Naik Bus Laluan Belait, Pengalaman Baru Untuk C&K

bus laluan belait, brunei darussalam

Naik bus selama tinggal di Brunei bukanlah hal yang baru bagi saya dan anak-anak. Kami pernah naik bus ke Bandar dalam rangka field trip saat kakak Cinta lulus TK. Pernah juga naik bus ke daerah Jerudong untuk mengikuti pesantren kilat saat liburan sekolah. Dan terakhir naik bus untuk field trip ke pabrik air mineral Sehat di daerah Lumut. Tapi, saat itu bus yang kami naiki adalah bus sewaan yang full AC, bersih dan tempat duduknya cukup bagus. Teman seperjalanan kami pun orang-orang yang kami kenal baik dari sekolah maupun dari komunitas Ibu-ibu Indonesia di KB Seria. Sementara itu, kami belum pernah mencoba naik kendaraan umum selama tinggal di Brunei ini.

Karena itulah, saat hari Minggu kemarin kakak Cinta tiba-tiba bilang ingin naik kendaraan umum ke Kuala Belait dari Seria, saya agak ragu. Tapi keraguan saya ditepis oleh dua bocah yang semangat banget pengen mencoba naik bus laluan Belait. Akhirnya saya turuti kemauan mereka dengan catatan nggak boleh rewel dan nggak boleh mengeluh selama dalam perjalanan.

bus laluan belait, pojokmungil, brunei darussalam
Duduk manis menunggu bus laluan Belait di depan loket tiket

Awalnya, kami nggak ada rencana untuk naik bus laluan Belait ini. Tujuan kami ke Seria di hari Minggu pagi kemarin adalah untuk sarapan roti telur di kedai CAM lalu main di Playground Seria. Sayangnya karena hujan deras di hari Sabtu malam, saat kami tiba di playground, sebagian besar alat permainannya masih basah sehingga mereka nggak bisa main. Kami pun berjalan kaki menuju ke terminal bus untuk ngasih makan burung. Eh, kok burungnya lagi pada nggak ada. Yah, penonton pun mulai kecewa.

Baca: Jumat Pagi di Sudut Seria Bersama Keenan

Naik Bus Ke Kuala Belait

Waktu mau kembali ke mobil itulah, kakak Cinta tiba-tiba mengutarakan keinginannya untuk naik bus laluan Belait. Ide ini didukung penuh oleh Keenan yang belum pengen pulang ke rumah :)) Melihat kegigihan mereka saya pun ngalah. Saya menuju loket untuk mencari informasi bus mana yang harus kami tumpangi. Dan setelah ibu penjaga loket menunjuk ke sebuah bus kecil berwarna ungu, kami pun duduk di terminal bus untuk menunggu bus laluan Belait yang sedang menanti waktu keberangkatannya.

Nggak lama, supir bus membunyikan klaksonnya sebagai penanda bus laluan Belait akan segera berangkat. Saya pun mengajak anak-anak untuk memasuki bus. Karena penumpangnya nggak banyak , kami memilih tempat nomor 2 dari belakang supir. Anak-anak duduk berdua dan saya duduk di kursi single di seberangnya. Untuk perjalanan berangkat ini saya bayar B$2 untuk 2 orang dewasa.

bus laluan belait, pojokmungil, brunei darussalam

Kalau biasanya bus yang kami naiki memiliki seat belt dengan jendela dan pintu yang tertutup, maka bus laluan Belait ini berbeda. Seperti Kopaja atau Metromini yang sering saya naiki di tahun 2007, bus laluan Belait ini tidak berAC sehingga pintu dan jendelanya terbuka. Tentu ini pengalaman baru untuk anak-anak yang senang sekali bisa merasakan angin dari luar menerpa wajah dan rambut mereka.

Rute:

Perjalanan dari terminal bus Seria di Jalan Bunga Pinang ke terminal bus Kuala Belait di Jalan MacKeron, memakan waktu sekitar 30 menit. Lebih lama 10 menit dari naik mobil pribadi tanpa ngebut. Rute yang dilalui dari Seria adalah: Jalan Bunga Pinang – Panaga G area (Jalan Tengah) – Jalan Tengah – Panaga F area (Jalan Utara) – Jalan Tengah – Jalan Singa Menteri – Pandan 8 – Jalan Maualan – Jalan Setia Pahlawan – Pandan 1 – Roundabout Tapak Perindustrian – Jalan Tengah – Jalan Sungai – Jalan MacKeron.

bus laluan belait, pojokmungil, brunei darussalam
Di dalam bus laluan Belait

Selama perjalanan hanya ada beberapa penumpang selain kami yang turun di jalan Maulana. Supir dan penumpang cukup tertib karena naik dan turun di halte bus yang sudah ditentukan. Anak-anak pun duduk tenang di kursi dengan aktivitasnya masing-masing.

Kembali Ke Seria

Rencananya, begitu sampai Kuala Belait kami akan langsung naik bus laluan Belait lagi untuk kembali ke Seria. Tapi anak-anak rupanya punya rencana lain. Karena sadar bahwa terminal bus cukup dekat dengan Jalan Pretty, pusat pertokoan di Kuala Belait, mereka meminta untuk jalan-jalan sebentar.

