Browsing Tag:

food

  • tips menyimpan sayuran di kulkas, kulkas, beli kulkas, blanja.com
    Life Hacks

    Tips Menyimpan Sayuran Di Kulkas Agar Tahan Lama

    Salah satu yang saya rindukan dari masa-masa tinggal di Indonesia adalah mlijo alias tukang sayur keliling. Pak No dan Dul adalah 2 tukang sayur langganan mama saya di Sidoarjo, dan di rumah kami di Parung, ada juga 2 tukang sayur yang setiap pagi menyediakan kebutuhan dapur ibu-ibu perumahan kami. Keberadaan mereka berarti banget lho buat kami, para ibu. Kalau sehari aja nggak lewat pasti pada merasa kehilangan dan bingung mau masak apa.

    Di sini, sayur mayur hanya tersedia di pasar, supermarket atau kedai-kedai. Nggak ada deh tukang sayur yang rajin keliling menawarkan dagangannya. Meski sekarang di dekat rumah sudah ada kedai sayur, jenis yang dijual kebanyakan hanya sayuran berdaun hijau. Sedangkan untuk sayur favorit anak-anak seperti wortel, brokoli dan buncis ya mau nggak mau harus beli di supermarket atau pasar yang cukup jauh. Supaya nggak tiap hari ke pasar atau supermarket akhirnya saya membeli sayuran yang akan dimasak untuk beberapa hari ke depan dan kemudian di simpan di kulkas.

    Kenapa repot sekali nyetok sayur ya? Ya, karena sayuran adalah salah satu makanan sehat yang wajib dikonsumsi. Baik itu sayuran hijau atau sayuran yang berwarna putih seperti sawi putih dan kol mengandung vitamin dan nutrisi lain yang menyehatkan dan sangat baik untuk tubuh. Karena kebaikannya itulah, nggak cuma orang dewasa yang wajib mengonsumsi sayuran, anak-anak pun sangat dianjurkan untuk mengonsumsi sayuran.

    Sayuran selain untuk menjaga kita dari penyakit, juga sangat bagus untuk kulit. Maka dari itu ada baiknya jika kita selalu menyediakan sayuran untuk setiap hidangan di meja makan. Sayuran yang masih segar adalah sayuran yang dianjurkan untuk dikonsumsi. Namun bagi kita yang sibuk bekerja atau yang rumahnya jauh dari pasar seperti saya nggak mungkin bisa setiap saat ke pasar untuk membeli sayuran. Oleh karena itu agar selalu tersedia sayuran, pastinya kita menyimpan beberapa jenis sayuran di dalam kulkas agar tetap segar. Kulkas memang alat pendingin yang paling ampuh untuk menyimpan sayuran atau buah agar tetap tahan lama dan segar.

     

    © Can Stock Photo / furzyk73

    © Can Stock Photo / furzyk73

    Tetapi kita juga harus memperhatikan cara penyimpanan yang benar di dalam kulkas. Karena jika tidak sayuran akan mudah membusuk. Berikut beberapa tips menyimpan sayuran di kulkas agar tahan lama yang bisa kita praktikkan di rumah.

    1. Cuci Sayuran Terlebih Dahulu

    Tips pertama agar sayuran agar tahan lama dan segar adalah dengan mencuci sayuran yang baru saja kita beli. Misalnya kita beli wortel, bayam atau kol ada baiknya jika dicuci terlebih dahulu walaupun belum akan dimasak. Cuci hingga bersih, jika perlu hingga dibilas dua kali lalu tiriskan dulu agar airnya hilang. Dengan mencuci sayuran terlebih dahulu setelah kita beli akan membuat kuman-kuman yang ada hilang dan kulkas kita tetap bersih sehingga suhu di dalam kulkas tetap stabil.

    2. Bungkus Dengan Tisu Dapur, Plastik Bening atau Wadah Kedap Udara.

    Setelah sayuran dicuci dan ditiriskan, tips selanjutnya agar sayuran tetap tahan lama adalah dengan membungkusnya. Sayuran hijau bisa kita bungkus dengan tisu dapur. Tisu dipercaya dapat menjaga kelembabapan yang ada pada sayuran yang dibungkus sehingga tidak mudah busuk. Sedangkan wortel, terong, brokoli, buncis dapat kita simpan dalam plastik bening. Jangan dicampur ya, pastikan masing-masing sayur disimpan dalam plastik terpisah. Untuk jenis selada setelah ditiriskan, pisahkan lembaran daunnya dan simpan dalam wadah kedap udara. Kemudian setelah dibungkus, kita letakkan di tempat penyimpanan kulkas yang ada di paling bawah kulkas.

    Tips agar sayuran tetap tahan lama saat disimpan di kulkas di atas adalah beberapa tips yang bisa kita praktikkan di rumah. Namun, yang paling penting adalah kita harus menjaga keadaan kulkas agar tetap bersih dan kering sehingga kulkas tidak banyak mengandung kuman yang dapat menyebabkan sayuran cepat membusuk. Suhu kulkas juga harus dijaga dalam keadaan normal. Jadi jangan malas juga membersihkan kulkas ya.

