Browsing Tag:

craft

  • kids activities, sensory play, kegiatan anak tk
    Kids Activities

    3 Ide Hasta Karya Untuk Anak TK

    Sebagai seorang ibu, seringkali kita dituntut untuk kreatif dalam memberikan aneka kegiatan bagi anak-anak, terutama ketika mereka masih pra sekolah atau TK. Di masa ini, anak masih menghabiskan sebagian besar waktunya bersama kita kan ya? Sehingga, meski ada yang sudah bersekolah, kita tetap harus menyiapkan aktivitas yang dapat dikerjakan bersama-sama sebagai stimulasi perkembangannya.

    Dengan adanya media sosial, sebenarnya gampang sekali kita mendapatkan berbagai ide untuk membuat ketrampilan atau hasta karya untuk anak. Tapi, kadang ide-ide tersebut terlalu rumit untuk ditiru. Nah, sejak Keenan sekolah, saya jadi sering memperhatikan hasil kerajinan tangan anak-anak KG1 – KG 3 yang sering dipajang di teras sekolah. Yang menurut saya menarik dan mudah dipraktikkan pun saya kumpulkan untuk nanti ditiru di rumah bersama Keenan dan Cinta.

    Berikut ini adalah 3 hasil hasta karya anak-anak di sekolah Keenan yang mudah dan tidak memerlukan banyak bahan. Anak-anak pun dijamin suka karena kebanyakan melibatkan cat. Yaiy!

    H for Handbag

    Aktivitas ini bertujuan mengenalkan huruf “h” kepada anak-anak dengan cara membuat tas tangan dari piring kertas. Cocok sekali untuk si kecil yang ingin punya tas seperti mama.

    prakarya untuk anak tk. craft for kindergarten, finger painting ideas, dinosaurus, prakarya dari piring kertas

    Bahan:

    2 buah Piring kertas
    Lem serbaguna
    Cat
    Kuas/spon
    Pensil
    Aneka stiker, glitter dan semacamnya untuk menghias tas

    Cara Membuat:

    1. Gunting setengah bagian dalam kedua piring kertas, pastikan bagian pinggir tetap utuh sebagai pegangan tas.
    2. Tulis huruf “h” pada bagian luar piring kertas. Mama memberi contoh dan biarkan anak mengikuti tulisan tersebut.
    3. Tempel bagian pinggir kedua piring kertas pada bagian dalamnya.
    4. Hias piring kertas dengan cat, stiker, glitter sesuka anak.
    5. Tas tangan dari piring kertas siap digunakan.

     

    Seekor Dinosaurus

    prakarya untuk anak tk. craft for kindergarten, finger painting ideas, dinosaurus, prakarya dari piring kertas

    It’s time for finger painting! Kadang saya tuh suka bingung kalau anak-anak minta main finger painting. Abis kalau nggak terarah, mereka ya cuma tempel-tempel tangannya di kertas trus setelah bosan ditinggal dan mulai menempel cap telapak tangannya ke tembok dan tempat lainnya. Setelah melihat contoh yang satu ini, sepertinya aktivitas finger painting jadi lebih seru dan berarti. Karena anak juga belajar tentang dinosaurus atau binatang lain yang dijadikan tema lukisan. Mau coba? Ini caranya.

    Bahan:

    Kertas putih
    Cat yang aman untuk finger painting
    Baca juga Finger Paint: Homemade vs Factory made
    Kuas untuk membuat badan dinosaurus
    Kertas warna dipotong zig zag sebagai rumput

    Cara Membuat:

    1. Siapkan finger paint dan kertas.
    2. Buat cetakan telapak tangan anak yang sudah dilumuri finger paint di atas kertas putih.
    3. Buat gambar tubuh dan kepala dinosaurus dari hasil cetakan tersebut.
    4. Tempel kertas warna yang sudah dipotong zig zag di bagian bawah kertas.
    5. Sambil berkreasi, ajak anak bercerita tentang dinosaurus dan habitatnya, makanannya, cara hidupnya dan lain-lain.

