Tea O Ping

Posted in Life in Brunei by

Pertama kali menginjakkan kaki di Brunei 4 tahun yang lalu, saya sempat terbengong-bengong mendengar pelayan resto menanyakan detil minuman yang saya pesan. Suam? Ping? Hah… Teh warna pink macam mana pula itu. Suam itu juga apa varian teh seperti Earl Grey, Jasmine atau Peppermint? Dan semakin nggak paham ketika yang muncul di hadapan saya adalah segelas teh panas dengan susu di bawahnya. Padahal saya nggak minta teh tarik lho. Cuma ingin teh biasa, semacam Sariwangi, Lipton atau Dilmah.

UntitledTea Suam

tea tarikUntitled

Melihat tampang saya, barulah suami menjelaskan tentang aneka teh yang biasa disajikan di kedai-kedai makan tradisional Brunei. Ternyata si pelayan nggak salah mengantarkan minuman karena saat kita menyebut teh di sini, yang dimaksud adalah teh dengan susu. Kalau ingin teh tanpa susu silakan minta ‘Tea O‘ atau tea only. Sedangkan suam dan ping adalah suhu minumannya. Suam berarti hangat dan ping kebalikannya, alias dingin. Jadi saat memesan es teh yang biasa kita minum di Indonesia, mintalah tea o ping. Dan kalau nggak suka manis sebutkan, “tea o ping kurang manis.”

Selain itu ada juga teh dengan jahe. Orang sini menyebutnya Teh Halia dan tetap ada pilihan pakai susu atau tidak. Sebutan ini berlaku juga untuk kopi. Para pecinta kopi hitam berarti harus minta kopi o dan bukan hanya sekadar menyebut, “kopi” karena yang akan keluar pasti kopi dengan susu.

Lha kalau sama-sama mengandung susu apa bedanya teh biasa dengan teh tarik? Ternyata selain dari jenis teh yang digunakan juga terletak di proses pembuatannya. Kalau teh tarik memakai teh hitam, susu evaporasi dan ditarik-tarik gitu saat dituang di gelas sampai muncul busa. Teh yang kabarnya berasal dari Malaysia ini adalah salah satu jenis teh favorit saya, apalagi kalau gandengannya roti telur kuah kari ikan. Teh tarik suam maupun ping, enak banget untuk sarapan. Yuuumm.

Apa teh kesukaan kalian?

May 24, 2013
Previous Post Next Post

You may also like