    Kalau sedang berencana membeli kulkas, ada baiknya jika membeli kulkas di tempat yang terpercaya seperti blanja.com. Membeli kulkas di tempat yang terpercaya dan terjamin kualitasnya, akan membuat kulkas lebih awet dan sayuran yang kita simpan pun akan lebih tahan lama dan segar.

     

  • muffin, banana muffin, muffin pisang, banana yoghurt muffin, muffin pisang dengan yoghurt
    Recipe

    Resep Banana Muffin Yang Lembut dan Mudah

    Tanggal 23 Februari kemarin suami dan anak-anak libur kerja dan sekolah karena ada peringatan National Day Brunei. Karena kebanyakan toko dan restoran tutup setengah hari, saya pun nggak bisa memaksa mereka untuk sarapan di luar meskipun isi kulkas kosong dan sedang kehabisan ide mau bikin apa untuk sarapan.

    Tiba-tiba teringat stok pisang yang sudah mulai terlalu matang. Biasanya sih saya masukin freezer untuk jadi campuran green smoothies. Tapi karena akhir-akhir ini lagi malas bikin smoothies jadinya pisang itu harus segera diolah supaya nggak terbuang sia-sia. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat banana muffin dan menemukan salah satu resep muffin yang konon lembut karena menggunakan yoghurt sebagai salah satu bahannya. Kebetulan banget ada stok yoghurt di rumah yang mendekati masa kadaluarsa.

     photo 2_zpsvdblhql5.jpg

    Saya suka bikin muffin karena mudah dan praktis, nggak perlu pake mixer dan timbangan. Bahan-bahan biasanya cukup ditakar dengan cangkir (cup) dan diaduk manual pakai sendok kayu atau whisker, sehingga anak-anak pun bisa ikut bantu.

    Namun kali ini saya lagi pengen me time sambil baking. Tsah, gaya banget ya, me timenya baking. Tapi emang iya sih, pernah ada masanya bikin kue itu jadi salah satu stress relieve saya. Asal nggak direcokin anak-anak hahaha. Jadi ya akhirnya bikinnya diem-diem aja di dapur sementara mereka lagi asik nonton tv sama bapaknya.

    Hasil akhirnya, si banana muffin ini moist dan enak. Apalagi ditambah taburan keju parut di atasnya. Manis gurih dan ringan, cocok buat sarapan. Dan karena sudah pakai yoghurt, muffin ini jadi lebih sedikit menggunakan minyak dan tanpa butter sehingga lebih sehat. Yuk, coba bareng untuk sarapan hari Minggu besok. Ini resep yang saya adaptasi dari food.com.

    [yumprint-recipe id=’1′]

  • Gohan Sushi Restaurant, Japanese Food, Seria, Brunei
    Foods and Places, Life in Brunei

    NgeRamen di Gohan Sushi

    Setiap Sabtu siang abis jemput kakak Cinta sekolah adalah waktunya jajan alias makan siang di luar. Karena cuma punya waktu 1 jam sebelum kakak masuk sekolah Ugama, pilihan tempat makan pun terbatas hanya yang ada di sekitar Seria Plaza.

    Kalau biasanya kakak Cinta yang menentukan jenis makanan apa yang ingin di santap, kali ini giliran papa yang memilih. Dan karena beliau ingin makan ramen, maka kami pun mencoba Gohan Sushi Restaurant, restoran Jepang yang baru buka cabang di Seria ini akhir tahun 2015 yang lalu.

    Gohan Sushi, Seria, Brunei, Japanese Food

    Gohan Sushi Restaurant Seria

    Seperti kebanyakan restoran Jepang di Brunei, Gohan Sushi ini sudah punya sertifikat halal. Jadi kami nggak waswas kalau mau pesan sushi dan aneka makanan khas negara matahari terbit itu.

    Kebetulan siang itu Gohan Sushi cukup sepi. Di dalam ruangan cuma ada satu keluarga selain kami yang kalau diliat dari seragam anaknya satu sekolah sama Cinta. Baru beberapa saat kemudian ada beberapa pelanggan lain yang datang.

    chuka wakame, gohan sushi, japanese food, restaurant, brunei, seria

    Gohan’s Chuka Wakame

    Setelah memilih-milih, kami memesan Chuka Wakame, rumput laut favorit keluarga, Niku Ramen dan Niku Spicy Ramen untuk saya dan suami, Tori Katsu Cheese dan Garlic Fried Rice kesukaan Cinta dan Keenan, plus 1 porsi Ninniku Gohan, sushi yang cuma terdiri dari nasi, tobiko (flying fish roe yang berwarna oranye cerah dan biasa disajikan pada sushi) plus sedikit cheese spread di dalamnya untuk Keenan. Sengaja pilih jenis sushi itu karena Keenan suka banget makan sushi tapi nggak suka isinya. Jadi kalau order sushi di tempat lain, biasanya nasinya dimakan Keenan nah isinya mama yang makan hihihi. Berhubung tadi ada menu itu ya udah coba aja deh.

    ninniku gohan, sushi, gohan sushi, japanese food, seria, brunei

    Ninniku Gohan

    Eh, ternyata dia suka lho menu sushi itu, begitu pula kakak. Cuma mereka kurang suka cheese spreadnya. Jadi pas makan bagian yang ada cheese spreadnya langsung dilepeh sama dia.

