Klaska Residence, Apartemen di Surabaya Bergaya Resor

Klaska Residence, apartemen di Surabaya

Tinggal di apartemen mungkin belum menjadi pilihan bagi sebagian keluarga di Indonesia yang terbiasa dengan hunian bertipe rumah tapak. Namun, harga rumah sekarang semakin mahal, terutama bagi keluarga muda yang sedang merintis karir. Kalaupun ada yang terjangkau biasanya letaknya jauh dari pusat kota. Sehingga meski mampu membeli rumah, banyak keluarga harus merelakan banyak waktu terbuang di jalan atau mengeluarkan ekstra uang untuk biaya transportasi karena lokasi rumah dan tempat kerja mereka di pusat kota terlalu jauh.

Karena itu hadirlah tipe hunian vertikal seperti apartemen, kondominium atau rumah susun. Biasanya apartemen memiliki lokasi yang strategis dan dekat dengan pusat kota, pusat pendidikan atau pusat industri. Apartemen juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dibutuhkan oleh penghuninya. Hal inilah yang menjadi nilai plus apartemen daripada rumah tapak.

Blogger Gathering Klaska Residence
Blogger Gathering bersama Bpk. Harris Maulana dari Sinar Mas Land dan Ibu Patricia dari Klaska Residence

Tapi memilih apartemen yang sesuai juga bukan hal yang mudah kan, ya. Maka itu, saya tidak menampik kesempatan untuk melihat show unit salah satu apartemen di Surabaya, Klaska Residence dalam acara blogger gathering di Surabaya beberapa waktu yang lalu.

Klaska Residence

Klaska Residence adalah apartemen modern bergaya resort yang terletak di pusat kota Surabaya. Memiliki prinsip panduan untuk menciptakan hunian untuk keluarga yang memungkinkan masing-masing penghuninya merasa lebih rileks dan memiliki rasa memiliki, Klaska Residence dilengkapi oleh berbagai fasilitas ala resor yang akan membuat kita betah.

Maket Klaska Residence

Apartemen di kawasan Jagir Wonokromo ini dikembangkan oleh Sinar Mas Land yang merupakan salah satu pengembang properti terbesar dan terpercaya di Indonesia. Sinar Mas Land sendiri saat ini sudah sukses dengan kota mandiri BSD City di Tangerang Selatan dan Kota Wisata Cibubur, serta area perumahan Wisata Bukit Mas Surabaya.

Dan Klaska Residence merupakan proyek apartemen pertama di Surabaya yang digarap oleh Sinar Mas Land yang memiliki berbagai kelebihan sebagai berikut.

Apartemen di Surabaya dengan Gaya Resor

1. Lokasi Strategis

Klaska berada di pusat kota Surabaya dengan lokasi yang strategis. Faktor ini tentu penting ya untuk warga Surabaya yang lalu lintasnya sudah mulai padat. Sehingga kita nggak perlu lagi menghabiskan waktu di jalan hanya untuk pergi ke kantor di pusat kota atau ke mall di akhir pekan. Secara Klaska hanya 10 menit perjalanan ke pusat perbelanjaan seperti: Surabaya Town Square, Royal Plaza, DTC Wonokromo, Plaza Marina dan Tunjungan Plaza.

. Lokasi Klaska Re

 

Klaska Residence juga terletak di antara 2 kantor pemerintahan yaitu kantor Pertamina dan kantor wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) 1 Jawa Timur. Cocok banget untuk yang bekerja di dua kantor itu karena tinggal jalan kaki saja dari apartemen sudah sampai kantor.

Klaska pun dekat dengan beberapa pusat pendidikan, yaitu: Universitas Surabaya; Universitas 17 Agustus 1945; Universitas Dr. Soetomo; Universitas Pembangunan Nasional dan UK Petra. Dan tidak jauh dari fasilitas kesehatan seperti RS. Islam Surabaya dan RS Premier.

2. Kemudahan Akses Transportasi

Lokasi apartemen Klaska Residence ini tidak hanya mudah dijangkau oleh transportasi pribadi. Para pengguna angkutan umum pun dapat bepergian dari dan ke Klaska Residence dengan mudah karena sangat dekat dengan Stasiun Wonokromo. Dari dan menuju Bandara Internasional Juanda dan Terminal Bungurasih maupun Terminal Wonokromo pun tidak terlalu jauh dan banyak angkutan umum dan transportasi online yang dapat kita gunakan.

3. Fasilitas Keamanan 24 Jam

Fasilitas Keamanan Klaska Residence

Faktor penting dalam memilih hunian selain lokasi adalah keamanan. Di Klaska Residence sendiri, setiap unitnya dilengkapi oleh 24 hours secured smart unit system. Yaitu sistem keamanan lengkap mulai dari CCTV, panic button, anti theft dan power control untuk AC dan TV. Kebayang kan ya keamanan dan kenyamanannya.

4. Pilihan Unit yang Bervariasi

Saat ini yang sedang dibangun adalah Tower Azure yang akan selesai pada akhir tahun 2020. Ada 4 tipe unit yang tersedia di tower ini, yaitu:

  • Superior dengan luas 25, 67m2 yang memiliki 1 kamar tidur dan 1 kamar mandi.

    Superior Klaska Residence
    Kamar di unit Superior Klaska Residence
  • Deluxe dengan luas 35,06m2 dengan 1 kamar tidur dan 1 kamar mandi

    Deluxe Klaska Residence
    Living Room tipe Deluxe dengan dapur mini, ruang keluarga dan meja makan minimalis
  •  Suite dengan luas 51,58m2 yang memiliki 2 kamar tidur dan 2 kamar mandi

    Suite BR Klaska
    Kamar tidur utama di unit Suite Klaska Residence
  • Loft dengan luas 132,9m2 yang memiliki 3 kamar mandi dan 3 kamar tidur

    Suite Klaska Residence
    Lantai 1 tipe Suite Klaska Residence

5. Memiliki Fasilitas Modern ala Resor Bintang Lima

Klaska Residence ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas ala resor yang memberikan pengalaman hidup terbaik. Membuat kita lebih suka bersantai di rumah daripada pergi ke luar rumah. Berikut adalah beberapa fasilitas yang diberikan oleh Klaska Residence yang menurut saya menarik sekali:

Thematic Water Facilities

Thematic pool

Kolam renang yang tersedia di Klaska Residence ini nggak cuma satu lho, tapi 3! Ada kolam berukuran standar olimpiade, leisure pool dengan tambahan fitur bubble untuk bersantai dan berendam serta kolam anak-anak untuk si kecil. Selain itu juga disediakan jacuzzi dan sauna sebagai tempat istirahat yang dapat dinikmati para penghuni apartemen di waktu luang.

