20+ Pertanyaan Tentang Keseharian Anak Sepulang Sekolah

20+ Pertanyaan Tentang Aktivitas Keseharian Anak yang Bisa Kita Ajukan Sepulang Sekolah

“I’m fine. (My day at school) is good.

Kalimat itu suatu hari terucap begitu kakak memasuki mobil saat saya menjemputnya sepulang sekolah.

That’s what you always ask, right? ‘How are you? How’s your day at school?’ Now, I just answered it so you don’t have to ask the questions anymore.” Jelasnya kemudian.

Eaaa…

Kejadian serupa juga pernah saya alami dengan Keenan di bulan-bulan pertama dia bersekolah tahun ini. Padahal saya merasa pertanyaan saya sudah cukup variatif seperti, “Are you happy at school? What did you do at school today?” Yang dia jawab dengan cukup singkat, “Yes, I’m happy. I draw/I learn at school.”

Hadeeuuuh nasib punya anak-anak yang irit ngomongnya kaya bapaknya :))

Padahal kan pengen denger mereka berceloteh detil seharian ngapain aja. Kalau perlu minute by minute gitu ya. Siapa tahu ada kejadian menarik, pengumuman penting atau gosip-gosip seru #eh.

20 Pertanyaan Tentang Aktivitas Keseharian Anak Yang Bisa Diajukan Sepulang Sekolah
Lorelai & Rory Gilmore di serial Gilmore Girls. Pic credit: digitalspy.com

Bagi saya ngobrol dengan anak tentang aktivitasnya saat nggak bersama saya itu penting supaya kalau ada apa-apa mereka merasa nyaman dan aman untuk berbicara ke saya atau papanya. Pengennya tuh, komunikasi saya dengan anak-anak seperti Lorelai dan Rory Gilmore, sepasang ibu dan anak dalam serial Gilmore Girls. Hubungan Lorelai dan Rory sebagai orangtua dan anak tuh idaman saya banget sejak pertama kali nonton serial itu belasan tahun yang lalu. Karena, hubungan saya dengan orangtua saya nggak sedekat itu. Saya tahu orangtua saya sangat menyayangi saya dan selalu ingin yang terbaik bagi saya dan adik-adik. Kami pun punya kebiasaan untuk bertukar cerita saat makan malam bersama di meja makan. Tapi toh, selain dasarnya saya memang cenderung introvert, nggak semua hal bisa saya ceritakan ke mereka, khususnya tentang perasaan saya. Nah, itu yang nggak saya inginkan terjadi ke anak-anak saya. Saya ingin sekali mereka bebas mengungkapkan perasaan kepada kami. Nggak mudah memang, apalagi dengan si pra remaja yang mulai lebih suka ngobrol sama temannya daripada dengan ibunya.

Tapi saya nggak menyerah, nggak ada kata terlambat untuk memulai hal baik. Dan sekarang pertanyaan saya sudah lebih variatif yang membuat anak-anak biasanya menjawabnya dengan lebih antusias. Harapan saya sih lama kelamaan tanpa harus dipancing pertanyaan lebih dulu, anak-anak akan terbiasa untuk bercerita tentang aktivitas dan berbagi perasaannya kepada saya.

20 Pertanyaan Tentang Aktivitas Keseharian Anak Sepulang Sekolah

 

20+ Pertanyaan Yang Dapat Diajukan Ke Anak Setelah Pulang Sekolah

  1. Tadi waktu istirahat main apa? Sama siapa saja?
  2. Permainan apa yang paling menarik dimainkan sama teman-teman di sekolah?
  3. Apa yang bikin kamu paling bahagia di sekolah tadi? (Yang paling bikin bete)
  4. Siapa yang paling lucu di kelas? (Yang paling menyebalkan)
  5. Ada yang kena hukuman dari guru hari ini?
  6. Peraturan apa dari guru yang paling susah kamu ikuti?
  7. Pelajaran apa yang paling menarik hari ini? (Yang paling membosankan)
  8. Kalau kamu lagi bosan, apa yang kamu lakukan di kelas?
  9. Kalau seandainya kamu jadi guru, kamu bakal jadi guru seperti apa? (Ada nggak di sekolah guru yang seperti itu)
  10. Siapa guru yang paling seru mengajarnya hari ini? (Siapa yang paling galak, siapa yang paling membosankan)
  11. Info atau fakta menarik apa yang kamu dengar hari ini dari teman atau guru?
  12. Hal baik apa yang kamu lakukan hari ini?
  13. Hal paling susah yang kamu lakukan hari ini menurutmu apa?
  14. Tugas piket apa yang paling sering kamu kerjakan? Kenapa?
  15. Waktu istirahat makan snack di kantin, duduk di sebelah mana? Sama siapa aja?
  16. Ada nggak teman yang main dan makan sendiri di kelas hari ini? Kenapa?
  17. Jajanan apa yang paling banyak dibawa atau dibeli oleh teman-temanmu?
  18. Makanan apa di kantin yang paling ingin kamu coba? Paling kamu suka?
  19. Apa yang bikin kamu bangga sama dirimu sendiri hari ini?
  20. Apakah ada teman yang berbuat baik padamu hari ini?
  21. Apakah ada yang ingin kamu ubah dari ruang kelasmu supaya lebih menarik dan nyaman?
  22. Di mana tempat paling menyenangkan di sekolah?

Selain tentang keseharian anak di sekolah, kita juga bisa lho bertanya tentang fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh sekolah seperti perpustakaan, kantin, toilet, ruang olahraga, bahkan sick bay atau Unit Kesehatan Sekolah. Berikut beberapa contoh pertanyaan yang dapat kita ajukan ke anak untuk memancing cerita tentang kegiatannya di sekolah hari ini.

Perpustakaan:

  1. Buku apa yang paling sering kamu baca di perpustakaan?
  2. Biasanya pergi ke perpustakaan sama siapa?
  3. Bagian mana dari perpustakaan yang paling nyaman bagimu?
  4. Apakah pustakawannya baik kepadamu?
  5. Siapa temanmu yang paling sering kamu lihat pergi ke perpustakaan?

Toilet:

  1. Biasanya pergi ke toilet sendiri atau sama teman?
  2. Seandainya kamu pergi pergi ke toilet di tengah waktu pelajaran, berani nggak bilang ke guru?
  3. Menurutmu toilet di sekolah bersih nggak? Siapa yang membersihkan toilet di sekolah?

Saat bertanya tentang toilet, coba sisipkan pesan di bawah ini ke anak supaya dia waspada dengan lingkungannya, mengingat banyak hal buruk menimpa anak saat dia di toilet sendirian:

“Kalau ada yang terasa aneh di toilet misalnya, ada lawan jenis di dalamnya, ada yang diam aja di toilet padahal tempat pipisnya kosong, ada anak bergerombol tapi nggak ngapa-ngapain dan semacamnya langsung aja lapor guru ya.”

Pertanyaan tentang fasilitas sekolah ini mungkin kedengarannya nggak penting, tapi bagi saya pribadi penting untuk mengetahui seberapa jauh anak mengenal sekolahnya, apa saja yang dapat mereka lakukan di sekolah dan bagaimana mereka mengisi waktu kosongnya di sekolah.

Untuk anak yang lebih kecil, seperti anak saya Keenan yang belum bisa menjawab dalam kalimat lengkap, mungkin lebih sulit ya. Eh, saya jadi inget, dulu jaman Cinta masih di kelompok bermain sebuah PG/TK Islam di Parung, Bogor, ibu-ibu wali murid suka komplain ke guru-gurunya karena setiap anaknya ditanya, “Tadi di sekolah ngapain aja?” jawaban mayoritasnya adalah, “Main,” dan “Nggak tahu.” Akhirnya setiap menjelang berakhirnya jam sekolah, para guru mengajak anak mereview kegiatan mereka seharian di sekolah sambil berpesan, “Nanti kalau ditanya bunda jawabnya hari ini begini begitu ya :))

Nah, kalau guru si pra sekolah nggak ngasih review harian seperti guru-gurunya Cinta dulu, pertanyaan-pertanyaan ringan ini bisa kita ajukan ke mereka.

10 pertanyaan tentang aktivitas anak tk sepulang sekolah, 20 pertanyaan tentang aktivitas keseharian anak sepulang sekolah

 

Yang perlu diingat, perhatikan suasana hati anak saat pulang sekolah sebelum membombardirnya dengan aneka pertanyaan. Kalau anak nampak lelah, kesal atau nggak mood, beri anak-anak ruang untuk menenangkan diri dulu. Beri camilan dan segelas susu dingin atau izinkan mereka sekadar membaca buku cerita favorit dan memejamkan mata sejenak. Biasanya setelah lebih tenang dan suasana hatinya baik, mereka akan dengan senang hati bercerita tentang aktivitasnya kepada kita.

Parents need to understand that it is “less important what you say, and more important that you listen.

How to Communicate With and Listen to Your Teen – HealthyChildren.org

Oya, satu lagi, don’t judge quickly saat anak sedang bercerita.  Aduh, ini susah banget memang. Tantangan besar bagi saya untuk nggak memotong cerita mereka dan berceramah. Tapi kalau kita dikit-dikit memotong cerita mereka lama-lama anak bakal malas juga untuk ngobrol sama kita. Jadi ya, sekarang saya sedang berusaha keras untuk nggak melakukannya.

Mudik Selamat, Aman dan Nyaman Menggunakan Transportasi Udara Bersama Anak

sobat aviasi, djpu, tips selamat aman dan nyaman naik pesawat bersama anak, traveling with kids,

Nggak terasa kita sudah melalui setengah bulan Ramadan ya. Kurang dari 2 minggu lagi, umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Fitri nih. Udah ada yang siap-siap mudik?

Saya dong sudah di kampung halaman hahaha *sombong*

Kebetulan tahun ini sekolah anak-anak selesai Mid Year Exam lebih awal dari sekolah-sekolah lain di Belait District sehingga saat jadwal ujian dan liburan dibagikan pada bulan April yang lalu, saya bisa langsung beli tiket pesawat untuk mudik lebaran. Memang sengaja sih booking tiket jauh-jauh hari dan memilih tanggal yang tidak terlalu dekat dengan hari Raya supaya dapat harga tiket yang lebih murah, meski itu berarti anak-anak harus bolos sekolah beberapa hari hehehe.

Tahun ini adalah tahun ke-5 kami sekeluarga mudik Lebaran ke Surabaya dengan menggunakan moda transportasi udara. Sebelumnya, waktu kami masih tinggal di Jakarta, lebih suka lewat jalur darat dengan menggunakan mobil pribadi. Ada kesenangan tersendiri menyusuri jalur Pantura dengan mobil meski seringkali terjebak macet panjang di titik-titik tertentu dan memakan waktu yang cukup panjang.

Namun, sejak pindah ke Brunei pilihan satu-satunya untuk pergi ke Surabaya adalah dengan naik pesawat. Nggak mungkin kan naik mobil, bisa-bisa jatah liburan dan cuti habis di jalan. Lagipula kalau membawa anak kecil (dan orang lanjut usia) naik pesawat tentu lebih cepat dan praktis ya, terutama untuk jarak bepergian yang jauh.

Tapi bepergian dengan anak-anak naik pesawat itu gampang-gampang susah, apalagi kalau si anak masih balita. Nggak jarang terasa ribet. Untungnya baru-baru ini saya mengikuti akun media sosial Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan dan bergabung dengan #SobatAviasi, komunitas yang dibentuk oleh DJPU. Banyak sekali informasi yang sangat berguna bagi saya dalam mempersiapkan diri bepergian dengan pesawat supaya selamat, aman dan nyaman. Apa saja? Ini adalah beberapa di antaranya:

sobat aviasi, djpu, tips selamat aman dan nyaman naik pesawat bersama anak, traveling with kids,

Tips Mudik Selamat, Aman dan Nyaman Menggunakan Transportasi Udara Bersama Anak-anak

1. Beli Tiket Jauh-Jauh Hari 

Ini sebenarnya untuk mengantisipasi supaya kita masih kebagian seat karena penerbangan kan terbatas ya. Nggak seperti kereta api yang punya banyak gerbong atau bis yang armadanya banyak. Hanya saja kadang budget untuk beli tiket baru ada setelah kita menerima THR jadi mau nggak mau ya beli tiketnya mepet mau lebaran deh.

 

Tapi tahun ini untuk arus mudik dengan transportasi udara kita nggak perlu lagi takut kehabisan tiket sebab Direktorat Jendral Perhubungan Udara sudah menyiapkan 532 maskapai penerbangan dengan kapasitas kursi untuk penumpang dalam negeri sebanyak 5.780.374 dan penumpang luar negeri sebanyak 930.379.

2. Pilih Penerbangan di Pagi Hari

Sejujurnya saya kurang suka menggunakan penerbangan pertama. Bayangkan ya kalau pesawat berangkat jam 6.00 berarti pukul 4 pagi kita sudah harus sampai di Bandara. Sebelum adzan Subuh berkumandang kita sudah harus mandi, memandikan anak-anak dan memastikan koper-koper siap untuk dibawa. Harus bangun jam berapa coba?

Tapi sejak pindah ke Brunei, saya terbiasa dengan penerbangan di pagi hari ini karena satu-satunya jadwal dari Surabaya ke Brunei dengan Garuda (co-op with Royal Brunei Airlines) adalah pukul 6.30 pagi. Dengan memilih penerbangan pagi, kecil sekali kemungkinan pesawat terlambat berangkat dan biasanya karena penumpang nggak terlalu banyak, antrian check in dan pemeriksaan imigrasi (untuk penerbangan internasional) lebih bersahabat. Anak-anak pun di pesawat juga cenderung untuk melanjutkan tidur yang terputus sehingga saya nggak repot menyiapkan aneka permainan untuk menghibur mereka selama perjalanan.

Untuk mengurangi kehebohan di pagi hari, pastikan koper sudah siap diangkut pada malam harinya. Letakkan di dekat pintu keluar rumah. Sisakan satu koper yang terbuka untuk menyimpan barang-barang yang baru bisa kita simpan saat mau berangkat seperti kosmetik dan charger perlengkapan elektronik. Seorang teman juga menyarankan saya untuk menyiapkan anak-anak di malam hari. Jadi sebelum mereka tidur sudah dimandikan lalu dipakaikan baju yang nyaman untuk bepergian. Sehingga di pagi hari nggak perlu lagi membangunkan dan memandikan mereka. Kecuali bagi bayi dan batita yang masih pakai popok ya. Tentu harus diganti lagi popoknya sebelum berangkat. Lalu tinggal angkut untuk berangkat ke bandara.

3. Gunakan Pakaian Yang Nyaman 

Untuk anak, lebih baik memakai pakaian dari bahan kaos. Baik itu t-shirt dan celana maupun shirtdress dan legging dengan tambahan sweater. Hindari baju dan kaos kaki yang berenda dan dapat membuat anak gerah atau gatal. Hal ini berlaku juga untuk kita. Terutama para busui. Pilih baju menyusui yang nyaman dan tertutup sehingga memudahkan kita untuk menyusui di bandara dan di dalam pesawat.

4. Pack Wisely

Iya, saya tahu kok kalau bawa anak itu nggak bisa cuma bawa sedikit barang. Kalau bisa sih 1 lemari dibawa semua ya. Ya nggak apa-apa, asal masih sesuai dengan jatah bagasi. Barang-barang seperti sabun mandi bayi, popok sekali pakai nggak perlu bawa terlalu banyak. Popok kita bisa beli aja di tempat tujuan, sementara toiletries bayi cukup bawa botol-botol kecil.

View this post on Instagram

– #SobatAviasi merasa ribet saat berkemas? Jangan mengeluh, sebab hal itu kerap terjadi pada banyak orang. Meski tampak remeh, packing membutuhkan siasat. Perlu cara-cara jitu agar barang-barang yang akan kita bawa bepergian bisa termuat rapi ke dalam tas atau koper. Tak ada salahnya jika kamu menyimak kiat-kiat packing berikut ini: . 1. Pilih pakaian yang multifungsi untuk meringankan bawaanmu. Contohnya celana olahraga yang bisa juga dipakai tidur atau scarf yang bisa dipakai sebagai aksesori maupun penghangat. 2. Gulung lebih dulu pakaian tahan kusut, seperti kaos, jeans dan celana kain. 3. Selipkan barang berukuran kecil seperti kaus kaki atau pakaian dalam di bagian kosong koper. 4. Setelah semua tersusun, tutup tumpukan baju dengan plastik untuk mencegah pakaian terkena noda atau basah. 5. Ikat pakaian yang sudah diletakkan di dalam koper 6. Hindari menyimpan perhiasan dan barang berharga di dalam koper. . Tetap budayakan penerbangan yang #SelamatAmanNyaman #Selamanya. #SiapUntukMudik

A post shared by Perhubungan Udara (@djpu151) on

Pastikan juga berat bawaan kita sesuai dengan ketentuan bagasi karena tiap airlines memiliki kebijakan yang berbeda. Jika kita pergi dengan keluarga, ada maskapai yang memperbolehkan batas maksimal bagasi sejumlah total jatah bagasi sekeluarga dan ada pula yang hanya mengijinkan jatah bagasi sesuai dengan tiket. Jadi misalnya kita pergi berempat dengan masing-masing jatah bagasi 20kg, untuk Royal Brunei Airlines boleh tuh saya bawa 4 koper dengan berat 30kg, 25kg, 15kg dan 10kg selama tidak melebihi total 80kg jatah bagasi kami berempat. Namun, ada maskapai lain yang hanya mengizinkan masing-masing koper sesuai dengan jatah bagasi yang tertera di tiket. Jadi sebaiknya cari tahu dulu ya sebelum packing daripada nanti disuruh bongkar koper di counter check in.

Oya, jangan lupa intip akun media social DJPU untuk melihat benda-benda apa saja yang boleh dibawa ke kabin pesawat dan mana saja yang harus diletakkan dalam bagasi. Terakhir saya berangkat mudik kemarin, powerbank dan baterai alat elektronik nggak boleh diletakkan dalam koper bagasi. Sedangkan cairan lebih dari 100ml seperti biasa nggak boleh dibawa ke kabin pesawat (kecuali kalau kita beli di dalam ruang tunggu pesawat). Bahkan jenis smartphone tertentu tidak diperkenankan dibawa baik diletakkan dalam carry-on luggage atau bagasi tercatat.

5. Manfaatkan Layanan Check In Online 

Dengan check in online, waktu yang diperlukan oleh ground crew untuk memproses boarding pass akan lebih singkat sehingga nggak perlu lama-lama antri. Secara kalau bawa anak-anak pasti agak stres jika mereka rewel karena bosan antri, apalagi yang anaknya aktif seperti anak saya. Akan lebih menyenangkan lagi bila disediakan antrian khusus untuk penumpang yang sudah check in online seperti yang sudah diberlakukan di Bandara Internasional Brunei Darussalam. Wah, layanan check in online jadi sangat bermanfaat. Sementara setahu saya di Bandara Juanda dan Soekarno Hatta antrian khusus ini belum ada. Semoga menjadi pertimbangan bagi Direktorat Perhubungan Udara ya.

6. Makan Secukupnya 

royal brunei, traveling with kids, mudik selamat aman dan nyaman bersama anak,mudik dengan transportasi udara
Menu Child Meal di Pesawat Royal Brunei Airlines

Nggak semua maskapai menyediakan makanan dalam penerbangannya sehingga sebaiknya kita dan anak-anak makan secukupnya sebelum berangkat agar nyaman selama di perjalanan dan terhindar dari mabuk udara. Anak-anak yang perutnya cukup terisi juga cenderung lebih tenang dan bahagia sehingga nggak rewel serta mengganggu kenyamanan penumpang lain.

7. Siapkan Permen atau Penutup Telinga dan Susui Bayi Saat Pesawat Lepas Landas dan Mendarat.
 
Tekanan dalam pesawat saat lepas landas dan mendarat dapat membuat telinga kita nggak nyaman sehingga anak-anak cenderung rewel. Jadi lebih baik kita ijinkan anak-anak makan permen yang dapat membantu mengurangi tekanan dalam telinganya. Kalau si batita belum boleh makan permen berikan mereka penutup telinga yang memiliki fungsi sama.Bagi ibu yang membawa bayi disarankan untuk menyusui bayi saat lepas landas dan mendarat dengan alasan yang sama. Namun, kalau bayi tidur nyenyak nggak perlu dibangunkan ya, Ma. Cukup pasang penutup telinga.

8. Bawa Permainan Favorit Mereka atau Kantong Kejutan

mudik dengan transportasi udara, traveling with kids, djpu, sobat aviasi, mudik selamat, aman dan nyaman menggunakan pesawat bersama anak
Cinta dan Keenan asyik dengan buku bacaan dan activity pages dari kantong kejutannya

Kantong Kejutan ini dapat berisi mainan baru (tidak harus mahal asal belum pernah mereka mainkan), buku cerita baru, coloring pages dan crayon serta camilan kesukaan mereka. Kantong kejutan ini dapat membuat anak sibuk dengan permainan dan aktivitas baru mereka selama beberapa waktu, sementara kita beristirahat sejenak. Bawa juga boneka kesayangan mereka yang bisa membantu mereka merasa nyaman saat mengantuk.

Kalau kita punya gadget policy yang cukup ringan, mengijinkan anak-anak untuk menggunakan gadget mereka selama penerbangan dengan moda penerbangan diaktifkan dan dinonaktifkan selama lepas landas dan mendarat adalah ide yang baik. Isi gadget dengan games dan film yang belum mereka tonton untuk menghibur mereka selama penerbangan.

Supaya bawaan kita nggak terlalu berat, minta anak-anak untuk membawa ransel mereka sendiri untuk menyimpan benda-benda tersebut. Pastikan tas mereka tidak terlalu penuh agar anak-anak nggak keberatan membawanya.

9. Minta Awak Pesawat Untuk Menyiapkan Stroller Di Depan Pintu Pesawat Setelah Pesawat Mendarat
 
Jangan masukkan stroller ke dalam bagasi tercatat. Bawa stroller sampai ke depan pintu pesawat atau ruang tunggu supaya ketika pesawat mendarat kita dapat langsung mengambilnya di depan pintu saat keluar dari pesawat. Stroller atau gendongan sangat bermanfaat jika kita membawa batita. Perjalanan yang cukup jauh dari pesawat ke tempat pengambilan bagasi seringkali melelahkan bagi kaki kecil mereka. Dengan stroller atau gendongan kita juga dapat memastikan anak-anak selalu ada di dekat kita, terutama ketika kita mengambil bagasi.

Nah, itu dia 9 tips mudik aman, selamat dan nyaman menggunakan transportasi udara dengan anak-anak versi mamanya Cinta dan Keenan. Untuk tips yang lebih lengkap dan umum, bisa langsung baca-baca di akun media sosial Direktorat Jendral Perhubungan Udara yaitu Facebook Page dan Instagram atau ke situs http://selamanya.id/ dan jadilah bagian dari #SobatAviasi.

Selamat mudik. Semoga selamat sampai tempat tujuan dan berkumpul dengan orang-orang tersayang. Mohon maaf lahir dan batin yaa.

 

Menenangkan Bayi Rewel Karena Kolik dengan Alat Pembersih Debu

Kemarin waktu beres-beres file di komputer, saya menemukan banyak sekali foto-foto Cinta semasa bayi. Maklum ya, namanya juga anak pertama. Pasti setiap langkahnya nggak lewat dari jepretan kamera walaupun hasilnya masih ala kadarnya. Menyenangkan juga nostalgia ke masa dia bayi. Mengenang masa-masa saya masih awam dengan dunia peribuan dan masih suka bingung menghadapi bayi yang tiba-tiba nangis nggak berhenti mulai maghrib sampai menjelang tengah malam.

Akibat kebingungan itu, Cinta sempat berkali-kali kami bawa ke dokter yang berakhir dengan gebokan obat yang harus dikonsumsinya dan instruksi diet untuk saya karena masih menyusui. Konon, menurut dokter, makanan yang dikonsumsi ibu menyusui juga bisa berpengaruh terhadap pencernaan anak. Jadi waktu itu saya harus mengurangi makan daging ayam, ikan, telur, juga sayuran yang bisa menyebabkan perut kembung seperti kubis.

Tapi ternyata episode menangis di malam hari sambil menekuk tubuhnya seolah-olah perutnya sakit itu masih sering berlangsung. Sampai akhirnya saya menemukan jawabannya di buku The Baby Book karangan William Sears, MD yang setebal batu bata. Dari buku itulah saya mengetahui kalau gejala yang dialami oleh Cinta itu berjudul kolik. Walaupun kemudian Dr. Sears bilang sebenarnya nggak mudah mendiagnosa bayi mengalami kolik. Dan beliau lebih suka menyebut bayi yang terus menerus menangis dalam periode tertentu itu sebagai, ‘the hurting baby‘. Tapi sebagian besar dokter anak dan situs-situs kesehatan sudah terlanjur mengenal gejala tersebut sebagai kolik. 

apa dan bagaimana kolik

Dengan mengandalkan koneksi internet yang masih terbatas waktu itu dan sumber informasi yang belum sebanyak sekarang, saya coba berbagai metode yang dipercaya untuk menenangkan bayi yang terus menerus menangis karena gangguan perut yang nggak diketahui penyebabnya ini. Mulai dari menggosok perut pakai minyak telon, pijat bayi, diayun-ayun, gendong kanguru sampai yang sepintas nggak masuk akal seperti menyalakan hair dryer dan alat pembersih debu. 

Tapi yang dua terakhir ini cukup efektif lho buat Cinta dulu. Ternyata alat pembersih debu termasuk salah satu alat elektronik yang mengeluarkan white noise, selain hair dryer. White noise adalah suara bising yang mengandung banyak frekuensi dengan intensitas yang sama dan dapat menenggelamkan suara yang lain. Menurut beberapa sumber yang dapat dipercaya, bayi terutama yang baru lahir, suka sekali dengan white noise karena mirip dengan suara yang mereka dengar selama berada di dalam rahim. 

Nah, karena itulah suara dari alat pembersih debu dapat menenangkan bayi, terutama yang belum terbiasa dengan keriuhan dunia luar. Kalau bayi tenang, otomatis dia bisa tidur dengan mudah kan ya. Jadi meskipun aneh, metode ini cukup masuk akal juga dipraktikkan, bahkan salah seorang blogger luar negeri pernah cerita saking seringnya bayinya rewel karena kembung, dia jadi tergantung sama alat pembersih debu ini sampai mesinnya rusak karena terlalu sering dinyalakan. Jadi lumayan ya, selain untuk membersihkan rumah, alat pembersih debu juga bermanfaat menenangkan bayi yang rewel.

 

 

7-tips-menenangkan-bayi-rewel-3

Tentunya, selain dengan white noise dari alat pembersih debu, hair dryer, kipas angin, humidifier dan suara yang dihasilkan ketika siaran TV habis trus cuma keliatan layar berbintik-bintik seperti semut, ada banyak metode yang bisa kita lakukan saat anak rewel karena merasa nggak nyaman dengan kondisi tubuhnya atau lingkungannya. Ini dia 7 di antaranya:

1. Bedong

Membungkus bayi dalam kain bedong kayanya sekarang sudah mulai ditinggalkan karena banyak yang bilang nggak baik untuk kesehatan anak. Tapi dalam beberapa kasus, seperti bayi yang rewel terus karena kolik, dibedong bagi mereka seperti berada dalam rahim. Menenangkan dan nyaman. Hanya saja pastikan bedong nggak terlalu kencang, sekadar agar tangan dan kaki anak nggak bisa keluar.

2. Nyalakan White Noise

Masih dengan alasan yang sama seperti bedong, suara-suara ‘putih’ yang dikeluarkan oleh alat pembersih debu, pengering rambut, pencuci piring mirip dengan yang didengar bayi saat dalam kandungan. Suara-suara itu dikenal sebagai soothing sound yang dapat membuat bayi lebih tenang. 

3. Shh!

Bukan, ini buat suara shhh dalam nada membentak ya. Ini suara shhh yang kita gunakan untuk menimang bayi, kebayang kan? Nah, gendong bayi dalam posisi berdiri trus bisikkan shhhh panjang ke dekat telinganya dengan volume yang lebih keras dari suara tangisannya.

4. Naik Mobil

Kalau punya mobil, cara ini lumayan ampuh lho untuk menenangkan bayi yang rewel. Dulu juga kalau Cinta rewel semaleman, adik-adik dan sepupu saya yang tinggal di rumah (mama saya) bergantian nyetirin mobil keliling komplek perumahan sampai dia tertidur. Biasanya sih, nggak sampai 5 menit muter Cinta sudah tidur. Menurut WebMD, cara ini efektif karena sejak dalam kandungan, bayi terbiasa ikut bergerak. Jadi kalau kita bawa naik mobil, diayun, kita pangku sambil duduk di kursi goyang atau didudukkan dalam kursi bayi yang punya mode getar, bisa membuat bayi nyaman karena mengingatkannya pada keadaan saat dalam kandungan.

5. Pijat Bayi

Menurut penelitian, bayi yang dipijat cenderung jarang menangis dan mudah tidur nyenyak. Nah, awalnya saya kira pijat bayi yang paling efektif adalah di tempat terapis pijat bayi gitu. Tapi ternyata itu nggak berlaku untuk Cinta. Setiap dipijat dia selalu menangis heboh meskipun setelah itu bisa tidur dengan tenang dan nyaman.

Akhirnya saya coba belajar pijat bayi sendiri lewat buku dan VCD, ternyata Cinta suka banget. Sentuhan lembut kulit kita dengan si bayi selain menenangkan bayi ternyata juga menenangkan kita. Dan bisa meningkatkan bonding ibu dan bayi serta dapat mengeluarkan gas di dalam perut yang biasanya membuat bayi kesakitan.

6. Sendawakan Bayi

Satu cara yang sering dianjurkan oleh para dokter yang kami kunjungi dalam periode tangisan tak berujung ini adalah rajin menyendawakan bayi setelah dia minum susu atau menangis. Seringkali, udara yang ikut masuk saat anak minum susu atau menangis menyebabkan perutnya kembung dan bergas, sehingga semakin parah rewelnya.

7. Kunjungi Dokter

Banyak faktor yang menyebabkan anak menangis tiada henti, sehingga untuk menentukan faktor penyebabnya dan menemukan cara terbaik untuk membuatnya nyaman adalah dengan berkonsultasi dengan dokter anak langganan kita. Takutnya ada kondisi medis yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Selain itu menurut pengalaman pribadi, setiap kali merasa galau dengan kondisi anak, berkunjung dan berkonsultasi dengan dokter bisa membuat kita lebih tenang. Tentu pilih dokter yang mau diajak berdiskusi ya, bukan yang hanya periksa 1 menit langsung kasih obat.

Hal yang terpenting dalam menghadapi bayi yang rewel karena kolik ini adalah kita harus tetap tenang dan pastikan bahwa rewelnya anak bukan karena lapar atau mengantuk. Nggak gampang memang, saya tahu banget itu. Tapi semakin kita bingung dan panik yang berujung marah-marah, bayi juga jadi makin nggak nyaman sehingga makin rewel. Kalau sudah benar-benar nggak tahan dengan kerewelan bayi, letakkan dia di tempat yang aman atau titipkan pada orang rumah sementara kita minum teh, makan atau mandi supaya segar. Dan yakinlah ini semua akan berakhir kok. Biasanya setelah 6 bulan, bayi akan lebih tenang dan jarang menangis terus menerus. So, hang in there, Mom.

5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mendaftarkan Anak ke Sekolah di Usia Dini

anis khoir, pendidikan usia dini, sekolah usia dini, psikologi anak, profil blogger, aniskhoir.com, lifestyle blogger

Sekarang sudah bulan Oktober dan karena tahun ajaran baru di Brunei akan dimulai bulan Januari, akhir bulan ini kakak Cinta dan Keenan akan menjalani end year examination. Untuk kakak Cinta hal ini berarti mamanya harus sudah siap-siap bikin latihan soal-soal dari materi pelajaran sejak awal tahun sampai sekarang. Sedangkan untuk Keenan agak santai karena sekolahnya yang sekarang nggak ngasih ujian untuk anak KG 1, cuma ada evaluasi harian dari aktivitas dan perilaku sehari-hari aja. Setelah ujian selesai di minggu pertama bulan November nanti, siap-siap terima rapor dan kenaikan kelas deh. Dan karena berencana memindahkan Keenan ke sekolah baru, berarti harus mulai hunting sekolah dari sekarang.

Beruntungnya tingal di Seria, meskipun nggak terlalu banyak pilihan sekolah tapi kita bisa daftar sekolah 1-2 bulan sebelum tahun ajaran dimulai, walaupun biasanya pendaftaran sudah mulai dibuka pada bulan Agustus. Berbeda dengan pengalaman saya dulu menyekolahkan kakak Cinta di sebuah kelompok bermain di dekat rumah kami di Gunung Sindur, Bogor sana. Saya harus mulai cari sekolah jauh-jauh hari bahkan pembayaran uang gedung dan lain-lain harus sudah diterima oleh sekolah beberapa bulan sebelum tahun ajaran berlangsung untuk memastikan Cinta mendapatkan tempat di sekolah tersebut. Di beberapa sekolah yang lebih ngetop di Jakarta, menurut pengalaman teman-teman saya, pendaftarannya malah bisa lebih awal lagi, ada yang harus indent 1-2 tahun sebelumnya. Jadi kalau mau masuk TK umur 4 tahun ya harus daftar mulai umur 2 tahun. 

Soal memasukkan anak sekolah ini memang sering jadi dilema untuk orangtua ya, nggak cuma soal mencari sekolah yang seusai untuk anak dan kantong serta dekat dengan rumah, tapi juga soal kapan tepatnya anak mulai bersekolah. Bahkan hal ini merupakan salah satu keputusan penting yang kita buat dalam 5 tahun kehidupan anak. Untuk ini saya coba mencari pendapat dari seorang sahabat blogger yang pernah menjadi guru di kelompok bermain selama beberapa tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi guru bagi putranya di rumah, Anis Khoir.

anis khoir, pendidikan usia dini, sekolah usia dini, psikologi anak, profil blogger, aniskhoir.com, lifestyle blogger

Menurut Anis dan beberapa ahli kesehatan anak serta parenting, ada beberapa faktor yang harus kita perhatikan sebelum memutuskan untuk menyekolahkan anak yaitu:

1. Kesiapan Anak Untuk Bersekolah

Kesiapan anak untuk bersekolah biasanya erat kaitannya dengan beberapa hal, yaitu berpisah dengan orangtua (atau pengasuhnya), adaptasi di lingkungan baru dan rentang konsentrasi. Jadi kalau memang anak masih belum siap, ya jangan dipaksa. Karena bagaimanapun menurut Anis, pengasuhan dan pendidikan di usia dini yang terbaik tetap dari ibu. 

2. Usia

Anis menyarankan supaya orangtua tidak memasukkan anak ke sekolah pada usia terlalu dini karena sebenarnya pada usia sampai 4 tahun yang dibutuhkan anak adalah lingkungan yang aman untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya dan itu hanya didapatkan di rumah. Anak usia tersebut juga pada dasarnya belum terlalu perlu bersosialisasi dengan teman sebayanya karena mereka belum bisa bermain bersama-sama, kalaupun nampak bermain berkelompok sebenarnya mereka sedang bermain bersama, alias asik dengan mainannya sendiri dan tidak berinteraksi satu sama lain.

anis khoir, pendidikan usia dini, sekolah usia dini, psikologi anak, profil blogger, aniskhoir.com, lifestyle blogger

3. Kesehatan Anak

Kalau anak kita selama ini memiliki kesehatan yang cukup baik, boleh aja masuk sekolah di usia dini. Hanya pastikan dia memiliki kekebalan tubuh yang cukup dan jumlah murid di kelas nggak terlalu banyak. Menurut Dr Anatoly Belilovski, dokter anak sekaligus direktur Belilovski Pediatric di Brooklyn, NY, semakin banyak jumlah anak di dalam kelas, semakin rentan anak tertular penyakit dari teman sekelasnya. Ini saya alami banget dengan Keenan, sejak masuk sekolah hampir setiap bulan terkena common cold. Bahkan dulu kakak Cinta ketika di KG 2 pernah juga tertular cacar air padahal sudah pernah vaksin cacar air dan saat itu 9 anak dalam 1 kelas mendapat cacar air. Karena itu, Dr. Belilovski menyarankan kalau anak pernah mengalami infeksi serius seperti infeksi telinga, bronkhitis dan lainnya, sebaiknya tunda dulu keinginan untuk menyekolahkan dia sampai kekebalannya lebih baik.

4. Tingkat Konsentrasi

Ini yang sering dikeluhkan oleh para guru kelompok bermain, ya setidaknya dalam kasus saya sejak Keenan masuk sekolah sering sekali mendapatkan keluhan bahwa Keenan nggak mau duduk diam di kelas. Bahkan baru saja beberapa hari yang lalu gurunya Keenan cerita kalau Keenan nggak mau belajar menulis dan lebih memilih berjalan-jalan di dalam kelas. Tapi sebenarnya memang rentang konsentrasi anak usia pra sekolah masih rendah, walaupun menurut Rachel Rudman, seorang terapis khusus okupasi anak, anak diharapkan dapat berkonsentrasi sesuai dengan usianya, misalnya Keenan sekarang umur 3,5 tahun, dia seharusnya bisa duduk dan mengerjakan sesuatu dengan tenang selama 3,5 menit. Namun, Rudman menambahkan bahwa seharusnya kesulitan konsentrasi bukan penghalang anak untuk bisa bersekolah, bahkan dalam beberapa kasus, dengan bersekolah dapat membantu meningkatkan kemampuan anak untuk berkonsentrasi. Jadi kalau anak sudah mampu fokus untuk menyelesaikan puzzle sederhana, menggambar selama beberapa menit, menyusun balok kayu atau lego, berarti dia aman untuk masuk sekolah.

5. Choose Wisely

Ketika anak memang harus bersekolah di usia dini, baik karena kedua orangtuanya bekerja dan nggak ada pengasuh; ibu tinggal di rumah tapi merasa nggak bisa memberikan stimulasi maksimal untuk perkembangan si anak; atau seperti kasus saya yang menjadikan sekolah sebagai pengganti terapi, maka Anis menyarankan untuk memilih sekolah yang benar-benar memahami tumbuh kembang anak, seperti:

  • Jam pelajaran tidak terlalu lama
  • Memiliki kebijakan yang lebih longgar berkaitan dengan school separation anxiety, alias mengijinkan ibu atau pengasuh untuk menemani anak di sekolah sampai ia benar-benar siap untuk ditinggal sendiri.
  • Program yang dimiliki tidak memaksa anak untuk keluar dari zona nyamannya. Artinya, ya semua aktivitas di dalam kelas benar-benar disusun dalam rangka yang menyenangkan bagi anak. Hal ini penting supaya anak memiliki pengalaman yang positif di tahun pertamanya bersekolah.

Nah, kalau ternyata kita memutuskan untuk menunda anak bersekolah sampai usianya lebih matang tapi bingung apa saja aktivitas yang bisa kita lakukan bersama anak di rumah, main-main saja ke blog http://www.aniskhoir.com. Meskipun belum terlalu banyak, blog yang ditulis oleh ibu muda lulusan Pendidikan Matematika ini berisi beberapa permainan sederhana yang dapat kita buat untuk anak seperti ublek dan pasak konsentrasi serta tip supaya balita kita gemar membaca.

anis khoir, pendidikan usia dini, sekolah usia dini, psikologi anak, profil blogger, aniskhoir.com, lifestyle blogger

Blog ibu dari 1 putra bernama Hazwan ini juga berisi tentang berbagai informasi menarik seputar Tuban, kampung halaman suami saya. Sayang saya belum sempat kopdar dengan Anis saat mudik ke Tuban lebaran lalu dan karena bulan lalu rumah mertua akhirnya laku terjual dan beliau pindah ke Surabaya untuk tinggal bersama adik ipar saya, sepertinya tahun-tahun mendatang kami nggak akan mudik Tuban lagi. Jadi agak nyesel gitu baru sempat kenal dengan blog lifestyle yang mulai serius ditekuni Anis sejak bulan Juli 2016 lalu, meskipun dia sudah ngeblog mulai tahun 2009. Lebih nyesel lagi karena baru tahu di Tuban juga ada komunitas blogger Tuban, coba kalau tahu kan tiap mudik ke Tuban nggak cuma ngedekem di rumah aja ya. Masa 10 tahun jadi mantunya orang Tuban cuma tahu Bravo, Samudera, alun-alun, Gua Ngerong dan RM Kurnia Dewi sih. Bahkan ke Pantai Boom yang dekat rumah aja saya belum pernah. Zzzzz. Sungguh rugi saya.

Tapi nggak rugi kok main ke blog milik mahmud abas kelahiran kota Kediri yang tampilannya bertema minimalis ini. Artikel-artikelnya ditulis dengan manis dalam gaya bahasa serius tapi tidak membosankan. Banyak hal-hal baru yang bisa didapat di sana, bagi saya yang menarik tentu soal parenting dan Tuban. Tapi yang lain juga tidak kalah seru. Hanya saja saya berharap Anis bisa lebih rajin lagi mengisi blognya supaya pembaca yang main ke sana bisa selalu mendapatkan bacaan segar yang menarik.

5 Tips Menjadi Content Writer Ala Inuel Jomblokudotcom

Husnul Khotimah, content writer, jombloku, inuel, blogger

Menjadi ibu rumah tangga nggak harus mematikan kreativitas kita dalam berkarya. Apalagi di era digital gini, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk terus berkreasi dan menghasilkan pendapatan tambahan bagi keluarga. 

Jaman multiply masih berjaya dulu, banyak teman-teman sesama multiplier yang memanfaatkan akunnya untuk berjualan, mulai dari perlengkapan bayi dan anak sampai produk perawatan kecantikan dan kosmetik. Saking banyaknya yang berjualan di MP akhirnya platform tersebut memutuskan untuk menutup fitur blog dan fokus menjadi Market Place. Sayangnya, nggak lama muncul Facebook yang lebih ramah pengguna, sehingga para penjual online ini beralih mempromosikan dagangannya lewat Facebook. MP pun menutup layanannya di Indonesia pada tahun 2013.

Para blogger yang menggunakan layanan Multiply pun kemudian beralih ke blogger, wordpress, dan tumblr. Belakangan ini blog yang tadinya hanya digunakan untuk curhat ternyata dapat menghasilkan bagi pemiliknya baik dari google ad sense maupun dari postingan sponsor. Peluang ini pun dimanfaatkan oleh para ibu rumah tangga yang merasa suka menulis dan ingin mengembangkan kemampuan bloggingnya. Terbukti dengan banyaknya ibu-ibu (dan yang belum menjadi ibu) yang tergabung dalam komunitas blogger seperti KEB dan BP Network.

Banyaknya kesempatan dan pelatihan yang diadakan untuk para blogger untuk memonetize blognya, membuat blogging dan content writing menjadi profesi baru yang cukup populer di kalangan para ibu. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya berani terjun secara profesional sebagai blogger dan content writer di sela-sela kesibukan mereka mengurus keluarga. Istilah kerennya sih jadi working at home mom. Seperti teman saya di Arisan Link Blogger Perempuan, Husnul Khotimah.

jombloku, inuel, husnul khotimah, blogger, content writer

Perempuan yang biasa disapa Inuel ini sudah mulai ngeblog sejak tahun 2009 ketika ia bekerja sebagai operator warnet. Hobi menulis yang dimilikinya sejak kecil menjadikan tulisan-tulisan di blog Jombloku.com bervariasi dan menarik untuk dibaca. Blog yang didominasi warna putih (dan pink) ini juga sudah banyak bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Lazada, Zalora, Goindonesia, Traveloka, MatahariMall, Urbanindo dan masih banyak lagi. Hebatnya lagi, ibu muda yang lahir 26 tahun lalu di Jombang ini juga suka mendesain sendiri blognya. Nggak heran deh, dalam satu bulan ini saya ngepoin blog Jombloku, desainnya sudah ganti 3 kali. Kereeeen.

Pada tahun 2013, seorang teman meminta bantuan ibu satu anak ini untuk menulis artikel wisata bagi webnya. Kesempatan ini pun dimanfaatkan dengan baik dan menjadi awal karirnya sebagai fulltime blogger dan content writer.  

“Jadi blogger dan content writer itu enak karena nggak ada jam kantornya. Jadi saya bisa nulis kapanpun saya mau, tentu setelah selesai mengurus anak dan suami. Selain itu karena orang sekarang suka mencari informasi di internet, tentu semakin banyak yang membutuhkan jasa content writer.”

Tapi ternyata, nggak mudah juga menjadi content writer yang baik. Menurut pengalaman Inuel sebagai pemilik blog jualbeliartikel.com, ada saja penulis yang hasil tulisannya kurang baik sehingga mengecewakan pelanggannya. Untuk itu, Inuel berbagi beberapa tips bagi para calon penulis yang ingin menjadi penulis konten web:

Husnul Khotimah, content writer, jombloku, inuel, blogger
 

1. Harus Suka Menulis

Yaaa judul kerjaannya aja penulis konten, jadi suka menulis ini adalah syarat utamanya. Dan nggak sembarang menulis, menurut entrepreneur.com, seorang penulis konten juga harus menguasai berbagai gaya penulisan, yaitu 

  • Berita: sesuai standar Association Press, singkat padat dan jelas di mana paragraf yang mengandung inti berita terletak di atas tulisan.
  • Blog: personal, friendly dan seringkali mengandung opini pribadi penulisnya.
  • Iklan: pendek dan persuasif.
  • White paper: panjang, menjabarkan sebuah masalah dan memaparkan solusi-solusinya.

2. Kuasai Topik

Menurut Inuel, seperti yang saya kutip dari tulisannya di blog jualbeliartikel.com, penulis konten harus menguasai topik yang akan ditulisnya agar tulisannya berisi dan akurat. Untuk itu penulis harus rajin membaca ya dan mencari referensi yang benar-benar bisa dipercaya sebagai sumber tulisan.

3. Kuasai EYD dan Cara Menulis Artikel SEO.

Suka gemes nggak sih kalau baca artikel yang peletakan huruf besar kecil, di ke dari, titik komanya masih belum benar? Juga kata-kata yang kalau secara lisan diucapkan kesannya gaul tapi jadi wagu ditulis karena nggak sesuai dengan EYD. Jadi, kuasailah dasar-dasar EYD supaya tulisan nyaman dibaca dan mudah dimengerti pembaca.

Dan walaupun sepertinya susah, penulis konten harus bisa mempraktikkan ilmu-ilmu SEO dalam tulisannya serta terus memperbarui pengetahuannya tentang SEO karena algoritma mesin pencari terus berkembang dan berubah.

4. Original

jombloku, husnul khotimah, inuel, blogger. content writer

Sebagai penulis konten yang juga menerima tulisan dari penulis lain untuk memenuhi permintaan pelanggan yang membutuhkan artikel bagi webnya, Inuel mewanti-wanti supaya penulis konten menulis dengan ide dan kreativitasnya sendiri. Boleh mengambil inspirasi dari sumber lain tapi harus diolah lagi. Jangan sampai sekadar copy paste. Ini artikel, bukan skripsi. Lagipula kalau sampai ketahuan tulisan kita plagiat dari situs lain akan memberikan reputasi buruk bagi SEO, pelanggan dan tentunya kita sendiri.

5. Temukan Mentor dan Bergabung dengan Komunitas Penulis Konten

Tips terakhir ini saya temukan dari situs wikihow. Jangan segan bergabung dengan komunitas penulis konten dan komunitas yang mewadahi penulis konten dan pencari konten seperti jisportal atau ads.id. Biasanya di komunitas seperti itu selain memperoleh tawaran pekerjaan, kita juga dapat mencuri ilmu dari para penulis konten yang sudah lebih senior dan memiliki banyak pengalaman.

Nah, sudah ada bayangan kan apa saja yang harus dilakukan untuk menjadi seorang penulis konten? Yang penting, Inuel berpesan agar penulis konten harus mau belajar dan memperbaiki kualitas tulisannya serta menulis secara konsisten. Dengan demikian, tawaran sebagai penulis akan berdatangan dengan sendirinya. Selamat mencoba.

Gonna Be Around: Celebrating Motherhood Through Song

gonna be around; song; lagu; widi mulia, the sasono family, motherhood, song about motherhood, lagu tentang pengalaman menjadi ibu

Beberapa waktu yang lalu, saya iseng ngeklik satu link Youtube yang dibagi oleh teman saya hanya karena ada Widi Mulia di sampul link tersebut. Maklum, saya penggemar berat B3 sejak mereka masih SMA dan bernama AB3. Perpaduan suara yang bagus, anggota yang cantik-cantik, kemampuan menari yang keren bikin saya yang saat itu juga masih SMA terkagum-kagum sama trio beranggotakan Widi, Lusi dan Nola. Apalagi karena saat itu di usia yang masih muda, ketiga gadis jebolan kompetisi nyanyi Asia Bagus ini sudah meraih banyak prestasi di berbagai ajang nyanyi di luar negeri. Lebih ngefans lagi karena waktu itu banyak yang bilang saya mirip Nola AB3 huahahaha. Iya, iyain aja ya, bikin bahagia orang itu berpahala lho hihihi, lagian itu kan 20 tahun dan 25kg yang lalu. Sekarang sih kasian Nola kalau saya masih dibilang mirip sama dia >_<

Kekaguman saya berlanjut sampai mereka menjadi ibu. Lusi yang sempat menjadi single parent dan sekarang telah menikah lagi dan membesarkan anak-anaknya di luar negeri, Nola yang masih aktif nyanyi dengan B3 dan berhasil mengorbitkan anak-anaknya menjadi penyanyi cilik berkualitas di Indonesia, Cynthia (dan suami) yang berjuang dengan IVFnya serta Widi yang peduli dengan dunia parenting dan kesehatan anak. Sepertinya saya tumbuh bersama mereka, mulai dari remaja unyu-unyu sampai menjadi ibu-ibu beranak lebih dari satu.

Jadi, ketika mendapati link tersebut adalah video klip dari single terbarunya Widi yang bertema motherhood jelas saya merasa bahagia. Apalagi setelah mendengar lagunya yang enak didengar dengan lirik yang menyentuh dan video yang menggambarkan kehangatan keluarga Widi Mulia dan Dwi Sasono. Seketika itu saya jatuh cinta.

Lagu Gonna Be Around seakan mewakili perasaan saya sebagai ibu. Di mana menjadi ibu itu rasanya campur aduk ya, kadang kita bisa terhibur melihat polah anak yang lucu, di lain waktu rasanya pengen meledak karena tingkah mereka yang “menggemaskan” dan di akhir hari yang melelahkan memandangi wajah damai mereka saat tertidur dapat membuat kita bahagia dan bersyukur sekali memiliki mereka di samping kita. Overall, jadi ibu itu menyenangkan. Karena itulah selelah apapun kita eh saya, rasanya ingin bisa selalu berada di sisi anak-anak sampai mereka dewasa nanti. Membacakan cerita sebelum tidur, memeluk mereka saat merasa takut dan menyanyikan lagu pengantar tidur dengan suara seadanya. Mencintai mereka selama mungkin. Merekam semua momen tawa dan tangis mereka dalam hati dan menyimpannya sebagai salah satu harta terindah saya.  

Seperti itulah isi lagunya Widi. Emak-emak banget kan. Lalu saya pun mewek. Beneran deh, lagu ini bikin baper. Ketika akhirnya muncul di iTunes, saya mengunduhnya dan mengajak anak-anak mendengarkan lagu ini bersama-sama sebelum mereka tidur malam.

Saking ear catchynya, anak-anak saya pun senang mendengarnya. Bahkan mereka ikut tertawa riang dan menari mengikuti irama lagu dan minta supaya diputar berulang-ulang. Lantas kami pun menari bersama, kakak berdansa dengan Papa, saya dengan Keenan, Keenan dengan Kakak berputar-putar sampai pusing sambil tertawa riang. Malam itu, kami tidur dengan hati yang hangat dan riang. 

Thanks Widi, your song helped me create a beautiful moment that my kids might forget but I will treasure it forever in my heart.