He’s Here

Posted in Daily Stories by

Siang ini, liat Cinta dan suami lagi tidur siang bareng tiba-tiba merasa mellow. Antara seneng akhirnya bisa kumpul bertigaan lagi setelah dua bulan pisah sama sedih keinget bakal pisah lagi minggu depan. Boleh nggak ya berharap waktu berjalan sangat lambat supaya hari Minggu nggak cepet dateng.

Jujur aja ya, suasana di rumah jauh lebih menyenangkan kalau lagi ada suami. Cinta seneng karena ada temennya main, saya juga nggak uring-uringan terus karena ada yang diajak ngobrol, curhat, berbagi tugas dan dipeluk-peluk kalau lagi galau. Apalagi kalau beliaunya pas pulang ke Jakarta gini cuti alias nggak disuruh commisioning atau kerja sama kantornya yang di sini. Waaah, itu bisa 24 jam barengan terus. Menyenangkan sekali.

Ada yang bilang, “don’t be a woman that needs a man but be a woman that man needs.” Well, kayanya saya belum bisa kaya gini. Ada saat-saat tertentu yang saya ngerasa keberadaan dia di rumah sangat dibutuhkan, seperti ketika Cinta atau saya sakit. Waktu harus pergi ke tempat yang saya nggak tahu jalan atau bahkan saat sekedar ingin berbagi cerita.  Emang sih ada YM, skype, telpon tapi tetap aja nggak bisa menggantikan saat suami ada di sini secara fisik.

Pengennya sih bisa kumpul kaya gini terus, bertigaan, satu rumah. Tapi entah kenapa kok ada aja kendalanya, yang terakhir adalah ketika saya sama Cinta nggak bisa dapat visa tinggal di Brunei dan cuma dapat visa kunjungan yang harus diperbarui tiap 3 bulan. Booo, berat di ongkos pesawatnya deh kalo musti bolak-balik Jakarta-Brunei tiap 3 bulan. Insya Allah sih tugas suami di Brunei akan selesai bulan Juni ini, semoga aja nggak diperpanjang lagi. Kalaupun diperpanjang, semoga saya dan Cinta bisa ikut pindah ke sana. Sementara ini mari dinikmati dulu kebersamaan selama seminggu ini sebelum berpisah lagi untuk 2 bulan ke depan 🙂

Mar 21, 2011
Previous Post Next Post

Yuk baca ini juga