aplikasi clubhouse
Lifestyle / Teknologi

Aplikasi Clubhouse, Media Sosial Terbaru 2021

Aplikasi Clubhouse sedang menjadi bahan perbincangan di linimasa media sosial saya, khususnya Instagram. Banyak juga para selebgram yang bikin story tentang asiknya ‘main’ di Clubhouse. Sehingga banyak yang akhirnya penasaran dan ikut bergabung.

Tapi apa sih Clubhouse? Kenalan dulu, yuk. Clubhouse adalah aplikasi media sosial yang berbasis audio-chat atau obrolan suara. Aplikasi ini diluncurkan pada bulan April 2020 oleh Paul Davidson dan Rohan Seth dari Alpha Exploration Co.

Media sosial ini mulai viral di kalangan pengguna media sosial Indonesia pada bulan Februari 2021. Dan sampai tulisan ini terbit, aplikasi Clubhouse masih bersifat eksklusif dan hanya bisa digunakan pada perangkat iOS.

aplikasi clubhouse

“Lalu apa perbedaan Clubhouse dengan media sosial lainnya?” Seperti yang kita tahu, masing-masing media sosial seperti Youtube, Facebook, Instagram, Twitter dan LinkedIn memiliki keistimewaan sendiri yang bisa digambarkan seperti ini:

Instagram is all about images, TikTok’s niche is 60-second video, Twitter is known for its words, you get the gist—and Clubhouse has championed a platform that’s solely for audio.

Diandra Malivindi – Elle Australia.

Clubhouse sendiri berbasis pada audio-chat. Jadi interaksi yang terjadi di sana semua dalam bentuk percakapan suara. Nggak ada video, foto dan tulisan. Mirip dengan live interactive podcast.

Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Clubhouse

Tersedia Virtual Room dengan Berbagai Topik

Main di Clubhouse nggak akan membosankan terutama kalau kamu suka belajar hal baru. Banyak sekali virtual room yang menyediakan macam-macam topik yang bisa kamu ikuti.

Mulai dari topik remeh seperti ‘kalau lagi main bareng temen satu geng, siapa yang bayar?’ sampai topik-topik serius dengan para ahli sebagai pembicaranya. Mulai dari masalah percintaan, parenting, teknologi, politik, keuangan sampai silent room.

Kamu juga bisa bikin room sendiri dengan teman atau undang pembicara yang ahli di bidangnya. Room ini juga dapat kamu buat open, social atau closed untuk membatasi orang yang mengobrol.

Baca Juga: Aplikasi Digital yang Kamu Perlu Tahu

Bisa Memilih Peran yang Kamu Mau

Mau jadi pembicara, bisa banget. Buka aja room dan ajak teman-teman untuk ngobrolin topik yang kalian suka. Mau dengerin diskusi aja juga boleh karena saat kita bergabung dalam suatu diskusi, mic kita otomatis dalam posisi mute.

Atau mau aktif bertanya dalam sebuah diskusi juga nggak dilarang selama host mengizinkan kamu untuk ikut berpartisipasi. Dan kalau sudah bosan dengan diskusi tersebut, kamu bisa diam-diam meninggalkan ruangan.

Mendapat Banyak Pengetahuan Baru

Kalau kamu suka belajar hal baru, bergabung di Clubhouse adalah hal yang tepat. Banyak pengetahuan yang didiskusikan secara gratis oleh pembicara-pembicara ahli.

Kapan hari saya sempat lihat ada room yang berisi pak Wishnutama (CEO Tokopedia), Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat), dan beberapa tokoh penting Indonesia lainnya. Mendengarkan mereka berdiskusi dan kita bisa bertanya langsung ini kan hal yang keren banget, ya.

Tapi siapkan pulpen dan buku catatan ya kalau masuk room dengan diskusi serius. Karena dari room yang saya ikuti, salah seorang pembicara bilang ada aturan yang melarang untuk merekam percakapan di aplikasi ini. Atau boleh merekam asal seluruh peserta setuju.

Menjalin Jejaring

Salah satu fungsi media sosial adalah untuk berjejaring. Nah, di aplikasi Clubhouse kamu bisa terhubung dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama. Tinggal pandai-pandai aja mengkerucutkan topik yang ingin kamu ikuti.

