5 Tips Menjadi Content Writer Ala Inuel Jomblokudotcom

Husnul Khotimah, content writer, jombloku, inuel, blogger

Menjadi ibu rumah tangga nggak harus mematikan kreativitas kita dalam berkarya. Apalagi di era digital gini, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk terus berkreasi dan menghasilkan pendapatan tambahan bagi keluarga. 

Jaman multiply masih berjaya dulu, banyak teman-teman sesama multiplier yang memanfaatkan akunnya untuk berjualan, mulai dari perlengkapan bayi dan anak sampai produk perawatan kecantikan dan kosmetik. Saking banyaknya yang berjualan di MP akhirnya platform tersebut memutuskan untuk menutup fitur blog dan fokus menjadi Market Place. Sayangnya, nggak lama muncul Facebook yang lebih ramah pengguna, sehingga para penjual online ini beralih mempromosikan dagangannya lewat Facebook. MP pun menutup layanannya di Indonesia pada tahun 2013.

Para blogger yang menggunakan layanan Multiply pun kemudian beralih ke blogger, wordpress, dan tumblr. Belakangan ini blog yang tadinya hanya digunakan untuk curhat ternyata dapat menghasilkan bagi pemiliknya baik dari google ad sense maupun dari postingan sponsor. Peluang ini pun dimanfaatkan oleh para ibu rumah tangga yang merasa suka menulis dan ingin mengembangkan kemampuan bloggingnya. Terbukti dengan banyaknya ibu-ibu (dan yang belum menjadi ibu) yang tergabung dalam komunitas blogger seperti KEB dan BP Network.

Banyaknya kesempatan dan pelatihan yang diadakan untuk para blogger untuk memonetize blognya, membuat blogging dan content writing menjadi profesi baru yang cukup populer di kalangan para ibu. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya berani terjun secara profesional sebagai blogger dan content writer di sela-sela kesibukan mereka mengurus keluarga. Istilah kerennya sih jadi working at home mom. Seperti teman saya di Arisan Link Blogger Perempuan, Husnul Khotimah.

jombloku, inuel, husnul khotimah, blogger, content writer

Perempuan yang biasa disapa Inuel ini sudah mulai ngeblog sejak tahun 2009 ketika ia bekerja sebagai operator warnet. Hobi menulis yang dimilikinya sejak kecil menjadikan tulisan-tulisan di blog Jombloku.com bervariasi dan menarik untuk dibaca. Blog yang didominasi warna putih (dan pink) ini juga sudah banyak bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Lazada, Zalora, Goindonesia, Traveloka, MatahariMall, Urbanindo dan masih banyak lagi. Hebatnya lagi, ibu muda yang lahir 26 tahun lalu di Jombang ini juga suka mendesain sendiri blognya. Nggak heran deh, dalam satu bulan ini saya ngepoin blog Jombloku, desainnya sudah ganti 3 kali. Kereeeen.

Pada tahun 2013, seorang teman meminta bantuan ibu satu anak ini untuk menulis artikel wisata bagi webnya. Kesempatan ini pun dimanfaatkan dengan baik dan menjadi awal karirnya sebagai fulltime blogger dan content writer.  

“Jadi blogger dan content writer itu enak karena nggak ada jam kantornya. Jadi saya bisa nulis kapanpun saya mau, tentu setelah selesai mengurus anak dan suami. Selain itu karena orang sekarang suka mencari informasi di internet, tentu semakin banyak yang membutuhkan jasa content writer.”

Tapi ternyata, nggak mudah juga menjadi content writer yang baik. Menurut pengalaman Inuel sebagai pemilik blog jualbeliartikel.com, ada saja penulis yang hasil tulisannya kurang baik sehingga mengecewakan pelanggannya. Untuk itu, Inuel berbagi beberapa tips bagi para calon penulis yang ingin menjadi penulis konten web:

Husnul Khotimah, content writer, jombloku, inuel, blogger
 

1. Harus Suka Menulis

Yaaa judul kerjaannya aja penulis konten, jadi suka menulis ini adalah syarat utamanya. Dan nggak sembarang menulis, menurut entrepreneur.com, seorang penulis konten juga harus menguasai berbagai gaya penulisan, yaitu 

  • Berita: sesuai standar Association Press, singkat padat dan jelas di mana paragraf yang mengandung inti berita terletak di atas tulisan.
  • Blog: personal, friendly dan seringkali mengandung opini pribadi penulisnya.
  • Iklan: pendek dan persuasif.
  • White paper: panjang, menjabarkan sebuah masalah dan memaparkan solusi-solusinya.

