Cloud Dough: Permainan Sensoris Sederhana

cloud dough

Cloud dough, permainan sensoris yang sederhana. Cloud dough atau yang sering juga disebut dengan moon dough dan moon sand, atau indoor sand kata Cinta adalah salah satu alat yang sering dipakai dalam meja sensoris. Tekstur cloud dough yang lembut dan dapat dibentuk serta baunya yang harum membuat mainan ini jadi favorit anak-anak. Bahannya pun mudah didapat sehingga kita bisa membuatnya sendiri di rumah dengan resep ini:

Cloud Dough Recipe

1/2 cup baby oil

4 cup tepung terigu

Aduk rata dengan tangan atau sendok kayu sampai semua tercampur.

Dalam resep asli yang saya peroleh dari sini, jumlah baby oil dan tepung terigu yang digunakan adalah 1:4. Tapi setelah dicoba, hasilnya menurut saya terlalu lengket sehingga susah dikeluarkan dari cetakan. Akhirnya saya tambahkan tepung lagi sampai teksturnya sesuai dengan yang saya inginkan. Lembut dan mudah dibentuk. Mirip pasir pantai.

 photo 61A47FDA-6DA3-4BED-A8FC-E781F225E379_zps2zurzqrv.jpg

Dalam membuat cloud dough, akan lebih seru kalau anak-anak dilibatkan dalam pembuatannya sehingga mereka belajar mengenal perubahan tekstur. Proses menguleni adonan tepung dengan baby oil ini juga memberikan efek relaxing lho. Apalagi kalau dikasih sedikit aromaterapi seperti lavender. Ya kalau nggak adapun bau harum baby oil saja juga sudah cukup kok.

Keenan dan kakak Cinta suka sekali main dengan cloud dough ini. Mulai dari dicetak sampai jadi arena main mobil-mobilan. Pura-puranya si hotwheels lagi jalan di gurun pasir terus terjebak dalam badai. Pada  kegiatan penuh imajinasi ini biasanya saya ajak Keenan ngobrol tentang petualangan si mobil. Sekaligus untuk merangsang perkembangan bahasanya. Biasanya sih adalah satu atau dua kosakata baru yang berhasil ditirukan Keenan.

Saking serunya main seringkali cloud dough sampai berhamburan di lantai yang bikin lantai jadi licin. Jadi untuk anak yang lebih kecil sebaiknya lantai diberi alas plastik atau koran  supaya nggak terpeleset remahan cloud dough. Bisa juga main di halaman aja supaya nggak repot bersih-bersih.

Setelah anak-anak bosan main, cloud dough saya simpan dalam plastic wrap dan dimasukkan ke dalam kotak plasik tertutup. Dengan cara ini cloud dough bisa tahan selama beberapa minggu sebelum habis terpakai.

Hmmm kira-kira bisa dipakai untuk main apalagi ya? Ada ide? Share di komen ya, Mamas.

DIY Piring Terbang

Hari Minggu yang lalu di rumah aja seharian, niatnya mau ngeberesin printables color matching yang sudah diunduh dari situs Indonesia Montessori sama bikin alat main berhitung es krim untuk Keenan tapi entah kenapa kok lagi nggak mood. Tapi mau nganggur aja kok nggak enak juga, eh abis cuci piring liat gelas bekas minuman pearl tea dan teringat salah satu postingan di Facebook Page Home Learning Me. Akhirnya nyoba deh bikin flying saucer ala ala buat mainan anak-anak.

Seperti biasa, tiap bikin hastakarya (hampir) semua orang di rumah dikaryakan. Kakak Cinta dapat tugas menggambar alien dan melekatkan karton ke badan alien supaya kokoh plus mengecat badan piring terbang serta menghias gelas dengan glitter sesuai idenya. Sementara papa merekatkan mangkuk plastik ke piring kertas dengan super glue. Lumayan lho dengan bikin prakarya seperti ini kakak Cinta jadi lupa sama haus dan laparnya. Yuk ikutan membuat piring terbang, gampang kok caranya. Kali ini disertai foto step by step supaya lebih mudah dipahami.

