Sehat itu Butuh Pengorbanan, Jenderal!

Kemarin sore saya iseng browsing online shop yang jual bento tools. Biasalah, euforia mamah yang anaknya sudah selesai liburan, pengen bikin bento lucu-lucu untuk bekal sekolahnya. Walaupun sudah dapat snack dari sekolah, Cinta suka nggak doyan, kecuali kalau menunya pas seperti sosis atau camilan khas Melayu semacam lepet. Maklum, lidah Jawa gini kalau cuma dapat roti isi kurang nendang.

Pas browsing malah nemu situs tentang perbentoan yang bagus banget. Namanya justbento.com. Di situ selain ada resep dan tip bento sehat lagi praktis, juga ada pengetahuan tentang bento itu sendiri. Cara freezing nasi, bikin nasi tetap fresh dan masih banyak lagi. Tapi nggak ada menu khusus anak-anak dengan model yang kawaii gitu. Ini bento secara umum, yang bisa dinikmati oleh orang dewasa. Keren banget lah pokoknya.

Setelah baca-baca sampailah saya di blog pribadinya Maki si pemilik justbento.com. Di sana dia menceritakan perjuangannya melawan kanker. Mulai dari kesedihannya karena tubuhnya merasa nggak nyaman sampai kecintaannya terhadap makanan yang mulai memudar. Semua dituangkan dalam bentuk sketsa, di mana gambar-gambarnya bikin terenyuh. Menurut Maki, sketching adalah salah satu bentuk katarsis bagi dia, selain menulis selama berjuang melawan kanker ini.

Sketsa terakhir Maki bercerita tentang terapi tahap ketiganya dan ini mengingatkan saya pada seorang teman mama saya yang akhirnya meninggal karena kanker. Padahal ketika terakhir berobat ke Singapura, si tante ini sudah dinyatakan bersih dari sel kanker, meski tetap harus waspada akan kemungkinan muncul lagi. Nah, tak lama kemudian kankernya benar ada lagi dan menjalar semakin cepat.

Waktu nengok beliau di rumah sakit rasanya terenyuh, seorang perempuan aktif terbaring lemah karena kanker. Sama seperti nenek, kakek dan tante sepupu dari pihak mama. Kanker merenggut semua dari orang yang mengidapnya dalam waktu yang cepat.

Jujur aja, penyakit ini jadi salah satu kekhawatiran terbesar saya. Faktor pemicunya yang beraneka ragam, termasuk pola makan yang kurang sehat, gaya hidup sampai beban pikiran, menjadikan kanker salah satu penyebab kematian teratas di dunia. Serem yah.

Meski di negara-negara maju banyak penderita kanker yang bisa sembuh total dan hidup sehat sampai bertahun-tahun. Kenyataan di Indonesia yang terjadi sebaliknya. Oleh karena itu sepertinya cara terbaik adalah menghindari penyebab kanker.

Banyak artikel-artikel kesehatan yang menyarankan supaya kita menjaga makanan, rutin berolahraga sampai mengkonsumsi makanan/minuman tertentu untuk mencegah kanker. Tapi kok ya berat ya rasanya menjalani hidup sehat begitu. Apalagi buat saya yang lebih suka jajan daripada jarang masak sendiri karena nggak sempat. Hadeeeeuuh…

Sepertinya harus mulai memaksakan diri nih untuk lebih rajin lagi masuk dapur dan masak! Terutama buat si kecil yang sedang butuh asupan makanan bergizi, bukan sekadar karbohidrat dan protein (baca nasi dan ayam goreng/butter nestum chicken-prawn/butter egg chicken). Meski mungkin rasanya nggak seenak makan di resto tapi kalau gizinya seimbang tentu lebih sehat kan yah (pembelaan diri).

Selain makanan dan olahraga teratur juga sepertinya harus mulai menyiapkan asuransi kesehatan yang mengcover kanker juga nih, ada nggak sih? Secara pengobatan kanker membutuhkan biaya yang nggak sedikit, kalau dibantu dengan asuransi kan minimal nggak sampai menyusahkan keluarga dari segi ekonomi. colek pak suami

Oya, untuk perempuan juga harus rutin melakukan SADARI setiap bulan dan pap smear bagi yang telah aktif secara seksual setahun sekali. Pap smear nggak sakit kok, serius, been there done that and going to do it again by the end of this year. Malah menurut saya lebih sakit intravaginal ultrasound atau yang kita kenal dengan istilah periksa dalam waktu hamil dulu. Dengan pemeriksaan dini ini akan lebih mudah ditemukan penyebab dan penanganan yang tepat saat ada sesuatu yang abnormal, seperti saat saya menemukan benjolan di payudara beberapa tahun silam.

And tonight I’m going to pray for Maki and other people fighting cancer, semoga diberi kekuatan dan untuk menjalani pengobatan supaya segera pulih kesehatannya. Dan semoga kita dijauhkan dari penyakit ini. Aamiin…

One Reply to “Sehat itu Butuh Pengorbanan, Jenderal!”

  1. Teguh Puja says:

    Semoga Maki dan siapa pun di negeri ini dan di tempat lainnya, yang kini sedang sakit dan menghadapi penyakitnya. Semoga Tuhan memberikan kekuatan, ketabahan dan juga kesembuhan bagi mereka. Amin. 🙂

Komentar ditutup.