Tips Memilih Buku Bacaan Untuk Anak

Tips Memilih Buku Bacaan Untuk Anak. Membaca adalah aktivitas yang saat ini tidak terlalu banyak digemari oleh anak-anak generasi alfa yang merupakan digital native, alias dari bayi sudah mengenal dan menggunakan gawai. Namun, banyak sekali keuntungan membaca yang tidak didapat dari menggunakan gawai sehingga para ahli pengasuhan anak dan guru terus berusaha mengkampanyekan kegiatan gemar membaca.

Alhamdulillah, sejak adanya ajang jualan buku impor murah Big Bad Wolf di Jakarta pada tahun 2016, banyak orang tua yang mulai suka membeli buku untuk anak-anaknya. Dan sekarang membaca dan membeli buku bacaan untuk anak sekarang sudah menjadi gaya hidup para keluarga muda Indonesia. Good start to begin with, right?

Namun, sebaiknya sih tidak asal dalam membeli buku bacaan untuk anak. Apalagi sekarang banyak sekali pilihan buku bacaan untuk anak yang beredar di pasaran. Baik itu buku impor atau buku dari penerbit lokal. Nah, supaya tidak bingung dan akhirnya membeli buku yang tidak akan dibaca oleh anak-anak kita, coba ikuti beberapa cara yang bisa kita lakukan dalam memilih buku yang tepat untuk anak. Apa saja?

Baca juga: 10 Buku Bacaan yang Wajib Dimiliki Remaja

Cara Memilih Buku Bacaan Untuk Anak

Tips Memilih Buku Bacaan Untuk Anak

1. Sesuaikan dengan Usia Anak

Bayi dan Batita

Biasanya bayi dan batita menyukai buku-buku dengan gambar-gambar obyek sederhana berwarna cerah. Mereka juga suka mendengarkan kata-kata sederhana dan berima. Sedangkan buku-buku tanpa kata dapat memberikan stimulasi visual dan mental yang mendorong anak untuk menciptakan ceritanya sendiri. Anak usia ini juga lebih cocok dengan board book atau buku kain yang tidak mudah sobek karena mereka biasanya membuka lembaran-lembaran buku dengan penuh semangat atau bahkan memasukkannya ke dalam mulut.

Usia Prasekolah dan TK

Keenan dan buku

Anak usia ini sudah dapat menikmati kata-kata lebih rumit tapi tetap berima dengan pengulangan kata dan kisah sederhana, seperti buku-buku Peter and Jane yang cocok sekali untuk belajar membaca (dalam bahasa Inggris). Buku yang berisi kisah-kisah klasik dan cerita yang menggambarkan benda-benda dan pengalaman yang akrab memberikan pengalaman menyenangkan bagi anak-anak dalam kelompok usia ini. Pop-up books, buku yang bisa dimainkan, memiliki bagian yang bisa bergerak dan buku-buku interaktif lain juga menarik bagi anak-anak usia prasekolah dan TK.

Usia 5 – 8 Tahun

Beberapa anak di usia ini sudah dapat membaca sendiri dan untuk mereka, kita bisa memilihkan buku-buku dengan kisah sederhana dan kata-kata yang sudah familiar. Atau kalalu mau mudahnya, cari saja buku berlabel early readers untuk buku bahasa Inggris. Kalau bahasa Indonesia kira-kira padanannya apa ya? Mohon maaf, saya sendiri jarang membeli buku cerita dalam bahasa Indonesia untuk kategori usia ini.

usborne very first reading, book review, books for early reader

Sedangkan untuk anak yang belum dapat membaca sendiri atau lebih suka dibacakan oleh orang tua, kita bisa memilih buku bacaan dengan alur cerita kuat dan memiliki pengembangan karakter. Misalnya anak yang malas sikat gigi akhirnya giginya rusak sehingga dia jadi rajin sikat gigi.

Buku-buku ensiklopedia anak serta biografi juga sudah bisa kita perkenalkan pada anak di usia lower primary ini. Tentunya cari yang sesuai dengan minat mereka atau yang sedang mereka pelajari di sekolah agar anak tertarik membacanya dan dapat memuaskan rasa ingin tahu mereka terhadap topik tersebut.