DIY Piring Terbang

Bahan:

Piring Kertas
Mangkuk Plastik
Gelas dengan Tutup Setengah Lingkaran (saya pakai gelas bekas pearl tea Gong Cha)
Gambar alien yang sudah dilapisi karton atau kertas tebal supaya kokoh
Double Tape
Super Glue
Cat Poster & Glitter jika perlu untuk hiasan

Cara Membuat:

1. Lekatkan bagian belakang gelas pada bagian belakang piring kertas dengan double tape dan lekatkan bagian atas mangkuk plastik pada bagian belakang piring kertas yang lain dengan super glue.

2. Beri hiasan atau cat masing-masing piring kertas dan mangkuk plastik sesuai kesukaan. Saya dan Cinta memilih untuk memberi cat berwarna biru pada piring kertas dan hijau pada mangkuk plastik.

3. Gunting gambar alien dan rekatkan pada bagian bawah mangkuk plastik lalu lekatkan tutup gelas setengah lingkaran dengan double tape.

4. Hias bagian dalam gelas sesuai keinginan. Cinta memilih memberi lem dan glitter untuk efek sinar piring terbang yang berkilau.

5. Lekatkan kedua bagian dalam piring kertas yang tidak berwarna dengan double tape.

Piring terbang siap dimainkan. Selamat bermain!

DIY Perisai Captain America

Hari pertama puasa Ramadhan papa dan kakak Cinta libur. Berhubung sudah selesai masak untuk buka puasa nanti (menunya minimalis, cukup sup daging, perkedel kentang dan puding coklat. Kakak Cinta minta dibikinin orak-arik telur tuna keju, bisa dimasak menjelang buka puasa) dan nyuci dan merasa nggak ada kerjaan, tiba-tiba teringat rencana bikin shield alias perisai ala Captain America untuk Keenan. Gara-garanya waktu ke Toys R Us hari Minggu lalu Keenan liat mainan perisai itu dan nampak tertarik tapi mau beli kok sayang ya. Abis meski dia lagi suka segala sesuatu tentang Avengers, Keenan tuh kalau bukan mainan yang bisa dia bawa kemana-mana, gampang bosen anaknya. Daripada cuma jadi pengisi kotak mainan mending bikin sendiri aja deh. Kayanya gampang kan, cuma lingkaran dengan gambar bintang di tengahnya.

 photo 1494B253-4BB5-4778-AD9A-93F0401F8E01_zpshyt2beva.jpg

Nah, mumpung di rumah ada kardus air mineral langsung deh siang-siang belum mandi bikin-bikin. Ternyata memang gampang kok. Yang agak tricky buat saya adalah membuat bentuk bintangnya. Supaya cantik saya serahkan saja ke yang lebih ahli, si Papa hehehe. Saya bikin lingkaran-lingkaran dan ngecat ajalah. Itupun dibantu sama Cinta yang semangat banget lihat cat poster yang sengaja saya simpan buat proyek-proyek kerajinan gini.
Berhubung kerjanya gotong royong ya cepat juga selesainya. Anak-anak lumayan senang sih. Dan seperti dugaan saya, abis dikagumi, dilihat-lihat, dilempar-lempar jadi frisbee trus digeletakin gitu aja di meja. Nah, untung kan bikin sendiri.

 photo C60D28DC-E23D-4476-8FD3-1525EE360985_zpshpqmartg.jpg photo E5340DB9-5389-472D-AD55-D187B3B3DB86_zpshozzr3lt.jpg

Buat yang anak-anaknya lagi suka juga sama Avengers dan senang buat kerajinan, bikin aja perisai ini. Lumayan lah untuk main-main di rumah aja. Caranya ada di bawah ya. Maaf nggak ada foto step by stepnya karena terlalu konsen bikin jadi nggak kepikiran untuk foto satu persatu. Tapi beneran gampang kok. Yuk dicoba!

DIY Captain America’s Shield

 photo E86571A0-27A6-4786-8B00-008764D12CBE_zpsuxhyoi1k.jpg

Bahan yang diperlukan:

Kardus yang agak tebal
Cat poster atau akrilik atau cat apa saja
Double tape
Kuas cat
Jangka (Bisa diganti dengan piring atau print templatenya dari internet)
Gunting

Cara membuat:

1. Buat 2 buah lingkaran sama besar dari kardus lalu lekatkan dengan double tape.

2. Gambar 3 buah lingkaran di dalam perisai.

3. Di lembar kardus yang lain, buat lingkaran yang besarnya sama dengan lingkaran terkecil pada perisai lalu gambar bentuk bintang dalam lingkaran tersebut. Gunting dan cat dengan warna putih.

4. Cat masing-masing lingkaran dari yang terluar dengan warna merah, putih, merah dan terakhir biru.

5. Setelah semua cat kering. Lekatkan bintang pada bagian tengah perisai dengan double tape.

6. Gunting kardus menjadi bentuk segi empat yang ukuran panjang dan lebar sesuai dengan genggaman anak. Lekatkan dengan double tape pada bagian belakang perisai.

7. Have some fun with it!

Bikin Masker Sendiri, Yuk!

Saya ini penggemar berat masker. Sejak kenal yang namanya perawatan muka, masker adalah favorit saya. Mulai dari masker bubuk keluaran Mustika Ratu atau Sari Ayu yang penggunaannya harus dicampur dengan toner Sari Mawar, peel off masker Oriflame sampai masker lembaran dari berbagai merek perawatan muka yang cukup terkenal seperti SK-II, The Faceshop atau keluaran drugstore macam Watsons pernah saya coba, meskipun tidak rutin.

Ada perasaan rileks saat memakai masker, apalagi kalau pakainya pas kulit muka lagi buluk banget atau setelah berpanas-panasan di luar rumah. Bisa sampai ketiduran dengan masker yang masih menempel di muka tuh.

Sayangnya, kebanyakan masker yang dijual di pasaran terbuat dari bahan-bahan yang saya nggak ngerti kandungannya. Selain itu harganya yang lumayan juga bikin nggak bisa sering-sering beli.

Nah, sebagai emak irit dengan fasilitas internet dan aplikasi Pinterest serta kecanggihan om google, saya menemukan beberapa resep masker yang bisa dibuat sendiri menggunakan bahan-bahan yang ada di dapur. Salah satunya adalah facial scrub yang juga bisa dipakai untuk masker dari website Homemadeforelle ini.

 photo 10B5CDBF-90DA-45D7-ABF2-283792982F3B_zpskp45vg3r.jpg

Ini dia bahan-bahan masker yang sudah saya modifikasi:

1/8 cup rolled oats (diblender sampai hancur)

2 sdm madu (atau secukupnya sampai adonan masker dapat dioleskan ke muka)

1/4 sdt pala bubuk

5 tetes Lavender YL Essential Oil

Caranya gampang sekali. Cukup aduk semua bahan sampai tercampur dengan baik. Setelah itu bisa langsung diaplikasikan ke wajah yang sudah bersih atau seperti yang saya lakukan, dinginkan beberapa saat dalam lemari es.

Masker ini cocok untuk kulit yang berjerawat atau sedang mengalami iritasi karena terdiri dari madu yang berfungsi melembabkan dan mengandung antiseptik. Kandungan ini berguna untuk menyembuhkan luka akibat iritasi.

Oatmeal sendiri termasuk hypoallergenic dan dapat menghilangkan sel-sel kulit mati dari permukaan kulit serta melembabkan. Sedangkan pala dan the magic oil Lavender bersifat antibakteri, anti inflamasi sehingga cocok untuk menenangkan kulit yang iritasi maupun jerawat. Lavender juga berfungsi untuk mendinginkan kulit yang mengalami sunburn.

Berdasarkan pengalaman saya memakai ini, setelah dibersihkan dengan air sambil menggosok muka dengan lembut (hey, masker ini bisa jadi face scrub juga kan), kulit jadi terasa kenyal dan bersih sekali. Wangi lavendernya juga bikin tenang. Nyaman banget lah.

Oya, resep di atas bisa untuk 2 kali pemakaian dan tahan 1 minggu jika disimpan di kulkas. Yuk, dicoba!

Art in The Wall

Waktu terima raport akhir tahun ajaran 2012 beberapa waktu lalu, dapat banyak sekali hasil kerajinan tangan Cinta selama hampir setahun belajar di KG 2. Mulai dari gambar, mewarna, menempel sampai sertifikat penghargaan. Tadinya cuma ditaruh gitu aja di amplop dan ada beberapa yang disimpan di clear folder tapi lama-lama kok merasa sayang. Apalagi tiap bulan selalu ada yang baru dan akhirnya numpuk menuhin art & toy boxnya.

Pas banget lagi mikir apa yang sebaiknya saya lakukan sama benda-benda itu, eh nemu foto ini di google. Ah, langsung deh nyontek idenya.

sumber foto: itswrittenonthewall.blogspot.com

Saya nggak tahu pemilik blog ini pakai apa untuk Art In Hallnya, akhirnya saya kira-kira aja. Bahannya sih cuma gantungan baju, pita dan penjepit baju. Gampang kan yah. Apalagi si gantungan ini karena ada double tape di belakangnya jadi tinggal tempel aja. Ngelepasnya lagi juga nggak susah. Cocok banget buat kami yang tinggal di ruang terbatas dan nggak bisa diubah-ubah tatanannya.

Dan beginilah Art in The Wall versi kami. Jadi seperti jemuran baju ya hehehe. Tapi Cinta senang lah, dia jadi makin semangat bikin sesuatu yang bagus biar bisa dipajang di situ. Kami pun punya hiasan dinding yang unik dan murah.

wall gallery, galeri karya anak

Akuarium Mainan

Ceritanya mau ngikut Anggit dan mom Carra bikin akuarium dari kardus bekas buat mengisi waktu di hari pertama libur sekolah.

Di pagi hari, kita sudah sibuk belanja peralatan perang, mulai dari art paper, doubletape, cat poster, glitter, dan beberapa printilan lainnya. Maklum, di kepala si mama ini udah kebayang itu akuarium mau dibungkus yang cantik, dicat warna-warni, trus dikasih dekorasi dari kerang yang kita kumpulin dari pantai kapan hari dan glitter-glitter cantik.

Setelah itu kita mulai bekerja. Sementara si mama gunting-gunting kardus bekas biskuit sampai berlubang di tengah dan ngasih doubletape, Cinta dapat tugas bikin ikan dan menghiasnya.

Abis itu dasar kardus dilapisi dengan art paper warna biru dan siapin apa saja yang mau dimasukan dalam akuarium, seperti rumput laut, gelembung air, batu-batuan, dll.

Sambil nunggu Cinta selesai menggunting rumput laut dan menghias ikan-ikan, saya tinggal sebentar untuk brunch sambil buka-buka twitter. Pokoknya mah percaya penuh Cinta bakal selesaikan tugas bagiannya dengan bagus. Dan ternyata, she did it beyond expectation, saudara-saudara. Begitu saya selesai makan, ikan dan rumput laut sudah ditempel dengan manis di dinding kardus dan dihiasi glitter banyak sekali. Huehehehe

Yah, baiklah tugas si mama tinggal merapikan sedikit, kasih plastik untuk menutup lubang kardus dan bungkus kardus dengan art paper. Dan beginilah jadinya. Tadaaaa…

Nggak benar-benar persis seperti yang ada di bayangan saya sih tapi inilah hasil kreativitas Cinta sendiri. Lumayan deh. Yang penting kami menikmati prosesnya dan bocah 5,5 tahun saya itu menyukai hasilnya. Hmmm, abis gini bikin apalagi ya?