Browsing Tag:

current issue

  • Babbles

    SMS Penipuan

    Menjelang Lebaran seperti ini tampaknya makin marak penipuan melalui SMS. Hampir setiap hari status teman-teman di Facebook dan Twitter mengabarkan bahwa mereka mendapatkan SMS dari nomor tak dikenal minta ditransfer jumlah pulsa tertentu.

    Beberapa waktu yang lalu saya mendapat SMS seperti ini di tengah malam untuk kedua kalinya
    sms

    Yang pertama kali saya sempat bimbang antara kasihan dan khawatir jika si pengirim benar-benar kecelakaan dan membutuhkan pertolongan. Sedangkan di sisi lain ada juga perasaan tidak percaya mengingat banyaknya penipuan melalui SMS. Akhirnya saya sms balik dan meminta maaf kalau tidak bisa transfer pulsa karena pakai nomor pasca bayar. Eh, dia balas lagi memohon mohon supaya saya membantu dan pulsa saya akan dikembalikan setelah masalahnya selesai. Setelah 3x saling balas sms saya semakin yakin bahwa ini adalah modus penipuan karena logikanya kalau bisa sms 3x pasti bisa telpon atau minimal sms keluarganya.

    Belakangan ini sedang marak SMS “Mama minta pulsa” mulai dari bilang mama butuh pulsa untuk nomor barunya, sedang bermasalah di kantor polisi dan butuh pulsa untuk menelpon sampai sedang di berurusan dengan pihak berwajib di Malaysia ROTFL. Saya juga pernah dapat SMS seperti ini yang langsung saya kategorikan penipuan tanpa pikir panjang. Pertama karena Mama saya selama bertahun tahun menggunakan nomor telpon pasca bayar yang sudah dikenal seantero keluarga dan lingkup pergaulannya jadi nggak mungkin ganti nomor begitu saja. Kedua seandainya pun ganti nomor dan butuh pulsa, beliau adalah orang yang mobile sehingga bisa dengan mudah mengisi pulsa di mana saja. Dan yang ketiga, mama saya juga pengguna Blackberry yang kalaupun terpaksa minta pulsa pasti akan menggunakan BBM untuk berkomunikasi dengan kami anak-anaknya.

    Sayangnya ada beberapa teman yang nyaris tertipu, mungkin karena bawa-bawa nama “mama” membuat mereka panik. Untungnya sempat konfirmasi terlebih dahulu ke rumah masing-masing. Kalau tidak mungkin sudah melayang pulsa sekian puluh ribu rupiah. Memang jumlahnya nggak seberapa, paling banyak Rp 100,000.00 tapi tetap aja buat saya itu besar kecuali memang niat untuk amal.

    Jadi berhati-hatilah kalau mendapatkan sms dari nomor tak dikenal meminta sesuatu. Lakukan cek dan ricek, kenali betul kebiasaan dan bahasa tulisan orang-orang terdekat kita. Jangan sampai kepanikan kita dimanfaatkan oleh orang-orang yang berniat tidak baik.

  • Parenting

    Menyusui di Tempat Umum

    Seperti kata @sabai di sini, minggu ini adalah World Breastfeeding Week dimana organisasi ibu menyusui di seluruh dunia termasuk AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) menggunakan momen ini untuk berkampanye semaksimal mungkin mengenai manfaat-manfaat menyusui bagi ibu dan anak. Tahun ini tema kampanye WBW yang diusung oleh AIMI adalah “Menyusui: Sepuluh Langkah Menuju Sayang Bayi,” dengan slogan “Sayang Bayi, Beri ASI”.

    Kenapa menyusui saja perlu dikampanyekan dan disosialisasi? Bukankah menyusui itu proses alamiah seorang ibu memberi makan untuk anaknya? Well, banyak alasan kenapa banyak ibu yang tidak mau menyusui, mulai dari ASI-nya tidak keluar, takut bentuk payudaranya berubah menjadi tidak bagus, promosi susu formula yang berlebihan sampai malas karena tidak praktis. Tidak praktis? Iya, antara lain karena ibu harus membawa anaknya kemana-mana supaya dapat disusui setiap si anak menginginkan, malu jika harus menyusui di tempat umum sehingga ia harus “terkurung” di rumah sampai anak disapih, padahal yang namanya menyusui nggak cuma sampai ASI Eksklusif 6 bulan tapi berlanjut sampai 2 tahun atau lebih tergantung kesepakatan anak dan ibu.

    Soal menyusui di tempat umum ini yang paling sering dipersoalkan oleh banyak pihak, bahkan dari kaum perempuan sendiri seringkali memandang risih kegiatan ini. Bahkan ada juga yang menganggap menyusui di tempat umum dan tanpa sengaja memperlihatkan payudara adalah pornoaksi. Padahal, banyak ibu yang mau tidak mau harus menyusui di tempat umum karena terbatasnya ruangan ibu dan anak atau nursery room. Anak yang minum ASI tidak seperti anak yang diberi susu formula yang bisa diperkirakan waktu minum susunya. Kadang anak minta menyusu bukan saja karena ia haus atau lapar tapi juga karena merasa tidak nyaman.

