membuat garis start dan finish. Tingkat kesulitannya tentu bisa disesuaikan dengan usia peserta. Bagi anak 3 tahun, cukup dengan meminta mereka memegang sendok berisi bola kemudian berjalan dari garis start ke garis finish. Percayalah, bagi mereka, terutama yang nggak terbiasa bermain bola sendok, kegiatan ini nggak semudah yang kita bayangkan.

spoon race for toddler, permainan bola sendok untuk balita

Sedangkan, untuk anak di atas 4 tahun, yang keseimbangannya sudah lebih baik, bisa diminta untuk meletakkan sendok di dalam mulut. Tantangan selain berjalan ke garis finish adalah menjaga supaya bola tidak jatuh. Seru pasti.

Walaupun sederhana, aktivitas ini bermanfaat melatih keseimbangan, konsentrasi dan motorik kasar anak lho. Tapi, ingat, Sahabat, jangan marahi anak jika bolanya terjatuh ya. Beri dukungan dan sorakan aja supaya anak-anak tetap dapat menikmati permainan tersebut. Seperti yang terjadi pada Keenan dan teman-teman sekelasnya. Saking senangnya dan penasaran dengan permainan ini, satu putaran nggak cukup bagi mereka. Yang ada, anak-anak pada bergantian meminta giliran ulang bermain. Meski akhirnya ya tetap muter-muter ngejarin bola yang jatuh :))

Running Race

Nah, ini anak-anak pasti suka deh. Siapa yang bisa menolak lomba lari? Apalagi bocah-bocah kecil yang sedang aktif-aktifnya. Kegiatan ini bisa menyalurkan energi mereka dan kita cukup menyediakan kapur atau tali untuk menandai garis start dan finish.

running race, outdoor activities, outdoor games for toddler, permainan seru untuk balita

Namun, sebelum memulai, pastikan kita beri contoh dulu ya, ke mana mereka harus berlari dan aturan yang harus diikuti, seperti menunggu sampai hitungan ketiga baru berlari. Karena, kalau enggak, saking semangatnya anak-anak bisa langsung lari tanpa menunggu aba-aba dimulai. Dan selalu sambut mereka di garis finish dengan senyum lebar, pelukan hangat serta pujian atas usahanya tanpa memedulikan hasilnya. Bahkan ketika anak terjatuh sekalipun. Kita dapat menyemangatinya dengan berkata, “Wah, mama bangga lho, adek bisa bangun sendiri dan lari lagi setelah jatuh tadi.”

Sekali lagi yang penting anak berani mencoba dan bersenang-senang. Menang kalah urusan ke-123!

Ball Race

Permainan ini juga cukup sederhana dan mudah bagi balita. Mereka hanya diminta untuk memindahkan bola-bola dari keranjang pada garis start ke keranjang pada garis finish. Pemenangnya adalah anak yang memiliki bola paling banyak dalam keranjang di garis akhir.

Untuk aktivitas ini, kita hanya perlu menyiapkan banyak bola dalam satu ukuran. Boleh bola tenis atau bola plastik warna-warni serta keranjang plastik atau kardus-kardus bekas seperti yang digunakan ibu-ibu KB Seria saat perlombaan memperingati Hari Kemerdekaan RI tahun 2013 yang lalu pada foto di bawah ini.

 photo BALL_zpsad4i6wfb.jpg

Kegiatan ini, selain mengajarkan anak untuk berkompetisi, juga melatih keseimbangan, konsentrasi, motorik kasar dan halus serta melatih mereka untuk berstrategi dan berhitung. Seru ya.

Musical Chair

Permainan ini populer sekali, dan hampir selalu ada di setiap pesta ulang tahun. Alat yang diperlukan hanyalah kursi sejumlah anak, musik dan playernya. Anak diminta untuk duduk di kursi mereka masing-masing, kemudian saat musik dimainkan, mereka harus berdiri. Saat itu, kita ambil dua atau tiga kursi sekaligus, lantas anak diberi instruksi untuk duduk ketika musik berhenti berputar. Mereka yang nggak kebagian kursi harus keluar dari arena bermain. Pemenangnya adalah anak yang bertahan di dalam arena sampai akhir.

musical chair, permainan outdoor untuk balita

Meski tampaknya mudah, ternyata saat dimainkan oleh anak usia pra sekolah, mereka cukup kebingungan dengan instruksinya, sehingga beberapa anak mungkin harus dipandu untuk duduk dan berdiri pada saat yang tepat. Juga kita sebagai orangtua atau guru harus mengantisipasi anak-anak yang menangis karena kecewa nggak kebagian tempat duduk.