    Tori Katsu, Japanese Food, Gohan Sushi, Restaurant, Brunei, Seria

    Gohan’s Tori Katsu

    Sedangkan kakak lahap makan pilihan menunya. Karena porsinya lumayan banyak bisa berdua sama Keenan juga nasi gorengnya. Rasanya cukup enak, gurih tapi nggak terlalu garlicky gitu. Tori katsunya renyah di luar dan ngeju.

    ramen, niku ramen, gohan sushi, restaurant, japanese food, brunei, seria

    Gohan’s Niku Ramen

    Niku Ramennya enak! Kuahnya gurih dan segar. Mienya kurang berbumbu tapi justru pas dipadu dengan irisan daging tipis yang empuk dan gurih. Sukak pake banget deh. Nyicip versi pedesnya punya suami juga enak sih. Cuma saya lebih cocok yang original aja. Niku Spicy Ramen menurut saya cuma Niku Ramen yang dikasih banyak cabe bubuk hehehe.

    Oya, untuk menu ramen, Gohan ini punya banyak pilihan, mulai dari yang beef atau chicken broth base seperti yang saya pesan sampai tom yam dan kimchi soup base pun ada.

    Nah, minuman yang cocok untuk menemani si Ramen hangat di siang yang panas seperti kemarin ya apalagi kalau bukan Ocha dingin. Seger banget.

    Pokoknya siang itu kami bahagia. Selain makanan yang dipesan cocok di lidah, pelayanannya juga cepat dan ramah. Suasana tempat makannya terang dan nyaman. Total harga yang kami bayar juga nggak terlalu mahal, ya mungkin karena kami nggak pesan sushi ya. Tapi dengan menu segitu aja sudah bisa bikin perut kenyang kok. Kapan-kapan kalau waktunya lebih santai dan lagi pengen, kita coba deh sushinya. Ini aja saking keasikan makan akhirnya si Kakak jadi bolos sekolah Ugama. Maaf ya, Cikguuuu…

    Gohan Sushi Restaurant
    First Floor, No 23, Jalan Sultan Omar Ali, Seria
    Operating hours: 11am to 10pm daily.
    For enquiries, reservations or more information, call 8772377, 3221216 or 3221218.

  • Recipe

    Taco Ala Ala Nan Sedap

    Kenapa namanya Taco Ala-Ala sih?

    Karena emang bikinnya apa adanya dan serba instan hahaha.

    taco, menu sarapan, menu brunch

    Maklum, nggak pernah bikin taco sebelumnya, dan entah dapat angin dari mana, anak gadis yang keseringan nonton acara makan dan masak-masak di saluran tivi luar negeri itu minta dibikinin sarapan pake Taco.

    Untungnya di Supa Save sudah ada Taco Shells siap pakai, jadi tinggal beli bahan-bahan isiannya aja. Tadinya saya sudah berniat bikin bahan isian sendiri, sampai cari-cari resep di google. Eh, ternyata waktu beli si taco shells ada aja dong bumbu instannya. Ya udah, angkut ajalah hehehe.

    Ternyata dengan serba instan, taco buatan saya disukai sama Cinta. Keenan sih cuma suka ngemilin taco shellnya. Apalagi dengan isian, sayuran dan keju yang saya siapkan di piring-piring tersendiri membuat Cinta semangat meramu isi taco sesuai seleranya. Alhamdulillah yaaa…

    Tapi sebenarnya sih kalau liat resep-resep yang ada di google, nggak susah kok bikin isian taco tanpa bumbu instan. Cuma ya kalau ada yang mudah kenapa enggak. Apalagi untuk menu sarapan yang memang harus disiapkan secara cepat. Mungkin lain kali saya bakal belajar buat isian sendiri tanpa bumbu instan.

    Yah, siapa tahu ada yang terinspirasi untuk bikin taco ala saya. Ini dia resepnya:

    TACO ALA ALA

    Bahan:

    1 boks Taco Shell siap pakai isi 12 (saya pakai 6 saya untuk 6 porsi taco), siapkan sesuai petunjuk dalam boks

    1 bungkus bumbu instan Tacos Garlic & Paprika (saya pakai 1/2 bungkus)

    200 gram daging giling (blansir dulu dengan air mendidih sebelum dimasak)

    1/2 buah bawang bombay iris dadu

    1 genggam paprika hijau

    1 genggam wortel parut

    2 sendok makan jagung manis

    50 ml air

    Garam gula merica secukupnya

    Lettuce secukupnya iris tipis

    Timun secukupnya iris dadu

    Keju cheddar parut secukupnya

    taco, resep, menu sarapan,

    Cara Membuat:

    1. Panaskan sedikit minyak dalam penggorengan, masukkan bawang bombay. Tumis sampai harum.
    2. Masukkan daging giling, tumis sampai berubah warna.
    3. Masukkan wortel parut, paprika dan jagung. Aduk rata.
    4. Tambahkan bumbu instan Tacos Garlic & Paprika
    5. Tuang air, aduk rata dan biarkan sampai air mengering.
    6. Sajikan isian taco dengan lettuce, timun, keju cheddar dan tentu saja taco shells.

