Bahagia Bersama: Berbagi, Memberi, Menyantuni

Bahagia Bersama: Berbagi, Memberi, Menyantuni

Bagi pembaca buku, menangis ketika membaca buku tentu bukan hal yang asing lagi, ya. Kadang karena alur cerita yang sedih atau ada hal yang membuat kita terharu.

Rasa harulah yang membuat saya berkali-kali menitikkan air mata ketika membaca buku Bahagia Bersama karya Kang Maman dan Mice. Bahkan sejak cerita pertama yang berjudul “Dermawan Cilik Si Penjual Gorengan”.

Kepiawaian kang Maman menceritakan ulang video viral seorang anak kecil yang membagikan gorengan dagangannya kepada seorang bapak tua membuat hati saya terasa hangat dan sesak karena terharu. Bagaimana anak berusia 10 tahun yang berjualan untuk mencari nafkah keluarga bisa terpikir untuk berbagi meski dia sendiri tidak berlebihan.

Berbagi tidak harus menunggu kaya

Kang Maman, buku Bahagia Bersama

Itulah kesimpulan dari cerita pertama di buku Bahagia Bersama yang ilustrasinya dibuat oleh kartunis kenamaan Indonesia, Muhammad Mirsad, yang terkenal dengan karya-karya Mice Cartoon. Berbagi memang tidak harus menunggu kaya. Berbagi juga tidak akan mengurangi harta, karena Fahri si dermawan cilik itu, kemudian menerima limpahan rezeki berkali lipat dari para donatur yang tersentuh melihat kebaikan hatinya.

Bahagia Bersama

Salah satu kunci bahagia bersama adalah melihat orang lain bahagia dengan hidupnya. Itulah kalimat yang membuat saya agak tertohok ketika membaca cerita yang berjudul “Bahagia Lihat Orang Bahagia”.

bahagia bersama jne

Jujur aja itu kadang terasa sulit ya melihat orang lain bahagia, terutama saat kita sendiri merasa tidak seberuntung orang tersebut. Suka ada perasaan iri karena nggak bisa membeli barang seperti yang dimiliki orang lain atau memperoleh kesempatan yang didapatkan orang lain.

Padahal kita nggak tahu seberapa keras seseorang berusaha untuk mendapatkan hal-hal yang bisa membuat mereka bahagia. Dan salah satunya adalah dengan berbagi.

Iya berbagi adalah salah satu hal yang bisa membuat kita bahagia, dan ini ada penjelasannya secara ilmiah, lo. Beberapa penelitian menjelaskan bahwa memberikan bantuan kepada orang lain mampu membuat individu berada pada level kebahagiaan yang lebih tinggi.

Kok bisa?

Menurut Jorge Moll dan koleganya di National Institute of Health, ketika seseorang memberikan derma dan kebaikan, hal tersebut mengaktifkan bagian-bagian otak yang terhubung dengan kenikmatan, koneksi sosial, dan kepercayaan yang kesemuanya menciptakan efek pendar yang hangat.

Ilmuwan juga meyakini bahwa perilaku peduli pada orang lain dapat mengeluarkan endorfin di otak dan menghasilkan sebuah perasaan positif yang disebut sebagai “helper’s high”. Jadi kalau sedang merasa hidup nggak baik-baik aja, atau sedih, iri dan sebagainya, cobalah untuk berbagi.

Berbagi, Memberi, Menyantuni

Di buku ini, Kang Maman menuliskan kisah-kisah inspiratif tentang berbagi dengan sesama. Mulai dari seorang anak kecil penjual gorengan yang membagikan dagangannya, seorang ibu yang memberi hidangan buka puasa kepada Kang Maman saat dia tidak memiliki uang untuk berbuka puasa. Sampai seorang komedian yang terkenal sering sekali memberi hadiah kepada orang orang disekitarnya sampai dia juga memanfaatkan alat-alat terapi milik almarhumah putrinya sebagai sarana terapi untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

connecting happiness

Tak hanya kisah pribadi tapi juga bagaimana JNE melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)-nya berkomitmen untuk menjalankan nilai-nilai perusahaan yang ditanamkan oleh pendirinya, yaitu berbagi, memberi, menyantuni.

H. Soeprapto Soeparno (alm), pendiri JNE, merupakan sosok yang menginspirasi nilai-nilai tersebut.

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.

QS Al Baqarah ayat 261

Sebagaimana ditulis dalam buku Bahagia Bersama, H. Soeprapto berpedoman kepada Quran Surat Al Ma’un dan Al Baqarah ayat 261 sehingga memiliki prinsip berbagi, memberi dan menyantuni yang sangat kuat. Sampai mendirikan Yayasan Taman Yatim Piatu dan Tuna Netra yang disingkat Yatuna pada tahun 1970 di Jakarta Timur.

Saat ini, program berbagi yang dilakukan oleh JNE bukan hanya mengeluarkan zakat 2,5% setiap tahunnya. Tapi juga memberikan kesempatan kepada karyawan terpilih untuk beribadah umroh kepada yang beragama Islam dan mengunjungi tanah suci pemeluk agama lain.

JNE, Connecting Happiness

Buku Bahagia Bersama ini memang banyak bercerita tentang JNE. Namun bukan sebagai biografi, melainkan peranan JNE dalam masyarakat selama tiga dekade ini.

buku bahagia bersama jne

Yup, tepat pada 26 November 2021, perusahaan ini sudah tiga puluh tahun melayani kebutuhan pengiriman dan logistik masyarakat Indonesia. Tentu ada pasang surutnya, terutama saat pandemi, tapi Direktur Utama JNE, Mohamad Feriadi tetap berusaha supaya masyarakat Indonesia semakin merasakan kehadiran JNE.

Baca Juga: Deklarasi Hari Bahagia JNE

Memiliki tagline connecting happiness, JNE bertekad untuk menghubungkan kebahagiaan antara pengirim dan penerima paket dengan memberi pelayanan terbaik. Kisah perjuangan para kurir mengantarkan paket supaya diterima dengan baik dan tepat waktu tergambar jenaka sekaligus mengharukan melalui komik khas Mice Cartoon di buku ini.

Begitu juga dengan perjalanan karir para direkturnya, yaitu Mohamad Feriadi selaku Direktur Utama bersama Hui Chandra Fireta dan Edi Santoso sebagai Direktur. Ketiganya disebut juga Tiga Serangkai PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), perusahaan yang bergerak dalam bidang pengiriman dan logistik.

Usaha JNE berkolaborasi dengan komunitas untuk berbagi, memberi dan menyantuni serta berusaha menyampaikan kebahagiaan bagi semua pihak terkait, dituliskan dengan manis oleh Kang Maman. Sehingga membaca buku ini membuat kita termotivasi untuk ikut berbagi. Tidak harus berupa harta dalam jumlah besar. Bahkan sepiring makanan saja bisa sangat berguna bagi yang membutuhkan.

Buku Bahagia Bersama ini cocok sekali dibaca saat bersantai sambil minum teh atau kopi. Tapi siapkan tisu ya, karena air mata haru dan senyuman mungkin akan singgah silih berganti di wajah sata membaca buku ini.

Suka dengan artikel ini? Yuk bagikan :)

alfakurnia

Lifestyle blogger yang suka berbagi tentang review produk, kisah sehari-hari, pengalaman parenting dan banyak lagi. Juga suka menulis resensi buku dan produk skincare di blog alfakurnia.com

25 thoughts on “Bahagia Bersama: Berbagi, Memberi, Menyantuni

  1. Penulis favorit nih kalau kang Maman mbak, saya baru punya bukunya yang duet dengan Gus Nadirs. Ceritanya sederhana dan mengalir.