Aktivitas ini bagus untuk mengajarkan motorik kasar serta ketrampilan sosial pada anak seperti berbagi atau berempati kepada orang lain.

 Water Play

Last but not least, permainan yang pasti dinantikan oleh anak-anak dan banyak versinya. Tapi kali ini saya mau kasih satu contoh saja yang dimainkan pada acara sports day di sekolah Keenan.

 photo 3_zpsyobir1r6.jpg

Perlombaannya adalah memasukkan air ke dalam botol melalui corong dan kemudian dituang ke dalam ember terpisah pada garis finish. Pada aktivitas ini ada 3 tantangan sekaligus yang harus dipenuhi anak, yaitu: memasukkan air ke dalam botol melalui corong, berlari atau berjalan ke arah garis akhir sambil membawa botol berisi air dan menuang air dalam botol ke dalam ember. Ember yang isinya paling penuh adalah pemenangnya. Supaya irit ember, lomba ini bisa dilakukan berkelompok. Semakin menyenangkan pasti.

Dan meski waktu sudah habis, anak-anak biasanya akan tetap melanjutkan bermain air. Jadi selain menyiapkan corong plastik, botol air mineral bekas pakai, gelas plastik, ember berisi air dan ember kosong, juga sediakan baju ganti dan handuk.

Begitulah, acara sports day di sekolah Keenan berakhir dengan makan bersama makanan yang dibawa oleh para orangtua. Anak-anak senang, orangtua pun banyak belajar. Lain kali, kalau ada acara yang melibatkan keluarga besar atau family gathering kantor atau reunian bersama anak-anak, si pra sekolah ini bisa juga kita buatkan kegiatan seru agar tidak merasa diabaikan. Kira-kira, ada lagi ide aktivitas lainnya kah, Sahabat?

 

Cinta dan Children’s Enikki Festa

mitsubishi asian children's enikki festa, brunei, kompetisi, lomba menggambar, lomba mewarnai

Waktu Cinta masih duduk di kelas 2, saya suka gemas dengan kebiasaannya menyobek buku tulisnya untuk menggambar. Ternyata, kegemasan yang sama juga dirasakan oleh wali kelasnya. Beberapa kali beliau dengan nada setengah putus asa bercerita bahwa Cinta suka sekali menghabiskan waktunya di kelas untuk menggambar dibandingkan mendengarkan guru-gurunya menerangkan pelajaran. Saya pun mencoba untuk bersepakat dengan Cinta akan hal ini dengan memberikannya buku tulis khusus yang bisa dipakainya untuk menggambar dengan syarat hanyaboleh melakukannya saat jam istirahat.

Mitsubishi Asian Children's Enikki Festa, sekolah, kompetisi, lomba menggambar, lomba mewarnai

Selama beberapa waktu kesepakatan ini berjalan dengan baik. Saya tidak lagi menemukan buku-buku latihan atau PR yang tiba-tiba menjadi tipis karena sering disobek tengahnya untuk menggambar.

Namun, wali kelasnya berpikiran lain. Beliau merasa Cinta masih terlalu sering menggambar dan ditambah lagi dengan kebiasaannya melamun saat bosan. Cikgu menganggap kedua hal itu mengganggu konsentrasi Cinta di kelas, lantas meminta saya untuk tidak lagi membawakan Cinta buku untuk menggambar.

Dengan terpaksa, saya kembali mengingatkan Cinta untuk hanya menggambar saat jam istirahat atau sedang nggak ada pelajaran. Hanya saja, kali ini saya memberi ultimatum, kalau sampai Cikgu mengeluh lagi tentang kebiasaannya itu, buku gambarnya akan saya sita. Dia pun setuju.

