aplikasi lets read indonesia
Parenting

Read Aloud BUKU Anak untuk Bekal Anak Bertumbuh

Selamat Hari Buku Nasional! Sudah baca buku apa aja selama libur lebaran? Saya jujur aja belum baca buku dan sudah lama nggak beli buku fisik nih. Kebanyakan buku yang saya baca sejak pandemi adalah buku-buku yang sudah saya beli lama tapi belum dibaca atau beli e-book.

E-book atau buku digital memang jadi pilihan saya akhir-akhir ini. Baik untuk buku bacaan dewasa maupun buku anak. Apalagi sekarang banyak sekali aplikasi atau situs yang menyediakan buku-buku digital secara legal. Termasuk Let’s Read.

Let’s Read

Let’s Read adalah perpustakaan digital yang menyediakan ratusan cerita bergambar gratis untuk anak Asia. Iya, gratis dan legal! Saya kenal Let’s Read sejak satu tahun yang lalu. Waktu itu saya mencari buku anak berbahasa Indonesia untuk anak bungsu saya yang sedang belajar bahasa Indonesia. Dan begitu tahu situs ini langsung jatuh cinta.

Gimana enggak, pilihan buku anaknya itu banyak banget dengan cerita yang menarik dan edukatif dengan ilustrasi indah. Saya pun nggak kesulitan memilih cerita mana yang sesuai untuk anak saya karena disediakan fitur untuk mengkategorikan buku berdasarkan bahasa dan tingkat kemampuan membaca.

aplikasi lets read indonesia

Oya, buku anak di Let’s Read ini bisa dibaca dalam berbagai bahasa negara Asia maupun bahasa daerah di Indonesia. Ini benar-benar membantu saya menumbuhkan minat baca si kecil.

Biasanya saya akan minta dia untuk memilih dulu cerita yang ingin dia dengar berdasarkan gambarnya. Lalu saya bacakan versi bahasa Indonesianya, kalau dia bingung dan nampak kurang menikmati, kami tinggal cari versi bahasa Inggrisnya untuk dia baca sendiri supaya lebih paham. Asik, kan.

Kerennya lagi buku-buku dalam koleksi Let’s Read ini selain berasal dari donasi berbagai lembaga seperti Unicef, KPK, Mizan sampai ITB juga dari hasil lokakarya Book Lab.

Book Lab adalah sebuah rangkaian pengembangan cerita bergambar yang terdiri dari 3 lokakarya, yaitu lokakarya penyuntingan teks dan visual; lokakarya penulisan; dan lokakarya ilustrasi. Book Lab ini merupakan aktivitas yang dibawahi oleh The Asia Foundation yang juga membuat Let’s Read. Jadi bisa dipastikan kualitas cerita bergambar di Let’s Read bagus ya, karena untuk bisa diterbitkan di sana aja proses seleksinya ketat.

BUKU: Bekal Anak Bertumbuh

Dari webinar BUKU: Bekal Anak Bertumbuh bersama Let’s Read dan Blogger Perempuan Network yang saya ikuti beberapa waktu lalu, saya jadi tahu kenapa cerita bergambar dipilih sebagai isi koleksi perpustakaan digital ini. Menurut Mbak Nabila Adani, seorang penyunting visual, buku cerita bergambar penting buat anak karena di situ anak bukan cuma belajar membaca dan mengeja. Membaca cerita bergambar bisa menjadi bekal mereka di masa depan.

webinar buku bekal anak bertumbuh

Sedangkan mbak Hutami, seorang ilustrator dalam workshop Book Lab, mengatakan bahwa anak-anak lebih tertarik kepada visual ketimbang tekstual sehingga ilustrasi memegang peranan penting dalam buku anak. Tentunya tekstual dan ilustrasi harus bisa berkesinambungan supaya menghasilkan buku yang optimal.

Tapi gimana caranya supaya anak tertarik membaca? Salah satunya dengan cara orang tua membaca nyaring atau Read Aloud.

meningkatkan minat baca anak

Aktivitas read aloud sendiri sudah sering saya lakukan sejak anak-anak kecil. Mulai dari membacakan board book saat mereka masih bayi sampai membacakan novel ketika sulung saya sudah duduk di kelas 4 SD.