     

    S for Snail

    Suka mengumpulkan kerang saat jalan-jalan di pantai? Sekarang waktu yang tepat untuk menggunakannya bersama anak-anak dengan membuat bekicot dari kerang di atas piring kertas. Caranya mudah sekali. Yuk, kita coba.

    prakarya untuk anak tk. craft for kindergarten, finger painting ideas, dinosaurus, prakarya dari piring kertas

    Bahan:

    Piring kertas
    Spidol untuk menggambar badan bekicot
    Googley eye
    Kerang
    Lem serbaguna
    Cat/Crayon/Pensil warna

    Cara Membuat:

    1. Gambar badan bekicot di bagian dalam piring kertas
    2. Minta anak untuk mewarnai tubuh bekicot
    3. Tempelkan kerang di atas tubuh bekicot sebagai rumahnya
    4. Tempelkan googley eye sebagai mata bekicot
    5. Hias piring kertas sesuai kreativitas anak

    Aktivitas ini berguna untuk mengajarkan anak mengenal huruf “s” dari snail, juga mengenal binatang dan habitatnya. Kalau di sekitar rumah ada bekicot, anak bisa diajak meneliti bekicot asli dengan membawa hasil karyanya sebagai pembanding. Petualang dan ilmuwan cilik kita pasti senang sekali.

     

  • DIY, craft, dinosaurus, piring kertas, kegiatan anak
    Kids Activities

    Dinosaurus Dari Piring Kertas

    Kalau lagi benar-benar nganggur dan sudah pening ngeliat keramaian di Facebook, Path atau Twitter, saya paling suka menenangkan isi kepala dengan buka-buka Pinterest. Sekaligus cari ide untuk bikin prakarya bersama anak-anak. Di Pinterest itu ya, hampir semua ide kerajinan tangan ada. Mulai dari yang gampang sampai yang ngebayanginnya aja udah capek duluan. Jadi, buat mama-mama yang suka bikin prakarya dan sudah mulai mati gaya dengan aneka foto DIY di Facebook dan Instagram, main-main deh ke Pinterest. Pasti seneng.

    Gara-gara Pinterest juga tuh, saya sempat mengoleksi aneka kardus bekas, boks bekas, botol plastik dan semacamnya untuk didaur ulang menjadi mainan anak-anak. Yang akhirnya setelah berbulan-bulan numpuk bikin sampah di dapur, dibuang juga.

    Sejak itu saya bertekad untuk cari prakarya yang gampang-gampang aja. Lebih cocok untuk mama pemalas seperti saya. Dan salah satu yang saya dapat ya si dinosaurus dari piring kertas ini dari web Learnwithplayathome.com. Asli deh, level bikinnya super mudah. Bahannya juga nggak banyak. Dan karena melibatkan cat, anak-anak pasti senang bikinnya.

    Ya, setidaknya untuk Cinta sih. Lumayan bisa bikin dia duduk tenang mewarna dan menghias si dinosaurus serta melupakan tv dan youtube. Sedangkan Keenan justru lebih suka bermain dengan botol-botol cat. Dia memang kurang suka aktivitas mewarnai, baik dengan krayon, pensil warna maupun cat. Tapi, setelah jadi, Keenan yang paling semangat mainin para dinosaurus ini. Saking semangatnya, sampai baru beberapa hari, kepala si dino pun putus hihihi.

    Untuk bikin prakarya ini, kita perlu:

    1. Template dinosaurus yang bisa didownload di web TheCraftTrain
    2. Piring kertas
    3. Kertas warna yang tebal untuk mencetak template dinosaurus yang sudah kita download
    4. Gunting dan pelubang kertas
    5. Lem dan stapler
    6. Cat, kuas, spon, googley eyes, glitter dan sebagainya untuk menghias dinosaurus

    Cara Membuatnya:

    Potong piring kertas menjadi dua bagian dan biarkan anak-anak menghias sebebas mungkin.

    Kami pakai cat poster tapi bisa juga kok dihias dengan krayon, pensil warna atau stiker kalau nggak mau terlalu kotor.

    Supaya cocok dengan anggota tubuh dinosaurus yang akan kita potong belakangan, hiaslah bagian belakang piring kertas. Tapi, untuk Pterodactyl sebaiknya kita hias bagian depan piring kertas.