Ternyata, hobi menggambarnya Cinta ini, meski sering mengganggu konsentrasinya di kelas, membuatnya selalu mendapat nilai bagus pada mata pelajaran Art. Cikgu wali kelas sendiri mengakui bahwa di antara teman-teman sekelasnya, setiap ujian Art, Cinta selalu termasuk yang paling rapi dan cepat selesai. Karena inilah di bulan Oktober tahun lalu, Cinta ditunjuk untuk mewakili kelasnya dalam “Mitsubishi Asian Children’s Enikki Festa 2015/2016” bersama  seorang teman sekelasnya. Dari 2 orang ini dan beberapa lainnya dari masing-masing kelas, dipilih lagi menjadi 9 orang yang gambarnya dikirim ke festival tersebut mewakili sekolah ke tingkat nasional. Dan Cinta termasuk di antara 9 orang tersebut.

Tentang Mitsubishi Asian Children’s Enikki Festa

The Mitsubishi Public Affairs Committee, the Asian Federation of UNESCO Clubs and Associations, and the National Federation of UNESCO Associations in Japan have sponsored this Mitsubishi Asian Children’s Enikki Festa since 1990.

This Festa started up “Mitsubishi Impression-Gallery- Festival of Asian Children’s Art” in order for cultural exchange and support for literacy education by means of Enikki (illustrated diaries) and change its name in 2006.

The Festa so far has collected 635,511 works from 24 Asian nations and regions. The exhibition of represented works have taken place all over Japan as well as overseas, and those represented works have been incorporated into textbooks for local schools in order for participating nations + regions to promote literacy education.

source: enniki.mitsubishi.or.jp

Sebenarnya, tema festival menggambar ini bukan keahliannya Cinta. Sesuai dengan namanya, Enikki yang dalam bahasa Jepang berarti illustrated diaries, kompetisi kali ini meminta anak-anak menggambar hal-hal berkesan bersama keluarga. Antara lain, pengalaman berlibur, aktivitas yang menyenangkan, dan lain-lain. Ya seperti menulis buku harian lah, hanya saja dalam bentuk gambar.

Cinta sendiri menggambar pengalamannya berlibur bersama keluarga. Mulai dari naik pesawat di mana dia menggambar pesawat dan kami bertiga (saya, Cinta dan Keenan); naik kuda di Taman Safari; naik perahu di Kampong Ayer; dan dua gambar lainnya yang nggak sempat saya lihat karena diselesaikan di sekolah bersama gurunya.

Selain gambar, mereka juga diminta untuk mewarnai sebaik mungkin dan menulis cerita tentang gambar tersebut. Nah, Cinta kurang suka tuh mewarnai. Tapi dia tetap semangat dan berusaha. Bahkan ketika diminta untuk datang ke sekolah di hari libur untuk menggambar dipandu oleh guru-guru Art pun dia dengan senang hati menyiapkan sendiri keperluannya.

mitsubishi asian children's enikki festa 2015/2016, kompetisi, sekolah, Brunei, menggambar, mewarnai, aktivitas anak

Setelah sekian lama, akhirnya beberapa hari lalu pihak sekolah mengumumkan bahwa salah seorang murid mereka, yaitu Charlotte Lay Zhi How dari kelas 5 Lily berhasil mendapatkan Excellent Award dalam ajang yang disponsori oleh Mitsubishi Jepang tersebut. Cinta sendiri rupanya masih harus banyak belajar lagi, terutama soal mewarnai dan menulis cerita. Tapi dia sendiri merasa sudah cukup senang dan bangga bisa berpartisipasi dalam festival tersebut. Saya pun bangga karena Cinta mau keluar dari zona nyamannya, belajar berkompetisi dan memberikan usaha terbaiknya. Semoga tahun ini dapat kesempatan lagi, ya, Kak.

Ketika Cinta (dan Mama) Belajar Kecewa

blogpost, belajar kecewa, anak belajar kecewa

Ketika anak terpilih untuk tampil dalam acara sekolah atau mewakili sekolah untuk mengikuti lomba, sebagai orangtua tentu kita bangga ya. Latihan demi latihan dan kerja keras yang harus dilakukan supaya anak tampil prima pada hari H baik sendiri atau berkelompok rasanya terbayar sudah ketika mereka berdiri di atas panggung dan mempersembahkan penampilan terbaiknya.