Family Party Park

Dilengkapi dengan fasilitas untuk membuat BBQ party, family party park ini bisa kita gunakan untuk merayakan saat istimewa bersama keluarga.

Hanging Garden dan Sky Jogging Park

Tinggal di apartemen bukan berarti nggak bisa menikmati hijaunya taman dan cuma bisa berolahraga di gym. Di Klaska Residence, kita tetap bisa kok bersantai di taman atau jogging di ruang terbuka yang sambil menikmati keindahan langit Surabaya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Klaska Residence (@klaskaresidence) on

Area Bermain dan Bersantai

Bagi yang lebih suka kegiatan indoor, Klaska Residence menyediakan area-area menarik yang bisa kita gunakan. Ada Movie Room, Virtual Playroom dan Perpustakaan Pribadi untuk penghuni apartemen. Wah, rasanya jadi makin betah di rumah ya kalau gitu.

Dengan berbagai fasilitas itu, nggak heran sih kalau sudah banyak unit yang terjual meskipun Tower Azure masih dalam tahap pembangunan. Apalagi Klaska Residence sekarang menawarkan unit spesial The Rivira yang memiliki akses langsung ke semua fasilitas di atas. Dengan memberikan uang tanda jadi Rp 5 juta dan cicilan mulai dari Rp 3 juta per bulannya, kita bisa memiliki satu unit apartemen di Surabaya itu. Dalam masa promosi ini kita juga memperoleh cashback DP 5%, free biaya KPA dan hadiah istimewa, lho.

Jadi tunggu apalagi, langsung saja lihat show unitnya dan pilih yang sesuai dengan kebutuhan keluarga kita di:

KLASKA MARKETING GALLERY

Jl. Jagir Wonokromo No.100
Surabaya 60244

Buka setiap hari : 08.30 – 19.00 WIB
Telepon. 031 849 8888 | WA. 6282178887818

 

Foto: koleksi pribadi dan klaskaresidence.com

Serunya 4 Wahana di Seaworld Ancol

Serunya 4 Wahana Seaworld Ancol

Kapan terakhir teman-teman main ke SeaWorld Ancol? Kalau saya rasanya 9 tahun yang lalu lah, sebelum kami pindah ke Brunei. Waktu itu ke sana sama mertua, ipar dan Cinta yang baru berusia 3 tahunan. Meski harus menempuh perjalanan hampir 2 jam dari rumah kami di Parung karena macet, kami yang dewasa dan tentunya Cinta sangat menikmati main di SeaWorld Ancol. Saking berkesannya pengalaman itu setelah Keenan lahir 6,5 tahun yang lalu, kami bercita-cita untuk bawa Keenan main di sana suatu hari.

SeaWorld Ancol
SeaWorld Ancol di Musim Libur Sekolah

Nah, tiba-tiba kesempatan itu datang. Di akhir tahun 2019 kemarin, kami melakukan perjalanan darat dari Sidoarjo ke Jakarta untuk mengurus surat-surat mutasi sekolah anak-anak. Meski terkesan mendadak, sebenarnya perjalanan ini sudah kami rencanakan sejak di Brunei. Hanya saja, waktu itu kami belum tahu kapan akan pergi, karena menunggu kepastian kapan dokumen-dokumen tersebut dapat kami ambil dari Kemdikbud.

Begitu sudah ada konfirmasi bahwa surat-suratnya bisa diambil sebelum libur tahun baru, kami pun langsung menyusun jadwal perjalanan. Direncanakan sebagai liburan keluarga, kami berusaha menyisipkan waktu untuk mengajak Keenan dan Cinta mengunjungi SeaWorld Ancol.

Sayangnya, semalam sebelum pergi, kami mendapat kabar yang kurang menyenangkan. Pertama, si Kakak memutuskan untuk nggak ikut ke Jakarta karena lebih memilih untuk main dengan sepupu-sepupunya yang sedang menghabiskan liburan sekolah mereka di rumah mama saya. Meskipun sedih, kami tetap menghormati keputusan dia. Dan akhirnya kami hanya berangkat bertiga: saya, suami dan Keenan. Untung ini perginya naik mobil pribadi ya, kalau naik transportasi umum ya tentu sudah saya paksa ikut daripada tiketnya hangus kan ya.

Kedua, kami mendapat kabar kalau nenek saya masuk rumah sakit karena dehidrasi akibat menolak makan selama beberapa hari. Ayah saya meminta kami untuk menengok beliau di sebuah rumah sakit di Bintaro dan mama saya meminta saya untuk mengunjungi kakaknya di Cipinang. Jadi, akhirnya 1 hari kami alokasikan untuk menengok keluarga yang sudah lama nggak kami jumpai. Hey, it’s family first, right?

Seaworld Ancol di Hari Libur Sekolah

Nah, saat bertamu ke rumah bude saya di hari libur Natal itu, kami cerita ke sepupu saya tentang rencana kami ke Seaworld Ancol. Kakak saya itu menyarankan agar kami pergi keesokan harinya, di hari Kamis, bukannya Jumat seperti agenda kami sebelumnya. “Mending Kamis lah, kan masih hari kerja, jadi nggak macet. Seaworldnya juga sepi. Kalau Jumat pasti sudah ramai,” ujarnya. Baiklah, akhirnya setelah menyelesaikan semua urusan di Kemdikbud, kami pun berangkat ke Seaworld Ancol.

Sesuai prediksi, alhamdulillah perjalanan dari BSD ke kantor Kemdikbud lalu ke Ancol nggak macet. Kami sampai sana sebelum pukul 12 siang dan ternyata Seaworld sudah ramai sekali hahaha. Mungkin karena sudah masuk liburan sekolah ya, meski orang masih kerja tapi kan banyak keluarga yang sudah ambil cuti untuk berlibur dan ingin mengunjungi Seaworld.

Namun, meski penuh antrian loket masih nggak terlalu panjang. Hanya saja foodcourt di dalam Seaworld memang sudah penuh sekali sampai nggak ada meja kosong dan banyak kerumunan di sekitarnya. Akhirnya kami yang tadinya ingin makan dulu memutuskan untuk langsung masuk Seaworld.

Harga tiket di Seaworld Ancol dibagi menjadi beberapa jenis, sebagai berikut:

Harga Tiket Seaworld

Karena waktunya terbatas, kami memutuskan untuk ambil tiket reguler, yaitu tiket masuk Seaworld seharga Rp 120.000 per orang. Kok beda dengan harga yang ada di gambar di atas? Iya, harga yang saya bayar adalah harga high season. Di mana selama high season ini nggak ada bedanya weekday dengan weekend dan memang lebih mahal dari harga reguler. Hiks. Tapi dengan tiket ini kita bisa bebas keluar masuk Seaworld dalam satu hari itu, kok. Jadi kalau lapar bisa keluar dulu cari makan di dalam food court Seaworld atau area Ancol lainnya dan masuk lagi.

Serunya Main di SeaWorld Ancol

Oya, tiket masuk ini juga bisa dibeli secara online lho. Baik lewat situs resmi Ancol maupun lewat agen perjalanan online seperti Traveloka Xperience. Kemarin itu sempat mau beli lewat Traveloka karena lebih murah tapi akhirnya memutuskan beli langsung di loket aja.

Keenan yang sudah semangat banget mau main di SeaWorld langsung mengajak kami ke gerbang pemeriksaan tiket. Siap menikmati semua wahana dan atraksi yang ada di sana. Dan ini adalah 4 wahana favorit kami di Seaworld Ancol.

Touch Pool

Begitu melewati gerbang pemeriksaan tiket, kita akan disambut dengan akuarium-akuarium raksasa dengan berbagai jenis ikan di bagian kanan dan kiri ruangan. Namun, yang biasanya jadi magnet pengunjung, terutama anak-anak adalah wahana touch pool.

Di wahana touch pool Seaworld Ancol, sesuai dengan namanya kita bisa menyentuh aneka biota laut yang ada di kolam. Seaworld Ancvbol punya 3 kolam sentuh yang bisa dicoba oleh pengunjung. Ada kolam berisi bintang laut, kolam penyu raksasa dan kolam baby shark atau anak hiu. Meski boleh menyentuh, ada aturan yang harus kita patuhi juga supaya tidak membahayakan biota laut, yaitu cuma boleh menyentuh bagian atas tubuh dan nggak boleh mengangkat binatang-binatang tersebut.

Touch Pool Seaworld Ancol
Touch Pool Seaworld Ancol

Sayang, Keenan kemarin nggak mau menyentuh para biota laut itu. Geli dan takut katanya. Tapi dia suka sekali berkeliling dari satu kolam ke kolam lain sambil menyuruh papanya memegang-megang binatang laut.

Terowongan Antasena

Setelah puas lihat-lihat beraneka akuarium raksasa dan binatang-binatang laut di kolam sentuh, kami langsung menuju under water tunnel. Tahu nggak sih kalau nama terowongan bawah air ini adalah Terowongan Antasena? Saya lho, baru tahu hahaha, katrok banget ya.

Terowongan Antasena Seaworld Ancol
Terowongan Antasena atau Under Water Tunnel SeaWorld Ancol

Terowongan Antasena ini panjangnya sekitar 80 meter dan berisi ribuan ikan besar dan kecil. Untuk menyusuri terowongan kita bisa menggunakan travelator atau trotoar berjalan. Jadi nggak bakal capek deh mengeksplorasi under water tunnel ini.

Keenan sih suka banget di wahana ini, padahal awalnya saya khawatir dia bakal takut karena terowongannya agak gelap. Tapi ternyata serunya sensasi berjalan di bawah laut ini mengalahkan rasa takutnya. Dia semangat sekali saat melihat ikan pari melintas di atasnya juga saat bermacam-macam ikan yang saya nggak tahu namanya itu berenang di sampingnya. Seru banget. Sampai-sampai dia minta masuk ke terowongan itu dua kali.

Jellyfish Exhibit

Selain ikan laut, kita juga bisa melihat aneka ubur-ubur seperti blubbers jellyfish, sea nettle fish dan upside down jellyfish berenang-renang di Seaworld Ancol, lho. Akuarium-akuarium berisi berbagai jenis ubur-ubur itu ditata dengan cantik di sebuah ruangan gelap. Ternyata meski gelap, ruangan ini nggak menakutkan sih karena menonjolkan pencahayaan dari masing-masing akuarium yang warnanya berubah-ubah. Cantik banget deh.

Jellyfish Exhibit Seaworld Ancol
Berfoto siluet di depan akuarium ubur-ubur

Kemarin waktu ke sana, sempat liat beberapa kakak yang sibuk berfoto siluet di depan sebuah akuarium yang menghasilkan foto yang bagus banget. Cuma ya agak kesal ya, karena lagi-lagi demi mendapatkan hasil foto yang bagus menurut mereka, jadi nggak peduli dengan pengunjung lain yang juga pengen liat dan berfoto di tempat tersebut. Duh, kalau teman-teman ke situ jangan seperti itu ya. Boleh sih berfoto lama-lama asal lagi sepi. Kalau lagi ramai pengunjung ya pengertian dikit lah ya.