    Selamat menikmati.

  • bola nasi keju, nasi, keju, masak dengan anak, cooking with children, resep, camilan anak
    Kids Activities, Recipe

    Bola Bola Nasi Keju

    Halo…

    Kembali lagi dalam seri Cooking with Cinta. Kali ini kami mau bikin camilan berbahan nasi dan keju. Kenapa memilih itu? Karena anak-anak suka banget yang namanya keju. Kadang kalau lagi nggak doyan makan, dikasih nasi yang ditaburi keju parut aja udah deh lahap makannya.

    bola nasi keju, bekal sekolah, camilan anak, masak bersama anak, resep

    Biar nggak bosan ngemilin nasi dan keju dalam bentuk yang itu-itu lagi, saya coba ajak Cinta membuat bola-bola nasi keju. Caranya gampang sekali. Bahannya pun mudah dan takarannya bisa disesuaikan dengan selera keluarga. Anak-anak pasti bisa deh bikin sendiri. Paling cuma perlu bantuan orangtua untuk menggorengnya. Dan rasanya juga enak. Yah, semua yang pakai keju pasti enak ya hehehe. Yang jelas sih, rasanya yang ngeju tapi nggak terlalu bikin eneg membuat anak-anak suka banget ngemil ini sambil nonton tv di jam-jam nanggung antara setelah makan siang dan sebelum makan malam.

    Oya, bola-bola nasi keju ini juga bisa lho, untuk variasi bekal sekolah anak-anak. Supaya nggak repot bikinnya, siapkan aja pada malam hari. Setelah dilapisi tepung roti, bola nasi keju dapat disimpan dalam freezer selama 1 minggu. Jadi pada pagi hari tinggal dikeluarkan dari kulkas dan digoreng. Praktis kan.

    Yuk, biar nggak lama-lama langsung aja tonton tutorialnya dan contek resepnya di bawah ini.

    BOLA-BOLA NASI KEJU ALA CINTA

    Bahan:

    Nasi putih secukupnya
    Keju parut secukupnya
    1 butir telur, kocok lepas
    Tepung roti secukupnya
    Keju mozarella secukupnya (optional)
    Minyak untuk menggoreng

    Cara Membuat:

    1. Campur nasi putih dengan keju sampai rata.
    2. Letakkan 1 sendok makan nasi di telapak tangan, lalu isi dengan keju mozarella. Kemudian bentuk bola dengan keju mozarella di tengahnya. Lakukan sampai nasi habis.
    3. Lapisi bola dengan telur dan gulingkan dalam tepung roti.
    4. Goreng dalam minyak banyak yang sudah hangat sampai bola-bola nasi berwarna kekuningan.
    5. Bola-bola nasi keju siap disantap hangat-hangat.

    Catatan:

    • Kami menggunakan keju mozarella supaya ada efek keju leleh di dalamnya. Tanpa itu pun sudah enak.
    • Supaya lebih sehat, bisa juga ditambahkan wortel parut yang sudah direbus ketika mencampur nasi dan keju.
    • Tambahkan sedikit mixed herbs atau bumbu seperti oregano, basil, merica agar lebih beraroma. Saya nggak pakai karena tepung roti yang saya gunakan sudah mengandung garam, bawang putih dan bumbu-bumbu lain.

    Selamat mencoba.

  • Parenting

    Bermain Dengan Makanan. Ya atau Tidak?

    Sensory play, sensory bin, sensoy bin ideas, playing with foods, bermain dengan makanan,

    Bermain dengan makanan selalu jadi dilema bagi saya. Saking galaunya beberapa waktu yang lalu saya pernah pasang status tentang perasaan saya melihat makanan atau bahan makanan yang dipakai sebagai alat permainan untuk anak-anak, khususnya batita.

    Kalau liat DIY mainan anak-anak yang berbahan beras, pasta, biji-bijian gitu tiap mau ikutan bikin rasanya kok eman-eman ya. Pernah ding beberapa kali bikin beras dan makaroni yang sudah hampir kadaluwarsa diwarnain, spaghetti yang sudah dimasak juga dikasih pewarna, trus buah dipotong-potong jadi stempel. Mainnya sih seru, giliran beberes terus ngebuang makanan-makanan itu jadi nyesel. Sayang aja gitu. Sama kek buang makanan sisa. Sedih.

    Status ini saya buat karena sering sekali melihat permainan sensoris yang menggunakan makanan atau bahan makanan sebagai alatnya. Seperti beras warna-warni, pasta (mentah maupun dimasak), tepung, kacang-kacangan dan sebagainya. Saya mengerti sih, alasan memakai bahan makanan adalah untuk keamanan anak dan kepraktisan.

    Maklum, anak usia di bawah 3 tahun memang masih sering memasukkan sesuatu ke mulutnya sehingga diperlukan permainan yang aman. Untuk itu biasanya orangtua membuatkan alat permainan dari makanan yang dipercaya lebih aman untuk anak. Ya, maksudnya sih nggak beracun gitu, kalau bahaya tersedak atau tertelan sepertinya masih tetap ada.