Tapi gimana ketika anak nggak terpilih atau nggak lulus audisi atau ditolak ketika mereka dengan sukarela dan bersemangat mengajukan dirinya? Sebagai orangtua, kita mesti gimana? Sedih, marah (-marah), ikut kecewa, menghibur, ngelabrak gurunya, nulis status peduh amarah di medsos, atau apa?

Itulah kebingungan saya setiap kali anak-anak mengalami hal yang tidak menyenangkan di sekolah. Seperti yang terjadi pada Cinta 3 tahun lalu.

Ceritanya, setiap akhir bulan Januari atau awal bulan Februari, kira-kira 1 minggu menjelang perayaan Tahun Baru Cina, sekolah Cinta selalu mengadakan acara Lion Dance Eye Opening Ceremony. Pada acara ini, selain ada lion dance yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama Barongsai, juga ditampilkan persembahan tarian oleh murid-murid yang terpilih tiap angkatannya.

Waktu itu, Cinta baru masuk KG 3, dan dia ingin sekali ikut dalam performance, karena ketika di KG  2, hampir semua anak yang berminat selalu diberi kesempatan untuk tampil. Tapi ternyata, untuk acara ini kebijakannya berbeda. Saya sendiri nggak paham pemilihannya berdasarkan apa. Cuma berdasarkan logika saya, acara ini kan untuk merayakan Tahun Baru Cina dan sekolahnya adalah Chinese School, jadi mungkin yang diutamakan adalah anak-anak berdarah Cina. Itulah yang saya jadikan alasan ketika menghibur Cinta saat itu.

Tapi ternyata hal yang sama terulang lagi tahun lalu. Kali itu untuk perayaan ulang tahun sekolah. Dan menurut Cinta, gurunya meminta anak-anak berpartisipasi untuk tampil dalam acara tersebut. Cinta pun bersemangat mengajukan diri. Surat pemberitahuan bahwa anak akan mengikuti latihan pada waktu tertentu pun saya terima kemudian. Saya pikir semua berjalan lancar, sampai dua minggu setelah latihan pertama, saat kami mudik untuk menghadiri pemakaman mertua, Cinta ditanya papanya tentang latihan dancenya. Cinta pun hanya menjawab, “I’m fired. I can’t attend the dance practice anymore.” Jreng jreng.

Ketika saya tanya, menurut Cinta, dia nggak boleh lagi ikut dance practice karena saat latihan yang pertama dia nggak memakai baju olahraga. So she was dismissed.How do you feel?” tanya saya waktu itu. “I’m sad and angry,” jawabnya. Saya pun demikian.

Rasanya waktu itu saya sudah mau tulis status marah-marah bahwa anak saya diperlakukan nggak adil, bla bla bla. Tapi saya tahan. Saya harus ketemu dulu sama gurunya, pikir saya saat itu. Saya pun meminta ijin Cinta untuk menemui gurunya. Saya ingin tahu alasan sesungguhnya, karena nggak ada satupun pemberitahuan kepada kami bahwa anak ini, yang tadinya harus mengikuti latihan menari pada waktu tertentu, tiba-tiba diberhentikan. Untung lho, latihannya pas jam sekolah, kalau di luar itu kan, pengaruh juga sama urusan antar jemput ya.

Cinta akhirnya mengijinkan saya menemui gurunya. Sayangnya, nggak pernah ada waktu yang tepat untuk berbicara dengan beliau. Sampai akhirnya Cinta bilang, “It’s okay, Mom. I’m okay now. I’m not sad anymore. You don’t have to meet my teacher to tell her about my feeling.” Tapi kan Mama masih kesal, Kakaaaaaaak. Masih mau marah-marah ke gurunya. Cuma saya kan harus menghormati keputusan Cinta. Apalagi kemudian dia cerita sahabatnya dan teman-temannya yang lain juga banyak yang nggak tampil. I thought that was my clue to let that go. Anaknya sudah ikhlas, masa saya enggak bisa.

Apakah sejak itu Cinta kapok mengajukan diri untuk ikut performance di sekolah? Ternyata enggak. Tahun ini dia cerita kepingin ikut Lion Dance club. Duh, meskipun kagum sama determinasinya, saya mah inginnya nggak usah ajalah. Saya takut dia kecewa lagi kalau nggak terpilih. Malah kalau bisa saya inginnya dia nggak perlu merasakan kecewa atau sedih (kecuali karena nggak dibelikan mainan atau buku atau apalah oleh kami, itu nggak papa kecewa hehehe).