    Sebagai mantan ibu menyusui yang tidak menggunakan jasa babysitter sampai Cinta berusia 6 bulan, sejak ia berusia 1 bulan sudah saya ajak kemana-mana; bank, mall, arisan, dsb. Kalau dibilang egois ya bolehlah. Tapi sekedar membela diri, saya pun tidak bisa hanya diam di rumah sampai anak saya selesai masa menyusui. Bahkan seorang ibu pun punya hak untuk melihat dunia luar kan? Sementara anak tidak bisa ditinggal di rumah karena tidak ada yang menjaga.

    Awalnya tentu saya merasa risih harus menyusui di tempat umum, sayangnya tidak semua lokasi yang saya datangi menyediakan tempat khusus menyusui. Di Surabaya, hanya 2 mall yang ada nursery roomnya di tiap lantai, yaitu di Galaxy Mal dan CITO (City of Tomorrow) itu pun yang di Galaxy Mal jadi satu dengan toilet untuk anak. Untuk mengantisipasi hal itu biasanya Cinta saya susui dulu di mobil selama perjalanan dan menyelesaikan segala urusan sebelum tiba saat menyusu berikutnya. Tapi kadang tidak selalu berjalan lancar, saat sedang makan atau belanja tiba-tiba dia menangis minta minum, mau tidak mau harus diberi. Saking malunya, saya beberapa kali menyusui Cinta di toilet umum tapi kemudian saya sadar bahwa anak saya tidak layak menyusu di tempat seperti itu. Hei, kita pun nggak mau kan makan di kamar mandi? Memerah ASI dan menyimpannya di botol untuk diberikan saat di tempat umum juga pernah saya lakukan, sayang Cinta lebih suka minum ASI langsung dari kemasan aslinya daripada botol.

    Sampai akhirnya saya berusaha masa bodoh, saat anak minta disusui dimanapun saya berada pasti berusaha mencari tempat senyaman mungkin untuk menyusui. Pakai baju yang cukup sopan sehingga ketika dibuka tidak (terlalu) menampakkan tubuh, ditutupin pakai selimut, mojok, dan masih banyak trik-trik lain. Lalu berkenalanlah saya dengan nursing apron, nursing dress, nursing shirt yang membuat saya bisa menyusui kapanpun, dimanapun tanpa khawatir ada bagian tubuh saya yang akan terekspos. Yayaya, tidak dipungkiri beberapa kali saya mendapatkan tatapan yang kurang bersahabat, tapi saya tak peduli. Yang penting anak nyaman, kenyang & bahagia karena mendapatkan kebutuhannya.

    Selamat merayakan Pekan ASI Sedunia, semoga semakin banyak anak Indonesia yang memperoleh haknya yaitu ASI dan semakin banyak ibu yang tahu trik-trik menyusui di tempat umum dengan elegan.

  • Babbles

    Sudah Minta Maaf Lalu Apa?

    Semalam, sambil makan soto Gebrak yang dibeli suami, kami berdua nonton tayangan berita di Metro TV. Di sebuah segmen muncul Cut Tary yang menangis terisak-isak. meminta maaf kepada jajaran kepolisian, pers, masyarakat sampai suaminya atas pemberitaan tentang video hubungan intimnya dengan artis lain. Sang suami pun memberikan penjelasan mengapa ia begitu setia mendampingi istrinya yang sudah dihujat entah ratusan atau ribuan orang. Setelah itu, giliran permohonan maaf Luna Maya atas pemberitaan yang mungkin merugikan masyarakat.

    Menyaksikan berita itu, saya terenyuh sekaligus berharap ini adalah akhir dari pemberitaan yang bertubi-tubi mengenai kasus video hubungan intim antara Ariel dan Luna Maya juga Ariel dan Cut Tary. Jujur, saya jenuh setiap kali nonton tv lokal pasti ada tayangan tentang itu, baik di segmen berita maupun infotainment. Belum lagi bumbu-bumbu opini dari penulis naskah atau presenternya. Beruntung anak saya masih berusia 3 tahun dan lebih suka ngeberantakin kamar dengan mainan-mainannya daripada ngikut emaknya nonton tv. Sehingga ia belum tahu dan belum merasakan efek dari bombardir berita tersebut.