Setelah menghabiskan beberapa saat di toko mainan, kami pun kembali ke terminal bus dan mendapati supir dan bus yang sama akan membawa kami kembali ke Seria. Untuk perjalanan pulang, saya meminta Cinta yang membeli tiket di supir. Dan kali ini saya cukup membayar B$1 untuk tiket dewasa dan 50 sen untuk tiket anak. Keenan sepertinya digratiskan, padahal dia duduk sendiri. Entahlah.

bus laluan belait, pojokmungil, brunei darussalam
Terminal Bus Kuala Belait

Penumpang bus laluan Belait ke arah Seria cukup ramai di hari Minggu siang itu. Waktu kami naik sudah tinggal 4 baris kursi dari belakang yang kosong. Saya dan Keenan pun duduk berdua, sedangkan kakak duduk sendiri di depan kami.

Nggak seperti perjalanan berangkat yang cukup santai, perjalanan pulang ini supirnya agak ngebut. Sampai Keenan merasa pusing. Penumpang pun naik dan turun di pinggir jalan sesuka mereka. Udah sama seperti angkutan umum di Indonesia yak.

Alhamdulillah sampai di terminal bus Seria dengan selamat. Anak-anak hepi, bahkan berencana untuk naik bus ke Bandar, yang langsung saya jawab, “Nanti sama papa ya.” Hahaha. Soalnya saya malas kalau harus naik bus ke Bandar. Lama banget. Kata kakak ipar yang sudah pernah nyoba waktu berkunjung ke sini, perjalanan Seria – Bandar bisa memakan waktu 2 jam-an dengan bus tanpa AC. Beeuuh…

bus laluan belait, pojokmungil, brunei darussalam

Tapi, ini aja saya rasa sudah cukup menyenangkan untuk anak-anak. Perjalanan jarak pendek dengan waktu yang nggak terlalu lama dan rute yang sudah saya kenal bikin saya santai bawa anak-anak ke KB dan kembali ke Seria dengan bus laluan Belait. Karena saya santai, anak-anak pun jadi ikut tenang. Lumayan untuk pengalaman pertama naik bus umum di negeri orang.

Teman-teman ada yang pernah bawa anak-anak naik bus atau angkutan umum jarak jauh? Boleh dong share pengalamannya di sini. Siapa tahu bisa membantu saya saat akhirnya harus bawa mereka naik bus dengan rute yang lebih jauh.

Keenan’s Field Trip To BSP Fire Station

Pemadam Kebakaran, Field Trip, BSP Fire Station, Panaga Brunei

Tanggal 22 November 2017 yang lalu, Keenan dan teman-temannya dari KG 2 CCMS diajak jalan-jalan atau istilah bulenya Field Trip ke Brunei Shell Petroleum Co Sdn Bhd (BSP) Fire Brigade. Murid-murid dari 4 kelas KG dibagi 2 sesi, jam 8 dan jam 10. Kebetulan Keenan dapat yang sesi siang. Acara ini dilakukan setelah ujian akhir tahun 2017, sebagai reward atas kerja keras anak-anak belajar dalam satu tahun tersebut.

Pada hari H, saya, Keenan dan kakak Cinta mendatangi BSP Fire Station yang terletak di Jalan Tengah, Panaga. Sempat bingung di mana bisa parkir mobil, karena lokasinya yang persis terletak di jalan besar dan nggak nampak ada mobil parkir di pelataran depannya. Setelah mengikuti mobil lain, baru tahu kalau ada gedung-gedung kecil dan tempat parkir di belakang bomba (sebutan fire station dalam bahasa Melayu). Keenan pun antusias sekali kepingin segera masuk ke dalam area bomba dan bergabung dengan teman-temannya yang sudah lebih dahulu datang.

pemadam kebakaran, bsp fire station, panaga brunei, field trip
Duduk manis mendengarkan safety briefing dari officer BSP Fire and Emergency Response

Sesampainya di dalam, anak-anak masih harus menunggu beberapa saat sebelum sesi siang dimulai. Kakak Cinta yang sudah pernah mengikuti acara serupa di stasiun pemadam kebakaran Seria pun mulai merasa bosan karena nggak ada temannya. Untuk mengusir kebosanannya, kakak pun ikut duduk di samping Keenan dan teman-temannya serta mengikuti berbagai aktivitas yang diberikan oleh para petugas dan officer BSP Fire Station.

Aktivitas dimulai dengan membagi murid-murid sesi siang ini ke dalam dua kelompok. Kelompoknya Keenan diajak untuk melihat aneka peralatan yang dipakai oleh para pemadam kebakaran, mulai dari baju sampai aneka selang. Anak-anak juga diberi kesempatan untuk mengenakan seragam pemadam kebakaran. Lucu deh, ada yang semangat seperti Keenan, ada yang mau coba lebih dari sekali, ada juga yang nggak mau.

pemadam kebakaran, bsp fire station, field trip
Aneka perlengkapan yang digunakan oleh pemadam kebakaran

Setelah itu, anak-anak diajak melihat truk pemadam kebakaran dan ambulance. Ternyata banyak sekali panel dan perlengkapan di fire truck ya. Saking banyaknya sampai saya nggak bisa mengikuti satu persatu penjelasan petugas tentang fungsi panel-panel tersebut. Fix lah jadi pemadam kebakaran itu selain perlu fisik yang kuat juga perlu keahlian khusus.

fire truck, bsp fire station, panaga brunei, field trip, pemadam kebakaran
Bagian dari BSP Fire Truck

Anak-anak juga diajak duduk di dalam ambulance sambil melihat isi di dalamnya. Jadi ingat pengalaman naik ambulance waktu lagi hamil besar Keenan bareng kakak Cinta hihihi. Setelah itu, kedua kelompok anak, guru dan orangtua dikumpulkan di pelataran belakang untuk melihat demonstrasi truk pemadam kebakaran mengeluarkan air dari selangnya.

BSP Fire Truck, mobil pemadam kebakaran, pemadam kebakaran, fire station, Panaga Brunei, field trip
Demo truk pemadam kebakaran

Acara berakhir pada pukul 11 dengan pembagian snack dan minum sambil mendengarkan sedikit cerita dari officer BSP Fire Station. Terima kasih CCMS dan BSP Fire Station. We had fun. Dan terima kasih untuk Borneo Bulletin yang sudah meliput acara kunjungan ke BSP Fire Station, kami jadi punya kenang-kenangan nih. Yaiy.

field trip, ide studi wisata, studi wisata anak TK, Panaga Fire Station, Seria, brunei
Studi wisata ke Panaga Fire Station diliput oleh Borneo Bulletin

Keseruan Field Trip ke Panaga Fire Station dalam video:

Main Sepuasnya di Kidzoona Surabaya

kidzoona surabaya

Saya tuh tadinya nggak terlalu suka bawa anak-anak jalan ke Tunjungan Plaza karena nggak ada tempat main untuk anaknya, kecuali yang di dekat Food Court TP 3. Tapi, sejak ada TP 5, saya lihat ada indoor playground Chipmunk di lantai yang sama dengan Kidz Station. Sepertinya, lantai tersebut memang dikhususkan untuk keperluan ibu dan anak. Karena selain Chipmunk dan Kidz Station juga ada gerai Mothercare & ELC, Mom n Bab, counter squishy, tempat main baking/menghias kue, dll.

Nah, waktu mudik kemarin, saya lihat ada tempat main baru di TP 6. Mama saya yang sudah pernah bawa keponakan-keponakan main ke sana langsung merekomendasikan tempat tersebut untuk main anak-anak.

Jadi deh, suatu hari setelah selesai survey beberapa sekolah di Sidoarjo, saya dan mama mengajak anak-anak main di sana. Karena sudah waktu makan siang, sebelum main kami makan dulu di Bakmi GM lantai 5 karena di tempat main tersebut nggak ada orang jual makanan. Setelah selesai makan, kami pun menuju KidzoonaSurabaya bersama 2 anak yang sudah nggak sabar pengen main.

Kidzoona Tunjungan Plaza, Surabaya, tempat main anak surabaya, playground indoor Surabaya

 

Harga dan Aturan di Kidzoona Surabaya

Setelah membeli 2 tiket all day weekdays seharga Rp 90.000/anak plus Rp 10.000 untuk sepasang kaos kaki, anak-anak pun mulai menjelajahi Kidzoona. Tiket bermain di Kidzoona Surabaya di TP 6 ini mulai dari Rp 60.000 – Rp 150.000 per anak.

Terletak di lantai 4 Tunjungan Plaza 6, Kidzoona Surabaya adalah arena bermain keluarga yang dirancang sebagai tempat bermain dengan konsep edukasi. Di sini, anak dapat mengasah kemampuan sensoris, motoris dan bermain peran.

Di Kidzoona Surabaya, anak dianjurkan untuk bermain bersama pendampingnya agar tercipta bonding yang baik antara anak dan pendampingnya, sehingga tidak ada kru khusus Kidzoona yang mengawasi anak-anak bermain. Harga tiket masuk pun sudah termasuk dengan 1 pendamping.

Kidzoona Satu Hari Satu Jam Orang Dewasa
Regular
Week Day Rp 90.000 Rp 60.000 Gratis*
Week End & Holidays Rp 150.000 Rp 90.000 Gratis*
Member
Week Day Rp 70.000 Rp 45.000 Gratis*
Week End & Holidays Rp 130.000 Rp 75.000 Gratis

* Penambahan orang dewasa Rp 30.000/orang
** Harga tiket per Desember 2017
*** Pengunjung dan pendamping harus memakai kaos kaki

Pendamping nggak perlu takut capek ngikutin anak-anak main, kecuali untuk batita yang memang masih harus diawasi dengan ketat. Permainan di sana cukup aman bagi anak, ruangannya juga terang, bersih dan banyak tempat bagi pendamping untuk menunggu anak-anak bermain. Seperti saya yang hari itu ada deadline upload artikel. Dengan berbekal laptop, saya duduk di arena profesi dan mengerjakan tugas saya sambil sesekali memastikan keberadaan dan keamanan anak-anak di tempat mereka bermain.

Ada Apa Di Dalam Kidzoona Surabaya?

Arena profesi Kidzoona Surabaya tempat saya duduk jadi favorit banyak anak. Di tempat ini anak berkesempatan untuk belanja sayur sekaligus jadi kasirnya, membuat ice cream, sushi dan burger mainan. Mereka dapat merancang bunga dan menjualnya. Serta menjadi petugas pos, polisi dan pemadam kebakarang dan banyak lagi. Si Keenan mencoba satu demi satu peran yang ada. Kadang main bareng kakak Cinta atau anak-anak lain tapi lebih sering lagi main sendiri.

Arena profesi juga jadi tempat kesukaan kakak Cinta. Meski sudah berusia 10 tahun, dia masih betah main peran dan dengan sabar mengajak anak-anak yang lebih kecil main bareng di booth yang sama.

Arena lain yang menarik dan tidak melibatkan banyak aktivitas fisik adalah arena sensori. Di arena ini ada beberapa meja berisi pasir kinetik, arena permainan kreativitas dan arena soft blocks. Di arena kreativitas (ini sebutan saya sendiri ya) ini ada track mobil-mobilan dari kayu, puzzle dari plastik dan beberapa yang lainnya. Sedangkan di arena soft blocks, anak-anak bisa membuat berbagai macam bangunan atau tracks menggunakan balok-balok yang ringan dan lembut.

Setelah  puas bermain di arena depan, anak-anak pun menjelajah ke belakang, arena permainan fisik. Ada roda putar, trampolin yang cukup besar dan playground yang berada di tengah kolam bola. Meskipun besar, arena bermain ini aman karena bolanya tidak terlalu tinggi dan selain perosotan, permainan yang lain terbuat dari karet. Anak-anak dapat bermain dengan bebas meski harus tetap waspada dengan aktivitasnya agar tidak menabrak atau melukai anak lain.

Untuk bayi dan batita juga disediakan arena khusus toddler. Meski nggak besar, cukup memadai kok bagi mereka bermain sementara kakak-kakaknya bertualang di arena yang lebih besar. Bisa juga kok main di tempat yang lain asal harus benar-benar dijaga. Karena ya tahu sendiri kan, anak-anak di atas 3 tahun kalau sudah main seringkali nggak bisa mengontrol tenaga dan emosinya.

Pertama kali kami ke Kidzoona Surabaya di TP 6, Cinta dan Keenan menghabiskan waktu lebih dari 3 jam di arena bermain raksasa ini. Saya dan mama pun menunggu dengan sabar di rest area bersama para mama dan pengasuh yang lain. Karena di Kidzoona hanya menjual minuman dalam kemasan, pengunjung bisa membawa makanan dari luar yang boleh dimakan di rest area.

Selama menunggu, saya memperhatikan bahwa setiap beberapa jam kru Kidzoona akan mengajak anak-anak beraktivitas bersama. Kegiatan pertama yang saya lihat ketika Cinta dan Keenan baru masuk adalah mewarna bersama dan yang kedua anak-anak diajak bermain dan berfoto dengan Lala, salah satu karakter Kidzoona.

Remaja Usia 13 – 16 Tahun Nggak Boleh Masuk Kidzoona Surabaya

Kedua kalinya kami ke sana, agak bingung dengan peraturan usia yang boleh masuk ke Kidzoona Surabaya, TP 6. Jadi ceritanya, saya dan adik ipar membawa Cinta, Keenan dan Rere yang berusia 10 dan 4,5 tahun. Karena ada keperluan lain di TP, adik ipar mengajak sepupunya yang berusia 13 tahun untuk mendampingi anak-anak bermain. Rencananya, sementara saya dan adik ipar bisa keliling Tunjungan Plaza, anak-anak dijagain sama auntynya ini.

Tapi ternyata, anak usia 13 – 16 tahun tidak boleh masuk Kidzoona, baik sebagai pendamping maupun beli tiket anak. Karena batas usia anak dapat bermain di Kidzoona adalah 0 – 12 tahun, sedangkan usia minimal untuk pendamping adalah 17 tahun. Akhirnya saya dan adik ipar gantian menemani anak-anak bermain, sementara sepupunya adik ipar ikut duduk di sebuah coffee shop bersama mama dan adik saya.

Jadi kalau lain kali bawa anak dengan rentang usia tersebut dan nggak ada orang lain yang bisa menjaga anak-anak, ngaku aja umurnya 12 tahun dan beli 1 tiket anak. Atau bisa bilang kalau berusia 17 tahun dan masuk dengan tiket pendamping.

Karena nggak mungkin juga kan kalau anak umur 13 – 16 tahun dibiarkan berkeliaran di mall sendirian sementara orangtua/pengasuh masuk untuk menemani adik-adik atau saudaranya bermain di Kidzoona. Atau semoga pihak Kidzoona Surabaya punya kebijakan case by case mengenai hal ini.

Tapi, bagi saya pribadi, di antara indoor playground yang pernah saya dan anak-anak coba di Surabaya, Kidzoona paling oke. Isinya lengkap, permainannya aman, ruangannya terang dan bersih, dan area untuk penunggu juga nyaman. Soal harga sepertinya memang standar indoor playground sekarang segitu ya? Jadi ya, bolehlah kalau buat main sesekali di mall. Daripada ke arcade game, uang segitu bisa habis nggak sampai 1 jam kan :))

Atau kalau mau lebih irit bisa main ke Kidzoona Surabaya di Marvel City. Sampai postingan ini terbit, ada promo kalau beli tiket lewat aplikasi Fave. Lumayan sih, untuk tiket bermain 1 jam jadi Rp 45.000 (termasuk 1 pendamping) dan yang tiket bermain 1 hari jadi Rp 90.000 (termasuk 1 pendamping) berlaku untuk weekdays, weekend dan hari libur nasional.

Sahabat pojokmungil sudah ada yang pernah ke Kidzoona juga? Gimana pengalaman kalian? Atau mungkin ada rekomendasi indoor playground lain yang nggak kalah serunya? Share yaa.

 

Serunya Belajar Futsal Bareng Balbalan Futsal Sidoarjo

balbalan futsal sidoarjo, futsal anak

Kira-kira 2 minggu menjelang keberangkatan saya dan anak-anak mudik ke Sidoarjo, saya membaca sebuah post di Instagram tentang trial futsal anak di Sidoarjo yang diselenggarakan oleh balbalan futsal Sidoarjo. Trial ini dalam rangka pembukaan kelas futsal anak balbalan futsal Sidoarjo, setelah sudah cukup terkenal di Surabaya. Nama klubnya sendiri cukup earcatching ya. Tahu kan kalau balbalan dalam bahasa Jawa artinya main bola.

Kebetulan, tanggal trialnya pas banget saat kami sudah di sana dan kelas yang dibuka waktu itu untuk usia 3-6 tahun. Saya pikir ini kesempatan bagus untuk Keenan mengenal salah satu olahraga favorit cowok. Jadi saya mendaftarkan Keenan untuk mengikuti free trial di tanggal 26 November itu.

Di hari H, Keenan semangat sekali pergi ke Althea Futsal Sidoarjo, meski saat kami sampai di sana peserta yang datang cuma 4 orang. Alhamdulillah ada 2 anak pemilik klub balbalan futsal yang ikut bergabung dengan latihan pagi itu jadi agak rame mainnya.

 

balbalan futsal sidoarjo, futsal anak

Serunya Main Futsal

Meski pesertanya cuma sedikit, para pelatih dari Balbalan Futsal tetap semangat lho. Dengan kesabaran luar biasa, mereka mengajak anak-anak kecil itu berlatih main futsal. Mulai dari pemanasan, belajar melompati halangan, menendang dan mengoper bola jadi materi futsal pagi itu. Tentu semua dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Para pelatih nggak pelit dalam memberi semangat dan ketika anak berhasil menyelesaikan satu challenge, mereka selalu diajak high five. Kan anak-anak jadi makin semangat ya.

Saking senangnya, 1 jam latihan jadi nggak terasa. Meski kulitnya jadi merah dan penuh keringat, Keenan keluar dari lapangan dengan wajah riang. Akhirnya, saya pun memutuskan untuk mendaftarkan Keenan sebagai member balbalan futsal biar dapat baju bola ada kegiatan selama mudik di Sidoarjo. Lumayan lah, ada 4 kali latihan yang bisa diikuti Keenan sebelum kami kembali ke Brunei kemarin.

Pada latihan kedua, Keenan sudah dapat seragam bolanya. Pas sepupunya juga ikut trial. Jadi dia semakin semangat latihan, meski mulai susah diajak berangkat dari rumah :))

Yang menarik menurut saya adalah melihat Keenan belajar mengikuti instruksi berbahasa Indonesia dan ternyata dia bisa, meski pelatihnya harus mengulang beberapa kali. Keenan juga belajar menunggu giliran, bekerja sama dengan teman dan punya kesempatan untuk berlari tanpa dilarang di lapangan futsal.

Di minggu keempat, Keenan mungkin satu-satunya yang rajin datang latihan tiap minggu. Kali ini yang latihan cuma 2 orang :)) Mungkin karena sudah mulai libur sekolah ya, jadi sudah pada bepergian. Tapi kata omnya yang nganter Keenan latihan, dia tetap semangat. Minggu ini adalah kali terakhir Keenan ikut latihan futsal bareng balbalan futsal Sidoarjo, karena tanggal 19 Desember kemarin kami sudah kembali lagi ke Brunei.

Sebenarnya saya berharap Keenan bisa melanjutkan latihan futsalnya karena mama berambisi jadi soccermom. Sayang, di tempat saya tinggal sekarang belum nemu klub futsal anak-anak yang nggak harus jadi member Sports Club dulu. Padahal, banyak sekali lho manfaat yang bisa didapat anak dari bermain futsal. Di antaranya adalah:

  • Menyalurkan Energi

Anak yang aktif seringkali perlu menyalurkan energinya. Olahraga atau bermain di alam terbuka bisa jadi pilihan yang tepat. Sayang kalau di kota besar sudah jarang ya ada taman bermain luar ruangan yang punya fasilitas untuk anak-anak berolahraga. Jadi ikut klub futsal bisa jadi salah satu pilihan anak untuk beraktivitas.

  • Melatih Kemampuan Motorik

Dalam futsal, anak-anak nggak cuma lari-lari ngejar bola. Mereka juga belajar keseimbangan tubuh, melatih refleks juga ketepatan menendang bola. Anak juga secara bertahap terlatih untuk menguasai bola, belajar ketepatan waktu mengoper dan menerima bola serta konsentrasi. Tentu ini nggak bisa didapat dalam 4 kali latihan seperti yang sudah dilakukan Keenan ya. Melainkan harus kontinu supaya bisa memperoleh manfaatnya.

  • Bersosialisasi

Futsal adalah olahraga tim. Dibutuhkan kerjasama yang baik antara pelatih dan pemain. Di sini anak-anak belajar untuk mendengarkan dan mengikuti instruksi pelatihnya, juga bekerjasama dengan temannya. Ya, untuk kelompok seumur Keenan mungkin belum bisa disuruh main bareng masukin bola ke dalam gawang sebagai tim. Pengalaman kemarin yang ada malah mereka rebutan bola untuk ditendang sendiri :)) Tapi, selalu ada sesi di mana pelatih minta anak-anak untuk belajar mengoper bola ke teman. Jadi ke depannya diharapkan mereka bisa main bersama, bukan lagi rebutan bola, yes.

Semoga kalau ada kesempatan, Keenan bisa main lagi sama teman-teman dan pelatih di balbalan futsal Sidoarjo. Untuk sekarang ini, sepertinya harus cari aktivitas lain untuk menyalurkan energi anak kecil yang seperti nggak ada habisnya ini. Bagi mama dan papa di Sidoarjo yang berminat mengikutkan anak-anaknya main futsal bareng balbalan futsal Sidoarjo tiap hari Minggu jam 9-10 pagi di Althea Futsal Sidoarjo, ikuti saja akun instagram @balbalanfutsal. Bisa langsung tanya ke sana juga untuk info pendaftarannya. Nggak nyesel deh ikutan futsal bareng balbalan futsal, seru.

5 Manfaat Berkebun Bagi Anak

Manfaat Berkebun Bagi Anak, Manfaat bercocok tanam bagi anak, benefit of gardening for children

Beberapa bulan yang lalu, saya mendapat surat pemberitahuan dari sekolahnya Keenan bahwa anak-anak akan belajar berkebun di sekolah. Untuk itu kami diminta membayar sejumlah uang untuk membeli tanah berpupuk, bibit tanaman, starter seed, pot dan perlengkapan pendukung lainnya. Wah, langsung semangat dong saya. Kebayang Keenan pasti senang sekali belajar berkebun bareng teman-teman sekolahnya, secara di rumah dia yang paling rajin menyirami tanaman-tanaman saya.

Ketika rencana kegiatan ini saya ceritakan ke kakak Cinta, dia mengingatkan bahwa waktu bersekolah TK di tempat yang sama dengan Keenan 5 tahun yang lalu, dia pun melakukan hal yang sama bersama guru dan teman-teman TKnya. Bahkan ketika kakak Cinta kelas 3 tahun lalu, dia juga sempat mengikuti kelas berkebun di sekolah. Peminatnya banyak lho ternyata, dan menurut kakak kegiatan yang dilakukan seminggu sekali itu cukup seru, menyenangkan dan banyak hal yang mereka pelajari. Tapi kalau jaman kakak Cinta dulu guru-gurunya memilih untuk menanam sayur-sayuran di sebuah lahan kosong di halaman sekolah, kali ini angkatannya Keenan memilih menanam bunga.

Sebelum kegiatan ini dimulai, guru kelas Keenan sudah mengenalkan anak-anak akan kegiatan bercocok tanam dengan menanam bibit bawang merah. Beliau meletakkan pot pot dari bekas botol air mineral berisi tanah dan bawang di pelataran depan kelas, lalu anak-anak diminta bergiliran menyirami tanaman tersebut. Mungkin melihat antusiasme anak-anak, dari kegiatan satu kelas itu lantas diadopsi menjadi kegiatan kolektif satu sekolah dengan jenis tanaman yang berbeda.

Tentu berkebun dengan anak nggak mudah. Memberikan penjelasan kepada anak-anak usia TK bagaimana sebuah biji kelak dapat tumbuh menjadi tanaman yang sehat, segar dan indah bukannya sederhana. Belum lagi antusiasme anak dalam memelihara tanaman yang hilang dan timbul bisa membuat tanaman nggak terawat dengan baik. Ya, namanya anak-anak ya, hari ini mereka semangat sekali menyiram tanaman sampai airnya berlebih dan menggenangi pot, eh besoknya mereka bosan dan lebih memilih bermain yang lain sehingga tanaman kekurangan air.

Alhamdulillah, guru-guru di sekolah Keenan telaten membantu anak-anak mengurus tanamannya. Yah, kalau nggak telaten mungkin nggak jadi guru TK ya.

Tahap pertama yang dilakukan oleh gurunya Keenan adalah memberikan penjelasan tentang aktivitas yang akan mereka lakukan. Lalu, ibu guru menyediakan flower garden starter kit dan meminta anak-anak memasukkan tanah dan bibit bunga milik mereka ke dalam box masing-masing. Setelah itu pot disiram dan disimpan di teras belakang kelas yang terkena cahaya matahari.

5 manfaat berkebun bagi anak, manfaat bercocok tanam bersama anak
pic credit: Keenan’s school

Setiap pagi para guru mengingatkan dan mengajak anak-anak menengok tanaman mereka untuk diberi air. Ada juga kelas anak-anak lebih besar yang menyediakan botol spray berisi air di dekat pot-pot tanaman supaya anak dapat mengairi tanamannya bersama ibu atau ayah yang mengantarnya ke sekolah hari pagi itu.

Saya sih mendukung sekali kegiatan ini, karena dari kegiatan yang nampaknya sederhana tersebut banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh anak. Berikut 5 di antaranya.

Manfaat Berkebun Bagi Anak, Manfaat bercocok tanam bagi anak, benefit of gardening for children

5 Manfaat Berkebun Bagi Anak

  1. Anak mengenal siklus hidup tanaman dan apa saja yang dibutuhkan tanaman agar dapat tumbuh sehat. Ini sama saja anak belajar IPA ya, tentu lebih menyenangkan dengan cara praktik langsung kan seperti ini kan daripada hanya membaca dari buku.
  2. Anak belajar bertanggungjawab dengan mengurus tanaman mereka agar dapat tumbuh sehat. Mereka juga belajar sabar menunggu dan melihat proses tumbuhnya tanaman.
  3. Berkebun dapat menstimulasi panca indera anak. Anak dapat mengenal tekstur tanah, biji dan bunga, melihat aneka warna bunga dan daun yang tumbuh, mendengar suara sayuran yang dipetik atau desir angin saat berkebun di luar rumah, dan mencium wangi bunga dan segarnya tanah saat disiram dengan air.
  4. Anak belajar untuk mencintai alam dengan cara yang sederhana namun menyenangkan.
  5. Menumbuhkan kebiasaan makan makanan yang sehat. Waktu Cinta masih TK dulu, kelas mereka menanam kangkung, cabe dan okra atau lady finger. Setelah berbuah, dibagikan ke masing-masing anak. Cinta antusias sekali menyuruh saya untuk memasak sayurannya dan menyicipi hasil masakannya, walaupun akhirnya dia nggak doyan juga hahaha. 

5 manfaat berkebun bagi anak. manfaat bercocok tanam bersama anak

Bulan September yang lalu, tanaman anak-anak di sekolah Keenan mulai tumbuh. Guru-guru pun memindahkan ke pot yang lebih besar, diberi nama masing-masing anak dan ditata dengan cantik di teras belakang kelas. Anak-anak pun makin rajin menyiram tanaman mereka dan memamerkannya ke orangtuanya. Setelah berbunga cukup besar, beberapa kelas mengizinkan anak-anak membawa tanamannya pulang, sedangkan guru-guru kelas lain memilih untuk membuat sebuah petak khusus dan memindahkan tanaman-tanaman tersebut ke sana. Sekarang, sekolah Keenan punya taman bunga cantik yang dibanggakan oleh murid-murid karena ada hasil kerja keras mereka di situ. Hmmm, bisa juga ya diterapkan di rumah. Pasti anak-anak senang punya taman kecil dari hasil tangan mereka sendiri. 

5 manfaat berkebun bagi anak. manfaat bercocok tanam bersama anak

Teman Pojok Mungil ada yang suka berkebun juga? Boleh dong dibagi tips memilih tanaman yang mudah dirawat oleh anak. Terima kasih sebelumnya yaa…

5 Aktivitas Outdoor Yang Seru Untuk Balita

kids activity, outdoor, games, permainan seru untuk balita

Hari Kamis tanggal 17 Maret, sekolah Keenan mengadakan Sports Day untuk menandai berakhirnya kegiatan belajar mengajar pada term ke-1 sekaligus mulai libur sekolah selama 2 minggu. Pada acara ini, anak-anak KG 1 sampai KG 3 diajak berkegiatan di luar ruangan, khususnya olahraga. Tapi ternyata olahraga yang dilakukan nggak seperti yang saya bayangkan.

Sebelumnya, saya mengira mereka akan diajak main sepakbola, lari atau apalah, secara namanya aja sudah sports day gitu. Ternyata yang dilakukan adalah kegiatan outdoor yang biasa dijumpai saat peringatan 17 Agustus, seperti lomba membawa bola dalam sendok, tug of war alias tarik tambang dan sebagainya. Tentu disesuaikan dengan usia anak. Jadi kegiatan anak KG1 yang baru berusia 3 tahun tentu berbeda dengan kakak-kakak kelasnya yang lebih besar.

kids activity, outdoor, games, permainan seru untuk balita

Karena Keenan ada di KG1, aktivitasnya lebih simpel. Maklumlah anak umur segitu kan baru bisa memahami instruksi sederhana ya, tenaganya juga belum terlalu kuat. Jadi, nggak ada deh lomba basket, tarik tambang atau memasukkan pulpen ke dalam botol.

Meskipun demikian, anak-anak tetap senang lho beraktivitas rame-rame di luar kelas. Apalagi berkompetisi gitu, walau akhirnya juga nggak ada kalah atau menang. Lha, gimana mau ada yang dimenangkan, kalau lomba bawa bola dalam sendok aja masih ada yang muter-muter sambil megangin sendoknya instead of jalan lurus ke garis finish. Kalaupun bisa jalan lurus, hampir semua bolanya jatuh sehingga mereka sibuk mengejar bola. Lucu sekaligus seru.

Yang lebih menyenangkan lagi adalah melihat orangtua yang nggak heboh menyuruh anaknya untuk adu cepat. Gimana mau adu cepat, wong baris untuk lomba lari aja belum selesai hitung 1, 2, 3 sudah ada yang kabur duluan karena ngeliat mamanya ada di garis finish. Jadi ya, benar-benar acara untuk bersenang-senang aja. 

Menurut saya, bagus juga guru-gurunya memikirkan kegiatan seperti itu, padahal kita tahu kan, mengurus anak-anak usia 3 tahun berkegiatan di luar ruang itu cukup merepotkan. Sehingga seringkali setiap ada acara family gathering atau lomba tujuh belasan, anak-anak kecil ini terabaikan. 

Padahal ternyata cukup banyak aktivitas outdoor yang bisa kita lakukan bersama mereka. Berikut ini adalah 5 di antaranya:

Spoon Race

Kegiatan ini cukup sederhana dan hanya memerlukan sendok, bola plastik serta kapur atau tali untuk membuat garis start dan finish. Tingkat kesulitannya tentu bisa disesuaikan dengan usia peserta. Bagi anak 3 tahun, cukup dengan meminta mereka memegang sendok berisi bola kemudian berjalan dari garis start ke garis finish. Percayalah, bagi mereka, terutama yang nggak terbiasa bermain bola sendok, kegiatan ini nggak semudah yang kita bayangkan.

spoon race for toddler, permainan bola sendok untuk balita

Sedangkan, untuk anak di atas 4 tahun, yang keseimbangannya sudah lebih baik, bisa diminta untuk meletakkan sendok di dalam mulut. Tantangan selain berjalan ke garis finish adalah menjaga supaya bola tidak jatuh. Seru pasti.

Walaupun sederhana, aktivitas ini bermanfaat melatih keseimbangan, konsentrasi dan motorik kasar anak lho. Tapi, ingat, Sahabat, jangan marahi anak jika bolanya terjatuh ya. Beri dukungan dan sorakan aja supaya anak-anak tetap dapat menikmati permainan tersebut. Seperti yang terjadi pada Keenan dan teman-teman sekelasnya. Saking senangnya dan penasaran dengan permainan ini, satu putaran nggak cukup bagi mereka. Yang ada, anak-anak pada bergantian meminta giliran ulang bermain. Meski akhirnya ya tetap muter-muter ngejarin bola yang jatuh :))

Running Race

Nah, ini anak-anak pasti suka deh. Siapa yang bisa menolak lomba lari? Apalagi bocah-bocah kecil yang sedang aktif-aktifnya. Kegiatan ini bisa menyalurkan energi mereka dan kita cukup menyediakan kapur atau tali untuk menandai garis start dan finish.

running race, outdoor activities, outdoor games for toddler, permainan seru untuk balita

Namun, sebelum memulai, pastikan kita beri contoh dulu ya, ke mana mereka harus berlari dan aturan yang harus diikuti, seperti menunggu sampai hitungan ketiga baru berlari. Karena, kalau enggak, saking semangatnya anak-anak bisa langsung lari tanpa menunggu aba-aba dimulai. Dan selalu sambut mereka di garis finish dengan senyum lebar, pelukan hangat serta pujian atas usahanya tanpa memedulikan hasilnya. Bahkan ketika anak terjatuh sekalipun. Kita dapat menyemangatinya dengan berkata, “Wah, mama bangga lho, adek bisa bangun sendiri dan lari lagi setelah jatuh tadi.”

Sekali lagi yang penting anak berani mencoba dan bersenang-senang. Menang kalah urusan ke-123!

Ball Race

Permainan ini juga cukup sederhana dan mudah bagi balita. Mereka hanya diminta untuk memindahkan bola-bola dari keranjang pada garis start ke keranjang pada garis finish. Pemenangnya adalah anak yang memiliki bola paling banyak dalam keranjang di garis akhir.

Untuk aktivitas ini, kita hanya perlu menyiapkan banyak bola dalam satu ukuran. Boleh bola tenis atau bola plastik warna-warni serta keranjang plastik atau kardus-kardus bekas seperti yang digunakan ibu-ibu KB Seria saat perlombaan memperingati Hari Kemerdekaan RI tahun 2013 yang lalu pada foto di bawah ini.

 photo BALL_zpsad4i6wfb.jpg

Kegiatan ini, selain mengajarkan anak untuk berkompetisi, juga melatih keseimbangan, konsentrasi, motorik kasar dan halus serta melatih mereka untuk berstrategi dan berhitung. Seru ya.

Musical Chair

Permainan ini populer sekali, dan hampir selalu ada di setiap pesta ulang tahun. Alat yang diperlukan hanyalah kursi sejumlah anak, musik dan playernya. Anak diminta untuk duduk di kursi mereka masing-masing, kemudian saat musik dimainkan, mereka harus berdiri. Saat itu, kita ambil dua atau tiga kursi sekaligus, lantas anak diberi instruksi untuk duduk ketika musik berhenti berputar. Mereka yang nggak kebagian kursi harus keluar dari arena bermain. Pemenangnya adalah anak yang bertahan di dalam arena sampai akhir.

musical chair, permainan outdoor untuk balita

Meski tampaknya mudah, ternyata saat dimainkan oleh anak usia pra sekolah, mereka cukup kebingungan dengan instruksinya, sehingga beberapa anak mungkin harus dipandu untuk duduk dan berdiri pada saat yang tepat. Juga kita sebagai orangtua atau guru harus mengantisipasi anak-anak yang menangis karena kecewa nggak kebagian tempat duduk.

Aktivitas ini bagus untuk mengajarkan motorik kasar serta ketrampilan sosial pada anak seperti berbagi atau berempati kepada orang lain.

 Water Play

Last but not least, permainan yang pasti dinantikan oleh anak-anak dan banyak versinya. Tapi kali ini saya mau kasih satu contoh saja yang dimainkan pada acara sports day di sekolah Keenan.

 photo 3_zpsyobir1r6.jpg

Perlombaannya adalah memasukkan air ke dalam botol melalui corong dan kemudian dituang ke dalam ember terpisah pada garis finish. Pada aktivitas ini ada 3 tantangan sekaligus yang harus dipenuhi anak, yaitu: memasukkan air ke dalam botol melalui corong, berlari atau berjalan ke arah garis akhir sambil membawa botol berisi air dan menuang air dalam botol ke dalam ember. Ember yang isinya paling penuh adalah pemenangnya. Supaya irit ember, lomba ini bisa dilakukan berkelompok. Semakin menyenangkan pasti.

Dan meski waktu sudah habis, anak-anak biasanya akan tetap melanjutkan bermain air. Jadi selain menyiapkan corong plastik, botol air mineral bekas pakai, gelas plastik, ember berisi air dan ember kosong, juga sediakan baju ganti dan handuk.

Begitulah, acara sports day di sekolah Keenan berakhir dengan makan bersama makanan yang dibawa oleh para orangtua. Anak-anak senang, orangtua pun banyak belajar. Lain kali, kalau ada acara yang melibatkan keluarga besar atau family gathering kantor atau reunian bersama anak-anak, si pra sekolah ini bisa juga kita buatkan kegiatan seru agar tidak merasa diabaikan. Kira-kira, ada lagi ide aktivitas lainnya kah, Sahabat?