“Bunda, aku suka deh dipeluk Bunda seperti ini. ”
“Bunda juga suka meluk kakak seperti ini.”
“Bunda janji ya, sampai aku besar suka peluk aku.”
“Iya nak, Bunda janji. Akan selalu peluk kakak meski nanti kakak udah nggak mau dipeluk Bunda. Akan selalu ada untuk kakak, sampai kapan pun.”
“Bunda, I love you.”
“I love you more, kak.”
“I love you to the top of the tree, Bun.”
“I love you to the moon and back, boy.”
———
Perempuan itu mengusap air matanya, masih terbayang jelas kenangan malam itu. Saat ia dan lelaki kecilnya berbaring berpelukan di halaman rumah. Memandang langit yang berbintang dan menikmati indahnya bulan purnama.
Betapa kehangatan saat itu terasa kembali di hari ini, hari bahagia lelaki kecilnya. Ah ya, meski sudah berusia 27 tahun, lelaki itu tetaplah anak kecil di hatinya. Bocah tampan yang membuatnya jatuh cinta sejak pertama kali diletakkan di dadanya, menggeliat mencari kehangatan lalu berusaha menyesap air susu sang bunda.


