Jujur aja, membacakan buku untuk anak bagi saya adalah cara untuk mengantar anak-anak tidur dengan lebih mudah. Baru setelah mengikuti webinar ini saya belajar lebih banyak dari ibu Roosie Setiawan tentang Read Aloud.

Read Aloud

Ibu Roosie Setiawan adalah penggagas Read Aloud Indonesia, founder Reading Bugs dan penulis buku Membacakan Nyaring. Beruntung sekali ya saya dan teman-teman blogger yang hadir dalam webinar tersebut bisa mendapat banyak sekali informasi tentang Membaca Nyaring dari pakarnya. Nah, supaya ilmunya barokah, insyaAllah, saya mau berbagi sedikit materi yang kami peroleh dalam webinar tersebut. Lanjut baca ya, semoga bermanfaat.

Manfaat dari membaca nyaring adalah membangun keterampilan dasar yang penting. Seperti mengenalkan kosakata, memberikan model membaca yang lancar dan ekspresif serta membantu anak-anak mengenali apa itu membaca untuk kesenangan.

manfaat read aloud

Iya, buku anak memang idealnya menjadi sarana hiburan. Saat membaca buku, anak seharusnya mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Dengan membaca nyaring, orang tua dan guru bisa memberikan contoh kalau membaca buku itu mengasikkan.

Kenapa sih penting sekali membentuk anak menjadi pembaca buku seumur hidup? Menurut bu Roosie, buku bukan cuma sebagai jendela pengetahuan tapi juga berfungsi sebagai cermin.

Dengan buku, anak dapat mencerminkan identitas diri serta melihat orang-orang seperti diri mereka sendiri dalam cerita. Cerita dalam buku juga bisa membantu persepsi anak tentang diri dan potensi mereka. Dan saat membaca tentang tokoh dalam buku yang melakukan hal-hal hebat, anak dapat membayangkan bahwa mereka pun bisa melakukan hal-hal hebat tersebut.

Manfaat Read Aloud

Read Aloud Membantu Mengembangkan Kemampuan Literasi Sejak Dini

Saat orang tua atau guru membaca nyaring, kemampuan literasi anak akan berkembang. Dengan menumbuhkan literasi usia dini, anak akan memiliki kesadaran bahwa buku bisa memberikan pengetahuan dan terbiasa untuk mencari informasi dari buku.

literasi usia dini

Read Aloud Mengembangkan Keterampilan Menyimak, Berbicara, Membaca dan Menulis.

Saat anak dibacakan nyaring mereka akan mengembangkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Tentunya nggak sekaligus ya tapi bertahap. Pertama tentu keterampilan menyimak. Meskipun kesannya sederhana, menyimak ini penting sekali dimiliki karena merupakan jembatan 3 kompetensi berbahasa lainnya yaitu berbicara, membaca dan menulis.

Dari menyimak anak akan memperoleh kosakata lisan dan kosakata dengar. Yang akan membantu mereka belajar berbicara. Kemudian bertambah lagi dengan kosakata baca dan menulis yang berguna saat anak belajar membaca dan menulis.

Cara Membaca Nyaring yang Tepat

Membaca nyaring berbeda dengan mendongeng. Saat mendongeng kita bisa bebas berekspresi dengan cerita, suara dan mimik wajah untuk membuat anak tertarik mendengarkan cerita kita. Tapi, saat membaca nyaring sebaiknya kita ‘taat’ pada bacaan.

Supaya anak betah pastikan kita melakukan 2 hal ini:

  1. Intonasi dan irama.
    Membaca nyaring dengan intonasi dan irama yang menarik akan membuat bacaan mudah dipahami dan meningkatkan konsentrasi anak untuk menyimak bacaan.
  2. Interaksi.
    Ajak anak berinteraksi saat membaca nyaring dengan bertanya tentang hal-hal seputar bacaan. Ini akan membantu mereka memahami cerita. Selain itu dapat meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi belajar anak karena terbiasa berpikir kritis.

Tahapan Read Aloud

Supaya aktivitas membaca nyaring ini memperoleh manfaat yang optimal, sebaiknya orang tua dan guru melakukan tahapan berikut ini:

PERSIAPAN

1. Ketahui Tahapan Membaca Anak.

Berdasarkan Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud, ada 7 Tahapan Membaca, yaitu:

tahapan membaca
2. Memilih Buku untuk Membaca Nyaring

Supaya tepat sasaran, pilih buku yang sesuai dengan usia dan tahapan membaca anak. Anak bisa dibacakan buku satu level di atasnya. Tapi jangan yang di bawah tahapan membacanya karena akan membuat mereka bosan.

