Kembali Semangat Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga

semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga

Kerjaan ibu-ibu itu memang nggak ada habisnya ya. Apalagi yang berkaitan dengan urusan rumah. Mulai dari beberes rumah, masak, nyuci dan setrika, cuci piring, dan sebagainya. Saking banyaknya, nggak jarang terselip perasaan, “Duh, kok nggak selesai-selesai sih ini kerjaan.” Sementara kita udah pengen banget leyeh-leyeh nonton drama seri favorit di TV. Atau untuk para ibu yang bekerja di rumah, pekerjaan lain sudah menuntut untuk dikerjakan. Hal ini bisa bikin kita patah semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Trus jadi males mau ngerjain pekerjaan rumah. Pengennya piknik aja. Atau tidur. Atau apalah yang penting bukan nyapu, ngepel, beresin mainan anak-anak atau setrika.

Itu yang saya rasakan beberapa hari yang lalu.

Ceritanya si mbak part time yang kerja di rumah lagi cuti panjang karena habis operasi mengeluarkan kehamilan di luar rahim. Karena malas cari part time baru untuk sementara, saya mencoba mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendirian. Bisalah, pikir saya. Toh anak-anak sudah sekolah semua. Jadi saya punya banyak waktu di pagi hari untuk kerja di rumah.

semangat mengerjakan pekerjaan rumah

Minggu pertama dan kedua semua berjalan lancar. Apalagi saya sudah menyusun timetable untuk semua aktivitas saya, temasuk ikut kelas online serta bikin konten blog dan instagram. Bahkan timetable harian itu dengan bangganya saya submit sebagai salah satu tugas mingguan untuk kelas Matrikulasi Ibu Profesional.

Saya juga membuat jadwal khusus blogging, lho. Karena saya hanya punya waktu blogging (maksimal) 1 jam per hari dengan target update blog 1 kali seminggu. Dengan adanya jadwal tersebut, saya punya panduan apa-apa saja yang harus saya kerjakan dalam waktu satu jam tersebut.

Kehilangan Semangat Mengerjakan Pekerjaan Rumah

Tapi oh tapi, di minggu keempat saya sudah mulai kelelahan. Rasanya tuh kaya yang dialami tokoh Phil Connors yang diperankan oleh Bill Murray di film Groundhog Day. Di mana hari itu berulang terus dan harus melakukan hal yang sama persis setiap harinya.

semangat mengerjakan pekerjaan rumah, groundhog day

Itulah yang saya rasakan, saking rutinnya aktivitas saya sehari-hari.

Hal ini tentu bikin saya jenuh. Saking jenuhnya sampai nggak lagi semangat mengerjakan pekerjaan rumah. Tapi nggak mungkin nggak dikerjakan karena kalau dibiarkan jadi makin numpuk. Liat rumah nggak rapi juga bikin makin stres. Cuma hati nggak mau diajak kompromi untuk bekerja. Teman-teman Pojok Mungil pernah merasa gitu juga nggak sih?

Akhirnya saya curhatlah di instastory. Sekalian nanya kira-kira apa sih yang biasanya dilakukan teman-teman saya untuk mengembalikan semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Dan inilah saran dari teman-teman saya lewat instastory:

Tips Mengembalikan Semangat Mengerjakan Pekerjaan Rumah Tangga

Tidur

Ada beberapa teman yang menyarankan untuk tidur dulu aja kalau lagi nggak semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Kalau nggak bisa tidur, minimal gegoleran lah sebentar. Biasanya nggak mood itu karena badan juga capek. Jadi dengan tidur, kita ngasih badan kita haknya untuk beristirahat.

I know it seems impossible for us, moms. Apalagi yang punya anak balita. Tapi coba deh, atur waktu supaya bisa tidur. Nggak perlu berjam-jam jugalah tidurnya. Sejam atau bahkan power nap 15 menit juga cukup. Tergantung waktu dan kebutuhan badan aja. Biasanya setelah bangun tidur, kita bisa lebih segar dan semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga lagi.

Ngopi (Atau Ngeteh Atau Minum Minuman Hangat Favorit Kita)

semangat mengerjakan pekerjaan rumah

Saya sering banget baca nasihat dari salah satu blogger luar negeri yang saya ikuti. Dia selalu bangun lebih pagi dan minum segelas teh hangat sebelum mulai mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Menikmati suasana rumah yang sunyi karena anak-anak dan suami masih tidur; menghirup udara pagi menjelang Subuh yang masih segar serta menikmati minuman hangat yang enak bisa bikin kita lebih semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga lho. Lagipula dengan bangun lebih pagi, kita juga punya lebih banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan kita sebelum suami berangkat kerja dan anak-anak berangkat sekolah. Jadi nggak kedubragan dan panik gitu. Sehingga mood kita juga bisa terjaga baik seharian.

Baca: Ritual Pagi Untuk Mood Yang Lebih Baik

Makan Enak

Apalagi kalau makanannya itu dibawain suami sambil dia bilang, “Malam ini nggak usah masak, Sayang. Makasih ya, sudah capek-capek ngurusin rumah, aku dan anak-anak.” Duh, apa nggak langsung berkobar tuh semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Etapi, buat yang suaminya bukan tipe perhatian begitu, jangan sedih ya. Kita senasib kok. Adegan di atas itu juga hanya sebatas mimpi untuk saya hahaha. Lha kok jadi curhat.

Namun, makan enak tetap bisa kok mengembalikan semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Beli atau bikin aja sarapan yang kita suka. Favorit saya tuh rebusan sayur hijau, tumis ikan asin dan sambal. Udah deh, nasi satu rice cooker juga bisa abis dimakan sendiri. Abis itu ngantuk, tidur deh. Bangun tidur semangat lagi nyapu ngepel.

Shopping

semangat mengerjakan pekerjaan rumah

Aktivitas ini banyak penggemarnya. Mood booster paling ampuh buat ibu-ibu ini kayanya. Mulai dari belanja kosmetik sampai baju. Kadang jalan-jalan ke supermarket beli kebutuhan rumah plus snack favorit juga sudah bisa bikin semangat mengerjakan pekerjaan rumah kembali lagi.

Dengar Musik Atau Nonton TV Sambil Bekerja

Ini juga banyak bilang ampuh mengembalikan semangat mengerjakan rumah. Dan berlaku juga untuk saya, setidaknya akhir-akhir ini. Jadi, saya tuh paling males setrika. Tapi trus diajarin temen saya untuk nonton tv sambil setrika. Lha, bener. Ternyata setrika sambil nonton serial favorit itu menyenangkan ya.

Karena saya jarang banget nonton tv yang dikuasai anak-anak dan suami, setrika bikin saya bisa ngikutin drama favorit saya, Good Witch di Netflix. Lumayan, sekali setrika bisa 2-3 episode. Akhirnya sekarang saya jadi suka setrika hahaha.