Usia 9 Tahun ke atas

buku edukasi, hadiah, kado untuk anak perempuan, hadiah ulang tahun, ulang tahun anak perempuan

Pertimbangkan kepribadian dan minat anak dalam memilih buku bacaan untuk anak usia upper primary ini. Biasanya mereka sudah punya preferensi tertentu dan nggak masalah kalau jenis buku yang dibaca itu-itu saja, selama isinya masih sesuai dengan umurnya. Anak sulung saya di usia ini hanya mau membaca buku karangan Elisabetta Dami dengan nama pena Thea Stilton dan buku-buku seperti WHY series dan sejenisnya. Selama dia membaca dan mendapat manfaat dari bacaan tersebut ya saya biarkan saja lah. 

Baca juga: Thea Stilton: The Secret of The Snow

2. Ketahui Minat Anak

Anak biasanya akan lebih semangat membaca buku jika topiknya adalah sesuatu yang ia sukai. Jadi, carilah buku tentang sesuatu yangn sedang ia minati saat itu. Apakah itu dinosaurus (rasanya sebagian besar anak pernah menjalani fase menyukai segala sesuatu tentang dinosaurus ya, termasuk dua anak saya), pesawat, princess, atau kisah-kisah religi yang sudah disesuaikan dengan bahasa anak-anak.

3. Perhatikan Buku Favoritnya

Anak pra remaja saya sedang suka membaca novel untuk anak SMP seperti novelnya Rick Riordan yang bertema fantasi serta kehidupan remaja dengan gaya bertutur dari sudut pandang orang pertama. Jadi buku-buku yang dia pilih biasanya memiliki kesamaan seperti itu. 

Rick Riordan, Magnus Chase, teen novel

Sedangkan si bungsu suka buku petualangan yang ceritanya sederhana dan berakhir bahagia dengan kalimat-kalimat sederhana yang bisa dia baca sendiri. Baik itu buku petualangan dari karakter populer seperti Paw Patrol atau seri Usborne Early Reader dan seri KeyWords with Peter and Janenya Ladybird. 

Dengan memperhatikan buku-buku favorit mereka, saya tidak terlalu kesulitan dalam memilih buku bacaan untuk mereka. Tinggal cari saja buku-buku yang senada atau berasal dari penulis yang sama. 

Baca juga: Belajar Membaca dalam Bahasa Inggris dengan Seri Usborne Very First Reading

4. Minta Rekomendasi dari Guru atau Petugas Perpustakaan

Waktu Cinta kelas 5 SD gitu, saya diberitahu gurunya untuk memperbanyak koleksi bacaan Cinta karena mereka akan banyak mengarang. Dan pembaca yang baik tentu dapat menghasilkan tulisan yang bagus kan ya. Lalu, seorang teman bercerita bahwa guru sekolah anaknya menyarankan agar anak-anak mulai membaca buku-buku cerita yang populer pada zaman kita kecil dulu, seperti karangannya Enid Blyton, Little Woman, Anne of the Green Gable, dll. Buku-buku klasik ini ditulis dalam bahasa Inggris baku pada zamannya dengan grammar yang bagus dan memiliki gaya tutur yang indah dan memikat serta age appropriate. Sedangkan buku-buku modern biasanya ditulis dengan gaya tulisan lebih santai dengan kisah-kisah percintaan yang mungkin kurang sesuai bagi anak-anak.

Nah, biasanya petugas perpustakaan dan guru tahu buku-buku mana saja yang selain menarik juga cocok dibaca oleh anak seperti saran cerita teman saya itu. Di beberapa sekolah, guru juga biasanya akan memberikan daftar buku bacaan yang bisa dibaca selama liburan sekolah. Kalau guru sekolah anak kita tidak melakukannya, ajak saja berdiskusi, pasti mereka senang kok memberikan rekomendasi buku bacaan untuk anak.

5. Kunjungi Blog atau Situs-Situs Terpercaya 

Sekarang banyak sekali kok blog atau sosial media yang memberikan resensi buku bacaan untuk anak. Salah satunya adalah Goodreads. Bookdepository juga sering memberikan daftar buku-buku bestseller mereka, begitu juga dengan Gramedia. Sedangkan untuk sosial media, saya suka sekali dengan akun IG bukubukuanakku, sayang sepertinya sekarang sedang vakum.