    Setelah selesai diwarnai, biarkan kering selama 1-2 jam. Sementara itu kita bisa memotong anggota tubuh dinosaurus dari template yang sudah dicetak sebelumnya.

    Kemudian tempelkan anggota tubuh dinosaurus ke piring kertas yang sudah dihias.

    Berdasarkan pengalaman, akan lebih kuat kalau anggota tubuh dino distapler saja dengan ke piring kertasnya. Dan supaya lebih kokoh, setelah anggota tubuh ditempelkan, lapisi lagi dengan piring kertas. Jadi urutannya adalah: piring kertas yang sudah dihias, anggota tubuh, piring kertas.

    Terakhir, beri mata dengan googley eyes atau gambar mata dengan spidol sesuai kreativitas anak-anak.

    Dinosaurus dari piring kertas siap dimainkan.

  • Kids Activities

    Hiasan Dinding Dari Kulit Telur

    hiasan dinding dari kulit telur, craft for children

    Kulit telur yang biasanya kita buang ternyata bisa jadi kerajinan tangan yang unik lho, apalagi jika dipadukan dengan kreativitas anak-anak yang tanpa batas. Aktivitas seperti ini pernah saya lakukan bersama Cinta beberapa tahun lalu. Tapi kali ini saya ingin membuat sesuatu yang bisa jadi penanda milestone anak-anak. Seperti yang kami buat ini, hiasan dinding dari kulit telur berupa telapak tangan mereka.

    Bahan yang diperlukan sederhana saja:

    hiasan dinding dari kulit telur, craft for children

    Kulit telur yang sudah dicuci bersih luar dan dalam. Untuk proyek ini kami menggunakan empat kulit telur.
    Template gambar apa saja
    Lem
    Cat akrilik
    Kuas atau spon untuk mewarnai
    Frame

    Cara membuat:

    hiasan dinding dari kulit telur, craft for children

     Pecahkan kulit telur menjadi serpihan kecil.

    hiasan dinding dari kulit telur, craft for children

    Beri lem pada gambar

    hiasan dinding dari kulit telur, craft for children

    Tempelkan kulit telur pada kertas.

    Bagi anak besar beri tantangan untuk bisa menempel di dalam garis. Sedangkan untuk anak yang lebih kecil biarkan dia berkreasi sesuka hatinya. Di bagian ini, Keenan cuma betah menempel selama beberapa menit. Selebihnya ya mama yang menyelesaikan hihihi. Tapi buat saya sudah cukup karena rentang konsentrasi batita memang hanya maksimal 15 menit. Apalagi tipe Keenan yang aktif, bisa duduk tenang selama 5 menit untuk menempel sudah merupakan prestasi tersendiri. Menjumput kulit telur yang kecil lalu menempelkannya di kertas, bermanfaat untuk melatih kesabaran dan kekuatan otot-otot tangan dan jari anak usia pra sekolah yang kelak berguna ketika anak belajar menulis.

    hiasan dinding dari kulit telur, craft for children

    Warnai kulit telur

    Ini bagian favorit anak-anak nih. Kakak yang memang senang menggambar dan mengecat dengan telaten mewarnai kulit telurnya. Sedangkan bagi Keenan mencampur cat yang berwarna-warni itu ternyata lebih menarik daripada mewarnai. Jadi ya setelah semua catnya tercampur dan berwarna coklat, lagi-lagi mama yang menyelesaikan hehehe.

    Setelah semua selesai dan cat kering, telapak tangan mereka saya gunting lalu ditempelkan pada kertas yang lebih tebal. Satu telapak tangan dari masing-masing anak. Kemudian pasang pigura. Jadi deh hiasan dinding yang unik dari kulit telur. Yuk, bikin juga. Mumpung akhir pekan nih, bisa jadi alternatif aktivitas di rumah bersama si kecil.