Olahraga

Jalan pagi, yoga atau aerobic di rumah ngikutin video di YouTube bisa bikin badan kita lebih segar. Kalau badan segar otomatis kita juga jadi semangat mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Ini juga terbukti di saya. Biasanya waktu ada mbak part time, saya jalan selama 30 menit setiap pagi di jogging track dekat sekolah anak-anak. Selama nggak ada mbak, ya nggak sempatlah saya jalan pagi.

Nah, pas lagi suntuk-suntuknya kemarin tuh, saya paksakan untuk jalan. Dari OGDC ke Billionth Barrel Monument lumayan dapat 2 km. Alhamdulillah, habis itu kepenatan saya agak berkurang. Tapi ganti capek. Trus tidur sebentar. Abis itu semangat lagi deh mengerjakan pekerjaan rumah.

Nyalon Atau Pijat

Creambath, manicure pedicure, spa bisa banget membantu kita untuk melemaskan otot-otot yang kaku karena kecapekan mengerjaan pekerjaan rumah. Atau kalau nggak suka ke salon bisa panggil tukang pijat ke rumah. Malah enak kan, abis dipijat bisa langsung tidur. Trus semangat mengerjakan pekerjaan rumah lagi deh.

Piknik

Kalau memungkinkan, pergilah jalan-jalan. Boleh sendiri, sama teman-teman atau sama keluarga. Kadang kejenuhan itu bukan hanya karena aktivitas yang monoton, juga bisa karena merasa terkungkung di satu tempat yang sama setiap hari. Jadi carilah tempat yang baru, yang bisa bikin kita fresh lagi. Nggak perlu jauh-jauh sampai booking tiket pesawat ke Paris. Cukup cari tempat main di sekitar rumah yang belum pernah kita singgahi. Suasana baru dan aktivitas baru bisa bikin kita semangat lagi mengerjakan pekerjaan rumah tangga sesampainya di rumah.

Nah, itu dia beberapa tips dari teman-teman saya. Yang mau cek instastorynya bisa langsung klik aja link di atas ya. Intinya sih, kalau lagi benar-benar hilang semangat mengerjakan pekerjaan rumah, lakukan sesuatu yang bisa bikin kita rileks dan happy. Take care of yourselfPamper yourself. Membahagiakan diri sendiri itu nggak dilarang kok untuk ibu-ibu. Karena ibu yang bahagia akan membawa aura yang bahagia juga untuk keluarganya.

Setuju?

Memilih Kerudung Pashmina Yang Nyaman Untuk Ibu Berhijab

Sebagai macan ternak alias mama cantik antar anak yang salah satu tugas utamanya adalah mengantar jemput anak-anak sekolah, after school program, main di taman, playdate ke rumah teman dan aktivitas lainnya, seringkali saya bingung memilih pakaian yang tepat, apalagi sejak saya berhijab.

Kalau dulu sih gampang aja ya, pakai kaos sama celana sudah cukup untuk semua aktivitas seharian. Tapi sekarang, rasanya sudah nggak nyaman lagi pakai kaos dan celana yang cukup ketat. Sementara kemeja dan rok kadang terasa terlalu formal, belum lagi model hijab yang harus dikenakan juga harus disesuaikan dengan pakaian yang dikenakan dan aktivitas sehari-hari.

Memakai bergo atau jilbab instan tentu lebih praktis ya. Modelnya pun sekarang sudah bervariasi. Tapi, kadang saya juga ingin tampil beda terutama kalau ada kegiatan lain setelah antar anak sekolah seperti arisan, pengajian, rapat POMG atau sekadar sarapan bareng sahabat tercinta.

Boleh dong, sesekali mama tampil lebih cantik dari biasanya dengan kerudung pashmina atau kerudung segiempat. Masalahnya, nggak seperti kerudung segiempat yang lebih simpel dibentuk, kerudung pashmina kadang perlu usaha ekstra dan banyak jarum untuk membentuknya.

Karena itu, saya mengutamakan kenyamanan saat memilih kerudung pashmina sebagai paduan busana sehari-hari, di saat harus menghadiri acara setelah mengantar anak sekolah. Padahal tadinya saya suka asal aja memilih kerudung yang pada akhirnya numpuk di lemari karena ternyata nggak nyaman dipakai.

Supaya nggak mengulangi kesalahan yang sama, saya membuat panduan untuk diri saya sendiri dalam memilih kerudung pashmina untuk paduan busana sehari-hari saya, seperti ini:

1. Bahan

Karena biasanya kerudung akan saya gunakan dari pagi sampai anak-anak pulang sekolah sekitar pukul 1 siang, saya memilih bahan yang adem, nggak tipis tapi nggak terlalu tebal dan mudah dibentuk seperti katun, diamond crepe atau rayon. Bahan tersebut cocok untuk cuaca di hutan tropis yang bisa mencapai 35 derajat Celcius di siang hari.

kerudung pashmina, matahari mall

Apalagi di tempat saya tinggal nggak ada tempat makan atau kumpul-kumpul yang mewah, sehingga bahan seperti chiffon, sutera atau maxmara agak berlebihan untuk aktivitas sehari-hari. Tapi saya tetap punya kok kerudung pashmina dengan bahan istimewa tersebut untuk dikenakan pada acara-acara spesial.

2. Warna

Warna hitam, merah, krem, dan warna pastel jadi pilihan saya dalam menentukan kerudung yang akan saya pakai agar mudah dipadu padankan dengan koleksi pakaian saya. Warna-warna tersebut juga cocok dengan warna kulit saya agak agak gelap sehingga nggak keliatan kusam.

kerudung pashmina, matarahi mall

Untuk kulit putih, menurut para ahli busana, sebaiknya menggunakan kerudung berwarna gelap dan terang. Pemilik kulit putih juga disarankan menghindari warna nude dan pastel. Sedangkan pemilik warna kulit kuning langsat dianjurkan menggunakan kerudung berwarna pink, kuning atau biru muda. Warna-warna tersebut dapat membuat wajah nampak lebih cerah. Tapi hindari warna coklat gelap, krem atau hijau daun, ya.

Dan sahabat PojokMungil yang berkulit sawo matang lebih cocok menggunakan warna pastel dan gelap seperti hitam, biru tua atau merah tua supaya tampak lebih cantik serta hindari warna coklat yang mirip dengan warna kulit.

3. Style

Sebagai ibu-ibu yang rempong, banyaks sekali yang harus saya lakukan ngurusin di pagi hari. Mulai dari menyiapkan sarapan dan bekal, mandikan si bungsu, serta memastikan rumah sedikit rapi sebelum ditinggal pergi. Karena itu saya nggak punya banyak waktu untuk menggunakan kerudung dengan model yang aneh-aneh. Mending sisa waktu yang ada saya gunakan untuk mengaplikasikan produk perawatan wajah yang sekian langkah itu sampai meresap sempurna.