Tapi menurut penulis buku Raising Resilient Children, Robert Brooks, PhD, membiarkan anak belajar menghadapi kondisi yang membuatnya sedih dan kecewa itu bermanfaat ketika mereka beranjak dewasa. Justru kalau orangtua berusaha keras selalu melindungi anak dari rasa kecewa, sebenarnya secara tidak langsung telah menghambat keterampilan emosional anak.

anak belajar kecewa, how to help a child handle disappointment, psikologi, parenting, mengatasi kecewa pada anak, quote about disappointment

Hal senada juga diucapkan oleh Madeline Levine, PhD, penulis buku The Price of Privilege: How Parental Pressure and Material Advantage are Creating a Generation of Disconnected and Unhappy Kids. Menurut Madeline, saat anak mengalami kegagalan, bisa kita manfaatkan sebagai sarana mengembangkan karakteristik kunci yang dibutuhkan untuk menjadi pribadi yang sukses, seperti keterampilan coping, ketahanan emosional, berpikir kreatif dan kemampuan untuk berkolaborasi.

Parents see failure as a source of pain for their child instead of an opportunity for him to say, ‘I can deal with this. I’m strong,'” says Madeline Levine, Ph.D.

Nah, berarti yang perlu kita lakukan adalah membantu anak mengatasi emosinya (dan emosi kita sendiri tentunya) ketika mereka mengalami kegagalan. Dengan cara apa? Beberapa hal ini mungkin bisa membantu:

Beri Waktu Untuk Berduka

Beberapa anak, seperti Cinta, meskipun kelihatannya cuek, sebenarnya mereka sensitif dan lebih suka menyimpan sendiri perasaannya. Sehingga ketika dia merasa overload, kekecewaan kecil pun bisa membuatnya meledak. Tugas saya adalah harus peka melihat perubahan emosinya dan memberinya sedikit ruang untuk mengendalikan rasa sedih dan kecewanya. Kecuali untuk hal-hal yang sifatnya darurat seperti anak mengalami kecelakaan, pelecehan atau bullying, saya memilih menunggu sampai ia bisa mengendalikan perasaannya dan mau berbagi cerita.

Berhati-Hati Dalam Berbicara

Jangan seperti saya yang keliru memberikan alasan ketika Cinta nggak terpilih tampil dalam perayaan Tahun Baru Cina. Sebaiknya kita lebih bijaksana lagi dalam menghibur dan memilih kalimat yang membangun, bukan menyalahkan pihak lain. “Iya, Mama tahu kakak sekarang sedih karena nggak terpilih. Tapi sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat. Tetap tekun berusaha, lain kali kita coba lagi, ya,” kedengarannya lebih baik ya?

mengatasi rasa kecewa pada anak, membantu anak mengatasi rasa kecewa, how to help a child handle disappointment, parenting, psikologi
tulisan dikutip dari parentsdotcom

Memberikan Pelukan

Nggak ada yang lebih menghangatkan hati selain pelukan erat dan usapan di punggung yang memberi isyarat bahwa kita memahami kekecewaannya dan ikut merasakan kesedihannya.

Mengajarkan Anak Untuk Menenangkan Dirinya Sendiri

Dengan cara:

  • Fisik seperti jogging, bersepeda, berenang, lompat tali atau apapun yang dapat mengeluarkan energi mereka asal nggak merugikan orang lain.
  • Bernafas dalam-dalam.
  • Berbicara dengan orang lain yang mereka percaya dan dapat mendengarkan dengan baik tanpa menghakimi atau berusaha memperbaiki segala hal seperti orangtua, guru atau nenek, tante, om.
  • Positive self-talk.
  • Mendengarkan musik.
  • Membaca buku.
  • Menggambar. Ini favorit Cinta, dalam keadaan emosi apapun biasanya dia melampiaskannya dengan menggambar karena bisa bikin dia fokus dan tenang.
  • Mandi air hangat.
  • Nonton film lucu.

Berikan Contoh Positif

Huhuhu ini nih paling susah. Saya aja kalau kecewa sering marah-marah. Tapi sepertinya memang harus diawali dari orangtua ya. Tahan diri dan tunjukkan perilaku positif. Yakinkan anak kalau kekecewaan ini akan berlalu dan keadaan akan jadi lebih baik. Bercerita tentang pengalaman kita mengatasi rasa kecewa juga mungkin bisa membantu. Sehingga anak yakin bahwa dia nggak sendirian melalui perasaan sedih dan kecewanya. Ingat, monkey see eh children see children do, Mama!

Weeew, banyak amat PR jadi orangtua, ah. Tapi kalau dipikir-pikir lagi kayanya memang lebih gampang mendampingi mereka melalui proses ini ya daripada melindungi mereka dari semua hal yang bisa menyebabkan kecewa dan sedih. Toh, belum tentu kita bisa selamanya menjadi pelindung anak-anak. Umur siapa yang tahu, kan? Lagian nggak adil juga kalau kita boleh membuat mereka kecewa tapi ketika pihak lain mengecewakan mereka trus kita jadi marah-marah, hihihi.

Buat Cinta, “Jangan menyerah ya, Nak. Mungkin sekarang kakak belum dipercaya untuk tampil di panggung sekolah. Tapi kalau terus berusaha kuat di bidang yang kakak sukai dan selalu berdoa, siapa tahu, Nak, Insya Allah, 5  atau 10 atau 15 tahun lagi kakak bisa tampil di panggung yang lebih besar dan megah. Aamiin.”

Hiasan Dinding Dari Kulit Telur

hiasan dinding dari kulit telur, craft for children

Kulit telur yang biasanya kita buang ternyata bisa jadi kerajinan tangan yang unik lho, apalagi jika dipadukan dengan kreativitas anak-anak yang tanpa batas. Aktivitas seperti ini pernah saya lakukan bersama Cinta beberapa tahun lalu. Tapi kali ini saya ingin membuat sesuatu yang bisa jadi penanda milestone anak-anak. Seperti yang kami buat ini, hiasan dinding dari kulit telur berupa telapak tangan mereka.

Bahan yang diperlukan sederhana saja:

hiasan dinding dari kulit telur, craft for children

Kulit telur yang sudah dicuci bersih luar dan dalam. Untuk proyek ini kami menggunakan empat kulit telur.
Template gambar apa saja
Lem
Cat akrilik
Kuas atau spon untuk mewarnai
Frame

Cara membuat:

hiasan dinding dari kulit telur, craft for children

 Pecahkan kulit telur menjadi serpihan kecil.

hiasan dinding dari kulit telur, craft for children

Beri lem pada gambar

hiasan dinding dari kulit telur, craft for children

Tempelkan kulit telur pada kertas.

Bagi anak besar beri tantangan untuk bisa menempel di dalam garis. Sedangkan untuk anak yang lebih kecil biarkan dia berkreasi sesuka hatinya. Di bagian ini, Keenan cuma betah menempel selama beberapa menit. Selebihnya ya mama yang menyelesaikan hihihi. Tapi buat saya sudah cukup karena rentang konsentrasi batita memang hanya maksimal 15 menit. Apalagi tipe Keenan yang aktif, bisa duduk tenang selama 5 menit untuk menempel sudah merupakan prestasi tersendiri. Menjumput kulit telur yang kecil lalu menempelkannya di kertas, bermanfaat untuk melatih kesabaran dan kekuatan otot-otot tangan dan jari anak usia pra sekolah yang kelak berguna ketika anak belajar menulis.

hiasan dinding dari kulit telur, craft for children

Warnai kulit telur

Ini bagian favorit anak-anak nih. Kakak yang memang senang menggambar dan mengecat dengan telaten mewarnai kulit telurnya. Sedangkan bagi Keenan mencampur cat yang berwarna-warni itu ternyata lebih menarik daripada mewarnai. Jadi ya setelah semua catnya tercampur dan berwarna coklat, lagi-lagi mama yang menyelesaikan hehehe.

Setelah semua selesai dan cat kering, telapak tangan mereka saya gunting lalu ditempelkan pada kertas yang lebih tebal. Satu telapak tangan dari masing-masing anak. Kemudian pasang pigura. Jadi deh hiasan dinding yang unik dari kulit telur. Yuk, bikin juga. Mumpung akhir pekan nih, bisa jadi alternatif aktivitas di rumah bersama si kecil.