     

  • fingerpaint, diy fingerpaint, fingerpaint homemade, messy play
    DIY, Kids Activities

    Finger Paint: Homemade vs Factory Made

    Rasanya sudah lama sekali nggak main pakai finger paint. Padahal dulu aktivitas ini jadi salah satu favorit kakak Cinta. Tapi berhubung saya suka kesal karena bekas yang selalu nempel di lantai dan dinding padahal sudah dikasih alas, akhirnya finger paint sempat jadi mainan terlarang di rumah. Sampai kemarin saya lihat ada diskonan finger paint di sebuah toko buku. Kebetulan dia juga ngeklaim kalau produknya non-toxic dan aman untuk anak-anak di atas 3 tahun. Akhirnya saya beli deh tuh finger paint. Pas kakak Cinta juga kepingin bikin art project pakai cat jenis ini.

    finger paint, homemade finger paint, diy finger paint, sensory play, manfaat finger paint

    Setelah hampir seminggu dianggurin, akhirnya hari Jumat yang lalu saya mengajak anak-anak bermain menggunakan finger paint ini. Tapi berhubung Keenan belum 3 tahun, saya pun mencoba membuat lagi finger paint dari bahan-bahan yang ada di dapur yang lebih aman untuknya. Sekaligus ingin membandingkan finger paint pabrikan dengan yang buatan rumah. Setelah browsing  dari berbagai pilihan resep finger paint yang ada di internet, pilihan saya jatuh ke resepnya Martha Stewart karena nampak mudah dan bahan-bahannya ada di rumah semua.

    Martha Stewart Finger Paints

    Bahan

    • 4 sendok makan gula
    • 1/2 cup tepung maizena
    • 2 cups air dingin
    • Containers
    • Pewarna makanan

     

    Cara Pembuatan

    1. Aduk rata gula dan tepung maizena di dalam panci. Tambahkan 2 gelas air lalu masak dengan api sendang sampai adonan menjadi kental. (Adonan akan lebih kental saat dingin)
    2. Bagi ke dalam beberapa wadah plastik. Tambahkan pewarna makanan. Aduk rata sambil dinginkan adonan.

    Tekstur finger paint rumahan jauh berbeda dari yang pabrikan. Karena dibuat dari tepung jagung yang dimasak, finger paint rumahan ini seperti lem, kental dan slimmy. Jenis pewarna yang digunakan juga ternyata berpengaruh terhadap kepekatan warna. Saya menggunakan pewarna makanan cair yang ketika dioleskan ke kertas jadi transparan.

    finger paint, homemade finger paint, diy finger paint, sensory play, manfaat finger paint

    Finger paint homemade ini cocok untuk anak pra sekolah yang sedang mengenal tekstur, seperti Keenan. Entah kenapa dia nggak suka kalau tangannya kotor dan lengket. Aktivitas ini bisa bermanfaat untuk mengurangi rasa jijiknya dengan cara yang menyenangkan. Yah, pada percobaan ini sih belum berhasil ya. Keenan cuma mau main sebentar. Tapi sudah ada kemajuan dari yang awalnya menggunakan stik es krim lama-lama dia mau mencelupkan jarinya ke dalam cat, meski setelah itu buru-buru minta dilap.

    Selain mengenal tekstur, cat rumahan ini juga bermanfaat mengenalkan anak akan perubahan suhu dari hangat ke dingin. Juga kita bisa menambahkan aromatherapy supaya anak belajar bau-bauan. Pasti seru ya.

    Kekuranganya, finger paint rumahan ini nggak bisa disimpan. Kemarin karena sisa banyak saya coba simpan dalam container plastik kedap udara. Lantas diletakkan dalam lemari dengan suhu ruang. Setelah beberapa hari ternyata teksturnya jadi berubah lebih cair. Juga berbau asam yang tajam. Jadi sebaiknya sih bikin sedikit-sedikit aja supaya bisa habis sekali pakai.

    finger paint, homemade finger paint, diy finger paint, sensory play, manfaat finger paint

    Sementara finger paint buatan pabrik yang digunakan oleh Cinta warnanya lebih pekat, teksturnya juga lebih halus. Seperti cat air atau cat akrilik pada umumnya. Cat ini menurut saya memang lebih cocok untuk anak lebih besar yang sudah mulai ‘serius’ membuat karya seni. Warna-warnanya yang pekat juga seusai untuk belajar mengenal warna sekunder karena campuran dari warna-warna primernya nampak lebih jelas.

    finger paint, homemade finger paint, diy finger paint, sensory play, manfaat finger paint
    finger paint, homemade finger paint, diy finger paint, sensory play, manfaat finger paint

    Keenan sendiri nampak lebih nyaman ketika diajak bermain dengan finger paint pabrikan ini. Dia nggak keberatan tangan dan kakinya saya olesi cat untuk kemudian ditempel di kertas. Bahkan beberapa kali minta diulang. Mungkin karena nggak terasa lengket jadi dia nggak risih ya.

    Well, apapun medianya, baik yang buatan sendiri maupun bikinan pabrik, banyak sekali manfaat yang bisa kita peroleh dari messy play seperti ini. Salah satu yang utama adalah merangsang imajinasi dan kreativitas anak. Selain itu dengan finger painting anak bisa:

    1. Memperoleh pengalaman menyenangkan yang bisa menstimulasi indra peraba
    2. Mendapat pengetahuan tentang warna primer dan sekunder dengan mencampur berbagai macam warna.
    3. Terstimulasi indra penglihatannya.
    4. Menguatkan otot-otot tangan dan jarinya dan melatih motorik halusnya.
    5. Lebih tenang dan belajar konsentrasi.
    6. Bersenang-senang!

     

    finger paint, homemade finger paint, diy finger paint, sensory play, manfaat finger paint

  • DIY

    DIY Piring Terbang

    Hari Minggu yang lalu di rumah aja seharian, niatnya mau ngeberesin printables color matching yang sudah diunduh dari situs Indonesia Montessori sama bikin alat main berhitung es krim untuk Keenan tapi entah kenapa kok lagi nggak mood. Tapi mau nganggur aja kok nggak enak juga, eh abis cuci piring liat gelas bekas minuman pearl tea dan teringat salah satu postingan di Facebook Page Home Learning Me. Akhirnya nyoba deh bikin flying saucer ala ala buat mainan anak-anak.

    Seperti biasa, tiap bikin hastakarya (hampir) semua orang di rumah dikaryakan. Kakak Cinta dapat tugas menggambar alien dan melekatkan karton ke badan alien supaya kokoh plus mengecat badan piring terbang serta menghias gelas dengan glitter sesuai idenya. Sementara papa merekatkan mangkuk plastik ke piring kertas dengan super glue. Lumayan lho dengan bikin prakarya seperti ini kakak Cinta jadi lupa sama haus dan laparnya. Yuk ikutan membuat piring terbang, gampang kok caranya. Kali ini disertai foto step by step supaya lebih mudah dipahami.

    DIY Piring Terbang

    Bahan:

    Piring Kertas
    Mangkuk Plastik
    Gelas dengan Tutup Setengah Lingkaran (saya pakai gelas bekas pearl tea Gong Cha)
    Gambar alien yang sudah dilapisi karton atau kertas tebal supaya kokoh
    Double Tape
    Super Glue
    Cat Poster & Glitter jika perlu untuk hiasan

    Cara Membuat:

    1. Lekatkan bagian belakang gelas pada bagian belakang piring kertas dengan double tape dan lekatkan bagian atas mangkuk plastik pada bagian belakang piring kertas yang lain dengan super glue.

    2. Beri hiasan atau cat masing-masing piring kertas dan mangkuk plastik sesuai kesukaan. Saya dan Cinta memilih untuk memberi cat berwarna biru pada piring kertas dan hijau pada mangkuk plastik.

    3. Gunting gambar alien dan rekatkan pada bagian bawah mangkuk plastik lalu lekatkan tutup gelas setengah lingkaran dengan double tape.

    4. Hias bagian dalam gelas sesuai keinginan. Cinta memilih memberi lem dan glitter untuk efek sinar piring terbang yang berkilau.

    5. Lekatkan kedua bagian dalam piring kertas yang tidak berwarna dengan double tape.

    Piring terbang siap dimainkan. Selamat bermain!

