Pemberian ASI Ibu Bekerja

Posted in Family Health by

Ceritanya, kemarin saya periksa kesehatan di Eka Hospital, BSD. Waktu lagi ambil nomer antrian, saya melihat brosur “Pemberian ASI Ibu Bekerja” ini di meja pendaftaran. Iseng saya ambil dan baca. Ternyata isinya (menurut saya lho) cukup lengkap dan informatif.

Saat menyerahkan nomer antrian ke poliklinik yang saya tuju, brosur ini juga terpampang jelas dan manis. Selama saya menunggu giliran masuk ke ruang periksa, cukup banyak ibu hamil yang mengambil brosur tersebut. Yah, meski ada poin yang harus diperbaiki (misalnya soal kapan sebaiknya mulai memompa ASI), semoga dengan adanya brosur itu yang diletakkan di tempat yang mudah dijangkau di sebuah rumah sakit, bisa membantu ibu hamil dan ibu menyusui yang bekerja untuk tetap memberikan ASI kepada buah hatinya.

Untuk info yang lebih lengkap tentang manajemen pemberian ASI Ibu Bekerja, kita bisa lho ikut kelas-kelas pelatihan ASI yang sudah banyak dilakukan oleh konsultan-konsultan laktasi yang tergabung dalam AIMI (cek agendanya di sini) ataupun KLASI YOP. Selain ilmunya lebih banyak juga diajarkan teknik-teknik memerah atau memompa ASI yang baik. Berguna sekali untuk para ibu bekerja.

Kalau kurang jelas silakan diklik gambar brosurnya untuk versi gambar yang lebih besar. Atau sila baca salinannya berikut:

Pemberian ASI Ibu Bekerja

Ibu sibuk bekerja ataupun banyak beraktifitas bukanlah alasan untuk tidak memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya, karena ASI dapat disimpan terlebih dahulu.

Selain itu ASI sangat besar manfaatnya bagi bayi, maka dari itu pemberian ASI adalah suatu kewajiban. ASI tidak dapat diganti dengan susu yang mempunyai formula terbaik sekalipun.

Manfaat ASI

  • Sebagai sumber nutrisi untuk bayi
  • Meningkatkan kecerdasan anak
  • Meningkatkan jalinan kasih sayang antara ibu dan anak
  • Meningkatkan daya tahan tubuh anak

Ketahanan ASI Terhadap Suhu

  1. Suhu ruangan:
    Tahan kurang lebih 4 jam (apabila ASI tidak digunakan dalam waktu 4 jam, masukkan ke dalam lemari pendingin)
  2. Lemari Pendingin:
    – ASI dapat bertahan 48 jam (apabila dimasukkan ke dalam freezer, ASI dapat bertahan lebih dari 48 jam)
    – ASI lebih baik ditempatkan di bagian dalam lemari pendingin (jangan disimpan di dekat pintu lemari pendingin)
  3.  Freezer (suhu lebih rendah dari -20 derajat C)
    – ASI dapat bertahan kurang lebih 4 bulan
    – ASI lebih baik ditempatkan di bagian dalam lemari pendingin (jangan disimpan di dekat pintu lemari pendingin)
  4. Freezer (suhu lebih rendari dari -70 derajat C)
    – ASI dapat bertahan 6-12 bulan

Hal Yang Harus Diperhatikan Bila ASI Telah Dihangatkan

  1. ASI hanya bertahan kurang lebih 1 jam (disimpan di suhu ruangan setelah dihangatkan)
  2. Dari lemari pendingin/freezer: Tahan hingga 24 jam (jangan lupa ubah label sesuai tanggal & waktu penghangatan)
  3. ASI jangan dibekukan lagi

Hal Yang Harus Diperhatikan Untuk Memperbanyak Produksi ASI

  1. Berikan ASI minimal 12 kali dalam 24 jam
  2. Berikan ASI setiap anak Anda menginginkannya
  3. Lakukan teknik menyusui dengan benar
  4. Ibu makan makanan bergizi
  5. Minum air putih sebelum dan sesudah menyusui
  6. Ibu istirahat/tidur yang cukup (kurang lebih 8 jam sehari)
  7. Ibu harus yakin dapat memberikan ASI

Memompa ASI

  1. ASI sudah mulai dipompa 3 hari sebelum ibu mulai bekerja dan disimpan di lemari pendingin
  2. Saat di tempat bekerja, lakukan pemompaan setiap 2-3 jam
  3. Simpan ASI yang sudah dipompa di botol yang telah direbus
  4. Gunakan pemompa yang dapat disterilkan di bagian yang terkena ASI

Cara Menghangatkan ASI

  1. Bila disimpan di suhu ruangan, tidak perlu dihangatkan
  2. Bila dalam lemari pendingin/freezer, diamkan di suhu ruangan selama 30 menit kemudian rendam dengan air hangat
  3. Tidak boleh dihangatkan menggunakan microwave, di atas kompor atau di dalam air panas karena dapat menurunkan nilai gizi ASI
Okt 20, 2011
Previous Post Next Post

Yuk baca ini juga