Apa Keunggulan Ebook dari Buku Cetak?

Kalau disuruh milih antara ebook dan buku fisik, jelas pilihan saya adalah buku fisik. Meski memiliki banyak keunggulan ebook tapi ada banyak hal yang dimiliki oleh buku cetak yang nggak tergantikan oleh ebook.

Misalnya, saya tuh suka banget baca buku sambil menjentikkan jari-jari saya di antara halaman buku. Sensasi suara kertas yang bergeser serta sentuhan kertas dengan jari itu buat saya menenangkan dan menyenangkan. Belum lagi aroma khas yang keluar dari buku saat membuka buku. Itu bagi saya sensasinya seperti mencium petrichor dan wangi kopi hitam yang masih panas. Membahagiakan.

Apalagi sebagai generasi X, saya tumbuh dengan buku fisik. Baru 10 tahun ini aja mengenal ebook seiring dengan kemajuan teknologi. Di samping berbagai keunggulan ebook, bagi saya, buku cetak itu nostalgic. Secara waktu kecil dulu kondisi keuangan keluarga saya termasuk pas-pasan, tapi mama dan kakek nenek saya selalu memastikan saya (dan adik-adik) punya sesuatu untuk dibaca. Baik itu majalah mingguan seperti Bobo atau buku-buku fiksi bagus karya Enid Blyton, Robert Arthur, Jr., Astrid Lindgren dan Laura Ingalls. Jadi buku cetak itu berharga sekali bagi saya yang suka banget membaca.

Baca Juga: Persembunyian Terindah

Di usia SMA, saya mulai suka main ke perpustakaan sekolah. Kalau lagi pengen sendiri di jam istirahat atau kehabisan uang jajan dan nggak bisa ikut makan di kantin ya kabur aja ke perpustakaan. Nggak jarang kembali ke kelas sambil membawa satu buku pinjaman untuk dibawa pulang. Buku fiksi tentunya. Karena dari dulu memang saya kurang suka baca buku non fiksi, bikin cepet ngantuk hihihi.

Di samping faktor nostalgia itu, ada beberapa kelebihan buku fisik yang membuat saya memilih tipe buku ini meski ada berbagai keunggulan ebook, yaitu:

Kelebihan Buku Cetak

Membaca buku fisik membuat banyak indra kita bekerja.

Saat membaca buku fisik, nggak cuma mata kita sebagai indra penglihatan aja yang bekerja melihat huruf-huruf. Ada jari kita yang memiliki indra peraba bekerja memegang buku serta indra penciuman kita mencium bibliosmia atau aroma khas buku. Dan ternyata indra penciuman ini berhubungan dengan ingatan manusia, lo. Jadi setiap kita membaca buku fisik dan mencium aroma khasnya, kita bisa mengingat buku itu dengan lebih mudah. Yang diingat juga bukan cuma isi bukunya tapi perasaan saat kita membaca buku tersebut.

Nyaman di mata

Selama posisi baca dan cahaya di sekitar kita pas, baca buku cetak lebih nyaman di mata. Bahkan dipercaya membaca buku cetak bisa bikin kita lebih rileks. Makanya salah satu pilihan tepat untuk bersantai setelah hari yang sibuk adalah dengan membaca buku sambil minum minuman hangat. Ini yang nggak ada dalam keunggulan ebook.

Lebih personal

Buku cetak bisa kita beri sampul plastik supaya awet dan nggak gampang rusak. Bisa juga kita tulis nama kita, coret bagian yang penting, lipat halaman terakhir yang kita baca atau bahkan minta tanda tangan penulisnya kalau beruntung bisa ketemu. Dengan begitu buku cetak jadi terasa personal dan jadi milik kita seumur hidup sampai kita kasih atau jual ke orang lain.

Lebih murah

Dibandingkan membeli perangkat buku digital yang sampai jutaan rupiah itu, membeli sebuah buku cetak tentu jauh lebih murah. Iya nggak? Kalau nggak mau beli pun kita bisa sewa buku dengan harga yang murah juga atau mahal pinjam di perpustakaan dengan gratis. Tapi namanya buku pinjaman tentu harus diperlakukan lebih hati-hati dan harus dikembalikan yah. Jangan sampai yang punya buku sedih karena koleksi buku kesayangannya nggak balik bertahun-tahun.