    Masuk wish list deh yang bareng mice ini

  2. Ketika kita menangis dan terharu karena kisah di dalam buku. Atau terinspirasi dan membuat hidup kita lebih baik, saya percaya pahala akan mengalir kepada penulisnya. Begitu pun dengan buku yang ditulis Kang Maman Cs ini, semoga beliau terus sehat dan terus menulis untuk memperkaya batin kita ya Mbak. Amin

  3. Sampul bukunya udah menarik untuk lebih tahu isi di dalamnya. Yang nulis kang Maman, yang bikin ilustrasi Mice, perpaduan yang pasti keren banget ini. Pengen juga membaca bukunya dan mengingat kembali makna berbagi

  4. Buku profil perusahaan yang unik banget. Karena pembaca gak hanya diajak semakin mengenal JNE. Tetapi, harapannya semangat untuk memberi, berbagi, dan menyantuni juga diikuti

  5. Bayanginnya dah mau bersiap tisu saat baca buku ini nanti
    Sejak lama suka sama Kang Maman kalau lagi jadi pengisi acara di TV juga suka dnegan tulisan-tulisannya. Ditambah ada karya kartunis Mice yang saya punya beberapa bukunya karena kesukaan anak sulung saya.
    Makin lengkap karena berkisah tentang tiga dekade JNE dan pengalaman pribadi yang menggugah hati…beneran menarik dibaca nih

  6. Ikut senang Mbak udah memiliki bukunya. Saya udah lama sejak tahu JNE mengeluarkan buku ini pengen beli. Tapi belum ada kesempatan saja mungkin nih ya …
    Semoga ikut selalu bahagia 🙏

  7. Aku nyimak waktu kang maman bahas bukunya ini, dan terharu aku tuh. Banyak banget muatan yang membuat terbuka hati bahwa kebahagiaan kita itu erat hubungannya dengan kebahagiaan orang lain juga ya, Mba

  8. JNE spertinya sudah jd salah satu nama pengganti utk “jasa ekspedisi” ya…hehehe. Saking populernya JNe, ada di mana2. Ternyata ini jg tak lepas dr filosofi bisnis founder JNE. Saya senang bisa sekilas tau tentang kisah di balik bisnis JNE ini.

  9. inspiratif isi buku bahagia bersama ini ya mbak. Jadi ingin membaca juga bukunya. Apalagi ada komiknya juga yaa. Btw salut sama JNE yang menginisiasi terbitnya buku ini, semoga banyak yang terinspirasi dengan membaca buku ini dan mau berbagi.

  10. JNE selalu memiliki semangat menyantuni, bahkan sejak dulu banget. MUngkin itu juga yang membuat ekspedisi ini makin berkembang.
    Bukunya berisi kisah nyata ya, menarik nih. Aku penasaran dengan kisah orang baik

  11. MashaAllah~
    Zaman pandemi ini sebenarnya membuat latihan kita untuk terus berbagi dan membahagiakan oranglain, bagaimana pun keadaan kita.
    Bersama buku Bahagia Bersama, kita semua bahagia dengan rahmat Allah.

  12. Liat buku ini diberanda ig kemarin. Dan kepo sm penulisnya jg. Ternyata isinya sebagus ini. Berbagi emang sesuatu banget ya. Ada hormon kebahagiaan yg bangkit ktk ada rasa bahagia melihat orang lain bahagia.

  13. Buku Bahagia, menjadi brain washing dan reminder yang menegaskan bahwa untuk berbagi bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, tanpa perlu menunggu nanti atau nunggu berlimpah harta dan materi.

    Berbagi itu bahagia, give is happiness, semoga kita bisa lebih baik lagi dalam berbagi hal-hal baik, insyaAllah aamiin

  14. Tulisannya ngalir banget mbak. Suka. Jadi antusias pengen baca buku Bahagia Bersama ini.
    Memang sih ketika kita berbagi, setelahnya seperti ada rasa senang yang timbul. Maka dari itu, kalau ingin senang dengan berbagi, tidak perlu menunggu kaya terlebih dahulu,. Suka banget mbak ulasannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top