    Bermain dengan makanan juga lebih praktis bagi orangtua ketimbang mengumpulkan batu-batuan, pasir, daun-daunan kering, beads dan benda-benda lain. Sementara tepung, beras, kacang-kacangan, cereal, pewarna makanan, agar-agar, oatmeal, pasta adalah bahan-bahan yang biasanya tersedia di dapur. Jadi kalau perlu tinggal ambil saja untuk diolah sebagai alat permainan.

    Selain itu sebenarnya bermain dengan (bahan) makanan sudah biasa dilakukan oleh anak-anak pra sekolah sejak dulu, ya setidaknya sejak saya masih TK lah. Masih ingat kah teman-teman membuat prakarya dengan menempel beraneka kacang-kacangan di atas kertas yang sudah ada template gambarnya? Atau membuat karya seni dari potongan kentang, bengkuang atau buah belimbing yang diberi pewarna? Aktivitas serupa juga saya lakukan saat masih jadi asisten guru di Sanggar Kreativitas yang dikelola oleh fakultas tempat saya kuliah sekian belas tahun yang lalu. And it was super fun for the kids and the teachers.

    Ada manfaat yang bisa didapat dari kegiatan bermain dengan makanan ini. Pertama, anak bisa bereksplorasi dengan aman sekaligus mengenal bahan-bahan makanan yang biasa dimakan. Hal ini dipercaya bisa mengurangi kecenderungan picky eater. Kedua, anak dapat belajar science dengan menggunakan buah atau sayur sebagai pewarna alami. Ketiga, juga dilakukan dengan benar, anak juga dapat belajar keterampilan dasar di dapur seperti mencuci beras, membersihkan sayuran, mengupas buah-buah also how to stay safe in the kitchen.

    Namun entah kenapa saya pribadi selalu memiliki perasaan bersalah setiap kali mencoba bermain dengan bahan makanan, khususnya beras dan pasta. Mungkin karena dua benda ini adalah bahan makanan pokok untuk sebagian besar orang. Apalagi dengan kondisi ekonomi seperti sekarang di mana semakin banyak orang yang susah untuk makan sehari-hari rasanya saya nggak bisa membuang-buang beras atau pasta.

    Kalau tepung-tepungan, biji-bijian dan bumbu dapur sih masih oke karena belum berhasil menemukan bahan pengganti untuk membuat playdough dan aneka dough lain. Lagipula saya mikirnya kalau tepung kan harus diolah dulu dengan bahan lain untuk dijadikan makanan, begitu juga biji-bijian. Rasanya jarang menemukan orang makan kacang hijau rebus begitu saja kan.

    Solusinya sih sementara ini saya berusaha memakai bahan makanan yang memang sudah tidak layak dimakan, misalnya mendekati tanggal kedaluwarsa. Atau sudah lama dibuka dari kemasannya tapi sisa yang belum terpakai masih banyak sementara saran penggunaan maksimal beberapa minggu setelah kemasan dibuka.

    Tapi, seminggu yang lalu saya tergoda untuk membuat beras warna warni memakai beras baru. Senang deh bikinnya, apalagi karena berhasil membuat warna-warna yang cantik dan beras tetap kering. Keenan pun senang mainnya karena selama ini memang dia suka sekali mainan beras yang ada di dalam tempat penyimpanan beras. Persis seperti kakak Cinta dulu. Saya pikir biar deh sekali ini dibikinkan mainan khusus dari beras yang bisa dipegang-pegang tanpa harus saya larang. Lagipula harapan saya bisa disimpan untuk berkali-kali pakai. Ternyata kenyataannya nggak seperti itu. Saat dipakai main beras berwarna-warni itu langsung dicampur-campur dan berhamburan ke lantai. Alhamdulillah sih sebagian besar berhasil diselamatkan tapi sebagian lain terpaksa harus dibuang.

    Mungkin membuang bahan makanan buat sebagian orang bukanlah hal yang luar biasa. Saya pun dulu begitu. Kalau makan nggak habis baik di rumah atau di restoran ya sudah ditinggal saja. Ada sisa masakan pun langsung dibuang. Tapi setelah bekerja dan merasakan suka duka mencari uang sendiri serta capeknya masak mulai dari mikir menu, ngerajang bumbu, mengolah bahan sampai nyuci perkakas masaknya, pelan-pelan perilaku seperti itu berkurang. Yang ada sekarang kalau anak-anak nggak habis makannya ya terpaksa saya yang makan. Atau kalau ada sisa masakan disimpan untuk dimakan lagi besok atau didaur ulang menjadi makanan baru.

    Lagipula dengan memakai makanan sebagai bahan permainan sensoris, terutama yang sudah dimasak, saya khawatir Keenan akan menganggap kalau makanan memang BOLEH dibuat mainan. Dan ini sudah terjadi beberapa kali. Akhir-akhir ini Keenan sudah semakin pandai mengambil sesuatu dari tempat yang tinggi dan membuka sendiri pintu lemari dapur yang telah diamankan dengan “kunci” khusus. Nggak jarang tiba-tiba dia sudah ambil container isi tepung dari dalam lemari atau susu bubuk dari atas rak lalu dibuat mainan. Tadi sore saat saya menghaluskan tahu untuk dimasak, tiba-tiba ada tangan mungil berusaha meraih piring isi tahu dan setelah berhasil dia ikut memasukkan tangannya ke dalam piring dan meremas-remas tahu.