Bisa diwariskan

Buku cetak memang makan tempat dan bisa bikin ruangan terlihat penuh kalau nggak rajin merapikan dan nyortir buku. Kecuali memang berniat bikin perpustakaan pribadi dengan space yang nggak terbatas, buku-buku yang nggak kita baca lagi bisa kok kita jual, sewakan atau donasikan ke orang lain. Banyak komunitas pecinta buku yang dengan senang hati menerima donasi buku seperti bukuberkaki.org untuk dipinjamkan ke anak-anak yang tidak mampu. Atau kita ikutkan program seperti ibelieveinbookfairies.com. Dengan begitu InsyaAllah buku tersebut tetap bermanfaat meski untuk orang lain.

Baca Juga: Langkah Kecil Buku Berkaki

Nah, itulah berbagai kelebihan buku fisik yang dulu membuat saya memilihnya daripada buku digital. Wait, kok dulu? Iya, karena setelah pengalaman pindah rumah berkali-kali, saya kewalahan dengan koleksi buku saya dan anak-anak yang banyak banget. Seperti yang pernah saya ceritakan di sini.

Akhirnya belakangan ini saya lebih suka membaca buku digital. Memang sih dari segi kenyamanan, buku cetak itu nggak tertandingi. Tapi banyak juga kok keunggulan ebook, di antaranya:

Keunggulan Ebook

keunggulan ebook

Lebih praktis

Meski nyaman, buku cetak memang nggak praktis untuk dibawa-bawa. Meski ada edisi ekonomis yang lebih kecil dan berat kertas yang lebih ringan, tetap aja bawa buku fisik itu bikin tas terasa lebih berat. Beda dengan buku digital yang lebih praktis. Cukup dengan membawa 1 perangkat ebook seperti kindle atau tablet bahkan smartphone, kita bisa membawa puluhan sampai ratusan judul eook di dalamnya.

Ramah lingkungan

Ebook memang lebih ramah lingkungan daripada buku cetak karena nggak memerlukan kertas dan tinta. Dengan membaca buku digital kita sudah menyelamatkan pohon-pohon dari tebangan manusia untuk dijadikan kertas. Bayangkan kalau kita punya 50 buku aja di rumah, sudah berapa pohon tuh yang jadi korban untuk buku-buku tersebut.

Nggak makan tempat

Salah satu keunggulan ebook yang saya sukai adalah nggak memerlukan banyak tempat. Dalam 1 perangkat aja kita bisa menyimpan puluhan sampai ratusan buku. Dan kalau nggak suka dengan buku yang sedang kita baca tinggal hapus aja. Nggak bingung lagi cari cara untuk menyingkirkannya dari rak buku kita.

Memang sih dibandingkan dengan buku digital, buku cetak masih memiliki lebih banyak kelebihan di mata saya. Tapi saat ini saya memilih untuk membaca buku digital karena faktor tempat dan kepraktisan. Apalagi dengan banyaknya penyedia ebook legal yang bisa diakses secara mudah dan harga murah. Jadi nggak perlu beli kindle atau perangkat ebook reader khusus. Walaupun cita-cita saya adalah punya Kindle Paperwhite.

Sementara ini, cukup dengan tablet atau telepon pintar, kita bisa baca buku digital dari aplikasi seperti iPusnas, Apple Book, Google Play Books dan Gramedia Digital. Ada juga aplikasi Let’s Read di mana kita bisa baca puluhan buku anak-anak secara gratis.

Meski demikian saya tetap beli buku fisik kok. Terutama buku untuk anak-anak atau buku yang ada tulisan saya hahaha. Seperti antologinya Ibu Profesional Asia yang berjudul Melangkah Menuliskan Kisah. Nanti kalau sudah punya rumah permanen dan nggak pindah-pindah lagi, bisa jadi preferensi saya berubah lagi. Apalagi kalau punya perpustakaan pribadi sendiri. Pasti nyaman rasanya meringkuk di kursi empuk sambil membaca buku cetak dan menghirup aroma buku dan menyesap minuman hangat.