Feeding Show

Ini adalah atraksi terakhir yang kami saksikan karena Keenan sudah mulai bosan dan mengeluh minta pulang. Tadinya pengen liat feeding show di akuarium utama sih, yang nyambung sama under water tunnel itu. Tapi sayang waktunya nggak pas. Jadi cuma bisa lihat atraksi ngasih makan Piranha dan Arapaima yang waktunya berdekatan.

Piranha yang berada di akuarium silinder besar ini jumlahnya ribuan dan berjenis piranha perut merah. Di atraksi ini, petugas Seaworld akan memasukkan ikan kembung (kalau nggak salah dengar ya) sebanyak 1,5 kg sebagai makanan untuk piranha. Di atas akuarium ada timer yang berfungsi menghitung kecepatan piranha menghabiskan makanannya. Waktu kami lihat, ikan kembung sebanyak itu habis dalam waktu 10 detik saja!

Piranha Feeding Show Seaworld Ancol
Piranha Feeding Show Seaworld Ancol

Sedangkan feeding show Arapaima bisa kita lihat di akuarium nomer 2, dekat dengan pintu pemeriksaan karcis. Salah satu akuarium pertama yang kita lihat begitu masuk ke dalam Seaworld Ancol. Arapaima adalah ikan air tawar yang sangat besar dan berasal dari perairan Amazon, seperti piranha.

Kedua atraksi ini cukup menarik, meski mungkin tidak seseru feeding show di akuarium utama, di mana kita bisa melihat penyelam dari Seaworld memberi makan para ikan. Tapi alhamdulillah kami cukup senang dengan berbagai pengalaman main di Seaworld Ancol hari itu.

Sayang sekali nggak punya foto-foto yang bagus dan bisa melukiskan keseruan wahana-wahana di Seaworld Ancol. Namun, semoga video amatir ini bisa memberi gambaran serunya main di Seaworld Ancol.

Kalau teman-teman, paling suka wahana apa di Seaworld Ancol?

 

 

Main Sepuasnya di Kidzoona Surabaya

kidzoona surabaya

Kidzoona Surabaya!

Saya tuh tadinya nggak terlalu suka bawa anak-anak jalan ke Tunjungan Plaza karena nggak ada tempat main untuk anaknya, kecuali yang di dekat Food Court TP 3. Tapi, sejak ada TP 5, saya lihat ada indoor playground Chipmunk di lantai yang sama dengan Kidz Station. Sepertinya, lantai tersebut memang dikhususkan untuk keperluan ibu dan anak. Karena selain Chipmunk dan Kidz Station juga ada gerai Mothercare & ELC, Mom n Bab, counter squishy, tempat main baking/menghias kue, dll.

Nah, waktu mudik kemarin, saya lihat ada tempat main baru di TP 6. Mama saya yang sudah pernah bawa keponakan-keponakan main ke sana langsung merekomendasikan tempat tersebut untuk main anak-anak.

Jadi deh, suatu hari setelah selesai survey beberapa sekolah di Sidoarjo, saya dan mama mengajak anak-anak main di sana. Karena sudah waktu makan siang, sebelum main kami makan dulu di Bakmi GM lantai 5 karena di tempat main tersebut nggak ada orang jual makanan. Setelah selesai makan, kami pun menuju KidzoonaSurabaya bersama 2 anak yang sudah nggak sabar pengen main.

Kidzoona Tunjungan Plaza, Surabaya, tempat main anak surabaya, playground indoor Surabaya

 

Harga dan Aturan di Kidzoona Surabaya

Setelah membeli 2 tiket all day weekdays seharga Rp 90.000/anak plus Rp 10.000 untuk sepasang kaos kaki, anak-anak pun mulai menjelajahi Kidzoona. Tiket bermain di Kidzoona Surabaya di TP 6 ini mulai dari Rp 60.000 – Rp 150.000 per anak.

Terletak di lantai 4 Tunjungan Plaza 6, Kidzoona Surabaya adalah arena bermain keluarga yang dirancang sebagai tempat bermain dengan konsep edukasi. Di sini, anak dapat mengasah kemampuan sensoris, motoris dan bermain peran.

Di Kidzoona Surabaya, anak dianjurkan untuk bermain bersama pendampingnya agar tercipta bonding yang baik antara anak dan pendampingnya, sehingga tidak ada kru khusus Kidzoona yang mengawasi anak-anak bermain. Harga tiket masuk pun sudah termasuk dengan 1 pendamping.

Kidzoona Satu Hari Satu Jam Orang Dewasa
Regular
Week Day Rp 90.000 Rp 60.000 Gratis*
Week End & Holidays Rp 150.000 Rp 90.000 Gratis*
Member
Week Day Rp 70.000 Rp 45.000 Gratis*
Week End & Holidays Rp 130.000 Rp 75.000 Gratis

* Penambahan orang dewasa Rp 30.000/orang
** Harga tiket per Desember 2017
*** Pengunjung dan pendamping harus memakai kaos kaki

Pendamping nggak perlu takut capek ngikutin anak-anak main, kecuali untuk batita yang memang masih harus diawasi dengan ketat. Permainan di sana cukup aman bagi anak, ruangannya juga terang, bersih dan banyak tempat bagi pendamping untuk menunggu anak-anak bermain. Seperti saya yang hari itu ada deadline upload artikel. Dengan berbekal laptop, saya duduk di arena profesi dan mengerjakan tugas saya sambil sesekali memastikan keberadaan dan keamanan anak-anak di tempat mereka bermain.

Ada Apa Di Dalam Kidzoona Surabaya?

Arena Profesi

Arena profesi Kidzoona Surabaya tempat saya duduk jadi favorit banyak anak. Di tempat ini anak berkesempatan untuk belanja sayur sekaligus jadi kasirnya, membuat ice cream, sushi dan burger mainan. Mereka dapat merancang bunga dan menjualnya. Serta menjadi petugas pos, polisi dan pemadam kebakarang dan banyak lagi. Si Keenan mencoba satu demi satu peran yang ada. Kadang main bareng kakak Cinta atau anak-anak lain tapi lebih sering lagi main sendiri.

Arena profesi juga jadi tempat kesukaan kakak Cinta. Meski sudah berusia 10 tahun, dia masih betah main peran dan dengan sabar mengajak anak-anak yang lebih kecil main bareng di booth yang sama.

Arena Sensori

Arena lain yang menarik dan tidak melibatkan banyak aktivitas fisik adalah arena sensori. Di arena ini ada beberapa meja berisi pasir kinetik, arena permainan kreativitas dan arena soft blocks. Di arena kreativitas (ini sebutan saya sendiri ya) ini ada track mobil-mobilan dari kayu, puzzle dari plastik dan beberapa yang lainnya. Sedangkan di arena soft blocks, anak-anak bisa membuat berbagai macam bangunan atau tracks menggunakan balok-balok yang ringan dan lembut.

Arena Permainan Motorik Kasar

Setelah  puas bermain di arena depan, anak-anak pun menjelajah ke belakang, arena permainan fisik. Ada roda putar, trampolin yang cukup besar dan playground yang berada di tengah kolam bola. Meskipun besar, arena bermain ini aman karena bolanya tidak terlalu tinggi dan selain perosotan, permainan yang lain terbuat dari karet. Anak-anak dapat bermain dengan bebas meski harus tetap waspada dengan aktivitasnya agar tidak menabrak atau melukai anak lain.

Untuk bayi dan batita juga disediakan arena khusus toddler. Meski nggak besar, cukup memadai kok bagi mereka bermain sementara kakak-kakaknya bertualang di arena yang lebih besar. Bisa juga kok main di tempat yang lain asal harus benar-benar dijaga. Karena ya tahu sendiri kan, anak-anak di atas 3 tahun kalau sudah main seringkali nggak bisa mengontrol tenaga dan emosinya.

Pertama kali kami ke Kidzoona Surabaya di TP 6, Cinta dan Keenan menghabiskan waktu lebih dari 3 jam di arena bermain raksasa ini. Saya dan mama pun menunggu dengan sabar di rest area bersama para mama dan pengasuh yang lain. Karena di Kidzoona hanya menjual minuman dalam kemasan, pengunjung bisa membawa makanan dari luar yang boleh dimakan di rest area.

Selama menunggu, saya memperhatikan bahwa setiap beberapa jam kru Kidzoona akan mengajak anak-anak beraktivitas bersama. Kegiatan pertama yang saya lihat ketika Cinta dan Keenan baru masuk adalah mewarna bersama dan yang kedua anak-anak diajak bermain dan berfoto dengan Lala, salah satu karakter Kidzoona.

Remaja Usia 13 – 16 Tahun Nggak Boleh Masuk Kidzoona Surabaya

Kedua kalinya kami ke sana, agak bingung dengan peraturan usia yang boleh masuk ke Kidzoona Surabaya, TP 6. Jadi ceritanya, saya dan adik ipar membawa Cinta, Keenan dan Rere yang berusia 10 dan 4,5 tahun. Karena ada keperluan lain di TP, adik ipar mengajak sepupunya yang berusia 13 tahun untuk mendampingi anak-anak bermain. Rencananya, sementara saya dan adik ipar bisa keliling Tunjungan Plaza, anak-anak dijagain sama auntynya ini.

Tapi ternyata, anak usia 13 – 16 tahun tidak boleh masuk Kidzoona, baik sebagai pendamping maupun beli tiket anak. Karena batas usia anak dapat bermain di Kidzoona adalah 0 – 12 tahun, sedangkan usia minimal untuk pendamping adalah 17 tahun. Akhirnya saya dan adik ipar gantian menemani anak-anak bermain, sementara sepupunya adik ipar ikut duduk di sebuah coffee shop bersama mama dan adik saya.

Jadi kalau lain kali bawa anak dengan rentang usia tersebut dan nggak ada orang lain yang bisa menjaga anak-anak, ngaku aja umurnya 12 tahun dan beli 1 tiket anak. Atau bisa bilang kalau berusia 17 tahun dan masuk dengan tiket pendamping.

Karena nggak mungkin juga kan kalau anak umur 13 – 16 tahun dibiarkan berkeliaran di mall sendirian sementara orangtua/pengasuh masuk untuk menemani adik-adik atau saudaranya bermain di Kidzoona. Atau semoga pihak Kidzoona Surabaya punya kebijakan case by case mengenai hal ini.

Tapi, bagi saya pribadi, di antara indoor playground yang pernah saya dan anak-anak coba di Surabaya, Kidzoona paling oke. Isinya lengkap, permainannya aman, ruangannya terang dan bersih, dan area untuk penunggu juga nyaman. Soal harga sepertinya memang standar indoor playground sekarang segitu ya? Jadi ya, bolehlah kalau buat main sesekali di mall. Daripada ke arcade game, uang segitu bisa habis nggak sampai 1 jam kan :))

Beli Tiket Hemat Lewat Traveloka Xperience

Atau kalau mau lebih irit bisa beli tiket lewat Traveloka Xperience, lho. Lumayan banget selisihnya, terutama untuk weekend. Dari harga asli Rp 150.000 untuk main sepuasnya, kita cuma bayar Rp 80.000 aja. Hampir separuhnya! Sedangkan untuk tiket main 1 jam, bisa kita beli dengan harga Rp 50.000 yang bisa digunakan setiap hari.

Traveloka Xperience

Caranya juga gampang banget, tinggal buka aplikasi Traveloka lalu pilih tab Xperience dan cari Kidzoona dan tentukan lokasi Kidzoona yang ingin kita kunjungi. Bisa di Tunjungan Plaza, Ciputra World atau Marvell City. Choose wisely ya. Karena sepertinya tiket hanya bisa digunakan di lokasi yang sudah dipilih.