Jadi, saya lebih suka memilih model yang ringkas dan hanya membutuhkan nggak lebih dari tiga jarum atau peniti, seperti yang ada dalam video dari Sunsilk Indonesia ini:



Dengan tiga pertimbangan tersebut di atas, saya pun menyortir koleksi kerudung saya dan hanya menyimpan yang sesuai kriteria tersebut. Sedangkan sisanya saya hibahkan ke mbak yang kerja part time di rumah. Setelah disortir saya jadi lebih mudah lo, memilih kerudung yang akan saya kenakan. Nggak perlu lagi menghabiskan waktu berlama-lama di cermin untuk memadukan jilbab dengan pakaian, lumayan menghemat waktu banget.

Kalau sahabat PojokMungil biasanya punya pertimbangan apa dalam memilih kerudung untuk sehari-hari? Yuk share di kolom komen.

Aturan Bermain di Taman Bermain yang Harus Dipahami Anak

Aturan Bermain di Taman Bermain, aturan bermain di playground

Taman bermain, baik di luar ruangan maupun dalam ruangan adalah tempat favorit anak-anak. Di sana mereka dapat bermain apa saja dengan bebas. Namun, demi keamanan, keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna, ada beberapa aturan bermain di taman bermain yang harus dipahami oleh anak dan orang tua.

Kemarin saya nggak sengaja melihat cuplikan video tentang seorang bapak (sebut saja bapak A) yang menendang anak kecil di sebuah taman bermain dalam ruangan. Penasaran dengan kronologi peristiwanya saya pun menelusuri media sosial dan dengan mudah mendapatkan rekaman CCTV dari taman bermain tersebut.

Jadi, ada dua anak laki-laki kira-kira usia SD yang sedang main ayunan. Dari rekaman sih kecepatan ayunan tersebut standar aja ya, nggak terlalu kencang atau tinggi. Tiba-tiba dari belakang kedua anak tersebut, muncul seorang anak perempuan usia batita yang berjalan sangat dekat dengan ayunan. Karena jarak si anak perempuan dengan ayunan sangat dekat, otomatis anak itu terkena ayunan yang sedang berayun ke belakang dan jatuh.

Ayah si anak perempuan kemudian nampak berlari mendekati si anak setelah sempat menendang anak laki-laki yang sedang bermain ayunan itu. Ketika dikonfrontasi oleh ibu si anak laki-laki, bapak A merasa tindakannya benar dan justru menyalahkan si anak laki-laki yang tidak berhati-hati saat bermain ayunan.

Tapi warganet rupanya banyak yang nggak sependapat dengan bapak A. Dari ratusan komen dari beberapa post serupa di media sosial, mayoritas nggak terima dengan cara bapak A memperlakukan si anak yang lagi main ayunan.

Ya, saya paham sih, mungkin bapak A panik liat anaknya terjatuh karena kena senggol ayunan. Saya juga kalau bawa anak-anak main di playground indoor suka ngeri kalau banyak anak-anak usia di atas 7 tahun yang badannya besar-besar dan bermain nggak lihat-lihat situasi sekitarnya. Nggak cuma sekali saya melihat anak balita terinjak di arena trampolin oleh anak-anak yang lebih besar. Sedihnya, si anak-anak besar ini nggak ada tuh usaha untuk menghentikan lompatan mereka, padahal anak-anak yang lebih kecil sudah susah payah berusaha untuk bangun.

aturan bermain di taman bermain, aturan bermain di playground

Belum lagi kalau pada main kejar-kejaran ya, kadang anak-anak yang besar-besar ini nggak bisa berhati-hati. Mereka seolah nggak peduli kalau ada anak-anak yang lebih kecil di sekitar mereka. Makanya saat anak-anak masih batita saya selalu ngekorin ke manapun mereka berada saat di taman bermain. Bahkan kalau di taman bermain itu ada arena khusus untuk toddler saya lebih memilih mengajak mereka main di sana daripada bercampur dengan anak-anak yang lebih besar.

Yang nggak bisa ditolerir dari kejadian yang saya ceritakan di awal tulisan ini adalah, perilaku bapak A yang menendang anak laki-laki tersebut. Sama sekali nggak dibenarkan tuh.

Saat berada di taman bermain, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan, selalu ada resiko kecelakaan besar atau kecil, sengaja atau tidak sengaja. Jadi saat anak mengalami kecelakaan, fokus pertama adalah menolong si korban dan memastikan kondisinya. Sementara si pelaku baik sengaja atau tidak cukup ditegur dengan baik, diminta untuk lebih berhati-hati dan disuruh minta maaf. Kalau anaknya cuek ya laporin ke orang tuanya. Kalau orang tuanya nggak peduli, bicara dengan pengelola taman bermain atau pihak keamanan. Bukan main hukuman fisik.

Ya namanya anak-anak bermain rame-rame pasti ada resikonya. Pengennya sih bisa main sendiri di taman bermain supaya bebas mau ngapain aja. Tapi main sendiri juga nggak seru deh. Keenan itu kalau nggak ada temennya nggak betah berlama-lama di playground. Sebaliknya dia bisa betah berjam-jam di sana kalau banyak anak yang main bareng dia. Nah, supaya anak-anak bisa bermain dengan aman dan nyaman di taman bermain, ada baiknya kita ajak mereka untuk memahami aturan bermain di taman bermain.

Aturan Bermain di Taman Bermain, aturan bermain di playground

Aturan Yang Harus Dipahami Anak Saat Bermain di Taman Bermain

Jangan Naik Tempat Meluncur Dari Sisi yang Licin

aturan bermain di taman bermain, aturan bermain di playground

Ih, ini aktivitas favoritnya Keenan banget. Kalau main seluncuran, setelah meluncur dia akan langsung naik lagi dari sisi yang dipakai untuk meluncur. Lebih fun daripada naik dari tangga. Ya kalau playgroundnya lagi sepi sih nggak apa-apa tapi kalau lagi banyak anak tentu berbahaya dan bisa mengganggu anak lain. Jadi sekarang saya selalu bilang sama Keenan, kalau lagi main sama teman-teman setelah meluncur harus naik dari tangga supaya nggak kena tendang temannya yang meluncur setelah dia. Alhamdulillah sih selama ini dia nurut ya, kecuali saat teman mainnya sama-sama iseng. Bisa tuh mereka merangkak naik ke atas perosotan dari sisi yang licin bergantian. Giliran emaknya aja yang dag dig dug sambil berkali-kali meminta mereka berhati-hati.

Berhati-hati Dengan Anak Yang Lebih Kecil

Seperti yang sudah saya ceritakan di awal, nggak jarang liat anak-anak besar yang nggak peduli dengan aturan bermain di taman bermain, sehingga mereka main sesuka hati mereka dan nggak aware bahwa di sekitarnya banyak anak yang lebih kecil. Karena itu, anak-anak harus diajarin untuk berhati-hati dengan sekitarnya. Terutama saat berlari atau main trampolin. Mereka perlu tahu bahwa tenaga mereka jauh lebih besar daripada babies and toddler jadi kalau mereka nggak sengaja nabrak anak yang lebih kecil bisa membuat si adik terluka.

Berhati-hati Saat Menggunakan Ayunan

Minta anak-anak untuk memperhatikan sekitarnya saat akan bermain ayunan. Ajari mereka mengontrol laju ayunannya ketika ada orang yang mendekati arena ayunan. Kalau mama atau papa yang mengayun anak, jangan ditinggal main hape sih. Fokus aja ke ayunan demi keselamatan anak yang diayun atau pengguna playground lain. Anak-anak juga diminta untuk nggak berjalan dekat ayunan yang sedang digunakan. Dan mama papa jangan sekali-kali melepas anak batita berlari ke arah arena ayunan tanpa pengawasan.

Jangan Melempar Apapun Kecuali Bola Plastik

Aturan bermain di taman bermain yang satu ini berlaku di outdoor playground. Kadang ada aja yang suka main lempar pasir, kerikil, atau kayu. Beri tahu anak bahayanya melempar benda-benda tersebut seperti dapat masuk ke mata atau melukai orang lain.

Jangan Bermain Pedang-Pedangan Dengan Kayu atau Ranting Pohon

Dududu, ini Keenan banget. Kalau di playground suka tiba-tiba aja mungut ranting pohon trus diacung-acungkan ke anak lain. Ngajak main pedang-pedangan ceritanya. Tapi setelah beberapa kali dia ditegur sama orang (karena nggak peduli dengan teguran saya) baru deh dia insaf meski sesekali masih suka mungutin ranting pohon. Sebenarnya nggak masalah sih kalau mereka memang benar-benar main pedang-pedangan dari ranting pohon dari jarak yang aman. Yang bahaya itu kalau nggak sengaja batang kayu tersebut kena mukanya orang. Namanya anak-anak kan kalau main suka nggak kekontrol ya saking semangatnya. Jadi mending cari amannya aja deh.

Minta Maaf Atas Perbuatan Yang Kurang Baik Atau Kecelakaan Yang Mereka Akibatkan

Tahun lalu, waktu Cinta masih di Year 4, tiba-tiba saya mendapat telfon dari sekolah. Kepala SDnya bercerita bahwa terjadi kecelakaan saat istirahat antara Cinta dan temannya yang mengakibatkan kepala Cinta benjol sebesar telur. Beliau meyakinkan bahwa Cinta sudah dirawat dengan baik dan nggak ada hal serius yang terjadi. Lalu, ibu kepala meminta temannya Cinta untuk meminta maaf kepada saya melalui telpon. “Saya mau anak-anak belajar bertanggungjawab atas apa yang mereka lakukan, meskipun itu nggak sengaja.” Tentu saja saya memaafkan sambil mewanti-wanti supaya lain kali dia lebih hati-hati.

Sejak itu, saya berusaha menjadikan perilaku ini sebagai aturan bermain di taman bermain bagi anak-anak saya. Yes, accident happens, tapi anak juga harus tahu bahwa kecelakaan terjadi karena salah satu tidak berhati-hati, dan ada konsekuensi yang harus dibayar untuk perbuatan tersebut. Iya, monmaap saya memang #mamagalak.

Awasi Anak Anda

Ini memang tugas yang sangat berat. Kalau anak-anak bermain di outdoor playground biasanya saya lebih ketat ngawasinnya. Sedangkan di taman bermain dalam ruangan, jujur saja saya suka lengah. Apalagi sekarang anak sudah besar-besar ya, saya anggap mereka sudah tahu aturan bermain di taman bermain. Sehingga seringkali saya lepas aja main sendiri sementara saya duduk di bangku atau di lantai tak jauh dari arena bermain. Saya beri mereka kesempatan untuk mengeksplorasi tempat bermain dan berteman dengan anak lain, sementara saya memanfaatkan waktu itu untuk main hape atau baca buku. Paling saya titip ke Cinta untuk mengawasi adiknya. Atau sesekali meninggalkan tempat duduk saya untuk mengecek keberadaan mereka.

Ternyata nggak cuma saya sih yang seperti itu, waktu saya bawa anak-anak main di Kidzoona TP 6, kebanyakan orang tua cukup duduk manis sementara anak-anaknya yang sudah cukup besar asik bermain sendiri. Padahal sudah ada aturan tertulisnya tuh kalau anak harus selalu dalam pengawasan orang tua karena nggak ada staf Kidzoona yang mengawasi masing-masing arena bermain.

aturan bermain di taman bermain, aturan bermain di playground

Menurut saya sih, boleh kok membiarkan anak-anak besar bermain sendiri tapi jangan sampai kita benar-benar lepas pengawasan. Namanya di tempat umum ya, banyak kejadian tak terduga. Mungkin nggak sengaja jatuh dari perosotan, ada anak yang kasar atau tiba-tiba anak keluar dari tempat bermain seperti yang pernah saya alami. Kalau anak di bawah 3 tahun ya harus benar-benar diikutin ya, apalagi kalau tempatnya besar dan sedang ramai. No excuse.

Be Nice To Other Kids

aturan bermain di taman bermain, aturan bermain di playground

Ini berlaku untuk anak dan penjaganya. Ajak anak untuk bermain dengan baik saat di taman bermain, jangan kasar; mukul; nendang atau berteriak-teriak kepada anak lain. Minta mereka untuk sabar menunggu giliran bermain kalau alat tersebut sedang dipakai anak lain. Jangan menguasai satu permainan terlalu lama. Di lain sisi kita juga boleh menegur anak lain yang misalnya menguasai ayunan selama belasan menit tanpa mau gantian atau menutup akses ke perosotan just because. Kita juga bisa mengingatkan anak kita dan anak lain untuk berhati-hati. Tentu dengan cara yang baik ya, bukan pakai hukuman fisik. Bayangkan kalau anak kita yang nakal misalnya trus diperlakukan kasar oleh orang tua lain, pasti nggak terima kan yaaa.

Jangan Memaksa Anak Untuk Berbagi

Nggak jarang sih saya lihat anak-anak yang mau menguasai permainan sendirian tapi nggak perlulah sampai memaksa mereka untuk berbagi. Kalau saya lihat yang seperti itu, biasanya saya bilang ke si anak, “5 menit lagi gantian ya mainnya.” Lalu mengajak anak saya bermain di arena yang lain. Kalau anak saya ngotot nggak mau pergi baru saya minta baik-baik, “Mainnya sama-sama ya, kan seneng kalau ada temannya.” Kadang cara ini berhasil, kadang enggak. Kalau nggak berhasil ya sudah, yang waras ngalah ajalah. Mungkin si anak sedang perlu me time, dan kita ajak anak lain untuk mengeksplorasi mainan lainnya di tempat tersebut.

Sebenarnya mungkin masih banyak lagi aturan bermain di taman bermain yang harus dipahami oleh anak dan kita. Namun intinya adalah peduli dengan lingkungan sekitar. Ya, secara mereka kan nggak main sendirian ya, jadi penting sekali untuk bijaksana dalam berinteraksi dan berperilaku saat bermain di tempat umum. Awalnya mungkin susah, tapi kalau satu persatu aturan bermain di taman bermain ini diterapkan ke anak, insyaAllah mereka akan paham dan terbiasa.

Dan tulisan ini nggak bermaksud untuk menggurui orang tua kok. Namanya taman bermain pasti maunya kita anak-anak bisa bebas beraktivitas. But better save than sorry, right. Nggak ada salahnya menerapkan aturan bermain di tempat bermain ini pada kita dan anak-anak demi keamanan dan kenyamanan seluruh pengguna taman bermain. Sekaligus menghindari kejadian si bapak A yang saya ceritakan di awal tulisan ini terulang lagi.

 

 

Mudik Selamat, Aman dan Nyaman Menggunakan Transportasi Udara Bersama Anak

sobat aviasi, djpu, tips selamat aman dan nyaman naik pesawat bersama anak, traveling with kids,

Nggak terasa kita sudah melalui setengah bulan Ramadan ya. Kurang dari 2 minggu lagi, umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Fitri nih. Udah ada yang siap-siap mudik?

Saya dong sudah di kampung halaman hahaha *sombong*

Kebetulan tahun ini sekolah anak-anak selesai Mid Year Exam lebih awal dari sekolah-sekolah lain di Belait District sehingga saat jadwal ujian dan liburan dibagikan pada bulan April yang lalu, saya bisa langsung beli tiket pesawat untuk mudik lebaran. Memang sengaja sih booking tiket jauh-jauh hari dan memilih tanggal yang tidak terlalu dekat dengan hari Raya supaya dapat harga tiket yang lebih murah, meski itu berarti anak-anak harus bolos sekolah beberapa hari hehehe.

Tahun ini adalah tahun ke-5 kami sekeluarga mudik Lebaran ke Surabaya dengan menggunakan moda transportasi udara. Sebelumnya, waktu kami masih tinggal di Jakarta, lebih suka lewat jalur darat dengan menggunakan mobil pribadi. Ada kesenangan tersendiri menyusuri jalur Pantura dengan mobil meski seringkali terjebak macet panjang di titik-titik tertentu dan memakan waktu yang cukup panjang.

Namun, sejak pindah ke Brunei pilihan satu-satunya untuk pergi ke Surabaya adalah dengan naik pesawat. Nggak mungkin kan naik mobil, bisa-bisa jatah liburan dan cuti habis di jalan. Lagipula kalau membawa anak kecil (dan orang lanjut usia) naik pesawat tentu lebih cepat dan praktis ya, terutama untuk jarak bepergian yang jauh.

Tapi bepergian dengan anak-anak naik pesawat itu gampang-gampang susah, apalagi kalau si anak masih balita. Nggak jarang terasa ribet. Untungnya baru-baru ini saya mengikuti akun media sosial Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan dan bergabung dengan #SobatAviasi, komunitas yang dibentuk oleh DJPU. Banyak sekali informasi yang sangat berguna bagi saya dalam mempersiapkan diri bepergian dengan pesawat supaya selamat, aman dan nyaman. Apa saja? Ini adalah beberapa di antaranya:

sobat aviasi, djpu, tips selamat aman dan nyaman naik pesawat bersama anak, traveling with kids,

Tips Mudik Selamat, Aman dan Nyaman Menggunakan Transportasi Udara Bersama Anak-anak

1. Beli Tiket Jauh-Jauh Hari 

Ini sebenarnya untuk mengantisipasi supaya kita masih kebagian seat karena penerbangan kan terbatas ya. Nggak seperti kereta api yang punya banyak gerbong atau bis yang armadanya banyak. Hanya saja kadang budget untuk beli tiket baru ada setelah kita menerima THR jadi mau nggak mau ya beli tiketnya mepet mau lebaran deh.

 

Tapi tahun ini untuk arus mudik dengan transportasi udara kita nggak perlu lagi takut kehabisan tiket sebab Direktorat Jendral Perhubungan Udara sudah menyiapkan 532 maskapai penerbangan dengan kapasitas kursi untuk penumpang dalam negeri sebanyak 5.780.374 dan penumpang luar negeri sebanyak 930.379.

2. Pilih Penerbangan di Pagi Hari

Sejujurnya saya kurang suka menggunakan penerbangan pertama. Bayangkan ya kalau pesawat berangkat jam 6.00 berarti pukul 4 pagi kita sudah harus sampai di Bandara. Sebelum adzan Subuh berkumandang kita sudah harus mandi, memandikan anak-anak dan memastikan koper-koper siap untuk dibawa. Harus bangun jam berapa coba?

Tapi sejak pindah ke Brunei, saya terbiasa dengan penerbangan di pagi hari ini karena satu-satunya jadwal dari Surabaya ke Brunei dengan Garuda (co-op with Royal Brunei Airlines) adalah pukul 6.30 pagi. Dengan memilih penerbangan pagi, kecil sekali kemungkinan pesawat terlambat berangkat dan biasanya karena penumpang nggak terlalu banyak, antrian check in dan pemeriksaan imigrasi (untuk penerbangan internasional) lebih bersahabat. Anak-anak pun di pesawat juga cenderung untuk melanjutkan tidur yang terputus sehingga saya nggak repot menyiapkan aneka permainan untuk menghibur mereka selama perjalanan.

Untuk mengurangi kehebohan di pagi hari, pastikan koper sudah siap diangkut pada malam harinya. Letakkan di dekat pintu keluar rumah. Sisakan satu koper yang terbuka untuk menyimpan barang-barang yang baru bisa kita simpan saat mau berangkat seperti kosmetik dan charger perlengkapan elektronik. Seorang teman juga menyarankan saya untuk menyiapkan anak-anak di malam hari. Jadi sebelum mereka tidur sudah dimandikan lalu dipakaikan baju yang nyaman untuk bepergian. Sehingga di pagi hari nggak perlu lagi membangunkan dan memandikan mereka. Kecuali bagi bayi dan batita yang masih pakai popok ya. Tentu harus diganti lagi popoknya sebelum berangkat. Lalu tinggal angkut untuk berangkat ke bandara.

3. Gunakan Pakaian Yang Nyaman 

Untuk anak, lebih baik memakai pakaian dari bahan kaos. Baik itu t-shirt dan celana maupun shirtdress dan legging dengan tambahan sweater. Hindari baju dan kaos kaki yang berenda dan dapat membuat anak gerah atau gatal. Hal ini berlaku juga untuk kita. Terutama para busui. Pilih baju menyusui yang nyaman dan tertutup sehingga memudahkan kita untuk menyusui di bandara dan di dalam pesawat.

4. Pack Wisely

Iya, saya tahu kok kalau bawa anak itu nggak bisa cuma bawa sedikit barang. Kalau bisa sih 1 lemari dibawa semua ya. Ya nggak apa-apa, asal masih sesuai dengan jatah bagasi. Barang-barang seperti sabun mandi bayi, popok sekali pakai nggak perlu bawa terlalu banyak. Popok kita bisa beli aja di tempat tujuan, sementara toiletries bayi cukup bawa botol-botol kecil.

View this post on Instagram

– #SobatAviasi merasa ribet saat berkemas? Jangan mengeluh, sebab hal itu kerap terjadi pada banyak orang. Meski tampak remeh, packing membutuhkan siasat. Perlu cara-cara jitu agar barang-barang yang akan kita bawa bepergian bisa termuat rapi ke dalam tas atau koper. Tak ada salahnya jika kamu menyimak kiat-kiat packing berikut ini: . 1. Pilih pakaian yang multifungsi untuk meringankan bawaanmu. Contohnya celana olahraga yang bisa juga dipakai tidur atau scarf yang bisa dipakai sebagai aksesori maupun penghangat. 2. Gulung lebih dulu pakaian tahan kusut, seperti kaos, jeans dan celana kain. 3. Selipkan barang berukuran kecil seperti kaus kaki atau pakaian dalam di bagian kosong koper. 4. Setelah semua tersusun, tutup tumpukan baju dengan plastik untuk mencegah pakaian terkena noda atau basah. 5. Ikat pakaian yang sudah diletakkan di dalam koper 6. Hindari menyimpan perhiasan dan barang berharga di dalam koper. . Tetap budayakan penerbangan yang #SelamatAmanNyaman #Selamanya. #SiapUntukMudik

A post shared by Perhubungan Udara (@djpu151) on

Pastikan juga berat bawaan kita sesuai dengan ketentuan bagasi karena tiap airlines memiliki kebijakan yang berbeda. Jika kita pergi dengan keluarga, ada maskapai yang memperbolehkan batas maksimal bagasi sejumlah total jatah bagasi sekeluarga dan ada pula yang hanya mengijinkan jatah bagasi sesuai dengan tiket. Jadi misalnya kita pergi berempat dengan masing-masing jatah bagasi 20kg, untuk Royal Brunei Airlines boleh tuh saya bawa 4 koper dengan berat 30kg, 25kg, 15kg dan 10kg selama tidak melebihi total 80kg jatah bagasi kami berempat. Namun, ada maskapai lain yang hanya mengizinkan masing-masing koper sesuai dengan jatah bagasi yang tertera di tiket. Jadi sebaiknya cari tahu dulu ya sebelum packing daripada nanti disuruh bongkar koper di counter check in.

Oya, jangan lupa intip akun media social DJPU untuk melihat benda-benda apa saja yang boleh dibawa ke kabin pesawat dan mana saja yang harus diletakkan dalam bagasi. Terakhir saya berangkat mudik kemarin, powerbank dan baterai alat elektronik nggak boleh diletakkan dalam koper bagasi. Sedangkan cairan lebih dari 100ml seperti biasa nggak boleh dibawa ke kabin pesawat (kecuali kalau kita beli di dalam ruang tunggu pesawat). Bahkan jenis smartphone tertentu tidak diperkenankan dibawa baik diletakkan dalam carry-on luggage atau bagasi tercatat.

5. Manfaatkan Layanan Check In Online 

Dengan check in online, waktu yang diperlukan oleh ground crew untuk memproses boarding pass akan lebih singkat sehingga nggak perlu lama-lama antri. Secara kalau bawa anak-anak pasti agak stres jika mereka rewel karena bosan antri, apalagi yang anaknya aktif seperti anak saya. Akan lebih menyenangkan lagi bila disediakan antrian khusus untuk penumpang yang sudah check in online seperti yang sudah diberlakukan di Bandara Internasional Brunei Darussalam. Wah, layanan check in online jadi sangat bermanfaat. Sementara setahu saya di Bandara Juanda dan Soekarno Hatta antrian khusus ini belum ada. Semoga menjadi pertimbangan bagi Direktorat Perhubungan Udara ya.

6. Makan Secukupnya 

royal brunei, traveling with kids, mudik selamat aman dan nyaman bersama anak,mudik dengan transportasi udara
Menu Child Meal di Pesawat Royal Brunei Airlines

Nggak semua maskapai menyediakan makanan dalam penerbangannya sehingga sebaiknya kita dan anak-anak makan secukupnya sebelum berangkat agar nyaman selama di perjalanan dan terhindar dari mabuk udara. Anak-anak yang perutnya cukup terisi juga cenderung lebih tenang dan bahagia sehingga nggak rewel serta mengganggu kenyamanan penumpang lain.

7. Siapkan Permen atau Penutup Telinga dan Susui Bayi Saat Pesawat Lepas Landas dan Mendarat.
 
Tekanan dalam pesawat saat lepas landas dan mendarat dapat membuat telinga kita nggak nyaman sehingga anak-anak cenderung rewel. Jadi lebih baik kita ijinkan anak-anak makan permen yang dapat membantu mengurangi tekanan dalam telinganya. Kalau si batita belum boleh makan permen berikan mereka penutup telinga yang memiliki fungsi sama.Bagi ibu yang membawa bayi disarankan untuk menyusui bayi saat lepas landas dan mendarat dengan alasan yang sama. Namun, kalau bayi tidur nyenyak nggak perlu dibangunkan ya, Ma. Cukup pasang penutup telinga.

8. Bawa Permainan Favorit Mereka atau Kantong Kejutan

mudik dengan transportasi udara, traveling with kids, djpu, sobat aviasi, mudik selamat, aman dan nyaman menggunakan pesawat bersama anak
Cinta dan Keenan asyik dengan buku bacaan dan activity pages dari kantong kejutannya

Kantong Kejutan ini dapat berisi mainan baru (tidak harus mahal asal belum pernah mereka mainkan), buku cerita baru, coloring pages dan crayon serta camilan kesukaan mereka. Kantong kejutan ini dapat membuat anak sibuk dengan permainan dan aktivitas baru mereka selama beberapa waktu, sementara kita beristirahat sejenak. Bawa juga boneka kesayangan mereka yang bisa membantu mereka merasa nyaman saat mengantuk.

Kalau kita punya gadget policy yang cukup ringan, mengijinkan anak-anak untuk menggunakan gadget mereka selama penerbangan dengan moda penerbangan diaktifkan dan dinonaktifkan selama lepas landas dan mendarat adalah ide yang baik. Isi gadget dengan games dan film yang belum mereka tonton untuk menghibur mereka selama penerbangan.

Supaya bawaan kita nggak terlalu berat, minta anak-anak untuk membawa ransel mereka sendiri untuk menyimpan benda-benda tersebut. Pastikan tas mereka tidak terlalu penuh agar anak-anak nggak keberatan membawanya.

9. Minta Awak Pesawat Untuk Menyiapkan Stroller Di Depan Pintu Pesawat Setelah Pesawat Mendarat
 
Jangan masukkan stroller ke dalam bagasi tercatat. Bawa stroller sampai ke depan pintu pesawat atau ruang tunggu supaya ketika pesawat mendarat kita dapat langsung mengambilnya di depan pintu saat keluar dari pesawat. Stroller atau gendongan sangat bermanfaat jika kita membawa batita. Perjalanan yang cukup jauh dari pesawat ke tempat pengambilan bagasi seringkali melelahkan bagi kaki kecil mereka. Dengan stroller atau gendongan kita juga dapat memastikan anak-anak selalu ada di dekat kita, terutama ketika kita mengambil bagasi.

Nah, itu dia 9 tips mudik aman, selamat dan nyaman menggunakan transportasi udara dengan anak-anak versi mamanya Cinta dan Keenan. Untuk tips yang lebih lengkap dan umum, bisa langsung baca-baca di akun media sosial Direktorat Jendral Perhubungan Udara yaitu Facebook Page dan Instagram atau ke situs http://selamanya.id/ dan jadilah bagian dari #SobatAviasi.

Selamat mudik. Semoga selamat sampai tempat tujuan dan berkumpul dengan orang-orang tersayang. Mohon maaf lahir dan batin yaa.

 

5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Blogger Tentang Membuat Vlog

lemari pojok, blog lemari pojok, lemaripojok.com, retno kusumawardani, blogger perempuan, arisan link, youtuber, blogger

Jadi blogger itu harus mau mengembangkan diri ya, supaya bisa bertahan di tengah ramainya dunia blog sekarang ini. Selain kualitas tulisan yang baik (baca: enak dibaca), blogger sekarang juga dituntut untuk bisa membuat infografis dan menyajikan foto-foto yang jernih sebagai pendukung artikel-artikelnya di blog. Apalagi yang suka ikut lomba blog, dua hal itu tentu bisa jadi nilai tambah di mata juri ya.

Tapi beberapa blogger merasa belum cukup puas dengan menyajikan tulisan yang baik lengkap dengan infografis dan foto, sehingga mereka merambah ke video blog atau yang lebih dikenal dengan istilah vlog. Vlog ini biasanya digunakan blogger untuk memberikan info yang lebih jelas kepada pembacanya tentang apa yang mereka tulis, khususnya tulisan untuk launching produk, resensi dan tutorial kosmetik sampai review tempat wisata.

Video-video yang diunggah di YouTube dan disematkan di tulisan pada blog ini juga bisa dimonetize lho, sehingga blogger dapat memperoleh penghasilan tambahan dari video yang dilihat oleh pembaca blognya. Selain itu vlog juga dapat mendukung branding kita sebagai blogger, meningkatkan traffic blog serta menambah subscriber atau follower blog. Menarik ya. Hal inilah yang dilakukan oleh Retno Kusumawardani, blogger Malang yang aktif menulis di blog http://www.lemaripojok.com.

Berawal dari sekadar iseng, Retno membuat akun di YouTube untuk menyimpan video-video dari akun Smule-nya. Kemudian ibu dari Atha, Ai dan Aksa ini mengunggah video untuk diikutsertakan ke Giveaway yang diadakan oleh Pakde Cholik, pemilik blog www.abdulcholik.com. Sejak itu, Retno mulai rajin mengunggah video di YouTube untuk kemudian disematkan ke artikel blognya seperti review Redwin Sorbolene Moisturizer dan Romantisnya Westlake Resort Jogja. Selain itu ada beberapa video menarik yang diunggah Retno tapi sayangnya nggak ditulis di blog, padahal sudah ditonton sebanyak lebih dari 2000 kali di YouTube, yaitu tutorial membuat pigura dari kertas ala mas Atha.

Tanpa video pun, blog Lemari Pojok sudah cukup menarik. Berkategori lifestyle yang fokus pada review dan parenting, tulisan Retno menarik untuk dibaca. Tema blognya pun enak dilihat dan cukup mudah untuk mencari artikel yang kita inginkan karena label tiap tulisan tersusun rapi di sisi kanan blog. Yang paling saya suka dari blog Lemari Pojok ini adalah blogpost berlabel beauty. Mungkin karena bukan beauty bloher, semua yang ditulis Retno mudah saya pahami sebagai emak-emak yang awam di dunia skin care dan kosmetik. Semua informasi yang saya butuhkan tersaji di situ.

Artikel yang memiliki banyak viewer di blog lemaripojok nggak jauh-jauh dari tempat wisata dan multivitamin untuk anak. Khas blog bertema parenting ya. Tapi yang nggak kalah menarik adalah artikel-artikel yang berisi resep masakan dengan label camilan, mulai dari yang sulit (bagi saya) seperti roti sampai tahu aci favorit saya. Duh, bikin pengen langsung main ke Malang dan minta dibikinin gitu hahaha. Coba deh aneka resep ini dibikin video sederrhana langkah-langkah masaknya trus diupload ke YouTube mungkin akan semakin banyak pembaca tulisan itu ya.

retno kusumawardani, blogger, youtuber, blogger perempuan, arisan link, lemaripojok.com, lemari pojok, blog lemari pojok

Menurut Retno, bikin vlog itu susah susah gampang, apalagi untuk ibu-ibu sok rempong macam kami. Mengatur mood dan waktu untuk ngeblog aja sudah ngos-ngosan apalagi harus ditambah dengan vlog yang memang cukup menyita waktu. Tapi bagi teman-teman pembaca Pojok Mungil yang ingin merambah dunia vlogging, beberapa tips yang berhasil saya kumpulkan dari beberapa sumber ini mungkin bisa dipraktikkan. Yuk belajar sama-sama:

lemari pojok, blog lemari pojok, lemaripojok.com, retno kusumawardani, blogger perempuan, arisan link, youtuber, blogger

5 Hal yang Harus Diperhatikan Blogger Tentang Membuat Vlog.

  1. Tujuan Lo Apa?

Seperti menentukan kategori blog, kita juga harus punya tujuan saat akan membuat kanal YouTube. Tentunya yang mendukung konten blog kita ya. Misalnya sebagai beauty blogger, kita khususkan vlog kita pada review kosmetik, skin care dan tutorial make up. Food blogger bisa mengunggah resep-resep yang ia praktikkan atau tempat makan yang dicoba. Atau emak-emak blogger parenting kaya saya dan Retno misalnya bisa mengisi vlognya dengan tutorial bikin mainan anak atau ya review buku bacaan untuk anak, tempat wisata dan event khusus di sekolah anak. Yang penting vlog ini harus bermanfaat bagi blog kita. Kalau enggak rugi lho, secara bikin vlog itu melelahkan hehehe.

  1. Maksimalkan Penggunaan Gadget Kita

Punya mirrorless atau kamera DSLR yang memiliki fungsi merekam video tentu jadi nilai plus karena video yang dihasilkan pasti akan bagus. Tapi ada istilah it’s the man behind the gun. Jadi jangan kecil hati kalau nggak punya gadget canggih. Ponsel jaman sekarang pun dilengkapi dengan fitur video, dan itu bisa kita manfaatkan untuk bikin vlog. Untuk mendapatkan video yang baik pelajari juga teknik lighting dan cara-cara merekam video dengan ponsel. Banyak tutorialnya di YouTube maupun webinar yang bisa kita ikuti.

  1. Belajar Basic Video Editing

Bikin vlog yang bagus nggak cuma rekam trus unggah ke YouTube. Coba deh lihat video-video di YouTube yang kita suka dan betah ngeliatnya, pasti kualitasnya bagus dan sudah diedit dengan baik. Mengedit video sebenarnya paling bagus pakai laptop dengan aplikasi seperti iMovie, Windows Movie Maker atau Final Cut Pro X dan Adobe Premier yang hampir semuanya berbayar. Tapi kita juga bisa menggunakan aplikasi di ponsel seperti iMovie dan Viva Video, tentunya kalau beli edisi premium bisa lebih bagus pilihan editingnya. Kalau mau yang gratis, langsung aja pakai YouTube editor.

  1. Tulis Blogpost yang Bisa Memuat Video Kita atau Sebaliknya, Buat Video yang Mendukung Blogpost Kita.

Kalau tujuan kita membuat video di YouTube untuk meningkatkan view blogpost, jangan lupa tuliskan link artikel kita di deskripsi video, begitu juga dengan link semua media sosial kita. Sebaliknya jangan lupa ajak pembaca blog kita untuk subscribe dan like video kita untuk meningkatkan viewer kanal YouTube. Seperti video Retno tentang membuat pigura dari bubur kertas itu kalau dibuat blogpost dan linknya dicantumkan di deskripsi video tentu akan membuat penonton vlog mengunjungi blognya dan meningkatkan trafficnya.

  1. Konsisten

Kalau ini PR banget nggak sih? Jangankan bikin vlog, ngeblog aja masih moody hihihi. Tapi percaya deh blogger yang konsisten menulis di blog tentu akan punya pembaca setia, begitupun vlog. Menurut blogger/vlogger yang sudah profesional, minimal 1 bulan sekali deh kita bikin vlog untuk disematkan ke blogpost kita. Semakin sering bikin vlog, semakin mudah juga katanya. Dari yang tadinya bingung mau ngomong apa jadi lebih terbiasa dan nggak gagap lagi. Yang awalnya videonya ala kadarnya jadi lebih semangat untuk belajar editing supaya lebih menarik dan enak dilihat. Jadi nggak boleh ada kata malas ya! Practice makes perfect! *ngomong sama kaca*

 

 

Belanja Online Keperluan Rumah Tangga dengan Harga Terbaik

matahari mall, belanja online, online shopping

Terasa nggak sih, Ma, kalau harga barang kebutuhan rumah tangga akhir-akhir ini makin meningkat? Nggak cuma di Indonesia sih, di Brunei sini juga begitu. Ya, harga awalnya sendiri sudah lebih mahal dari di Indonesia, lha kok sekarang jadi makin naik. Jadi ya harus lebih cermat ketika berbelanja nih supaya pengeluaran tetap dapat terkontrol dengan baik tapi semua kebutuhan penting rumah tangga dapat terpenuhi.

Untungnya sekarang kita nggak harus keluar rumah untuk berbelanja ya, Ma. Karena belanja online bisa jadi solusi yang cepat dan praktis, apalagi untuk ibu-ibu sok rempong kaya saya hahaha. Namun jangan asal belanja sih, Ma. Ada tipsnya lho untuk mendapatkan penawaran harga istimewa saat belanja online, seperti berikut ini:

matahari mall, belanja online, online shopping

Mencari Info Diskon Secara Teratur

Biasanya toko online besar dan terpercaya akan memberikan penawaran diskon istimewa secara teratur. Jadi, jangan ragu meluangkan waktu untuk berburu diskon, Ma. Harga terbaik yang membuat kita hemat pun bisa segera kita dapatkan dengan memilih situs belanja online terpercaya.

Ada Diskon Khusus di Hari Raya

Mama perhatikan kan ya, kalau setiap menjelang hari raya biasanya toko online juga sudah menyiapkan diskon besar-besaran untuk para pelanggannya. Nah, supaya nggak kehabisan barang yang kita incar, kita bisa mulai berburu diskon sejak beberapa minggu sebelum hari raya. Jadi waktu hari raya tiba, barang tersebut sudah kita terima. Nggak hanya hemat, cara ini juga sangat praktis dan menyenangkan.

Informasi Promo di Media Sosial

Saat ini hampir semua ecommerce besar di Indonesia memiliki akun media sosial resmi. Akun ini berfungsi untuk memberikan informasi promo dan penawaran menarik lainnya. Dengan mengikuti akun media sosial mereka, kita pasti bisa mendapatkan informasi paling up to date seputar promo tersebut.

Jangan Malas Membandingkan Harga

Rajin-rajinlah membandingkan harga antara toko online satu dengan yang lain, Ma. Memang sih kalau sudah menemukan suatu barang yang kita cari dan sesuai dengan budget rasanya malas mau buka-buka situs belanja online lain. Padahal, kalau kita mau usaha dikit aja dan lebih jeli, kita bisa mendapatkan harga yang lebih murah ribuan sampai ratusan ribu untuk barang yang sama. Maklum, harga yang ditentukan oleh masing-masing toko online kan beragam ya. 

Nah, berbekal kecermatan serta akses internet yang lancar, berbelanja di situs belanja online tentu semakin mudah dan menyenangkan. Karena manfaat hematnya bisa membuat kita mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain.

Selamat berbelanja online.