Situs my-best.id juga memiliki artikel-artikel rekomendasi buku-buku bacaan untuk anak sampai dewasa lengkap dengan tautan e-commerce tempat membeli buku-buku tersebut. Ada rekomendasi saya juga untuk buku bacaan yang wajid dimiliki oleh remaja, lho. 

buku bacaan untuk remaja

Semoga dalam waktu dekat ini saya bisa mengumpulkan daftar blog dan sosial medianya lalu menuliskannya di sini. Kalau ada yang punya atau tahu blog dan sosial media yang berisi review buku bacaan untuk anak boleh ya tulis di kolom komentar. Nanti saya round up

6. Cari Buku dengan Masalah yang Dekat dengan Keseharian Anak

Anak akan masuk sekolah baru dan mungkin merasa cemas terhadap situasi yang akan ia hadapi? Kita bisa memilih buku yang memiliki tema beradaptasi di lingkungan baru. Atau masalah-masalah lain seperti anak takut gelap, tidak mau berbagi dengan teman, takut ke dokter, mengapa harus menggosok gigi, dan banyak lagi. Tentunya pilih yang ceritanya tidak bertele-tele ya, terutama untuk anak di bawah 9 tahun, agar pesannya dapat langsung ditangkap oleh anak.

Nah, itu saja sih tips yang bisa saya bagi dalam memilih buku bacaan untuk anak. Memang membeli buku itu tidak akan pernah sia-sia, misalnya pun buku yang kita beli untuk anak ternyata tidak disukainya, kita bisa menjualnya lagi atau menyumbangkannya ke perpustakaan sekolah. Atau bisa saja kita simpan di perpustakaan pribadi anak, siapa tahu suatu saat nanti dia akan mau membaca dan menyukainya. Tapi, bijaksana dalam membeli akan lebih baik ya, apalagi menjelang banyaknya bazaar buku murah yang akan hadir sebentar lagi. Selamat berbelanja buku bacaan untuk anak dengan bijak!

alfakurnia
Posts created 345

23 tanggapan pada “Tips Memilih Buku Bacaan Untuk Anak

  1. Setuju banget dengan point yang terakhir ” cari buku yang dekat dengan keseharian anak”. karena bagi kami buku adalah salah satu media efektif untuk memsoudingkan berbagai hal kepada anak-anak. JAdi jika dengat dengan keseharian mereka tentunya akan semakin mudah.

  2. dulu ortuku gak pernah mengabulkan untuk ngebeliin aku buku non akademik. kudu buku pelajaran. paham sih, mereka khawatir bacaanku terlalu melebar. juga melatih, bahwa gak semua keinginan terpenuhi, hanya kebutuhan yang terpenuhi
    untuk memenuhi keinginanku, ya aku main ke perpustakaan aja
    solutif

  3. Anak saya dong sukanya komik, waktu BBW Surabaya, saya belii beberapa novel anak (eh namanya itu novel ya?) nggak mau dibaca dong, dia milih baca komik aja, komik apapun.

    Alhasil, ya harus berburu komik, dan kudu sejenis yang sudah terjamin nggak ada isi yang aneh-aneh, alias mamak kudu nyecan pakai mata duluan hahaha

    1. Anak saya tiga tahun, suka sih buka buka buku bergambar, tapi dikesempatan berikutnya dia akan menyobek nyobek bukunya. Jadi mau beliin buku dia tu jadi suka mikir akunya.

  4. Aku punya blog khusus buku, tapi jarang apdet 😀
    Aku juga jualan buku anak, ini lumayan sering apdet 😀
    Dan aku juga nulis buku anak (silakan gooling jika berkenan). Nah, ini butuh kesabaran tinggi karena proses di penerbitnya bisa berbulan sampai tahun 🙂

  5. Saya meletakkan buku dengan cara menyebar, bahkan terkesan asal taruh. Buku-buku yang menurut saya cocok untuk anak-anak, saya letakkan begitu saja di atas televisi, atau di lantai/karpet dekat mainan-mainan mereka. Sedangkan buku bacaan dewasa saya tata di rak.

    Biasanya dengan cara itu mereka sedikit banyak akan membacanya juga ketimbang ditata di rak buku. Yang tadinya tak tertarik, melihat judulnya atau gambar sampul yang menarik, jadi ingin baca.

    Memang jadi kurang rapi. Tapi setidaknya tujuan saya mendekatkan buku dengan anak2 sudah tercapai. Buku menjadi sesuatu yang lumrah terlihat di mana-mana, bukan benda eksklusif yang harus rapi berjejer di rak saja. Biasanya komik, majalah anak, novel anak, buku aktifitas, dan buku2 yang mereka kurang suka tapi saya ingin anak2 membacanya, akan saya letakkan di mana-mana.