Ekstra Stamp

Setiap kali main di Kidzoona, kita akan mendapatkan 1 stamp di kartu Kidzoona. Jika sudah terkumpul 10 stamp bisa otomatis menjadi member Kidzoona. Nah, kadang staf Kidzoona Surabaya memberikan informasi cara mendapatkan ekstra 1 stamp dalam 1 kali kunjungan. Seperti misalnya dengan pembelanjaan minimal Rp 100,000 (harga tiket normal dan minuman). Atau dengan mengunggah foto anak-anak yang sedang bermain di Kidzoona ke akun instagram kita. Jangan lupa tag akun @kidzooona_mollyfantasy_id dan 3 orang teman.

Kidzoona Tunjungan Plaza

Sahabat pojokmungil sudah ada yang pernah ke Kidzoona juga? Gimana pengalaman kalian? Atau mungkin ada rekomendasi indoor playground lain yang nggak kalah serunya? Share yaa.

 

Jumat Pagi di Sudut Seria Bersama Keenan

Seria, Brunei Darussalam, My Booney Cafe, Sri Selera Seria

Nggak seperti Indonesia yang sekolah libur di hari Sabtu dan Minggu, di Brunei sekolah kerajaan dan swasta lokal libur di hari Jumat dan Minggu. Namun, hari Jumat kemarin kakak Cinta harus latihan di sekolah untuk acara Sports Day 2 minggu lagi. Jadi kalau biasanya kami bermalas-malasan di Jumat pagi kali ini harus bersiap-siap untuk mengantar kakak sekolah. Tapi tetap aja sih kebiasaan bangun agak siang di hari Jumat nggak bisa hilang, sehingga Keenan nggak sempat sarapan di rumah. Akhirnya setelah mengantar kakak ke sekolah dia minta diajak sarapan di dekat sekolah kakak.

Seria, Brunei Darussalam, My Booney Cafe, Sri Selera Seria
Foto ini diambil pada Jumat siang ketika semua aktivitas perekonomian di Seria berhenti setiap pukul 12 – 2 siang supaya orang Muslim bisa melakukan ibadah sholat Jumat.

Sekolah kakak dan rumah kami terletak di mukim Seria, sekitar 80 km dari Bandar Seri Begawan. Seria adalah kota kecil yang menjadi pusat eksplorasi minyak dan gas bumi, sumber kekayaan negerinya Sultan Hassanal Bolkiah. Dari rumah ke sekolah kakak dan Keenan berjarak 8 km yang biasanya kalau nggak macet bisa ditempuh dalam waktu 15 menit. Nggak banyak yang bisa dilihat dari Seria ini, pusat kotanya terletak di area yang bisa dikelilingi selama 15 menit dengan berjalan kaki. Mulai dari aneka tempat makan, bank, hotel, terminal bus, toko buku, deretan penjahit, kedai gunting rambut dan toko baju ada di sini. Meskipun nggak besar dan berkesan kota tua, aneka makanan enak ada di lokasi itu. Sebut saja resto sushi halal Kaizen Sushi favorit yang selalu penuh di jam makan siang dan malam dan Gohan Sushi yang nggak kalah enaknya. Restoran fast food modern seperti Jollibee, KFC, Burger King dan SugarBun bersebelahan dengan kedai-kedai masakan khas India dan Brunei yang sudah buka selama beberapa generasi. Nggak terlalu jauh dari area ini ada kantor polisi yang berseberangan dengan kantor pos.

Bingung juga awalnya mau makan apa karena jam segitu tempat makan yang menyediakan menu fast food favoritnya belum ada yang buka. Tadinya berencana ajak dia makan roti telur a la kedai India aja, kebetulan Keenan memang suka sama roti-rotian semacam itu. Tapi dipikir-pikir kok nggak kenyang ya dan saya lagi malas mencium aroma kari-karian hihihi. Setelah muter-muter di area Plaza Seria yang kebetulan dekat sekali sama sekolah kakak, akhirnya memutuskan untuk makan di My Booney Cafe aja.

My Booney Cafe Seria

Seperti biasa, tiap makan di My Booney, Keenan selalu order dimsum siomay. Sayangnya pagi itu, siomay kesukaannya sudah habis. Setelah melihat aneka dimsum yang disajikan di meja, akhirnya dia milih siomay udang. Trus saya tawarin kolomee. Eh, dia mau.

Kolo Mee ala MyBooney Restaurant
Kolo Mee ala MyBooney Restaurant

Kolomee itu kalau di Indonesia mungkin sejenis mie ayam, tapi di sini isinya kita bisa pilih mulai dari daging/ayam cincang, wonton rebus, roasted chicken dan masih banyak lagi. Rasanya juga agak beda sih, namun buat saya kolomee di My Booney Seria ini yang paling cocok di lidah saya dari beberapa kolomee yang pernah saya coba di Brunei ini karena bumbunya berasa banget sampai ke mienya dan rasanya cenderung gurih asin. Meskipun kadang terlalu medok dan kalau makan porsi gede agak eneq. Untungya di kafe ini kalau mulai dari jam 6 sampai 11 pagi ada menu sarapan yang porsi kolomeenya lumayan kecil. Jadi nggak khawatir nggak habis deh. Sementara saya yang tadinya nggak mau order karena udah ada siomay udang akhirnya tergoda untuk memesan set roti dan telur setengah matang plus teh hangat. Duh, apa kabar #menujulangsing2017?

Setelah makan, Keenan tiba-tiba ngajak ngasih makan burung. Di dekat My Booney ada terminal bus yang nggak terlalu besar dan di salah satu sudutnya suka banyak burung ngumpul. Nah, kadang orang-orang iseng kasih makan burung di situ. Karena masih pagi, meskipun sudah lumayan panas, saya iyakan saja permintaan Keenan.

Seria Bus Station

Sebelumnya kami nyeberang dulu dari My Booney ke deretan kedai runcit di depan terminal bus untuk beli makanan burung. Hampir semua kedai runcit di situ jual makanan burung, jadi nggak susah milihnya. Dengan uang B$ 1, kami sudah bisa dapat 1 kg jagung kering.

