Browsing Tag:

social network

  • Babbles, Life Hacks

    Think Twice Before You Tweet

    Belakangan ini, teman saya suhu Yohanes Hans lagi rajin ngetwit setelah sekian lama menghilang dari linimasa. Dan topiknya tentang awareness di sosial media, asli bikin saya merasa tertampar tamparbalik.

    Intinya sih, beliau mengingatkan kalau di era digital begini orang yang mau berbuat jahat bisa dengan mudah mengumpulkan informasi pribadi dari hal-hal yang kita bagi di internet, terutama twitter. Seringkali tanpa sadar kita menuliskan hal-hal yang bisa digunakan orang untuk mengumpulkan data, menganalisa dan membuat profiling tentang kita (langsung berasa nonton Criminal Minds). Huaaaa masa sih?

    Serius lho, pernah nggak sih kita ngetwit:

    Selamat ulang tahun mamaku tersayang, ibu (nama lengkap) yang ke-65.

    Tahu nggak kalau nama ibu kandung itu adalah informasi penting yang digunakan oleh bank dan kartu kredit untuk verifikasi data. Once people know about our mother’s name; bank yang kita gunakan dari status seperti:

    Lagi antri nih di Bank Capek Antri, kalo nggak perlu buat online shop, males deh punya tabungan di sini

    alamat rumah:

    Bu ibu, jangan lupa ya ntar sore dateng arisan ke rumah gue. Alamatnya: Jalan xxxxxx

    dan tanggal lahir kita:

    alhamdulillah, udah tambah lagi umur gue hari ini. 25 is great, right?

    bisa mereka jadikan alat untuk bobol rekening kita di bank. Serem yeuuuh.

    Menurut suhu Yo, twit tentang kondisi kita di suatu keadaan tertentu juga bisa digunakan orang untuk merancang situasi yang bisa bikin kita lengah, dia contohin beberapa status:

    Duh, naik sepeda malem-malem keluar kompleks gini bikin bingung dan takut.

    lagi di taksi, tidur dulu ah

    tiap pakai high heels selalu pusing dan mau pingsan

    tiap hisap asap rokok, pikiran selalu blank.

    Dengan ngumpulin twit seperti ini, orang tinggal perlu cari konsistensi dari perilaku kita terhadap kondisi itu untuk menjadikan kita korban kejahatannya.

    Yang saya jadikan highlight dari beberapa twitnya om suhu (sebenarnya banyak contoh-contoh lain, silakan mampir di akun twitternya @yohanes_hans yah) adalah betapa seringnya kita eh saya ding, berbagi data tentang keluarga, terutama anak. Siapa namanya, berapa umurnya, di mana sekolahnya plus check in tiap jemput anak di foursquare, siapa nama gurunya, kelas berapa sampai berapa kali kita terlambat jemput mereka di sekolah. Ternyata itu bahaya banget sodara-sodara. Kepikiran nggak dengan data-data itu yang bisa dilacak dengan mudah di twitter, foursquare, google maps, orang yang emang niat jahat bisa gampang menculik anak di sekolah.

    Lantas saya jadi mikir sendiri, kalau begitu sama dong dengan status-status:

    si Ayah nih nggak pulang-pulang dari kantor, udah ngantuk banget nungguinnya.

    paling nggak suka kalau suami dinas luar kaya gini. pusing ngurusin rumah sendirian, takut juga kalau malam.

    duh, ayang nih, selalu terlambat jemput kantornya. Jadi bengong bego deh di tempat abang siomay. Mana sendirian lagi.

    yang memberikan informasi bahwa di hari-hari tertentu kita sedang sendiri dan merasa tidak nyaman dalam kondisi tersebut. Tinggal tunggu informasi selanjutnya dan konsistensinya aja, misal si ayang telat jemputnya hari apa aja sih, suami dinas luar berapa minggu sekali dan berapa hari, juga si ayah telat pulang hari apa aja biasanya. Jadi deh kita calon korban yang empuk. Jeng jeeeeng….

    Memang sih, kita bebas mau nulis apapun di sosial media tapi juga harus tahu resiko yang dihadapi itu apa aja. Kalau kata suhu Yo, “Disarankan untuk tidak menulis alamat rumah kita, nomor mobil kita dan kebiasaan buruk kita yang berhubungan dengan semua hal itu.” Nggak ada ruginya kok lebih berhati-hati saat eksis di dunia maya sekarang, apalagi om suhu bilang, “Belakangan saya punya firasat kuat kalo sindikat perdagangan wanita & anak di Indonesia udah semakin paham memakai info di dunia maya.”

    Oya, satu lagi pesannya, “Yang juga penting adalah men-setting agar foto foto bersifat personal di akun Facebook kita tidak ‘open for public‘ yg artinya bisa dilihat oleh semua orang yg tidak masuk dalam friend list kita. Foto foto yg disetting ‘open for public‘ hanya disarankan utk item atau produk dagangan yg diperjualbelikan. Kita bisa melihat kesalahan semacam ini dilakukan oleh para remaja putri ABG sekarang yg settingan foto di akun Facebook mereka bisa dilihat oleh semua orang asing yang bukan teman mereka. Untuk jaman sekarang hal seperti itu kurang baik karena mengundang hal yang beresiko, yang kita tidak tahu apa yang bisa dimanfaatkan dari foto foto tersebut.”

    Uh well, better safe than sorry kan yah?

  • Family Health, Recipe

    Sore Throat Remedies

    Beberapa waktu yang lalu saya mengalami sakit tenggorokan yang sakitnya terasa menusuk-nusuk sampai telinga, nggak enak banget. Mau makan susah, nggak makan laper. Ditambah demam bikin badan lemas selama beberapa hari. Saya tahu sakit tenggorokan kebanyakan disebabkan oleh virus sehingga akan sembuh dengan sendirinya tapi rasanya nggak dosa kan ya kalau mencari cara meringankan gejala supaya tetap dapat beraktivitas seperti biasa.

    Setelah browsing dan menemukan serta mencoba beberapa cara seperti kumur-kumur pakai air hangat dan garam, minum air jeruk hangat sampai makan mie instan super pedas dan belum menunjukkan tanda-tanda tenggorokan mulai membaik, akhirnya saya mencoba bertanya kepada teman-teman di twitter. Mereka pun berbaik hati memberikan saya beberapa cara home treatment untuk meringankan sakit tenggorokan. Berikut saya copas twit teman-teman, siapa tahu ada yang membutuhkan:

    @hildayie: strepsils ma air putih anget. Trus tidurnya agak tinggi kpalanya, klo gak pasti guatel dan memicu batuk

    @as3pram: minum anget2 ama ndusel bojo

    @_plukz: makan indomi pedes pake bubuk cabe banyak juga membantu. kasi telor setengah mateng dan suwiran ayam

    @cahyayu: coldizo tablet! Tablet kunyah yg mengandung ekstrak tumbuhan..obgyn di RS sy suka meresepkan bwt bumil

    @yohanes_hans: masalah tenggorokan yg paling enak minum jeruk panas. yg agak ekstrim ngunyah jahe 😀

    @kabarburung: Kumur dg larutan garam dan air hangat ..

    @merkrisnanti: Teh crysanthium Mbak

    @DyahYantie: Biasanya aku minum air rebusan daun pecut kuda,cespleng. FG Troches malah bikin batuk Mbak

    @faroex: 1. minum pke air hangat ex: lemon tea/teh hangat+madu

    @faroex: 2. Kumur2 dg air garam hangat (1/2 sndok teh garam dlarutkan dlm 1 gelas air), kumur2 2-3x shari

    @ndutyke: mie direbus bareng ama tomat dibelah 4 jg enak. Jadinya asem2 seger gt 🙂 enak klo pas lg idung buntu.

    @ndutyke: kalo #sorethroatremedies, coba konsumsi habbatussauda, jeng. Manjur kalo buat aku n suami, so far sih ya..

    Kalau cara kalian gimana?

  • Babbles

    Semakin Bijaksana, Bukan Semakin Hebat

    Lama-lama capek juga ngikutin twitwarnya Marissa Haque dan keluarga Addie MS (iya iya emang nggak ada yang nyuruh kok, saya aja yang terlalu kepo). Dari yang awalnya semangat bacain blog dan twitternya tante doktor sampai akhirnya memutuskan untuk report as spam akun twitternya.

    Terlepas dari keraguan apakah blog dan akun itu benar-benar milik beliau, postingan yang sudah menyerang pribadi orang lain dan spam lama-lama bikin gerah juga. Apalagi meski nggak follow ibu hebat itu tapi masih aja sliweran retweetannya di timeline.

    Kehebohan beliau dan reaksi orang-orangpun bikin saya berharap jangan sampai kelak saya seperti itu. Yah, memang levelnya beda sih, dia lulusan S3 dari 2 universitas ternama di Indonesia, belum lagi gelar S2nya yang berderet-deret. Selain artis hebat di jamannya juga mantan anggota DPR RI. Sementara saya cuma ibu rumah tangga yang lulusan S1. Dan masih jadi mahasiswa abadi di universitas kehidupan, fakultas ilmu parenting.

    Bagaimanapun, saya berterima kasih sama tante Icha karena twit-twitnya menunjukan nggak semua orang siap memiliki ilmu dan gelar yang bejibun. Bahwa pohon tinggi yang angkuh lebih rentan tumbang dan merugikan orang banyak ketimbang padi yang selalu merunduk saat isinya makin berat.

    Saya juga belajar banyak dari twitwar dan blog beliau, kadang orang yang mengaku dirinya hebat belum tentu dihargai orang lain.  Sedangkan orang bijaksana dan bermanfaat bagi orang lain selalu memberi warna indah bagi lingkungannya. Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.

    Dan ini memicu saya supaya terus introspeksi diri. Berusaha melakukan sesuatu yang berguna bagi lingkungan dan dibanggakan oleh anak-anak saya. Memikirkan betul tiap langkah dan keputusan yang saya ambil agar tak mempermalukan orang tua, suami dan anak-anak. Thank you 🙂

  • Review

    #Charity4NF

    Beberapa minggu yang lalu saya sempat baca berita di situs Metro News tentang seorang bayi yang diculik dan diperkosa lantas ditinggalkan begitu saja di atas perahu yang sedang terapung dalam keadaan alat kelamin yang terluka. Sedih dan marah banget rasanya, kok bisa ada orang yang setega itu. Penculikan sendiri sudah pasti melukai hati orang tua dan anak itu sendiri, ini ditambah lagi perkosaan.

    Lama berselang nggak ada kelanjutan kabarnya lagi. Saya kira pelakunya sudah tertangkap dan kasus tersebut sudah diproses. Tapi lantas saya kembali membaca beritanya di linimasa mbak Silly, founder Blood For Life tentang perkosaan bayi NF. Ternyata kasus itu belum selesai, pelakunya belum ditangkap dan yang lebih miris lagi bayi NF adalah korban kelima, yang berarti ada 4 korban sebelumnya :((

    Sebagai ibu dari seorang anak perempuan yang masih balita perasaan saya seperti diaduk-aduk membayangkan keadaan 5 bocah tak berdosa itu. Apalagi setelah mendapatkan cerita dari seorang teman yang melihat langsung keadaan bayi NF, saya langsung nangis sesenggukan. Duh, bayi sekecil itu sudah harus menderita karena perbuatan seseorang yang sudah nggak pantas lagi disebut manusia.

    Bersyukur lantas ada 3 orang perempuan berhati mulia yang menggagas pengumpulan dana untuk pengobatan bayi NF. Meski banyak rintangannya tapi mbak Silly, penyanyi dan penyiar radio Female Jakarta Xochitl Priscilla (FLa) dan Titut Ismail tetap berusaha untuk membantu NF dan keluarganya. Perjuangan mereka jauh-jauh ke Makasar pun membuahkan hasil, bisa bertemu dengan bayi NF dan keluarganya, melihat langsung dan mendokumentasikan keperluan untuk membuat acara #charity4NF.

    Penggalangan dana untuk bayi NF tersebut diawali dengan gerakan sosial lewat Twitter. Dengan hashtag #charity4NF, mereka mengumpulkan sumbangan melalui rekening BCA cabang Kemang No Rek: 2861532846 a/n XOCHITL PRISCILLA yang sampai postingan ini ditulis kabarnya sudah terkumpul puluhan juta rupiah.  Sedangkan puncak acaranya yang bertajuk “Stop Child Abuse: Charity for baby NF” sendiri akan diselenggarakan di Cilandak Town Square (CITOS) hari Minggu, 26 Juni 2011.

    Meski dana yang ada sudah banyak tapi bayi NF masih perlu biaya banyak untuk proses pengobatannya lho, jadi sumbangan masih diterima. Yuk, kita bantu bayi NF agar segera pulih dari sakitnya dengan sedikit uang yang kita punya. Sekaligus kita doakan agar NF dihilangkan traumanya dan diberi kekuatan dan kebahagiaan lahir batin. Juga keluarganya diberi ketabahan. Semoga pelakunya segera ditangkap (lalu diserahkan ke massa, dipotong alat kelaminnya dan digebukin sampe mampus #abaikan) supaya nggak ada lagi korban yang lain.

    Gambar diambil dari twitternya Xochitl Priscilla.

  • Babbles, Uncategorized

    Jangan Asal Posting

    Baca tulisannya MbakDos di blognya yang keren itu, membuat saya teringat pada percakapan dengan suami beberapa malam lalu. Waktu itu saya sedang kesal karena timeline Twitter penuh dengan RT-an twit seorang public figure yang sedang menerangkan suatu hal. Kalau sekedar RT, saya nggak masalah tapi kali ini dan tiap kali orang tersebut ngetwit mengenai suatu hal, pasti banyak sekali RT-an twit dia yang ditambah dengan caci maki. Sayangnya kebanyakan orang yang nge-RT itu nggak follow bapak itu.

    Kebetulan saya follow beliau, jujur saya suka baca twit-twitnya tentang banyak hal. Ada pengetahuan baru yang saya dapatkan tiap beliau membahas sesuatu. Setuju atau tidak dengan pendapat beliau, itu lain soal. Karena saya mengikuti kicauannya, jelas saya tahu apa yang dia maksud. Sedangkan mereka-mereka yang tidak mengikuti beliau cuma sekedar meneruskan RT dari temannya, temannya lagi tanpa mau bersusah payah menengok timeline bapak itu. Sehingga pesan yang didapat hanya separuh dan yang separuh itu kadang bisa menyesatkan lalu muncul caci maki dan sumpah serapah di timeline saya.

    Saya kesal bukan karena ngefans sama beliau sehingga nggak terima beliau dicacimaki gitu. Asli enggak! Saya kesal karena para pekicau itu hanya mau membaca apa yang mereka mau baca. Sama seperti kesal karena memperoleh broadcast message atau email atau sms berantai, dimana si pengirim tidak mau sedikit berupaya konfirmasi kebenaran, yang belakangan ternyata salah. Kalau tidak merugikan pihak lain sih mungkin nggak papa, anggap saja iseng tapi jika lantas ada yang merasa tersakiti lalu menuntut kita atas pesan-pesan itu bagaimana?

    Seruan Pikir Sebelum Publish dari MbakDos ini merupakan pengingat bagi saya juga untuk berhati-hati dalam menuliskan sesuatu di tempat yang bisa diakses umum, termasuk disini, Facebook, Twitter, Plurk dan jaringan sosial lainnya.