Browsing Tag:

Brunei

  • Foods and Places, Life in Brunei

    LLRC Waterpark

    LLRC Waterpark

    Pas ngulik Flickr, teringat ada set foto waterpark yang belum sempat diposting di sini. Waterpark ini termasuk baru dan satu-satunya di kawasan Belait, Brunei Darussalam. Ada sih kolam renang umum lain di BSRC Panaga dan satu lagi di Kuala Belait. Tapi yang ada mainannya ya cuma ini.

    Liang Lumut Recreation ClubDSC09609

    DSC09598DSC09600

    Dibangun mulai pertengahan tahun 2012, kolam renang yang terletak di area Liang Lumut Recreation Center ini resmi dibuka saat libur akhir tahun ajaran sekolah bulan Desember tahun lalu. Seperti umumnya tempat wisata yang baru buka, minggu-minggu pertama selalu ramai. Tiap lewat sana parkiran LLRC dan pantai di depannya penuh banget.

    Sampai akhirnya bisa memenuhi janji ajak Cinta ke sana ya saat libur sekolah hampir selesai. Itu pun di hari Jumat pagi saat kebanyakan orangtua masih kerja.

    Awalnya sempat ragu pergi cuma berdua dengan Cinta ke waterpark. Maklum waktu itu usia kehamilan sudah masuk trimester ketiga dan nggak punya baju renang yang cukup besar. Lalu saya minta ijin sama Cinta untuk menemani dia dari pinggir kolam aja dan nggak ikut berenang. Saking inginnya berenang, Cinta pun setuju dan janji mau selalu pakai pelampungnya.

    DSC09597DSC09603

    Sampai di sana ternyata kolamnya cetek, sodara sodara. Cuma setinggi lehernya Cinta atau sekitar 80cm. Meski begitu Cinta yang baru pertama kali masuk kolam renang sendiri tetap pakai pelampungnya wong dia belum bisa berenang hehehe.

    Tadinya dia cuma jalan-jalan aja di dalam kolam sambil main semprotan air di sekitarnya. Lama-lama lihat teman-teman sebayanya main perosotan jadi tertarik mau juga dan minta ijin untuk ikut main. Setelah saya lihat nggak terlalu tinggi dengan pertimbangan kolamnya juga nggak dalam akhirnya saya perbolehkan. Tapi rupanya dia masih belum pede sehingga nggak mau lepas dari pelampungnya.

    Sambil deg-degan saya menunggu dari pinggir kolam saat dia mulai meluncur. Wuiiii… Percobaan pertama berhasil! Cinta seneng banget. Saya pun mengabulkan permintaannya untuk bisa berseluncur sekali lagi. Sayang di kali kedua ini waktu menyentuh kolam hidungnya kemasukan air yang bikin dia nangis dan kapok perosotan. Jadilah selanjutnya Cinta cuma berenang di kolam atau kejar-kejaran di pinggir kolam sama kawan-kawannya sampai saya ajak pulang.

    Well, untuk waterpark dengan HTM seharga B$ 2 bagi dewasa di hari kerja (B$ 3 di hari Sabtu-Minggu dan libur nasional) dan B$ 1 bagi anak-anak (B$ 2 pada hari Sabtu-Minggu dan public holiday), fasilitasnya cukup bagus meski kecil dan minimalis sekali. Dibandingkan sama SunCity Waterpark Sidoarjo aja masih kalah besar dan bagus apalagi sama Ciputra Waterpark di Surabaya.

    Di sini nggak boleh bawa makanan dari luar, tapi di area kolam disediakan tempat makan yang dikelola oleh restorannya LLRC. Menunya ya semacam burger, sandwich gitu.

    Ruang ganti dan kamar mandinya bersih dan semoga tetap bersih karena berdasarkan pengamatan saya entah kenapa toilet umum di Brunei ini kurang bersih.

    Secara keseluruhan sih tempatnya nggak terlalu istimewa tapi lumayanlah sebagai tempat hiburan di dekat rumah saat kangen pengen main air. Kalau buat anak-anak kan yang penting mereka bisa bersenang-senang. Tentu di bawah pengawasan ketat orang tua ya terutama untuk balita dan yang belum bisa berenang karena nggak ada lifeguardnya.

    Kalau mommies biasanya suka bawa anak-anak berenang di mana nih?

    See more pictures here.

  • waterfront, playgroud, kuala belait, brunei
    Foods and Places, Life in Brunei

    Waterfront Park, KB

    view from the waterfront bay

    Terletak di pinggir Jalan Sungai, Kuala Belait, Waterfront Park ini termasuk salah satu playground favoritnya Cinta, apalagi kalau cuaca lagi nggak terlalu panas. Permainannya nggak terlalu banyak sih tapi cukup menarik untuk anak-anak. Ada ayunan, jungkat-jungkit, perosotan dan lain-lain.

    Di sore hari atau pagi saat weekend, tempat ini cukup ramai dikunjungi keluarga muda dengan anak-anak balitanya dan orang-orang yang ingin berolahraga atau sekadar kumpul-kumpul. Maklum, selain fasilitas permainan anak, taman ini juga menyediakan jogging track dan alat olahraga sederhana.

    Saat anak-anak asik main, para orang tua bisa duduk-duduk sambil menikmati pemandangan sungai dan hutan di seberangnya. Kalau lapar bisa buka bekal dan piknik di meja-meja yang sudah disediakan atau beli makanan di beberapa gerai yang ada di lokasi itu.

    Toilet umum yang ada di Waterfront Park juga cukup terawat, dari beberapa kali ke sana. Cuma siap-siap tisu basah dan kering aja serta kantong plastik sendiri karena di dalam bilik nggak disediakan tempat sampah sehingga ada aja orang yang buang tisu di dalam kloset.

    Waterfront KB Playground

    IMG_0489
    IMG_0503

    IMG_0507

    more picture of Waterfront Park, Kuala Belait

  • Foods and Places

    Voyager Adventure

    Setelah direncanakan sejak beberapa hari yang lalu, akhirnya Minggu, 10 Juni 2012 kemarin kita berangkat ke The Mall, Gadong untuk lihat Science and Technology Expo. Menempuh jarak 90 km di pagi yang hujan tantangan sebenarnya justru saat cari parkir di mall. Maklum, sebagai mall terbesar dan salah satu dari 2 mall yang ada di Brunei, The Mall nggak pernah sepi, apalagi kemarin pas awal libur tengah semester anak sekolah dan ada yang melaksanakan resepsi pernikahan.

    Sampai di mall, kita celingak celinguk mencari lokasi expo dan kebingungan karena nggak ada tanda-tanda tenda dome untuk planetarium. Yup, tujuan kita memang pengen liat “Voyager Adventure” alias mini mobile planetarium dengan bekal informasi dari radio dan berita di media online sebulan lalu. Setelah sampai di lantai paling bawah, baru deh kelihatan sebuah area berterpal biru dengan 2 penjaga stand yang ternyata adalah lokasi Science Exponya.

    imageimage

    Setelah tanya-tanya, kami pun membeli 2 tiket Voyager Adventure seharga BND 10 untuk lihat mini planetarium yang dimulai pukul 1 siang, SPGnya yang mengira saya orang Filipina  menggratiskan tiket untuk Cinta karena belum 5 tahun.

    image

    image

    Seru juga sih, lihat pertunjukan angkasa luar itu. Cinta yang tadinya takut karena ruangannya gelap dan bunyi musiknya seperti film horor, begitu diperlihatkan suasana langit, matahari, bintang dan planet, pelan-pelan mulai keluar dari balik punggung saya dan akhirnya asik berceloteh sepanjang pertunjukan. Bagian yang menyenangkan bagi dia adalah ketika sky diving dan diperlihatkan berbagai rasi bintang. Oh, waktu guide nya menunjukkan bulan dan menyebut nama latinnya: Luna, dia dengan semangat bilang, “Wow, that’s my name. I’m the moon!” yang langsung dijawab sama guidenya, “Yes, it means you are named after the moon.”

    Di pertunjukan itu kita juga diperlihatkan saat-saat Venus melintasi matahari pada 6 Juni yang lalu. Kejadian yang tidak akan terulang sampai 140 sekian tahun lagi. Kami belajar lagi apa itu nebula, tempat lahirnya bintang baru. Jumlah satelit planet Saturnus yang sebanyak 22 bulan tapi yang tampak jelas di langit sekarang hanya 5 buah. Sampai tentang penyebutan “AM” dan “PM” untuk waktu pagi dan malam hari yang berasal dari garis meredian yang melintang di bumi. AM berarti Ante Meredian, saat matahari belum melewati garis meredian (12.00 malam sampai 11.59 siang), sedangkan PM adalah Post Meredian, ketika matahari telah melewati garis meredian (12.00 siang sampai 11.59 malam). Dan tentang makna sesungguhnya dari twilight, yaitu waktu masa peralihan dari terang ke gelap ketika matahari terbenam tapi belum sepenuhnya tenggelam.

    imageimage

    Buat anak-anak banyak sekali ilmu baru yang bisa dipelajari di Voyager Adventure ini. Sedangkan emak bapaknya yang sudah pernah dapat pelajaran astronomi di sekolah dulu, bisa refresh lagi pengetahuannya. Nggak rugi lah meluangkan waktu sekitar 30 menit mengamati ruang angkasa kita, apalagi dipandu astronom amatir yang pintar menjelaskan dengan bahasa awam.

    Bahkan, saking senangnya, Cinta sampai hari ini belum bisa move on. Planetarium aja yang diomongin dan bilang ke orang-orang, “It was fun. I can’t wait to see it again!” Kebayang deh gimana hebohnya kalau diajak ke Boscha, Lembang. Next time ya, Nduk.

    Memang ya, belajar kalau dikemas menarik dan dilakukan dalam suasana yang menyenangkan itu lebih berkesan dan mudah diserap anak. Sayang, publikasinya Voyager Adventure ini kurang, nggak ada media online Brunei yang memberitakan saat pameran Science sedang digelar. Berita yang kita dapat aja dari hasil dengar di Pilihan FM bulan lalu. Padahal bermanfaat sekali buat anak-anak, apalagi musim libur sekolah begini. Tapi, yang mau lihat masih ada waktu sampai hari Senin, 11 Juni 2012 ini kok. Jom, take our children to see the sky. They’ll love it!