    Benar sih, dia cuma ingin tahu apa yang sedang mamanya masak dan bagaimana tekstur benda-benda tersebut. Begitu dia mengerti kalau tahu itu dingin dan lembut ya sudah nggak tertarik untuk bermain lebih jauh. Lain halnya dengan tepung yang bisa bikin dia betah mainnya. Belum lagi makanan di piring yang kadang dimasukkan ke dalam gelas, memindahkan isi minuman dalam gelas satu ke gelas lain. Hadeh, gemes aja gitu lihatnya.

    Maka itu sekarang saya berusaha lebih membatasi penggunaan makanan mentah apalagi matang untuk mainan. Meski repot mengumpulkannya, masih banyak benda lain yang bisa digunakan untuk isi meja sensoris seperti water beads, sobekan kertas, batu akuarium, pasir, dedaunan dan ranting pohon atau manik-manik. Tentu sesekali saya nggak keberatan Keenan mengenal bahan-bahan makanan selama itu dalam konteks membantu saya memasak atau membuat kue, bukan khusus untuk bermain.

    Dan ternyata setelah lebih rajin browsing ke sana ke mari, masih banyak benda yang bisa digunakan sebagai filling sensory bin selain makanan. Seperti di bawah ini:

    Earth sensory bin with water beads.

    Earth Sensory Bin Earth Day Activity

    Frozen blocks of ice.

    Favourite non-food sensory play ideas shared by http://youclevermonkey.com

    Kalau menurut teman-teman, oke kah bermain dengan bahan makanan?

  • Daily Stories, Life in Brunei, Recipe

    Food Challenge, Day 5

    Yaaaiiy. Sampai juga di hari terakhir #FoodChallenge.

    #Day5FoodChallenge

    Kemarin makan siangnya kesorean1, karena sejak jam 9.30 pagi sudah mondar mandir kaya setrikaan ngelengkapin keperluan Cinta untuk hari pertamanya masuk sekolah Ugama, hiks. Padahal masakannya sudah siap dari pagi. Bahkan kaldunya telah dimasak dari semalam pakai slow cooker. Saking singkatnya waktu, Cinta pun terpaksa makan siang di mobil antara waktu pulang sekolah pagi dan masuk sekolah Ugama.

    Sekolah Ugama ini semacam madrasah di Indonesia yang dikelola resmi oleh Kementerian Hal Ehwal Ugama di bawah Jabatan Pengajian Islam negara Brunei Darussalam. Menurut guru besar2 sekolah Ugama tempat Cinta belajar, sejak tahun 2013 yang lalu, Sultan Hassanal Bolkiah mewajibkan setiap anak yang kedua orang tua atau salah satunya merupakan penduduk atau permanent resident negara Melayu Islam Beraja Brunei Darussalam dan telah berusia 7 tahun pada bulan Januari di tiap tahun ajaran untuk mengikuti sekolah Ugama.

    Baginda Sultan berharap dengan berjalannya undang-undang ini, “insya-Allah, tidaklah akan ada lagi kanak-kanak Islam di negara ini yang akman tercicir dari memahami dan mengetahui ilmu asas pendidikan Islam. Tidak akan ada lagi orang yang tidak pandai sembahyang dan membaca Al-Qur’an”, titah baginda Sultan sempena Majlis Sambutan Hari Guru Ke-22 bagi Tahun 1433 Hijrah/2012 Masihi pada 8 Zulkaedah 1433 bersamaan 24 September 2012.3

    Foreigner seperti kami tentu tidak wajib ikut tapi tidak ada salahnya kan menambah pengetahuan tentang agama yang tidak bisa didapat di sekolah pagi maupun di rumah.

    Habis mengantar Cinta ke sekolah Ugama nggak bisa langsung pulang karena ada taklimat4 dari guru besar sekolah untuk para orang tua siswa. Setelah taklimat selesai, saya berencana makan siang di Plaza Seria saja sama Keenan sambil nunggu kakak pulang karena sekolahnya cuma berlangsung selama 2 jam. Tapi ternyata di tengah-tengah pertemuan Keenan pup dan saya nggak bawa popok ganti. Akhirnya memutuskan untuk pulang aja. Untung perjalanan dari sekolah ke rumah cuma 10 menit. Sampai rumah hanya ada waktu 30 menit sebelum sekolah selesai. Ya cuma sempat mandiin dan nyuapin Keenan trus langsung berangkat lagi deh.

    Jam 4 sore sampai rumah langsung beres-beresin barang-barang sekolah Cinta, duduk sebentar tarik nafas baru ambil makan. Menu sore ini adalah homemade risotto5 tuna keju plus honey lemon tea. Berhubung kehabisan lemon jadi ya nyoba pakai lemon essential oil6 Young Living yang baru diterima tadi pagi. Makasih ya, Anggy :* Lumayanlah buat menyegarkan badan yang mulai remek dan meredakan gejala-gejala flu yang mulai melanda.