Deretan kedai runcit (toko kelontong) di Seria
Deretan kedai runcit (toko kelontong) di Seria

Anak 4 tahun yang merasa sudah besar dan mandiri itu, langsung berinisiatif membawa sendiri tas plastik berisi jagung itu. Baru saja mau nyebrang ke terminal, eh tasnya jatuh di jalan. Jadilah jagung berhamburan di jalan raya dan langsung dikerubuti burung, sementara Keenan mau nangis ngeliat bawaannya jatuh :)) Akhirnya kami kembali lagi ke kedai dan membeli 1 kantong jagung lagi demi niat memberi makan burung terlaksana.

 

Bird Feeding Seria

Sampai di terminal, Keenan seneng banget bisa melempar-lempar jagung ke kawanan burung sambil sesekali berlari berusaha menangkap burung. Hihihi, kebahagiaan anak kecil itu sederhana ya. Alhamdulillah di sudut terminal bus yang itu nggak banyak mobil lewat, ada beberapa yang datang dan pergi untuk parkir namun masih aman untuk anak-anak ngasih makan burung di situ.

Bird feeding Seria
Simple happiness

Cukup lama juga kita nongkrong di situ, nggak peduli diliatin orang lewat. Bahkan ada sepasang kakek nenek yang sampai senyum-senyum ngeliatin si Keenan. Begitu jagungnya habis, eh malah minta beli jagung lagi. Karena sayanya sudah kepanasan saya tawarin beli permen lollipop aja untuk dimakan di rumah. Untungnya dia setuju. Tapi begitu sampai di kedai langsung minta es krim. “It’s very hot, Mom. I want to eat ice cream,” katanya. Ya sudahlah, kami beli es krim trus nyebrang lagi ke Kompleks Sri Selera Seria untuk numpang duduk makan es krim.

Foodcourt Seria
Food court di Seria dengan sisi sebelah kanan untuk aneka gerai makanan halal dan sisi sebelah kiri untuk gerai makanan non halal

Kompleks Sri Selera Seria ini semacam food court. Cukup besar tempatnya dengan dua sisi berseberangan yang menyediakan makanan halal dan non halal. Pagi ini sisi makanan non halal lebih ramai daripada sisi makanan halal. Keadaan biasanya berbalik di waktu makan siang dan malam. Di sisi makanan halal, menu yang tersedia beragam, mulai dari sate, pecel, aneka gorengan, bakso, sayur-sayuran sampai sup tulang, salah satu menu khas Brunei. Kadang kalau lagi kangen masakan Indonesia sederhana atau gorengan tapi terlalu malas bikin sendiri saya suka beli di sini meski rasanya ya sudah disesuaikan dengan selera masyarakat setempat. Misalnya soto rasa sup atau bebek goreng yang ukuran bebeknya gede banget.

Sementara untuk sisi makanan non halal saya nggak tahu isinya apa aja, nggak pede juga mau nengok-nengok ke sana karena di setiap sisi dindingnya ada papan kecil merah bertuliskan, “Bukan Tempat Makan Orang Muslim.” Kalau pakai kerudung kaya saya melipir ke sebelah sana pasti diliatin deh hihihi. Pokoknya mah, nggak usah khawatir cari makan di Brunei. Gerai dan rumah makan yang menyajikan masakan non halal pasti akan memasang papan kecil tersebut di dekat pintu masuk atau minimal di tempat yang mudah terlihat. Kalau nggak ada tandanya, insyaAllah masakannya halal.

Plaza Seria
Salah satu sudut Seria yang menunjukkan deretan kedai runcit dan tampak belakang Plaza Seria diambil dari depan Komplek Sri Selera Seria

Kencan di Jumat pagi bersama Keenan di Seria berakhir setelah es krimnya habis. Perutnya yang kenyang dan hatinya yang riang karena sempat bermain di luar memudahkan saya untuk mengajaknya pulang sambil berjanji lain waktu akan membawanya memberi makan burung lagi dengan anggota keluarga yang lebih lengkap.

Science Show at OGDC

Science show at OGDC. Setiap main ke OGDC pasti ada ilmu baru yang didapat, baik dari lihat pamerannya atau pertunjukannya. Nah, hari ini kami dapat kesempatan dihibur dengan magic show ala science oleh pemandu OGDC.
 photo 87812420-C616-4460-AC68-D0198B68D358_zps9fmfqgqm.png

Pada pertunjukan yang pertama, kakak pemandu menuangkan air ke dalam satu dari tiga gelas plastik yang tersedia. Kemudian ia menindahkan posisi gelas dan meminta anak-anak menebak gelas mana yang ada airnya. Setelah itu ia menuangkan satu per satu isi gelas ke telapak tangannya.

Gelas pertama nggak ada airnya, begitu pun gelas kedua. Saat gelas yang ditunjuk anak-anak hendak dituang, mereka heboh berteriak, “No, don’t throw the water. We’ll get wet!” sambil melangkah mundur. Akhirnya isi gelas pun dituang ke telapak tangan kakak pemandu dan ajaib, nggak ada airnya. Wow!

 photo 17F6E958-754F-4A4B-BD89-6690A359B3B4_zpsldhqrl1x.jpg

 photo 40EB9BB3-2D88-4F44-BB64-05A134AE187A_zpsnnz0xyaa.jpg

Setelah diperlihatkan dalamnya air yang tadi dituang ke dalam gelas sudah berubahmenjadi benda padat yang lengket. Ternyata di dalam gelas sudah ada bahan yang bisa menyerap air dan mengubahnya menjadi benda padat. Sayang saya nggak mendengarkan nama bahannya dengan jelas karena sibuk menemani Keenan main. Sementara anak-anak saking kagumnya juga lupa namanya.

Percobaan kedua adalah menusuk balon dengan tusukan sate. Pada balon  yang pertama begitu disentuh tusuk sate langsung meletus. Tapi pada balon yang kedua, tusuk sate bisa dengan sukses masuk ke dalam balon tanpa membuatnya meletus. Magic!

 photo 3F7034A9-0ECA-4FF8-880A-0593C0A48C22_zpscwfa9gw6.jpg
 photo 4EA466D7-AAF0-4ACC-8B78-39E3D7177819_zpscjmeq3th.jpg

Ternyata triknya adalah dengan memasukkan tusuk sate pada bagian balon yang paling tidak melar, yaitu di dekat ikatannya. Pada bagian itu balon bisa dengan lentur mengikuti tusuk sate sehingga terciptalah sate balon. Hehehe.

Nah, pada pertunjukan ketiga, kakak pemandu mengeluarkan mainan ringan dari bulu dan benda yang terbuat dari susunan gelas styrofoam. Anak-anak ditantang untuk menerbangkan mainan bulu melalui benda tersebut yang lagi-lagi nggak saya perhatikan nama ilmiahnya. Ternyata dengan meletakkan bulu di bawah tabung itu menggoyangkan tabungnya, bulu bisa keluar dari atas tabung.

 photo CF83ED42-6207-4A6F-A6B2-2F8B582F10F3_zpsapwvdqxh.jpg

Jadi dengan menggoyangkan tabung tersebut, terciptalah tornado skala super mini yang bisa menerbangkan benda-benda ringan. Simpel ya sebenarnya.

Lumayan juga ilmu yang didapat hari ini. Serunya lagi, semua itu bisa dipraktikkan dengan benda-benda yang ada di rumah. Yuk, ikutan mencoba bareng anak-anak. Pasti mereka senang.

Gambar diambil dari: Realego.com. Diedit menggunakan aplikasi PicLab HD.

Rescue Exhibition OGDC

Rescue Exhibition OGDC

Tanggal 15 Februari yang lalu, memenuhi janji ke kakak Cinta, akhirnya kami ke OGDC lagi. Kali ini untuk lihat Rescue Exhibition yang berlangsung selama bulan Februari 2015.

Mengingat pengalaman sebelumnya jujur saja saya tidak berharap banyak, secara tempatnya tidak terlalu besar dan isinya tidak terlalu banyak. Tapi ternyata dengan membeli tiket seharga B$ 5 untuk dewasa dan B$2 untuk anak-anak mulai usia 5-12 tahun, banyak kesenangan yang kami dapatkan di sana.

Dimulai dengan sambutan sebuah robot mini di area masuk pameran, kami pun memulai keseruan hari itu. Simulator yang pertama kami coba adalah Fire Rescue, di booth tersebut tersedia empat macam alat pemadam kebakaran disertai keterangan yang digantung di dinding bahwa setiap kebakaran yang penyebabnya berbeda hanya bisa dipadamkan dengan alat tertentu. Di layar besar, saya dan Keenan pun mencoba bermain memilih mana alat pemadam yang cocok untuk jenis kebakaran yang tertera di layar, ternyata cukup menyenangkan, terutama buat Keenan yang asik naik turun sambil mencoba keempat alat pemadam tersebut.

Setelah itu Cinta memanggil adiknya dan mengajak Keenan untuk bergabung dengannya di kolam bola berwarna biru yang dilengkapi dengan perahu karet. Pura-puranya itu adalah simulasi usaha menyelamatkan korban yang mengalami kecelakaan di laut. Ya senenglah anak-anak, berkali-kali turun ke kolam lalu naik ke perahu, bergantian menarik yang masih di kolam untuk masuk ke dalam perahu.

Rescue Exhibition OGDC

Bosan di kolam bola, kami menuju booth stasiun TV yang dilengkapi dengan meja reporter dan green screen. Di situ kami bisa memilih menjadi pembawa berita atau reporter. Dengan membaca teks yang sudah disiapkan aksi kita bisa dilihat di layar televisi di booth tersebut. Hahaha lumayan lah, menyalurkan cita-cita sebagai news anchor yang gagal :))

Puas berpura-pura jadi reporter, kami memasuki semacam smoke room, sebuah kamar yang gelap dan penuh asap sebagai tiruan ruangan yang sedang terbakar. Keluar dari kamar ada salah satu game yang jadi favorit banyak orang. Wave Rescue!. Duah buah personal watercraft dan sebuah layar besar siap dimainkan oleh para pengunjung.

Bagi pengunjung yang suka memanjat disedikan juga wall climbing kecil untuk latihan Vertical Rescue. Ini mah senengan bapaknya anak-anak dan beberapa anak dan remaja laki-laki. Mereka asik memanjat dinding tersebut dan berpindah dari satu sisi ke sisi lain.

Sementara anak bayi suka banget sama simulasi Helicopter Rescue yang lagi-lagi dilengkapi dengan permainan di layar besar. Helikopter yang dilengkapi sensor panas untuk mendeteksi adanya kebakaran dari udara ini bikin Keenan nggak bisa move on mainan setir sambil ngeliatin layar raksasanya. Sementara kakaknya sudah berkeliling melihat-lihat permainan yang lain.

Rescue Exhibition OGDC

Selain berbagai alat menarik tersebut, penyelenggara pameran juga menyediakan tiruan ruangan tim pemadam kebakaran lengkap dengan kostum yang bisa dipakai, layar-layar kecil berisi aktivitas interaktif yang memberikan aneka informasi seperti barang-barang apa saja yang perlu dibawa saat dalam misi penyelamatan, cara menangani pasien dan lain-lain.

Petualangan hari Minggu pun diakhiri dengan memberi makan ikan di kolamnya, OGDC. Hanya dengan membeli pakan ikan di kantin OGDC seharga 50 sen sekantung kecil, anak-anak puas mengenal makhluk-makhluk dalam kolam. Ah, terima kasih OGCC, kami tunggu pameran-pameran seru selanjutnya.

Foto-foto lain dari OGDC Rescue Exhibition 2015 bisa dilihat di Facebook Page PojokMungil.

 

Cinta belajar jadi reporter dan pembawa berita kebakaran.