Wisata Budaya Impian Bersama Keluarga di Garuda Wisnu Kencana Bali

Garuda Wisnu Kencana, traveloka, wisata Bali ramah anak

Bali adalah salah satu tempat wisata impian saya. Sudah lama sekali saya nggak ke Bali. Terakhir ke sana bersama keluarga kira-kira 9 tahun yang lalu, saat kakak Cinta berusia lebih kurang 1 tahun. Banyak kenangan manis yang kami peroleh saat berwisata ke Bali bersama Cinta termasuk pengalaman pertamanya bermain di pantai dan menolak terkena pasir pantai.

9 tahun setelah itu, Cinta (dan Keenan tentu saja) tumbuh menjadi anak pantai. Mereka senang sekali kalau diajak ke pantai, padahal pantai di Kuala Belait tempat kami tinggal sekarang meskipun bersih tapi masih kalah indah dari Kuta. Apalagi sekarang katanya banyak spot pantai di Bali yang ramah anak.

Selain ke bermain ke pantai, ada beberapa tempat yang ingin saya kunjungi bersama keluarga di Bali seperti Bali Safari & Marine Park, Alas Kedaton, Bali Bird Park serta tentu saja situs budaya Garuda Wisnu Kencana.

Garuda Wisnu Kencana, traveloka, wisata Bali ramah anak
Gambar diambil dari situs resmi GWK

Apalah arti mengunjungi pulau Dewata yang keindahannya terkenal ke seluruh penjuru dunia itu kalau nggak sekaligus mempelajari budayanya, ya kan? Nah, salah satu alasan saya ingin mengunjungi taman budaya Garuda Wisnu Kencana ini, karena banyaknya ulasan positif di berbagai situs travel online.

“Taman Garuda Wisnu Kencana sepertinya adalah taman budaya terbaik yang pernah saya kunjungi. Terletak di Badung, GWK terkenal dengan patung raksasa dewa Hindu, Wisnu dan tunggangannya, Garuda.” – Michelle Frank Lee dalam blog pribadinya.

Meskipun proses pembangunan Garuda Wisnu Kencana belum benar-benar selesai, taman budaya yang didesain dan dibangun oleh Nyoman Nuarta, salah satu pemahat hebat di Indonesia ini sudah menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara. Terutama bagi mereka yang memang suka dengan wisata budaya Hindu. Selain patung Wisnu dan Garuda, banyak atraksi yang bisa kita nikmati dan lakukan di area GWK. Mungkin memang agak membosankan untuk anak ya, apalagi kalau mereka nggak biasa ke tempat wisata budaya semacam ini. Tapi, saya tetap ingin mengajak anak-anak ke sini jika kami berlibur ke Bali karena berbagai manfaat ini:

3 MANFAAT BERWISATA KE TAMAN BUDAYA GARUDA WISNU KENCANA BALI

  1. Edukatif

GWK memang didesain untuk mengenalkan budaya Hindu pada khususnya serta budaya Bali pada umumnya. Selain bisa belajar tentang mitologi Hindu yang diwakili oleh patung Wisnu dan Garuda, kita juga dapat menyaksikan berbagai pertunjukan kesenian khas Bali, seperti Tari Bali, Tari Barong Keris, instrument Rindik, Joged Bumbung, Kecak Garuda Wisnu dan sebagainya.

“Kami sangat menikmati pertunjukan tari tradisional di amphitheatre, di mana para penarinya mengundang pengunjung untuk menari bersama mereka. Anak saya juga menyukai suguhan film pendek yang bercerita tentang Garuda.” – Jofarjo, turis dari Perth dalam TripAdvisor.

  1. Menikmati Pemandangan yang Indah

Di era Instagram ini, salah satu alasan memilih tempat tujuan wisata adalah apakah dia instagramable atau enggak. Iya kan? Iyain aja deh ya biar saya senang :))

Garuda Wisnu Kencana, traveloka, wisata Bali ramah anak
Gambar diambil dari situs resmi GWK

Di GWK banyak sekali spot foto yang instagramable saking indahnya pemandangannya. Setelah puas antri foto di depan patung dewa Wisnu dan Garuda, konon berfoto di Lotus Pond is a must. Tebing batu kapur ini tadinya adalah area yang nggak terurus dengan baik, setelah GWK mulai dibangun, justru area ini menjadi salah satu tempat favorit para turis yang berkunjung ke GWK karena keindahannya yang eksotis dan artistik.

  1. Beraktivitas Outdoor yang Seru

Anak-anak seumur Cinta dan Keenan mungkin akan bosan ya kalau cuma diajak jalan keliling taman melihat patung dan tebing. Tapi, menurut info tentang Garuda Wisnu Kencana di blog Traveloka, ada berbagai aktivitas outdoor yang bisa dilakukan untuk membuat mereka senang. Mulai dari mengelilingi area Lotus Pond menggunakan Segway serta mencoba flying fox di area yang sama, sampai mencoba ketangkasan rappelling & rock climbing, marine bridge serta bertualang menggunakan ATV.

Garuda Wisnu Kencana, traveloka, wisata Bali ramah anak
gambar diambil dari situs resmi GWK

Sepertinya berwisata ke Garuda Wisnu Kencana nggak akan cukup kalau hanya sebentar ya. Menurut beberapa resensi yang saya baca masih banyak atraksi di sekitar GWK yang juga dapat kita nikmati dan banyak penginapan di sekitar GWK yang dapat kita jadikan pilihan bermalam saat berkunjung ke Bali.

Untuk kemudahan pemesanan tiket dan hotel, kita dapat menggunakan layanan baru Traveloka yaitu pemesanan tiket dan hotel yang dapat dilakukan dalam 1 paket. Dengan menggunakan layanan pesan tiket dan hotel secara bersamaan, kita bisa lebih hemat sampai 20% tanpa harus menggunakan kode promo apapun dibandingkan dengan memesan tiket pesawat dan hotel secara terpisah. Liburan senang dan hemat tentu impian kita semua ya. Selamat berwisata ke Bali. Semoga saya bisa segera menyusul ke sana.

Main Sepuasnya di Kidzoona Surabaya

kidzoona surabaya

Saya tuh tadinya nggak terlalu suka bawa anak-anak jalan ke Tunjungan Plaza karena nggak ada tempat main untuk anaknya, kecuali yang di dekat Food Court TP 3. Tapi, sejak ada TP 5, saya lihat ada indoor playground Chipmunk di lantai yang sama dengan Kidz Station. Sepertinya, lantai tersebut memang dikhususkan untuk keperluan ibu dan anak. Karena selain Chipmunk dan Kidz Station juga ada gerai Mothercare & ELC, Mom n Bab, counter squishy, tempat main baking/menghias kue, dll.

Nah, waktu mudik kemarin, saya lihat ada tempat main baru di TP 6. Mama saya yang sudah pernah bawa keponakan-keponakan main ke sana langsung merekomendasikan tempat tersebut untuk main anak-anak.

Jadi deh, suatu hari setelah selesai survey beberapa sekolah di Sidoarjo, saya dan mama mengajak anak-anak main di sana. Karena sudah waktu makan siang, sebelum main kami makan dulu di Bakmi GM lantai 5 karena di tempat main tersebut nggak ada orang jual makanan. Setelah selesai makan, kami pun menuju KidzoonaSurabaya bersama 2 anak yang sudah nggak sabar pengen main.

Kidzoona Tunjungan Plaza, Surabaya, tempat main anak surabaya, playground indoor Surabaya

 

Harga dan Aturan di Kidzoona Surabaya

Setelah membeli 2 tiket all day weekdays seharga Rp 90.000/anak plus Rp 10.000 untuk sepasang kaos kaki, anak-anak pun mulai menjelajahi Kidzoona. Tiket bermain di Kidzoona Surabaya di TP 6 ini mulai dari Rp 60.000 – Rp 150.000 per anak.

Terletak di lantai 4 Tunjungan Plaza 6, Kidzoona Surabaya adalah arena bermain keluarga yang dirancang sebagai tempat bermain dengan konsep edukasi. Di sini, anak dapat mengasah kemampuan sensoris, motoris dan bermain peran.

Di Kidzoona Surabaya, anak dianjurkan untuk bermain bersama pendampingnya agar tercipta bonding yang baik antara anak dan pendampingnya, sehingga tidak ada kru khusus Kidzoona yang mengawasi anak-anak bermain. Harga tiket masuk pun sudah termasuk dengan 1 pendamping.

Kidzoona Satu Hari Satu Jam Orang Dewasa
Regular
Week Day Rp 90.000 Rp 60.000 Gratis*
Week End & Holidays Rp 150.000 Rp 90.000 Gratis*
Member
Week Day Rp 70.000 Rp 45.000 Gratis*
Week End & Holidays Rp 130.000 Rp 75.000 Gratis

* Penambahan orang dewasa Rp 30.000/orang
** Harga tiket per Desember 2017
*** Pengunjung dan pendamping harus memakai kaos kaki

Pendamping nggak perlu takut capek ngikutin anak-anak main, kecuali untuk batita yang memang masih harus diawasi dengan ketat. Permainan di sana cukup aman bagi anak, ruangannya juga terang, bersih dan banyak tempat bagi pendamping untuk menunggu anak-anak bermain. Seperti saya yang hari itu ada deadline upload artikel. Dengan berbekal laptop, saya duduk di arena profesi dan mengerjakan tugas saya sambil sesekali memastikan keberadaan dan keamanan anak-anak di tempat mereka bermain.

Ada Apa Di Dalam Kidzoona Surabaya?

Arena profesi Kidzoona Surabaya tempat saya duduk jadi favorit banyak anak. Di tempat ini anak berkesempatan untuk belanja sayur sekaligus jadi kasirnya, membuat ice cream, sushi dan burger mainan. Mereka dapat merancang bunga dan menjualnya. Serta menjadi petugas pos, polisi dan pemadam kebakarang dan banyak lagi. Si Keenan mencoba satu demi satu peran yang ada. Kadang main bareng kakak Cinta atau anak-anak lain tapi lebih sering lagi main sendiri.

Arena profesi juga jadi tempat kesukaan kakak Cinta. Meski sudah berusia 10 tahun, dia masih betah main peran dan dengan sabar mengajak anak-anak yang lebih kecil main bareng di booth yang sama.

Arena lain yang menarik dan tidak melibatkan banyak aktivitas fisik adalah arena sensori. Di arena ini ada beberapa meja berisi pasir kinetik, arena permainan kreativitas dan arena soft blocks. Di arena kreativitas (ini sebutan saya sendiri ya) ini ada track mobil-mobilan dari kayu, puzzle dari plastik dan beberapa yang lainnya. Sedangkan di arena soft blocks, anak-anak bisa membuat berbagai macam bangunan atau tracks menggunakan balok-balok yang ringan dan lembut.

Setelah  puas bermain di arena depan, anak-anak pun menjelajah ke belakang, arena permainan fisik. Ada roda putar, trampolin yang cukup besar dan playground yang berada di tengah kolam bola. Meskipun besar, arena bermain ini aman karena bolanya tidak terlalu tinggi dan selain perosotan, permainan yang lain terbuat dari karet. Anak-anak dapat bermain dengan bebas meski harus tetap waspada dengan aktivitasnya agar tidak menabrak atau melukai anak lain.

Untuk bayi dan batita juga disediakan arena khusus toddler. Meski nggak besar, cukup memadai kok bagi mereka bermain sementara kakak-kakaknya bertualang di arena yang lebih besar. Bisa juga kok main di tempat yang lain asal harus benar-benar dijaga. Karena ya tahu sendiri kan, anak-anak di atas 3 tahun kalau sudah main seringkali nggak bisa mengontrol tenaga dan emosinya.

Pertama kali kami ke Kidzoona Surabaya di TP 6, Cinta dan Keenan menghabiskan waktu lebih dari 3 jam di arena bermain raksasa ini. Saya dan mama pun menunggu dengan sabar di rest area bersama para mama dan pengasuh yang lain. Karena di Kidzoona hanya menjual minuman dalam kemasan, pengunjung bisa membawa makanan dari luar yang boleh dimakan di rest area.

Selama menunggu, saya memperhatikan bahwa setiap beberapa jam kru Kidzoona akan mengajak anak-anak beraktivitas bersama. Kegiatan pertama yang saya lihat ketika Cinta dan Keenan baru masuk adalah mewarna bersama dan yang kedua anak-anak diajak bermain dan berfoto dengan Lala, salah satu karakter Kidzoona.

Remaja Usia 13 – 16 Tahun Nggak Boleh Masuk Kidzoona Surabaya

Kedua kalinya kami ke sana, agak bingung dengan peraturan usia yang boleh masuk ke Kidzoona Surabaya, TP 6. Jadi ceritanya, saya dan adik ipar membawa Cinta, Keenan dan Rere yang berusia 10 dan 4,5 tahun. Karena ada keperluan lain di TP, adik ipar mengajak sepupunya yang berusia 13 tahun untuk mendampingi anak-anak bermain. Rencananya, sementara saya dan adik ipar bisa keliling Tunjungan Plaza, anak-anak dijagain sama auntynya ini.

Tapi ternyata, anak usia 13 – 16 tahun tidak boleh masuk Kidzoona, baik sebagai pendamping maupun beli tiket anak. Karena batas usia anak dapat bermain di Kidzoona adalah 0 – 12 tahun, sedangkan usia minimal untuk pendamping adalah 17 tahun. Akhirnya saya dan adik ipar gantian menemani anak-anak bermain, sementara sepupunya adik ipar ikut duduk di sebuah coffee shop bersama mama dan adik saya.

Jadi kalau lain kali bawa anak dengan rentang usia tersebut dan nggak ada orang lain yang bisa menjaga anak-anak, ngaku aja umurnya 12 tahun dan beli 1 tiket anak. Atau bisa bilang kalau berusia 17 tahun dan masuk dengan tiket pendamping.

Karena nggak mungkin juga kan kalau anak umur 13 – 16 tahun dibiarkan berkeliaran di mall sendirian sementara orangtua/pengasuh masuk untuk menemani adik-adik atau saudaranya bermain di Kidzoona. Atau semoga pihak Kidzoona Surabaya punya kebijakan case by case mengenai hal ini.

Tapi, bagi saya pribadi, di antara indoor playground yang pernah saya dan anak-anak coba di Surabaya, Kidzoona paling oke. Isinya lengkap, permainannya aman, ruangannya terang dan bersih, dan area untuk penunggu juga nyaman. Soal harga sepertinya memang standar indoor playground sekarang segitu ya? Jadi ya, bolehlah kalau buat main sesekali di mall. Daripada ke arcade game, uang segitu bisa habis nggak sampai 1 jam kan :))

Atau kalau mau lebih irit bisa main ke Kidzoona Surabaya di Marvel City. Sampai postingan ini terbit, ada promo kalau beli tiket lewat aplikasi Fave. Lumayan sih, untuk tiket bermain 1 jam jadi Rp 45.000 (termasuk 1 pendamping) dan yang tiket bermain 1 hari jadi Rp 90.000 (termasuk 1 pendamping) berlaku untuk weekdays, weekend dan hari libur nasional.

Sahabat pojokmungil sudah ada yang pernah ke Kidzoona juga? Gimana pengalaman kalian? Atau mungkin ada rekomendasi indoor playground lain yang nggak kalah serunya? Share yaa.

 

NgeRamen di Gohan Sushi

Gohan Sushi Restaurant, Japanese Food, Seria, Brunei

Setiap Sabtu siang abis jemput kakak Cinta sekolah adalah waktunya jajan alias makan siang di luar. Karena cuma punya waktu 1 jam sebelum kakak masuk sekolah Ugama, pilihan tempat makan pun terbatas hanya yang ada di sekitar Seria Plaza.

Kalau biasanya kakak Cinta yang menentukan jenis makanan apa yang ingin di santap, kali ini giliran papa yang memilih. Dan karena beliau ingin makan ramen, maka kami pun mencoba Gohan Sushi Restaurant, restoran Jepang yang baru buka cabang di Seria ini akhir tahun 2015 yang lalu.

Gohan Sushi, Seria, Brunei, Japanese Food
Gohan Sushi Restaurant Seria

Seperti kebanyakan restoran Jepang di Brunei, Gohan Sushi ini sudah punya sertifikat halal. Jadi kami nggak waswas kalau mau pesan sushi dan aneka makanan khas negara matahari terbit itu.

Kebetulan siang itu Gohan Sushi cukup sepi. Di dalam ruangan cuma ada satu keluarga selain kami yang kalau diliat dari seragam anaknya satu sekolah sama Cinta. Baru beberapa saat kemudian ada beberapa pelanggan lain yang datang.

chuka wakame, gohan sushi, japanese food, restaurant, brunei, seria
Gohan’s Chuka Wakame

Setelah memilih-milih, kami memesan Chuka Wakame, rumput laut favorit keluarga, Niku Ramen dan Niku Spicy Ramen untuk saya dan suami, Tori Katsu Cheese dan Garlic Fried Rice kesukaan Cinta dan Keenan, plus 1 porsi Ninniku Gohan, sushi yang cuma terdiri dari nasi, tobiko (flying fish roe yang berwarna oranye cerah dan biasa disajikan pada sushi) plus sedikit cheese spread di dalamnya untuk Keenan. Sengaja pilih jenis sushi itu karena Keenan suka banget makan sushi tapi nggak suka isinya. Jadi kalau order sushi di tempat lain, biasanya nasinya dimakan Keenan nah isinya mama yang makan hihihi. Berhubung tadi ada menu itu ya udah coba aja deh.

ninniku gohan, sushi, gohan sushi, japanese food, seria, brunei
Ninniku Gohan

Eh, ternyata dia suka lho menu sushi itu, begitu pula kakak. Cuma mereka kurang suka cheese spreadnya. Jadi pas makan bagian yang ada cheese spreadnya langsung dilepeh sama dia.

Tori Katsu, Japanese Food, Gohan Sushi, Restaurant, Brunei, Seria
Gohan’s Tori Katsu

Sedangkan kakak lahap makan pilihan menunya. Karena porsinya lumayan banyak bisa berdua sama Keenan juga nasi gorengnya. Rasanya cukup enak, gurih tapi nggak terlalu garlicky gitu. Tori katsunya renyah di luar dan ngeju.

ramen, niku ramen, gohan sushi, restaurant, japanese food, brunei, seria
Gohan’s Niku Ramen

Niku Ramennya enak! Kuahnya gurih dan segar. Mienya kurang berbumbu tapi justru pas dipadu dengan irisan daging tipis yang empuk dan gurih. Sukak pake banget deh. Nyicip versi pedesnya punya suami juga enak sih. Cuma saya lebih cocok yang original aja. Niku Spicy Ramen menurut saya cuma Niku Ramen yang dikasih banyak cabe bubuk hehehe.

Oya, untuk menu ramen, Gohan ini punya banyak pilihan, mulai dari yang beef atau chicken broth base seperti yang saya pesan sampai tom yam dan kimchi soup base pun ada.

Nah, minuman yang cocok untuk menemani si Ramen hangat di siang yang panas seperti kemarin ya apalagi kalau bukan Ocha dingin. Seger banget.

Pokoknya siang itu kami bahagia. Selain makanan yang dipesan cocok di lidah, pelayanannya juga cepat dan ramah. Suasana tempat makannya terang dan nyaman. Total harga yang kami bayar juga nggak terlalu mahal, ya mungkin karena kami nggak pesan sushi ya. Tapi dengan menu segitu aja sudah bisa bikin perut kenyang kok. Kapan-kapan kalau waktunya lebih santai dan lagi pengen, kita coba deh sushinya. Ini aja saking keasikan makan akhirnya si Kakak jadi bolos sekolah Ugama. Maaf ya, Cikguuuu…

Gohan Sushi Restaurant
First Floor, No 23, Jalan Sultan Omar Ali, Seria
Operating hours: 11am to 10pm daily.
For enquiries, reservations or more information, call 8772377, 3221216 or 3221218.

Rescue Exhibition OGDC

Tanggal 15 Februari yang lalu, memenuhi janji ke kakak Cinta, akhirnya kami ke OGDC lagi. Kali ini untuk lihat Rescue Exhibition yang berlangsung selama bulan Februari 2015.

Mengingat pengalaman sebelumnya jujur saja saya tidak berharap banyak, secara tempatnya tidak terlalu besar dan isinya tidak terlalu banyak. Tapi ternyata dengan membeli tiket seharga B$ 5 untuk dewasa dan B$2 untuk anak-anak mulai usia 5-12 tahun, banyak kesenangan yang kami dapatkan di sana.

Dimulai dengan sambutan sebuah robot mini di area masuk pameran, kami pun memulai keseruan hari itu. Simulator yang pertama kami coba adalah Fire Rescue, di booth tersebut tersedia empat macam alat pemadam kebakaran disertai keterangan yang digantung di dinding bahwa setiap kebakaran yang penyebabnya berbeda hanya bisa dipadamkan dengan alat tertentu. Di layar besar, saya dan Keenan pun mencoba bermain memilih mana alat pemadam yang cocok untuk jenis kebakaran yang tertera di layar, ternyata cukup menyenangkan, terutama buat Keenan yang asik naik turun sambil mencoba keempat alat pemadam tersebut.

Setelah itu Cinta memanggil adiknya dan mengajak Keenan untuk bergabung dengannya di kolam bola berwarna biru yang dilengkapi dengan perahu karet. Pura-puranya itu adalah simulasi usaha menyelamatkan korban yang mengalami kecelakaan di laut. Ya senenglah anak-anak, berkali-kali turun ke kolam lalu naik ke perahu, bergantian menarik yang masih di kolam untuk masuk ke dalam perahu.

Bosan di kolam bola, kami menuju booth stasiun TV yang dilengkapi dengan meja reporter dan green screen. Di situ kami bisa memilih menjadi pembawa berita atau reporter. Dengan membaca teks yang sudah disiapkan aksi kita bisa dilihat di layar televisi di booth tersebut. Hahaha lumayan lah, menyalurkan cita-cita sebagai news anchor yang gagal :))

Puas berpura-pura jadi reporter, kami memasuki semacam smoke room, sebuah kamar yang gelap dan penuh asap sebagai tiruan ruangan yang sedang terbakar. Keluar dari kamar ada salah satu game yang jadi favorit banyak orang. Wave Rescue!. Duah buah personal watercraft dan sebuah layar besar siap dimainkan oleh para pengunjung.

Bagi pengunjung yang suka memanjat disedikan juga wall climbing kecil untuk latihan Vertical Rescue. Ini mah senengan bapaknya anak-anak dan beberapa anak dan remaja laki-laki. Mereka asik memanjat dinding tersebut dan berpindah dari satu sisi ke sisi lain.

Sementara anak bayi suka banget sama simulasi Helicopter Rescue yang lagi-lagi dilengkapi dengan permainan di layar besar. Helikopter yang dilengkapi sensor panas untuk mendeteksi adanya kebakaran dari udara ini bikin Keenan nggak bisa move on mainan setir sambil ngeliatin layar raksasanya. Sementara kakaknya sudah berkeliling melihat-lihat permainan yang lain.

Selain berbagai alat menarik tersebut, penyelenggara pameran juga menyediakan tiruan ruangan tim pemadam kebakaran lengkap dengan kostum yang bisa dipakai, layar-layar kecil berisi aktivitas interaktif yang memberikan aneka informasi seperti barang-barang apa saja yang perlu dibawa saat dalam misi penyelamatan, cara menangani pasien dan lain-lain.

Petualangan hari Minggu pun diakhiri dengan memberi makan ikan di kolamnya, OGDC. Hanya dengan membeli pakan ikan di kantin OGDC seharga 50 sen sekantung kecil, anak-anak puas mengenal makhluk-makhluk dalam kolam. Ah, terima kasih OGCC, kami tunggu pameran-pameran seru selanjutnya.

Foto-foto lain dari OGDC Rescue Exhibition 2015

 

Cinta belajar jadi reporter dan pembawa berita kebakaran.

 

Belajar Science di OGDC

Tanggal 18 Januari 2015 yang lalu, untuk pertama kalinya selama 3 tahun tinggal di Brunei akhirnya kami berkunjung ke Oil and Gas Discovery Centre Seria. Padahal ya, bangunan ini dilewatin minimal sehari dua kali dan playground serta jogging tracknya sempat jadi tempat main favorit kami. Cuma ya baru tergugah untuk eksplorasi yang ada di dalamnya baru-baru ini aja. Itupun hampir batal karena waktu mau berangkat hujan, untung nggak lama kemudian berhenti. Akhirnya dipaksakanlah mendung-mendung pergi daripada cuma bengong di rumah.

Science Centre yang berada di Seria, Brunei Darussalam ini pertama kali dibuka pada tahun 2002 dengan tujuan awal memberikan edukasi kepada warga Brunei tentang pertambangan minyak dan gas bumi yang merupakan salah satu tulang punggung perekonomian negara. Namun seiring berjalannya waktu, Brunei Shell Petroleum sebagai pengelola mengembangkan OGDC sebagai sarana edukasi ilmu pengetahuan dan teknologi serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Biasanya saat libur sekolah, OGDC punya kegiatan menarik untuk anak-anak, mulai dari lab science activity sampai cooking class dan traffic games. Tapi sayangnya belum punya kesempatan untuk mencoba, mungkin libur sekolah Maret yang akan datang kalau ada aktivitas menarik mau daftarin Cinta ikut secara dia suka sekali segala sesuatu yang berbau science dan kebetulan nggak ada rencana pergi ke mana-mana.

Saat kami ke sana hari Minggu, ternyata sedang ada aktivitas di exhibition hall. Sekelompok anak usia SMP asik menyaksikan salah satu petugas OGDC mendemonstrasikan serunya aplikasi science dalam berbagai permainan. Tapi cuma sempat ikut liat sebentar karena Cinta sudah nggak sabar pengen masuk ruang Oil & Gas.

Sebenarnya setelah menulis nama di buku tamu, resepsionis menawarkan apakah kami butuh bantuan pemandu atau mau jalan-jalan sendiri. Berhubung ruangan yang hendak dieksplorasi tidak terlalu besar kami memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri. Namun dalam praktiknya, para petugas OGDC nggak segan membantu dan menjelaskan kepada kami hal-hal yang menarik dalam setiap ruangan. Mungkin karena pada hari itu selain rombongan pelajar, pengunjungnya cuma kami sekeluarga hihihi.

Oil & Gas Room, OGDC Seria, Brunei

Di ruang Oil & Gas yang berisi tentang berbagai pengetahuan tentang ilmu pertambangan, anak-anak paling suka menyusun pipa-pipa dan membolak-balik kaca yang berisi bebatuan dan minyak, sementara saya membaca sejarah pertambangan di Brunei.

Puzzle & Illusion Room, OGDC Seria, Brunei

Kemudian kami pindah ke ruang Puzzle and Illusion. Nah, udah deh, nggak yang besar nggak yang kecil semua heboh mencoba satu per satu alat peraga yang ada di situ. Mulai dari menyalakan listrik pakai kayuhan sepeda, menyusun puzzle raksasa sampai berbagai tipuan mata yang bikin berdecak, “Kok bisa ya.”

Meski isinya nggak terlalu banyak tapi anak-anak saya betah sekali main di sini sampai susah diajak pulang. Rencananya bulan ini kami akan ke sana lagi untuk melihat Rescue Exhibition yang diadakan di bulan Februari. Tunggu cerita seru di OGDC selanjutnya 🙂

Informasi

HTM/Admission Charges:

PRE SCHOOL (5 years old and below) : Free of Charge
CHILD (5 – 12 years old) : BND 1
TEEN (13-17 years old) : BND 2
ADULT (18 – 55 years old) : BND 5
SENIOR CITIZEN (55 years old and above) : BND 3
FAMILY PACKAGE (2 adults + 4 children) : BND 12

Operating Hours:

Monday to Saturday : 8:30am to 5:00pm
Sunday : 9:30am to 6:00pm
Public Holiday : CLOSED

Asiknya Foto di Fox Studio

Waktu mudik lebaran kemarin, Cinta berkali-kali minta foto studio dengan kostum a la princess Disney.

Ya sih, biasanya setahun sekali, tepatnya saat dia ulang tahun saya selalu ajak dia foto studio. Seru-seruan aja untuk dokumentasi pertumbuhan Cinta tiap tahunnya.

Sayang, sejak pindah ke Brunei belum pernah foto di studio lagi. Sebenarnya ada studio foto yang tampaknya lumayan oke di Kuala Belait, jadi satu dengan toko mainan Nanyang di Jalan Pretty. Tapi entah kenapa kok belum merasa tergerak untuk bawa Cinta foto di sana.

Beberapa hari sebelum pulang ke Brunei, saya dan Cinta menyempatkan diri ke Supermal Pakuwon Indah ditemani adik dan ipar yang bela-belain nggak kerja demi entertain ponakan tercintanya itu. Makasih ya, paman Bayu dan tante Mer. We heart you so much.

Berbekal petunjuk dari saudara, kami pun menemukan tempat foto yang terletak di Pakuwon Trade Center. Meski jauh dari bayangan saya, Cinta tetap senang bisa berfoto dengan kostum a la Cinderella dan tiaranya serta berpose sesuka hati. Hutang terlunasi sudah!

Sebelum pulang, saat menuju lobby mall, tiba-tiba saya melihat ada sebuah studio foto baru di sebelah Bread Talk. Seingat saya terakhir ke sana tahun lalu, studio yang tampak bagus sekali dengan beberapa booth foto beraneka tema belum ada. Dan benar saja, Fox Studio ini baru soft opening dan saat saya iseng lihat-lihat contoh foto, mbak pramuniaganya memberi tahu kalau saat itu sedang ada promo untuk paket-paket foto tertentu. Yihaaaa!

Akhirnya, saya ambil dua paket foto yang per paketnya terdiri dari 2 foto ukuran 4R + 1 background + CD plus ekstra sewa kostum untuk Cinta. Wuaaa, Cinta senang sekali dalam satu hari bisa dua kali foto studio dengan 2 kostum princess yang berbeda.

Sedangkan untuk Keenan sengaja nggak saya sewakan kostum meski pilihan kostum untuk bayinya lucu-lucu sekali. Mulai dari pumpkin, ulat, siput sampai kacang polong. Saya pikir Keenan baru belajar tengkurap jadi daripada nanti repot ngatur kostum dan dia malah bete nggak mau difoto biarlah pakai baju yang dipakai saat itu saja.

Ternyata sama fotografernya, Keenan disarankan hanya pakai popok sehingga fokus ke wajahnya aja. Ketelatenan mas fotografer dan kehebohan gaya dan atraksinya untuk menarik perhatian Keenan bikin anak bayi betah difoto. Apalagi liat lampu blitz yang menyala-nyala.

Sementara itu bagian kostum dengan sigap membantu Cinta ganti baju sambil memilihkan aksesoris yang sesuai. Dia juga helpful sekali merapikan kostum, rambut saat fotografer memotret Cinta.

Meski masih muda, mas fotografernya sabar lho mengarahkan gaya anak-anak ini. Dia juga nggak pelit memotret sampai berhasil mendapatkan foto yang cukup bagus menurutnya.

Setelah selesai, kami diminta memilih foto-foto untuk dicetak. Huaaa bingung karena bagus-bagus hasilnya. Tapi karena nggak mungkin dicetak semua, saya dan Cinta pun sepakat memilih empat foto terbaik* menurut kami ini.

20130929-235616.jpg

Senangnya lagi, hasil foto bisa diambil pada hari yang sama. Kami hanya diminta menunggu satu jam untuk proses cetak.

Sayang, foto yang kami terima benar-benar hasil mentah jepretan kamera tanpa diedit. Bahkan tanpa tusir atau minimal dicerahkan sedikit. Tapi nggak masalah sih karena hasilnya sudah cukup bagus. Yah, worth the pricelah. Yang penting Cinta senang koleksi foto a la princessnya bertambah lagi. Dan saya juga hepi punya foto bayi Keenan untuk disandingkan dengan foto bayinya Cinta dulu.

Jadi teman-teman yang ingin sekadar foto narsis dengan latar belakang dan properti foto lucu atau bikin dokumentasi foto teman satu grup untuk diupload di media sosial, boleh lah coba ke Fox Studio. Lumayan kan sambil jalan-jalan di mall bisa pulang bawa foto keren dengan harga terjangkau.

*foto yang diupload di sini sudah diedit sedikit tingkat keterangannya dengan aplikasi moldiv for iphone