Kalau teman-teman PojokMungil lebih suka buku digital atau buku cetak nih?

alfakurnia
Posts created 352

22 tanggapan pada “Apa Keunggulan Ebook dari Buku Cetak?

  1. Pas SMA, aku juga doyan main k Perpus. Soalnya uang saku pas²an, jadi harus ngirit hihihi
    Btw udah lihat draKor “CHICAGO TYPEWRITER” mba??
    Perpus si penulisnya kecee bgt

  2. Aku sekarang lebih prefer buku digotal sih soalnya bisa baca kapanpun tanpa harus bawa² buku. Dan masalah utamanya adalah rak buku ku udah overload. Hehehe

  3. Untuk saya yang usianya dah lebih setengah abad, buku fisik jauh lebih saya sukai ketimbang e-book. Alasan2nya sama seperti di atas. Lebih nyaman di mata, lebih personal, dengan sentuhan-sentuhan pribadi ketika membuka lembar demi lembar buku yang kita baca.

  4. Aku pribadi masih lebih seneng beli buku fisik kak. And yes! Sudut mungil untuk membaca juga aku berlakukan di rumah. Kebanyakan buku komik koleksi sejak masih sekolah, buku traveling, dan majalah. Soalnya kalo beli e-book tu kayak gak beli buku beneran hahaha dan mata bisa lelah ngeliatin screen terus

  5. Saya sampai hari ini masih prefer buku cetak sih mba, ga ada yang menyalahkan mencium aroma buku baru, hihihi…
    Kalau baca ebook sih saya seringnya baca jurnal buat kerjaan kantor, kelamaan liat layar bikin mata pusing. Apakah ini kode pengen dibeliin Kindle? *eh

  6. Beberapa kali ditawari baca ebook, tetap aja mata aku nggak betah. Sekalipun bukunya itu menarik untuk dibaca. Buku fisik masih primadona dimataku. Hee

  7. enaknya kadang harganya sering diskon dan bisa dibawa kemana2 “librarynya”.
    tapi ga enaknya kadang sama sinar layar walau sudah di set khusus reading. juga bisa abis batre kan. hihihi.

    tapi ya aku sama2 punya banyak koleksi ebook maupun cetak

  8. Sama banget sih ini, aku juga lahir dari generasi buku fisik. Rasanya buku fisik takkan tergantikan deh. Wangi lembaran bukunya, trus sensasi membacanya, dsb.
    Tapi mengingat zaman sudah semakin berubah, space rumahku juga tidak ada, rasa2nya harus merelakan selera itu, harus menyesuaikan jaman. aku jadi sekarang baca ebook aja.

  9. Iya aku masih lebih suka buku fisik, tapi akhir-akhir ini akhirnya baca buku elektronik dan berhasil tamat padahal bacanya di laptop, lebih capek hihihi..

  10. Wah, sama mbak aku juga suka buku fisik karena beberapa alasan yang juga sama dengan mbak alfa. Tapi yang pasti aku suka buku fisik karena gak bikin mata lelah. Mata saya sudah terlalu lelah untuk ngeblog tiap hari kalau masih harus baca ebook, huhuhu. Btw, aku juga suka bacain dongeng buat anak-anak di aplikasi ini.

  11. sejauh ini memang buku fisik masih jadi pilihan, cuma ebook lebih praktis karena bisa dalam satu genggaman di smartphone. Jadi gak perlu banyak bawa printilan buku lagi.

  12. Sejak mengenal ebook, jujur aja aku udah jaraaang banget beli buku. Bener yang Mbak bilang, buku fisik itu nilai kenangannya lebih kuat. Tapi bagi orang yang jarang bebersih sepertiku mengoleksi buku jelas sebuah kesalahan. Kasian bukunya ga terawat. Hehehe

  13. Saya juga lebih suka membaca buku cetak dibanding ebook. Kalau nggak selesai, bisa ditandai pakai pembatas hehehe….

    Lagian kalau kelamaan baca ebook, mata saya suka lelah menatap layar laptop/hp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas