Secercah Harapan di Tahun Baru

secercah harapan

Tepat di penghujung tahun lalu, badai hebat menerjang kehidupan kami. Kehidupan saya tepatnya. Begitu dashyatnya hingga kapal yang saya tumpangi nyaris karam. Saya terpuruk, depresi bahkan bukan cuma sekali dua kali berpikir untuk mengakhiri hidup karena merasa telah kehilangan segalanya mulai lebay.

Begitu banyak yang saya benci; hidup saya, pasangan saya, diri saya sendiri, bahkan saya pun marah kepada Tuhan. Tahun 2009 pun menjadi tahun terkelam dalam perjalanan hidup saya selama ini.

Tapi, berkat dukungan orang-orang terhebat saya perlahan mulai bangkit. Menyusun kembali puing-puing yang berserakan. Tak mudah, kadang saya kembali terjatuh untuk kemudian berusaha bangkit. Perjalanan itu sungguh melelahkan dan menyakitkan.

Akhir tahun ini saya mulai menemukan kembali hidup saya yang pernah “hilang”. Walaupun masih rapuh tapi saya yakin perlahan tapi pasti saya akan bisa kembali berdiri tegak. Rencana demi rencana hidup sedikit demi sedikit mulai saya susun lagi.

Saya berharap di tahun ini ada secercah harapan baru untuk kebahagiaan. Resolusi saya di tahun 2010 tidak muluk, saya hanya ingin bisa kembali mencintai, khususnya mencintai diri saya sendiri dan apa yang saya miliki. Juga memperbaiki hubungan saya denganNya, menyatukan lagi keluarga saya, lebih mengasihi orangtua, saudara dan the in laws serta mendekatkan diri kepada teman-teman yang tak pernah lelah mendukung saya ketika terpuruk.

Selamat tahun baru 2010, selalu yakini akan ada pelangi di setiap badai yang menerjang. Dan apapun yang terjadi, selama kita kuat dan bertahan segalanya akan berubah menjadi lebih baik. :*

Gambar diambil tanpa ijin dari sini.