    Ya, seberantakan itu rumah kami. Hehe…

  6. Setuju mbak. Senang nemani anak pilih-pilih buku yang disukainya. Tips dari mbak benar banget mbak. Saya setuju.

  7. Anakku 15 dan 10 tahu, selera bacanya sudah berbeda. Setuju dangan tips di atas. Jika kita perhatikan tentu akan dapatkan buku yang sesuai untuk mereka. Meski kalau untuk anakku begini , apalagi yang besar sudah mulai pilih sendiri.
    Makasih tipsnya Mbak

    1. Ahh tipsnya well noted banget mom, terutama nomor 5. Bener banget yaa karena dengan buku anak bisa mengambil pelajaran 🙂 aku pribadi sejak anak masih dalam kandungan suka kubacakan buku, big book tepatnya XD

  8. Membiasakan anak membaca dari kecil, sangat baik, dan tentu saja harus di sesuaikan dengan usianya. Akan lebih baik yang mengandung unsur edukasi dan membuatnya sambil belajar.
    Poin-poin yang disampaikan dalam artikel ini sudah cukup tepat

  9. Wah makasih bnyak infonya ka, pembelajaran bnget nih klo nnti nikah&punya anak. Tp klo masih kecil emg suka bnget baca apalagi yg ada gambarnya seru bnget hhi

  10. Waktu membeli buku pun kita bisa tahu juga dengan melihat di bagian cover belakang bukunya, buku tersebut cocok untuk usia berapa, karena tertera angka yang dituju. Jangan sampai salah pilih bacaan buku terutama untuk anak-anak.

  11. Bener ini untuk mengenalkan buku harus sesuai yang disukanya dulu. Karena ini kisah nyata, ada orang yang gak suka baca buku, tapi akhirnya ketemu buku yang dia suka banget. Sekarang jadi suka berbagai genre buku. Jadi kadang yang gak suka baca itu karena belum bertemu dengan buku yang tepat saja

  12. Aku selalu suka baca buku anak-anak. Selain colorfull, ceritanya banyak yang menarik. Semoga kelak bisa mendidik anak-anakku buat rajin baca sedini mungkin. Secara buku-bukuku banyak di rumah, yah walopun kebanyakan komik. Hehe.

  13. waktu kecil seseneng itu baca buku selalu ditemenin almh.nenekku dan sampe sekarang jd suka aja gitu, semoga someday aku punya anak yang seneng baca buku juga 🙂

  14. Bermanfaat banget ini mbak, jadi resiko salah pilih buku buat anak bakal minim banget ya. Aku belum ada pengalaman sih, tapi ini bisa dijadikan referensi kalo aku udah punya anak nanti.

  15. Saya merasa menanamkan kebiasaan membaca di anak-anak sungguh sulit di masa sekarang ini
    Iya sih, bisa dengan cara rutin membaca buku sebelum tidur, tapi saya masih ragu apa ini cukup supaya anak bisa suka baca sampai dewasa. Apalagi tantangan lainnya adalah karena saya sekarang lebih suka baca buku elektronik melalui aplikasi di ponsel, sehingga anak-anak jarang sekali liat saya baca buku.

    Tapi tetap harus kita usahakan sih ya. Terimakasih tipsnya dalam memilih buku bacaan anak, apalagi sebentar lagi. ada bazaar buku anak.

  16. Noted. Ilmu ini berguna buat ngasihin kado ke ponakan-ponakan aku. Hehe.. aku tante yang rada serius banget. Di saan om atau tantenya yang lain beliin mainan, tas, dll, aku malah beliin buku. Syukur anaknya lumayan suka baca. hehe.

  17. Mbak.. Andai tulisan ini kubaca 10 tahun lalu, haha.. Just kidding 😛

    Pertama beli buku anak, Icha usia 6 bulanan, aku beli kumcer mba Ary Nilandari. Isinya bagus banget, hard cover cuma kertasnya tipis biasa, alhasil setengahnya habis disobeki Icha, hehe.. Sampai sekarang anakku jadi ‘nyesel’.. aku coba hubungi penulisnya, sayangnya bukunya ngga di cetak ulang. Hehe, nasib..

    Setelah itu barulah ngeh soal hard book dan sejenisnya, aman deh. Malahan sampai sekarang masih awet, beberapa dilungsur ke ponakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas