Waroeng Sumringah & D’Duren Mas: Kuliner Pandaan yang Wajib Dicoba

Waroeng Sumringah & D’Duren Mas: Kuliner Pandaan yang Wajib Dicoba

Libur sekolah telah tiba. Minggu pagi kemarin, setelah olahraga tipis-tipis, adik-adik saya mengajak brunch di luar Sidoarjo dan Surabaya. Mereka pun merekomendasikan sebuah tempat makan yang katanya murah meriah dan enak di dekat Taman Dayu, Pandaan, Pasuruan.

Setelah berganti baju dan menyiapkan anak-anak, kami pun berangkat ke Pandaan. Perjalanan cukup singkat, sekitar 30 menit dari tol Sidoarjo kami sudah sampai ke lokasi tempat kuliner Pandaan yang pertama.

Waroeng Sumringah, Pandaan

Sebagai salah satu pilihan kuliner Taman Dayu, Waroeng Sumringah cukup terkenal. Terlihat dari banyaknya pengunjung meski di pagi hari. Saat kami sampai sana pukul 10.30 WIB, area lesehan yang cukup sejuk sudah penuh. Beruntung kami masih bisa duduk di bagian dalam warung yang sejuk.

Warung kuliner Pandaan ini menurut saya sesuai dengan namanya karena bisa membuat pengunjung tua dan muda sumringah [bahasa Jawa: bahagia; senang]. Selain makan, banyak yang bisa kita lakukan di sana.

Aktivitas di Waroeng Sumringah

Anak-anak bisa bermain di outdoor playground yang terdiri dari bouncy castle dan kereta-keretaan. Sedangkan para remaja bisa main ATV di track yang cukup luas dengan harga Rp25,000 untuk 3 putaran. Dan yang dewasa bisa memanfaatkan berbagai spot menarik untuk selfie.

Saat waktunya salat, kita juga enggak perlu repot mencari musala. Karena tepat di seberangnya ada Masjid Merah yang sering menjadi tujuan wisata.

Meskipun ramai oleh pengunjung, Waroeng Sumringah ini sangat luas dengan banyak meja di area indoor dan outdoor. Bahkan di area indoor ada 2 lantai yang bisa menampung orang banyak.

Kita juga bisa memilih mau duduk lesehan kalau mau bersantai sambil menikmati sejuknya hawa Pandaan. Tapi saya enggak rekomen untuk duduk di bagian luar warung terutama yang depan dan samping saat siang hari karena panas.

Lokasi duduk paling enak menurut saya di lantai satu area indoor yang menghadap Masjid Merah. Selain adem, kita juga bisa menikmati pemandangan masjid Merah dan Gunung Welirang di kejauhan.

Baca Juga: Aktivitas Seru di Kebun Pak Budi, Pasuruan

Rekomendasi Menu

Untuk makanannya cukup bervariasi. Ada snack dan makanan berat. Makanan berat enggak terlalu banyak jenisnya, ya. Tapi beberapa yang kami pesan cukup enak dengan harga ekonomis.

Rekomendasi saya adalah bebek goreng & nasi putih. Bebeknya gurih garing dengan sambal yang cukup pedas. Empal goreng juga bisa dijadikan pilihan karena dagingnya yang besar tapi empuk. Teman-teman juga bisa mencoba bebek rica-ricanya, menurut adik saya juga enak.

Pecinta ayam goreng tepung bisa memilih nasi dan ayam goreng atau ayam geprek. Keponakan saya makan ayam geprek dengan sambal yang cukup pedas. Sedangkan anak sulung saya memilih ayam goreng tepung yang akhirnya dihabiskan oleh adiknya karena dia lebih suka makan bebek goreng punya saya.

Minuman ya standar lah, ya. Es teh, es jeruk, air mineral, dll. Bagi para pecinta kopi, saya anjurkan mencoba Kopi Bromo Arabicanya. Enak, lho. Kopinya cukup kuat dengan hint rempah yang segar.

Penyajian makanan cukup cepat. Kayanya kemarin nunggu enggak sampai 20 menit, ya. Setelah mendapatkan menu, kami mencatat sendiri pesanan kami dan langsung ke kasir untuk membayar. Beneran ekonomis lho, harganya. Pesanan untuk 9 orang tuh enggak sampai Rp300,000.

Ulasan

Waroeng Sumringah emang sangat direkomendasikan untuk wisata kuliner Pasuruan yang enak dan murmer. Kabarnya kalau malam hari di akhir pekan ada live music juga. Pasti menyenangkan duduk-duduk di bawah untaian lampu yang estetik sambil dengar musik dan menikmati makanan enak.

Pelayanannya juga cepat dan ramah. Mbak dan mas pelayan enggak keberatan dimintai tolong mengambil foto, bahkan tahu angle yang bagus dan enggak backlight.

Hanya saja saya punya saran bagi pengelola Waroeng Sumringah untuk menyediakan helm yang lebih proper bagi pengendara ATV. Dan sebaiknya 1 orang diberi 1 helm, bukan hanya untuk pengemudinya, demi keselamatan dan keamanan pengguna ATV.

Selain itu, di area bermain anak-anak juga diberi larangan merokok, please. Kemarin saat saya ke sana, ada bapak-bapak yang merokok sambil menunggui anaknya main. Sedih juga, ya.

Di Indonesia ini kesadaran untuk tidak merokok di tempat umum masih kurang. Waktu kami di Brunei, di tempat umum terutama outdoor playground Brunei bisa dipastikan bebas asap rokok. Jadi anak-anak dan non perokok bisa beraktivitas tanpa terganggu asap rokok.

Waroeng Sumringah
Sukorame, Durensewu, Pandaan, Pasuruan Regency, East Java 67156
Buka setiap hari pukul 10.00 – 22.30 WIB

D’Duren Mas, Taman Dayu

Sebenarnya setelah kenyang makan di Waroeng Sumringah, anak bungsu saya sudah mulai rewel minta pulang. Apalagi dia sudah sempat menangis karena dilarang main di bouncy castle. Larangan ini saya utarakan karena melihat bouncy castle cukup penuh sementara ya teman-teman tahu sendiri, kan, kasus Covid-19 saat ini sedang naik lagi.

Tapi, mama saya mengajak kami makan durian di tempat beliau makan bareng teman-teman arisan RTnya. Kata beliau tempatnya bagus dan duriannya enak sekali serta lokasinya enggak terlalu jauh dari Waroeng Sumringah. Jadilah kami beranjak menuju tempat kuliner Pandaan kedua.

Baca Juga: Melihat Anak (Orang) Tantrum, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Masih berlokasi di Taman Dayu, Pandaan, D’Duren Mas ini cocok banget untuk pecinta durian. Dan istimewanya kita juga bisa menikmati pemandangan lapangan golf dan pepohonan yang cukup rindang di sekitar resto.

Iya, menurut saya ini lebih cocok disebut restoran dengan area makan indoor dan outdoor. Area makan indoor cuma terdiri dari 4 atau 5 meja dan satu balkon. Sedang di area outdoor banyak gazebo dan meja yang bisa kita pilih. Tapi rekomendasi saya adalah area balkon tempat kami makan kemarin. Karena adem dan dapat melihat seluruh pemandangan dengan leluasa.

Bagi yang membawa anak mungkin lebih baik duduk di salah satu gazebo atau meja di area outdoor. Supaya lebih mudah mengawasi anak-anak bermain. Tempatnya yang lapang dan udara yang sejuk memang menggoda anak-anak untuk berlarian sambil menunggu pesanan datang. Selain itu juga ada 2 ayunan yang dapat digunakan untuk bermain serta kandang ayam kalkun yang menarik perhatian anak-anak.

Pilihan Menu

Sesuai namanya, tempat kuliner Pandaan ini menyediakan menu utama durian. Saat kami datang kemarin ada 3 jenis durian yang ditawarkan, yaitu durian Medan, durian Monthong dan durian Musang King. Harga dihitung per kilogram dan durian ditimbang setelah kita mencicipi dan oke dengan rasanya.

Selain durian utuh, kita juga dapat menikmati aneka menu olahannya, mulai dari lumpia durian, es durian, es dawet durian, milkshake durian sampai wedang durian.

Kalau teman-teman enggak suka durian, tetap bisa kok menikmati makanan di D’Duren Mas. Ada pilihan makanan berat dan snacks non durian seperti Nasi Kebuli, Nasi Goreng, Sate Ayam, Mie Goryeng Jawa, Pisang Aroma, Churross, Roti Bakar, Jagung Bakar, French Fries, Tahu Crispy, Tempe Mendoan dan lainnya.

Karena masih kenyang setelah makan di Waroeng Sumringah, kami kemarin hanya memesan durian Medan, tahu crispy dan jagung bakar. 3 kg durian Medan yang kami pilih rasanya enak semua. Ada insiden salah satu bagian durian terasa kecut, mungkin sudah busuk. Ketika kami komplain, langsung diganti dengan yang baru.

Tahu crispy yang kami pesan disajikan dengan cepat dan rasanya cukup enak. Begitu juga dengan jagung bakar pipil yang gurih dan sedikit pedas.

Harga makanan dan minuman menurut saya standar kafe, ya. Makanan berat berkisar Rp30,000 – Rp50,000 dengan porsi pas untuk satu orang. Sedangkan snacks mulai dari Rp17,000 – Rp25,000. Minuman dingin dan panas range harganya Rp10,000 – Rp25,000.

Untuk durian sendiri ya enggak murah tapi juga enggak mahal. Standar lah, ya, mengingat di sini enggak kenal istilah musim durian karena kapanpun ke sini ya selalu tersedia. Durian Medan dibandrol dengan harga Rp80,000/kg, durian Monthong Rp120,000/kg dan durian Musang King Rp540,000/kg.

Ulasan

D’Duren Mas adalah tempat makan durian yang instgramable. Banyak spot foto menarik untuk selfie dan berfoto bareng keluarga. Saya enggak bisa mengulas banyak tentang rasa makanan karena emang cuma beli durian, jagung bakar dan tahu crispy.

Meski begitu pelayanan tetap ramah dan menyenangkan. Makanan disajikan dengan cepat dan kita bisa bebas menjelajah area restoran sambil berfoto. Saran saya jangan datang terlalu siang kalau mau makan durian lokal karena cepat habisnya.

Tapi, di sore hari pemandangan lebih istimewa karena banyak lampu dan cuaca lebih sejuk, kan. Apalagi kabarnya di akhir pekan ada live music dan api unggun.

Duduk lesehan makan jagung bakar dan minum kopi diiringi lantunan musik pasti kesannya romantis gitu, ya. Enggak heran kalau D’Duren Mas jadi salah satu rekomendasi tempat wisata kuliner Pandaan.

D’Duren Mas
The Sagamore Hills Taman Dayu, Area Sawah, Dayurejo, Kec. Prigen, Pasuruan, Jawa Timur 67156
Buka setiap hari pukul 8.00 – 20.00 WIB

Suka dengan artikel ini? Yuk bagikan :)

alfakurnia

Lifestyle blogger yang suka berbagi tentang review produk, kisah sehari-hari, pengalaman parenting dan banyak lagi. Juga suka menulis resensi buku dan produk skincare di blog alfakurnia.com

3 thoughts on “Waroeng Sumringah & D’Duren Mas: Kuliner Pandaan yang Wajib Dicoba

  1. wahh durennya menggoda sekali mba.. pasti manis, legit dan enak banget tuhh. Suasana juga adem dan asri yaa

  2. Dewi akhirnya nyampe sini juga, seneng bgt suasana dan viewnya. Walau enggak suka Duren, tempat ini rekomended deh, krn saudara pada suka. Cm, klo mau duduk2 dirumput beralas tiker perlu pilih yg DAtar, krn pas kesana ada org hamper tergelincir krn terlalu nepi tikernya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top