Membaca nyaring bisa dimulai dari trimester terakhir kehamilan, lho. Di mana organ dan fungsi pendengaran bayi sudah berfungsi sempurna. Jadi nggak cuma mendengarkan musik atau ayat-ayat suci yang berguna bagi janin. Membaca nyaring juga punya manfaat yang baik.

tips memilih buku anak

Baca Juga: Tips Memilih Buku Bacaan Untuk Anak

Buku cerita yang baik disusun dengan alur yang secara nalar itu benar. Yaitu ada awal, pengenalan tokoh, ada kegiatan-kegiatan. Juga ada konflik-konflik, baik konflik antara tokoh dengan dirinya maupun antar tokoh dengan sekitarnya. Serta ada klimaks dan penyelesaian. Sehingga ada resolusi. Inilah yang membuat anak-anak paham bahwa setiap cerita itu ada problem dan solusi.

Roosie Setiawan
3. Lakukan Prabaca

Sebelum membacakan buku, orang tua atau guru harus membaca dulu bukunya supaya:

  1. Mengetahui jalan dan elemen cerita, seperti tokoh, setting, tema dan alur.
  2. Mengetahui letak tanda-tanda baca sehingga dapat mengatur intonasi suara atau menentukan kapan harus jeda.
  3. Mengantisipasi pertanyaan yang muncul.
  4. Dapat melakukan prediksi atau menghubungkan dengan hal-hal tertentu.
  5. Bisa menyiapkan pertanyaan-pertanyaan sebagai bahan diskusi, seperti: “Ini tokohnya siapa aja?” “Kamu suka nggak sama ceritanya?” “Menurut kamu si tokoh ini tinggal di mana ya?” dan sebagainya.

SEBELUM READ ALOUD

  1. Mulailah dengan percakapan pembuka.
  2. Tunjukkan sampul buku atau bacaan yang akan dibacakan dan menyebutkan gambaran singkat cerita. Ini akan melatih anak melakukan prediksi.
  3. Sebut judulnya, sebut pengarang dan ilustratornya.
  4. Gali pengetahuan latar atau pengetahuan umum anak-anak.
  5. Mulai menyusuri ilustrasi jika ada dalam bacaan atau buku anak sebelum nantinya membacakan.
  6. Buat membaca semenarik mungkin.

SAAT READ ALOUD

  1. Bantu anak-anak untuk mendengar dan merasakan adanya cerita yang mengalir. Tentunya baca dengan suara yang bisa didengar anak-anak dan nggak terlalu cepat.
  2. Ajak anak terlibat dan jaga interaksi dengan anak-anak supaya mereka memahami bacaan dan nggak bosan.
  3. Bangun dialog dengan anak menggunakan buku. Caranya bisa dengan meminta anak-anak bertanya, melemparkan pertanyaan terbuka dan membuka diskusi.
  4. Ajak anak mengungkapkan secara lisan apa yang didengar atau dibacakan dan apa yang mereka pikirkan setelah mendengar cerita tersebut.

SETELAH READ ALOUD

Setelah read aloud sebaiknya jangan tiru cara saya yang langsung menutup buku dan menyuruh anak-anak tidur ya. Tapi minta anak mengajukan pertanyaan atau ajukan pertanyaan kalau mereka nggak bertanya. Bisa juga kita minta mereka untuk menceritakan kembali dengan kata-katanya sendiri dengan menggunakan 5 fingers retell. Dengan begitu anak akan berlatih berkomunikasi secara lisan.

tahapan read aloud

Dan terakhir letakkan buku di tempat yang mudah dijangkau oleh anak. Karena biasanya anak yang dibacakan nyaring akan tertarik untuk memegang atau membaca lagi buku tersebut.

Kesimpulan

Buku memiliki peranan penting bagi tumbuh kembang anak, terutama untuk keterampilan berkomunikasinya. Baik itu komunikasi lisan maupun tulisan. Salah satu cara membuat anak tertarik membaca buku dan ke depannya menjadi pembaca buku adalah dengan membaca nyaring.

Tentunya pilihan bacaan untuk read aloud harus sesuai dengan tahapan membaca anak-anak. Dan untuk anak yang berada pada tahap membaca dini dan membaca awal, buku anak bergambar merupakan pilihan tepat. Karena anak pada usia ini lebih tertarik pada visual daripada tekstual.

Memilih buku cerita bergambar yang baik cukup mudah, karena sekarang banyak sekali buku-buku anak yang berkualitas dari segi alur cerita maupun ilustrasinya. Selain buku fisik, anak-anak juga dapat dikenalkan dengan cerita bergambar digital. Tapi pastikan sumbernya legal, ya.

buku anak digital

Salah satunya adalah aplikasi Let’s Read yang bisa diunduh pada gawai Android. Atau diakses lewat situs https://reader.letsreadasia.org/. Buku-buku dalam koleksi Let’s Read bisa diakses secara gratis, bahkan bisa kita unduh dan cetak sendiri. Asal nggak diperjualbelikan, ya. Dengan Let’s Read, kita jadi punya banyak banget pilihan buku untuk membaca nyaring yang sesuai dengan usia anak, nih. Yuk, dicoba.

Author

alfa.kurnia@ymail.com
Lifestyle blogger yang suka berbagi tentang review produk, kisah sehari-hari, pengalaman parenting dan banyak lagi. Juga suka menulis resensi buku dan produk skincare di blog alfakurnia.com

Comments

Mei 20, 2021 at 8:55 AM

Wah, edukasi yg mantab banget ini, Mbaaa
Memang ortu kudu memberikan pengalaman yg terbaik buat anak, ya.
Termasuk membaca dgn nyaring, ini bener2 bisa memberikan best experience dan ningkatkan bonding juga.
makasi sharing-nya ya



Mei 20, 2021 at 3:43 PM

Menjelang usia 11, anak pertamaku baru berhasil menyelesaikan satu buku yang banyak teks-nya (5 sekawan). Dibanding adiknya, si mas memang kurang antusias sama buku. Jadi keberhasilan dia menuntaskan buku 5 sekawan itu bagiku sudah pencapaian keren 🙂



Mei 20, 2021 at 5:05 PM

buku memang sahabat terbaik anak ya mbak
apalagi klo dibacakan secara nyaring alias read aloud
pasti lebih banyak manfaatnya
sekarang cari buku juga nggak perlu bingung, ada di let’s read



Mei 20, 2021 at 6:20 PM

Duh aku tuh happy banget loh semenjak tau ada Let’s Read karena selain memang buku ceritanya banyak, bisa dibaca secara gratis. Jadi ini juga memudahkan kita untuk membacakan cerita ke sei kecil ya mbak.



Mei 20, 2021 at 9:54 PM

Komplit banget nih ulasannya, seneng bacanya. Aku sekarang juga lagi rajin read aloud dengan cerita2 anak di Let’s Read. Biasanya sih bacaain buku doang, tp lama2 bosen bukunya itu2 mulu. Kalaupun beli baru kan nggak bisa lsg banyak jg. Kalau di Let’s Read ada ratusan cerita, gratis pula



Mei 21, 2021 at 10:45 AM

Read aloud memang merangsang anak untuk mau belajar membaca. Let’s Read memang keren nih, selain membiasakan read aloud tp juga memiliki koleksi e-book untuk anak.



Mei 21, 2021 at 12:48 PM

nyatanya memang manfaat dari membacakan buku cerita dengan metode read aloud memang banyak, salah satu yang penting yaitu kemampuan literasi anak akan berkembang.



Mei 21, 2021 at 10:05 PM

Saya excited-nya ada buku-buku dalam bahasa daerah tertentujuga di Let’s Read. Berarti gak ada alasan tidak bisa membaca karena tidak ada buku karena bisa dijangkau selama ada internet.



Mei 22, 2021 at 12:35 AM

Kalau anak2 biasanya juga suka diajak milih buku di gramed, tapi sejak pandemik udah nggak pernah lagi. Anak2 suka gambar banget ya, kalau disuruh pilih buku pasti gambar yg menarik. Lets read ini jadi pilihan bagus nih buat anak2. Banyak pilihan bukunya



Mei 22, 2021 at 7:39 AM

Jadi ingat zaman aku kecil, dibeliin Ayah buku cerita dibacain Ayah, terus selanjutnya aku bisa mengikuti gaya baca Ayah dan sangat menikmati sekali setiap bacaan. Salut deh dengan teknik Read aloud, bis menumbuhkan minat baca anak



Mei 22, 2021 at 1:11 PM

Bener yaah..buku yang bagus dan jelas adalah 5 fingers retell.
Bagi anak-anak, jangan terllau riweuh sama plot, tapi penjelesan dan bagian pesan yang ingin disampaikan ini yang kudu dikuatkan.

Aku suka pinjem Let’s Read dari apps iJak.
Anakku sudah senang sekali dengan banyaknya buku yang berwarna-warni.



Mei 22, 2021 at 2:39 PM

Aku juga download aplikasinya mbak buat nyariin bahan bacaan untuk anak2. Alhamdulilah koleksinya cukup banyak jd gak kekurangan bahan bacaan ya?
Tdnya kupikir gak perlu bacain nyaring lg krn anak2 dah bisa baca ternyata msh bener2 butuh read aloud yaaa



Mei 22, 2021 at 6:08 PM

Membaca nyaring ternyata banya manfaatnya ya, trus sekarang gak khawatir kehabisan bahan bacaan bisa lihat di Let’s Read aja. Asyiknya lagi bisa diundah & dicetak gratis



Mei 22, 2021 at 9:40 PM

Alhamdulillah anak saya tiga suka semua.baca nyaring. Awalnya emang saya yang suka bacain nyaring ke mereka. Kadang saya juga menikmati cerita yang mereka baca, gantian kan



Mei 22, 2021 at 9:58 PM

Semangat membaca lewat Let’s Read, buku tiap hari ganti-ganti setelah tau aplikasi ini, happy banget deh mbak, dapet kemudahan seperti ini



Mei 22, 2021 at 10:03 PM

Seneng sekarang sudah Ada aplikasi Let’s Read ya mba jadi referensi banget nih buat anak2 untuk banyak baca apaly bisa diunduh.. Anakku dah banyak banget mba pas buka aplisai ini semua cerita yang di suka lsg diunduh bisa bljar bhs asing lagi



Mei 22, 2021 at 10:10 PM

wah ternyata ada cara caranya ya membacakan nyaring, gak sekadar membacakan saja. thanks sharingnya ya mbak



Mei 22, 2021 at 10:12 PM

wah senangnya mbak, bisa membacakan nyaring pada anak anak. aku juga suka membacakan dongeng pada anakku mbak, ternyata ada tekniknya. makasih mbak sharingnya



Mei 22, 2021 at 11:22 PM

Sepakat Mbak Alfa
Salfa nih suka baca
Pas tahu ada Read Aloud, dia girang banget
Sekarang jadi suka nanya kapan Read Aloud lagi



Mei 23, 2021 at 6:06 AM

Canggih ya jaman sekarang perpustakaannya aja digital, nggak perlu keluar rumah buat baca buku-buku keren dari Let’s Read. Aku setuju membaca nyaring itu efeknya bagus banget buat anak. Aku juga dulu bacanya gitu, paling seneng baca yang ada gambarnya sih bikin semangat lihatnya.



Sapti nurul hidayati
Mei 23, 2021 at 6:33 AM

Yang penting memang memberikan kesan kalau membaca itu menyenangkan. Sehingga anak menjadi suka membaca. Tips mya keren untuk dicoba.. Let’s read…



Mei 23, 2021 at 7:06 AM

hepi banget ya mbak bisa ikutan acara bareng gini, menumbuhkan minat baca kepada anak-anak dan bundya nya juga bisa ikutan belajar



Mei 24, 2021 at 4:32 AM

Ilustrasi sangat mendukung saat memperkenalkan sebuah buku pada anak. Aku biasa membacakan buku untuk ponakan. Namun saat dia sendiri, dia mengambil buku dan bercerita sesuai dengan imajinasinya 😂.



Mei 24, 2021 at 7:53 AM

Pengalaman waktu anak-anak masih kecil..hamir tiap hari tuh aku bacain keras… Jadinya sekarang anak2 emang suka baca dan kepoan..hehe



Mei 24, 2021 at 8:27 AM

Pengen banget deh bacain dongeng dengan intonasi dan irama yang beragam. Tapi kok susah yaaaa… berasa flat aja gitu suara aku. Wkwkwk



Jun 10, 2021 at 7:08 PM

Baru tahu kalau ada aplikasi seperti ini. Selama ini hanya mengandalkan buku cerita anak yang fisik. Jadinya mau download juga.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.