Kelebihan dari Clubhouse adalah anggotanya harus menggunakan nama asli. Jadi kemungkinan untuk menemui fake account lebih kecil dari aplikasi media sosial lain.

Bersifat Ekslusif

Sampai saat ini Clubhouse masih bersifat eksklusif. Di mana hanya yang memiliki undangan yang bisa bergabung. Kamu bisa mencoba untuk join secara manual seperti yang saya lakukan, tapi konon membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk diapprove.

Saya beruntung karena saat mendaftar ada yang menominasikan saya (terima kasih, Mbak Icut!) sehingga meski daftar manual bisa langsung join hanya dalam beberapa jam.

Setiap anggota bisa mengundang 2 orang untuk bergabung. Dan setelah itu akan mendapatkan tambahan jatah undangan sampai 5 orang. Kita juga bisa menominasikan orang yang mendaftar secara manual. Tapi berhati-hati ya saat memberikan undangan atau nominasi.

Karena nama orang yang mengundang atau menominasikan akan terpampang dalam profil akun tersebut. Dan kabarnya kalau akun yang kita undang melanggar aturan Clubhouse, maka akun kita juga bisa kena sanksi.

Aplikasi Clubhouse Masih Dalam Versi Beta

Huhuhu iya nih, aplikasi ini masih dalam versi beta dan belum ada info kapan akan masuk ke tahap release candidate (RC). Jadi harus sabar ya sampai media sosial ini bisa dipakai untuk publik.

Tapi kabar baiknya, pihak Clubhouse bilang saat ini sedang mengembangkan aplikasi ini supaya bisa digunakan pada perangkat Android. Semoga secepatnya yaaa.

Sulit Mengantisipasi Hate Speech

Dari beberapa sumber yang saya baca, banyak host yang merasa kesulitan menghindari hate speech. Mungkin karena berupa diskusi interaktif ya, siapapun yang dapat panggung untuk bicara, bisa ngomong apa aja sesuka mereka.

Tapi, kabar baiknya, pengguna lain bisa mereport akun yang melakukan hate speech karena memang ini bertentangan dengan community guidelines Clubhouse. Oya, please bear in mind kalau Clubhouse untuk orang dewasa. Di app store jelas tertera ratingnya 17+ dan dalam app guidelines and rules tercantum bahwa aplikasi ini untuk 18 tahun ke atas. Jadi tolong jangan biarkan anak-anak dan pra remaja kita menggunakan aplikasi ini, ya.

Baca Juga: Hate Comments dan Media Sosial untuk Anak

Cara Join Aplikasi Clubhouse

Sebenarnya mudah aja kalau mau jadi member Clubhouse saat ini. Yang penting kamu punya perangkat iOS. Dan langkah-langkahnya adalah:

  1. Unduh aplikasi Clubhouse dari App Store
  2. Lalu buat akun dengan username dan kamu akan masuk waiting list.
  3. Untuk melalui tahapan waiting list yang bisa memakan waktu berminggu-minggu ini, kamu bisa minta seseorang yang kamu kenal dan menyimpan nomer hapemu untuk mengirim undangan atau menominasikan kamu.
  4. Kenapa harus punya nomer hape? Karena undangan berisi tautan untuk bergabung ke Clubhouse ini akan dikirim via SMS ke hape kamu.
  5. Setelah bergabung, buatlah profilmu. Pasang foto, tulis bio yang baik dan tentunya cantumkan nama asli.
  6. Langkah selanjutnya, kamu bisa langsung memilih topik-topik apa saja yang jadi minatmu. Choose wisely ya karena kalau enggak kamu akan kewalahan sendiri melihat banyaknya pilihan yang ada.
  7. Lalu silakan mengeksplorasi ruang-ruang diskusi yang ada.

Istilah dalam Clubhouse

Saat main di Clubhouse, mungkin kamu akan menemui istilah-istilah asing yang bisa membingungkan. Daftar di bawah ini mungkin bisa membantu kamu lebih cepat beradaptasi di Clubhouse.

Silent Room: adalah sebuah ruangan (room) di mana pesertanya tidak akan mendengar suara apapun. Dalam ruangan ini, pengguna Clubhouse diizinkan untuk melihat daftar peserta sehingga dapat saling mengunjungi dan mengikuti profil masing-masing.