  • DIY

    DIY Perisai Captain America

    Hari pertama puasa Ramadhan papa dan kakak Cinta libur. Berhubung sudah selesai masak untuk buka puasa nanti (menunya minimalis, cukup sup daging, perkedel kentang dan puding coklat. Kakak Cinta minta dibikinin orak-arik telur tuna keju, bisa dimasak menjelang buka puasa) dan nyuci dan merasa nggak ada kerjaan, tiba-tiba teringat rencana bikin shield alias perisai ala Captain America untuk Keenan. Gara-garanya waktu ke Toys R Us hari Minggu lalu Keenan liat mainan perisai itu dan nampak tertarik tapi mau beli kok sayang ya. Abis meski dia lagi suka segala sesuatu tentang Avengers, Keenan tuh kalau bukan mainan yang bisa dia bawa kemana-mana, gampang bosen anaknya. Daripada cuma jadi pengisi kotak mainan mending bikin sendiri aja deh. Kayanya gampang kan, cuma lingkaran dengan gambar bintang di tengahnya.

     photo 1494B253-4BB5-4778-AD9A-93F0401F8E01_zpshyt2beva.jpg

    Nah, mumpung di rumah ada kardus air mineral langsung deh siang-siang belum mandi bikin-bikin. Ternyata memang gampang kok. Yang agak tricky buat saya adalah membuat bentuk bintangnya. Supaya cantik saya serahkan saja ke yang lebih ahli, si Papa hehehe. Saya bikin lingkaran-lingkaran dan ngecat ajalah. Itupun dibantu sama Cinta yang semangat banget lihat cat poster yang sengaja saya simpan buat proyek-proyek kerajinan gini.
    Berhubung kerjanya gotong royong ya cepat juga selesainya. Anak-anak lumayan senang sih. Dan seperti dugaan saya, abis dikagumi, dilihat-lihat, dilempar-lempar jadi frisbee trus digeletakin gitu aja di meja. Nah, untung kan bikin sendiri.

     photo C60D28DC-E23D-4476-8FD3-1525EE360985_zpshpqmartg.jpg photo E5340DB9-5389-472D-AD55-D187B3B3DB86_zpshozzr3lt.jpg

    Buat yang anak-anaknya lagi suka juga sama Avengers dan senang buat kerajinan, bikin aja perisai ini. Lumayan lah untuk main-main di rumah aja. Caranya ada di bawah ya. Maaf nggak ada foto step by stepnya karena terlalu konsen bikin jadi nggak kepikiran untuk foto satu persatu. Tapi beneran gampang kok. Yuk dicoba!

    DIY Captain America’s Shield

     photo E86571A0-27A6-4786-8B00-008764D12CBE_zpsuxhyoi1k.jpg

    Bahan yang diperlukan:

    Kardus yang agak tebal
    Cat poster atau akrilik atau cat apa saja
    Double tape
    Kuas cat
    Jangka (Bisa diganti dengan piring atau print templatenya dari internet)
    Gunting

    Cara membuat:

    1. Buat 2 buah lingkaran sama besar dari kardus lalu lekatkan dengan double tape.

    2. Gambar 3 buah lingkaran di dalam perisai.

    3. Di lembar kardus yang lain, buat lingkaran yang besarnya sama dengan lingkaran terkecil pada perisai lalu gambar bentuk bintang dalam lingkaran tersebut. Gunting dan cat dengan warna putih.

    4. Cat masing-masing lingkaran dari yang terluar dengan warna merah, putih, merah dan terakhir biru.

    5. Setelah semua cat kering. Lekatkan bintang pada bagian tengah perisai dengan double tape.

    6. Gunting kardus menjadi bentuk segi empat yang ukuran panjang dan lebar sesuai dengan genggaman anak. Lekatkan dengan double tape pada bagian belakang perisai.

    7. Have some fun with it!

  • DIY

    Art in The Wall

    Waktu terima raport akhir tahun ajaran 2012 beberapa waktu lalu, dapat banyak sekali hasil kerajinan tangan Cinta selama hampir setahun belajar di KG 2. Mulai dari gambar, mewarna, menempel sampai sertifikat penghargaan. Tadinya cuma ditaruh gitu aja di amplop dan ada beberapa yang disimpan di clear folder tapi lama-lama kok merasa sayang. Apalagi tiap bulan selalu ada yang baru dan akhirnya numpuk menuhin art & toy boxnya.

