Browsing Tag:

perpisahan

  • Uncategorized

    I Deserve to be Happy

    I got through all the pains.
    I survived my darkest hour.
    But no, I don’t want to take it anymore.
    There’s time when enough is enough.
    Even a woman like me, DESERVE to be happy.

  • Uncategorized

    Mimpi

    Semalam saya bermimpi, mimpi yang aneh dengan akhir yang indah. Mimpi tentang seorang perempuan, lelaki dan seorang gadis. Adegan-adegannya begitu indahnya hingga cocok dibuat video klip lagu tentang cinta.

    Dimulai dari perempuan itu yang memergoki lelakinya di atas ranjang dengan seorang gadis. Ia marah, meradang, mengamuk dan memaksa si lelaki pergi bersamanya. Lelaki itu tampak sedih dan ragu, ia memandangi gadisnya yang tertidur. Membisikkan kalimat, “Selamat tidur sayang” lalu turun dan membereskan barang-barangnya. Si perempuan masih mengumbar emosinya, dia memaki dan mengancam gadis itu. Ia tumpahkan semua sakit hati, marah dan kecewa kepada perebut suaminya.

    Gadis itu terbangun dan mendapati lelakinya pergi. Saat tidur pun ia bisa mendengar caci maki dan teriakan itu. Hatinya sakit tapi ia terlalu mencintai lelaki itu untuk bisa melepasnya pergi.

    Di sebuah apartemen, seorang perempuan dan lelakinya turun tergesa melalui lift. Lelaki itu diam, seribu pikiran berkecamuk di benaknya. Si perempuan tampak lesu. Keluar dari lift mereka menuruni tangga dan ternyata gadis itu telah menunggu di ujung tangga. Lelaki itu terhenti langkahnya, ia termangu di tengah tangga. Pun gadisnya tak bergerak dan perempuan itu berhenti beberapa langkah di belakang lelakinya. Waktu seakan berhenti, tak ada yang bergerak. Semua diam dicekam keraguannya.

    Perempuan itu mendesah lelah, ia menatap gadis itu dan punggung lelakinya. Ia tahu seandainya lelaki itu bisa ia ajak pulang hatinya masih tinggal disini bersama gadisnya. Perempuan itu berjalan melewati mereka, entah darimana seorang anak kecil menyambutnya. Ia memeluknya erat. Tinggal ini hartanya saat ini. Ia membisikkan dan menyerahkan sesuatu kepada anak itu lalu memintanya berjalan ke lelaki itu. Anak itu menghampiri ayahnya, memeluknya dengan penuh rasa sayang. Menyerahkan barang yang diberikan ibunya. Lalu berlari kembali kepada perempuan itu yang kemudian menggendongnya.

    Perempuan itu menoleh ke belakang, memandang lelakinya dan tatapan mereka bertemu. Ia tersenyum indah sekali. Wajahnya menyiratkan kelegaan dan kebahagiaan walaupun duka masih nampak di matanya. Anaknya melambaikan tangan & memberikan ciuman jauh. Mereka lalu menghilang di balik pintu lobby diiringi dengan hembusan angin yang menerpa rambut perempuan itu.

    Lelaki itu tertegun, lalu memandangi cincin kawin istrinya yang tergantung bersama kunci mobil yang tadi diserahkan anak kecil itu. Ia tahu kini mereka telah pergi, keluarganya telah hilang.