2. Kuasai Topik

Menurut Inuel, seperti yang saya kutip dari tulisannya di blog jualbeliartikel.com, penulis konten harus menguasai topik yang akan ditulisnya agar tulisannya berisi dan akurat. Untuk itu penulis harus rajin membaca ya dan mencari referensi yang benar-benar bisa dipercaya sebagai sumber tulisan.

3. Kuasai EYD dan Cara Menulis Artikel SEO.

Suka gemes nggak sih kalau baca artikel yang peletakan huruf besar kecil, di ke dari, titik komanya masih belum benar? Juga kata-kata yang kalau secara lisan diucapkan kesannya gaul tapi jadi wagu ditulis karena nggak sesuai dengan EYD. Jadi, kuasailah dasar-dasar EYD supaya tulisan nyaman dibaca dan mudah dimengerti pembaca.

Dan walaupun sepertinya susah, penulis konten harus bisa mempraktikkan ilmu-ilmu SEO dalam tulisannya serta terus memperbarui pengetahuannya tentang SEO karena algoritma mesin pencari terus berkembang dan berubah.

4. Original

jombloku, husnul khotimah, inuel, blogger. content writer

Sebagai penulis konten yang juga menerima tulisan dari penulis lain untuk memenuhi permintaan pelanggan yang membutuhkan artikel bagi webnya, Inuel mewanti-wanti supaya penulis konten menulis dengan ide dan kreativitasnya sendiri. Boleh mengambil inspirasi dari sumber lain tapi harus diolah lagi. Jangan sampai sekadar copy paste. Ini artikel, bukan skripsi. Lagipula kalau sampai ketahuan tulisan kita plagiat dari situs lain akan memberikan reputasi buruk bagi SEO, pelanggan dan tentunya kita sendiri.

5. Temukan Mentor dan Bergabung dengan Komunitas Penulis Konten

Tips terakhir ini saya temukan dari situs wikihow. Jangan segan bergabung dengan komunitas penulis konten dan komunitas yang mewadahi penulis konten dan pencari konten seperti jisportal atau ads.id. Biasanya di komunitas seperti itu selain memperoleh tawaran pekerjaan, kita juga dapat mencuri ilmu dari para penulis konten yang sudah lebih senior dan memiliki banyak pengalaman.

Nah, sudah ada bayangan kan apa saja yang harus dilakukan untuk menjadi seorang penulis konten? Yang penting, Inuel berpesan agar penulis konten harus mau belajar dan memperbaiki kualitas tulisannya serta menulis secara konsisten. Dengan demikian, tawaran sebagai penulis akan berdatangan dengan sendirinya. Selamat mencoba.

Working At Home Mom: Blogger Profesional

arisan link, blogger perempuan, rahmah chemist, istana cinta, working at home mom, profesional blogger

Sebagai istri, tugas utama kita adalah membantu suami mengurus rumah tangga dan anak-anak, ya Ma. Namun, beberapa di antara kita juga bekerja di luar rumah dengan berbagai alasan, mulai untuk berkontribusi pada keuangan keluarga, mencari aktualisasi diri sampai ingin mengamalkan ilmu yang telah dipelajari dengan susah payah di bangku kuliah. 

Tapi bagaimana jika suami menginginkan kita untuk menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dan fokus mengurus anak dan dirinya? Bisakah kita tetap mengaplikasikan ilmu, membantu keuangan keluarga dan bermanfaat bagi masyarakat? Jawabnya, bisa! Kawan saya, Rahmah Usman Karateng yang lebih dikenal dengan nama pena Amma O’Chem telah membuktikannya.

arisan link, blogger perempuan, rahmah chemist, istana cinta, working at home mom, profesional blogger

Bergelar Magister di bidang ilmu Kimia dari Universitas Hasanudin, Makasar tentu merupakan kebanggaan tersendiri bagi perempuan yang berasal dari kota Maros, Sulawesi Selatan ini. Supaya ilmunya bermanfaat, Amma, panggilan akrabnya, bekerja sebagai dosen di Universitas Palangkaraya. Profesi ini ditekuninya sampai ia harus mengikuti suami pindah ke Surabaya. 

Saat itulah, Amma harus rela meninggalkan pekerjaannya dan menjadi ibu rumah tangga mendampingi suami dan merawat putri semata wayangnya. Namun, Amma tidak berhenti berkarya. Hobi menulis di blog yang dijalaninya sejak tahun 2008 dan mulai dikerjakan secara profesional pada tahun 2011, menjadi tempat Amma mengaktualisasikan diri. Di sela-sela waktunya, Amma mengelola 3 blog pribadi dengan tema yang berbeda. Dan ketiganya cukup sukses memiliki pembaca setia dengan statistik yang .

Blog istanacinta.com merupakan blog parenting yang berisi interaksi keseharian Rahmah dengan putrinya Salfa lengkap dengan info tempat wisata yang mereka kunjungi dan tips parenting. Dengan tulisan khas Amma yang apik, kategori yang cukup rapi dan tema blog manis minimalis bernuansa ungu dan putih, Istana Cintanya Amma dan Salfa menarik untuk dibaca dan dijadikan jujugan para ibu muda untuk mencari informasi atau sekadar bertukar cerita.

Blog kedua adalah resensikata.com yang sesuai namanya didedikasikan untuk mengulas buku-buku yang telah ia baca atau mengikuti giveaway tentang buku. Blog ketiga dan blog utamanya Amma adalah ChemistRahmah yang memiliki tagline Al Chemist of Rahmah: Selaksa Kata si Jemari Ajaib. Lifestyle blog inilah yang kemudian membawa Rahmah mendapat predikat Emak Of The Month dari salah satu komunitas Blogger juga masuk sebagai Top Blog Indonesia no. 1 pada tahun 2013 dari Top Blog Indonesia. Tak melupakan ilmunya, Amma tetap berusaha berbagi ilmu dalam postingan-postingan di blognya yang berkategori Chemistry-Kimia di samping artikel tentang tempat wisata, masakan, curhat dan reportase event.

arisan link, blogger perempuan, rahmah chemist, istana cinta, working at home mom, profesional blogger

Keseriusan Amma mengelola ketiga blognya membuatnya dikenal di kalangan blogger dan beberapa kali dipercaya menyampaikan materi tentang blogging di kalangan umum maupun terbatas. Rupanya panggilan sebagai pengajar memang nggak bisa lepas dari penulis beberapa buku antologi ini. 

Nah, jadi jangan takut kehilangan kesempatan untuk berkarya dan bermanfaat meski tinggal di rumah. Banyak jendela terbuka saat satu pintu tertutup jika kita mau ikhlas dan membuka hati. Banyak kesempatan yang bisa kita ambil, salah satunya dengan menjadi profesional blogger seperti Rahmah. Tapi tentu dibutuhkan ketekunan dan kerja pintar yang beretika agar dapat mendulang emas dari blogging.

Memiliki blog yang dapat mendatangkan penghasilan bagi kita bukan hal yang mudah. Kapan hari waktu googling free printable blog planner,  saya menemukan bahwa banyak sekali hal yang harus dilakukan seorang blog sampai dapat disebut sebagai blogger profesional. Mulai dari menentukan konsep blog, tema postingan setiap minggu, membuat ilustrasi atau infografik bahkan video yang menarik, belajar SEO, dan masih banyak lagi. 

bloggingorg, monetize blog, how to make money from blog
it takes times, effort, money and commitment to be a professional blogger

Jadi, sebelum memutuskan mengembangkan blog dari hobi menjadi pekerjaan profesional, yuk kita siapkan dulu kemampuan berikut ini:

Manajemen Waktu

Menjadi blogger profesional berarti kita konsisten untuk mengalokasikan waktu tertentu setiap hari untuk menulis, mencari ide, membuat konsep, blog walking sampai update status di media sosial. 

Mengatasi Kegagalan

Nggak mudah menjadi blogger profesional, kadang paid review kita dikritik klien karena nggak sesuai dengan yang dia minta, di waktu lain alexa rank melorot tajam karena ditinggal mudik selama beberapa minggu dan nggak tersentuh sama sekali, kali lain page view yang tiba-tiba menurun drastis. Apakah kita cukup kuat mengatasi semua hal itu dan membangun semangat menulis dari awal?

Membuat Konsep dan Mengaplikasikannya

Membangun blog dan brandingnya bukan hal yang bisa kita lakukan dalam semalam. Sejak awal kita harus menentukan mau di bawa ke mana hubungan kita blog yang kita kelola. Sekadar jadi tempat curhat kah, atau dimonetizekah. Memang banyak sih blogger profesional yang berawal dari blogger curhat atau sekadar berbagi pengalaman seperti Rahmah. Namun, kalau ingin mengejar mereka tentu kita nggak bisa menerapkan strategi yang sama. Jadi pikirkan dengan matang konsep blog yang kita inginkan, buat rencana pengembangannya dan aplikasikan.

Menginvestasikan Sebagian Uang yang Kita Peroleh Untuk Mengembangkan Blog Kita

Siapa yang begitu dapat honor job review langsung belanja online? Sayaaaa!!! Berarti saya belum punya mental sebagai blogger profesional nih hehehe. Seharusnya kita menginvestasikan minimal 20% dari penghasilan kita untuk mengembangkan blog. Mulai untuk membeli domain TLD dan hosting, membeli template blogger yang SEO friendly, kursus SEO, kursus menulis, berlangganan internet yang cepat dan dapat diandalkan, membeli kamera bagus supaya dapat menghasilkan gambar-gambar cantik untuk ilustrasi blog dan masih banyak lagi.

Kalau kita sudah merasa mampu melakukan hal-hal tersebut, berarti kita sudah siap nih melangkah menjadi blogger profesional, karena sebenarnya bagian tersulit dari memulai pekerjaan ini adalah mengembangkan kualitas dan disiplin diri kita sendiri. 

Mau belajar lebih lanjut? Sekarang sudah banyak buku dan situs yang memberi informasi bagaimana membuat blog profesional dan mendapatkan uang darinya, seperti artikel yang menjadi salah satu sumber tulisan ini  How to Make Money Blogging: From Start to Business. Yuk, semangat lagi ngeblog biar bisa keren seperti mbak Amma dan alexa rank nggak melorot terus. 

 

Image source: https://blogging.org/blog/how-to-make-money-blogging

 

Menulis Biar Waras

Pernah nggak sih merasa isi kepala itu penuh dengan berbagai hal tapi nggak bisa diomongin ke orang lain? Seperti abis baca berita lalu pengen komentar tapi nggak ada teman diskusi. Kesal sama pasangan tapi nggak bisa diungkapkan secara verbal. Atau sekadar mikir menu masakan hari ini yang lantas berlanjut ke harga bahan makanan yang semakin mahal, terbayang cucian alat dapur yang harus dicuci dan banyak lagi. Saya sering!

 photo E4007300-6977-410D-80A0-250A30EAF743_zpsk94q2eyg.jpg

Terlahir sebagai orang introvert yang lebih sering menyimpan sesuatu bagi diri sendiri membuat saya sering menahan diri saat ingin berbagi hal yang ada dalam pikiran saya secara verbal. Sesekali mungkin nggak apa-apa ya. Toh memang nggak semua hal harus diucapkan. Orang pintar suka bilang, “Some things are better left unsaid.

 photo 1CE88EE0-71E0-4ADE-8706-89FA91EDCA65_zpsgdzfavvq.jpg

Tapi kalau terus menerus dalam kondisi seperti itu, seperti halnya tempat sampah, kalau sudah terlalu penuh isinya akan berhamburan keliar tak terkontrol. Tentu nggak bagus juga ya.

Jujur saya sering iri sama teman-teman yang outspoken. Yang bisa mengutarakan apa saja yang mereka pikirkan tanpa harus berpikir apakah hal itu benar, berguna, bermanfaat dan tidak akan menyakiti orang lain. Bisa bicara tentang apapun tanpa mengkhawatirkan reaksi orang. Sementara saya nggak bisa seperti itu.

Maka itu saya butuh menulis. Karena dengan itulah saya bisa menuangkan isi pikiran saya dengan susunan kata lebih baik. Dengan menulis saya bisa mengubah khayalan-khayalan ajaib saya menjadi sebuah fiksi. Atau bercerita tentang pengalaman tapi diaku sebagai milik orang lain tanpa ada yang tahu.

Saya butuh ngeblog, untuk bercerita tentang hal-hal yang saya alami sehari-hari tanpa harus mengganggu telinga orang lain yang mungkin tak mau mendengar. Bebas mengeluh tanpa harus berpikir apakah orang yang saya curhatin ini sedang lapang hati mendengar keluhan saya atau sebaliknya. Atau berpendapat tentang sesuatu tanpa takut dihakimi. Yah, macam buku harianlah. Hanya saja bentuknya berbeda.

Banyak yang bilang, blog saya isinya remeh temeh. It’s okay. Saya memang nggak pernah berniat membuat blog saya sebagai bacaan berat, kok. Ini sekadar sarana katarsis saya. Tempat saya mengosongkan isi kepala. Ben waras; cek ora edan kalau orang Surabaya bilang. Yah, syukur-syukur dari cerita sehari-hari itu ada yang bisa diambil hikmahnya sama orang lain.

Kalau kamu, tipe yang lebih ekspresif dalam tulisan atau lebih suka berkomunikasi secara verbal?

Prompt #15: Sahabat

“Untuk apalagi sih kamu datang ke sini?”

Aku mendengar suara gusar bunda. Bergegas kuturuni tangga untuk menuju asal suara.

“Aku ingin menemui kalian. Menengok keadaan si kecil.”

Hmmm… Suara itu lagi. Akhir-akhir ini semakin sering kudengar suara itu beradu pendapat dengan bunda. Tapi tak pernah sempat kulihat sosoknya.

“Rasti bukan anak kecil lagi. Dia sudah SMA. Sudahlah berhentilah menemui kami.” Geram bunda.

“Aku hanya ingin memintakan maaf untuknya, Rani. Masih tak sudikah kau memaafkannya?”

“Untuk semua yang telah ia perbuat pada kami? Aku dan Rasti?!” Sentak bunda.

“Baiklah, aku akan pergi. Tapi terimalah ini Rani. Pasti sangat berguna untuk pengobatanmu.”

“Sudah tak ada gunanya lagi, Joe. Semua sudah terlambat. Aku tinggal menghitung hari.” Suara bunda melemah.

Aku mempercepat langkah menuju pintu. Kali ini harus bisa kutemui lelaki itu sebelum bunda mengusirnya seperti biasa.

“Pergilah, Joe. Jangan datang lagi. Sudah cukup sampai di sini. Toh sudah tak ada lagi hubungan di antara kita. Dia sudah pergi. Sebentar lagi akupun menyusul.” Isak bunda sambil menutup pintu. Sekilas kulihat lelaki itu akan beranjak pergi.

“Om! Tunggu!”

Bunda dan lelaki itu terkejut mendapatiku sudah berada di antara mereka.

“Siapa dia, Bun?” tanyaku. “Kenapa dia selalu datang dan Bunda selalu mengusirnya?”

Kulihat mereka berpandangan. Bunda menghela nafas.

“Om ini sahabat ayah, Ras. Karena dialah ayah meninggalkan kita.”

“Maksud Bunda?”

“Maafkan aku Rasti. Tapi aku dan ayahmu sudah saling mencintai sejak ia belum bertemu Rani, ibumu. Aku tahu ia bahagia hidup dengan kalian tapi ternyata cinta itu tak pernah hilang. Aku…” Ucapnya lemah.

“Cukup, Joe!” Potong bunda.

Aku tercekat. “Lalu di mana ayah sekarang?”

“Dia sudah meninggal sebulan lalu. Karena penyakit yang ia tularkan pada ibumu. Penyakit yang ia dapat dariku. Seharusnya Seno bisa hidup lebih lama. Tapi rasa bersalahnya pada kalian makin menggerogoti tubuhnya. Tolong maafkan dia ya, Ras. Doakan agar ia tenang di kuburnya.” Pinta lelaki itu sebelum melangkah pergi.

Aku terdiam. Kutatap wajah bunda yang pucat. Kuraih tangannya yang kini makin kurus.

Maafkan aku, Bunda. Aku baru tahu seberat ini beban yang Bunda tanggung sejak ayah pergi 5 tahun yang lalu. Sejak itu aku membencinya. Aku benci semua laki-laki. Hanya pada Dita sahabatku hatiku berlabuh. Maafkan aku, Bunda. Mohon jangan salahkan aku jika sejarah berulang.

380/500

Ditulis untuk Prompt #15 Monday Flash Fiction

Kamu dan Lelakimu

Kamu yang sedang termenung di teras rumah, memandangi langit malam yang tak berbintang. Riang menanti kedatangan lelakimu.

Lihatlah, minidress warna salem yang kau kenakan, serasi sekali dengan kulit putihmu. Pulasan lipstik tipis menyegarkan wajahmu yang lelah setelah seharian berkutat dengan meeting. Dua porsi lasagna bikinanmu sudah terhidang di meja makan. Hangat. Semua demi menyenangkan lelakimu.

Ya, hari ini dia berjanji datang ke rumahmu. Kau tak sabar untuk bisa bercengkerama berdua, bercerita tentang sepinya hari tanpanya, berkisah tentang rindu yang tertahan. Apa? Oh, kamu berharap malam ini dia akan mengajakmu pergi. Tentu kau tak sabar ingin memamerkan lelaki tampan itu pada dunia. Membuat iri perempuan lain atas keberuntunganmu.

Hei, kenapa tiba-tiba raut wajahmu berubah sendu setelah menerima telfon? Apakah dia tak jadi datang? Ah, yaaa… Kali ini kau harus mengalah lagi. Ada pilu di senyummu saat berkata, “Ya sudah, tak apa. Mereka memang lebih penting dariku. Tapi datanglah esok ya, aku rindu,” pintamu menahan isak.

Hhhhh… Lagi-lagi begini, sampai kapan kau akan bertahan?

Pikiranmu melayang, menyusuri sebuah kenangan di suatu waktu.

Aku mencintaimu, sayang.

Bagaimana dengan dia?

Ah, aku menikahinya karena terpaksa. Ia hamil padahal aku tak serius dengannya.

Lalu, kenapa tak kau ceraikan saja dia? Dan hidup bersamaku. Kamu pasti akan lebih bahagia bersamaku.

Aku tak bisa, cintaku.

Kenapa?

Bagaimana dengan anak-anakku? Hidupku? Dia pernah berkata jika aku pergi aku akan kehilangan semua. Lagipula penghasilannya lebih besar dariku. Bagaimana aku mampu hidup tanpanya?

Tapi percayalah, sejak bersamamu tak pernah aku menyentuhnya lagi. Hatiku, tubuhku, jiwaku, hanya untukmu.

Lelakimu menutup pembicaraan malam itu dengan menciumi tanganmu, lehermu, lalu bibirmu, dan kamupun terbuai dengan cumbunya. Senyummu lebar, penuh kebahagiaan. Ya, kamu menang. Kamulah cinta sejatinya, bukan perempuan itu. I’m a happy mistress, pikirmu waktu itu.

Tapi malam ini kamu mulai ragu, mungkinkah ia benar mencintaimu. Atau hanya ucapan manis di bibir untuk mendapatkanmu, seperti ia membuai ibu dari anak-anaknya dulu.

Tahun Baru, Desain Blog Baru

Tepat tanggal 1 Januari nanti, domain pojokmungil.com ini berusia 4 tahun. Huaaaa nggak terasa sudah selama itu nulis cerita macem-macem di blog ini. Meski jumlah postingannya belum terlalu banyak (230 postingan dalam 4 tahun itu sedikit kan ya?) karena penulisnya yang moody berbagai macam kesibukan yang bikin malas nggak sempat nulis, blog ini berarti banget buat saya.

Kebetulan sejak mulai ngeblog tahun 2004, saya agak cerewet soal theme blog. Pertama kali bikin blog sih seorang teman lama berbaik hati ngajarin cara menghias blog dan kode-kodenya sampai bisa bikin desain blog (waktu itu masih di blogspot.com) sendiri. Tapi sekarang saya sudah nggak pernah lagi update ilmu sehingga akhirnya pasrah dengan themes-themes gratisan dari wordpress atau penyedia layanan template blog lain. Apalagi setelah pindahan ke wordpress.com yang mau nggak mau harus pakai themes yang sudah tersedia dan nggak bisa diutak-atik.

Nah, rencananya tahun depan pengen kembali beli hosting untuk blog ini dengan tetap pakai platform wordpress dong, platform blog yang ternyaman menurut saya. Tapi kalau themes-nya masih gitu-gitu aja ya agak males juga sih. Untung mbak Shintaries berbaik hati bikin Giveaway: Blog Make Over, di mana pemenangnya nanti dapat didesainkan blog yang sesuai dengan keinginannya.

Desain blog impian saya nggak ribet kok. Saya suka yang simpel-simpel aja seperti blognya mama idola keluarganugraha.net dan mbak ShintaRies sendiri. Yang penting background dasarnya putih polos dengan 2 kolom serta detil feminin dan warna-warna pastel. Tentunya lengkap dengan custom header dan icon-icon sosmed yang saya ikuti. Ya kira-kira temanya seperti yang ada di Pinterest Board saya ini.

Manis kan ya tema blognya, warnanya kalem dan hangat trus detilnya meski sederhana tetap feminin. Kebayang cantiknya blog saya nanti kalau didesainkan dengan inspirasi seperti ini. Apalagi saya lihat desain-desain mbak ShintariesI garis besarnya sesuai dengan desain blog impian saya. Yaaa, semoga saya beruntung menjadi salah satu pemenang giveaway ini. Supaya di tahun baru nanti blog tercinta ini punya wajah baru yang lebih segar.