    Pas banget lagi mikir apa yang sebaiknya saya lakukan sama benda-benda itu, eh nemu foto ini di google. Ah, langsung deh nyontek idenya.

    sumber foto: itswrittenonthewall.blogspot.com

    Saya nggak tahu pemilik blog ini pakai apa untuk Art In Hallnya, akhirnya saya kira-kira aja. Bahannya sih cuma gantungan baju, pita dan penjepit baju. Gampang kan yah. Apalagi si gantungan ini karena ada double tape di belakangnya jadi tinggal tempel aja. Ngelepasnya lagi juga nggak susah. Cocok banget buat kami yang tinggal di ruang terbatas dan nggak bisa diubah-ubah tatanannya.

    Dan beginilah Art in The Wall versi kami. Jadi seperti jemuran baju ya hehehe. Tapi Cinta senang lah, dia jadi makin semangat bikin sesuatu yang bagus biar bisa dipajang di situ. Kami pun punya hiasan dinding yang unik dan murah.

    wall gallery, galeri karya anak

  • DIY, Kids Activities

    Akuarium Mainan

    Ceritanya mau ngikut Anggit dan mom Carra bikin akuarium dari kardus bekas buat mengisi waktu di hari pertama libur sekolah.

    Di pagi hari, kita sudah sibuk belanja peralatan perang, mulai dari art paper, doubletape, cat poster, glitter, dan beberapa printilan lainnya. Maklum, di kepala si mama ini udah kebayang itu akuarium mau dibungkus yang cantik, dicat warna-warni, trus dikasih dekorasi dari kerang yang kita kumpulin dari pantai kapan hari dan glitter-glitter cantik.

    Setelah itu kita mulai bekerja. Sementara si mama gunting-gunting kardus bekas biskuit sampai berlubang di tengah dan ngasih doubletape, Cinta dapat tugas bikin ikan dan menghiasnya.

    Abis itu dasar kardus dilapisi dengan art paper warna biru dan siapin apa saja yang mau dimasukan dalam akuarium, seperti rumput laut, gelembung air, batu-batuan, dll.

    Sambil nunggu Cinta selesai menggunting rumput laut dan menghias ikan-ikan, saya tinggal sebentar untuk brunch sambil buka-buka twitter. Pokoknya mah percaya penuh Cinta bakal selesaikan tugas bagiannya dengan bagus. Dan ternyata, she did it beyond expectation, saudara-saudara. Begitu saya selesai makan, ikan dan rumput laut sudah ditempel dengan manis di dinding kardus dan dihiasi glitter banyak sekali. Huehehehe

    Yah, baiklah tugas si mama tinggal merapikan sedikit, kasih plastik untuk menutup lubang kardus dan bungkus kardus dengan art paper. Dan beginilah jadinya. Tadaaaa…

    Nggak benar-benar persis seperti yang ada di bayangan saya sih tapi inilah hasil kreativitas Cinta sendiri. Lumayan deh. Yang penting kami menikmati prosesnya dan bocah 5,5 tahun saya itu menyukai hasilnya. Hmmm, abis gini bikin apalagi ya?

  • DIY

    Rumah Boneka

    rumah boneka dari kardus

    Sore-sore dapat kiriman paket dari mama yang bentuk kardusnya udah dimodifikasi.

    Sementara saya asik bongkar-bongkar isi paket, Cinta sibuk mainan kardusnya.

    Tiba-tiba dia bilang, “Ma, Ma! Ini rumah nih!” sambil membentuk bagian kardus menjadi segitiga. Lalu dia masukkan boneka-bonekanya ke dalam kardus dan bilang kalo itu adalah rumah boneka.

    Wah, saya pikir kenapa nggak sekalian aja dibuat rumah-rumahan, pasti Cinta suka.

    Abis mandi sore, saya ajak Cinta untuk bikin prakarya. Gunting-gunting sedikit untuk bikin pintu dan jendela plus lubang untuk masukin boneka di bagian belakang. Selotip bagian atas kardus untuk membentuk atap dan bagian bawah untuk lantainya. Pasang kain felt di bagian atap, kusen pintu & jendela dan gordyn lalu tempel kertas warna untuk dinding dan pintu.

    Voila, jadi deh rumah boneka dari kardus meski nggak rapi-rapi amat. Lumayan, memanfaatkan barang bekas sekaligus menyenangkan hati anak 😀