Room Privacy:
Open: di mana siapa saja dapat bergabung.
Social: hanya dapat dilihat oleh orang yang kamu ikuti.
Closed: hanya dapat dilihat oleh orang yang kamu pilih (biasa dikenal dengan private.

Room Option:
Leave: pilihan untuk keluar dari room.
“+-“: pilihan untuk menge’ping’ atau mengundang orang yang mengikuti kamu ke room.
Hand Raise: gunakan pilihan ini untuk memberi tahu moderator kalau kamu mau berbicara.

Peran dalam Room
Moderator (Mods): pengguna yang memulai room di Clubhouse. Mods berperan sebagai speaker dan pemandu percakapan yang juga dapat menambah, membisukan dan menghapus speaker lain. Moderator dapat mengakses pilihan ini dengan mengetuk (tap) foto peserta di room tersebut.

Speaker: peserta yang dapat berbicara didalam room. Secara otomatis, moderator dan orang pertama yang bergabung dalam stage menjadi pembicara. Lainnya menjadi pendengar.

Listener: atau audience. Ketika kamu bergabung dalam suatu room, secara otomatis kamu berperan sebagai listener atau pendengar. Microphone kamu akan dimute sepanjang acara, kecuali kamu dibawa naik ke panggung oleh moderator. Tapi kamu bisa raise hand untuk memberi tahu moderator kalau kamu ingin berbicara.

Have You Join the Club?

Dalam Clubhouse Townhall 21 Februari 2021 yang lalu, diumumkan bahwa jumlah pengguna aktif Clubhouse mencapai 10 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Keren ya.

Menjadi salah satu media sosial yang naik daun di awal tahun 2021, bisa jadi aplikasi ini membuat banyak pengguna media sosial mengalami FOMO alias fear of missing out. Kenapa? Ya, karena ekslusivitas dan versi betanya yang membuat Clubhouse belum bisa digunakan semua orang.

Untuk mengakomodasi para pengguna medsos yang FOMO ini, banyak anggota Clubhouse Indonesia yang menjual undangannya. Dari yang saya baca sih ada yang mulai dari 20 ribu rupiah, lo.

Ya, saya memahami keinginan untuk join the hype. Tapi saya sendiri nih cukup beberapa hari awal aja menikmati Clubhouse. Mungkin karena belum menemukan ruang diskusi yang benar-benar klik di hati. Mungkin juga karena saya lebih ke tipe visual daripada auditory.

Lagipula, seperti kata Arief Muhammad dan Alexander Thian dalam sebuah room yang saya ikuti, kita nggak harus kok aktif di semua media sosial. Boleh sih kenalan atau -seperti saya- mengamankan username. Tapi pilih aja medsos yang paling kamu suka. Jadi nggak perlu juga merasa FOMO karena belum gabung di Clubhouse.

Sabar aja, semua akan bisa jadi member Clubhouse pada waktunya, kok. Kamu sendiri sudah gabung belum? Kalau sudah, apa yang paling kamu suka dari media sosial ini?

Referensi:
https://gadgetren.com/2021/02/25/silent-room-clubhouse-130775/
https://getsproutstudio.com/clubhouse/
https://www.idntimes.com/tech/trend/izza-namira-1/kelebihan-dan-kekurangan-aplikasi-clubhouse/6
https://goodlife.id/dirancang-lebih-eksklusif-ini-dia-keunggulan-aplikasi-clubhouse/

Author

alfa.kurnia@ymail.com
Lifestyle blogger yang suka berbagi tentang review produk, kisah sehari-hari, pengalaman parenting dan banyak lagi. Juga suka menulis resensi buku dan produk skincare di blog alfakurnia.com

Comments

Feb 27, 2021 at 12:45 PM

Aku tipikal orang hangat-hangat tai ayam. Kayaknya buat Clubhouse, kalaupun mereka buka di Android, kayaknya aku nggak mau gabung.



Feb 28, 2021 at 11:31 AM

terlalu banyak sosia media menuh menuhin memory kak..
hehe..tapi lagi ramai banget ya sekarang ini
status IG story temen-temen saya aja pada SS an clubhouse



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.