    Risotto kali ini rasanya pas sama selera anak-anak. Cukup creamy dan cheesy tapi nggak bikin eneg. Bikinnya juga gampang. Thanks to my super rice cooker hehehe. Resepnya sederhana aja, hasil gabung-gabungin dari berbagai resep di google. Kalau mau nyoba juga, ini dia resep dengan takaran suka-suka.

     photo 65EE0762-EAD9-411C-AC64-F4C77F6D3AB1_zpsg6pxuswm.jpg

    Risotto Tuna Keju ala Mama Nia

    Bahan:
    2 cangkir beras, cuci bersih
    1/2 bagian bawang bombay, dipotong kecil-kecil
    1 siung bawang putih dicincang
    Sejumput garlic granule7 (optional)
    Sejumput mixed herbs8 (optional)
    Garam
    1 buah wortel, dipotong dadu kecil-kecil
    Brokoli sesuai selera
    500 ml kaldu ayam (atau sesuai kebutuhan)
    1 cup susu uht plain
    Tuna kaleng sesuai selera
    1 sdm Margarin untuk menumis
    75 gram keju cheddar parut

    Cara membuat:
    • Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum.
    • Masukan beras yang sudah dicuci, aduk rata.
    • Tuang 3-4 sendok sayur kaldu, aduk sampai beras terendam kaldu. Masukan wortel, mixed herbs, garam dan garlic granule. Aduk sampai kaldu meresap.
    • Tuang beras ke dalam rice cooker, tambahkan kaldu sampai batas yang dibutuhkan untuk memasak nasi. Aduk dan masak di rice cooker.
    • Menjelang matang, masukan tuna, brokoli, sebagian keju dan susu uht. Aduk rata dan tutup lagi rice cooker sampai matang.
    • Sajikan dengan taburan keju parut.

    Yah, akhirnya tuntas sudah tantangan kali ini. Baru sekarang lho saya berhasil menyelesaikan lagi tantangan di sosial media kaya gini setelah 30 Day Green Smoothie Challenge-nya Simple Green Smoothies setahun yang lalu. Dan sebagai penutup saya mau ngoper tongkat estafet ke Lina Florida atau teman-teman yang berminat ikut tantangan ini. Yuk, posting foto makanan 5 hari berturut-turut. Boleh masakan sendiri atau wisata kuliner. Boleh foto lama atau baru. Asal jangan foto lontong kupang pak Misari ya. Kasian nanti saya ngences hahaha. Trus tag 1 teman setiap harinya. Selamat berkreasi!

    1. tantangan ini mulai saya upload di FB dan IG hari Minggu tanggal 5 Januari, jadi tiap postingan di blog mundur sehari []
    2. kepala sekolah []
    3. Titah “Pendidikan Ugama Wajib 2012” dikutip dari laman web Aspirasi NDP []
    4. perbuatan atau peristiwa pemberian arahan atau informasi yang tepat, KBBI []
    5. 1. rice cooked with broth and sprinkled with grated cheeseArti Kata []
    6. an oil having the odor or flavor of the plant from which it comes; used in perfume and flavorings – Arti Kata []
    7. A dried form of garlic that has been ground into granules rather than powder. Granulated garlic can be used much the same as garlic powder, but has about half the flavoring power as the same measure of garlic powder and like powder, the granules lack in providing the garlic texture of a fresh garlic. 1 teaspoon of granulated garlic equals 1/2 teaspoon of garlic powder. []
    8. Mixed herbs is a common mix of different dried herbs, ready for use without needing to measure out individual quantities. A typical mix includes equal parts of basil, marjoram, oregano, rosemary, sage, thyme []
  • Recipe

    Food Challenge, Day 2

    Tantangan terbesar saya tiap ditodong untuk ikut tantangan adalah menyelesaikannya. Entah sudah berapa tantangan yang putus di tengah jalan. Biasanya sih karena enggak ada waktu dan malas hahaha. Nah, mumpung masih bisa mengerjakan food challenge hari kedua, mari dipamerkan sekalian :))

    #Day2FoodChallenge

     photo CADAFAED-DCD2-496C-8EC4-ECA022AFB56B_zps2pwv9inc.jpg

    Salah satu yang saya suka dari slow cooker adalah bisa bikin bubur nggak pakai repot. Tinggal masukin beras, air, garlic granule, garam lalu set low dan tinggal tidur deh. Besok pagi tambahin labu, jagung dan ubi ke dalamnya, set ke high. Sambil nunggu empuk rebus kangkung, goreng ikan asin jambal roti. Jadi deh Bubur Manado ala ala untuk sarapan.

    Anak lanang suka banget menu ini, sampai ludes dan nangis waktu mangkuknya diangkat untuk diisi lagi.
    Untuk mamanya, biar makin sedap tambahin sambal roa Oshin Healthy Food yang direkomendasiin Pianggy. Yummyyyy…

    Resep Bubur Manado saya contek dari situs majalah Femina, sebagai berikut:

    Bubur Manado
    Bahan:
    200 g beras, cuci bersih, tiriskan
    2 L air
    1 1/2 sdt garam
    100 g ubi jalar merah, kupas, potong dadu 1 cm
    100 g labu kuning, kupas, potong dadu 1 cm
    300 g jagung muda pipilan
    50 g daun melinjo muda, cuci bersih
    50 g daun kangkung, cuci bersih
    25 g daun kemangi, cuci bersih
    Pelengkap:
    150 g ikan asin jambal, potong dadu ½ cm, cuci, goreng hingga kering.

    Cara membuat:
    • Masak beras bersama air dan garam hingga setengah matang. Masukkan ubi merah, labu kuning, dan jagung, aduk rata. Masak kembali hingga lunak.
    • Tambahkan sisa sayuran, sambil aduk perlahan hingga matang dan kental. Angkat.
    • Sajikan bubur dengan pelengkap dan sambal. (f)

    Untuk 6 porsi

    Seperti biasa resep di atas saya modifikasi sedikit sesuai selera. Nah untuk tantangan berikut saya persilakan bun @fiki0102 operan tongkat estafet #FoodChallenge #Day2. Syaratnya masih sama seperti yang kemarin:
    1. Posting foto makanan 5 hari berturut-turut.
    2. Boleh bikin sendiri atau beli.
    3. Boleh foto lama atau baru.
    4. Tag 1 teman untuk setiap harinya.

  • Recipe

    Food Challenge, Day 1

    #Day1FoodChallenge

     photo 26729F76-579D-44DD-98DF-BA688C774BA8_zpsrmbitizz.jpg

    Memberanikan diri menerima tongkat estafet dari ibuknya Kika dalam rangka meramaikan kehebohan #FoodChallenge di sosial media. Berhubung ibu kreatif ini mintanya makanan Brunei, untuk tantangan hari pertama saya pajang menu maksi yang populer di Brunei ini. Kalau di Indonesia disebutnya Mie Ayam, di Brunei (dan Sarawak) dikenal dengan nama Kolo Mee atau Mi Kolok. Menu sederhana dan murah ini bisa dijumpai di kedai makan lokal. Tapi siang ini pengen nyoba bikin sendiri mumpung kemarin di supermarket nemu fresh kolomee noodles.

    Versi asli (dan halal) kolo mee disajikan bersama irisan ayam saus barbecue/rebus. Tapi di sini saya cukup menumis dada ayam dengan bumbu minimalis karena saus kolo mee sendiri sudah penuh dengan msg XD Dan seharusnya sih mie yang biasa disajikan untuk kolo mee ini tipis-tipis tapi karena saya ngerebusnya lebih lama dari instruksi jadi ya ngembang gendut-gendut kaya yang masak gitu. Hasilnya malah enak, lembut dan saus kolo mee jadi lebih meresap sehingga anak-anak doyan makannya.

    Resep Kolo Mee sederhana ini saya ambil dari sini yang saya modifikasi sesuai dengan bahan yang ada di rumah dan selera. Gampang kok kalau mau nyoba. Ini bahan dan cara bikinnya:

    Bahan-bahan:
    Daging ayam cincang (saya pakai daging sapi cincang)
    1/2 ekor ayam, potong kecil-kecil (optional. Saya pakai fillet dada ayam)
    Fresh kolo mee noodles

    Saus kolo mee:
    *Takaran bahan sesuai selera*
    Saus tiram
    Saus kedelai (saya pakai kecap manis)
    Merica
    Gula
    Minyak wijen
    (Campur semua bahan, sisihkan sedikit untuk rendaman daging cincang)

    Bawang goreng untuk taburan
    Daun bawang untuk taburan

    Cara membuat:

    • Pertama, bumbui fillet dada ayam dengan minyak wijen, garam dan mixed herbs. Diamkan selama 15 menit atau sampai bumbu meresap lalu potong sesuai selera dan tumis dengan sedikit minyak sampai matang.
    • Rendam daging cincang dalam saus selama 15 menit. Lalu tumis sampai matang.
    • Masak saus dengan sedikit air sampai mendidih dan kental. Sisihkan.
    • Rebus mie dalam air mendidih selama 1-2 menit, buang airnya lalu bilas dengan air dingin yang mengalir. Kemudian rendam dalam air panas sebentar untuk menghangatkan mie.
    • Letakkan mie dalam mangkuk besar, siram dengan saus dan aduk rata. Pindahkan ke piring, sajikan dengan daging ayam, daging cincang, daun bawang dan bawang goreng. Sajikan segera.

    Ada yang mau menerima tongkat estafet selanjutnya? Di FB dan IG sih sudah saya serahkan ke pemilik toko kue online Antique’s Cake. Tapi kalau ada yang berani terima tantangan ini sih boleh aja ikutan. Aturannya gampang kok:
    1. Posting foto makanan selama 5 hari berturut-turut
    2. Boleh bikinan sendiri atau wisata kuliner
    3. Boleh foto baru atau lama
    4. Tag 1 teman setiap harinya untuk meneruskan tantangan selanjutnya.

    Yuk ikut. Kan lumayan buat nambah postingan blog tiap hari #eh. Happy cooking or eating, teman.