Browsing Tag:

culture

  • mooncake festival, chinese culture, live in brunei, chinese school, midautumn festival
    Daily Stories, Life in Brunei

    Mooncake Festival di CCMS

    Karena Cinta bersekolah di sekolah Cina, otomatis kita belajar mengenali budaya-budayanya. Minimal tradisi dan perayaan hari-hari istimewa yang dirayakan di sekolah. Salah satunya adalah mooncake festival yang diadakan di hari ke-15 bulan ke-8 menurut kalender Cina, yang tahun ini jatuh pada tanggal 15 September 2016. Oya, penanggalan Cina ini mengikuti sistem peredaran bulan lho, sama seperti kalender Hijriyah.

    Kenapa perayaan yang juga dikenal dengan sebutan Mid Autumn Festival jatuh pada hari ke-15 bulan ke-8? Menurut beberapa sumber bulan ke-8 kalender Cina adalah bulan kedua musim gugur dan karena 1 musim terdiri dari 3 bulan, maka tanggal 15 bulan 8 tepat berada di pertengahan musim gugur. Pada tanggal ini juga biasanya bulan sudah penuh dan terang. Bahkan dipercaya sebagai bulan purnama yang paling terang dalam 1 tahun. Sehingga kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk kumpul keluarga, makan bersama dan menikmati keindahan bulan serta kelezatan mooncake, kue tradisional masyarakat Cina. Pada saat yang sama, biasanya para petani juga mulai memasuki masa panen, sehingga festival ini juga bermaksud sebagai perayaan panen sekaligus mempersembahkan rasa syukur kepada Tuhan.

    Selain mooncake, perayaan mid autumn identik pula dengan lampion. Pada jaman dulu, lampion digunakan oleh para perantau untuk menerangi jalan mereka yang mereka lalui saat mudik ke kampung halaman di pertengahan musim gugur ini. Konon lampion dipercaya untuk mengusir roh halus dan mencegah datangnya hal-hal buruk pada malam festival berlangsung. Sekarang, meski jalanan di mana-mana sudah terang dan orang-orang nggak perlu lagi jalan kaki untuk pulang ke kampung, tradisi lampion tetap dilestarikan. Bahkan semakin seru dengan aneka model lampion yang cantik. Waktu Cinta masih ikindergarten dulu malah ada lomba bikin lampion lho, terus diterbangkan ramai-ramai di malam perayaan festival bulan ini.

    mooncake festival, chinese culture, live in brunei, chinese school, midautumn festival

    Tapi, tahun ini sekolahnya Cinta memutuskan untuk mengadakan perayaan yang lebih sederhana dan diadakan di pagi hari sekolah. Tepatnya hari Sabtu, 24 September yang lalu. Iya, di Brunei anak sekolah (kecuali sekolah internasional) dan pegawai kerajaan (civil servant) masuk di hari Sabtu dan libur di hari Jumat serta Minggu. Kebetulan juga, waktu itu mertua dan kakak ipar sedang berkunjung ke sini, jadi deh kami ajak untuk menikmati mooncake celebration festival sekaligus lihat-lihat sekolahnya Cinta.

    Meskipun sederhana dan hanya berlangsung selama 1 jam, acara perayaan musim gugur yang diadakan di sekolahnya Cinta cukup seru dan menyenangkan. Tepat jam 7.30, murid-murid dan guru-guru sudah duduk manis di lapangan sekolah, sementara orangtua yang datang berdiri di selasar depan kelas. Acara dibuka dengan sambutan dan cerita tentang mooncake festival yang (sayangnya) disampaikan dalam bahasa Cina (sehingga saya nggak ngerti sama sekali, hiks). Dilanjutkan dengan pertunjukan Chinese Drama yang juga berbahasa Cina (yaeyalaah, masa berbahasa Korea). Pada sesi ini, penampilan salah satu siswa lower primary mencuri perhatian penonton karena totalitas dan semangatnya memerankan seorang murid dari sebuah perguruan jaman dulu.

    Sembari menunggu pertunjukan selanjutnya, beberapa guru memberikan teka-teki tentang lampion yang memang menjadi salah satu simbol mid autumn festival. Yang kemudian diteruskan oleh pembacaan puisi oleh murid-murid. Tak lama, Wushu, yang menjadi atraksi favorit saya di pagi itu tampil. Melihat kelincahan anak-anak dari berbagai kelas memperagakan bela diri khas Cina, bikin saya ingin si kakak ikut Wushu untuk kegiatan ekstrakurikulernya tahun depan. Tapi waktu anaknya ditanya dia jawab mau ikut cooking club dan scout aja. Padahal kan penting ya anak perempuan bisa bela diri hihihi. Tetep deh emaknya usaha. 

    Istirahat sejenak, beberapa guru kembali mengadakan kuis untuk para siswa dan kali ini Cinta serta teman-temannya dari kelas bahasa Cina C & D ikut maju. Di sekolah Cinta, kelas bahasa Cina dibagi dalam beberapa bagian berdasarkan kefasihan murid berbahasa Cina. Sayang sih, belum beruntung dapat hadiah, wong anaknya juga bingung sendiri nggak ngerti pertanyaannya hehehe.

    Setelah itu pertunjukan diabolo atau yoyo tradisional Cina menghibur kami semua. Kagum deh melihat ketrampilan anak-anak ini main yoyo karena menurut saya itu nggak gampang ya. Saya yakin mereka pasti latihan dengan giat sampai bisa menampilkan pertunjukan keren seperti yang ada dalam video di atas.

    Acara hari itu ditutup dengan vocal group dan kemudian anak-anak kembali ke kelas masing-masing untuk belajar dan orangtua pulang ke rumah. Begitu saja, sederhana, ringkas tapi mengesankan. Hanya saja mungkin tahun depan saya harus berdiri dekat dengan teman saya yang bisa berbahasa Cina supaya paham apa saja yang ditampilkan.

    Oya, pernah makan mooncake, teman? Rasa apa favoritmu?

  • lion dance, chap goh mei, chinese new year 2016
    Life in Brunei

    Perayaan Chap Goh Mei di Sekolah Cinta

    Sebagai sekolah Cina, sudah menjadi tradisi mereka merayakan hal-hal yang berkaitan dengan kebudayaan Cina. Ada Mid Autumn Festival, Chinese New Year, Chap Goh Mei, dll. Setiap perayaan punya ciri khasnya sendiri dan perayaan Chap Goh Mei pasti dimeriahkan dengan pertunjukan Lion Dance.

    Chap Goh Mei 2016, Lion Dance, Chinese New Year 2016, Imlek 2016, Brunei, Chinese school, Seria

    Persiapan sekaligus mengiringi barongsai yang memberkati ruang kelas

    Kalau biasanya pertunjukan ini hanya dapat dilihat oleh anak-anak karena diadakan di sela-sela aktivitas belajar mengajar, tahun ini sekolah memberi kesempatan kepada orangtua untuk menyaksikannya. Dan saya pun nggak menyia-nyiakan kesempatan itu. Hari Senin, 22 Februari kemarin, atas permintaan kakak Cinta, saya sudah siap di dalam gedung sekolah sebelum pukul 10 pagi.

    Ada untungnya juga datang lebih awal dari waktu pertunjukan yang dijadwalkan jam 10 pagi itu. Selain bisa melihat para Lion Dancer bersiap-siap, saya juga bisa menyaksikan kehebohan anak-anak ketika barongsai memasuki ruang kelas dan ‘memberkati’ kelas mereka. Seru juga, apalagi di kelas lower primary. Anak-anak kecil itu berebut pengen megang si barongsai.

    lion dance, chap goh mei 2016, chinese new year 2016, brunei, seria

    Lion Dance masuk dan memberkati ruang kelas dengan mengupas jeruk-jeruk persembahan. Sumber foto: CCMS FP

    Padahal para penari barongsai itu ya kakak-kakak kelas mereka juga. Anak-anak middle school dari sekolah yang sama. Meski masih SMA, kemampuan mereka bagus lho. Malah klub-klub lion dance dari sekolah-sekolah ini sering diundang perform dalam perayaan Chinese New Year di kantor atau rumah.

    Kalau dulu, mereka juga sering tampil di tempat umum. Waktu masih tinggal di apartemen yang jadi satu dengan supermarket, tiap tahun baru Cina pasti bisa nonton lion dance ini dari dekat, karena pemilik apartemen & supermarket selalu mengadakan pertunjukan lion dance untuk memberkati toko dan apartemennya serta menghibur keluarga dan pengunjungnya. Tapi sejak 3 tahun terakhir, berdasarkan peraturan baru, pertunjukan tersebut hanya boleh dilakukan di rumah, sekolah atau komunitas khusus. Meski demikian, konon, honor untuk tampil menari barogsai ini cukup besar. Hebat ya, klub sekolah pun bisa jadi profesional.

    Lion Dance, Chap Goh Mei 2016, Chinese New Year 2016, Imlek 2016, Brunei, Chinese School, Seria

    Lion Dance

    Setelah berkeliling masuk ke beberapa ruang kelas, rombongan barongsai ini kembali ke lapangan, berkumpul bersama ratusan anak yang sudah duduk manis menunggu kehadiran mereka. Saya pun menemukan Cinta di tengah teman-temannya. Dan begitu melihat saya, dia memilih untuk menonton dari pinggir ruang kelas bersama saya daripada teman-temannya. Saya jadi merasa tersanjung hihihi. Untungnya lokasi kami nonton cukup strategis sehingga bisa leluasa menyaksikan atraksi lion dance itu.

    Meski cukup sederhana dan nggak pakai panjat-panjat tiang seperti biasanya. Pertunjukannya cukup menghibur. Anak-anak antusias nontonnya, terutama ketika salah satu barongsai lempar-lempar jeruk dan permen. Pada berebut deh.

    Lion Dance, Chap Goh Mei 2016, Chinese New Year 2016, Imlek 2016, Chinese School, Brunei, Seria

    Berebut jeruk dan permen. Sumber foto: CCMS FP

    Jeruk memang selalu jadi bagian dalam perayaan Chap Goh Mei, seperti kue keranjang yang tak terpisahkan dengan perayaam Mid Autumn Festival. Tiap tahun baru Cina, pasti supermarket banjir dengan jeruk-jeruk Mandarin yang manis-manis dan dibungkus plastik itu.

    Chap Goh Mei sendiri adalah perayaan yang dilakukan pada malam ke-15 setelah tahun baru Cina sebagai penutup dari rangkaian perayaan Chinese New Year. Ketika Chap Goh Mei, biasanya keluarga berkumpul untuk makan besar dan menyalakan kembang api. Macam lebaran gitu kali ya. Rumah-rumah pun dihias indah dengan lampion merah. Pokoknya tiap tahun baru Cina, rumah-rumah, toko-toko dan sekolah Cina pasti lebih meriah dari biasanya dengan aneka hiasan berwarna merah. Cantik banget.

    Selamat memasuki tahun Monyet bagi teman-teman yang merayakan. May good luck and good fortune always be with you.