    Saya tahu pertama kali tentang video itu dari twitter. Tak berniat mengunggahnya apalagi menonton. Bukan karena sok moralis atau sok suci, hanya saja saya merasa tidak. nyaman melihat orang lain melakukan hubungan intim. Sama halnya saya tidak ingin orang menyaksikan saya berhubungan dengan suami. Beberapa waktu kemudian ternyata video itu menjadi kepala berita di sejumlah surat kabar, infotainment, portal berita. Lantas sejumlah elemen masyarakat mengatasnamakan rakyat mulai menghujat, mengadili para artis yang ada dalam video. Bahkan beberapa kasus pemerkosaan diakui terpengaruh adanya video tersebut. Mereka bertiga menjadi terdakwa bahkan saat belum dinyatakan sebagai tersangka oleh kepolisian.
    Tapi kini dua dari 3 artis tersebut sudah meminta maaf. Apalagi yang kita harapkan dari mereka? Mereka sudah dihukum secara moral dan kini pun telah resmi menjadi tersangka kasus video yang katanya porno itu. Mereka juga sudah kehilangan sumber mata pencaharian karena dicabutnya kontrak-kontrak. Bahkan orang-orang yang bekerja dengan mereka pun kehilangan sumber penghasilan akibat ditutupnya beberapa usaha mereka oleh sebuah ormas. Infotainment juga sudah mendulang rating sangat tinggi atas tayangan mengenai Ariel, Luna Maya dan Cut Tary. Apalagi yang diinginkan? Sudah waktunya media mengurangi porsi pemberitaannya dan mengalihkan ke yang lebih penting. I think we had enough 🙂

  • Babbles

    Ketika Suap Diajarkan

    Postingan ini adalah salin tempel alias copy paste dari blog saya di Multiply dulu. Kejadiannya hampir 1 tahun yang lalu tapi masih membekas di hati dan ingatan saya.

    *****

    Mei 2009

    Pagi ini saya antar adik ke kecamatan untuk foto KTP, walaupun judulnya cuma menemani tapi karena pengalaman foto KTP sendiri beberapa waktu yang lalu yang amat sangat ribet membuat saya menyiapkan mental dan mengingatkan adik untuk tetap tenang dan sabar kalau ada hal-hal diluar perkiraan.

    Setelah menyerahkan berkas dan mendapatkan nomor antrian foto, duduklah kami di tempat yang sudah disediakan. Sekitar 15 menit kami menunggu nggak ada 1 pun nomor antrian yang dipanggil. Karena penasaran adik saya masuk ke ruang foto dan menanyakan no berapa yang sedang diproses, ternyata baru nomor 2 sedangkan dia dapat nomor 7. Okay menunggu lagi dengan sabar lah kami.
    Tiba-tiba datanglah seorang bapak bertubuh tinggi, berambut keriting, berkumis tebal & berbaju safari biru keabu-abuan bersama 2 orang perempuan muda, langsung masuk ke ruang foto. Entah apa yang dibicarakan di dalam lalu keluarlah petugas dan bapak berbaju safari itu dan menuju ke loket berbicara dengan anak magang yang bertugas melayani warga yang punya keperluan di kecamatan. Berhubung tempat duduk saya hanya berjarak beberapa langkah dari loket jadi pembicaraan mereka terdengar cukup jelas. Intinya kedua perempuan itu belum melengkapi dokumen untuk persyaratan foto KTP lalu bapak bersafari dan oknum petugas menyuruh anak magang untuk mengisikan dokumen-dokumen itu. Dilihat dari raut wajahnya sepertinya anak magang itu kebingungan dan ragu-ragu. Lantas bapak bersafari bilang, “Wis tah garapen ae, arep entuk duwik ga?” (Sudahlah, kerjakan aja, mau dapat uang nggak?) Sementara si anak magang masih bingung, mereka kembali keruang foto dan 5 menit kemudian keluar dengan membawa KTP yang sudah jadi di tangan.

    Ffffiiiuuuhhh, sebenarnya hal itu sudah merupakan hal yang biasa ya di lingkungan birokrasi pemerintahan kita. Tapi yang bikin saya miris adalah bagaimana bapak-bapak itu mengajarkan anak muda untuk mendapatkan uang secara “cepat”. Saya nggak tahu perasaan anak magang itu. Kalau saya sih mungkin ada pertentangan batin antara melaksanakan perintah dan takut. Awalnya begitu tapi lama-lama kalau sudah terbiasa dengan keadaan, bisa-bisa “perang batin” itu nggak ada lagi. Malah menjadi satu lagi calon oknum pegawai pemerintahan yang “money oriented“.

    Gimana bisa negara kita benar-benar bebas dari KKN dan uang suap kalau begini caranya.
    Memang sih itu cuma 1 kejadian sementara yang benar-benar mengurus KTP melalui jalur dan prosedur yang benar juga banyak sekali. Yah, semoga tidak ada lagi generasi tua yang mengajarkan hal seperti itu ke jiwa-jiwa muda yang masih idealis, calon pegawai pemerintahan yang bersih dan benar-benar melakukan pengabdian pada masyarakat.