Ada Kutil di Kulit si Anak? Mungkin itu Molluscum Contagiosum. 

Menjelang akhir tahun 2016 saya melihat ada bintik-bintik kecil di kakinya Keenan. Awalnya saya pikir cuma efek kulit sensitifnya yang kering dan bakal hilang sendiri karena nggak merah dan nggak berair. Tapi setelah beberapa minggu nggak hilang suami mulai aware dan beberapa kali tanya tentang bintik-bintik itu. Saya masih tetap santai karena ketika ditanyakan ke Keenan dia jawab nggak sakit dan nggak gatal.

Sebulan kemudian saat saya membawa Keenan periksa ke dokter karena batuk pilek yang berkepanjangan, sekalian saya tanya tentang bintik-bintiknya. Beberapa pertanyaan yang diajukan dokter, yaitu:

“Sudah berapa lama?” “Sebulan lebih.”

“Terasa gatal, sakit atau panas nggak?” “Enggak.”

“Sebelum bintik-bintiknya muncul apa Keenan berenang di kolam renang umum?” “Iya, kebetulan 2 bulan sebelumnya kami berenang di sebuah waterpark dan pantai.”

molluscum contagiosum, kutil pada anak, penyakit kulit pada anak

Dari hasil pemeriksaan dan pertanyaan, dokter menyimpulkan bahwa Keenan terkena virus HPV yang menular lewat air di kolam renang umum. Virus HPV tipe yang menyebabkan kutil ini nggak berbahaya, bahkan cukup umum dialami oleh anak dan orang dewasa khususnya laki-laki. Karena penyebabnya virus ya bisa sembuh sendiri dalam 2-3 bulan tanpa perlu mengkonsumsi obat. Hanya saja kalau imunitas tubuh Keenan sedang turun bisa terinfeksi virus itu lagi.

Okelah, alhamdulillah penjelasan dokter membuat saya tenang. PR saya waktu itu hanyalah meningkatkan daya tahan tubuh Keenan supaya bisa melawan virusnya.

Tapi setelah lebih dari 4 bulan, kutilnya nggak menghilang. Malah muncul beberapa lagi di dada dan perutnya. Keenan pun mulai sering menggaruk bagian kakinya yang berkutil, apalagi saat kulitnya kering. Kulit Keenan ini memang gampang kering sejak bayi, sampai dia hanya bisa pakai Sebamed bayi. Sabun lain bakal bikin kulitnya makin kering. Susahnya lagi dia nggak suka minum air. Dalam 1 hari paling mentok 2 botol air minum kapasitas 450ml. Jadi, kondisi seperti ini semakin membuatnya nggak nyaman dan saya kekhawatiran saya muncul lagi.

Nah, sebelum bulan Ramadhan 2017, kami dapat kesempatan untuk ke dokter lain. Waktu itu, kakak Cinta dapat rekomendasi dari dokter sekolah untuk bertemu dengan dokter di Pusat Kesihatan Sg. Liang. Sekalian deh saya periksakan Keenan ke dokter.

Senada dengan dokter sebelumnya, dokter ini juga bilang kena virus tanpa menyebutkan nama virusnya dan bakal bisa hilang sendiri. Beliau meresepkan salep anti gatal yang sayangnya saat itu sedang nggak tersedia di sana. Saya coba bersabar lagi sambil tetap mengoleskan body lotion khusus untuk bayi ke kulitnya yang kering.

Waktu mudik ke Sidoarjo untuk merayakan Idul Fitri 2017, saya dan suami mencoba memeriksakan Keenan ke dokter spesialis anak di salah satu klinik ibu dan anak di Sidoarjo. Dokter yang baik dan ramah itu menyimpulkan kutil tersebut disebabkan oleh alergi. Beliau meresepkan 2 buah salep, 1 lotion untuk melembabkan kulit kering dan 1 sirup untuk mengurangi efek alerginya.

Setelah pemakaian hampir seminggu, nggak ada tanda-tanda kutilnya membaik. Tapi alhamdulillah memang kulit Keenan jadi lebih lembab sehingga dia nggak terlalu merasa gatal. Akhirnya kami hentikan pemakaian salepnya karena hydrocortisone kan memang nggak boleh untuk pemakaian jangka panjang. Lalu memutuskan untuk konsultasi ke dokter spesialis kulit.

Karena masih dalam rangka libur lebaran, nggak gampang cari dokter spesialis kulit yang praktik di hari Sabtu, alhamdulillah ada di RS Mitra Keluarga Waru, Sidoarjo. Dokter spesialis kulit kelamin yang saya lupa namanya itu (maaf, Dok), memeriksa kutil di kulit Keenan dan mendengarkan penjelasan kami dengan sabar. Kemudian beliau menerangkan bahwa penyebab kutil yang dimiliki Keenan bukanlah virus HPV melainkan infeksi viral yang disebut Molluscum Contagiosum. Wah, saya baru sekali ini dengar namanya meskipun ternyata cukup umum dialami oleh anak-anak usia 1-12 tahun.

Molluscum Contagiosum adalah infeksi viral yang menyebabkan bintik-bintik kecil pada kulit yang penampakannya mirip dengan kutil dan biasanya berwarna putih (seperti punya Keenan), pink atau sewarna dan kulit. Bintik mollusca ini biasanya halus, mengkilat seperti mutiara dan kadang penyok atau berisi di tengahnya. Dan umumnya terdapat di dada, perut, lengan, ketiak, kaki, area genital dan wajah.

Molluscum Contagiosum, kutil pada anak, menyembuhkan kutil pada anak, penyebab kutil pada anak, penyakit kulit pada anak

Penyebab penyakit ini adalah virus molluscum contagiosum (MCV) yang masih bagian dari poxvirus. Menurut kidshealth.org, anak terinfeksi MCV ketika virus memasuki bagian kulit yang terluka. Banyak orang yang tubuhnya secara otomatis membangun kekebalan untuk melawan virus ini ketika terinfeksi sehinggga nggak muncul bintik molluscanya. Tapi bagi sebagian yang nggak kebal, pertumbuhan mollusca atau kutil muncul 2 sampai 7 minggu setelah terinfeksi MCV.

Biasanya virus ini menyebar di daerah yang hangat, lembab dan padat penduduk. Agak aneh sih karena meski hangat dan lembab tapi tempat kami tinggal nggak padat penduduk. Tapi bisa juga tertular lewat teman-teman di kelas ya.

Anak-anak dapat terinfeksi virus molluscum contagiosum melalui skin-to-skin contact atau menyentuh benda yang sudah terpapar virus tersebut seperti mainan, baju, handuk dan alas tidur. Dan mollusca bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya ketika tangan yang digunakan untuk menyentuh atau menggaruk mollusca menyentuh bagian tubuh yang lain.

Menurut dokter SPKK dari Mitra Keluarga Waru Sidoarjo itu, satu-satunya cara menghilangkan kutil pada anak ini  dengan mengeluarkan isinya dengan alat seperti pinset. Tapi karena prosesnya sakit dan dapat menimbulkan trauma pada anak, dokter nggak melakukannya saat itu juga. Beliau hanya memberikan lotion untuk mengurangi gatalnya dan obat anti virus untuk meningkatkan imunitas tubuhnya supaya kutilnya nggak semakin banyak menyebar.

Sejak itu saya mulai rutin memakaikan lotion rekomendasi dokter ke kulitnya Keenan setiap habis mandi atau setiap kali dia merasa gatal. Perlahan, kondisi kulitnya mulai membaik meski kutilnya tetap ada. Tapi, suami rupanya masih gemas melihat kutil di kulitnya Keenan dan berusaha untuk mengeluarkannya sendiri dengan menekannya seperti mengeluarkan isi jerawat. Awalnya saya nggak setuju, takut Keenan kesakitan dan khawatir kutilnya makin parah.

Namun suami tetap keukeuh dan akhirnya saya biarkan saja, apalagi melihat Keenan sering menggaruk kutilnya sendiri hingga berdarah.  Memang sih dia mengeluh sakit tiap kali papanya memencet si kutil tapi begitu isinya keluar ya sudah santai aja dia. Proses mengeluarkan kutil-kutil ini tentu nggak dilakukan sekaligus melainkan satu persatu. Dalam waktu beberapa bulan saja, alhamdulillah akhirnya kulit Keenan sudah bebas dari kutil.

Molluscum contagiosum, kutil pada anak, penyakit kulit pada anak

Sekarang sudah 1 tahun sejak Keenan terinveksi virus Molluscum Contagiosum dan alhamdulillah sudah sembuh, tinggal bekas-bekasnya saja yang masih ada sedikit. Semoga sih nggak muncul-muncul lagi virusnya. Aamiin. Karena penularan virus ini adalah melalui direct skin-to-skin contact dan menyentuh benda yang terinfeksi virus, tentu lebih aman jika kita biasakan anak-anak mencuci tangan dengan sabun atau cairan pembersih tangan setiap kali mereka keluar dari arena bermain atau menggunakan fasilitas umum. Jangan biasakan anak untuk bertukar handuk, lap atau baju terutama jika tinggal di daerah yang lembab.

Nah, untuk sahabat pojokmungil yang ingin tahu lebih jauh tentang Molluscum Contagiosum atau yang sering dikenal juga dengan kutil pada anak, berikut beberapa situs yang bisa dibaca untuk referensi. Tapi sebaiknya langsung ke dokter spesialis kulit untuk kepastian diagnosanya jika ada kutil di kulit si kecil ya. Stay healthy, sahabat pojokmungil.

The Royal Children Hospital Melbourne.
KidsHealth.org

3 Replies to “Ada Kutil di Kulit si Anak? Mungkin itu Molluscum Contagiosum. ”

  1. Wah kasihan juga kalau jadi gatal. Tidur pun jadi nggak nyenyak karena menggaruk terus. Ternyata dipecahkan macam jerawat bisa juga ya dan nggak masalah sesudahnya. Repot juga sih ya kalau udah kena alergi air di tempat umum gitu. Moga adek Keenan sehat2 terus ya 🙂

  2. Terima kasih atas info nya Bu, ada manfaat buat saya karena anak saya yg berusia 2th lebih mengalami hal yg sama, cuma beda nya kutil yg pada ada saya berada di punggung si anak
    klo anak saya tdk merasakan gatal, tapi apa boleh saya beri lotion?
    Trus lotion jenisa apa yg bisa saya berikan kepada anak saya ?
    klo memang harus saya mengeluarkan isi kutil anak saya apa tdk infeksi bu ?
    Terima kasih bu sebelum nya

    1. alfakurnia says:

      Maaf baru baca komennya. Boleh, Pak, kalau mau diberi lotion. Fungsinya untuk menyamankan kulit yang kering dan kutilnya aja kok. Kalau anak saya dikasih lotion QV sama dokternya dan masih dipakai sampai sekarang. InsyaAllah kalau penanganannya benar dalam arti peralatan yang digunakan bersih dan bekas luka dirawat dengan baik nggak akan infeksi. Tapi sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter dulu ya, Pak.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.