Terbangun di dini hari dengan perasaan tak nyaman, lalu mendapati dua orang yang sangat berarti ini tidur dengan lelapnya. Begitu damai, begitu besar rasa syukur akan kehadiran mereka. Couldn’t ask for more.
Contact Me
Published Writing
- Follow @alfakurnia !function(d,s,id){var js,fjs=d.getElementsByTagName(s)[0];if(!d.getElementById(id)){js=d.createElement(s);js.id=id;js.src="//platform.twitter.com/widgets.js";fjs.parentNode.insertBefore(js,fjs);}}(document,"script","twitter-wjs");
@alfakurnia twitter updates
- @fitriaharnas selamat ulang tahun kakak #Rayya... Makin besar makin pintar dan semoga selalu jadi kebangaan ayah bunda. 13 minutes ago
- @ndutyke terima kasih sudah follow, bu guru cantik.. 4 hours ago
- @burselfwoman masa to mbak? Padahal kalo di twitter mau update status berkali-kali juga biasa aja ya. 4 hours ago
- @yokemimi mimpiin aku hamil juga dong hihihi 5 hours ago
- @Benita_Rahayu iyaaa.. Bahagia banget :') 5 hours ago
- Nonton video nikahan sambil jawabin pertanyaan si bocah tentang arti prosesi adatnya. Nostalgia sekaligus ngenalin budaya asal kita :) 5 hours ago
- @ariansilencer asiiiik.. Semoga lancar yaaa 5 hours ago
My Parenting Journey
-
Tulisan Terbaru
-
Comments
Berny on Perjuangan Ibu untuk Auti… Bebek Telor Asin Pak… on Uniknya Bebek Telur Asin warm on My Heartwarming Moment khansa on Contact Me khansa on Walk A Mile in His Shoes Archives
-
Fave Posts
Categories
Banner
-

Pojok Mungil by alfakurnia is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.
Based on a work at pojokmungil.com.
Permissions beyond the scope of this license may be available at http://pojokmungil.com/contact-me/.
Sebagai ibu yang concern dengan pendidikan anak usia dini, aku cukup cerewet saat memilih sekolah untuk Cinta waktu kami masih di Indonesia. Aku percaya bahwa sampai usia 6 tahun, kewajiban anak adalah bermain. Sehingga saat memasukkan Cinta ke sekolah pun, aku mencari yang benar-benar mempraktikkan semboyan “belajar sambil bermain.” Di mana aktivitas utamanya ya main. Pelajaran mengenal huruf, angka, membaca, menulis, belajar mengaji, dll pun dilakukan dalam konteks bermain, sehingga anak nggak merasa kalau dia sedang belajar dan tetap bahagia. Bukankah anak yang bahagia akan menyerap (pelajaran) lebih banyak?!

Tapiiiiii… Ternyata buat perempuan yang dibesarkan dengan fasilitas ART dan dimanjakan dengan oleh support system yang mudah didapat di Indonesia, nggak mudah untuk mengerjakan semua urusan rumah tangga plus ngurus anak sendiri. Belum lagi ngatur waktu untuk nulis. Rasanya ngos-ngosan.













